Tanda-Tanda Pola Merancang Bahan

Tanda-Tanda Pola Merancang Bahan

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Tanda-Tanda Pola Merancang Bahan


Merancang bahan adalah menghitung berapa banyak bahan yang
diperlukan untuk membuat suatu model pakaian. Salah satu cara untuk
mengetahui jumlah bahan yang diperlukan dalam pembuatan suatu model
pakaian, adalah dengan meletakkan pola-pola kecil pada bahan yang dibuat
pada skala atau perbandingan yang sama antara pola dan bahannya.
Sebelum kita mempelajari benar-benar tentang bagaimana merancang bahan
yang sesungguhnya, maka sebaiknya kita pelajari terlebih dahulu
pengetahuan dasar yang harus dikuasai atau diketahui dalam membuat suatu
rancangan bahan, diantaranya adalah: (a) tanda-tanda pola, (b) arah serat
bahan, , (c) motif bahan, dan (d) model pakaian.

Tanda-tanda pola adalah tanda yang terdapat pada pola. Beberapa
tanda yang biasanya terdapat pada pola pada proses peletakan pola untuk
pembuatan suatu rancangan bahan adalah sebagai berikut.


Arah panah
Menunjukkan arah benang panjang
kain.
Pola yang bertanda panah ini harus
diletakkan menurut panjang kain.
Garis zig-zag
Menunjukkan kerutan
Pada tempat yang bertanda ini harus
dikerut
Garis kembar (paralel)
Garis batas pemotongan atau
pemisahan
Setrip, setrip
Garis tanda lipatan, untuk dirangkap
jadi satu
Setrip, titik
Menunjukkan garis tanda lipatan,
namun tidak untuk dirangkap jadi
satu
Menunjukkan lipit
Pada tempat yang bertanda ini harus
dilipit
Garis serong-serong
Tanda bagian yang harus terbuat
dari kain serong
Garis setengan lingkaran
Tanda bagian yang harus dirapatkan
menjadi satu
Garis hitam tipis
Garis pola dasar asli, atau tanda
garis pengguntingan
Garis hitam tebal
Garis pola dasar yang telah diubah
(garis yang telah jadi model)

0 komentar:

BAB II Merancang Bahan PEMELAJARAN

BAB II Merancang Bahan
PEMELAJARAN

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
BAB II Merancang Bahan
PEMELAJARAN

A. Rencana Belajar Peserta Diklat

Kompetensi : Melaksanakan pekerjaan marker

Sub. Kompetensi :
1. Menyiapkan alat untuk pekerjaan marker
2. Melakukan grading pola sesuai order
3. Menyesuaikan pola dengan jumlah order
4. Meletakkan pola di atas kertas marker
5. Menghitung kebutuhan bahan.
Jenis kegiatan Tanggal Waktu Tempat
belajar
Alasan
Perubahan
Tanda
tangan
guru
Pengetahuan dasar
merancang bahan
Menyiapkan alat untuk
mebuat rancangan bahan
Teknik dasar merancang
bahan
Merancang bahan pada
bahan bermotif
Merancang harga untuk
suatu model pakaian

B. Kegiatan Belajar

1. Kegiatan Belajar
1: Pengetahuan Dasar Merancang Bahan

a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran 1
Setelah mengikuti kegiatan belajar tanda-tanda pola peserta diklat
mampu:
1) menjelaskan apa yang dimaksud dengan tanda-tanda pola;
2) menyebutkan minimal 6 tanda-tanda pola yang dipergunakan dalam
membuat rancangan bahan;
3) menjelaskan 2 arah serat benang yang terdapat pada bahan pakaian;
4) menjelaskan arah serat benang yang benar dalam membuat pakaian atau
dalam meletakkan pola;
5) menjelaskan pentingnya memperhatikan motif bahan dalam merancang
bahan dan membuat pakaian;
6) menjelaskan pentingnya memperhatikan model pakaian dalam merancang
bahan dan membuat pakaian;
7) menjelaskan persiapan bahan yang harus dilakukan sebelum meletakkan
pola pada bahan.

0 komentar:

Cek Kemampuan Merancang Bahan No Aspek yang dinilai Belum Sudah

Cek Kemampuan Merancang Bahan
No Aspek yang dinilai Belum Sudah

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Cek Kemampuan Merancang Bahan
No Aspek yang dinilai Belum Sudah

Pengetahuan:
- membaca tAnda-tAnda pola pada pola
pakaian
- mengaplikasikan tAnda-tAnda pola pada
pembuatan rancangan bahan
- prinsip merancang bahan meliputi membaca
model, memperhatikan motif bahan, arah
serat bahan
- cara meletakkan pola pada bahan sesuai serat
bahan

Sikap:
- Kecermatan dalam menyiapkan bahan
- Kecermatan dalam menghitung order
- Ketelatenan dalam memperkirakan letak pola
pada bahan
- Kerapian dalam meletakkan dan
menempelkan pola
- Ketepatan dalam memilih alat-alat
- Hemat dalam menggunakan bahan

