, , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Perhitungan Kebutuhan Ruang dan Mesin Produksi

Perhitungan Kebutuhan Ruang dan Mesin Produksi

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Perhitungan Kebutuhan Ruang dan Mesin Produksi

a. Sample Department

Perencanaan ruang sample pada perancangan pabrik garmen ini disetting sedemikian rupa dengan target dapat memberikan efisiensi kerja yang sangat baik. Ruang sample ini juga dimaksudkan sebagai tempat pengembangan riset produk untuk memperoleh inovasi-inovasi terbaru baik dari segi mode maupun pengembangan teknologi proses yang digunakan.
Ruang sample diseting dengan perlengkapan alat produksi mini sehingga alat-alat yang digunakan persis sama dengan alat-alat yang digunakan dalam ruang produksi. Hal ini dimaksudkan agar sample yang dihasilkan sudah benar-benar mewakili standar produk yang ditentukan/diinginkan. Alat-alat yang digunakan dalam ruang sample ini adalah.
o 3 unit komputer P4 yang dilengkapi dengan softwear Lectra System dan 1 buah mesin printer pola (pattern making printer machine)
o 1 unit mesin pemotong
o 1 unit mesin fusing
o 20 mesin jahit
o 1 unit mesin ironing steam dan regenerator steam
o 1 unit mesin vacum table
b. Sewing Department
Untuk mendapatkan efisiensi waktu yang optimal dalam proses sewing maka digunakan metode analisis network planning untuk mendapatkan efisiensi optimal pada jumlah produksi yang ditargetkan yakni dengan cara menganalisa setiap peristiwa kritis yang terjadi pada setiap urutan proses penjahitan, tingkat kesukaran pada setiap jenis jahitan dan lama waktu pengerjaan untuk setiap jenis jahitan. Dari identifikasi jenis pekerjaan yang ada, selanjutnya kita menentukan proses tahapan dapat dilihat pada tabel 11.
Tabel 11. Waktu tahapan proses penjahitan dalam 1 line produksi No Tahapan proses Waktu proses
1
Obras badan depan
2‟53”
2
Obras saku dalam
50”
3
Jahit saku dalam
35”
4
Piping saku
45”
5
Pasang saku
50”
6
Gabung saku dan badan
1‟12”
7
Fly dalam
50”
8
Obras badan belakang
2‟52”
9
Pleat bagian belakang
40”
10
Tanda bobok saku
40”
11
Bobok saku
35”
12
Jahit kantong belakang
50”
13
Lubang kancing
16”
14
Gabung badang delang dan saku dalam
1‟10”
15
Penggabungan badan depan dan belakang bagian luar
3‟12”
16
Penggabungan badan depan dan belakang bagian dalam
3‟10”
17
Gabung piping dengan badan pinggir
2‟20”
18
Gabung badan dengan waistband
1‟42”
19
Lipat lidah waistband
45”
20
Jahit zipper luar
40”
21
Pasang zipper
25”
22
Pasang hook and eye
1”
23
Gabung antar selangkang
45”
24
Jahit badan belakang
3‟42”
25
Pasang label (care and maintenance label)
1”
26
Jahit belt loop
45”
27
Bartex loop
30”
28
Bartex badan
25”
29
Pasang kancing
32”
30
Bersih benang
3‟50”
Total
40‟

Pihak manajemen telah menetapkan target produksi per bulan adalah 52.000 pcs celana panjang, hari kerja efektif selama 26 hari dalam satu bulan, dan 8 jam dalam 1 hari kerja. Ini berarti manajemen menargetkan produksi per hari sebanyak 2000 pcs/hari. Dari hasil time study telah ditetapkan waktu normal untuk tiap tahapan proses penjahitan dengan total waktu proses penjahitan untuk menghasilkan 1 pcs celana panjang dengan 1 line produksi adalah selama 40‟ (40 menit).
Dalam 1 line terdapat 30 tahapan proses sehingga untuk menghitung waktu yang diperlukan untuk membuat 1 pcs celana panjang dalam 1 line adalah sebagai berikut.
Waktu proses/tahapan/line = Waktu proses : Jumlah tahapan
= 40‟ : 30 tahapan proses
= 1,33‟/tahapan/line
Produksi/line dalam 1 jam = 60‟ : waktu proses/tahapan/line
= 60‟ : 1,33‟
= 45 pcs/jam
Produksi/line dalam 1 hari = Jumlah produksi/jam x jam produksi
= 45 pcs x 8 jam
= 360 pcs/hari
Jumlah line untuk mencapai target minimal produksi /hari (2000 pcs/hari) adalah sebagai berikut.
Jumlah line = Target produksi/hari : Jumlah produksi/line/hari
= 2000 pcs : 360 pcs
= 5,556 line ≈ 6 line (dibulatkan)
Dengan demikian, jumlah produksi per hari jika manajemen menyediakan 6 line sebagai berikut.
Total produksi maksimal (riil) = Jumah line x Jumlah produksi/hari
= 6 x 360 pcs
= 2160 pcs/hari = 270 pcs/jam

Cutting Department
Dasar penghitungan untuk menentukan jumlah mesin pada bagian cutting disesuaikan dengan kebutuhan bahan yang akan diproduksi. Kebutuhan bahan setiap hari (1 shift = 8 jam) pada bagain sewing adalah sebagai berikut.
Jumlah kebutuhan/jam = Target maks. produksi sewing/hari : Jam kerja
= 2160 pcs/hari : 8 jam
= 270 pcs/jam
Berdasarkan time study yang dilakukan manajemen didapatkan (asumsi):
kapasitas proses cutting untuk 1 mesin adalah 40 pcs dalam 1 jam
kapasitas proses pressing/fusing untuk 1 mesin adalah 45 pcs dalam 1 jam
Untuk mencapai target produksi maka manajemen harus menyediakan mesin cutting dan pressing sebagai berikut.
Jumlah mesin cutting = Target kebutuhan/jam : kapasitas mesin cutting
= 270 pcs/jam: 40 pcs
= 6,75 ≈ 7 mesin cutting
Jumlah mesin pressing = Target /jam : kapasitas proses mesin pressing
= 270 pcs/jam: 45 pcs
= 6 mesin pressing

d. Finishing Department

Pada tahap ini yang dihitung adalah alat ironing (setrika). Dasar perhitungan jumlah alat setrika uap yang diperlukan disesuaikan dengan hasil produksinya. Manajemen menargetkan minimal 2160 pcs/hari atau 270 pcs/jam, maka alat setrika yang diperlukan sebagai berikut.

Kapasitas proses ironing untuk 1 alat adalah 35 pcs dalam 1 jam
Jumlah alat ironing = Target /jam : kapasitas proses mesin ironing
= 270 pcs/jam: 35 pcs
= 7,714 alat ironing ≈ 8 alat ironing

0 komentar:

Post a Comment