DATA DAN ANALISA

baju jahit, batik, belajar, guru, indonesia, jahit, jogja, kaos, kebaya, konveksi, kursus, kursus menjahit, les, mesin jahit, obras, private, sekolah, terbaik, usaha, yogyakarta
 DATA DAN ANALISA

gambar batik  - 2.1 SUMBER DATA
Adapun sumber data yang akan digunakan untuk proyek tugas akhir ini berasal dari :
•    Internet
•    Wawancara dengan owner
•    Survey terhadap target audience

2.2 DATA UMUM
Sumber dari www.sriwarisanbatik.com:
     Batik adalah salah satu cara pembuatan bahan pakaian. Selain itu batik bisa mengacu pada dua hal. Yang pertama adalah teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Dalam literature internasional, teknik ini dikenal sebagai wax-resist dyeing. Pengertian kedua adalah kain atau busana yang dibuat dengan teknik tersebut, termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan. Batik Indonesia, sebagai keseluruhan teknik, teknologi serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober 2009.
Sejarah
Batik berasal dari bahasa Jawa “amba” yang berarti menulis dan “titik”. kata batik merujuk pada kain dengan corak yang dihasilkan oleh bahan “malam” yang diaplikasikan ke atas kain untuk menahan masuknya bahan pewarna. Dari zaman kerajaan Mataram Hindu sampai masuknya agama demi agama ke Pulau Jawa, sejak datangnya para pedagang India, Cina, Arab, yang kemudian disusul oleh para pedagang dari Eropa, sejak berdirinya kerajaan Mataram Islam yang dalam perjalanananannya memunculkan Keraton Yogyakarta dan Surakarta, batik telah hadir dengan corak dan warna yang dapat menggambarkan zaman dan lingkungan yang melahirkan.
Batik secara historis berasal dari zaman nenek moyang yang dikenal sejak abad XVII yang ditulis dan dilukis pada daun lontar. Saat itu motif atau pola batik masih didominasi dengan bentuk binatang dan tanaman. Dalam sejarah perkembangannya batik mengalami perkembangan, yaitu dari corak-corak lukisan binatang dan tanaman lambat laun beralih pada motik abstrak yang menyerupai awan, relief candi, wayang beber dan sebagainya. Bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri.
Perkembangan Batik di Indonesia
Memasuki era globalisasi, ternyata batik juga telah mengikuti kemajuan teknologi, salah satunya yaitu dalam hal metode pembuatan batik. Metode pembuatan batik sebelumnya yaitu dibentuk langsung oleh tangan seorang perancang dengan menggunakan canting dan pensil. Kini di zaman yang serba canggih, metode pembuatan batik dapat dengan mudah ditemui, beberapa metode pembuatan batik yaitu dengan menggunakan cap dan cetak seperti sablon, printing, serta software yang dapat digunakan pengrajin untuk mendesain batik dengan beragam motif.
Ketika seni tradisional bertemu teknologi dan sains, akan tercipta sebuah karya seni baru dengan ruang eksplorasi lebih luas, termasuk juga batik sebagai kekayaan budaya lndonesia. Indonesia telah terkenal dengan batik tulisnya yang cemerlang dan motif alam yang unik satu dengan yang lainnya. Pola batik tradisional tersebut ternyata dapat dimodelkan dalam rumus matematika yaitu Fraktal. Secara sederhana, fraktal adalah konsep matematika yang membahas kesamaan pola pada semua skala. Pola batik yang sudah diterjemahkan dalam rumus fraktal ini dapat dimodifikasi dengan bantuan teknologi komputer sehingga menghasilkan desain pola baru yang sangat beragam. Keragaman desain ini dapat dilihat dari grafis, warna, ukuran, sudut,teknik pembuatan dan perulangannya. Proses pembuatan motif Batik Fraktal dapat memecahkan masalah keterbatasan desain motif batik, bahkan dapat menghasilkan banyak motif secara cepat, mulai dari yang sederhana sampai yang unik.

Busana Dengan Model Batik Yang Sedang Trend Saat Ini
Mengetahui apa saja busana dengan model batik yang lagi tren tentu sangat perlu, agar busana batik yang anda pakai menambah kepecayaan diri anda dan tentunya jadi pusat perhatian. Berikut busana-busana yang terbuat dari batik yang lagi di gandrungi untuk Busana batik wanita
antara lain Gaun batik, Blouse batik, Rok batik, Baju muslimah batik, Gamis batik, dll dengan kisaran harga antara Rp. 700.000 – Rp. 1.500.000 keatas dengan motif-motif yang cukup di gemari di Indonesia.



2.3 DATA PERUSAHAAN

Tita Koeshartanto Batik & Tenun, didirikan oleh Ibu Tita Koeshartanto sendiri yang berawal dari hobi mengkoleksi baju batik, hingga melihat peluang usaha yang dapat menjadi usaha yang cukup popular saat ini dengan bermodal kain batik yang asli ditenun oleh tangan terampil nya. Ibu 4 anak ini mendirikan dan mengembangkan usaha batiknya pada tahun 2008. Hingga kini usahanya telah berkembang pesat dan aktif mengikuti pameran kerajinan tangan di beberapa kota besar di Indonesia.
        Butik Tita Koeshartanto Batik & Tenun ialah butik yang memiliki target market menengah keatas, mengingat kain batik yang dihasil kan masih manual sehingga memiliki keunikan sendiri dan kerumitan lebih pada saat pembuatan nya dan juga di dalam hal memproduksinya.
    Kompetitor dari butik Tita Koeshartanto Batik & Tenun ini ialah Alleria dan Kertabumi, Alleria sendiri ialah butik batik yang berkonsep lebih mengedepankan kain-kain batik lama yang di coba untuk di angkat kembali dan keunikan nya memiliki konsep batik B&W yaitu batik yang mengutamakan grafis berwarna hitam dan putih. Target market dari batik Alleria sendiri ialah B+ - A di karenakan dari harganya yang cukup mahal.
                         
Kertabumi sendiri lebih menonjolkan batik yang bernuansa casual yang nyaman untuk dikenakan sehari-hari. Batik Kertabumi menonjolkan kesan keluarga karena butik ini sendiri tidak hanya menjual pakaian wanita, tetapi juga menjual pakaian anak dan juga pria dewasa. Target market dari batik Kertabumi sendiri ialah C – A di karenakan harganya yang cukup terjangkau.
                        

Berikut adalah beberapa contoh produk pakaian wanita yang dihasilkan oleh butik Tita Koeshartanto Batik & Tenun, berikut dengan logo yang sudah exist untuk saat ini :
                  
Display produk saat sedang mengikuti salah satu pameran di Jakarta

 

2.4 SWOT
Strength
•    Sudah cukup di kenal di kalangan penggemar batik.
•    Bahan batik yang memiliki keunikan seperti jenis kain yang berbeda dan batik yang buat secara manual.
Weakness
•    Logo kurang mengangkat dan menunjukan bahwa butik ini ialah butik batik dan kurang nya konsep yang lebih membuat butik ini belum terlihat produk batik yang premium.
Opportunities
•    Batik memiliki banyak peminat di semua kalangan.
•    Butik ini sudah memasukan produk nya ke dalam toko batik lain nya.
Threats
•    Sudah banyak butik yang menjual batik sejenis bahkan dengan konsep desain yang telah terarah.
SWOT Enchancement
 
Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang  gambar batik

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang Masalah pada mesin jahit (ku) 

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.

buka mesin jahit : library.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2DOC/2012-2-01799-DS%20Bab2001

 Masalah pada mesin jahit (ku)

baju jahit, batik, belajar, guru, indonesia, jahit, jogja, kaos, kebaya, konveksi, kursus, kursus menjahit, les, mesin jahit, obras, private, sekolah, terbaik, usaha, yogyakarta
 Masalah pada mesin jahit (ku)
benang atas dan bawah tidak mengait  - {trouble of (my) sewing machine}

Beberapa waktu yang lalu, hasil jahitan ku selalu kelihatan tidak rapi, bagian bawahnya kelihatan rapi dan rapat benangnya, tapi kok bagian atasnya benangnya kendur. Sampai akhirnya aku merasa kesal. Guruku bilang, kalau hasil jahitan atas yang kendur berarti ada yang salah dengan spull/sekoci bawahnya, sedangkan kalau hasil jahitan bawah yang kendur, berarti ada yang salah dalam memasang benang bagian atas. Berkali-kali ku cek, tidak ada yang salah dalam proses memasang benangku, dan spull/sekocinya pun ku periksa, tampaknya baik-baik aja. Padahal mesin jahit ini tidak pernah kerja keras, dipakainya pun tidak seharian penuh, tapi kenapa hasil jahitannya jadi jelek seperti ini, masa harus di bawa ke tukang service mesin jahit sih, aduh males banget (jauh dan masuk ke gang kecil lagi).

Akhirnya, ku putuskan untuk mencoba membuka bagian bawah mesin, tempat meletakkan sekoci (shuttle race). Pelan-pelan kubersihkan dengan kuas kecil dan kupasang kembali. Trus ku coba menjahit lagi, walah... Alhamdulillah hasil jahitannya bagus lagi. Ternyata perlu dibuka, dibersihkan dan dipasang kembali.


shuttle race

Kemudian, masalah yang lain yang pernah kutemui ketika aku menjahit, adalah hasil jahitanku, benang atas dan bawahnya tidak mau saling " mengait". jadi seperti menjahit tanpa ada benang di bawahnya. Ku periksa semua, cara masukin benang atas, sudah benar. Sekoci di periksa, kubuka shuttle race, dibersihkan dan dipasang kembali. Perasaan semua sudah diperiksa tapi kok hasil jahitannya masih seperti itu ya. Aku menyerah dan akhirnya minta bantuan guruku. Ternyata apa coba? Memasang jarumnya ketinggian. Ketinggian ??? aku bingung, bukannya tempat jarum itu ada penahannya, kok bisa ketinggian ya. Hehe.. ternyata mesin jahitnya mungkin sudah berumur alias tua, mungkin sudah doll penahannya.. lol..


penahan jarum di mesin jahit yamato

penahan jarum pada mesin jahit singer

Hehe..Sekarang mesin jahit sudah sehat kembali.. Ayo menjahit lagi ;D


Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang  benang atas dan bawah tidak mengait

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang Jelaskan teknik tenun tapestri, sebutkan! 

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.

buka mesin jahit : http://griyahobifitriaa.blogspot.co.id/2010/10/masalah-pada-mesin-jahit-ku.html

 Persamaan kerajinan tekstil modern & tradisional itu apa?

baju jahit, batik, belajar, guru, indonesia, jahit, jogja, kaos, kebaya, konveksi, kursus, kursus menjahit, les, mesin jahit, obras, private, sekolah, terbaik, usaha, yogyakarta
 Persamaan kerajinan tekstil modern & tradisional itu apa?
pernesaan kerajinan tekatil modern dan gtradisional - Sebagian besar pembuatan tenun memiliki persamaan yang membedakan adalah mesinnya

Sama-sama kerajinan tekstil.
maksudnya sama-sama terbuat dari bahan tekstil.


