Standar Ukuran Pakaian Wanita


ukuran standar tunik wanita - Bagi para pembeli yang bingung dengan ukuran bajunya, silahkan baca ini



DEWASA

UNTUK ATASAN

Ukuran lingkar DADA, PINGGANG, PINGGUL (CM)********************************************************

XS……………..73 –77, 59 – 63, 84 – 88

S……………….78 – 82, 64 – 68, 88 – 90

M………………83 – 87, 69 – 73,  91 – 95

L……………….88 – 92, 74 – 78, 96 – 100

XL……………..93 – 99, 79 – 85, 101 – 107

XXL……………100 – 108, 86 – 94, 108 – 116

XXXL………….109 – 117, 95 – 103, 117 – 125



UNTUK BAWAHAN

Ukuran lingkar PINGGANG, PINGGUL (CM)

********************************************************

XS…………59 – 63,  84 – 88

S…………..64 – 68,  88 – 90

M………….69 – 73,  91 – 95

L…………..74 – 78,  96 – 100

XL…………79 – 85,  101 – 107

XXL……….86 – 92,  108 – 114

STANDAR UKURAN GARMEN UNTUK PRIA DEWASA

UNTUK ATASAN



Ukuran lingkar dada (CM)*********************************************************

XS……………< 81

S……………..82 – 87

M…………….88 – 93

L……………..94 – 100

XL…………..101 – 107

XXL…………108 – 116



UNTUK BAWAHAN

Ukuran lingkar pinggang (CM)*********************************************************

XS…………..< 76

S…………….77 – 81

M……………82 – 86

L…………….87 – 91

XL…………..92 – 98

XXL…………99 – 107



STANDAR UKURAN UNTUK REMAJA

UNTUK ATASAN DAN BAWAHAN

Ukuran lingkar dada (CM), pinggang (CM), pinggul (CM)

*****************************************************

S………..74 – 78, 60 – 64, 82 – 86

M……….79 – 83, 65 – 69, 86 – 90

L………..84 – 88, 70 – 74, 91 – 95

XL………89 – 95, 75 – 81, 96 – 102



Standar Ukuran Garment



STANDAR UKURAN GARMEN UNTUK WANITA DEWASA

UNTUK ATASAN

Ukuran lingkar DADA, PINGGANG, PINGGUL (CM)********************************************************

XS……………..73 – 77, 59 – 63, 84 – 88

S……………….78 – 82, 64 – 68, 88 – 90

M………………83 – 87, 69 – 73, 91 – 95

L……………….88 – 92, 74 – 78, 96 – 100

XL……………..93 – 99, 79 – 85, 101 – 107

XXL……………100 – 108, 86 – 94, 108 – 116

XXXL………….109 – 117, 95 – 103, 117 – 125



UNTUK BAWAHAN

Ukuran lingkar PINGGANG, PINGGUL (CM)

********************************************************

XS…………59 – 63,  84 – 88

S…………..64 – 68,  88 – 90

M………….69 – 73,  91 – 95

L…………..74 – 78,  96 – 100

XL…………79 – 85,  101 – 107

XXL……….86 – 92,  108 – 114



STANDAR UKURAN GARMEN UNTUK PRIA DEWASA

UNTUK ATASAN

Ukuran lingkar dada (CM)*********************************************************

XS……………< 81

S……………..82 – 87

M…………….88 – 93

L……………..94 – 100

XL…………..101 – 107

XXL…………108 – 116



UNTUK BAWAHAN

Ukuran lingkar pinggang (CM)*********************************************************

XS…………..< 76

S…………….77 – 81

M……………82 – 86

L…………….87 – 91

XL…………..92 – 98

XXL…………99 – 107

Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang  ukuran standar tunik wanita

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang Kerajinan Wirausaha Tekstil Tradisional dan Fungsinya 

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.

buka mesin jahit : https://web.facebook.com/notes/butiqonlinecom/standar-ukuran-pakaian-wanita/736234136445263/?_rdr
baju jahit, batik, belajar, guru, indonesia, jahit, jogja, kaos, kebaya, konveksi, kursus, kursus menjahit, les, mesin jahit, obras, private, sekolah, terbaik, usaha, yogyakarta
Standar Ukuran Pakaian Wanita

Kerajinan Wirausaha Tekstil Tradisional dan Fungsinya

baju jahit, batik, belajar, guru, indonesia, jahit, jogja, kaos, kebaya, konveksi, kursus, kursus menjahit, les, mesin jahit, obras, private, sekolah, terbaik, usaha, yogyakarta
Kerajinan Wirausaha Tekstil Tradisional dan Fungsinya

fungsi kerajinan tekstil - Sebelum kita membahas kerajinan wirausaha tekstil tradisional dan fungsinya, hal itu yang harus diketahui adalah apakah pengertiah darit tekstil? Pengertian tekstil adalah jalinan antara lungsin dan pakan atau dapat dikatakan sebuah anyaman yang mengikat satu sama lain, tenunan dan rajutan. Dalam kehidupan, banyak sekali Tekstil ditemukan pada kehidupan sehari-hari kita, seperti kain biasa yang digunakan untuk pakaian sebagai kebutuhan sandang, sprei pelapis tempat tidur dan sarung bantal, taplak meja, kain yang dijahit menjadi tas dan produk kerajinan lainnya. Kerajinan tekstil di Indonesia dapat dibagi menjadi kerajinan tekstil modern dan kerajinan tekstil tradisional. Kerajinan tekstil modern banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan praktis atau fungsional, sedangkan kerajinan tekstil tradisional umumnya memiliki makna simbolis dan digunakan juga untuk kebutuhan upacara tradisional.