Psikomotor:
- Keterampilan menyiapkan alat dan bahan
- Keterampilan meletakkan pola pada bahan
- Keterampilan dalam meprediksi kebutuhan
bahan sehemat mungkin
- Kecepatan dalam membuat perencanaan
bahan

0 komentar:

Peran Guru/Instruktur Merancang Bahan

Peran Guru/Instruktur Merancang Bahan

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Peran Guru/Instruktur Merancang Bahan


Guru/instruktur mempunyai kewajiban untuk

a). menginformasikan langkah-langkah belajar yang harus dilakukan oleh
peserta diklat agar terampil dalam membuat rancangan bahan.
b). memberikan penjelasan kepada peserta diklat bagian-bagian dari modul
yang belum dapat dipahami oleh peserta diklat
c). mendemonstrasikan langkah-langkah yang dipersyaratkan dalam kegiatan
belajar.
d). membimbing peserta diklat untuk melaksanakan praktikum perencanaan
bahan.
e). melakukan evaluasi secara komprehensif melalui proses dan produk belajar
yang dicapai peserta diklat, meliputi: ranah kognitif, afektif, dan
psikomotor.

D. Tujuan Akhir

Setelah mempelajari modul ini diharapkan peserta diklat mampu:
1. menjelaskan tAnda-tAnda pola untuk membuat perencanaan bahan.
2. menentukan arah serat yang benar dalam membuat perencanaan bahan
sesuai model yang telah ditentukan.
3. membuat perencanaan bahan sehemat mungkin dengan tetap
memperhatikan arah serat dan motif bahan
4. membuat perencanaan bahan dengan berbagai model pakaian.
5. membuat perencanaan bahan dengan berbagai motif bahan.
Waktu yang digunakan untuk menyelesaikan modul ini adalah 40 jam dengan
rincian:
a. Teori = 8 jam
b. Praktik= 32 jam

E. Kompetensi

Kode dan Kompetensi : BUS 207B, melaksanakan pekerjaan marker

Sub. Kompetensi:
1. Menyiapkan alat untuk pekerjaan marker,
2. Melakukan grading pola sesuai order,
3. Menyesuaikan pola dengan jumlah order,
4. Meletakkan pola di atas kertas marker,
5. Menghitung kebutuhan bahan.

Kriteria unjuk kerja:
1. Alat-alat pekerjaan marker dapat dipersiapkan sesuai kebutuhan,
2. Grading pola dapat dikerjakan sesuai order
3. Pola dapat disesuaikan sesuai jumlah order
4. Pola dapat diletakkan di atas kertas marker sesuai perencanaan
5. Kebutuhan bahan dapat dihitung sesuai marker

Ruang lingkup kompetensi:
1. Pengetahuan alat marker
2. Grading pola
3. Perencanaan Pola
4. Rancangan Marker
5. Perencanaan bahan baku dan bahan penunjang

0 komentar:

PENDAHULUAN MERANCANG BAHAN

PENDAHULUAN MERANCANG BAHAN

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
PENDAHULUAN MERANCANG BAHAN

A. Deskripsi

Modul dengan judul Merancang Bahan ini, merupakan salah satu
modul penunjang dan merupakan bagian dari teknik marker. Tujuan
diajarkannya modul ini, agar peserta diklat memiliki wawasan dan
keterampilan yang memadai untuk melakukan pekerjaan marker dan membuat
perencanaan bahan dalam pembuatan pakaian. Agar tujuan pemelajaran ini
dapat tercapai, ada beberapa materi yang harus dikuasai dengan baik oleh
peserta diklat melalui modul ini. Materi tersebut meliputi: (1) tAnda-tAnda
pola, (2) arah serat bahan, (3) menyiapkan bahan, dan (4) cara merancang
bahan untuk berbagai model pakaian, serta (5) cara merancang bahan dengan
menggunakan bahan berbagai motif.
B. Prasyarat
Untuk mempelajari modul ini, peserta diklat harus sudah menguasai
pengetahuan dan keterampilan tentang pola dasar dan pecah pola serta modul
Teknik Marker BUS-207A.

C. Petunjuk Penggunaan Modul

1. Petunjuk Peserta Diklat
a. Langkah-langkah belajar yang harus ditempuh dalam mempelajari modul ini
adalah sebagai berikut.
1) Pelajari materi dengan membaca secara seksama hingga benar-benar
memahami dan mengerti materi yang telah dibaca. TAndai/catat bagian kata
atau kalimat yang belum dimengerti atau dipahami.
2) Jika ada yang kurang jelas atau mengalami kesulitan dalam mempelajari isi
modul, silahkan menghubungi guru pengajar teknik marker.