 Mengenal Kerajinan Tekstil


 MENGENAL KERAJINAN TEKSTIL

A. Pengertian tekstil
Tekstil adalah jalinan antara lungsin dan pakan atau dapat dikatakan sebuah anyaman yang mengikat satu sama lain, tenunan dan rajutan. Tekstil dapat ditemukan pada kehidupan sehari-hari, yaitu kain biasa digunakan untuk pakaian sebagai kebutuhan sandang, sprei pelapis tempat  tidur dan sarung bantal, taplak meja, kain yang dijahit menjadi tas dan produk kerajinan lainnya. Kerajinan tekstil di Indonesia dapat dibagi menjadi kerajnan tekstil modern dan kerajinan tekstil tradisional. Tekstil berasal dari bahasa Latin textilis atau bahasa Prancis texere yang artinya menenun. Tekstil dibuat dari serat, baik yang alami atau yang buatan. Serat alami berasal dari tanaman, binatang, atau mineral. Dibandingkan dengan hewan atau mineral, tanaman menyediakan lebih banyak serat. Selain wol, serat hewan adalah serat sutera. Meski wol terbanyak dihasilkan oleh biri-biri, namun bulu keluarga unta dan kambing pun bisa dimanfaatkan. Serat mineral alami untuk tekstil adalah asbestos, sejenis batuan.
Kerajinan tekstil merupakan karya seni atau kerajinan yang dibuat atau memakai tekstil sebagai bahan utama. Tekstil adalah bahan yang berasal dari serat yang diolah menjadi benang atau kain sebagai bahan untuk pembuatan busana dan berbagai produk kerajinan lainnya. Dari  pengertian tekstil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa bahan/produk tekstil meliputi  produk serat, benang, kain, pakaian dan berbagai jenis benda yang terbuat dari serat. Pada umumnya bahan tekstil dikelompokkan menurut jenisnya sebagai berikut:
 1. Berdasar jenis produk/bentuknya: serat staple, serat filamen, benang, kain, produk  jadi (pakaian / produk kerajinan dll)
2. Berdasar jenis bahannya: serat alam, serat sintetis, serat campuran
 3. Berdasarkan jenis warna/motifnya: putih, berwarna, bermotif/bergambar
4. Berdasarkan jenis kontruksinya: tenun, rajut, renda, kempa. benang tunggal, benang gintir.

B. SEJARAH PERTEKSTILAN INDONESIA
Secara pasti sejak kapan awal keberadaan industri TPT di indonesia tidak dapat dipastikan, namun kemampuan masyarakat Indonesia dalam hal menenun dan merajut pakaiannya sendiri sudah dimulai sejak adanya kerajaan-kerajaan Hindu di Indonesia dalam bentuk kerajinan, yaitu tenun-menenun dan membatik yang hanya berkembang disekitar lingkungan istana dan juga ditujukan hanya untuk kepentingan seni dan budaya serta dikonsumsi/digunakan sendiri.
Sejarah pertekstilan Indonesia dapat dikatakan dimulai dari industri rumahan tahun 1929 dimulai dari sub-sektor pertenunan (weaving) dan perajutan (knitting) dengan menggunakan alat Textile Inrichting Bandung (TIB) Gethouw atau yang dikenal dengan nama Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) yang diciptakan oleh Daalennoord pada tahun 1926 dengan produknya berupa tekstil tradisional seperti sarung, kain panjang, lurik, stagen (sabuk), dan selendang. Penggunaan ATBM mulai tergeser oleh Alat Tenun Mesin (ATM) yang pertama kali digunakan pada tahun 1939 di Majalaya-Jawa Barat, dimana di daerah tersebut mendapat pasokan listrik pada tahun 1935. Dan sejak itu industri TPT Indonesia mulai memasuki era teknologi dengan menggunakan ATM.
Tahun 1960-an, sesuai dengan iklim ekonomi terpimpin, pemerintah Indonesia membentuk Organisasi Perusahaan Sejenis (OPS) yang antara lain seperti OPS Tenun Mesin; OPS Tenun Tangan; OPS Perajutan; OPS Batik; dan lain sebagainya yang dikoordinir oleh Gabungan Perusahaan Sejenis (GPS) Tekstil dimana pengurus GPS Tekstil tersebut ditetapkan dan diangkat oleh Menteri Perindustrian Rakyat dengan perkembangannya sebagai berikut:
•    Pertengahan tahun 1965-an, OPS dan GPS dilebur menjadi satu dengan nama OPS Tekstil dengan beberapa bagian menurut jenisnya atau sub-sektornya, yaitu pemintalan (spinning); pertenunan (weaving); perajutan (knitting); dan penyempurnaan (finishing).
•    Menjelang tahun 1970, berdirilah berbagai organisasi seperti Perteksi; Printer’s Club (kemudian menjadi Textile Club); perusahaan milik pemerintah (Industri Sandang, Pinda Sandang Jabar, Pinda Sandang Jateng, Pinda Sandang Jatim), dan Koperasi (GKBI, Inkopteksi).
•    Tanggal 17 Juni 1974, organisasi-organisasi tersebut melaksanakan Kongres yang hasilnya menyepakati mendirikan Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) dan sekaligus menjadi anggota API.
-       FASE PERKEMBANGAN INDUSTRI TEKSTIL INDONESIA
Diawali pada tahun 1970-an industri TPT Indonesia mulai berkembang dengan masuknya investasi dari Jepang di sub-sektor industri hulu (spinning dan man-made fiber making). Adapun fase perkembangannya sebagai berikut:
•    Periode 1970 – 1985, industri tekstil Indonesia tumbuh lamban serta terbatas dan hanya mampu memenuhi pasar domestik (substitusi impor) dengan segment pasar menengah-rendah.
•    Tahun 1986, industri TPT Indonesia mulai tumbuh pesat dengan faktor utamannya adalah: (1) iklim usaha kondusif, seperti regulasi pemerintah yang efektif yang difokuskan pada ekspor non-migas, dan (2) industrinya mampu memenuhi standard kualitas tinggi untuk memasuki pasar ekspor di segment pasar atas-fashion.
•    Periode 1986 – 1997 kinerja ekspor industri TPT Indonesia terus meningkat dan membuktikan sebagai industri yang strategis dan sekaligus sebagai andalan penghasil devisa negara sektor non-migas. Pada periode ini pakaian jadi sebagai komoditi primadona.
•    Periode 1998 – 2002 merupakan masa paling sulit. Kinerja ekspor tekstil nasional fluktuatif. Pada periode ini dapat dikatakan periode cheos, rescue, dan survival.
•    Periode 2003 – 2006 merupakan outstanding rehabilitation, normalization, dan expansion (quo vadis?). Upaya revitalisasi stagnant yang disebabkan multi-kendala, yang antara lain dan merupakan yang utama: (1) sulitnya sumber pembiayaan, dan (2) iklim usaha yang tidak kondusif.
•    Periode 2007 pertengahan – onward dimulainya restrukturisasi permesinan industri TPT Indonesia.



C. JENIS-JENIS KERAJINAN TEKSTIL


1. KERAJINAN BATIK

Pengertian Dan Fungsinya Membatik merupakan kegiatan berkarya seni menggunakan bahan lilin yang dipanaskan dan menggunakan alat canting atau kuas untuk membuat pola gambar atau motif yang dioleskan di atas selembar kain. Teknik pewarnaannya menggunakan teknik tutup celup. Karya seni batik ini merupakan salah satu seni terapan Nusantara yang menjadi ciri khas kebanggaan bangsa Indonesia. Sekarang ini, teknik membatik sudah lebih berkembang. Membatik tidak saja menggunakan alat canting tetapi sudah menggunakan jenis peralatan lain seperti kuas dan cap (printing). Maka karya seni batik kemudian dibedakan menjadi :

a. Karya seni Batik Tulis Menggunakan alat tradisional berupa canting dengan teknik yang lebih sederhana.
b.Karya seni Batik Cap (printing) Menggunakan alat modern dengan teknik yang lebih beban dan kreatif.

Berdasarkan fungsinya, seni membatik dibedakan menjadi dua yaitu :

a. Fungsi Praktis Kain Batik dipergunakan sebagai bahan sandang untuk pakaian, sarung bantal, taplak meja dan sebagainya
 b. Fungsi Estetis Kain dengan motif batik dapat dipergunakan sebagai karya seni hias atau lukisan. Pola batik gambar-gambar yang digunakan dalam membatik biasanya menggunakan ragam hias. Untuk karya seni batik tradisional selalu menggunakan ragam hias tertentu yang telah lama diterapkan secara turun-temurun sejak jaman dulu. Ragam hias tersebut mempunyai makna atau simbolik tertentu. Namun saat ini sudah banyak dijumpai ragam hias batik dengan pola kreasi yang lebih bebas. Pola Hias merupakan unsur dasar yang dapat dipergunakan sebagai pedoman dalam mendesain sebuah hiasan Motif Hias merupakan pokok pikiran dan bentuk dasar dalam ragam hias, meliputi  bentuk manusia, alam, tumbuhan dan hewan. Ragam hias adalah bentuk susunan pola hias dari satu atau lebih motif hias dengan kaidah estetik tertentu sehingga menghasilkan bentuk yang indah Ragam hias dibedakan menjadi tiga yaitu :
a. Motif geometris (pilin ganda, swastika, tumpal) 
b. Motif non geometris (manusia, tumbuhan, hewan)
c. Motif benda mati (air, awan, batu, gunung, matahari)

2. KERAJINAN SULAM
Pengertian Bordir dan sulaman Bordir atau sulaman adalah hiasan yang dibuat di atas kain atau bahan-bahan lain dengan jarum jahit dan benang. Selain benang, hiasan untuk sulaman atau bordir dapat menggunakan bahan-bahan seperti potongan logam, mutiara, manik-manik, bulu burung,  dan payet Hasil akhir sulaman dapat dibedakan menjadi:
§ Sulam datar: hasil sulaman rata dengan permukaan kain
§ Sulam terawang (kerawang): hasil sulaman berlubang-lubang, misalnya untuk  taplak meja dan pinggiran kebaya
§ Sulam timbul: hasil sulaman membentuk gelombang di permukaan kain sesuai lekuk gambar. Jenis bordiran dan sulaman Sulam bebas atau sulam benang.
Dalam sulam benang, benang dijahit di atas kain dengan mengabaikan pola tenun kain. Teknik sulam seperti ini dipakai dalam sulam wol seperti bordir tradisional Cina dan Jepang. Sulam hitung jahitan Sulaman dibuat sambil menghitung jumlah jahitan yang dibuat. Sulaman dilakukan di atas kain tenunan sejajar seperti kain kanvas,kain aida, kain strimin, dan kain linen. Jenis sulaman yang termasuk sulam hitung jahitan adalah kruistik, sulam Assisi, needlepoint,  dan blackwork.

3. KERAJINAN JAHIT PERCA
Pengertian jahit perca Perca adalah sisa-sisa guntingan kain yang ada setelah membuat pakaian atau karya kerajinan tekstil lainnya. Jahit perca/tambal seribu/patchwork adalah proses pembuatan suatu produk kerajinan tekstil yang terbuat dari potongan-potongan kain / perca yang digabungkan dengan cara dijahit sesuai dengan rencana. Jahit perca pada dasarnya dipelajari keteknikannya bukan pada bahannya.
Jenis-jenis jahit perca
Ada beberapa jenis Jahit Perca ditinjau dari cara pembuatannya adalah:
Cara acak (tak beraturan)
Jahit perca cara acak (tak beraturan) adalah teknik jahit dengan menggabungkan guntingan-guntingan kain dengan bentuk dan ukuran potongannya tidak sama, kemudian guntingan- guntingan tersebut dijahit sesuai dengan desain. Berikut ini adalah contoh karya jahit perca teknik acak.

Cara jiplakan pola (template)
Jahit perca teknik jiplakan pola adalah teknik jahit dengan menggabungkan guntingan-guntingan kain yang dipola terlebh dahulu, dan selanjutnya dijahit sesuai dengan rencana.

