MENJAHIT DAN MENJAHIT


apa yang akan kamu lakukan apabila saat memotong pola badab tidak pas atau sesuai dengan pola kerung lengan  - percaya atau gak sekarang aku memang harus mencari pengetahuan seluas-luasnya tentang dunia jahit menjahit dengan segala keterbatasanku hanya bisa berucap bismillah.


MACAM-MACAM MESIN JAHIT

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi,  kursus menjahit
 MENJAHIT DAN MENJAHIT

Banyak macam mesin jahit mulai dari klasik hingga yang moderen. Harganya pun bervariasi mulai dari yang ratusan ribu hingga puluhan juta. Sebagai seorang yang ingin menggeluti dunia jahit tentu kita harus mengenal macan-macam mesin jahit. Berikut adalah beberapa dari sekian banyak jenis dan model mesin jahit yang saya ketahui:

1. Mesin Jahit Klasik




Jenis mesin jahit tradisional. Mesin jahit ini banyak dikenal karena hampir semua penjahit pernah mengguanakan mesin jahit jenis tersebut dan masyarakat pada umum pun sering menjumpai bahkan memiliki mesin jahit jenis ini dirumahnya. :

2. Mesin Jahit HighSpeed.




Mesin jahit dengan kecepatan tinggi dan biasana dipakai di konveksi-konveksi dan garment.
sangat cocok untuk menjahit bahan jeans, kapas dan serat kimia dengan , hasil rajutan. mesin jahit jenis ini dilengkapi dengan pasokan minyak otomatis dan hasil jahitannya pun sangat stabil dan indah. Mengoperasikannya cukup mudah dan melakukan pekerjaan bisa lebih cepat karena dilengkapi dengan motor listerik berkecepatan tinggi

3. Mesin Jahit Automatic




Jenis mesin jahit yang dilengkapi sistem komputerisasi dan layar monitor. Ini lebih canggih dari jenis mesin jahit no. 2. Pengguna bisa mengatur sistem yang diinginkan melalui tombol-tombol yang tersedia.Mesin jahit Automatic mampu memotong benang dengan sendirinya, mengunci jahitan diawal dan diakhir jahitan, mengatur pada langkah keberapa jahitan akan berhenti dan masih banyak fitur-fitur lainnya. Pada awal penggunaan, kita akan merasa kaku dan sering salah dalam pengoperasian tetapi setelah terbiasa akan terasa lebih mudah dan melakukan pekerjaan akan terasa jauh lebih cepat.

4. Mesin Jahit Obras


cocok untuk overclocking dan overedging bahan ringan dan menengah pelumasan secara otamatis dan kinerja yang sangat baik low sewing tension,Jahitan rapi dan indah


5. Mesin Lubang Kancing




Mesin jenis ini kegunaannya untuk membuat jahitan dalam lubang kancing dan pada beberapa tipe bisa digunaka sekaligus untuk memasang kancing. Model, tipenya, ukurannya dan harganya juga bermacam-macam. sangat efektif dan efesien dalam melakukan pekerjaan



5. Mesin Jahit Jarum Dua Rantai (Distro)





Mesin ini mengadopsi mekanisme tipe jarum feed mechanism, mengambil dan menangkap untuk menghasilkan
dua baris jahitan rantai, yang tegas dan elastis, cocok untuk jahitan biasa dan jahitan dekoratif, pakaian dalam, pakaian berbahan dasar kaos, bedcover dan kulit. Ada lima jenis alat ukur yang tersedia untuk seleksi.


6. Mesin Jahit Overdeck





Mesin ini mengadopsi sistem pelumasan otomatis tertutup yang lengkap, drive utama mengadopsi timing belt untuk menjamin kecepatan tinggi dan mengurangi kebisimgan. mesin jahit jenis ini harus di servive secara khusus, untuk meningkatkan kapasitas ketahanan aus nya.
Model dasar dari mesin ini dapat membentuk dasar menjahit dan tingkat lanjut. Mesin ini biasanya digunakan khusus untuk membuat pakainan berbahan dasar kaos, tetapi dapat juga digunakan untuk menjahit ritsleting nilon dan scallop.

Sebetulnya masih banyak jenis-jenis mesin jahit tetapi untuk Anda yang mau belajar menjahit sekedar untuk hobby atau hanya melakukan pekerjaan menjahit dirumah, mengenal beberapa jenis mesin yang disebut diatas itu sudah lebih dari cukup.



BAGIAN-BAGIAN MESIN JAHIT



nah loyalis setelah kita mengetahui macam-macam jenis mesin jahit kita mendalami lagi tentang bagian-bagian mesin jahit yang perlu diketahui oleh para loyalis sekalian.


Bagian-bagian pada mesin jahit yang akan saya terangkan ini adalah bagian-bagian dari mesin jahit kecil, karena pada umumnya disaat seseorang mau belajar menjahit selalu meggunakan mesin jahit tipe tersebut.








1. TUAS BENANG
- Mengangkat dan menurunkan benang.



2. TUAS ANGKAT
- Menurun dan menaikkan tiang penekan jahitan.


3. PENJEPIT BENANG
- Menentukan tegangan benang atas.


4. KAWAT BENANG
- Menstabilkan posisi benang.


5. HALU-HALU & DUDUKAN JARUM
- Tempat memasang jarum yang biasa bergerak keatas dan kebawah saat mesin dijalankan.


6. SEPATU MESIN JAHIT
- Untuk menjepit kain saat proses menjahit berlangsung.


7. GIGI MESIN JAHIT
- Penggerak atau pendorong kain disaat menjahit.


8. TUAS PENGATUR JARAK JAHITAN
- Mengatur jarak jahitan, kalau dalam mengetik sama dengan mengatur jarak spasi .


9. RODA SPUL
- Untuk mengisi spul dengan benang saat spul mau digunakan.


10. SKRU PENGUNCI MESIN
- Mesin jahit akan berhenti apabila bagian ini dilonggarkan.


11. RODA IMBANG

- Roda untuk memulai dan memberhentikan mesin jahit.