Perkembangan saat ini para perancang atau desainer mulai memanfaatkan kembali kain tradisional Indonesia pada karya-karyanya. Para perancang atau desainer berusaha mengembangkan ide dari tekstil Indonesia agar menjadi lebih dikenal luas di masyarakat, baik di Indonesia maupun di dunia



Kerajinan Tekstil Modern
Kembali lagi kepada judul artikel ini bahwa Karya kerajinan tekstil, secara fungsi dapat dibagi sebagai berikut :
Sebagai pemenuhan kebutuhan sandang dan fashion
•    Busana
•    Aksesoris
•    Sepatu
•    Topi
•    Tas
Sebagai pelengkap interior
•    Kain tirai
•    Kain salut kursi
•    Perlengkapan rumah tangga (cempal, alas makan dan minum, tudung saji, sarung bantal, sprei, keset, lap, dll)
•    Aksesori ruangan (wadah tissue, taplak, hiasan dekorasi ruangan, kap lampu, dll)
Sebagai wadah dan pelindung benda
•    Tas laptop
•    Aneka tas
•    Aneka wadah
•    Aneka dompet
•    dan lain-lain




Produk kerajinan umumnya memanfaatkan bahan baku yang tersedia dan dihasilkan melalui keterampilan tangan dengan alat bantu sederhana serta diproduksi dalam jumlah yang terbatas. Oleh sebab itu karya kerajinan biasanya mempunyai ciri khas dari daerah yang membuatnya, demikian pula dengan produk kerajinan tekstil. Keragaman bahan baku dan keterampilan daerah di Indonesia menghasilkan keragaman produk kerajinan tekstil Indonesia. Produk kerajinan tekstil merupakan salah satu sumber budaya bangsa Indonesia yang dapat menjaga dan melestarikan keberadaan budaya setempat dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Untuk dapat mengembangkan tekstil tradisional Indonesia, kita harus mengenalnya lebih dalam.


Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang  fungsi kerajinan tekstil

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang Cara Membuat Taplak Meja Dari Benang Wol Bagi Pemula 

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.

buka mesin jahit : http://inovasi-wirausaha.blogspot.co.id/2015/04/kerajinan-wirausaha-tekstil-tradisional.html

Cara Membuat Taplak Meja Dari Benang Wol Bagi Pemula

baju jahit, batik, belajar, guru, indonesia, jahit, jogja, kaos, kebaya, konveksi, kursus, kursus menjahit, les, mesin jahit, obras, private, sekolah, terbaik, usaha, yogyakarta
Cara Membuat Taplak Meja Dari Benang Wol Bagi Pemula


cara membuat alas mmeja dari benang wol - Wol adalah serat yang diperoleh dari rambut hewan dari keluarga Caprinae, terutama domba dan kambing, tetapi bisa juga berasal dari rambut mamalia lainnya seperti alpaca bisa juga disebut wol. Contoh serat dari hewan adalah wol. Serat wol dihasilkan dari bulu domba atau biri-biri. Bulu domba dicukur. Bulu domba dipintal dan dipili menjadi benang. Selanjutnya, benang ditenun menjadi kain. Dari kain wol dihasilkan berbagai benda seperti pakaian, karpet dan selimut.

Wol berbeda dengan serat lain karena struktur kimianya. Struktur kimia ini mempengaruhi tekstur, elastisitas, dan formasi kerutannya. Wol merupakan serat protein, yang terdiri dari lebih dari 20 asam amino. Asam amino ini membentuk polimer protein. Wol juga mengandung sejumlah kecil lemak, kalsium dan sodium.

Wol atau wool memiliki sifat elastis, mampu meregang sekitar 50% ketika basah dan 30% saat kering. Dapat di bentuk sekitar 20,000 kali tanpa patah atau rusak. Bahan ini juga tidak mendukung penyebaran api saat terbakar (ini dikarenakan oleh kandungan air dan nitrogennya yang tinggi). Ketika banyak serat buatan melumer dan menempel pada kulit ketika terbakar, wol biasanya akan hanya menyala dan hangus bukannya meledak terbakar menjadi api.

Oleh sebab itu wol sering digunakan untuk membuat kain untuk keperluan tentara, pemadam kebakaran, dan pada pekerjaan dimana mereka terekspos pada resiko yang berhubungan dengan api. Banyak maskapai penerbangan juga menggunakan wol atau campuran wol untuk kain upholstry di kursi mereka.

Cara Membuat Taplak Meja Dari Benang Wol Bagi Pemula

Taplak Meja Dari Benang Wol


Taplak meja merupakan salah satu aksesoris yang biasanya terdapat di ruang tamu.Ya..karena taplak memang di gunakan untuk menutup dan memperindah tampilan meja yang terdapat di ruang-ruang pada rumah anda. Banyak jenis dan macam dari taplak meja ini. Ada yang terbuat dari benang, kain, anyaman, bahkan rajutan dari benang wol pun dapat dijadikan taplak meja yang indah.

Seni kriya merupakan semua jenis karya seni yang dibuat langsung oleh tangan tanpa bantuan mesin dan lain sebagainya. Seni kriya bukan hanya memperhatikan aspek fungsinya saja, tetapi juga digunakan sebagai sebuah media pemenuhan kebutuhan akan keindahan (artistik). Jadi sangat tepat kalau seni kriya dikategorikan sebagai seni terapan. Kali ini kita akan membuat seni kriya taplak meja dari benang wol.
Langkah Mudah Membuat Taplak Meja Dari Benang Wol

Hal pertama yang perlu di lakukan adalah membuat cetakan taplak meja yang akan kita buat.Hal ini bertujuan agar kita dapat menentukan taplak meja model seperti apa yang nanti akan kita buat. Cara yang dapat kita lakukan dalam mempersiapkan cetakan adalah sebagai berikut.

a.    Bahan yang diperlukan, yaitu kayu reng, paku kecil, dan paku ukuran sedang (paku reng).
b.    Alat yang diperlukan, yaitu gergaji, palu, penggaris, pensil, dan kertas
c.    Tahapan-tahapan membuat cetakannya adalah sebagai berikut.
1)    Buat kayu cetakan sesuai ukuran taplak meja kemudian potong kayu sesuai pola, panjang      kurang    lebih 100 cm dan lebar kurang lebih 50 cm.
2)    Potong setiap ujung kayu membentuk siku. Setiap ukuran 5 cm kemudian tancapkan paku ukuran kecil.
3)    Pakukan kedua ujung kayu menggunakan paku ukuran sedang sampai membentuk bingkai.

Setelah semua bahan cetakan yang kita perlukan siap, maka tahap penting selanjutnya adalah membuat taplak mejanya. Caranya   sebagai berikut :
a.    Bahan yang diperlukan, yaitu : benang wol warna tua dan muda yang senada.
b.    Alat yang diperlukan, yaitu gunting, peniti, dan cetakan.
c.    Tahapan-tahapan membuat taplak meja adalah sebagai berikut :
1)    Buat perencanaan penataan warna yang akan dipakai dalam cetakan.
Hitung dulu paku-paku yang ada. Jika sudah, gambar dengan pola pada kertas.
2)    Ambil benang sesuai pola, talikan pada kawat yang paling pinggir, kemudian ikat dengan simpul mati.
3)    Selanjutnya, kita talikan secara berputar pada paku. Kita talikan dengan jumlah tali 8, lalu putarlah 4 kali. Jika ganti benang, benang terakhir dibuat simpul mati agar kuat.
4)    Langkah selanjutnya, talikan benang secara diagonal.
5)    Jika semua sudah terikat, potong benang yang dekat dengan paku secara merata.
6)    Taplak meja dari benang wol sudah jadi dan siap dipakai.