Cara tumpang tindih (overlapping)
Jahit perca teknik tumpang tindih adalah teknik jahit dengan menggabungkan guntingan-guntingan kain yang di pola terlebih dahulu dengan cara meletakkan pola bagian tengah diatas kain telah disiapkan dan selanjutnya dijahit bagian tepinya, kemudian tindihlah dengan pola berikutnya dengan cara dijahit dengan arah dari tengah ketepi hingga selesai secara keseluruhan.

Cara jahit jelujur
Jahit jelujur adalah teknik yang biasanya digunakan untuk memberi kesan keindahan. Untuk menggabungkannya tetap dikerjakan dengan teknik jahit mesin. Cara ini sifatnya hanya penghias, maka dapat diterapkan baik pada teknik acak, teknik template, teknik overlapping maupun teknik pola geometris.

Cara pola geometris.
Teknik jahit perca menggabungkan guntingan kain dengan bentuk polapola geometris (segi tiga, segi empat, segi lima dan bentuk-bentuk lainnya) yang terukur dan selanjutnya dijahit sesuai dengan desain.





4. KERAJINAN JAHIT TINDAS
        1. Pengertian Jahit tindas (quilting) adalah teknik menghias permukaan kain dengan cara melapisi atau mengisi kain dengan bahan pelapis atau pengisi kemudian dijahit tindas pada permukaan kain sesuai dengan rencana. Jahit tindas adalah teknik pembuatan suatu benda kerajinan tekstil dengan cara mengisi atau melapiskan kain dengan bahan pelapis, kemudian dijahit pada bagian atas kain sesuai dengan desain.

       2. Jenis jahit tindas:
1. Jahit tindas pengisi lembaran (wadded quilting) merupakan teknik menjahit dengan cara mengisi atau melapisi diantara dua kain dengan bahan pelapis yang berupa lembaran, kemudian dijahit sesuai  pola (gambar).
2. Jahit tindas pengisi susulan (padded/stuffed quilting) merupakan teknik menjahit tindas datar tetapi pada bagian tertentu ditambahkan isian susulan (busa, dakron) untuk mendapatkan kesan yang lebih menonjol.
3. Jahit tindas pengisi tali (corded quilting)
Pada prinsipnya sama dengan pengisi susulan, bedanya menggunakan tali,  penyelesaian bisa dijahit mesin atau tangan. 4. Jahit tindas efek bayangan merupakan gabungan dari jahit tindas pengisi lembaran, susulan/tali hanya ada penambahan kain transparan pada permukaan kain. 3. Bahan pelapis: - Koldore - Dakron - Busa - Tali - Kapas

5. KERAJINAN CETAK SARING
Cetak saring adalah salah satu teknik proses cetak yang menggunakan layar (screen) dengan kerapatan tertentu dan umumnya barbahan dasarNylon atau sutra. Layar ini kemudian diberi pola yang berasal dari negatif desain yang dibuat sebelumnya. Kain ini direntangkan dengan kuat agar menghasilkan layar dan hasil cetakan yang datar. Setelah diberi fotoresis dan disinari, akan terbentuk bagian-bagian yang bisa dilalui tinta dan tidak. Proses eksekusinya adalah dengan menuangkan tinta di atas layar dan kemudian disapu menggunakan palet atau rakel yang terbuat dari karet. Satu layar digunakan untuk satu warna. Sablo adalah sebuah teknik untuk mencetak tinta diatas bahan dengan bentuk yang kita kehendaki. Dengan bantuan screen sablon dan rakel sablon dalam proses  pengerjaannya. Keunggulan dari teknik sablon adalah :  bisa mencetak dengan jumlah yang banyak, hasil relatif stabil,  bisa menghasilkan beberapa efek menarik, mis : glitters, glow in the dark, timbul, mengkilap/metalik, dsb.  biaya cetak cukup terjangkau, fleksibel bisa di aneka jenis permukaan bahan. 
Pencetakan dengan cara sablon di jaman serba Digital sekalipun akan terus diperlukan. Cetak dengan metode sablon sangat diperlukan untuk pencetakan dalam media yang tidak memungkinkan dilakukan oleh Mesin Digital dan Offset. Mesin sablon yang dapat  bekerja otomatis juga telah banyak dipakai saat ini, namun meskipun demikian cetak sablon secara manual tentunya masih banyak dilakukan dengan pertimbangan biaya lebih murah, misalkan Sablon Kain untuk sepanduk dan pakaian, Kaos, Souvenir, sablon pada media plastik dan sebagainya. Pada artikel ini kita akan mengulas hal-hal penting dan mendasar tentang cara dan teknik  pencetakan sablon yang dilakukan secara manual salah satu teknik proses cetak yang menggunakan layar (screen) dengan kerapatan tertentu dan umumnya barbahan dasar  Nylon atau sutra. Tahapan dan cara kerjanya adalah sebagai berikut : Permukaan Screen Sablon di poleskan cairan kental kusus/ emulsion. Cairan ini apabila telah dioleskan dan dikeringkan pada permukaan screen tidak boleh terkena sinar matahari (dipoleskan dan dikeringkan pada ruangan yang gelap /Pada ruangan tanpa kena cahaya langsung ultra violet). Tujuannya adalah jika terkena cahaya saat sudah kering maka polesan tersebut tidak akan dapat larut dengan air dengan baik. Setelah kering.. permukaan tersebut di tempel/ditutup dengan Film dari hasil Print BW(Black/White) pada media plastik/film transparent atau pada umumnya dapat menggunakan kertas tranparan dari Kalkir.
Dilanjutkan dengan proses “Penyinaran” terhadap Sinar matahari atau dibawah sinar yang mengandung Ultraviolet. Proses penyinaran ini ditentukan dengan “Hitungan”
untuk mengukur lamanya penyinaran dan ditentukan oleh Keras tidaknya cahaya yang menerpa permukaan screen sablon tersebut. Film Kemudian dilepas dari permukaan screen. Film yang telah diprint tersebut akan
“Menampakan” duplikasi dari apa yang telah kita print pada layar.
 Tahan selanjutnya adalah Penyiraman Permukaan Screen dengan air. Cara  penyiramanpun harus berhati-hati sekali. Kenapa ??? Karena hasil print yang tampak  pada screen jika terkena air akan terlarut, ini disebabkan oleh karena Film yang dicetak
“Hitam” dan permukaan layar yang dit
utup Hitam tidak akan mengeras (Karena tidak tembus sinar). Begitu juga sebaliknya. Disinilah perlu kehati-hatian dalam proses  penyiraman yang sering disertai dengan alat bantu “Semprot air mini” dengan tujuan agar air bisa lebih keras dan bisa bagus tembus melelehkan hasil print yang tercetak. Tahapan selanjutnya yaitu pengeringan kembali dari proses diatas. Dan dilanjutkan pada  proses Cetak dengan pemberian Tinta kusus Sablon. Proses eksekusinya adalah dengan menuangkan tinta di atas layar dan kemudian disapu menggunakan palet atau rakel yang terbuat dari karet. Satu layar digunakan untuk satu warna.Sementara bahan yang dicetak berada dibawah screen dablon dan dilakukan  penekanan secara sedemikian rupa. Jadi proses cetak sablon adalah Tiap warna dalam sekali cetak.

6. KERAJINAN TENUN
Pengertian Kain Tenun Tenunan yang dikembangkan oleh setiap suku/ etnis di Nusa Tenggara Timur merupakan seni kerajinan tangan turun-temurun yang diajarkan kepada anak cucu demi kelestarian seni tenun tersebut. Motif tenunan yang dipakai seseorang akan dikenal atau sebagai ciri khas dari suku atau pulau mana orang itu berasal, setiap orang akan senang dan bangga mengenakan tenunan asal sukunya. Pada suku atau daerah tertentu, corak/motif binatang atau orang-orang lebih banyak ditonjolkan seperti Sumba Timur dengan corak motif kuda, rusa, udang, naga, singa, orang-orangan, pohon tengkorak dan lain-lain, sedangkan Timor Tengah Selatan banyak menonjolkan corak motif burung, cecak, buaya dan motif kaif. Bagi daerah-daerah lain corak motif bunga-bunga atau daun-daun lebih ditonjolkan sedangkan corak motif  binatang hanya sebagai pemanisnya saja. Kain tenun atau tekstil tradisional dari Nusa Tenggara Timur secara adat dan budaya memiliki banyak fungsi seperti :
1). Sebagai busana sehari-hari untuk melindungi dan menutupi tubuh.
2). Sebagai busana yang dipakai dalam tari-tarian pada pesta/upacara adat.
3). Sebagai alat penghargaan dan pemberian perkawinan (mas kawin)
4). Sebagai alat penghargaan dan pemberian dalam acara kematian.
5). Fungsi hukum adat sbg denda adat utk mengembalikan keseimbangan sosial yang terganggu.
6). Dari segi ekonomi sebagai alat tukar.
7). Sebagai prestise dalam strata sosial masyarakat.
8). Sebagai mitos, lambang suku yang diagungkan karena menurut corak/ desain tertentu akan
     melindungi mereka dari gangguan alam, bencana, roh jahat dan lain-lain.
9). Sebagai alat penghargaan kepada tamu yang datang (natoni) Dalam masyarakat tradisional Nusa Tenggara Timur tenunan sebagai harta milik keluarga yang bernilai tinggi karena kerajinan tangan ini sulit dibuat oleh karena dalam  proses pembuatannya/ penuangan motif tenunan hanya berdasarkan imajinasi penenun sehingga dari segi ekonomi memiliki harga yang cukup mahal. Tenunan sangat bernilai dipandang dari nilai simbolis yang terkandung didalamnya, termasuk arti dari ragam hias yang ada karena ragam hias tertentu yang terdapat pada tenunan memiliki nilai spiritual dan mistik menurut adat. Pada mulanya tenunan dibuat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sebagai busana  penutup dan pelindung tubuh, kemudian berkembang untuk kebutuhan adat (pesta, upacara, tarian, perkawinan, kematian dll), hingga sekarang merupakan bahan busana resmi dan modern yang didesain sesuai perkembangan mode, juga untuk memenuhi  permintaan/ kebutuhan konsumen. Dalam perkembangannya, kerajinan tenun merupakan salah satu sumber pendapatan (UP2K) masyarakat Nusa Tenggara Timur terutama masyarakat di pedesaan. Pada umumnya wanita di pedesaan menggunakan waktu luangnya untuk menenun dalam upaya meningkatkan pendapatan keluarganya dan kebutuhan busananya.