12.TIANG DUDUKAN BENANG
- Untuk menyimpan gulungan benang.


tahapan yang selanjutnya nih Loyalis kita juga perlu memahami perlengkapan apasaja yang harus kita siapkan dalam menjahit.


Perlengkapan :
1. Buku gambar lebar/buku fashion.
2. Penggaris kertas skala 1/4 (seperempat)
3. Kertas roti warna merah/biru (usahakan 2 warna).
4. Penggaris segitiga kecil
5. Pensil merah biru
6. Meteran
7. Tali dari kain
8. Gunting kain
9. Penggaris untuk lengkung lengan
10.Penggaris untuk lengkung pinggul
11.Gunting kertas
12.Gunting benang
13.Rader
14.Pendedel benang/pembongkar benang
15.Kertas karbon untuk bahan
16.Jarum pentul


Alat jahit-menjahit
Benang
Gunting
Jarum pentul
Jarum jahit
Bantalan jarum
Mesin jahit
Spul
Pendedel (pembuka jahitan)
Bidal (topi jari)
Sekoci
Sepatu jahit
Mesin obras
Mesin rumah
kancing
Mesin pasang kancing
Mesin som
Mesin plisket
Alat untuk membuat pola
Buku kostum (buku pola)
Boneka jahit (boneka pengepas)
Pita ukur (meteran)
Kertas
Pensil gambar (warna hitam, merah, biru)
Penghapus
Penggaris (penggaris siku, penggaris lengkung, penggaris lurus)
Pita skala
Kapur jahit
Karbon jahit
Rader
Jarum pentul
Gunting kertas SEMUA ALAT-ALAT INI BISA DIDAPATKAN DI TOKO
PERALATAN MENJAHIT



ISTILAH-ISTILAH DALAM MENJAHIT


Islilah-istilah dalam menjahit. Berikut adalah kumpulan istilah dan singkatan yang sering kita temui dalam dunia busana

    Lingkar badan : Ukuran diambil dengan cara mengukur lingkaran badan terbesar melalui ketiak dan dada
    Lingkar pinggang : Ukuran diambil dengan cara mengukur pinggang, diukur pas
    Lingkar pinggul : Ukuran diambil dengan mengukur lingkar pinggul yang terbesar
    Lingkar lengan : Ukuran diambil dengan mengukur lingkar pangkal lengann diukur melewati ketiak dan kedudukan meteran mendatar
    Lingkar leher : Ukuran diambil dengan mengukur lingkar leher paling bawah dan meteran tidak boleh kendur
    Dada A (atas) : Ukuran diambil dengan cara mengukur dada bagian atas, dari ujung bahu kanan sampai ujung bahu kiri
    Dada B (bawah) : Ukuran diambil dengan cara mengukur jarak dari ujung bawah ketiak kanan sampai ujung bawah ketiak kiri, posisi meteran di tengah-tengah dada
    Lebar Muka : Ukuran diambil dengan cara mengukur sisi kanan dada sampai sisi kiri dada pada jarak 5 - 6 cm dari bawah lekuk leher
    Turun BH : Ukuran diambil dari lekuk leher sampai tengah-tengah kedudukan dada
    Jarak payudara : Ukuran diambil dengan cara mengukur puncak payudara sebelah kiri pampai puncak payudara sebelah kanan
    Tinggi dada : ukuran diambil dengan cara mengukur jarak dari pinggang sampai puncak payudara
    Tinggi puncak : Ukuran diambil dengan cara mengukur jarak dari pangkal lengan sampai ujung bahu
    Panjang dada : Ukuran diambil dengan cara mengukur jarak dari lekuk leher bawah sampai pinggang
    Punggung atas : Diukur dari ujung bahu kanan sampai ujun bahu kiri
    Punggung bawah : Diukur dari ujung bawah ketiak kanan sampai ujung bawah ketiak kiri
    Lebar bahu : Diukur dari leher bagian bawah sampai ujung bahu
    Tinggi panggul/pinggul : Diukur dari pinggang ke bagian pinggul yang terbesar
    Tinggi duduk : Diukur dari pinggang orang yang sedang duduk sampai permukaan tempat duduk
    Pesak : Ukuran diambil dengan cara mengukur jarakdari tengah pinggang bagian depan sampai pinggang bagian belakang, melalui selangkangan
    Lingkar lutut : Ukuran diambil dengan cara mengukur lingkaran lutut
    Tinggi lutut : Diukur dari pinggang sampai lutut
    Panjang celana : Diukur dari pinggang sampai mata kaki atau sesuai keinginan
    Panjang baju : Diukur dari tengkuk sampai panjang yang diinginkan
    Lengan atas = lengan pendek : Diukur dari ujung bahu sampai diatas siku
    Lengan bawah = lengan panjang : Diukur dari ujung bahu sampai pergelangan
    Lebar kaki : Mengukur lebar kaki celana yang dipakai atau sesuai model pesanan
    Lingkar siku : Ukuran diambil dengan cara menekuk lengan terlebih dahulu lalu dukur pada bagian yang menekuk (siku)
    Lingkar kepala : Ukuran diambil dengan cara mengukur lingkar bagian kepala yang terbesar
    Pola dasar        : Pola yang dibuat berdasarkan ukuran yang sebenarnya dan belum diubah
    LH                   : Lingkar Hip = ukuran lingkar panggul
    LP                    : Lingkar pinggang = ukuran lingkar pinggang
    BP                    : Bush point = Bagian tertinggi dari buah dada
    Kerung lengan : Ukuran lingkar lengan pada pola
    Kerung leher    : Ukuran lingkar leher pada pola
    Tinggi Hip        : Jarak antara pinggang dengan pinggul, biasanya 18
    Panjang rok      : Panjang rok yang di ukur dari pinggang sampai mata kaki
    Kupnat             : Bagian dari pola yang nantinya akan di jahit, berbentuk segitiga
    Kampuh           : Bagian pinggiran kain yang merupakan tempat untuk menggabungkan kain yang satu dengan kain yang lain, lalu di jahit sesuai garis pola/rader.
    Sepatu reseleting : Sepatu mesin yang tapaknya hanya sebelah, hingga dapat menjahit bagian yang pinggir sekali.
    Sepatu reseleting jepang : Sepatu mesin yang digunakan untuk menjahit reseleting jepang