Nah, tidak begitu sulit bukan,membuat taplak meja ini? Meski masih permulaan anda bisa mencoba belajar membuat taplak meja dari benang wol ini di rumah anda.

Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang  cara membuat alas mmeja dari benang wol

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang Mesin jahit mini portable elektrik Sewing Machine 

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.

buka mesin jahit : http://www.wondernorthwest.com/2016/05/cara-membuat-taplak-meja-dari-benang-wol-bagi-pemula.html

Mesin jahit mini portable elektrik Sewing Machine

baju jahit, batik, belajar, guru, indonesia, jahit, jogja, kaos, kebaya, konveksi, kursus, kursus menjahit, les, mesin jahit, obras, private, sekolah, terbaik, usaha, yogyakarta
Mesin jahit mini portable elektrik Sewing Machine

cara masuka benang mesin jahit mini sewing machine - MESIN JAHIT BUTTERFLY JH8530A UNTUK PEMULA Portable

Spesification :
Mesin Jahit Butterfly JH8530A (Portable)
22 motif / pola jahitan
Pemutar bobbin otomatis
Lubang kancing 4 langkah
Pemasang benang otomatis
Free arm portable
Pengatur jarak jahitan 0 - 4 mm
Pengatur lebar jahitan 0 - 5 mm
Pengatur tekanan benang atas
Tombol jahitan mundur
Lampu LED low watt
Instruction Manual
Garansi 1 Tahun

Technical :

Jahit lurus , zigzag , semi obras , semi neci , lubang kancing , pasang kancing , pasang resleting , aplikasi feston
Bordir , quilting , *soom , kelim ,* kerut , *cording , 1/4 patchwork* (optional asesoris 1 set kotak sepatu)

Standard Accessories :

Pedal (controller)
Soft Cover included (kain penutup mesin)
Buku instruksi manual
Sepatu pasang kancing , sepatu lubang kancing , sepatu resleting , tiang benang , jarum , spool , pendedel
Garansi 1 tahun service Butterfly

2.200.000 berat 8kg

Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang  cara masuka benang mesin jahit mini sewing machine

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang MEMBUAT TAS TABUNG DARI PIPA PARALON 

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.

buka mesin jahit : https://web.facebook.com/Mesin-jahit-mini-portable-elektrik-Sewing-Machine-523356137685837/?_rdr
baju jahit, batik, belajar, guru, indonesia, jahit, jogja, kaos, kebaya, konveksi, kursus, kursus menjahit, les, mesin jahit, obras, private, sekolah, terbaik, usaha, yogyakarta
 MEMBUAT TAS TABUNG DARI PIPA PARALON



MEMBUAT TAS TABUNG DARI PIPA PARALON



cara bikin tas dari paralon - Bagi kalian yang bekerja atau mempunyai hobi di bidangdesain seperti menggambar, desain interior eksterior, dan lain sebaginya.Tentu pernah mengalami kesulitan untuk membawa kertas A1 atau kertas A3 yang biasa menjadi media gambar.Bila ditaruh di dalam tas tentu kertas selebar itu tak akan muat, kalau pun muat pasti kertasnya akan jadi lecek. Mau dibawa takut kotor, belum lagi kalau pas turun hujan, bisa rusak deh kertasnya.Untuk itu perlu kiranya kita membuat tas panjang yang tahan air atau kerap disebut dengan tas tabung, bukan tas untuk wadah tabung tapi tas berbentuk tabung yang terbuat dari pipa paralon.

Nah untukmembuatnyabahan-bahan yang diperlukanadalah :
f
   Pipa paralon ukuran 3inch dengan panjang 80 cm
    Tutup paralon 2 buah dengan ukuran 3inch
    Penggaris 60 cm
    Pulpen atau pensil
    Lem pipa
    Gergaji pipa
    Tali tas atau biasa disebut Pita webbing tape denganpanjang 150cm
    Bahan plastic untuk tali tas (penyambung, pemanjangpendek)
    Jarum dan benang yang sewarna dengan warna webbing tape.

Setelah semuanya terkumpul saatnya kita melakukan proses pembuatan tas tabung. Berikut langkah-langkahnya:

    Gergaji pipa sepanjang 60 cm (sesuai lebar kerta sukuran A1), potong lagi sisa pipa yang 20 cm menjadi 2 bagian masing-masing sepanjang 10 cm. Lalugergaji separuhnya secara melintang.ii
    Lubangi 2 bagian pipa tadi seperti membuat celengan, cukup selebar pita webbing tapek.
k
    Lalu masukan pita webbing tape kelubang tersebut. Pasangkan pula plastic untuk penyambung tas pada webbing tape. Lalu jahit agar tidak terlepas.r
r
    Tinggalkan dulu pipa paralonnya. Kita ganti membuat tali tas yang bisa dipanjang pendekkan. Nah karena cukup sulitmenjelaskan, kalau kalian punya tas selempang silakan contoh bagaimana model simpul tas tersebut, lalu jahit sesuai bentuknya.iiii
    Pasangkan potongan paralon yang berukuran 10 cm yang sudah dimasuki webbing tape tadi kedalam pipa paralon besar yang berukuran 60 cm. lalu lem agar tidaknaik-turun. Pasang juga tutup paralon kebagian atas dan bawahpipa.Sebelumnyaolesidengan lem bagian ujung bawah pipa paralon yang 60 cm agar tutup paralon tidak bisa terlepas lagi bagian bawahnya.

Tadaaa…. Jadi lah tas tabung buatan kamu sendiri.


Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang  cara bikin tas dari paralon

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang mendesainbusanapola 

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.

buka mesin jahit : https://muhrizalulfikriumm.wordpress.com/2015/07/02/membuat-tas-tabung-dari-pipa-paralon/

mendesainbusanapola

baju jahit, batik, belajar, guru, indonesia, jahit, jogja, kaos, kebaya, konveksi, kursus, kursus menjahit, les, mesin jahit, obras, private, sekolah, terbaik, usaha, yogyakarta
 mendesainbusanapola

arti tanda pola « MACAM-MACAM CELANA
TANDA-TANDA POLA



Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang  arti tanda pola

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang PRODUK HIASAN DARI BAHAN LIMBAH 

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.

buka mesin jahit : https://mendesainbusanapola.wordpress.com/2012/12/21/tanda-tanda-pola/

PRODUK HIASAN DARI BAHAN LIMBAH

baju jahit, batik, belajar, guru, indonesia, jahit, jogja, kaos, kebaya, konveksi, kursus, kursus menjahit, les, mesin jahit, obras, private, sekolah, terbaik, usaha, yogyakarta
 PRODUK HIASAN DARI BAHAN LIMBAH
 
apa yang dimaksud dengan produk hiasan dari limbah - BAB I
WIRAUSAHA PRODUK KERAJINAN HIASAN DARI LIMBAH

A. Kerajinan sebagai Bagian dari Industri Kreatif
Dunia telah melewati 4 gelombang peradaban ekonomi, yaitu:
1.      Gelombang Ekonomi Pertanian
2.      Gelombang Ekonomi Industri
3.      Gelombang Ekonomi Informasi
4.      Gelombang Ekonomi Kreatif
Industri yang termasuk ke dalam industri kreatif dikelompokkan menjadi 14 sub sector, yaitu: arsitektur, desain, fashion, kerajinan, penerbitan dan percetakan, televise dan radio, musik, film, video dan fotografi, periklanan, layanan komputer dan piranti lunak, pasar dan barang seni, seni pertunjukkan, riset dan pengembangan, dan permainan intereaktif.

B.  Kewirausahaan Produk Kerajinan
Hukum ekonomi dasar menjelaskan hubungan antara ketersediaan barang di pasar dan permintaan pembeli. Ketersediaan barang yang melebihi permintaan pembeli akan menurunkan harga barang, begitupun sebaliknya. Industri kerajinan hanya dapat menghasilkan jumlah barang yang terbatas dalam rentang waktu tertentu. Berbeda dengan industri manufaktur yang mampu menghasilkan produk dalam jumlah besar dan dalam waktu singkat.
Untuk menjadi produk dengan harga yang tinggi, harus melakukan riset pasar terhadap minat dan selera pembeli. Hasil riset pasar akan mendasari proses perancangan produk kerajinan yang inovatif. Rancangan produk terwujud melalui kegiatan wirausaha dengan didukung oleh ketersediaan sumber daya manusia yang dikenal dengan sebutan 6M (Man, Money, Material, Machine, Method, dan Market).
Man (manusia) atau SDM / Man Power / Mind Power, adalah orang-orang yang terlibat dalam wirausaha tersebut. Wirausaha dinyatakan berhasil adalah apabila berhasil mengelola SDM (termasuk pengelolaan ide-ide kreatif yang bermanfaat bagi perkembangan produk) yang terlibat dalam setiap proses yang terjadi dalam usaha.
Money, dana yang menjadi modal usaha. Kemampuan pengelolaan uang termasuk kemampuan mengelola keuntung yang diperoleh untuk pengembangan usaha agar menjadi lebih besar. Material, Machine, Method terkait langsung dengan proses produksi yang terjadi dalam usaha tersebut.
Market, sasaran tempat untuk produk yang dihasilkan oleh suatu usaha. Jika ingin mendapat keberhasilan dalam suatu usaha, pengetahuan tentang pasar sasaran menjadi salah satu kunci penting. Riset tentang pasar juga bertujuan untuk mengenali pesaing yang ada di pasar tersebut.

C.  Produk Kerajinan Hiasan dari Bahan Limbah
1.      Jenis-jenis Produk Hiasan
Kerajinan menampilkan keindahan yang dihasilkan oleh keterampilan tangan dari proses pembuatannya. Salah satu produk kerajinan yang daoat dikembangkan adalah produk hiasan.
Produk hiasan dapat dijumpai diberbagai tempat. Berdasarkan penempatannya, produk hiasan dapat ditemui di dalam rumah (interior) dan di luar rumah (eksterior).
Hiasan yang digunakan di dalam rumah, sering disebut sebagai elemen estetis interior.
2.      Produk Hiasan dan Nilai Estetik
Produk hiasan adalah produk yang memiliki fungsi hias. Beberapa produk hiasan lainnya di samping memiliki fungsi hias, juga memiliki fungsi pakai. Contohnya, kerajinan kincir angin. Selain memiliki fungsi hias, juga memiliki fungsi pakai yaitu mengetahui kecepatan angin. Contoh lain, bingkai foto. Memiliki fungsi hias, tetapi juga memiliki fungsi pakai, yaitu untuk memajang foto.
Setiap produk yang dipakai pada dasarnya memiliki nilai estetika, hanya saja nilainya berbeda dengan produk yang memang mengutamakan nilai estetika. Contoh, gelas kaca yang biasa digunakan untuk acara khusus akan memiliki nilai estetika lebih tinggi dari gelas kaca yang digunakan untuk minum sehari-hari.



Produk dapat disebut sebagai hiasan apabila memiliki niali estetik (keindahan). Keindahan dapat dihasilkan dari pengolahan material untuk menghasilkan bentuk, warna, dan tekstur yang indah. Limbah dapat memiliki nilai estetik, tentunya harus melalui pengolahan yang kreatif terlebih dahulu. Beberapa bahan limbah yang dapat dijadikan produk hiasan, yaitu kaleng, plastic, kaca, kulit telur, batok kelapa, kulit kerang, dan kertas.

D. Bahan Baku Limbah untuk Kerajinan
1.      Material dan Bentuk Limbah
Limbah adalah sisa suatu usaha/kegiatan. Berdasarkan wujudnya, limbah dapat dibedakan menjadi limbah padat, cair, dan gas. Suatu kegiatan industri/rumah tangga dapat menghasilkan lebih dari 1 macam limbah. Contohnya pabrik garmen yang memproduksi pakaian, limbahnya dapat berupa sisa potongan kain, sisa benang, sisa selongsongan benang.
Kegiatan yang menghasilkan limbah padat dapat dibedakan menjadi kegiatan di rumah tangga dan di industri. Kegiatan sehari-hari di rumah tangga dapat menghasilkan berbagai jenis limbah, sedangkan limbah yang dihasilkan industri cenderung berjumlah banyak dengan bentuk, dan ukuran yang serupa. Limbah industri maupun rumah tangga memiliki potensi untuk dibuat kerajinan hias. Produk hiasan harus memiliki nilai estetis yang dapat dihasilkan dengan kemampuan mengolah material sesuai dengan karakter material tersebut.
2.      Bahan Utama dan Bahan Pendukung
Sebuah produk hiasan pada umumnya terdiri atas bahan utama dan pendukung. Bahan utama adalah yang mempunyai nilai estetik, sedangkan bahan pendukung yang berfungsi untuk kontruksi. Contohnya, perhiasan kalung dari limbah plastik, plastik sebagai bahan utama, dan benang/kawat yang menjadi bahan pendukung. Bingkai foto dari kulit kerang, menggunakan bahan pendukung kayu untuk kontruksinya. Bahan baku limbah yang terbuat dari material solid seperti logam, kaca, plastik, atau kayu, dapat digunakan untuk penghias sekaligus kontruksinya.
3.      Bahan Baku Limbah di Lingkungan Sekitar
Limbah padat memiliki potensi menjadi bahan baku untuk wirausaha produk kerajinan. Setiap daerah memiliki potensi sumber bahan baku limbah yang berbeda-beda. Contohnya, beberapa daerah pantai memliki limbah kerang laut, daerah penghasil minyak kelapa memiliki limbah tempurung kelapa. Tapi, ada limbah yang terdapat hampir di seluruh tempat di Indonesia, seperti kulit jagung, daun kering, plastik, tulang, dan kulit hewan.


