Menyiapkan bahan

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Menyiapkan bahan

Setelah mengetahui empat hal yang harus diperhatikan dalam
membuat rancangan bahan, maka pengetahuan selanjutnya yang harus
dikuasai sebelum kita melaksanakan merancang bahan adalah meletakkan
pola pada bahan yang sesungguhnya. Ada beberapa hal yang perlu
dipersiapkan dalam meletakkan pola pada bahan, di antaranya adalah:
meluruskan benang pada ujung bahan, meluruskan tenunan bahan,
penyusutan bahan, dan melicinkan tenunan, serta memeriksa cacat kain.

a) Meluruskan benang pada ujung bahan


Semua bahan yang ditenun dapat diluruskan ujungnya. Ada dua
macam cara dalam meluruskan benang, yaitu dengan cara menyobek
bahan dan menggunting bahan. Berbagai jenis bahan yang berasal dari
kapas yang ditenun rapat seperti: blaco, kain sprei, popelin, berkolin.
Bahkan beberapa bahan ada yang tidak berasal dari kapas, seperti:
chiffon, krep soset, yang dapat diluruskan dengan cara menyobek.
Adapun cara yang dapat dilakukan adalah dengan menggunting sedikit
pada tepi kain, kemudian menyobeknya sampai ke tenunan yang lain.
Dalam melakukan penyobekan harus dilakukan langsung dan cepat,
karena jika menarik sobekan terlalu lambat, akan menyebabkan tepi
sobekan berkerut dan tidak rata, dan apabila menyobeknya berhenti di
tengah jalan, sobekan dapat berubah arah ke arah benang lungsin. Untuk
bahan-bahan yang mulur seperti triko, dan bahan tenunan renggang,
seperti: vitrase dan brokat tule, tidak dapat diluruskan dengan cara
menyobek. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan cara menarik
sehelai benang pakan dari tepi ke tepi kemudian digunting. Cara yang ke
dua ini memerlukan waktu lebih lama, tetapi hasilnya lebih baik.
Untuk meluruskan ujung bahan yang bermotif, seperti motif kotakkotak,
bergaris, berbunga, berbintik, atau motif-motif lain yang teratur,
terkadang tidak dapat mengikuti arah benangnya. Yang penting adalah
mengikuti arah motif bahan agar hasil jadi pakaian lebih sedap
dipandang mata walaupun nantinya akan membuat perancang bahan
sedikit sulit untuk memotong bahannya. Setelah ujung bahan diluruskan
menurut arah benang maupun menurut motif bahan, kemudian bahan
dilipat dua memanjang menurut lungsin di tengah-tengah tenunan
dan dibentangkan di atas meja atau tempat yang datar. Ada dua hal yang
akan terjadi, yaitu tepi-tepi tenunan bertumpukan rata dan benang pakan
juga bertumpukan rata. Hal ini dapat dilihat pada gambar 2.4, keadaan
inilah yang kita harapkan. Hal lain yang juga dapat terjadi ialah tepi
tenunan bertumpukan rata, tetapi arah benang pakan tidak rata.

Motif bahan

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Motif bahan



Berbicara mengenai motif bahan, terlebih dahulu harus diketahui
bahwa bahan pakaian ada yang tidak bermotif (bahan polos) dan bahan yang
bermotif. Motif bahan di antaranya adalah berkotak, bergaris, berbintik kecil
atau besar (polkadot), berbunga, bergambar binatang, motif abstrak, motif
batik, dan banyak lagi perkembangan motif bahan lain yang makin variatif.
Motif bahan juga perlu
diperhatikan dalam proses merancang
bahan. Hal ini berkaitan dengan cara
peletakan atau penataan pola pada
bahan, untuk bahan yang tidak
bermotif, tidak akan banyak
mengalami kesulitan dalam meletakkan
pola. Demikian pula dengan motif
serak, maupun motif abstrak. Hal
tersebut disebabkan untuk bahan polos,
motif serak atau abstrak merupakan
motif yang tidak beraturan. Dengan
demikian dalam meletakkan pola dapat
diletakkan secara berlawanan arah, dan
tidak perlu memperhatikan pertemuan motif pada garis-garis
sambungannya. Sedangkan untuk bahan bermotif dengan motif searah,
berkotak, bergaris ataupun motif istimewa (misalnya pada motif batik), kita
harus memperhatikan peletakan polanya. Karena untuk motif-motif yang
demikian, harus diperhatikan benar pertemuan motif pada tiap bagian
sambungan pakaiannya. Misalnya pada garis tengah muka atau tengah
belakang, pertemuan sisi badan, dan pertemuan antara motif pada badan dan
sakunya.
Contoh 1: Misalnya saja untuk kemeja
dengan bahan berkotak (lihat gambar 2.2.b),
kita harus memperhatikan jatuhnya motif
pada pertemuan-pertemuan bagian yang lain.
Bagian-bagian itu meliputi: antara tengah
muka sebelah kanan dan kiri, antara sisi
muka dan belakang, pemasangan saku, dan
lain sebagainya. Demikian pula pada motif
istimewa (contoh 2 gambar 2.2.a), kita harus
memperhatikan benar pertemuan antar
motifnya sehingga pada bagian permukaan
muka dan belakang, dan pada garis
sambungan suatu pakaian hendaknya
motifnya tidak terputus.
Uraian lebih lanjut tentang motif bahan ini akan dibahas pada saat kita
mempelajari cara meletakkan pola pada bahan.