memahami sketsa
Untuk bisa memahami gambar sketsa sebuah design ataupun foto suatu design agar dapat membuat pola nya dengan tepat dan merealisasikannya menjadi busana yang sesuai design nya ada satu hal yang harus diperhatikan dan ini sangat penting.

Untuk dapat membuat pola ( pattern ) dengan BENAR / TEPAT sesuai design suatu gambar sketsa atau foto, kita terlebih dahulu perlu dapat membaca ( memahami ) gambar ( design ) atau foto tersebut.
Bagaimana untuk dapat memahami suatu design yang berupa gambar atau foto? Untuk dapat memahami suatu design sudah tentu kita terlebih dahulu harus bisa menggambar juga, sama halnya seperti kita bisa menulis dan membaca.

Bagaimana agar bisa menggambar ? Tentu saja belajar dengan cara yang tepat. Seperti waktu SD, kita diajari guru menulis huruf dan kata dengan benar, lalu dirangkai menjadi suatu tulisan / karangan yang akan berkembang terus hingga menjadi suatu artikel bahkan dapat menulis buku. Coba lihat, tulisan waktu SD dan tulisan waktu jadi mahasiswa/i, berbeda kah ?

Saya tidak bakat gambar, bagaimana kalau gambar nya tidak bagus alias jelek?

Jangan berkecil hati dulu, tulisan dokter ( suatu profesi yang mulia, menolong orang meringankan penderitaan dan menyembuhkan penyakit ) yang terkenal dengan ” tulisan dokter ” itu, banyak yang kurang rapi dan tidak dapat dibaca oleh orang awam. Tetapi, apoteker mengerti dan memahami nya, apoteker akan meracik obat dengan tepat sesuai resep dari dokter untuk menyembuhkan pasiennya.

Sama halnya, gambar design Anda yang Anda rasa kurang bagus itu, asal dapat dimengerti atau dipahami oleh pattern maker itu namanya sudah bagus.








Cara menjahit. pengetahuan dasar yang tidak kalah pentingnya adala cara mengukur badan supaya kita mendapatkan ukuran-ukuran untuk pakaian yang mau kita jahit. Berikut adalah beberapa bagian penting untuk di ukur yang harus kita ketahui



1. Lingkar Dada (LD)
Sekeliling dada diukur dengan meteran dimulai dari bagian tengah dada sampai ke belakang (bagian punggung) lalu kembali ke tengah dada, ingat! Meteran harus melalui bawah ketiak




2. Lingkar pinggang
Jangan lupa, pinggang harus kita ikat terlebih dahulu dengan tali ban atau karet elastic dan jangan dilepas hingga pengukuran selelsai. Ukurlah lingkar pinggang dengan mengukur sekeliling pinggang



3. Lingkar Pinggul 1 (Lingkar Hip)
Ukurlah sekeliling pinggul anda tepat melewati bagian pinggul yang paling besar, sisakan 2 cm.Lihat gambar no.4.

4. Tinggi pinggul (Tinggi Hip)
Ukurlah kebawah dari pinggang sampai pinggul yang paling besar tadi (no.3)

5. Lingkaran tengah hip
Adalah lingkar pinggul yang diukur pada posisi tepat antara bagian lingkaran panggul dan lingkaran pinggang.Biasanya diukur dari pinggang 8-10 cm dari pinggang.Lihat gambar no.6

6. Panjang punggung
Diukur dari pangkal leher (belakang leher, pas tonjolan tulang), sampai ke bagian pinggang(pas tali diikat).

7. Panjang keseluruhan
Panjang punggung ditambah panjang dari pinggang sampai yang dikehendaki.

8. Panjang Rok
Diukur dari pinggang sampai bagian yang dikehendaki.

9. Panjang lengan
Ukurlah dari pangkal lengan sampai pergelangan lengan

10.Lebar punggung
Ukurlah dari pangkal lengan sebelah kiri sampai pangkal lengan sebelah kanan bagian belakang.

11.Lebar dada
Ukurlah bagian depan, dari pangkal lengan sebelah kiri sampai sebelah kanan.

12. Lingkar lubang lengan
Ukurlah sekeliling lengan dengan melewati pangkal lengan depan, pangkal lengan belakang, kembali lagi ke bahu.Ditambah 1 cm.

13.Panjang bahu
Diukur dari bagian samping leher sampai ke pangkal lengan.