Jika dilihat dari proses produksi atau cara mengerjakannya maka tenunan yang ada di  Nusa Tenggara Timur dapat dibagi menjadi tiga jenis, yakni :
1. Tenun Ikat : disebut tenun ikat karena pembentukan motifnya melalui proses  pengikatan benang. Berbeda dengan daerah lain di Indonesia, untuk menghasilkan motif  pada kain maka benang pakannya yang diikat, sedangkan tenun ikat di Nusa Tenggara Timur, untuk menghasilkan motif maka benang yang diikat adalah benang Lungsi 
2. Tenun Buna : istilah daerah setempat (Timor Tengah Utara) "tenunan buna" yang maksudnya menenun untuk membuat corak atau ragam hias/motif pada kain mempergunakan benang yang terlebih dahulu telah diwarnai.
3. Tenun Lotis/ Sotis atau Songket : disebut juga tenun Sotis atau tenun Songket, dimana  proses pembuatannya mirip dengan pembuatan tenun Buna yaitu mempergunakan  benang-benang yang telah diwarnai. Dilihat dari kegunaannya, produk tenunan di Nusa Tenggara Timur terdiri dari 3 (tiga)  jenis yaitu : sarung, selimut dan selendang dengan warna dasar tenunan pada umumnya warna-warna dasar gelap, seperti warna hitam, coklat, merah hati dan biru tua. Hal ini disebabkan karena masyarakat/ pengrajin dahulu selalu memakai zat warna nabati seperti tauk, mengkudu, kunyit dan tanaman lainnya dalam proses pewarnaan benang, dan warna-warna motif dominan warna putih, kuning langsat, merah mereon. Untuk pencelupan/ pewarnaan benang, pengrajin tenun di Nusa Tenggara Timur telah menggunakan zat warna kimia yang mempunyai keunggulan sepeti : proses  pengerjaannya cepat, tahan luntur, tahan sinar, dan tahan gosok, serta mempunyai warna yang banyak variasinya. Zat warna yang dipakai tersebut antara lain : naphtol, direck,  belerang dan zat warna reaktif.  Namun demikian sebagian kecil pengrajin masih tetap mempergunakan zat warna nabati dalam proses pewarnaan benang sebagai konsumsi adat dan untuk ketahanan kolektif, minyak dengan zat lilin dan lain-lain untuk mendapatkan kwalitas pewarnaan dan  penghematan obat zat pewarna.

 Dari ketiga jenis tenunan tersebut diatas maka  penyebarannya dapat dilihat sebagai berikut :
1). Tenun Ikat : penyebarannya hampir merata disemua Kabupaten di Nusa Tenggara Timur kecuali Kabupaten Manggarai dan sebagian Kabupaten Ngada.
2). Tenun Buna : Penyebarannya di Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Belu dan yang paling banyak adalah di Kabupaten Timor Tengah Utara.
3). Tenun Lotis/ Sotis atau Songket ; terdapat di Kabupaten/ Kota Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu, Alor, Flores Timur, Lembata, Sikka, Ngada, Manggarai, Sumba Timur dan Sumba Barat.

7. KERAJINAN TAPES TRI
apestry adalah sebuah bentuk seni tekstil berupa tenun tradisional yang biasa dilakukan  pada alat tenun vertikal. Namun, juga dapat dilakukan di lantai juga. Proses htenun ini terdiri dari dua arah benang yang bersilangan, yang sejajar dengan panjang disebut
“warp” / benang lungsin dan sejajar dengan lebar disebut “weft” / benang pakan.
 Kebanyakan penenun tapestry menggunakan benang lungsin berbahan alami seperti  benang linen atau benang katun. Benang pakan yang dipakai berupa benang wol atau  benang katun, namun bisa pula benang sutra, benang emas, benang perak, atau alternatif media lain. Tapestry telah diproduksi dan digunakan sejak zaman Helenis. Contoh kerajinan tapestry Yunani yang pernah ditemukan berasal dari abad ke-3 SM dalam kondisi terawetkan di gurun Tarim Basin. Kerajinan tapestry mencapai tahap baru produksi massal di Eropa  pada awal abad ke-14 Masehi. Gelombang pertama produksi berasal dari Jerman dan Swiss. Seiring waktu, kerajinan diperluas ke Prancis dan Belanda. Konotasi istilah tapestry ini juga digunakan untuk menggambarkan hasil kerajinan tekstil yang dibuat pada alat tenun Jacquard. Sebelum tahun 1990-an, tapestry yang terkenal Abad Pertengahan telah diproduksi dengan menggunakan teknik Jacquard. Namun pada abad modernisasi, artis seperti Chuck Close dan Magnolia Editions telah mengadaptasi  proses Jacquard yang terkomputerisasi untuk menghasilkan karya seni rupa yang indah memukau.

8. KERAJINAN MAKRAME
Makrame adalah bentuk seni kerajinan simpul-menyimpul dengan menggarap rantaian  benang awal dan akhir suatu hasil tenunan, dengan membuat berbagai simpul pada rantai  benang tersebut sehingga terbentuk aneka rumbai dan jumbai Dalam membuat makrame, ada beberapa teknik yang digunakan antara lain teknik pilin,simpul,anyam, atau rajut. Hasil karya kerajinan makrame memiliki kesesuaian fungsi, kekuatan, dan keindahan yang berbeda-beda. Fungsi karya kerajinan dapat dilihat dari penggunan benda tersebut. Kekuatan dari karya kerajinan ditentukan dari kualitas bahan dasar yang digunakan. Apabila bahan dasar yang digunakan kuat maka kualitasnya akan bagus. Keindahan karya kerajinan makrame dapat dilihat dari model benda yang dibuat, corak, hiasan atau aksesoris dari benda tersebut. Berikut ini cara membuat makrame untuk gantungan kunci. Alat dan Bahan : - dua pita kain yang berbeda warna dengan ukuran ± 1,5 m dan lebar 7 mm. - Tempat kunci - Gunting Cara Membuat :
1. Sediakan pita kain dalam 2 warna, misalnya warna merah dan kuning.
2. Gunting ujung kedua pita, kemudian masukkan ke dalam ring tempat kunci. Tarik dan samakan panjangnya, sehingga pita menjadi rangkap empat.
3. Rapikan kemudian disimpul mati dan pita siap dianyam.
4. Jepit pita diantara jari telunjuk dan jari tengah, kemudian mulailah menganyam ! Cara Menganyam :
1. Letakkan pita bersilang, seperti tanda tambah (+)
2. Silangkanlah pita 1 ke kiri melalui pita 2a !
3. Silangkanlah pita 2a ke atas melalui pita 1 !
4. Silangkanlah pita 1a ke kanan melalui pita 2a !
5. Silangkanlah pita 2 ke bawah melalui pita 1a dan masukkan ke pita 1 !
6. Tariklah keempat ujung-ujung pita sehingga anyaman menjadi rapi !
7. Setelah itu buatlah anyaman berikutnya seperti cara di atas ! (lakukan sesuai petunjuk mulai langkah no (1 – 6 )
8. Lakukan/ buatlah hingga sampai keempat pita tersebut menjadi pendek (kira-kira 5cm) kemudian ikatlah ujungnya ! Untuk mempercantik gantungan, bisa diberi aksesoris  berupa lonceng kecil.
   
D. Macam-Macam Kerajinan Tekstil
Kerajinan tekstil dibagi menjadi dua kelompok yaitu : kerajinan tekstil modern dan tradisional.

1.KERAJINAN TEKSTIL MODERN
  Karya kerajinan tekstil , secara fungsi dapat dibagi sebagai berikut :

    1.sebagai pemenuhan kebutuhan sandang dan fashion
        a.Busana
        b.Aksesoris
        c.Sepatu
        d.Tas

    2.Sebagai pelengkap interior
      a.kain tirai
      b.kain salut kursi
      c.perlengkapan rumah tangga (cempal , alas makan dan minum, tudung saji , sarung bantal ,    sprei , keset , lap ,dll)
      d. aksesoris ruangan (wadah tissue , taplak , hiasan dekorasi ruangan , kap lampu , dll)


     3.Sebagai wadah dan pelindung benda
    
        a.tas laptop
        b.aneka tas
        c.aneka wadah
        d.aneka dompet

2.Kerajinan Tekstil Tradisional Indonesia
a)      Sebagai pemenuhan kebutuhan sandang yang melindungi tubuh, seperti kain panjang, sarung dan baju daerah.
b)      Sebagai alat bantu atau alat rumah tangga, seperti kain gendongan bayi dan untuk membawa barang.
c)      Sebagai alat ritual (busana khusus ritual tradisi tertentu), contohnya:
v Kain tenun Ulos
v Kain pembungkus kafan batik motif doa
v Kain ikat celup Indonesia Timur (penutup jenazah)
v Kain Tapis untuk pernikahan masyarakat lampung
v Kain Cepuk untuk ritual adat di Pulau Nusa Penida
v Kain Songket untuk pernikahan dan khitanan
v Kain Poleng dare Bali untuk acara ruwatan (penyucian) 



E. BAHAN DAN ALAT PEMBUATAN PRODUK KERAJINAN TEKSTIL

Bahan yang dapat digunakan dalam pembuatan produk kerajinan tekstil diklasifikasikan menjadi dua bagian, yaitu: bahan utama dan bahan pelengkap. Pada pembuatan produk kerajinan tekstil bahan yang digunakan harus disesuaikan dengan jenis benda yang akan dibuat, fungsi dari benda tersebut, serta teknik yang akan digunakan.
Secara umum bahan utama yang dapat dipergunakan dalam pembuatan produk kerajinan tekstil adalah bahan tekstil yang tebuat dari serat alam atau serat polyester baik itu berupa kain tenun, rajut, kempa, ataupun berupa benang/tali, contoh bahan-bahan tekstil yang dapat dipergunakan dalam pembuatan produk kriya tekstil adalah kain katun, kain satin, benang katun, benang nylon, tali koor, kain flanel, dan pita.
Pada pembuatan produk kerajinan tekstil bahan pelengkap memiliki fungsi memperindah atau menyempurnakan tampilan benda yang dibuat. Penggunaan bahan pelengkap pun sama dengan bahan utama yaitu harus disesuaikan dengan jenis benda yang dibuat,fungsi benda, serta teknik pembuatan yang digunakan. Bahan pelengkap yang umumnya digunakan adalah bahan tekstil yang terbuat dari serat alam ataupun polyester seperti kain pelapis/pengeras, busa pelapis, dakron, kain furing, renda, pita dan retsluiting.
Alat yang dapat digunakan dalam pembuatan produk kerajinan tekstil dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu: alat utama dan alat penunjang. Alat utama terdiri dari: mesin jahit, alat-alat menjahit, gunting, pita ukur, papan landasan dan lain-lain. Adapun alat penunjang terdiri dari: mata itik, lem, lilin bakar, pemidangan, jarum T dan lain-lain

Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang  pernesaan kerajinan tekatil modern dan gtradisional

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang Pengertian Komposisi Gambar 

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.

buka mesin jahit : http://dwiarifyandipontianak.blogspot.co.id/2014/11/mengenal-kerajinan-tekstil.html

 Jelaskan teknik tenun tapestri, sebutkan!

baju jahit, batik, belajar, guru, indonesia, jahit, jogja, kaos, kebaya, konveksi, kursus, kursus menjahit, les, mesin jahit, obras, private, sekolah, terbaik, usaha, yogyakarta
 Jelaskan teknik tenun tapestri, sebutkan!

alat, jenis, bahan, gambar, dan proses pembuatan tapestri - Tapestri adalah sebuah teknik membuat
karya tekstil dengan cara menenun benang-
benang, serta-serat, dan bahan lain. Teknik
tapestri memiliki kesamaan dengan merajut.
Media yang digunakan berupa benang, sabut
kelapa, kain, kertas yang digulung kecil,
serta benda lain. Pada kehidupan sehari-hari
tapestri dijumpai pada keset kaki, gantungan
pot bunga, ikat pinggang, taplak meja, dan
syal. Kata Tapestri diambil dari bahasa
Perancis Tapiesserie yang berarti penutup
lantai atau bahasa Latin Tapestrum, sejenis
sulaman yang memiliki banyak teknik.
Sebagai benda seni tapestri dapat dilihat
berupa hiasan dinding dan sebagai benda
pakai tapestri dapat berupa korden,
permadani atau karpet, dan keset. Struktur
bentuk tapestri terdiri dari tenunan benang
lungsi dan pakan yang dibuat menjadi
barang atau benda seni tertentu. Benang
lungsi adalah jalinan benang-benang yang
menghadap kearah vertikal sedangkan
benang-benang pakan adalah benang yang
mengarah horisontal dan menjadi bagian
dari benang yang membentuk bidang gambar
tertentu.
Tapestri bisa digolongkan kedalam teknik
tenun, dimana tapestri juga punya benang
lungsi (benang vertikal pada kain) dan
benang pakan (benang horizontal pada
kain). Beda tenun dan tapestri terletak pada
tapestri benang lungsi hanya sebagai alat
bantu, bukan pembentuk utama pada kain,
sedangkan benang pakan-nya, menjadi
bentuk utama pada karya tapestri. Pada
tenun lungsi dan pakan merupakan satu
kesatuan utuh pembentuk kain, keduanya
seimbang.
Keindahan dari karya tapestri dapat dilihat
dari penggunaan unsur-unsur garis, warna
dan bidang pada pola-pola gambar dan
bahan-bahan pendukung lainnya seperti
manik-manik dari kayu atau logam dan tebal
tipisnya benang. Keindahan dan keunikan
dari karya tapestri perlu juga diperhatikan
faktor komposisi, proporsi, keseimbangan,
irama dan kesatuan dari masing-masing
bagian karya tapestri.



Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang  alat, jenis, bahan, gambar, dan proses pembuatan tapestri

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang SILABUS 

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.

buka mesin jahit : https://brainly.co.id/tugas/2782291

Pengertian Komposisi Gambar

baju jahit, batik, belajar, guru, indonesia, jahit, jogja, kaos, kebaya, konveksi, kursus, kursus menjahit, les, mesin jahit, obras, private, sekolah, terbaik, usaha, yogyakarta
 Pengertian Komposisi Gambar


pengertian komposisi - Komposisi adalah penyusunan/ penataan dan penempatan objek/unsur-unsur gambar yang ada di suatu lokasi kedalam
frame/bingkai/view finder kamera,yang nantnya akan disampaikan kepada penonton, dengan mengedepankan mesage tertentu yang telah direncanakan dengan baik.
Tujuan pengaturan komposisi adalah supaya orang atau khalayak penonton dapat dengan mudahmelihat objek yang menarik (Interest point of object) secara jelas, dengan kecerahan, kontras, tekstur warna, dan, ketajaman (picture sharp-ness) dengan nyaman.

Hal yang penting adalah kamerawan harusmengikuti pedoman atau petunjuk yang sudah disepakati oleh para pekerja seni dan berlaku di bidang pertelevisian dan film. Untuk program acara artistik seperti drama, musik, dan film cerita, dalam pengambilan gambar, seorang kamerawan mendapatkan arahan dari sutradara untuk membingkai unsur-unsur gambar saatshooting di lapangan.

Sebaliknya pada program jurnalistik seperti peliputan berita maka ia sendiri yang menentukan arah dan pengaturan komposisi pengambilan gambar yang sesuai, tanpa kehilangan moment/kejadian yang sedang berlangsung sehinga pesan dari gambar tersebut tersampikan. komposisi  gambar  yang  baik harus  memenuhi  beberapa  kriteria,
kriteria  tersebut  sebagai  berikut  :
1. Unsur-unsur  gambarnya  menyatu.
2. Menciptakan hubungan psikologis dan ruang  antar unsur-unsur
gambar.
3. Mengarahkan perhatian  penonton  kepada  unsur-unsur  gambar
menarik  (point  of  interest)  dalam  bingkai  gambar/frame.
4. Menghasilkan  gambar  yang  indah  dan  menarik  untuk  dilihat.
IMG_9664
Komposisi adalah seni maka tidak  ada peraturan atau hukum yang
berlaku  secara  formal  dalam  pengambilan  gambar yang  ada hanyalah  pedoman  atau  panduan  yang  dibuat  dan  disepakati  oleh para  pekerja  televisi  dan  film  termasuk  photographer  untuk  diikuti  dan dipergunakan sebagai  panduan. Para pekerja/seniman televisi  dan film  mengatakan  bahwa  apabila  panduan  atau  pedoman  tersebut diikuti  dan  dipergunakan    maka  penataan  dan  penyajian  gambar menjadi  lebih  indah,  harmonis,  dan  menarik  untuk  ditonton. Sebaliknya,  apabila  panduan  tersebut  tidak  diikuti  maka  hasil  gambar dapat  dipastikan  menjadi  tidak  menarik,  tidak  nyaman  untuk  ditonton,  dan  terkesan  sebagai  karya  seorang  kamerawan  amatir.

Dalam  teori  komposisi  gambar  menunjukan  ada  beberapa  aspek
umum  yang  sangat  erat  kaitannya  dan  sesuai  dengan  apa  yang
dilihat dan dirasakan penonton yaitu aspek pembingkaian (framing) dan aspek camera angle di samping aspek lainnya,  seperti camera movement  dan  camera  blocking. Salah  satu  pedoman  untuk pembingkaian  gambar    yang  banyak  dipakai oleh  para  pekerja televisi  dan film  termasuk  photographer adalah the  rule  of thirds  atau aturan/pedoman  pertiga

Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang  pengertian komposisi

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang Melakukan Pengukuran Badan 

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.

buka mesin jahit : https://aliusman69.wordpress.com/2015/08/20/pengertian-komposisi-gambar/

Melakukan Pengukuran Badan

baju jahit, batik, belajar, guru, indonesia, jahit, jogja, kaos, kebaya, konveksi, kursus, kursus menjahit, les, mesin jahit, obras, private, sekolah, terbaik, usaha, yogyakarta
 Melakukan Pengukuran Badan


lingkar tangan dan bahu pada pola kaos - Membeli pakaian yang pas dengan tubuh kita bukanlah perkara mudah. Sebab pakaian-pakaian itu dibuat menggunakan ukuran standar. Sekalipun biasanya Sahabat   pas dengan ukuran “s”, belum tentu kali lain bisa demikian. Oleh karena itu pengetahuan tentang ukuran tubuh kita maupun ukuran standar kiranya dapat membantu kita dalam memilih pakaian yang pas.

Demikian halnya  . Kami memiliki ukuran standar yang disebut Ukuran Standar   yang mengadopsi standar internasional di industri garment. Ukuran Standar   terdiri dari dua macam ukuran. Pertama adalah Ukuran Badan, yaitu ukuran standar internasional yang diambil pas ke badan. Ukuran Badan dibagi ke dalam 4 kategori antara lain S, M, L, dan XL. Kedua adalah Ukuran Baju yang merupakan ukuran baju jadi (ready to wear) untuk ukuran badan standar. Jadi kalau kamu bingung dengan cara mengukur badan, kamu bisa memilih data ukuran badan standar, kamu bisa menyesuaikannya dengan ukuran sebenarnya (tentu kamu harus mengukur). Jika kamu ingin mencoba baju ready to wear, perhatikan ukuran yang tercantum adalah ukuran baju. Dalam pembuatan baju, ukuran baju adalah ukuran badan yang diberikan kelonggaran (allowance).

Selain menyediakan Ukuran Standar juga mempersilahkan kamu untuk melakukan pengukuran badan sendiri agar mendapatkan pakaian yang lebih nyaman dan pas. Mungkin tak banyak dari kita yang pernah melakukan pengukuran badan untuk pembuatan sebuah baju. Sebab jika kita memakai jasa penjahit, merekalah yang akan melakukan pengukuran. Oleh karena itu agar kamu tidak kebingungan, berikut ini  akan membagi informasi tentang cara pengukuran badan.

Informasi ini tentunya akan membantu kamu jika ingin memesan sebuah baju  . Dengan mengetahui cara mengukur tubuhmu dan kemudian mengetahui ukuran tubuhmu, hal ini juga dapat membantu kamu dalam memilih pakaian ber-size standar yang dijual di pasaran.
Sebelum melakukan pengukuran, terlebih dahulu siapkan perangkat yang diperlukan, antara lain:

- meteran

Meteran

- kertas dan pena (untuk menuliskan ukuran)

Kertas dan Pensil

- vetter-band (atau pita atau tali)


Ingatlah untuk mengenakan pakaian yang pas di badan, misalnya atasan dan bawahan dari bahan kaos. Jangan memilih pakaian yang tebal, sebab dapat mengurangi keakuratan hasil ukuran badan kamu. Nah sekarang waktunya mengukur badanmu, berdirilah dengan tegak pada lantai yang rata. Kepala tegak tetapi tetap rileks. Saat menggunakan pita meteran jangan ditarik terlalu kencang. Berikut ini bagian-bagian yang akan di ukur:

1. Lingkar Dada. Pengukuran dimulai dari bagian terpenuh dari dada kemudian melingkar ke punggung sampai kembali lagi ke titik permulaan. Jika kamu sudah mendapatkan angka lingkar dadamu, segera catat dan kita berlanjut ke pengukuran selanjutnya.
Lingkar Dada
Lingkar Dada

2. Lingkar Pinggang. Pertama-tama gunakan vetter band atau pita/tali untuk melingkari bagian terkecil dari pinggangmu kemuadian diikat. Ukurlah bagian yang terikat itu dalam keadaan pas, jadi jangan dilebih-lebihkan ukurannya. Jangan lupa untuk mencatat hasil pengukurannya.
Lingkar Pinggang
Lingkar Pinggang

3. Lingkar Pinggul. Pengukuran dilakukan pada bagian terbesar dari punggulmu. Caranya dengan melingkarkan meteran. Ambil ukuran dalam keadaan pas.
Lingkar Pinggul
Lingkar Pinggul

4. Tinggi Pinggul. Pengukuran ini dilakukan dengan cara menarik garis dari bagian pinggang ke bawah, yaitu sampai ke lingkar pinggul.
Tinggi Pinggul
Tinggi Pinggul

5. Lebar Bahu. Pengukuran dilakukan dari batas leher sampai bagian bahu terendah pada keadaan pas. Jangan dilebih-lebihkan ukurannya, agar bahu bajumu tidak kepanjangan. Untuk mengetahui titik bahu terendah, gerakkan tangan ke atas, kemudian rabalah dengan tanganmu untuk menemukan titik pertemuan antara tulang bahu dan pangkal tulang lengan atas.
Lebar Bahu
Lebar Bahu


6. Panjang Punggung. Pengukuran dimulai dari punggung atau dari ruas tulang belakang yang menonjol di pangkal leher bagian bawah sampai dengan garis pinggang.
Panjang Punggung
Panjang Punggung

7. Panjang Rok. Pengukuran dimulai dari garis pinggang lurus ke bawah sampai dengan 5 cm di atas dengkul.
Panjang Rok
Panjang Rok

8. Panjang Siku. Pengukuran dimulai dari ujung bahu atau pangkal lengan atas sampai bagian siku.
Panjang Siku
Panjang Siku

9. Panjang Lengan. Untuk pengukuran ini, posisikan lengan di samping badan. Siku sedikit ditekuk/dilengkungkan. Lakukan pengukuran dari ujung bahu atau pangkal lengan atas sampai ke pergelangan tangan, atau sepanjang yang Kamu inginkan.
Panjang Lengan
Panjang Lengan

10. Lingkar Pergelangan Tangan. Pengukuran dilakukan dengan cara melingkarkan meteran pada pergelangan tangan.
Lingkar Pergelangan Tangan
Lingkar Pergelangan Tangan

11. Lingkar Telapak Tangan. Pengukuran dilakukan dengan cara melingkarkan meteran pada bagian terbesar dari telapak tangan.
Lingkar Telapak Tangan
Lingkar Telapak Tangan