Arah Serat kain

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Arah Serat kain



Pada bahan pakaian terdapat dua arah serat benang yang saling
berlawanan, yaitu serat benang yang memanjang dan arah serat bahan yang
melebar. Arah bahan pakaian yang memanjang disebut benang lungsin yang
memanjang sejajar. Arah serat bahan yang melebar disebut benang pakan.
Tenunan dan benang pakan adalah tegak lurus pada benang lungsin dan
melintang dari tepi tenunan yang satu ke tepi tenunan yang lain.

Benang lungsin dibuat lebih kuat daripada benang pakan, karena
benang lungsin direntangkan pada alat tenun dan mengalami sentakan dan
tarikan ketika bahan ditenun, sedangkan benang pakan hanya sebagai
pengisi saja. Jadi pada saat membuat pakaian dan membuat rancangan
bahan atau pada saat meletakkan pola pada bahan, arah panjang badan
sebaiknya mengikuti arah lungsin bahan. Hal tersebut perlu diperhatikan
karena ketepatan arah serat bahan diperlukan sebagai tambahan kekuatan
ketika bahan pakaian sudah menjadi pakaian. Sebagai contoh, ketika kita
duduk ataupun membungkuk dan melakukan gerakan-gerakan lainnya
memerlukan kelenturan bahan pakaian sehingga memberi kenyamanan
ketika melakukan gerakan. Berdasarkan pengamatan dan pengalaman,
jatuhnya pakaian pada badan juga akan lebih baik. Bentuk pakaian pun tidak
berubah (meregang) setelah pakaian dipakai, dicuci dan diseterika. Untuk
model-model tertentu yang memerlukan kelenturan tertentu (seperti draperi)
atau untuk bagian-bagian tertentu seperti bagian dalam kerah, lapisan untuk
belahan, pembuatan kumai serong dan rompok, diperlukan peletakan bahan
dengan arah serong, daripada ke arah lebar bahan (mengikuti arah pakan).
Hal ini disebabkan dibutuhkan keregangan yang lebih tinggi untuk
mengikuti bentuk pakaian yang diharapkan

Tanda-Tanda Pola Merancang Bahan

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Tanda-Tanda Pola Merancang Bahan


Merancang bahan adalah menghitung berapa banyak bahan yang
diperlukan untuk membuat suatu model pakaian. Salah satu cara untuk
mengetahui jumlah bahan yang diperlukan dalam pembuatan suatu model
pakaian, adalah dengan meletakkan pola-pola kecil pada bahan yang dibuat
pada skala atau perbandingan yang sama antara pola dan bahannya.
Sebelum kita mempelajari benar-benar tentang bagaimana merancang bahan
yang sesungguhnya, maka sebaiknya kita pelajari terlebih dahulu
pengetahuan dasar yang harus dikuasai atau diketahui dalam membuat suatu
rancangan bahan, diantaranya adalah: (a) tanda-tanda pola, (b) arah serat
bahan, , (c) motif bahan, dan (d) model pakaian.

Tanda-tanda pola adalah tanda yang terdapat pada pola. Beberapa
tanda yang biasanya terdapat pada pola pada proses peletakan pola untuk
pembuatan suatu rancangan bahan adalah sebagai berikut.