E.   Teknik Produksi Kerajinan Hiasan Berbahan Limbah
Tahapan produksi secara umum terbagi atas;
1.      Pengolahan bahan atau pembahanan
Mempersiapkan bahan baku agar siap diproduksi. Pada limbah berbahan alami, pembahanan sangat penting untuk menghasilkan produk yang awet.
2.      Pembentukan
Pembentukan bahan baku tergantung pada jenis material, bentuk dasar material, dan bentuk produk yang akan dibuat. Secara umum, material padat dapat dikelompokkan menjadi material solid dan tidak solid (lembaran dan serat). Material solid (logam, kaca, plastik, atau kayu) dapat dibentuk dengan cara dipotong/dipahat. Sedangkat material tidak solid dapat dengan cara digunting, dianyam, dirangkai, atau direkatkan dengan bantuan lem.
3.      Perakitan
Perakitan dilakukan apabila produk hiasan yang dibuat terdiri dari beberapa bagian.
4.      Finishing
Finishing dapat berupa penghalusan, pelapisan permukaan, atau pewarnaan agar produk hiasan yang dibuat lebih awet dan lebih menarik.

F.   Langkah-langkap Perancangan Desain, Produksi, dan Biaya Produksi Hiasan
1.      Pengembangan Desain
Pengembagan desain dari limbah untuk membuat produk hiasan diawali dengan riset dengan tujuan mencari data tentang potensi limbah yang akan digunakan untuk bahan baku. Penentuan bahan baku limbah yang akan digunakan menjadi dasar untuk proses eksplorasi ide produk.
       
       
           
           
   
       
Ide desain produk hiasan dapat diperoleh dengan tiga cara pendekatan.
1.      Mengenali pasar sasaran dan selera pasar
2.      Melakukan eksplorasi material limbah untuk menghasilkan nilai estetik produk yang berbeda dan unik
3.      Memikirkan dimana produk hiasan tersebut akan diletakkan

Tiga pendekatan untuk memperoleh ide produk hiasan:
1.      Siapa calon pembeli & bagaimana seleranya
2.      Eksploarasi material untuk inovasi estetik baru
3.      Pikirkan suatu tempat & hiasan apa yang dibutuhkan di tempat itu

a. Studi Pasar Sasaran untuk Ide Pengembangan Produk
Pasar sasaran dapat dibedakan berdasarkan usia, gender, bangsa dan etmis, pekerjaan, psikografi, dan tingkat ekonomi. Pemahaman akan pasar sasaran akan mendukung proses pencarian ide dan penetapan harga jual. Pencarian data melalui referensi, kuisioner, pengamatan dan wawancara dapat dilakukan kuntuk mengetahui selera dan daya beli pasar tersebut.
b.  Eksporasi Material untuk Ide Pengembangan Produk
Pengembangan desain untuk nilai estetik adalah dengan mengeksplorasi berbagai kemungkina keindahan dan keunikan yang dihasilkan oleh bahan limbah yang ada. Eksplorasi material dilakukan dengan membuat beberapa percobaan teknik pengolahan pada suatu material.
c.  Proses Merespon Lingkungan untuk Ide Pengembangan Produk

Produk hiasan di luar rumah dapat memanfaatkan angin dan air untuk menghasilkan gerak dan bunyi. Hiasan yang ditempatkan di luar rumah tentunya harus tahan cuaca. Material limbah yang tepat untuk hiasan di luar rumah adalah plastik, kaca, logam, dan kayu. Material serat dan kain lebih tepat digunakan untuk produk hiasan di dalam rumah karena tidak tahan terhadap cuaca.

Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang  apa yang dimaksud dengan produk hiasan dari limbah

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang Belajar Desain Mode Busana 

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.

buka mesin jahit : http://pkwuelsa.blogspot.co.id/2015/09/produk-hiasan-dari-bahan-limbah.html

Belajar Desain Mode Busana

baju jahit, batik, belajar, guru, indonesia, jahit, jogja, kaos, kebaya, konveksi, kursus, kursus menjahit, les, mesin jahit, obras, private, sekolah, terbaik, usaha, yogyakarta
 Belajar Desain Mode Busana

apa yang di maksud rok lipit hadap - Belajar Mendesain dan Memproduksi Busana (Abaya/Gamis, Dress, Tunik, Blus, Kemeja, untuk pakaian wanita atau baju pesta/ santai) reseller 
 
afkusuma
Pecah Pola Rok Lipit Hadap
Desain 3. Rok dengan lipit hadap
Rok dengan lipit hadap biasanya dibuat untuk busana sekolah bagi siswa SLTP atau SLTA. Model rok ini juga sering dibuat untuk rok pasangan baju kurung.

Pecah Pola Rok Lipit Hadap

Keterangan :
a = besar lipit sesuai dengan yang kita inginkan. Biasanya sekitar 5 - 10 cm. Jika besar lipit yang diinginkan 8 cm maka untuk seluruh lipit dibutuhkan kain 8 cm x 4 bh = 32 cm. Jadi lipit kanan membutuhkan 16 cm dan lipit kiri membutuhkan 16 cm juga. Lipit disusun berhadapan. Tengah muka diletakkan pada lipatan kain dan tengah belakang pada tepi kain.

 Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang  apa yang di maksud rok lipit hadap

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang Bahan Untuk Membuat Tenun   

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.

buka mesin jahit : http://okrek.blogspot.co.id/2010/10/pecah-pola-rok-lipit-hadap.html

Bahan Untuk Membuat Tenun


alat dan bahan membuat tenun - KAIN TENUN
 

Bahan Untuk Membuat Tenun

Untuk membuat tenun, tentunya kita harus mempersiapkan alat dan bahannya terlebih dahulu. Pada artikel sebelumnya, kita telah membahas mengenai alat untuk membuat tenun, dan kali ini kita akan membahas mengenai bahan-bahan untuk membuat tenun.