3) Lakukan kegiatan praktek secara sistematis menurut langkah-langkah
belajar yang ditulis dalam modul ini. Agar benar-benar terampil dalam
melakukan pekerjaan merancang bahan, Anda perlu melakukan latihan
secara berulang-ulang dengan mencoba merancang bahan dengan berbagai
model pakaian dan berbagai motif bahan, sampai benar-benar merasa
terampil.
b. Perlengkapan yang perlu dipersiapkan:
1) Bahan-bahan
a) kertas payung
b) kertas dorslag warna merah / biru
c) lem kertas
d) jarum pentul
2) Peralatan praktek
a) alat tulis
b) pensil jahit ( pensil merah/biru)
c) gunting kertas
d) penggaris
e) penggaris skala

0 komentar:

Menyiapkan bahan

Menyiapkan bahan

Setelah mengetahui empat hal yang harus diperhatikan dalam
membuat rancangan bahan, maka pengetahuan selanjutnya yang harus
dikuasai sebelum kita melaksanakan merancang bahan adalah meletakkan
pola pada bahan yang sesungguhnya. Ada beberapa hal yang perlu
dipersiapkan dalam meletakkan pola pada bahan, di antaranya adalah:
meluruskan benang pada ujung bahan, meluruskan tenunan bahan,
penyusutan bahan, dan melicinkan tenunan, serta memeriksa cacat kain.

a) Meluruskan benang pada ujung bahan

Semua bahan yang ditenun dapat diluruskan ujungnya. Ada dua
macam cara dalam meluruskan benang, yaitu dengan cara menyobek
bahan dan menggunting bahan. Berbagai jenis bahan yang berasal dari
kapas yang ditenun rapat seperti: blaco, kain sprei, popelin, berkolin.
Bahkan beberapa bahan ada yang tidak berasal dari kapas, seperti:
chiffon, krep soset, yang dapat diluruskan dengan cara menyobek.
Adapun cara yang dapat dilakukan adalah dengan menggunting sedikit
pada tepi kain, kemudian menyobeknya sampai ke tenunan yang lain.
Dalam melakukan penyobekan harus dilakukan langsung dan cepat,
karena jika menarik sobekan terlalu lambat, akan menyebabkan tepi
sobekan berkerut dan tidak rata, dan apabila menyobeknya berhenti di
tengah jalan, sobekan dapat berubah arah ke arah benang lungsin. Untuk
bahan-bahan yang mulur seperti triko, dan bahan tenunan renggang,
seperti: vitrase dan brokat tule, tidak dapat diluruskan dengan cara
menyobek. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan cara menarik
sehelai benang pakan dari tepi ke tepi kemudian digunting. Cara yang ke
dua ini memerlukan waktu lebih lama, tetapi hasilnya lebih baik.
Untuk meluruskan ujung bahan yang bermotif, seperti motif kotakkotak,
bergaris, berbunga, berbintik, atau motif-motif lain yang teratur,
terkadang tidak dapat mengikuti arah benangnya. Yang penting adalah
mengikuti arah motif bahan agar hasil jadi pakaian lebih sedap
dipandang mata walaupun nantinya akan membuat perancang bahan
sedikit sulit untuk memotong bahannya. Setelah ujung bahan diluruskan
menurut arah benang maupun menurut motif bahan, kemudian bahan
dilipat dua memanjang menurut lungsin di tengah-tengah tenunan
dan dibentangkan di atas meja atau tempat yang datar. Ada dua hal yang
akan terjadi, yaitu tepi-tepi tenunan bertumpukan rata dan benang pakan
juga bertumpukan rata. Hal ini dapat dilihat pada gambar 2.4, keadaan
inilah yang kita harapkan. Hal lain yang juga dapat terjadi ialah tepi
tenunan bertumpukan rata, tetapi arah benang pakan tidak rata.

0 komentar:

PERISTILAHAN/GLOSSARY Teknik Merancang Bahan

PERISTILAHAN/GLOSSARY Teknik Merancang Bahan

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
PERISTILAHAN/GLOSSARY Teknik Merancang Bahan


Kampuh : Lebar guntingan atau jarak menggunting dari garis pola bagian
pinggiran kain yang merupakan tempat untuk menggabung
kain yang satu dengan kain yang lain.
Kelim : Penyelesaian tepi kain untuk menghilangkan bagian yang
bertiras
Kumai : Kain serong yang dibuat untuk melapisi pinggiran kerah dan
sebagainya guna menutupi tiras
Lungsin : Benang yang membujur lurus sepanjang kain dalam blok
Marker : Teknik merancang bahan skala besar/industri
Pakan : Benang yang melintang pada lungsin
Pias : Garis hias atau sambungan berupa lajur yang disambung dari
atas sampai ke bawah.
Rompok : Kain serong untuk membalut kain, seperti pada garis leher,
ujung lengan, ataupun tempat lain

0 komentar:

Memelihara Piranti Menjahit dan K3 Bidang Busana

Memelihara Piranti Menjahit dan K3 Bidang Busana

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit


No Kode Modul Judul Modul
1 BUS – 101A Pemeliharaan piranti menjahit dan K3 bidang busana
2 BUS - 101B Piranti menjahit
Mata Diklat : B. Menjahit Bagian Busana Sesuai Dengan Prosedur Menjahit
No Kode Modul Judul Modul
3 BUS - 102 Teknik Jahit Bagian-bagian Busana
Mata Diklat : C. Memberi Tanda Untuk Jahit dan Setrika
No Kode Modul Judul Modul
4 BUS – 103 Tanda-tanda Jahit dan Penyeterikaan
Mata Diklat : D. Melaksanakan Pengepakan Pakaian Dalam Kemasan dan
Siap Kirim
No Kode Modul Judul Modul
5 BUS – 104 Teknik Pengemasan dan Pelabelan
Mata Diklat : E. Melakukan Proses Dan Pelaksanaan Penyeterikaan Dan
Pressing
No Kode Modul Judul Modul
6 BUS - 205 Teknik Setrika dan Pressing