Arah panah
Menunjukkan arah benang panjang
kain.
Pola yang bertanda panah ini harus
diletakkan menurut panjang kain.
Garis zig-zag
Menunjukkan kerutan
Pada tempat yang bertanda ini harus
dikerut
Garis kembar (paralel)
Garis batas pemotongan atau
pemisahan
Setrip, setrip
Garis tanda lipatan, untuk dirangkap
jadi satu
Setrip, titik
Menunjukkan garis tanda lipatan,
namun tidak untuk dirangkap jadi
satu
Menunjukkan lipit
Pada tempat yang bertanda ini harus
dilipit
Garis serong-serong
Tanda bagian yang harus terbuat
dari kain serong
Garis setengan lingkaran
Tanda bagian yang harus dirapatkan
menjadi satu
Garis hitam tipis
Garis pola dasar asli, atau tanda
garis pengguntingan
Garis hitam tebal
Garis pola dasar yang telah diubah
(garis yang telah jadi model)

BAB II Merancang Bahan
PEMELAJARAN

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
BAB II Merancang Bahan
PEMELAJARAN

A. Rencana Belajar Peserta Diklat

Kompetensi : Melaksanakan pekerjaan marker

Sub. Kompetensi :
1. Menyiapkan alat untuk pekerjaan marker
2. Melakukan grading pola sesuai order
3. Menyesuaikan pola dengan jumlah order
4. Meletakkan pola di atas kertas marker
5. Menghitung kebutuhan bahan.
Jenis kegiatan Tanggal Waktu Tempat
belajar
Alasan
Perubahan
Tanda
tangan
guru
Pengetahuan dasar
merancang bahan
Menyiapkan alat untuk
mebuat rancangan bahan
Teknik dasar merancang
bahan
Merancang bahan pada
bahan bermotif
Merancang harga untuk
suatu model pakaian

B. Kegiatan Belajar

1. Kegiatan Belajar
1: Pengetahuan Dasar Merancang Bahan

a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran 1
Setelah mengikuti kegiatan belajar tanda-tanda pola peserta diklat
mampu:
1) menjelaskan apa yang dimaksud dengan tanda-tanda pola;
2) menyebutkan minimal 6 tanda-tanda pola yang dipergunakan dalam
membuat rancangan bahan;
3) menjelaskan 2 arah serat benang yang terdapat pada bahan pakaian;
4) menjelaskan arah serat benang yang benar dalam membuat pakaian atau
dalam meletakkan pola;
5) menjelaskan pentingnya memperhatikan motif bahan dalam merancang
bahan dan membuat pakaian;
6) menjelaskan pentingnya memperhatikan model pakaian dalam merancang
bahan dan membuat pakaian;
7) menjelaskan persiapan bahan yang harus dilakukan sebelum meletakkan
pola pada bahan.

Cek Kemampuan Merancang Bahan
No Aspek yang dinilai Belum Sudah

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Cek Kemampuan Merancang Bahan
No Aspek yang dinilai Belum Sudah

Pengetahuan:
- membaca tAnda-tAnda pola pada pola
pakaian
- mengaplikasikan tAnda-tAnda pola pada
pembuatan rancangan bahan
- prinsip merancang bahan meliputi membaca
model, memperhatikan motif bahan, arah
serat bahan
- cara meletakkan pola pada bahan sesuai serat
bahan

Sikap:
- Kecermatan dalam menyiapkan bahan
- Kecermatan dalam menghitung order
- Ketelatenan dalam memperkirakan letak pola
pada bahan
- Kerapian dalam meletakkan dan
menempelkan pola
- Ketepatan dalam memilih alat-alat
- Hemat dalam menggunakan bahan

Psikomotor:
- Keterampilan menyiapkan alat dan bahan
- Keterampilan meletakkan pola pada bahan
- Keterampilan dalam meprediksi kebutuhan
bahan sehemat mungkin
- Kecepatan dalam membuat perencanaan
bahan

Peran Guru/Instruktur Merancang Bahan

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Peran Guru/Instruktur Merancang Bahan


Guru/instruktur mempunyai kewajiban untuk

a). menginformasikan langkah-langkah belajar yang harus dilakukan oleh
peserta diklat agar terampil dalam membuat rancangan bahan.
b). memberikan penjelasan kepada peserta diklat bagian-bagian dari modul
yang belum dapat dipahami oleh peserta diklat
c). mendemonstrasikan langkah-langkah yang dipersyaratkan dalam kegiatan
belajar.
d). membimbing peserta diklat untuk melaksanakan praktikum perencanaan
bahan.
e). melakukan evaluasi secara komprehensif melalui proses dan produk belajar
yang dicapai peserta diklat, meliputi: ranah kognitif, afektif, dan
psikomotor.