Untuk anda ingin belajar menjahit tetapi tidak memiliki watu untuk mengikuti kursus, anda bisa belajar secara otodidak di rumah. berikut ini langkah-langkah membuat pola dasar untuk pakaian wanita dengan sistem sederhana. Mudah-mudahan tulisan ini bisa anda pelajari dengan mudah. Ukuran dibawah ini hanya sebagai contoh, anda bisa mengganti dengan ukuran anda sendiri. Untuk mengambil ukuran anda bisa melihat artikel cara mengukur badan






UKURAN:
Lingkar Leher = 36 cm
Lingkar Badan = 88 cm
Lingkar pinggang = 60 cm
Panjang Muka = 30 cm
Lebar Muka = 31 cm
Tinggi Dada = 14 cm
Panjang Sisi = 17 cm
Panjang Bahu = 12 cm
Lebar Punggung = 33 cm
Panjang Punggung = 36 cm
Jarak Dada = 17m










KETERANGAN POLA BADAN MUKA:
A – B = 1/6 Lingkar leher + 2 cmB – C = Panjang Muka
C – D = A – E = ¼ Lingkar badan + 1cm
A – A1 = 1/6 Lingkar leher + 0,5 cm
A1 – A2 = Panjang bahu
A2 – A3 = turun 4 cm
B – B1 = 5 cm
B1 – B2 = ½ Lebar muka
C – C1 = ¼ Lingkar pinggang + 1 + 3 cm
C – C2 =1/10 Lingkar pinggang + 1 cm
C2 – CC3 = 3 cm
C1 – C4 = naik 1,5 cm
C4 – K = Panjang sisi
C – M = Tinggi dada
M – O = ½ Jarak dada









KETERANGAN POLA BADAN BELAKANG:
A – B = 1,5 – 2 cm
B – C = Panjang punggung
C – D = A – E = ¼ Lingkar badan – 1 cm A – A 1 = 1/6 Lingkar leher + 0,5 cm
A1 – A2 = Panjang bahu
A2 – A3 = Turun 3 cm
B – B1 = 10 cm
B1 – B2 = ½ Lebar punggung
C – C1 = ¼ Lingkar pinggang – 1cm+3cm
C – C2 =1/10 Lingkar pinggang
C2 – C3 = 3 cm
C1 – K =Panjang sisi



POLA DASAR ATASAN





Ukuran yang dipakai :Lingkar dada : 82 cm (LD)
Panjang punggung : 37 cm

Langkah membuat pola :

    Tarik garis AD, dimana AB=Lingkar dada (LD)/2 + 5 (longgar)
    Tarik garis AB, dimana AB adalah panjang punggung
    Antara garis AB buat titik E, panjangnya LD/6 + 7, lalu tarik garis lurus ke F.
    Beri tanda G pada garis EF, panjangnya LD/6 + 4.5
    Lalu buat garis G I
    Dari titik F beri tanda H, panjangnya LD/6 + 3
    Lalu buat garis H J
    Beri tanda K pada garis AD panjangnya LD/20 + 2.7 (leher belakang)
    Beri tanda L pada garis AD, panjangnya LD/20 + 2.7 (leher depan= X).
    Tarik garis antara DM, panjangnya LD/20 + 2.7 + 1 (=X +1)
    Selesai tahap pertama dalam membuat pola, masuk ke tahap selanjutnya.



Langkah :

    Bagi menjadi tiga bagian garis leher belakang(AK) beri tanda o, buat garis keatas panjang sebesar o
    Bagi garis UM menjadi 2 bagian, beri tanda Q, buat garis miring 45 derajat besar panjang = Q
    Beri tanda pada garis lengan (GI) sebesar o (1X), lalu sisanya dibagi 2 sama besar, lalu tarik garis ke samping sebesar o.
    Beri tanda pada garis JE sebesar o (2X), lalu sisanya dibagi 2 sama besar.
    Dari C dibuat garis tambahan sebesar Q, ke arah bawah, beri nama titik R
    Garis EF dibagi 2 diberi nama titik T, lalu dari titik T maju ke arah E sebesar 0.5 cm.Dari titik 0.5 cm tadi sampai titik G di bagi 2 sama besar (W).Buat garis miring 45 derajat yang panjangnya W + 0.5.
    Garis FH dibagi dua sama besar, lalu maju 0.7 cm ke arah H, tarik garis ke bawah sepanjang 4 cm, di beri nama titik BP (Bush Point)
    Cek semua yang telah di kerjakan dan di hitung, selanjutnya kita akan membentuk titik2 diatas menjadi pola.




    Buat lengkung garis leher belakang.
    Tarik garis bahu sampai N
    Buat kerung lengan belakang
    Buat lengkung leher depan, jangan lupa turunkan dari titik L 0.5 cm ke bawah.
    Tarik garis bahu dari titik 0.5 sampai O, panjangnya = panjang bahu belakang - 2 cm.
    Buat kerung lengan belakang.
    Tarik garis BP sepanjang 4 cm.
    TP = 2 cm, tarik garis menghubungkan dari R - P
    Setelah selesai pola siap di gunting sesuai garis yang tebal, garis biru dan garis merah.
    Pada saat membuat kerung lengan gunakan penggaris kerung lengan sehingga bentuknya menjadi bagus.

Gunting pola, pola siap digunakan.








POLA DASAR BLUS ANAK-ANAK






Lingkar dada : 60 cm
Panjang Punggung : 26

Langkah :

    Buat garis AB, Lingkar dada/2 + 7
    Buat garis AD, panjang punggung
    Lalu buat segiempat.
    Buat titik E, letaknya = LD/4 + 0.5
    Buat garis dari E ke F, lalu bagi tiga sama besar.
    Dari titik G mundur 1,5 cm lalu tarik garis lurus keatas
    Dari titik H mundur 0.7, lalu tarik garis lurus ke atas
    Buat titik K dengan membagi 2 sama panjang garis DC, dinamakan garis KL.




