Tinjauan Matakuliah Manajemen Busana Pria

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Tinjauan Matakuliah Manajemen Busana Pria

Tinjauan Matakuliah Manajemen Busana Pria



Teknik menjahit busana Pria adalah teknik menjahit busana yang dikerjakan
secara teliti (cermat) dan halus, menggunakan mesin jahit dan semua penyelesaian
dikerjakan dengan jahitan tangan.


Untuk mendapatkan hasil / penampilan busana yang sempurna harus memiliki
pengetahuan, ketrmpilan dan pengalaman dalam menjahit bagian – bagian busana, serta
kompetensi yang menunjang seperti teknik pengepresan, teknik penyelesaian dengan
tangan, serta menangani bahan / kain dengan berbagai macam sifat bahan.

Dalam hal ini akan dibahas tentang menjahit bagian – bagian busana pria dalam pembuatan piyama yang meliputi :



 Membuat saku

 Menjahit dan menyelesaikan bagian badan, menjahit sisi
 Menjahit dan memasang kerah
 Menjahit dan memasang lengan
 Membuat lubang kancing dan memasang kancing
 Menjahit sisi celana (depan dan belakang)
 Menjahit pesak
 Menjahit belahan gulbi
 Membuat lubang kancing
 Memasang kancing

 Penyelesaian.

Matakuliah ini terdapat pada program studi PKK Konsentrasi Tata Busana semester IV yang merupakan Matakuliah Keahlian. Matakuliah diberikan dalam bentuk teori dan praktek. Mahasiswa harus mempelajari secara keseluruhan dan mutlak karena menyangkut kemampuan dan keterampilan membuat busana pria khususnya dalam pembuatan piyama. Penguasaan teknik membuat busana dengan penyelesaian yang halus, perlu memperhatikan dan memahami teori-teori yang dipelajari.



0 komentar:

Macam-macam lipit

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Macam-macam lipit

Macam-macam lipit

Lipit yaitu lipatan-lipatan yang terdapat pada rok atau sebagai hiasan pada busana ( Wasia Rusbani, 1985 : 90 ). Macam-macam lipit antara lain : lipit hadap, lipit searah, lipit jarum, lipit kipas, dan lipit sungkup( Arifah A.Riyanto : 2003 ).


Macam-macam saku

Saku adalah bagian atau hiasan pada pakaian yang banyak digunakan. Macam-macam saku antara lain : saku tempel, saku passepoille, saku vest, saku accordion, saku dalam, saku samping, dan lain sebagainya( Radias Saleh dan Aisyah Ja’far, 1991 : 94 ).


Macam-macam belahan

Belahan pada busana berfungsi memudahkan dalam memakai dan melepaskan busana, selain itu berfungsi sebagai hiasan busana ( Arifah A.Riyanto : 2003 ).


a. Belahan lapis sama

 belahan ini terletak pada bagian tengah belakang tengah muka dan manset. Teknik pengerjaannya yaitu menentukan letak dan ukuran, menyiapkan pelapis bahan, menjahit dari bagian buruk bahan, membalik pelapis, melipat, merapikan, menjahit pertengahan lapisan, dan tepi lapisan diselesaikan dengan kelim atau
setikan.


b. Belahan lapis tidak sama, belahan ini terletak di bagian tengah belakang, tengah muka atau manset. Lapisan terdiri dari dua bagian, yaitu lapisan bawah dan lapisan atas. Teknik pengerjaannya yaitu dengan menentukan letak dan ukuran, menyiapkan lapisan bawah belahan, menjahit lapisan bawah, menjahit lapisan atas dengan disetik bagian luar.


c. Belahan tutup tarik

 belahan ini terletak pada belahan tengah muka, atau tengah
belakang busana. Teknik pengerjaannya yaitu dengan menentukan panjang belahan,
tutup tarik disemat pada belahan, menjelujur dan disetik

0 komentar:

Pembuatan lubang kancing

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Pembuatan lubang kancing

Pembuatan lubang kancing



Langkah kerjanya dengan menentukan ukuran tempat lubang kancing, menjelujur pada batas lubang, membuat lubang, dan menyelesaikan dengan tusuk lubang kancing dan diberi trens pada ujung-ujung lubang kancing sebagai penguat. Macam lubang kancing, antara lain :

Lubang kancing manual, cara pengerjaannya dengan menggunakan tangan/dijahit dengan tusuk feston berkepala/tusuk lubang kancing, dengan membuat sobekan terlebih dahulu. Lubang kancing mesin, teknik pengerjaan lubang kancing dengan menggunakan mesin itik/mesin lubang kancing.