D. Tujuan Akhir

Setelah mempelajari modul ini diharapkan peserta diklat mampu:
1. menjelaskan tAnda-tAnda pola untuk membuat perencanaan bahan.
2. menentukan arah serat yang benar dalam membuat perencanaan bahan
sesuai model yang telah ditentukan.
3. membuat perencanaan bahan sehemat mungkin dengan tetap
memperhatikan arah serat dan motif bahan
4. membuat perencanaan bahan dengan berbagai model pakaian.
5. membuat perencanaan bahan dengan berbagai motif bahan.
Waktu yang digunakan untuk menyelesaikan modul ini adalah 40 jam dengan
rincian:
a. Teori = 8 jam
b. Praktik= 32 jam

E. Kompetensi

Kode dan Kompetensi : BUS 207B, melaksanakan pekerjaan marker

Sub. Kompetensi:
1. Menyiapkan alat untuk pekerjaan marker,
2. Melakukan grading pola sesuai order,
3. Menyesuaikan pola dengan jumlah order,
4. Meletakkan pola di atas kertas marker,
5. Menghitung kebutuhan bahan.

Kriteria unjuk kerja:
1. Alat-alat pekerjaan marker dapat dipersiapkan sesuai kebutuhan,
2. Grading pola dapat dikerjakan sesuai order
3. Pola dapat disesuaikan sesuai jumlah order
4. Pola dapat diletakkan di atas kertas marker sesuai perencanaan
5. Kebutuhan bahan dapat dihitung sesuai marker

Ruang lingkup kompetensi:
1. Pengetahuan alat marker
2. Grading pola
3. Perencanaan Pola
4. Rancangan Marker
5. Perencanaan bahan baku dan bahan penunjang

PENDAHULUAN MERANCANG BAHAN

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
PENDAHULUAN MERANCANG BAHAN

A. Deskripsi

Modul dengan judul Merancang Bahan ini, merupakan salah satu
modul penunjang dan merupakan bagian dari teknik marker. Tujuan
diajarkannya modul ini, agar peserta diklat memiliki wawasan dan
keterampilan yang memadai untuk melakukan pekerjaan marker dan membuat
perencanaan bahan dalam pembuatan pakaian. Agar tujuan pemelajaran ini
dapat tercapai, ada beberapa materi yang harus dikuasai dengan baik oleh
peserta diklat melalui modul ini. Materi tersebut meliputi: (1) tAnda-tAnda
pola, (2) arah serat bahan, (3) menyiapkan bahan, dan (4) cara merancang
bahan untuk berbagai model pakaian, serta (5) cara merancang bahan dengan
menggunakan bahan berbagai motif.
B. Prasyarat
Untuk mempelajari modul ini, peserta diklat harus sudah menguasai
pengetahuan dan keterampilan tentang pola dasar dan pecah pola serta modul
Teknik Marker BUS-207A.

C. Petunjuk Penggunaan Modul

1. Petunjuk Peserta Diklat
a. Langkah-langkah belajar yang harus ditempuh dalam mempelajari modul ini
adalah sebagai berikut.
1) Pelajari materi dengan membaca secara seksama hingga benar-benar
memahami dan mengerti materi yang telah dibaca. TAndai/catat bagian kata
atau kalimat yang belum dimengerti atau dipahami.
2) Jika ada yang kurang jelas atau mengalami kesulitan dalam mempelajari isi
modul, silahkan menghubungi guru pengajar teknik marker.