Langkah


    Dari titik A buat titik yang panjangnya LD/20+2.5 = =5.5 .lalu tarik garis ke atas.
    Bagi tiga kita beri kode = o
    Pada titik I ke arah G, garis di bagi dan dia beri tanda.
    Dari titik B buat titik M yang panjangnya = x = 5.5a
    Buat titik N, yang panjangnya dari B = X + 0.5
    Dari titik J ke arah H garis dibagi,lihat gambar.
    Dari F sampai batas garis di bagi 2, lalu tarik garis lurus ke bawah




Langkah :

    Setelah selesai semua sista bisa membuat lengkungan yang di perlukan.
    Buat lengkung leher depan, lengkung leher belakang, kerung lengan depan, kerung lengan belakang.

Beri warna dan di gunting, pola siap digunakan






Ukuran :
Lingkar lengan : 40 cm (ukur pola lingkar lengan depan dan belakang/AH)
Panjang lengan : 52 cm

Langkah :

Tarik garis AB, panjangnya : AH/4+3
Tarik garis AE, panjangnya AH/2 + 1.5
Tarik garis AD, panjangnya AH/2
Tarik garis AC, panjangnya = panjang lengan




Langkah :

Bagi garis AE dan AD menjadi 4 bagian
Bagi bagian bawah lengan, masing2 menjadi 2 bagian
Bentuk lengan.
Bagian yang melengkung kedalam (sebelah kanan)adalah bagian depan,dan sebelahnya adalah bagian belakang.


Sama halnya dengan belajar yang lain, untuk belajar menjahit pakaian diperlukan ketekunan. Mungkin pada awalnya anda akan berpikir atau merasa tidak punya bakat, merasa lelah dan bosan karena belajar tidak bisa-bisa lalu menyerah begitu saja.


Sebetulnya untuk bisa mejahit pakaian tidak ada istilah tidak punya bakat, keuletan dan kemauna untuk belajar menjahit pakaian adalah kunci keberhasilan supaya anda menjadi mahir dalam menjahit pakaian.


Ada beberapa tips dalam mempelajari cara menjahit pakaian. Mudah-mudahan tips ini bisa menjadi bekal anda untuk belajar



Untuk pemula dan sebagai awal belajar menjahit, buatlah model-model pakaian yang erhana dan tidak terlalu ribet supaya tidak terjadi banyak kesalahan yang akhirnya akan membuat anda kehilangan semangat. Baju anak-anak dan pakaian-pakaian santai bisa kita jadikan untuk bahan praktek

Pergunakan kain yang murah, atau kain-kain bekas pembungkus seperti menggunakan karung terigu misalnya atau kain-kain kiloan untuk menghemat harga

Belajar dari orang yang sudah profesional, atau anda bisa mempelajari secara diam-diam dengan menjahitkan satu baju ke mereka untuk anda pelajari, teknik jahitannya seperti apa, bagian mana saja yang harus diberi lapisan dst.

Kunci utama harus tetap semangat….semangat…dan semangat !!!! Jangan putus asa kalau terjadi kesalahan dan menemui kesulitan. Teruslah belajar dan insyaAllah dalam waktu 6 bulan anda akan mahir dalam menjahit pakaian








Persiapan dan Pengertian Pola Dasar

Tahukah Anda? Ketika Anda ingin membuka usaha Rumah Fashion, modal utama selain materi ada satu hal yang sangat vital yaitu anda harus tahu cara membuat pola pakaian. Pola atau Patern biasanya terbuat dari kain atau potongan kertas karton yang dipakai untuk membentuk bagian-bagian potongan pakaian sebelum dijahit. Setiap Desain Pakaian memiliki pola tersendiri, karena dari pola itulah nanti terbentuk pakaian. Pola biasanya
mengikuti ukuran Desain Kostum bentuk badan dan model tertentu.

Pola dasar tesebut terdiri dari :

    Pola badan bagian atas, yaitu dari bagian bahu sampai ke pinggang dan biasanya disebut pola badan bagian muka dan belakang.
    Pola dasar bagian bawah, yaitu dari pinggang hingga lutut atau sampai mata kaki. Atau untuk pakaian wanita biasa disebut pola dasar rok muka dan belakang.
    Pola lengan, dimulai dari lengan bagian atas atau bahu terendah sampai pada bagian siku atau pergelangan dan biasa disebut pola dasar lengan.
    Ada juga pola badan atas dengan pola badan bawah yang menjadi satu biasa pola ini untuk pola dasar gaun atau baju terusan.

Cara Mengambil Ukuran Badan

    Disaat kita mau mengambil mengambil ukuran badan dari orang yang pakaiannya mau kiya jahit, model atau orang yang mau diukur harus berdiri lurus dengan sikap tegak supaya semua ukuran yang mau kita ambil tepat dan akurat. Sebelumnya, pinggang orang yang mau kita ukur ikatlah dengan ban elastic atau atau tali ban dengan lebar tidak lebih dari 2 cm sebagai batas badan atas dan bawah. Perhatikan benar agar letak tali tepat di tempatnya dan tidak berkelok-kelok.