Bahan-bahan untuk membuat tenun menggunakan bahan-bahan yang ada di alam. Contohnya adalah kapas, kepompong ulat sutera, lilin sarang lebah, akar serai wangi, dan daun sirih. Bahan-bahan ini memiliki fungsinya masing-masing. Berikut fungsi beberapa bahan pembuatan tenun :
•    Kapas : Digunakan sebagai bahan dasar membuat benang
•    Kepompong ulat sutera : Digunakan untuk membuat benang sutera dan benang emas
•    Lilin sarang lebah : Digunakan untuk membantu merenggangkan benang
•    Akar serai wangi : Digunakan untuk pengawet benang
•    Daun sirih : Digunakan untuk pengawet benang agar tidak luntur

Tenun menggunakan bahan pewarna alami untuk mewarnai kainnya, berikut beberapa bahan pembuatan warna alami pada tenun :
•    Warna kuning : Menggunakan bunga tembelekan, kunyit, manga, manggis, bunga saflower dan nangka
•    Warna hitam : Menggunakan buah jambu mente, dan buah pinang
•    Warna merah : Menggunakan buah manggis, batang angsana, dan kesumba
•    Warna cokelat : Menggunakan buah pinang, mundu, daun angsana, dan akar mengkudu
•    Warna hijau : Menggunakan tenun kelapa, dan suji
•    Warna biru : Menggunakan bunga telang, buah manggis, dan bunga tarum
•    Warna ungu :  Menggunakan buah menteng

Bahan untuk membuat tenun ini bisa Anda buat sendiri di rumah. Caranya adalah dengan menghancurkan bahan tersebut hingga lumat atau dengan cara menghancurkannya dengan mesin giling, setelah itu diberi air dan di saring. Air yang telah disaring inilah yang nantinya akan menjadi media untuk merendam benang agar benang tersebut menjadi berwarna. Untuk hasil yang maksimal biasanya pewarna juga diberikan bahan tambahan agar warnanya tahan lama. Seperti kunyit dan kapur sirih yang dicampur saat proses perendaman kain.

Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang  alat dan bahan membuat tenun
, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang PENGENALAN ALAT-ALAT DAN BAHAN MENJAHIT 

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.

buka mesin jahit : http://www.sanabila.com/2016/02/bahan-untuk-membuat-tenun.html
baju jahit, batik, belajar, guru, indonesia, jahit, jogja, kaos, kebaya, konveksi, kursus, kursus menjahit, les, mesin jahit, obras, private, sekolah, terbaik, usaha, yogyakarta
Bahan Untuk Membuat Tenun


PENGENALAN ALAT-ALAT DAN BAHAN MENJAHIT

baju jahit, batik, belajar, guru, indonesia, jahit, jogja, kaos, kebaya, konveksi, kursus, kursus menjahit, les, mesin jahit, obras, private, sekolah, terbaik, usaha, yogyakarta

PENGENALAN ALAT-ALAT DAN BAHAN MENJAHIT


alat alat menjahit dan kegunaannya - A. Mesin Jahit dan Kegunaannya
          Mesin jahit adalah suatu alat yang digunakan untuk menjahit dengan segala perlengkapannya. Mesin jahit merupakan alat pokok yang paling penting dalam keterampilan menjahit. Mesin jahit banyak diperdagangkan dengan berbagai tipe dan merek serta kegunaanya.
          Adapun macam-macam alat jahit adalah:
1. Alat menjahit pokok
      Alat menjahit pokok merupakan peralatan menjahit utama yang pertama kali harus dipersiapkan karena digunakan secara langsung pada proses menjahit. Peralatan menjahit tersebut meliputi mesin jahit dan peralatan pendukung lainnya. Semua peralatan jahit-menjahit tersebut sering disebut pula sebagai piranti menjahit. Berdasarkan penggunaaanya, peralatan menjahit dibagi dalam 2, yaitu: alat menjahit pokok dan alat menjahit pendukung. Contoh peralatan menjahit pokok diantaranya
adalah:
a. Mesin Jahit Manual
      Mesin jahit manual adalah mesin jahit yang menggunakan kaki untuk menggerakan mesinnya. Mesin jahit ini terdiri dari mesin jahit engkol tangan dan mesin jahit manual yang menggunakan gerakan kaki. Mesin jahit dengan engkol tangan sudah jarang dipergunakan. Mesin jahit manual dengan gerakan kaki masih banyak dipergunakan. Mesin ini bila menggunakan dinamo atau motor listrik maka penggeraknya adalah tenaga listrik.

Gambar: Mesin jahit manual dengan engkol tangan


b. Mesin Jahit Semi Otomatis
      Mesin jahit semi otomatis adalah mesin jahit serba guna yang memiliki berbagaimacam fasilitas, dan mesin ini digerakkan dengan menggunakan motor listrik. Mesin ini memiliki fasilitas yang lebih lengkap dibandingkan mesin jahit manual. Dengan demikian, mesin ini selain digunakan untuk menjahit lurus, juga dapat menjahit berbagai macam setikan hiasan. Selain itu mesin jahit ini dilengkapi pula dengan berbagai macam sepatu jahit dengan berbagai fungsi (sepatu lubang kancing, pasang kancing dll.). Mesin jahit ini dikatakan semi otomatis karena untuk pembuatan berbagai macam setikan hiasannya masih memerlukan peralatan (cam) lain yang sesuai dengan motif yang diinginkan. Bila menggunakan berbagai macam bentuk hiasan, maka cam nya pun harus diganti sesuai dengam motifnya.

Gambar: Mesin Jahit Semi Otomatis

c. Mesin Jahit Otomatis
      Mesin jahit otomatis ini biasanya berbentuk portable atau tanpa menggunakan meja. Kegunaan mesin jahit ini hampir sama dengan mesin jahit semiotomatis. Perbedaannya adalah dalam mesin jahit ini memiliki komponen yang lebih praktis. Hal itu terutama terletak dalam menggunakan fasilitas bermacam-macam hiasan. Pada mesin jahit tersebut cukup menekan tombol saja sesuai dengan motif yang diinginkan.

Gambar: Mesin Jahit Otomatis

d. Mesin Jahit Industri
      Mesin jahit industri adalah mesin jahit yang digunakan di industri pakaian jadi, yang digunakan untuk produksi dalam jumlah yang besar. Mesin ini disebut pula sebagai mesin jahit high speed atau mesin jahit dengan kecepatan tinggi. Biasanya hanya digunakan untuk menjahit lurus.