Mata Diklat : F. Melaksanakan Pekerjaan Pengikatan Dan Penomoran
Potongan Busana

No Kode Modul Judul Modul
7 BUS - 206 Teknik Pengikatan dan Penomoran Potongan Busana
Mata Diklat : G. Melaksanakan Pekerjaan Marker
No Kode Modul Judul Modul
8 BUS – 207A Teknik marker
9 BUS – 207B Teknik merancang bahan
10 BUS – 207C Petunjuk praktis pekerjaan marker
Mata Diklat : H. Membuat Sampel Sesuai Desain
No Kode Modul Judul Modul
11 BUS – 208A Teknik pembuatan sampel (busana wanita)
12 BUS – 208B Teknik pembuatan sampel (busana pria)
13 BUS – 208C Teknik pembuatan sampel (busana anak)
Mata Diklat : I. Melaksanakan Pekerjaan Bagian Produksi
No Kode Modul Judul Modul
14 BUS – 209A Teknik Cutting, Sewing, dan Finishing (busana anak)
15 BUS – 209B Teknik Cutting, Sewing, dan Finishing (busana
wanita)
16 BUS – 209C Teknik Cutting, Sewing, dan Finishing (busana pria)
Mata Diklat : J. Melakukan Pekerjaan Bordir
No Kode Modul Judul Modul
17 BUS – 210A Teknik bordir
18 BUS – 210B Teknik bordir lanjut pada busana
19 BUS – 210C Variasi bordir

Mata Diklat : K. Melakukan Pekerjaan Sablon/Printing

No Kode Modul Judul Modul
20 BUS – 311A Dasar-dasar printing
21 BUS – 311B Pengembangan printing design
Mata Diklat : L. Membuat Pola Busana Sesuai Konstruksi Dan Model
No Kode Modul Judul Modul
22 BUS – 312A Konstruksi pola busana pria
23 BUS – 312B Konstruksi pola busana wanita
24 BUS – 312C Konstruksi pola busana anak
Mata Diklat : M. Membuat Pakaian Dengan Teknik Madya
No Kode Modul Judul Modul
25 BUS – 313A Prinsip dasar pembuatan busana Madya
26 BUS – 313B Garniture
27 BUS – 313C Teknik penyelesaian busana madya
Mata Diklat : N. Berkomunikasi Dan Melaksanakan Pelayanan Prima
No Kode Modul Judul Modul
28 BUS – 414A Teknik komunikasi
29 BUS – 414B Prinsip pelayanan prima
Mata Diklat : O. Membuat Pakaian Dengan Teknik Tailoring
No Kode Modul Judul Modul
30 BUS – 415A Prinsip dasar pembuatan busana tailoring
31 BUS – 415B Teknik penyelesaian busana tailoring
Mata Diklat : P. Membuat Desain Busana Dan Desain Hiasan
No Kode Modul Judul Modul
32 BUS – 416A Menggambar proporsi tubuh manusia
33 BUS – 416B Dasar-dasar desain hiasan busana
34 BUS – 416C Dasar-dasar desain hiasan lenan rumah tangga

0 komentar:

Model Pakaian

Model Pakaian

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Model Pakaian


Model pakaian juga termasuk hal yang harus diperhatikan dalam
merancang bahan, karena sebelum pakaian dibuat harus ditetapkan
modelnya terlebih dahulu. Setelah model dipilih, pola dasar diubah sesuai
dengan model yang dikehendaki. Pola yang sudah diubah inilah yang
nantinya akan diletakkan pada bahan. Dengan model pakaian ini dapat
ditentukan di bagian mana letak belahan, lapisan apa saja yang dibutuhkan,
serta detail-detail atau aksen-aksen lain yang terdapat pada suatu model
pakaian. Dengan demikian, dapat diketahui apakah bahan harus
dibentangkan atau dilipat, jika berkaitan dengan model pakaian
simetris atau asimetris. Untuk model pakaian simetris bahan pakaian dapat
dilipat dua memanjang, karena model pakaian kiri dan kanannya sama.
Untuk model asimetris, meletakkan bahannya harus dibentangkan karena
model pakaian kanan dan kirinya tidak sama. Contoh model pakaian
simetris dan asimetris dapat dilihat gambar 2.3. Dengan mengetahui model
pakaian, dapat diketahui pula bagian pola yang mana yang harus diletakkan
pada lipatan kain, bagian pola yang mana yang harus diletakkan serong,
dan lain sebagainya, yang nantinya akan kita pelajari secara lebih
mendalam lagi pada contoh-contoh peletakan pola.