Bagian Tubuh Yang Harus Kita Ukur

    Lingkar Leher (LL) diukur sekeliling batas leher bawah, dengan meletakkan jari telunjuk di tekuk leher atau diukur dan di tambah 1 cm
    Lingkar Badan (LB) diukur sekeliling badan atas yang terbesar, melalui puncak dada, diukur pas ditambah 4 cm atau dengan menyelakan 4 jari.
    Lingkar Pinggang (LPc) diukur sekeliling pinggang pas.
    Tinggi Panggul (TPa) diukur dari bawah ban pinggang sampai batas panggul.
    Lingkar Panggul (LPa)iukur sekeliling panggul atau badan bawah yang terbesar, diukur pas, kemudian ditambah 4 cm atau diselakan 4 jari.
    Panjang Punggung (PP) diukur dari tulang leher belakang yang menonjol kebawah sampai dibawah ban pinggang.
    Lebar Punggung (LP) diukur dari tulang leher belakang yang menonjol turun 9cm lalu diukur datar dari batas lengan kiri sampai kanan.
    Panjang Sisi (PS) diukur dengan menyelakan penggaris dibawah ketiak, kemudian diukur dari dari batas penggaris kebawah sampai bawah ban pinggang dikurangi 2 sampai 3 cm
    Panjang Muka(PM) diukur dari lekuk leher di tengah muka ke bawah samapi di bawah ban pinggang.
    Lebar Muka (LM) diukur 5 cm di bawah lekuk leher tengah muka, lalu diukur datar dari batas lengan kiri sampai kanan.
    Tinggi dada (TD) diukur dari bawah ban pinggang tegak lurus ke atas sampai puncak buah dada.
    Lebar Bahu (LB) diukur dari lekuk leher di bahu atau bahu yang paling tinggi sampai titik bahu yang terendah atau paling ujung.
    Ukuran Uji (UU) atau ukuran control, diukur dari tengah muka dibawah ban serong melalui puncak dada ke puncak lengan terus serong ke belakang sampai tengah belakang pada bawah ban.
    Panjang rok muka, sisi dan belakang diukur dari bawah ban sampai panjang yang dikehendaki.
    Lingkar lubang lengan (LLL) diukur sekeliling lubang lengan tanpa lengan dan di tambah 4 cm untuk lubang lengan yang akan dipasangkan lengan.
    Panjang lengan pendek (PLPd) diukur dari puncak lengan ke bawah sampai kira2 3 cm di atas siku.
    Panjang lengan panjang (PLP) diukur dari puncak lengan ke bawah sampai pergelangan.
    Lingkar lengan panjang (LLP) lingkar pergelangan diukur melingkar pergelangan pas ditambah 3 cm.Persiapan Alat dan Bahan Untuk Membuat Pola:

    Meteran, dipakai untuk mengambil ukuran badan maupun untuk menggambar pola. Meteran atau pita ukur biasanya dibuat dengan ukuran satuan sentimeter dan inci.
    Buku pola atau buku kostum, berukuran folio dengan lembar halaman berselang-seling bergaris dan polos. Lembar bergaris untuk mencatat ukuran dan keterangan, sedang lembar polos untuk menggambar pola dalam skala
    Skala atau ukuran perbandingan adalah ukuran yang digunakan untuk mengukur pada waktu menggambar pola pada buku pola. Skala ini terbuat dari karton berbentuk penggaris dengan berbagai ukuran 1:2, 1:3, 1:4, 1:6 dan 1:8
    Pensil hitam untuk menggambar garis2 pola asli
    Pensil merah untuk menggambar garis pola jadi bagian muka
    Pensil biru untuk menggambar garis pola jadi bagian belakang
    Penggaris lurus, penggaris siku dan penggaris bentuk panggul, leher dan lengan.
    Karet penghapus
    Kertas sampul coklat untuk merancang bahan dan menggambar pola ukuran besar atau ukuran sesungguhnya. Garis2 memanjang yang terdapat pada kertas diumpamakan sebagai arah serat kain memanjang
    Gunting kertas untuk menggunting kertas pola kecil maupun besar.











CARA MENGAMBIL UKURAN POLA CELANA PRIA



    Panjang celana, diukur dari pinggang sampai panjang yang diinginkan.
    Lingkar pinggang, diukur sekeliling pinggang.
    Lingkar pesak, diukur dari batas pinggang belakang, melalui selangkangan menuju garis pinggang bagian muka.
    Lingkar paha, diukur sekeliling paha terbesar
    Lingkar panggul, diukur sekeliling panggul terbesar.
    Lingkar ujung kaki celana, diukur sekeliling kaki celana sesuai dengan model.
    Panjang lutut, diukur dari pinggang sampai batas lutut.
    Lingkar Lutut, diukur sekeliling lutut sesuai dengan keinginan.




Keterangan menggambar celana pria

    Pola bagian muka

Ambil titik A, buat garis mendatar dan garis tegak lurus.
A - C = panjang celana.
A - B = 1/3 lingkar pesak ditambah 5 cm
Buat garis datar kekiri dan kekanan.
B - D = B - E yaitu ¼ lingkar paha dikurangi 4 cm
(ukuran E ke D adalah ½ lingkar paha dikurang 4 cm).
D - F = F - G yaitu 3 cm, Buat garis vertikal dinamakan titik H (buat garis antu).
H - I = 1 cm,
Hubungkan titik I - G dengan garis lurus terus ke D dengan garis melengkung.
I - N = ¼ lingkar pinggang ditambah 4 cm untuk kup.
I - Y = 1/10 lingkar pinggang.
Y - K = L - M yaitu 2 cm.
K - L = 3 cm.
N - O = 3 cm.
O - P = 13 cm,
Hubungkan O ke P dengan garis lurus (untuk saku samping).
A - Q = ukuran panjang lutut.
Q - R = Q - S yaitu 1/4 lingkar lutut dikurang 2 cm
(R ke S adalah ½ lingkar lutut).
C - C1 = C - C2 yaitu ¼ lingkar kaki dikurang 2 cm
(C1 ke C2 adalah ½ lingkar ujung kaki celana).
H - H1 = 4 cm.
I - I1 = 18 cm.
Hubungkan H1 dengan I1 seperti gambar.
Hubungkan N dengan C2 melewati titik E dan S seperti gambar, dan
hubungkan D dengan C1 melewati titik R.

    Pola bagian belakang.