Gambar: Mesin Jahit High Speed

e. Mesin Jahit Penyelesaian
      Mesin jahit penyelesaian dapat disebut sebagai mesin jahit khusus. Mesin jahit jenis ini hanya digunakan untuk satu macam penyelesaian jahitan saja. Misalnya, mesin obras yang digunakan khusus untuk penyelesaian tiras (pinggiran) busana.

Gambar: Mesin obras

2. Alat Menjahit Pendukung
      Alat menjahit pendukung adalah semua peralatan menjahit yang secara tidak langsung membantu dalam proses jahit menjahit. Dengan bantuan alat-alat penunjang ini, maka dapat memperlancar dan mempermudah pekerjaan menjahit. Contoh alat-alat penunjang diantaranya adalah sebagai berikut:
a. Alat pengukur
        Alat mengukur adalah peralatan yang digunakan untuk mengambil ukuran badan dalam pembuatan busana. Alat pengukur tersebut sering disebut sebagai pita ukuran atau metlin/meteran. Untuk mengambil ukuran badan tersebut diperlukan pula veterban yang berfungsi untuk menandai tempat mengambil ukuran. 


Gambar: (a) Pita ukuran dan (b) veterban

b. Alat pembuat pola
        Alat membuat pola adalah alat yang digunakan untuk membuat pola pakaian. Membuat pola pakaian biasanya dilakukan pada kertas, baik yang berukuran kecil maupun besar. Pola yang berukuran kecil (skala kecil) biasanya di buat pada kertas yang kecil pula (buku pola yang berukuran kuarto/ buku kostum), sedangkan pola yang yang berukuran besar (skala satu) dibuat pada kertas yang lebar. Dengan demikian, peralatan untuk membuat pola diantaranya adalah penggaris baik penggaris meter biasa maupun penggaris pola pakaian (dress
marker ruler), pensil hitam, pensil merah biru, kertas payung, kertas doorslag dll.
        Penggaris pola pakaian (dress marker ruler) adalah macam- macam penggaris yang digunakan untuk mempermudah dalam membuat bentuk pola pada busana.

Gambar: Alat-alat membuat pola (a) pensil merah-biru, (b) skala,
(c)Gambar: Dress marker ruler
c. Alat Pemotong
        Alat pemotong adalah peralatan menjahit yang digunakan untuk memotong kain/bahan pada saat membuat pakaian. Contoh alat pemotong kain di antaranya adalah gunting kain, gunting kertas, gunting zig zag, gunting benang, cutter, dan gunting listrik. Gunakan gunting-gunting tersebut sesuai dengan fungsinya agar gunting tetap dalam kondisi yang baik. Gunting kain hanya untuk memotong kain,
dan gunting kertas hanya dipakai untuk menggunting kertas. Gunting zigzag, biasanya digunakan untuk penyelesaian tiras kain. Gunting benang digunakan untuk memotong benang pada saat proses menjahit. Gunting listrik digunakan untuk memotong kain dalam ukuran yang besar dan biasanya banyak digunakan oleh industri-industri busana yang besar pula. Usahakan gunting selalu dibersihkan dan tidak boleh jatuh.

Gambar: Alat memotong (a) gunting kertas, (b) gunting kain,
(c)gunting bordir (d) gunting zig-zag, (e) gunting benang

d. Alat Pemberi Tanda
        Alat pemberi tanda adalah semua peralatan menjahit yang digunakan untuk memindahkan garis-garis pola pada kain. Alat-alat untuk memberi tanda tersebut di antaranya adalah rader, karbon jahit, kapur jahit, pensil kapur, dan skirt marker. Rader adalah alat untuk memindahkan garis pola pada kain/bahan, agar garis pola dapat pindah pada kain. Untk itu, dibutuhkan karbon jahit (tracing paper). Rader ada 2 macam, yaitu rader bergerigi dan tidak bergerigi. Rader bergerigi digunakan uantuk kain-kain yang agak tebal, sedangkan rader tidak bergerigi digunakan untuk kain-kain yang tipis. Rader biasanya terbuat dari logam dengan pegangan kayu serta ada yang terbuat dari plastik dengan roda dari besi.
        Karbon jahit (tracing paper) dipergunakan saat merader kain/bahan. Warna karbon jahit bermacam-macam, selanjutnya pilihlah warna yang berbeda dengan warna kain agar kelihatan warna karbonnya pada kain. Karbon jahit terbuat dari kapur dan lilin, yang terbuat dari kapur lebih mudah hilang dibandingkan yang terbuat dari lilin. Hindari pemakaian karbon mesin tik, karena bekasnya sukar
dihilangkan.
        Kapur jahit ada yang berbentuk lempengan maupun pensil. Dalam
penggunaannya perlu kehati-hatian karena kadang-kadang bekas kapur ini sulit dihilangkan, untuk itu perlu dicoba terlebih dahulu. Kapur jahit ini biasa digunakan untuk memberi tanda pada bahan-bahan yang tebal. Warna kapur jahit pun bermacam -macam, untuk penggunaaanya pilih kapur jahit yang berbeda dengan warna kainnya.
        Skirt marker adalah alat pemberi tanda untuk panjang rok. Bentuk alat ini berupa tongkat berstandar (berkaki) sehingga dapat berdiri tegak di lantai. Tongkat ini diberi ukuran sentimeter mulai dari bawah. Selain itu dilengkapi pula dengan alat penyemprot kapur yang dinaik turunkan sesuai dengan panjang rok yang dikehendaki. Sambil mengelilingi alat pengukur tersebut, si pemakai dapat menyemprotkan kapur itu pada tepi roknya.