3) Lakukan kegiatan praktek secara sistematis menurut langkah-langkah
belajar yang ditulis dalam modul ini. Agar benar-benar terampil dalam
melakukan pekerjaan merancang bahan, Anda perlu melakukan latihan
secara berulang-ulang dengan mencoba merancang bahan dengan berbagai
model pakaian dan berbagai motif bahan, sampai benar-benar merasa
terampil.
b. Perlengkapan yang perlu dipersiapkan:
1) Bahan-bahan
a) kertas payung
b) kertas dorslag warna merah / biru
c) lem kertas
d) jarum pentul
2) Peralatan praktek
a) alat tulis
b) pensil jahit ( pensil merah/biru)
c) gunting kertas
d) penggaris
e) penggaris skala
Menyiapkan bahan

Setelah mengetahui empat hal yang harus diperhatikan dalam
membuat rancangan bahan, maka pengetahuan selanjutnya yang harus
dikuasai sebelum kita melaksanakan merancang bahan adalah meletakkan
pola pada bahan yang sesungguhnya. Ada beberapa hal yang perlu
dipersiapkan dalam meletakkan pola pada bahan, di antaranya adalah:
meluruskan benang pada ujung bahan, meluruskan tenunan bahan,
penyusutan bahan, dan melicinkan tenunan, serta memeriksa cacat kain.

a) Meluruskan benang pada ujung bahan

Semua bahan yang ditenun dapat diluruskan ujungnya. Ada dua
macam cara dalam meluruskan benang, yaitu dengan cara menyobek
bahan dan menggunting bahan. Berbagai jenis bahan yang berasal dari
kapas yang ditenun rapat seperti: blaco, kain sprei, popelin, berkolin.
Bahkan beberapa bahan ada yang tidak berasal dari kapas, seperti:
chiffon, krep soset, yang dapat diluruskan dengan cara menyobek.
Adapun cara yang dapat dilakukan adalah dengan menggunting sedikit
pada tepi kain, kemudian menyobeknya sampai ke tenunan yang lain.
Dalam melakukan penyobekan harus dilakukan langsung dan cepat,
karena jika menarik sobekan terlalu lambat, akan menyebabkan tepi
sobekan berkerut dan tidak rata, dan apabila menyobeknya berhenti di
tengah jalan, sobekan dapat berubah arah ke arah benang lungsin. Untuk
bahan-bahan yang mulur seperti triko, dan bahan tenunan renggang,
seperti: vitrase dan brokat tule, tidak dapat diluruskan dengan cara
menyobek. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan cara menarik
sehelai benang pakan dari tepi ke tepi kemudian digunting. Cara yang ke
dua ini memerlukan waktu lebih lama, tetapi hasilnya lebih baik.
Untuk meluruskan ujung bahan yang bermotif, seperti motif kotakkotak,
bergaris, berbunga, berbintik, atau motif-motif lain yang teratur,
terkadang tidak dapat mengikuti arah benangnya. Yang penting adalah
mengikuti arah motif bahan agar hasil jadi pakaian lebih sedap
dipandang mata walaupun nantinya akan membuat perancang bahan
sedikit sulit untuk memotong bahannya. Setelah ujung bahan diluruskan
menurut arah benang maupun menurut motif bahan, kemudian bahan
dilipat dua memanjang menurut lungsin di tengah-tengah tenunan
dan dibentangkan di atas meja atau tempat yang datar. Ada dua hal yang
akan terjadi, yaitu tepi-tepi tenunan bertumpukan rata dan benang pakan
juga bertumpukan rata. Hal ini dapat dilihat pada gambar 2.4, keadaan
inilah yang kita harapkan. Hal lain yang juga dapat terjadi ialah tepi
tenunan bertumpukan rata, tetapi arah benang pakan tidak rata.

PERISTILAHAN/GLOSSARY Teknik Merancang Bahan

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
PERISTILAHAN/GLOSSARY Teknik Merancang Bahan


Kampuh : Lebar guntingan atau jarak menggunting dari garis pola bagian
pinggiran kain yang merupakan tempat untuk menggabung
kain yang satu dengan kain yang lain.
Kelim : Penyelesaian tepi kain untuk menghilangkan bagian yang
bertiras
Kumai : Kain serong yang dibuat untuk melapisi pinggiran kerah dan
sebagainya guna menutupi tiras
Lungsin : Benang yang membujur lurus sepanjang kain dalam blok
Marker : Teknik merancang bahan skala besar/industri
Pakan : Benang yang melintang pada lungsin
Pias : Garis hias atau sambungan berupa lajur yang disambung dari
atas sampai ke bawah.
Rompok : Kain serong untuk membalut kain, seperti pada garis leher,
ujung lengan, ataupun tempat lain
Copyright © 2014 Kursus Menjahit.