Pola celana bahagian belakang di buat berdasarkan pola bagian muka, caranya sebagai berikut :
Pindahkan pola celana bagian muka bersamaan dengan tanda-tanda pola. Garis sisi celana bagian pinggang diberi nama titik A.
A - C = ¼ lingkar pinggang ditambah 2 cm untuk kupnat.
Hubungkan A dengan C, dengan membentuk sudut siku pada garis A ke C dan A ke E.
Titik B = ½ A - B.
B - B1 = 2 cm.
D - E = 5 cm,
Buat garis datar kekanan melewati pola bagian muka.
E - F ditambah E - H = ½ lingkar panggul.
I - Y = 8 cm,
Hubungkan titik C ke H dengan garis lurus, terus ke Y dengan garis melengkung.
K - M = L - N yaitu 4 cm.
Hubungkan titik Y ke M dengan garis melengkung, terus ke titik N dengan garis lurus seperti gambar.




Pola celana, untuk membuat pola celana panjang, bagian-bagian badan yang akan kita ukur adalah:

    Panjang celana, ukuran diambil dengan mengukur jarak dari pinggang sampai mata kaki, atau disesuaikan dengan keinginan pemesan.
    Lingkar pinggang, ukuran diambil dengan mengukur mengelilingi pinggang diukur dengan pas atau boleh juga sedikit dibawahnya disesuaikan dengan keinginan.
    Lingkar pasak, ukuran diambil dengan cara mengukur dimulai dari batas pinggang belakang, melewati selangkangan hingga batas pinggang depan. Adapun batas pinggang adalah posisi batas celana ketika dipakai, hal ini tentunya tergantung dari kehendak sipemesan bisa pas atau sedikit dibawah pinggang.
    Lingkar paha, ukuran diambil dengan mengukur keliling pangkal paha, lalu ukuran ditambah antara 4 - 10 cm, tergantung model celana panjang yang akan kita buat.
    Lingkar panggul, ukuran diambil dengan nengukur keliling panggul yang terbesar, ditambah antara 4 -10 cm, tergantung kelonggaran serta model celana yang akan dibuat.
    Panjang lutut, ukuran diambil dengan cara mengukur jarak dari pinggang sampai batas lutut. Pengertian pinggang bisa sedikit dibawah pinggang yang sebenarnya disesuaikan dengan posisi celana yang akan dibuatnya.
    Lingkar lutut. diukur keliling lutut, ditambah antara 4 - 10 cm, tergantung model celana yang akan dibuatnya.
    Lingkar ujung bawah celana, diukur sesuai model celana atau sesuai keinginan pemesan.




LANGKAH-LANGKAH MEMBUAT POLA CELANA PANJANG

POLA UNTUK BAGIAN DEPAN

















POLA DEPAN MERUPAKAN DASAR PATOKAN UNTUK MEMBUAT POLA BELAKANG











PRAKTEK MEMBUAT POLA DASAR ROK


Data ukuran untuk praktek :



    Lingkar pinggang : 62 cm
    Tinggi hip : 18 cm (jarak dari pinggang hingga bagian panggul yang terbesar)
    Lingkar hip : 88 cm
    Panjang Rok : 62 cm








Langkah :

    Tarik garis dari titik A ke B panjang= panjang rok
    Tarik garis dari A ke C, panjangnya = 18 cm = Tinggi hip
    Tarik garis dari C - D, lalu buat segiempat (lebar= L hip/4+1-1)
    Dari D tarik garis k dan ke bawah 10 cm.beri tanda, dan ukur 1,5 ke arah kanan (E)
    Buat garis miring dari D ke E lalu perpanjang ke atas dan ke bawah
    Tarik garis A-A1 panjangnya = L hip/4 + 0.5 - 1, dari A1 ke F, beri simbol o.
    Untuk garis H-H1 panjangnya L Hip/4 + 0.5 + 1, dari H1 ke M beri tanda Q.




Langkah :

    Dari titik F masuk ke dalam antara 1,5 - 2 cm, beri tanda, lalu dari tanda tarik ke atas 0.7 cm.
    Bagi garis AF (setelah dikurangi 1,5 - 2 cm) menjadi 3 bagian.
    Beri tanda pada garis AF setelah diukur LP/4 + 0.5 - 1 (A1), lalu ukur sisanya sampai batas 1(= o)
    Untuk kupnat, dari titik pertama mundur 1 cm, buat titik kupnant lebar kupnat = o, ambil titik tengah lalu tarik garis ke bawah 10 - 11 cm
    Bagi menjadi 3 bagian pada rok yang paling bawah.
    Untuk pola depan tarik garis dari titik H=8.5 cm ke arah dalam, beri tanda.
    Lebar kupnat = Q, ambil titik tengan, tarik garis kebawah panjang 10-11 cm.


Langkah :
1. Bentuk rok dengamenggunakan garisan lengkung.
2. Bentuk kupnat




POLA ROK KLOK













Langkah :

Hitung Lingkar pinggang dibagi 3 (LP/3)
Tarik garis tegak lurus
Tarik garis dengan sudut 45 derajat
Bagi 2 diantara garis diatas
Masing2 garis tandai sepanjang o.
Langkah :

Tarik garis panjang=panjang rok
Bentuk.
Pola siap digunakan


POLA ROK REMPEL SAMPING



Rok dengan rempel bagian samping, tidak banyak di temukan, sangat cocok untuk rancangan gaun ke pesta. Selamat mencoba !!!

Langkah :

Buat kotak dengan lebar L Hip/4 +1,5-0.5 (belakang)
Untuk depan Lingkar hip/4 + 1.5 + 0.5
Ukur dari atas 18 cm tarik garis (batas panggul)

Langkah :

    Hitung Lp/4 -0.5, tarik garis dan beri tanda, sisa di beri tanda a.
    Hitung Lp/4+0.5, tarik garis dan beri tanda, sisa di beri tanda a.
    Pola belakang, lihat gambar, masuk ke dalam dan turun 1 cm.Lalu naik 0.7 cm.Tarik garis lengkung, bentuk.
    Kotak di bagi 2 lebar 14 cm.Dari batas atas masuk ke dalam 3 cm.







bentuk.