Gambar: Alat pemberi tanda: (a) kapur jahit, (b) karbon jahit,
(c) pensil kapur, (d) rader, (e) skirt marker
e. Alat-Alat Pelengkap Menjahit
        Selain alat menjahit pokok dan alat menjahit pendukung, di dalam menjahit atau membuat pakaian diperlukan alat pelengkap menjahit. Fungsi alat pelengkap ini adalah agar pekerjaan jahit menjahit tidak terhambat atau lancar. Alat-alat pelengkap menjahit di antaranya adalah jarum tangan, jarum pentul, bidal, pendedel, needle threader, dan bantalan jarum. Jarum tangan adalah jarum yang digunakan untuk pekerjaan menjahit yang menggunakan tangan, misalnya pekerjaan mengelim atau menjelujur. Jenis jarum tangan yang baik adalah yang
berkepala kuning emas pada lubangnya. Ukuran jarum tangan ini bermacam-macam dari yang halus sampai yang kasar. Jarum kasar untuk bahan yang kasar, dan jarum yang halus untuk bahan yang halus serta tenunannya rapat. Jarum tangan yang baik adalah licin, tidak berkarat, bentuknya panjang/ramping, dan tidak mudah patah.
Jarum pentul biasanya digunakan untuk menyemat kain. Bagian kepalanya biasanya berbentuk bulat besar atau kecil yang terbuat dari plastik atau logam,dan bagian ujungnya terbuat dari logam dengan mata jarum yang runcing dan tajam. Jarum pentul yang berkualias baik adalah yang bagian kepalanya berbentuk bulat besar serta logam jarumnya panjang. Hal itu menandakan alat tersebut lebih tajam, tidak mudah berkarat dan memudahkan pada saat menyematnya.
Bidal adalah tudung jari yang digunakan untuk melindungi jari dari tusukan pangkal jarum pada waktu menjahit dengan tangan. Tudung jari terbuat dari logam, bentuknya seperti tudung yang bagian atasnya berlekuk- lekuk untuk menahan pangkal jarum. Pilihlah bidal yang sesuai dengan besar jari tengah agar cocok dalam pemakaiannya.Pendedel atau disebut juga alat pembuka jahitan digunakan untuk membuka jahitan yang salah. Selain itu, dapat juga digunakan untuk memotong lubang kancing yang dibuat dengan mesin.
Bantalan jarum digunakan untuk meletakkan jarum pentul dan jarum tangan agar tidak tercecer. Bantalan jarum ini dapat dibuat sendiri atau beli yang sudah jadi. Biasanya isi bantalan jarum tersebut berupa kapuk/kapas atau sisa-sisa dari kain perca sehingga mudah untuk ditusuk jarum. Bentuknya berupa bantalan dalam ukuran yang kecil. Kadang-kadang bantalan jarum tersebut dibuat dalam bentuk gelang.

Gambar: Alat-alat pelengkap menjahit (a) jarum mesin, (b) jarum pentul,
(c) jarum jahit, (d) pendedel, (e) bidal, (f) n e e d l ethreader

f.  Attachment
        Attachment adalah alat-alat yang digunakan untuk membantu pada saat menjahit dengan menggunakan mesin jahit. Attachment ini biasanya berbentuk sepatu mesin. Contoha tta c h m e n t diantaranya adalah sepatu retsluiting, sepatu klim gulung, sepatu memasang kancing, sepatu lubang kancing, sepatu melipit, sepatu mengelim, setikan hias (zig-zag), sepatu untuk merompok, sepatu untuk
mengerut, dll.
Sepatu retsluiting ada 2 macam, yaitu sepatu retsluiting biasa yang mempunyai satu kaki dan terbuat dari logam. Sepatu retsluting Jepang terbuat dari plastik, di tengahnya terdapat lubang untuk tempat masuk dan keluarnya jarum, dan di bawahnya terdapat 2 jalur tempat gigi retsluting.
Sepatu klim terbuat dari logam, di bagian tengahnya terdapat alat spiral untuk menggulung kain.
Sepatu lubang kancing terbuat dari logam, bentuknya bermacam- macam, mulai dari ukuran yang kecil sampai yang besar. Untuk mesin jahit semi otomatis dan otomatis, biasanya telah dilengkapi sepatu lubang kancing tersebut.

Gambar:Attachment (a) alat kelim gulung, (b) alat pemasangkancing,
(c) rit jepang, (d) & (e) rit biasa

Cara penggunaan attachment pada dasarnya sama saja, baik pada mesin jahit lurus ataupun pada mesin jahit semi otomatis. Sebelum memasang attachment sepatu mesin jahit lurus dilepas terlebih dahulu.

g. Alat Mengepres
Alat mengepres adalah alat yang digunakan untuk memberikan bentuk yang tetap pada bagian-bagian busana dengan cara diseterika. Dengan demikian, alat yang dibutuhkan untuk pengepresan ini adalah macam-macam seterika, ironing press, bantalan setrika, dan papan seterika.
Ironing press berbentuk persegi panjang seperti papan seterika. Pada bagian bawah terdapat papan pres yang dilapisi dengan kain putih yang tidak mudah terbakar. Bagian atas terdapat lempengan logam untuk pengepres.
Seterika yang digunakan adalah seterika biasa maupun setrika uap. Bila menggunakan seterika uap hasilnya lebih licin dan rapi. Papan seterika biasanya berbentuk papan datar yang dilapisi kain yang tidak mudah terbakar. Pada bagiansisi kanan terdapat tempat untuk meletakkan seterika, dan di bagian bawah terdapat kaki sebagai penyangga papan seterika.
Bantalan seterika adalah bantalan yang digunakan untuk membantu proses menyeterika atau mengepres. Bentuknya bermacam- macam bergantung dari fungsinya, misalnya bantalan untuk lengan, bahu, dan lain-lain. Papan seterika digunakan pada saat akan menggosok kain dengan menggunakan seterikaan.

Gambar: Alat mengepres (a)papan setrika, (b)setrika, (c)mesinpress,
(d)setrika uap, (e)bantalan setrika

h. Alat Mengepas
        Alat mengepas adalah alat yang digunakan untuk mengepas busana sebelum busana itu jadi. Hal ini dmaksudkan agar sesuai dengan ukuran dan bentuk badan pemakainya. Alat mengepas tersebut di antaranya adalah boneka pas dan cermin.
Boneka pas dibuat dalam berbagai ukuran (S,M,L), baik untuk anak, wanita, maupun pria yang panjangnya sebatas panggul. Umumnya boneka pas dibuat dari fiberglass yang dilapisi kain sehingga mudah bila disemat dengan jarum.
Cermin pas digunakan untuk membantu melihat apakah busana yang sudah dibuat tersebut sudah sesuai dengan ukuran dan bentuk yang diinginkan pemakainya. Pada umumnya cermin pas berbentuk persegi panjang agar nampak seluruh badan. Biasanya terdapat kaki untuk memudahkan memindahkannya.

Gambar: Cermin pas dan Pas Pop (dressform)
        Alat bantu bantu jahit yang telah digunakan, setelah dibersihkan disimpan pada tempatnya semula

 Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang  alat alat menjahit dan kegunaannya

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang KERAJINAN BAHAN LUNAK DAN WIRAUSAHA 
. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.

buka mesin jahit : https://www.academia.edu/5149640/Alat_jahit
Copyright © 2016 Kursus Menjahit.