0 komentar:

Membuat Hiasan Dan Penerapannya Pada Busana Dan Lenan

Mata Diklat : Q. Membuat Hiasan Dan Penerapannya Pada Busana Dan Lenan

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
 Membuat Hiasan Dan Penerapannya Pada Busana Dan Lenan



Rumah Tangga
No Kode Modul Judul Modul
35 BUS – 417A Pola hiasan lenan rumah tangga
36 BUS – 417B Pola hiasan busana
37 BUS – 417C Teknik menghias lenan rumah tangga
38 BUS – 417D Teknik menghias busana
Mata Diklat : R. Melakukan Draping Pakaian
No Kode Modul Judul Modul
39 BUS – 418 Prinsip dan teknik draping busana

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .......................................................................
PETA KEDUDUKAN MODUL .......................................................
KETERANGAN PETA KEDUDUKAN MODUL ...........................
DAFTAR ISI ......................................................................................
PERISTILAHAN/GLOSARY ...........................................................
BAB I: PENDAHULUAN
A. Deskripsi ................................................................................
B. Prasyarat .................................................................................
C. Petunjuk Penggunaan Modul .................................................
D. Tujuan Akhir ..........................................................................
E. Kompetensi ............................................................................
F. Cek Kemampuan ....................................................................
BAB II: PEMELAJARAN
A. Rencana Belajar Peserta Didik ...............................................
B. Kegiatan Belajar .....................................................................
1. Kegiatan Belajar I: Pengetahuan Dasar Merancang
Bahan
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran 1 ...............................
b. Uraian Materi 1: Tanda-tanda Pola ............................
c. Uraian Materi 2: Arah Serat Kain ... ..........................
d. Uraian Materi 3: Motif Bahan ....................................
e. Uraian Materi 4: Model Pakaian ................................
f. Uraian Materi 5: Menyiapkan Bahan..........................
g. Rangkuman 1 .............................................................
h. Tugas 1........................................................................
i. Tes Formatif 1.............................................................
j. Kunci Jawaban ...........................................................

2. Kegiatan Belajar 2: Teknik Dasar Merancang Bahan.....................
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran 2 ...............................
b. Uraian Materi 1: Merancang Bahan ...........................
c. Uraian Materi 2: Merancang Harga ..........................
d. Rangkuman 2 .............................................................
e. Tugas 2........................................................................
f. Tes Formatif 2.............................................................
g. Kunci Jawaban 2 ........................................................
3. Kegiatan Belajar 3: Merancang Bahan Pada Bahan
Bermotif..............................................
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran 3 ...............................
b. Uraian Materi : Merancang Bahan Pada Bahan
Bermotif .. ..................................................................
c. Rangkuman 3 .............................................................
d. Tugas 3........................................................................
e. Tes Formatif 3.............................................................
f. Kunci Jawaban 3 ........................................................
BAB III: EVALUASI ........................................................................
DAFTAR RUJUKAN .......................................................................

0 komentar:

Teknik Merancang Bahan

Teknik Merancang Bahan

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit

Puji Syukur dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada Tim penulis Modul untuk Sekolah
Menengah Kejuruan Bidang Keahlian Tata Busana dan Tata Kecantikan, sehingga
dapat menyelesaikan berbagai modul tepat pada waktunya.
Tim penulis menyadari sepenuhnya bahwa tanpa kerjasama yang baik
antar anggota Tim penulis dan bantuan dari berbagai pihak, penulisan modul ini
tidak dapat berjalan dengan lancar. Untuk itu, pada kesempatan ini, perkenankan
tim Penulis menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada :
1. Direktur Pendidikan Menengah Kejuruan, Direktur Jenderal Pendidikan
Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional Republik
Indonesia, yang telah memberikan berbagai dukungan demi kelancaran
penulisan modul ini.
2. Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang dan, sebagai
penanggung jawab yang telah memberikan bantuan demi kelancaran
penulisan modul ini
3. Ketua Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri
Malang, yang telah memberikan motivasi dan arahan dalam menulis
modul ini.
4. Ketua Team, Konsultan ahli, dan para validator yang telah memberikan
bantuan, arahan, serta masukan demi kelancaran penulisan modul ini.
5. Bapak pidekso Adi, dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas
Sastra Universitas Negeri Malang, yang telah membantu proses
penyuntingan bahasa pada modul ini.
6. Kawan-kawan sejawat yang tidak mungkin disebutkan satu per satu, yang
telah membantu memberikan kemudahan dalam rangka penulisan modul
ini.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melimpahkan kekuatan, kasih,
dan petunjuk atas bantuan Bapak, Ibu, dan Saudara semua.
Penulis menyadari bahwa dalam modul ini masih terdapat celah-celah atau
ketidaksempurnaan, baik substansi maupun deskripsinya. Untuk itu, taggapan dan
saran yang konstruktif dari semua pihak sangat diharapkan. Harapan kami,
semoga modul ini bermanfaat sebagaimana mestinya.
Penulis

0 komentar:

Tak sensitif soal uang

Tak sensitif soal uang

 
les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Tak sensitif soal uang
Sebagian orang masih beranggapan bahwa kesuksesan karier perempuan bisa berpengaruh terhadap kesuksesannya dalam hal percintaan. Benarkah?

