, , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Pola Busana

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Pola Busana

Pola Busana


1. Masih ada saudara kita yang hidup terkebelakang. Busana mereka
hanya sekedar untuk menutup kemaluan saja.

2. Pada zaman yang sudah maju, modern, dan serba canggih sekarang
ini. Kita ingin hidup dengan sopan, beradap dan ber etika serta
berakhlak mulia. Kita ingin hidup dengan kepribadian yang menarik
yang tau tatakrama, saling menghargai, saling menyayangi dan saling
hormat menghormati, menjaga kesopanan khususnya dibidang
penampilan. Bahkan agama apapun menyuruh manusia untuk
menutup auratnya. Jadi pakaian atau busana, tidak hanya digunakan
untuk mempercatik penampilan atau untuk melindungi tubuh dari
gangguan luar tapi yang lebih utama lagi adalah menjalankan perintah
agama yang menyuruh ummatnya untuk menutup auratnya. Oleh
sebab itu semua manusia harus memakai pakaian atau memakai
busana, busana tersebut tentunya haruslah menyesuaikan dengan
dimana kita hidup atau tinggal.
3. Sebelum mempelajari tentang bagaimana cara membuat busana yang
sesuai dengan keinginan dan sesuai dengan ukuran serta bentuk
tubuh, langkah awal yang dilakukan adalah mempelajari tentang
anatomi tubuh manusia itu sendiri. Mempelajari anatomi tubuh
khususnya tentang bentuk tubuh, diperlukan agar dalam mempelajari
pembuatan pola, kita mampu membuat pola yang sesuai dengan
bentuk dan ukuran tubuh model.
4. Dari beberapa sumber mengatakan kita dapat mempelajari perubahan
dan perkembangan bentuk tubuh manusia dalam tiga periode, yaitu
abat ke 14, abad ke 16 dan abat ke 17 sampai sekarang.
5. Pada Abad ke 14 bentuk tubuh manusia bulat (gemuk berisi) dan
pendek, sehingga tidak begitu berbeda antara tubuh bagian atas
dengan tubuh bagian bawah. Jarak antara perut, dada dan dagu
begitu dekat sehingga pada Abad ini lingkar dada/badan sebagai
patokan adalah titik dada. Garis pinggang sebagai patokan adalah titik
pusar.
6. Pada Abad 16 ditemukan bahwa garis sisi/samping harus tegak lurus,
sedangkan garis tengah belakang harus melalui setengah leher
belakang dan tengah garis pantat. Pada zaman ini garis tubuh dibuat
atau ditentukan dengan memberi tanda dengan garis lurus saja. Garis
horizontal untuk garis tubuh bagian panjang atau tinggi, dan garis
fertikal untuk garis tubuh bagian lebar atau lingkaran, seperti garis
pinggang, garis panggul dan lain-lain.
7. Pada Abad 17 sampai sekarang dikatakan bahwa garis tubuh adalah
mengikuti perspektif tubuh. Artinya di dalam membaca desain,
membuat perbandingan desain, sesuai dengan perspektif tubuh
pemakai.


1. Mengapa masih ada sebagian masyarakat Indonesia yang

terkebelakang?


2. Mengapa Manusia perlu berbusana?
3. Bagaimana cara melestarikan atau membiasakan hidup tau tatakrama,
etika, sopan dan santun serta memiliki budaya malu?
4. Apa tujuan mempelajari bentuk tubuh manusia?
5. Jelaskan 3 periode perkembangan bentuk tubuh manusia!

1. Di Indonesia masih ada sebagian masyarakat yang terkebelakang,
karena Indonesia sangat luas dan terdiri dari kepuauan. Jumlah
penduduk Indonesia juga sangat banyak lebih kurang 250 juta. Karena
Indonesia sangat luas, maka ada daerah pedalaman yang belum
mendapat perhatian pemerintah dan masyarakat sekitar. Hal ini
penyebabnya diantaranya adalah keuangan Negara belum mampu
memperbaiki infrastruktur seperti jalan dan transportasi, sehingga
akses untuk mencapai lokasi pedalaman susah dicapai atau ditempuh,
tetapi ada juga karena manusia atau masyarakat pedalaman itu
sendiri tidak atau belum mau berubah. Karena jumlah penduduk
Indonesia sangat banyak sehingga keuangan Negara banyak
digunakan untuk penduduk yang sudah dijangkau atau ditempuh
melalui beberapa akses. Dalam hal ini tentu yang dilakukan adalah
skala prioritas.