    Pola bagian depan, naik 0.7 cm, bentuk (bagian pinggang).
    Kotak di bagi 2, 12,5 cm. Dari batas atas masuk 3 cm, bentuk.


Langkah :

    Dari batas tadi ukur dengan panjang a ke belakang, lalu bentuk. Demikian juga dengan pola depan.
    Masing-masing bagian debagi 2 sama besar dan tarik garis.
    Untuk bagian bawah, bentuk sesuai garis.


Pola Siap digunakan.Potong ses
Pola bagian samping di gabung dan di kembangkan lebar sesuai keinginan, disini dikembangkan 10 cm. Setelah rempel di bentuk siap di gabung dengan bagian pola yang lain.







ROK LIPAT BERHADAPAN





Langkah ;
1. Buat kotak awal seperti pola dasar rok, hitungan berbeda sedikit.
2. Kerjakan sampai dengan garis tengah pembuatan kupnat.
3. Dari garis tengah kupnat ukur ke kiri 3 cm dan ke kanan 3 cm.
4. Hitung panjang garis pinggang (LP/4-1), sisanya dibagi 3 sama besar, masing-masing di beri simbol x
5. Bentuk kupnat, dengan lebar x
6. Gunting pola menjadi 4 bagian
7. Kembangkan,dengan jarak masing-masing 5 cm.
8. Pola siap digunakan.






ROK PIAS 4



Rok pias adalah rok yang terbagi menjadi beberapa bagian tergantung berapa pias ingin dibuat dengan bagian bawah yang melebar. Sangat cocok untuk dibuat untuk ke pesta.
Kali ini pola rok yang dibuat adalah rok dengan 4 bagian yang kita sebut dengan pias 4.
Selamat mencoba.



Ukuran yang di gunakan :
Lingkar pinggang = 65 cm (L H)
Lingkar panggul = 88 cm (Lhip)

Langkah :
1. Buat segiempat yang lebarnya = Lhip/4+1 (Depan)
Lhip/4-1 (Belakang)
2. Panjangnya= panjang rok

Langkah :
1. Beri tanda 16.5 cm, sisanya dibagi 4 sama besar
(misalnya = x)


Langkah :
1. Ukur pada tiap sisi-sisinya sebesar x dan beri tanda.
2. Bagi tiap kotak bawah menjadi 2 bagian sama besar
3. Tarik garis ke samping 15 cm.
4. Dari pinggul ukur 20 cm, lalu beri tanda 3 cm.

Langkah :
1. Bentuk rok
2. Pola siap digunakan. (ada 4 bagian pola)



ROK LINGKAR










Langkah ;
Potong pola menjadi 3 bagian
Jahit gabung pemasing2 bagian, sebelumnya dikerut dahulu supaya pas.







ROK YOKE








    Rok pas pada bagian pinggul serta rempel pada bagian yang sama.

    Langkah :

    Hitung bagian pinggul (lihat gambar) buat garis(A-B)
    Ukur panjang rok, lalu bentuk kotak segiempat
    Hitung bagian pinggang



Langkah :

Pada titik c turun ke bawah 1 cm.
Pada titik D naik ke atas 0.7 cm. Buat lengkung dari C-D (sesuai hintungan panjang pinggang).
Bentuk rok.
Lakukan hal yang sama untuk pola depan (sebelah kanan).

Langkah :

Beri tanda untuk kupnat dan kancing serta lapisan depan (ditandati dengan garis putus2.
Pola siap biru untuk belakang. merah untuk depan.
Potong pola pada bagian pinggul,.
Potong pola pada garis lurus di bawah pinggul
Jangan lupa buka pola pada bahan dengan jarak 12 cm.







POLA GAMIS DENGAN KERAH SYAL







Kalau anda sudah memahami cara menjahit tingkat dasar dan Ingin praktek, anda bisa mempraktekkan pola-pola pakaian yang mudah terlebih dahulu dan sebelum membuat jahitan untuk orang lain maka untuk praktek sebaiknya hanya pakaian untuk kita pakai sendiri. disini kita akan mempraktekkan cara membuat pola gamis dengan bentuk dasar yang sederhana. Kalau anda ingin berkreasi sendiri anda bisa menambahkan variasi sesuai dengan kreasi anda sendiri


1. Pola Dasar Baju Gamis





    Siapkan pola dasar bagian depan dan belakang
    Turunkan lingkar leher bagian depan 3 Cm
    Turunkan lingkar lengan bagian depan dan belakang sebesar 2 cm
    Ukur 20 cm dari garis pinggang ke bawah
    Buat garis horisontal sepanjang 1/4 lingkar panggul + 1cm untuk pola bagian depan dan 1/4 lingkar panggul - 1cm untuk pola bagian belakang
    Ukur dari lagi dari garis pinggang kebawah sampai sepanjang ukuran panjang rok
    Buat garis horisontal sepanjang 1/4 lingkar panggul + 1cm + 3 cm untuk pola bagian depan dan 1/4 lingkar panggul - 1cm + 3cm untuk pola bagian belakang
    Untuk pola lengan tambahkan lingkar kerung lengan 2 cm depan dan 2 cm belakang

2. Cara meletakkan pola diatas kain

Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang apa yang akan kamu lakukan apabila saat memotong pola badab tidak pas atau sesuai dengan pola kerung lengan

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang Kemeja Polos

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.
buka mesin jahit : http://www.waroeng7ujuh.com/2013/06/menjahit-dan-menjahit.html
Copyright © 2016 Kursus Menjahit.