Jargon lonely At the Top alias kecenderungan merasa sendiri dan tersisih saat menempati posisi karier yang tinggi, sering juga dikaitkan dengan sikap orang tersebut memandang percintaan.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh M. Ena Inesi dari London Bussiness School dan Adam D Galinsky dari Kellog Graduate School of Bussiness mengungkapkan, kesuksesan karies, lebih tepatnya sisi pendapatan, sangat berpengaruh terhadap sikap seseorang terkait kekuasaan, termasuk didalam rumah tangga.

Lebih lanjut, dalam penelitian tersebut dijelaskan pula bahwa pihak yang berpenghasilan lebih tinggi dalam sebuah keluarga, cenderung merasa lebih memiliki kekuatan alias kuasa.

Padahal pada praktiknya, posisi perempuan sebagai sumber keuangan keluarga kini bukan lagi hal langka. Terbukanya peluang karier, hingga keinginan perempuan untuk meraih puncak kepemimpinan, membuat kondisi para istri yang memiliki pendapatan lebih banyak dari suami pun telah menjadi hal yang biasa.

Fakta langka yang menarik sekaligus mengejutkan, dikeluarkan sebuah lembaga survei terkait hal-hal demografis, Pew Research Center. Penelitian yang  dilakukan menemukan, sebesar 40 persen keluarga di amerika, memiliki pendapatan utama dari pihak istri. Sebuah angka yang tak terduga, bukan? Dari angka itu pula, 37 persen diantaranya disebabkan oleh pendapatan istri yang lebih besar dari suami.

Realita ini memang seharusnya tak memicu ketimpangan. Toh, pasangan memang harus sama-sama berjuang untuk mendapat hidup keluarga yang nyaman dan aman bukan?

Namun, dari penelitian yang sama juga ditemukan, posisi perempuan yang menjadi sumber pendapatan lebih besar dalam keluarga seringkali memicu masalah. “Sebanyak 50 persen responden merasa menjalani hal tersebut teramat sulit. Alasannya, banyak pria yang merasa kondisi ini telah melukai egoisnya” ujar Jonathan Alpert, terapis psikologi dari Manhattan yang juga menulis buku Be Fearless: Change Your Life in 28 Days.

Hal tersebut terjadi karena kondisi social yang berubah cepat ternyata tak diimbangi dengan perkembangan perspektif yang sama cepatnya. “Masyarakat masih beranggapan bahwa pria adalah sumber pendapatan dalam keluarga, sementara perempuan adalah pihak yang berdiam di rumah tanpa memiliki target karier apa pun”. Ia menambahkan.

Maka khusus untuk perempuan, perlu trik-trik tertentu agar pencapaian karier yang diperoleh tak justru menjadi ancaman bagi kehidupan percintaan, tapi membuat hubungan lebih kompak dan hangat.

Hadapi Kenyataan


Penerimaan diri Anda adalah hal yang terpenting dan utama untuk membuat hubungan tetap berjalan seperti bias. Pasalnya, bila Anda merasa tak terima dan justru kesal  pada suami yang berpendapatan lebih kecil, disadari atau tidak, pola komunikasi yang Anda jalani bisa membuat si Dia merasa tak dihargai.

Jadi pahamilah bahwa masalah kuantitas gaji bukanlah yang utama. Ini karena masih ada factor lain yang tak kalah penting dalam rumah tangga, seperti perlindungan, kasih sayang, tanggung jawah, serta keinginan dan perjuangan untuk menjaga rumah tangga senantiasa positif.

Membagi tugas

Buat pembagian alokasi dana khusus dari Anda dan si Dia. Misalnya, untuk kebutuhan sehari-hari, kebutuhan dapur, hingga uang jajan anak, alokasikan dari pendapatan suami.

Sementara gaji Anda, biar dialokasikan untuk membayar cicilan, bayar tagihan, asuransi, serta kebutuhan lainnya. Ini akan membuat masing-masing merasa memiliki kontribusi yang sama dalam rumah tangga.

Memang, masalah keuangan adalah hal yang dapat dihitung namun sulit untuk dibicarakan secara logis. Farnoosh Torabi, penulis buku When She Makes More, percaya bahwa urusan manajemen keuangan selalu menjadi hal yang sensitive. Maka, jangan sekali-kali mengungkit masalah ini, terutama saat Anda dan pasangan sedang bertengkar.

Tetap Hangat


Mitos bahwa perempuan sukses cenderung dingin dalam hal percintaan sebenarnya memang menjadi maalah lama. Kuncinya, tetaplah berperan sebagai seorang perempuan sekaligus istri. Dalam artian, si Dia pasti akan senang jika Anda bersikap manja atau menunjukkan sisi feminine di hadapannya.

Secara tak sadar, kadang kala seseorang yang memiliki posisi tinggi di kantor akan membawa sikap sikap kepemimpinan tersebut di rumah. Nah, jika si Dia sangat sensitive dengan kondisinya, sikap Anda ini akan membuat perbedaan kian meruncing dan bisa menyebabkan pasangan bersikap defensive.

Abaikan Kata Orang


Di atas segalanya, opini orang lain terkadang justru menjadi factor yang membesar-besarkan masalah. Baik itu dari teman, keluarga, atau rekan kerja.