2. Manusia perlu berbusana, sebab semua agama mengamanatkan agar
manusia menutup auratnya. Manusia hidup harus mempunyai rasa
malu, harus tau etika, sopan santun dan tata krama.

3. Cara melestarikan atau membiasakan hidup tau tatakrama, etika,
sopan dan santun serta memiliki budaya malu adalah dengan
mempelajari agama secara mendalam, kemudian dipahami,
dimengerti dan diamalkan atau dilaksanakan. Pelaksanaan
pembiasaan hidup tau tatakrama, etika, sopan dan santun serta
memiliki budaya malu harus dimulai dari diri sendiri. Dimulai dari
lingkungan keluarga, kemudian contoh dan teladan dari masyarakat
serta terutama contoh dan teladan dari para guru.

4. Tujuan mempelajari bentuk tubuh manusia adalah supaya pada saat
menyiapkan busana untuk seseorang kita mampu membuat busana
yang bagus enak di pakai dan sesuai dengan ukuran serta bentuk
tubuh model.

5. Tiga periode perkembangan bentuk tubuh manusia adalah:


a) Pada Abad ke 14 bentuk tubuh manusia bulat (gemuk berisi) dan
pendek, sehingga tidak begitu berbeda antara tubuh bagian atas
dengan tubuh bagian bawah. Jarak antara perut, dada dan dagu
begitu dekat sehingga pada Abad ini lingkar dada/badan sebagai
patokan adalah titik dada. Garis pinggang sebagai patokan adalah
titik pusar.

b) Pada Abad 16 ditemukan bahwa garis sisi/samping harus tegak
lurus, sedangkan garis tengah belakang harus melalui setengah
leher belakang dan tengah garis pantat. Pada zaman ini garis
tubuh dibuat atau ditentukan dengan memberi tanda dengan garis
lurus saja. Garis horizontal untuk garis tubuh bagian panjang atau
tinggi, dan garis fertikal untuk garis tubuh bagian lebar atau
lingkaran, seperti garis pinggang, garis panggul dan lain-lain.

c) Pada Abad 17 sampai sekarang dikatakan bahwa garis tubuh
adalah mengikuti perspektif tubuh. Artinya di dalam membaca
desain, membuat perbandingan desain, sesuai dengan perspektif
tubuh pemakai.


3. Cara melestarikan atau membiasakan hidup tau tatakrama, etika,
sopan dan santun serta memiliki budaya malu adalah dengan
mempelajari agama secara mendalam, kemudian dipahami,
dimengerti dan diamalkan atau dilaksanakan. Pelaksanaan
pembiasaan hidup tau tatakrama, etika, sopan dan santun serta
memiliki budaya malu harus dimulai dari diri sendiri. Dimulai dari
lingkungan keluarga, kemudian contoh dan teladan dari masyarakat
serta terutama contoh dan teladan dari para guru.

4. Tujuan mempelajari bentuk tubuh manusia adalah supaya pada saat
menyiapkan busana untuk seseorang kita mampu membuat busana
yang bagus enak di pakai dan sesuai dengan ukuran serta bentuk
tubuh model.

5. Tiga periode perkembangan bentuk tubuh manusia adalah:


a) Pada Abad ke 14 bentuk tubuh manusia bulat (gemuk berisi) dan
pendek, sehingga tidak begitu berbeda antara tubuh bagian atas
dengan tubuh bagian bawah. Jarak antara perut, dada dan dagu
begitu dekat sehingga pada Abad ini lingkar dada/badan sebagai
patokan adalah titik dada. Garis pinggang sebagai patokan adalah
titik pusar.

b) Pada Abad 16 ditemukan bahwa garis sisi/samping harus tegak
lurus, sedangkan garis tengah belakang harus melalui setengah
leher belakang dan tengah garis pantat. Pada zaman ini garis
tubuh dibuat atau ditentukan dengan memberi tanda dengan garis
lurus saja. Garis horizontal untuk garis tubuh bagian panjang atau
tinggi, dan garis fertikal untuk garis tubuh bagian lebar atau
lingkaran, seperti garis pinggang, garis panggul dan lain-lain.

c) Pada Abad 17 sampai sekarang dikatakan bahwa garis tubuh
adalah mengikuti perspektif tubuh. Artinya di dalam membaca
desain, membuat perbandingan desain, sesuai dengan perspektif
tubuh pemakai.

0 komentar:

Post a Comment