Tags: jahit baju, jahit baju batik, jahit baju online, buat baju, konveksi baju, butik baju batik, butik online, butik baju online, butik baju wanita, kursus jahit, pola busana, pola pakaian

Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang  lingkar tangan dan bahu pada pola kaos

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang Penyelesaian Tepi Busana: Kelim 

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.

buka mesin jahit : https://fitinline.com/article/read/melakukan-pengukuran-badan/

Penyelesaian Tepi Busana: Kelim

baju jahit, batik, belajar, guru, indonesia, jahit, jogja, kaos, kebaya, konveksi, kursus, kursus menjahit, les, mesin jahit, obras, private, sekolah, terbaik, usaha, yogyakarta
 Penyelesaian Tepi Busana: Kelim


lebar kelim bawah untuk membuat rok a adalah? - Kelim atau keliman merupakan proses finishing jahitan yang digunakan untuk merapikan kain di bagian bawah (bagian tepi), bisa dengan cara melipat, menggunakan obras, jahitan dengan potongan zig zag, ataupun dengan bantuan bias tape (bisban), dan renda-renda. Lebar kelim bervariasi sesuai dengan model serta jenis bagian busana yang akan di kelim dan tergantung dari penempatannya. Kelim rok biasanya lebar kelim antara 3–5 cm, kelim blus biasanya lebar kelim antara 2–4 cm. kelim lengan biasanya lebar kelim antara 3–4 cm. Untuk gorden agar lebih seimbang lebar kelim 5 sampai 7 cm dan ada juga yang lebih lebar dari itu, yang penting ada keseimbangan antara lebar, panjang atau tinggi gorden tersebut. Penyelesaian kelim dikerjakan setelah busana selesai dijahit. Kelim sebaiknya dijelujur dan disetrika lebih dahulu sebelum diselesaikan dengan tusuk som atau tusuk flanel. Kelim dapat dilakukan dengan tangan dan dengan mesin. Untuk hasil yang lebih indah dan bagus kelim dapat dikerjakan dengan tangan.
Kelim Sumsang

Kelim biasanya digunakan pada bagian bawah rok, pinggiran bawah kemeja, lengan baju, bagian bawah celana, gorden, dan lain sebagainya. Dalam pembuatan pakaian, kelim bawah dikerjakan paling akhir. Sebelum mengukur panjang rok, sebaiknya gaun atau rok digantung dulu paling sedikit 24 jam, terutama untuk bahan yang diperkirakan mulur dan rok lingkaran. Dengan menggantung itu, berat bahan pada bagian yang digunting serong akan meregang ke posisi normal dan mencegah tepi bawah rok bergelombang dan tidak sama panjang lagi setelah dipakai beberapa lama atau setelah dicuci.

Jenis kelim sangat bervariasi, dari mulai yang dikerjakan dengan tangan sampai yang dikerjakan dengan mesin. Untuk bahasan yang pertama kita akan bahs mengenai kelim yang dikerjakan dengan tangan yaitu kelim biasa, kelim sumsang, dan kelim tusuk flanel.

Kelim biasa digunakan untuk bawah rok, blus, kebaya, ujung lengan, dan lain sebagainya. Untuk mengelim bagian busana, lebar kelim berkisar antara 3 sampai 5 cm. Langkah pengerjaannya yaitu lipatkan pinggir rok sesuai lebar yang anda inginkan. Lalu tirasnya dilipatkan ke dalam lebih kurang 1 cm dan dibantu dengan jelujuran. Kemudian disum dengan jarum, upayakan dalam lipatan betul-betul rata dan dijahit dengan jarum tangan. Mengelim atau menusukkan benang ke bahan pada bagian bawah lebih kurang 3 helai benang, sehingga tidak kelihatan bekas tusukannya, cara ini dilakukan terus-menerus sampai selesai. Supaya hasilnya kuat dan hasil tusukan tidak gampang lepas lebih kurang setiap 6 langkah tusukan dimatikan agar tidak lepas.

Kelim Biasa

Kelim Biasa

Kelim sumsang merupakan teknik mengerjakan atau caranya sama dengan kelim biasa, tapi beda kerjanya pada cara memasukkan jarumnya yaitu dua kali dalam satu lubang sehingga benangnya mati dan tidak mudah lepas. Jika ada yang putus kegunaan sama dengan kelim biasa. Kelim ini diselesaiakan seperti kelim biasa bagian baik terlihat tusuk datar serat 1-2 serat.

Kelim Sumsang

Kelim Sumsang

Kelim tusuk flanel yaitu kelim yang bahan pinggirnya diobras, tanpa melipatnya ke dalam. Terutama dipakai untuk teknik pengerjaan yang kelimnya lebih rapi dan lebih berkualitas dan juga untuk bahan yang tebal, rok, blus, ujung lengan dan sebagainya. Langkah pengerjaannya yaitu lipatkan pinggir rok selebar yang dinginkan dan dibantu dengan jelujur. Lalu dijahit dengan tusuk flanel yang satu di atas keliman tidak tembus sampai keluar dan yang satunya di bawah kelim dekat pinggir lipatan dengan langkah mundur. Kemudian hasil dari bagian baik hanya tampak satu baris dengan jarak 0.5 cm atau sesuai keinginan.

Kelim Tusuk Flanel
 Kelim Tusuk Flanel

Simak terus artikel dari kami ya Sahabat  , artikel selanjutnya akan kita bahas mengenai kelim yang penngerjaannya dengan mesin. Selamat menjahit dan semoga bermanfaat.

Tags: jahit baju, jahit baju batik, jahit baju online, buat baju, konveksi baju, butik baju batik, butik online, butik baju online, butik baju wanita, kursus jahit, pola busana, pola pakaian


Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang  lebar kelim bawah untuk membuat rok a adalah?

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang Pengertian kerajinan fungsi hias dan contohnya 

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.

buka mesin jahit : https://fitinline.com/article/read/penyelesaian-tepi-busana-kelim/

 Pengertian kerajinan fungsi hias dan contohnya

baju jahit, batik, belajar, guru, indonesia, jahit, jogja, kaos, kebaya, konveksi, kursus, kursus menjahit, les, mesin jahit, obras, private, sekolah, terbaik, usaha, yogyakarta
 Pengertian kerajinan fungsi hias dan contohnya
jelaskan pengertian fungsi hias - Kerajinan fungsi hias merupakan kerajinan yang mengutamakan fungsi hias atau estetika dalam proses pembuatannya. Contohnya: patung


Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang  jelaskan pengertian fungsi hias

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang LIMBAH PLASTIK MENJADI LILIN UNIK BERAROMATERAPI 

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.

buka mesin jahit : https://brainly.co.id/tugas/2930717
  

LIMBAH PLASTIK MENJADI LILIN UNIK BERAROMATERAPI

baju jahit, batik, belajar, guru, indonesia, jahit, jogja, kaos, kebaya, konveksi, kursus, kursus menjahit, les, mesin jahit, obras, private, sekolah, terbaik, usaha, yogyakarta
 LIMBAH PLASTIK MENJADI LILIN UNIK BERAROMATERAPI
fungsi hias kerajinan limbah dan contoh - BidangKegiatan :
PKM – Teknologi


DiusulkanOleh :
Yunan Gumara Yudhistira                    4311413057/2013


UniversitasNegeri Semarang
Semarang
2014

Pengesahan PKM – Teknologi
1.    Judul kegiatan            :  Limbah Plastik Menjadi Lilin
Unik Beraromaterapi
2.    Bidang kegiatan            :  PKM – Teknologi
3.    Ketua pelaksana kegiatan
a.    Nama lengkap        :  Yunan Gumara Yudhistira
b.    NIM                :  4311413057
c.    Jurusan            :  Kimia
d.    Universitas            :  Universitas Negeri Semarang
e.    Alamat rumah/ no. HP    :  jalan manggar no. 182 RT/RW 04/02 Wanarejan utara
Taman, Pemalang. / 08984222264
f.    Alamat email            :  yudhistira5268@gmail.com
4.    Anggota pelaksana kegiatan/penulis :  1 orang
5.    Dosen Pendamping
a.    Namalengkapdangelar    :
b.    NIDN                :
c.    Alamatrumah/no. tel.    :
d.    Biayakegiatan total
a.    Dikti                :  -
b.    Sumber lain            :  -
6.    Jangkawaktupelaksanaan    :  - bulan

Semarang, 20 Mei 2015

Menyetujui                   
KetuaJurusan Kimia                                               KetuaPelaksana


Dra.WoroSumarni, M. Si                             Yunan Gumara Yudhistira
NIP 196507231993032001                       NIM 4311413057



PembantuRektor III                             DosenPendamping
BidangKemahasiswaan


Prof. Dr. Masrukhi, M. Pd               
NIP 19620508198831002                    NIP
DAFTAR ISI

Halaman Sampul.....................................................................................................i
HalamanPengesahan…………………………………………………………….ii
Daftar Isi………………………………………………………………………....iii
Ringkasan…………………………………………………………………………
Pendahuluan
Latar Belakang………………………………………………………………….....
Perumusan Masalah……………………………………………………………….
Tujuan……………………………………………………………………………..
Luaran yang Diharapkan…………………………………………………………..
Manfaat……………………………………………………………………………
Gambaran Umum Rencana Usaha
Karakteristik Bahan Baku…………………………………….…………………...
Kelebihan Produk…………….…………………………………………………...
Perolehan Bahan Baku…………………………………….………………………
Peluang Pasar……………………………………………...………………………
Strategi Pemasaran yang Akan Dilakukan…………………………………..…….
Analisis Pendapatan dan Keuangan……………………………………………….
Uji Kelayakan Produksi…………………………………………………………...
Metode Pelaksanaan Program
Tahap Perencanaan…...……………………………………………………………
Produksi…………………………………………………………………………...
Pasca Produksi…………………………………………………………………...
Biaya dan Jadwal Kegiatan
Rancangan Biaya…………………………………………………………………
Jadwal Pelaksanaan Kegiatan……………………………………………………
DaftarPustaka…………………………………………………………………..
Lampiran……………………………………………………………………….
RINGKASAN
Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelahberakhirnya suatu proses. Sampah didefinisikan oleh manusia menurut derajat keterpakaiannya, dalam proses-proses alam sebenarnya tidak ada konsep sampah, yang ada hanya produk-produk yang dihasilkan setelah dan selama proses alam tersebut berlangsung. Akan tetapi karena dalam kehidupan manusia didefinisikan konsep lingkungan maka sampah dapat dibagi menurut jenis-jenisnya.
Sampah-sampah yang sudah dibuang dianggap sudah tidak berfungsi lagi namun ada banyak cara untuk memanfaatkan limbah sampah-sampah tersebut menjadi sebuah karya manusia yang bisa berfungsi dan bermanfaat.Mengingat banyak manfaat yang akan diperoleh dari pengolahan sampah. Hal inilah yang mendasari pengolahan sampah plastik menjadi paraffin yaitu bahan baku pembuatan lilin. Alat dan bahan yang digunakan dalam pengolahan sampah plastik ini merupakan bahan-bahan yang mudah didapatkan di sekitar kita dan dapat diambil dari bahan yang sudah tidak terpakai lagi namun masih dapat kita manfaatkan kembali.
Permasalahan yang menjadi prioritas pada program ini adalah: 1. Banyaknya sampah yang dibiarkan menumpuk yang dapat menyebabkan global warming 2. Kurangnya inisiatif untuk mendaur ulang limbah sampah yang menumpuk 3. Banyaknya gangguan kesehatan yang diakibatkan dari limbah plastik yang tidak terurus.
Program ini adalah dapat mengurangi limbah plastik yang berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan. Dapat menjadikan suatu produk untuk dapat dijadikan sebagai kosumsi publik. Dapat menaikkan nilai ekonomis sampah plastik menjadi nilai ekonomis yang tinggi.