0 komentar:

Cara bijak kelola gaji

Cara bijak kelola gaji


les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit

Pengeluaran : pemasukan

Perhatikan perbandingan antara pengeluaran dan pemasukan. Yang pasti, jumlah pengeluaran kita tidak boleh sampai lebih besar dari pemasukan. Pasalnya, bila yang terjadi adalah pengeluaran lebih besar dari pemasukan, kita akan membayar sisa kebutuhan dengan cara mengambil dari tabungan atau berutang. Dua duanya adalah langkah yang tidak baik. Ayo kita buat daftar pengeluaran bulanan,pastikan pengeluaran tidak lebih besar dari penghasilan. Kalau sudah melebihi, seleksi lagi bagian mana yang harus dikurangi. Utamakan mengurangi pos utang konsumtif dan pengeluaran pribadi.

Utang 30%


Cicilan mungkin sulit dihilangkan, maka tak apa-apa bila Anda masih memiliki pengeluaran untuk membayar cicilan. Namun perlu diingat, menyicil pun harus diperhitungkan masa pembayarannya kelak. Kuncinya cicilan utang tidak boleh lebih besar dari satu per tiga gaji.

Pasalnya, bila cicilan utang kita  besar, efeknya akan berpengaruh pada kebiasaan menabung. Sebagian besar uang akan digunakan untuk membayar cicilan dan dipastikan akan sulit mengalokasikan dana untuk mendapat gaji bulanan sebesar Rp 10 juta, misalnya, maka total cicilan utang sebaiknya tidak lebih besar dari 3 juta.

Bayarlah utang saat menerima gaji, jangan terbiasa untuk menunda-nunda yang satu ini. Pasalnya, menunda pembayaran utang akan membuat kita lupa untuk membayarnya atau bahkan uangnya terpakai habis untuk keperluan lain yang tidak begitu penting. Ubahlah tanggal pembayaran kartu kredit agar mendekati tanggal pengiriman gaji, sehingga kita dengan terpaksa melunasinya segera.

Investasi 10%


Inilah kebiasaan baik yang harus mulai rutin dilakukan setiap bulan. Sisihkan dana untuk tabungan dan investasi, setidaknya sebesar 10 persen dari penghasilan bulanan. Lakukan system sisih di awal bulan atau langsung alokasikan setelah menerima gaji. Jika perlu, buatlah system debet otomatis dari rekening gai ke rekening tabungan yang lain. Dengan cara ini, praktis kita terbantu untuk menabung secara otomatis.

Selain itu, berinvestasi juga harus dilakukan. Jika Anda sudah memiliki tabungan yang tak akan terpakai sejumlah satu kali pengeluaran bulanan, mulailah alokasikan juga dana per bulan untuk investasi yang aman. Emas dan reksadana adalah contoh produk investasi yang bias dimiliki dengan mudah.

Utang Baik vs Utang Buruk


Berutang memang tak selamanya buruk, namun juga tak selamanya baik. Sebelum berutang sebaiknya pahami dulu apakah itu utang baik atau utang buruk.

Utang Baik

Utang baik akan memberikan manfaat, yaitu meningkatnya nilai asset dari barang yang kita beli dengan berutang. Membeli rumah atau apartemen adalah salah satu contoh utang baik. Sejalan dengan waktu nilai rumah dan apartemen yang kita punya akan terus naik, sehingga bias memberikan keuntungan. Membeli kendaraan yang kita sewakan dengan cara kredit, juga termasuk utang baik. Walaupun nilai kendaraaannya turun, tapi kendaraan tersebut bias menjadi asset yang memberikan penghasilan tambahan.

Utang Buruk

Sementara utang buruk adalah sebaliknya. Ia tidak memberikan manfaat bagi pengembangan nilai asset kita. Contohnya, membeli barang konsumtif, sebagian besar akan masuk dalam kategori utang buruk. Ini karena barang konsumtif umumnya memiliki nilai jual yang semakin lama semakin jatuh. Ditambah dengan bunga dari utang yang dikenakan, akan menambah besar kerugian kita. Hati-hati apabila kita berutang dengan kartu kredit. Sebaiknya lunasi segera saat jatuh tempo. Kalau tidak bunganya yang tinggi bisa merusak dompet kita.

Lakukan segera


Mengubah kebiasaan buruk menjadi baik perlu tenaga ekstra dan focus. Jangan tunggu lebih lama lagi, lakukan sekarang. Hati-hati dengan godaan yang terkadang membuat kita lupa. Ingatlah, kalau tidak dimulai sekarang, maka kerugian karena keuangan yang buruk, akan membuat kita terpuruk lebih dalam. Yuk mulai sekarang. 