BAB I PENDAHULUAN

Salah satu faktor yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup yang sampai saat ini masih tetap menjadi “PR” besar bagi bangsa Indonesia adalah faktor pembuangan limbah sampah plastik. Kantong plastik telah menjadi sampah yang berbahaya dan sulit dikelola.
Diperlukan waktu puluhan bahkan ratusan tahun untuk membuat sampah bekas kantong plastik itu benar-benar terurai. Namun yang menjadi persoalan adalah dampak negatif sampah plastik ternyata sebesar fungsinya juga.
Dibutuhkan waktu 1000 tahun agar plastik dapat terurai oleh tanah secara terdekomposisi atau terurai dengan sempurna. Ini adalah sebuah waktu yang sangat lama. Saat terurai, partikel-partikel plastik akan mencemari tanah dan air tanah.Jika dibakar, sampah plastik akan menghasilkan asap beracun yang berbahaya bagi kesehatan yaitu jika proses pembakaranya tidak sempurna, plastik akan mengurai di udara sebagai dioksin. Senyawa ini sangat berbahaya bila terhirup manusia. Dampaknya antara lain memicu penyakit kanker, hepatitis, pembengkakan hati, gangguan sistem saraf dan memicu depresi. Kantong plastik juga penyebab banjir, karena menyumbat saluran-saluran air, tanggul. Sehingga mengakibatkan banjir bahkan yang terparah merusak turbin waduk.
Diperkirakan, 500 juta hingga satu miliar kantong plastik digunakan di dunia tiap tahunnya. Jika sampah-sampah ini dibentangkan maka, dapat membukus permukaan bumi setidaknya hingga 10 kali lipat. Begitu fantastisnya sampah plastik yang sudah terlampau menggunung di bumi kita ini. Setiap tahun, sekitar 500 milyar – 1 triliyun kantong plastik digunakan di seluruh dunia.
Diperkirakan setiap orang menghabiskan 170 kantong plastik setiap tahunnya. Lebih dari 17 milyar kantong plastik dibagikan secara gratis oleh supermarket di seluruh dunia setiap tahunnya. Kantong plastik mulai marak digunakan sejak masuknya supermarket di kota-kota besar.
Sejak proses produksi hingga tahap pembuangan, sampah plastik mengemisikan gas rumah kaca ke atmosfer. Kegiatan produksi plastik membutuhkan sekitar 12 juta barel minyak dan 14 juta pohon setiap tahunnya. Proses produksinya sangat tidak hemat energi. Pada tahap pembuangan di lahan penimbunan sampah sampah plastik mengeluarkan gas rumah kaca.(http://bplh.bekasikota.go.id/.2012)
Permasalahan yang menjadi prioritas program ini adalah :
1.    Banyaknya sampah yang dibiarkan menumpuk yang dapat menyebabkan global warming
Sejak proses produksi hingga tahap pembuangan, sampah plastik mengemisikan gas rumah kaca ke atmosfer. Kegiatan produksi plastik membutuhkan sekitar 12 juta barel minyak dan 14 juta pohon setiap tahunnya. Proses produksinya sangat tidak hemat energi. Pada tahap pembuangan di lahan penimbunan sampah sampah plastik mengeluarkan gas rumah kaca. (http://bplh.bekasikota.go.id/.2012)
2.    Kurangnya inisiatif untuk mendaur ulang limbah sampah yang menumpuk
3.    Banyaknya gangguan kesehatan yang diakibatkan dari limbah plastik yang tidak terurus
Saat terurai, partikel-partikel plastik akan mencemari tanah dan air tanah. Jika dibakar, sampah plastik akan menghasilkan asap beracun yang berbahaya bagi kesehatan yaitu jika proses pembakaranya tidak sempurna, plastik akan mengurai di udara sebagai dioksin. Senyawa ini sangat berbahaya bila terhirup manusia. Dampaknya antara lain memicu penyakit kanker, hepatitis, pembengkakan hati, gangguan sistem saraf dan memicu depresi. (http://bplh.bekasikota.go.id/.2012)
Sampah-sampah yang sudah dibuang dianggap sudah tidak berfungsi lagi namun ada banyak cara untuk memanfaatkan limbah sampah-sampah tersebut menjadi sebuah karya manusia yang bisa berfungsi dan bermanfaat.Mengingat banyak manfaat yang akan diperoleh dari pengolahan sampah. Hal inilah yang mendasari pengolahan sampah plastik menjadi paraffin yaitu bahan baku pembuatan lilin. Alat dan bahan yang digunakan dalam pengolahan sampah plastik ini merupakan bahan-bahan yang mudah didapatkan di sekitar kita dan dapat diambil dari bahan yang sudah tidak terpakai lagi namun masih dapat kita manfaatkan kembali.

1.    Perumusan Masalah
1.    Bagaiamna cara pemanfaatan sampah menjadi barang yang lebih bernilai ekonomis?
2.    Bagaimana produksi lilin dapat diterima oleh masyarakat?
3.    Bagaimana pola pemasaran hasil produksi?
BAB II TINJAUAN PUSTAKA

1.    Karakteristik bahan baku
Plastik mencakup produk polimerisasi sintetik atau semi-sintetik. Mereka terbentuk dari kondensasi organik atau penambahan polimer dan bisa juga terdiri dari zat lain untuk meningkatkan performa atau ekonomi. Ada beberapa polimer alami yang termasuk plastik. Plastik dapat dibentuk menjadi film atau fiber sintetik. Nama ini berasal dari fakta bahwa banyak dari mereka "malleable", memiliki properti keplastikan. Plastik didesain dengan variasi yang sangat banyak dalam properti yang dapat menoleransi panas, keras, "reliency" dan lain-lain. Digabungkan dengan kemampuan adaptasinya, komposisi yang umum dan beratnya yang ringan memastikan plastik digunakan hampir di seluruh bidang industri.
Plastik digolongkan menjadi dua jenis berdasarkan kemudahannya untuk dibentuk ulang, yaitu: Plastik Thermoset (Thermosetting Plastic) dan plastik Thermoplas (Thermoplastic Plastic). Plastik Thermoset biasanya lebih keras, lebih kuat dan tidak mudah larut dalam cairan larut daripada plastik Thermoplas. Contoh plastik yang termasuk Thermoset antara lain adalah Phenolic,Melamine, Epoxy. Sementara contoh plastik Thermoplas antara lain adalah Polietilena, Vynil, Polipropilena, Polikarbonat, Polistyrine, Acrylics, dan Nylon. Di antara jenis-jenis tersebut, plastik jenis Thermoset-lah yang digunakan sebagai bahan pembuat peralatan-peralatan manusia, seperti wadah nasi, peralatan dapur, sendok, dan temasuk wadah kosmetik. Lebih khusus lagi, plastik dengan kode PET (Polyethylene Terephthalate) yang digunakan sebagai bahan pembuatan botol/wadah kosmetik dan sebagainya.(Hamonangan, 2009)
PET (Polyethylene Terephthalate) biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air kemasan, botol jus, botol minyak goreng, botol kecap, botol sambal, botol obat, botol kosmetik dan gelas plastik (Machfudi, 2010). Mayoritas bahan plastik PET di dunia untuk serat sintetis (sekitar 60%), dalam pertekstilan PET biasa disebut dengan polyester (bahan dasar botol kemasan 30%). Kemasan plastik dengan kode 1-PET direkomendasikan “hanya untuk sekali pakai”. Bila dipakai berulang-ulang, apalagi untuk menyimpan air hangat atau air panas, akan mengakibatkan lapisan polimernya meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik yang dapat menyebabkan kanker. Bahan ini juga tidak baik untuk menyimpan makanan serta minuman panas. Panas akan mengakibatkan lapisan polimer pada botol bermigrasi ke makanan atau minuman. Tingkat daur ulangnya 23%. Contoh lain rantang makanan dan wadah kosmetik (Machfudi, 2010). PETE atau PET (polyethylene terephthalate) biasa dipakai untuk botol plastik tembus pandang/transparan seperti botol air mineral, botol minuman, botol jus, botol minyak goreng, botol kecap, botol sambal, botol obat, dan botol kosmetik dan hampir semua botol minuman lainnya. Untuk pertekstilan, PET digunakan untuk bahan serat sintetis atau lebih dikenal dengan polyester (Anam,dkk, 2011)
Plastik PET (Polyethylene Terephthalate) yang digunakan untuk botol dan kemasan tersebut jika dilelehkan dapat digunakan untuk membuat lilin. Digunakannya plastik PET (Polyethylene Terephthalate) sebagai bahan baku pembuatan lilin, diharapkan dapat mengurangi limbah plastik yang kini diabaikan oleh masyarakat. Dengan mengurangi volume limbah plastik, maka plastik-plastik yang dibuang itu akan menurunkan polusi lingkungan. Di samping itu, pihak produksi plastik jenis PET(Polyethylene Terephthalate) akan dapat mengembangkan produksinya selain mendaur ulang plastik tersebut menjadi kemasan baru, juga dapat memproduksi plastik menjadi lilin.
2.    Kelebihan produk
Saat ini kerajinan dari sampah plastik telah menjadi produk fashion tersendiri yang berasal dari barang daur ulang atau bisa disebut trashion. Trashion ini artinya fashion dari sampah. Dengan menjadi trashion nanti, produk kerajinan daur ulang sampah kering akan bisa dinikmati tidak saja kalangan masyarakat menengah ke bawah tapi juga kalangan menengah atas yang biasanya sangat memperhatikan kualitas produk kerajinan yang akan dibeli.
Produk ini merupakan pengembangan dari pengolahan limbah sampah plastik sebagai produk yang lebih bermanfaat. Keunggulan yang dimiliki produk ini adalah memanfaatkan limbah sampah sebagai sesuatu yang diolah menjadi barang yang bisa dikonsumsi dan dimanfaatkan. Produk utama yang diprodusi adalah lilin berbahan baku dasar sampah plastik. Lilin ini juga memiliki bentuk yang variatif sehingga dapat lebih meningkatkan harga ekonomis.
3.    Perolehan bahan baku
Bahan baku atau bahan dasar dari produk ini diperoleh dari para pemulung sampah plastik dari berbagai daerah di sekitar tempat produksi.

4.    Peluang pasar
Dengan berbagai macam bentuk dan wangi dari lilin ini maka lilin dapat dijadikan sebagai alat penerang maupun hanya sebagai hiasan. Selain itu lilin ini juga dapat  dijadikan sebagai buah tangan. Sehingga lilin ini bisa menarik perhatian masyarakat dan bisa membuka peluang pasar yang cukup besar.

5.    Strategi pemasaran yang akan dilakukan
    Strategi pemasaran yang dapat dilakukan untuk produk lilin ini adalah dengan strategi harga, proses promosi, dan cara distribusi.
1.    Kebijakan Produk
Usaha ini bergerak dalam bidang pembuatan dan penjualan.Jenis produk berupa lilin yang berbahan dasar limbah plastik.
2.    Kebijakan harga
Kami menjual produk dengan harga Rp 30.000 per bungkus yang berisi 7 batang dan jika eceran harganya Rp 5.000 per batang.