0 komentar:

Temulawak



Temulawak


Temulawak
 Temulawak adalah salah saatu bahan jamu Indonesia yang cukup populer, namun begitu khasiat belum banyak yang diketahui orang. Banyak penelitian yang sudah dilakukan terhadap temulawak, baik diluar maupun dalam negeri, dan hasilnya memang menakjubkan. Kandungan yang sudah  diketahui adalah minyak atsiri, dimana dari rimpang kering dapat dihasilkan kurang lebih 3,8% minyak yang mengandung ar-kurkumen, xanthorrizol, beta-curcumene sebagai senyawa utama.
Hasil sebuah penelitian menunjukkan bahwa xanthorrhizol berkhasiat anti tumor. Warna kuning temulawak ditimbulkan  oleh senyawa kandungan yang bernama kurkumin. Penelitian ilmiah membuktikan bahwa kurkumin berkhasiat sebagai antioksidan, dan ini berarti mampu mencegah terjadinya kerusakan sel yang memicu timbulnya penyakit yang menakutkan, yaitu tumor dan kanker.
Penelitian pada hewan percobaan untuk membuktikan khasiat antikanker temulawak sudah banyak dilakukan dan menunjukkan hasil yang menggembirakan. Penelitian lain yang juga menarik untuk diketahui adalah kerja temulawak sebagai analgesik (penghilang rasa sakit), diuretik (pelancar keluar air seni), inflamasi, penurunan kadar trigliserida karena modifikasi metabolismu lemak dan penurun kadar gula darah.
Salah satu hasil penelitian membuktikan khasiat temulawak sebagai hepatoprotektor, yaitu pelindung  fungsi liver. Selain gangguan liver dalam bentuk penyakit kuning, bahan ini juga membantu mengatasi atau mencegah terbentuknya batu empedu.
Berbagai buku menyebutkan pemakaian temulawak untuk melancarkan aliran cairan empedu. Bagi orang yang tidak mempunyai masalah kesehatan, dapat minum rebusan temulawak yang dibuat secara sederhana, yaitu dengan merebus 5-6 irisan rimpang segar atau kering dengan 3 gelas air sampai tinggal 1 gelas sekali sehari.

0 komentar:

Minuman herbal sehat dan segar



Minuman herbal sehat dan segar


Minuman herbal sehat dan segar
Minuman mencerminkan gaya hidup. Setiap orang, apalagi generasi muda, memilih jenis minuman dengan mempertimbangkan banyak faktor. Faktor yang paling utama adalah apakah minuman itu sedang ngetren, alias sedang menjadi mode. Tanpa kepastian tentang hal itu, maka mereka tidak akan punya rasa percaya diri karena dianggap kurang bergaul dan ketinggalan zaman.
Masalahnya adalah, sekarang terlalu banyak aneka suguhan minuman yang perlu kita pertimbangkan antara manfaat dan efek merugikan yang ditimbulkannya. Aneka soft drink dipromosikan sebagai minuman menyegarkan penghilang dahaga dengan harga terjangkau, dan berkelas dunia.
Memang efek merugikan tidak akan terlihat langsung, namun perlahan tapi pasti kondisi kesehatan menurun dan itu berarti kualitasa hidup kita juga menurun. Sebenarnya masyarakat sudah banyak tahu mengenai  minuman asli indonesia, terutama yang dibuat dari alam.
Cuma, anak muda pasti enggan meminunya, apalagi kalau tidak disuguhkan dalam kemasan dan teknik yang membuat mereka merasa tetap keren dalam minuman berbahan alam itu. Sementara, penelitian ilmiah dari waktu ke waktu mampu meyakinkan manusia akan khasiat bahan alam yang luar biasa bagi kesehatan.
Bahkan, bahan alam yang kaya senyawa berkhasiat itu mampu membuat orang tidak mudah jatuh sakit. Bagaimana kalau kita mencoba membuat minuman dari bahan baku rimpang jahe, rimpang temulawak, buah lemon, bunga rosella, buah semangka dan anggur?

0 komentar:

Jahe



Jahe


Jangan anggap sepele rimpang jahe, terutama saat para ahli mulai gemar mengotak atik aktivitas zat kandungannya, baik untuk mencegah maupun mengobati penyakit. Aktivitas antioksidan yang cukup kuat membuat komponen jahe bisa mencegah kerusakan sel karena pengaruh radikal bebas.
Artinya, jahe mampu menjauhkan kita dari kanker yang saat ini momok dunia. Senyawa kandungan jahe bekerja sebagai anti radang/anti inflamasi, dan ini berarti mampu mengatasi peradangan sendi yang biasanya menyerang wanita pasca menopause.
Nyeri yang dialami penderita osteoarthritis, yaitu karena radang persendian lutut, dapat diatasi melalui pemberian jahe. Gingerol, shogaol, dan zingerone yang terkandung di dalam rimpang jahe bekerja sebagai anti mikroba, termasuk mikroba penyebab penyakit.
Menarik untuk dipahami tentang manfaat jahe sebagai anti muntah dan mual, termasuk yang dialami wanita hamil. Sampai sekarang memang mekanisme yang paling tepat belum diketahui secara pasti, namun lagi-lagi zak aktif shogaol, gingerol, galanolactone dan diterpen diduga bekerja menimbulkan khasiat itu.
Jahe relatif tidak toksik, dosis yang direkomendasikan peneliti adalah 0,5 – 1 gram serbuk jahe 2 -3 kali sehari selama 3 bulan.

0 komentar:

Copyright © 2016 Kursus Menjahit.