3.    Promosi
Secara umum, dalam memasarkan produk yang baru, maka sektor promosi merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mempromosikan produk yaitu: 
1.    Penyebaran Informasi secara langsung
Penyebaran informasi secara langsung dilakukan dengan cara promosi dari mulut ke mulut. Cara promosi demikian dimulai pada teman-teman kami. Dengan begitu, diharapkan dapat memberi kejelasan produk yang lebih efektif dan setelah itu, diharapkan konsumen akan dapat menyebarkan keunggulan produk kami kepada lebih banyak orang.
2.    Pemberian Informasi secara tidak langsung
Pemberian informasi secara tidak langsung dilakukan dalam beberapa bentuk kegiatan, diantaranya penyebaran brosur dan leaflet, penempelan poster, pemasangan spanduk, dan pemasangan banner produk yang menggambarkan keunggulan produk kami dalam media promosi tersebut secara otomatis juga akan menyertakan nomor telepon untuk memudahkan konsumen yang akan meminta pesanan
3.    Melalui sarana teknologi dan informasi
Semakin berkembangnya teknologi, fasilitas internet semakin mudah didapatkan. Jadi sudah hal yang biasa jika memanfaatkan internet sebagai media promosi. Promosi dapat dilakukan melalui jejaring sosial seperti facebook dan twitter. Selain itu promosi juga dapat dilakukan melalui broadcast melalui Blackberry Messanger (BBM).
4. Kebijakan distribusi
Cara distribusi yang dapat dilakukan adalah dengan menjualnya secara langsung kepada konsumen. Menjalin kerjasama dengan pihak-pihak seperti toko, pusat oleh-oleh, minimarket juga perlu agar dapat menitipkan produk pada tempat tersebut.

















BAB III METODE PELAKSANAAN PROGRAM

1.    Tahap Perencanaan

1.    Pra Produksi
Hal pertama yang dilakukan pada saat tahap perencanaan yaitu survey pasar yang dilakukan sebagai langkah awal dalam memulai sebuah usaha. Tujuan dilakukannya survei  adalah untuk mengetahui kondisi pasar, minat konsumen, dan perencanaan inovasi lebih lanjut.
Hal kedua yang perlu dilakukan pada saat tahap perencanaan yaitu melakukan studi kelayakan terhadap usaha yang akan dijalankan. Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui apakah kegiatan ini memiliki prospek yang menguntungkan dan memiliki prospek jangka panjang.
1.    Tahap Persiapan
Persiapan yang perlu dilakukan adalah meliputi persiapan dalam pemilihan dan penyediaan tempat serta sarana dan prasarana untk menunjang proses produksi.Persiapan dan pengadaan  bahan baku serta perlengkapan alat-alat untuk langkah awal memulai suatu usaha. Persiapan bahan baku yang lengkap akan memudahkan saat proses produksi.
2.    Tahap Pengadaan Produk
Pembuatan sampel barang diperlukan sebagai langkah awal untuk mengetahui kualitas suatu produk sebelum nantinya dipasarkan dalam jumlah besar. Dalam pembuatan, hal yang perlu dilaksanakan adalah mengetahui gambaran akhir produk, pengemasan produk, keserasian produk dengan objek di lapangan, serta penampilan produk. Sampel yang telah dibuat kemudian dibuat sebagai acuan untuk mengenali selera masyarakat dan dapat dijadikan sebagai tolok ukur produk yang bagaimana yang sesuai dengan selera masyarakat.
2.    Produksi
1.    Tahap pelaksanaan kegiatan
Proses produksi merupakan kegiatan inti dari aktivitas wirausaha, kegiatan produksi memiliki beberapa tahapan, tahapan tersebut meliputi persiapan bahan baku, kegiatan pengolahan  dan pembuatan produk, pengemasan, dan juga pemasaran kepada konsumen.
Kegiatan pengolahan dan pembuatan produk.Alat dan bahan yang digunakan yaitu
1.    sampah plastik jenis PET (Polyethylene Terephthalate)
2.    gelas air mineral 220 ml 440 ml
3.    kaleng biskuit
4.    pipa besi sepanjang 3,5 m
5.    lem besi
6.    tabung gas
7.    cetakan lilin
8.    benang kasur.
Langkah – langkah membuat alat pengubah sampah plastik menjadi parafin yaitu sebagai berikut :
1.    Buatlah pipa besi sepanjang 3,5 m menjadi pipa besi destilasi sederhana.
2.    Buat lubang pada tutup kaleng biskuit dengan ukuran yang sama dengan  diameter pipa besi ± 4 cm
3.    Masukkan sampah plastik kedalam kaleng biskuit
4.    Tutup kaleng dengan tutup yang telah dimodifikasi dengan pipa besi destilasi sederhana.
5.    Alat pengubah sampah plastik menjadi minyak mentah siap digunakan.

Langkah – langkah destilasi
1.    Membersihkan limbah plastik dari kotoran yang menempel karena akan berpengaruh terhadap hasil lilin yang akan didapatkan.
2.    Masuk dan padatkan limbah plastik kedalam kaleng yang telah disiapkan untuk proses destilasi
3.    Masukkam limbah plastik ke dalam kaleng biskuit dan padatkan sehingga ruang diantara biskuit tidak ada.
4.    Panaskan selama 45 menit sehingga limbah plastik tersebut meleleh dan akan berubah menjadi gas dan akan menghasilkan minyak
5.    Setelah pemanasan tersebut akan menghasilkan zat sisa yaitu parafin yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan lilin.
6.    Tuangkan cairan parafin dan aromaterapi kedalam cetakan yang telah disiapkan, kemudian dinginkan sekitar 1 jam untuk memastikan lilin tersebut benar-benar telah kering.
Kegiatan produksi selanjutnya adalah pemasaran. Pemasaran merupakan kegiatan yang sangat penting karena dengan pemasaran, produk yang dihasilkan dapat dipasarkan kepada konsumen. Pemasaran dapat dikatakan berhasil ketika terdapat suatu strategi pemasaran yang efektif dan menarik konsumen, misalnya melalui mekanisme penentuan segmentasi pasar dan pemasaran melalui media-media sosial yang atraktif dan dapat menarik konsumen. Pemasaran juga harus memperhatikan segmentasi konsumen dan segmentasi lokasi pemasaran, kegiatan promosi dan kegiatan perluasan usaha atau pangsa pasar.
Promosi dilaksanakan dengan tujuan untuk mengenalkan produk kepada konsumen. Hal ini dilakukan dengan membuat pamflet-pamflet yang di design  dengan sedemikian rupa dan berisi informasi tentang gambaran produk, penawaran barang dan harga,  cara pemesanan, diskon yang diberikan kepada pelanggan serta mengenai lokasi penjualan produk. Sasaran pamflet  ini adalah tempat-tempat umum yang potensial untuk dikunjungi banyak orang, seperti pasar, alun-alun kota, kantor-kantor pemerintah, lembaga pendidikan, dan pada tempat-tempat strategis misalnya di daerah perempatan atau pertigaan jalan raya yang sering dilalui oleh banyak orang.
3.    Pasca Produksi
Tahapan akhir yang dilakukan adalah kegiatan pelaporan yang berada pada tahap pasca produksi. Tahap pelaporan berisikan laporan data kegiatan mulai dari tahap pasca produksi dan tahap produksi dengan durasi waktu tertentu. Tahap pelaporan ditujukan untuk mengetahui rangkaian kegiatan usaha dan keuntungan yang didapat, sehingga diperoleh data yang akurat sebagai bahan evaluasi.






BAB IV BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN
1.    Rancangan Biaya
Rancangan biaya untuk program ini tertera pada tabel di bawah ini.
Tabel Rancangan Biaya Program
1.    Peralatan penunjang
No    Nama Barang    Harga (Rp)    Jumlah    Satuan    Total harga (Rp)
1.    gelas air mineral 220 mL    5.000    30    Buah    150.000
2.    gelas air mineral 440 mL    8.000    30    Buah    240.000
3.    Kaleng biskuit    2.000    30    Buah    60.000
4.    Pipa besi    25.000    30    Buah    750.000
5.    Kompor gas    500.000    3    Buah    1.500.000
6.    Cetakan lilin    5.000    40    Buah    200.000
7.    Gunting    5.000    15    Buah    75.000
8.    Baskom    10.000    20    Buah    200.000
TOTAL    3.175.000

2.    Bahan habis pakai
No    Nama Barang    Harga (Rp)    Jumlah    Satuan    Total Harga (Rp)
1.    Sampah plastik    5.000    100    Kg    500.000
2.    Lem besi    10.000    30    Buah    300.000
3.    Tabung gas    50.000    5    Buah    250.000
4.    Benang kasur    2.000    10    bendel    20.000
5.    Plastik    15.000    10    Pak    150.000
6.    Aromaterapi    25.000    20    botol    500.000
TOTAL    1.720.000

3.    Perjalanan
Material    Kuantitas    Biaya (Rp)    Jumlah (Rp)
Survei bahan di sekitar Semarang     Pp x 2 orang    20.000    80.000
Membeli bahan di sekitar Semarang     Pp x 2 orang    20.000    80.000
Membeli peralatan penunjang    Pp x 2 orang    20.000    80.000
TOTAL    240.000

2.     Jadwal Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan  PKM ini direncanakan berlangsung 5 bulan. Rencana program ini tertera pada tabel dibawah ini :
Tabel Rencana Jadwal Pelaksanaan Program
No    Jenis Kegiatan    Bulan 1    Bulan 2    Bulan 3    Bulan 4    Bulan 5
        1    2    3    4    1    2    3    4    1    2    3    4    1    2    3    4    1    2    3    4
1.    Pengumpulan bahan baku    √    √                                                                       
2.    Pembelian alat            √    √                                                               
3.    Pembelian Bahan            √    √                                                               
4.    Riset Pasar                    √    √                                                       
5.    Proses Produksi (pembuatan bahan)                            √    √    √    √    √    √    √    √                       
6.    Pembuatan banner                                                            √    √               
7.    Promosi                                                                    √    √       
8.    Penyerahan laporan                                                                            √    √









DAFTAR PUSTAKA


http://id.wikipedia.org/wiki/Plastik 2014
http://id.wikipedia.org/wiki/Sampah 2014
http://bplh.bekasikota.go.id/read/82/bahaya-sampah-plastik-bagi-lingkungan-dan-kesehatan 2012
http://goldgenerations.blogspot.com/2013/09/pemanfaatan-limbah-plastik-di_20.html 2013
http://nikoenvironment.blogspot.com/p/toko-pemanfaatan-limbah-kertas-pkm-k.html
Anam, Khoirul, dkk. 2010 . Makalah Pengetahuan lingkungan Plastik, (online), (http://www.scribd.com/doc/31788396/makalah-fungsi-dan-tanda-pada-bahan-plastik). Diakses tanggal 10 September 2014.
 Hartanto, Frans. 2010. Kreasi Lilin Hias .(online), (http://keramik88.com/kreasi-lilin-hias/mengatasi-masalah-pembuatan-lilin-hias.html). Diakses tanggal 12 September 2014.
 Hamonangan. 2009. Jenis Plastik, Penggunaannya dalam Kehidupan, dan Penanganannya, (online), (http://www.scribd.com/doc/16150835/Karya-Tulis-Ilmiah-Monang). Diakses tanggal 9 Februari 2011.

Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang  fungsi hias kerajinan limbah dan contoh

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang Search Result for keyword rah University of Malang Digital Library 

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.

buka mesin jahit : uap.unnes.ac.id/pkm-bidikmisi/936393241
Copyright © 2016 Kursus Menjahit.