Lubang kancing passepoile, teknik pengerjaan lubang kancing dengan
menggunakan pola passepoille dan dijahit dengan mesin jahit.



Lubang kancing sengkelit, teknik pengerjaan lubang kancing dengan
menggunakan tali kecil/kumai serong yang dijahit kecil(Radias Saleh dan Aisyah Ja’far,
1991 : 94).


Macam-macam penyelesaian kelim tepi




Kelim adalah penyelesaian tepi dari bagian-bagian busana. Kelim dilipat mengarah kebagian buruk bahan dan tepinya diselesaikan dengan menggunakan tusuk-tusuk atau setikan mesin agar tepi kelihatan rapi. Lebar kelim bermacam-macam tergantung penempatannya(Radias Saleh dan Aisyah Ja’far, 1991 : 96). Jarak penyelesaian kelim meliputi : kelim rok antara 3-5 cm, kelim blus antara 2-4 cm, dan kelim lengan antara 2-4 cm. Langkah menyelesaikan kelim tepi yaitu diobras dulu, dirompok atau diberi lapisan bentuk, kemudian dilipat selebar kelim yang diinginkan dengan disematkan jarum pentul arah berdiri, dan diselesaikan dengan tusuk kelim, tusuk flanel, atau tusuk feston dengan jarak teratur(Radias Saleh dan Aisyah Ja’far, 1991 : 94).


Kelim sungsang
Teknik mengerjakannya sama dengan mengelim, tapi beda kerjanya pada cara memasukkan jarumnya yaitu dua kali dalam satu lubang sehingga benangnya mati dan tidak mudah lepas. Jika ada yang putus kegunaan sama dengan mengelim.


Kelim tusuk flanel

Kelim tusuk flanel yaitu kelim yang bahan pinggirnya diobras, tanpa melipatnya kedalam. Terutama dipakai untuk teknik pengerjaan yang kelimnya lebih rapi dan lebih berkualitas dan juga untuk bahan yang tebal, untuk rok, blus, ujung lengan, dan sebagainya. Caranya : 1. Dilipitkan pinggir rok, selebar yang diinginkan dan dibantu dengan jelujur.
2. Dijahit dengan tusuk flanel yang satu diatas keliman tidak tembus sampai ke luar dan yang satunya di bawah kelim pinggir lipatan dengan langkah mundur. 3. Hasil dari bagian baik hanya tampak satu baris dengan jarak 0,5cm.

Kelim yang dirompok
Kelim yang dirompok terutama untuk bahan yang tebal seperti jas, mantel, teknik pengerjaannya sama dengan disum, cuma tiras pinggirnya tidak dilipatkan tapi dirompok dengan bahan yang tipis agar tidak terlalu tebal, kemudian baru disum.


Kelim palsu
Kelim palsu yaitu kelim untuk mengatasi masalah bila panjang kain tidak cukup untuk bahan keliman, atau bahan yang terlalu tebal untuk dikelimkan, maka dibuat kelim palsu. Membuat kelim palsu yaitu dengan cara menyambungkan kain untuk kelim, kain yang digunakan bisa bahan yang sama atau bahan lain yang lebih tipis (jika bahan yang akan disambung terlalu tebal) tetapi warna kain penyambungnya sama dengan bahan pakaian. Cara penggabungannya adalah : gunting kain sesuai dengan bentuk yang akan disambung, lalu disatukan dan dikelim dengan sum. Lebar hasil setikan penyambungan tidak lebih dari 0,5cm. Untuk kelim, kelim sum, kelim sumsang, tusuk flanel dan kelim rompok dikerjakan dengan jarum tangan, tapi untuk merompok biasa dikerjakan dengan jahit mesin dan untuk mensum keduanya tetap dengan tangan.


Kelim tindas
Kelim tindas yaitu kelim yang dijahit dengan mesin. Cara mengerjakan kelim tindas adalah kelim dilipitkan sesuai dengan keinginan dan dilipatkan + 1cm, kemudian ditindas dengan mesin, hasil tindasan hanya satu jahitan yaitu pada pinggir kelim. Ini biasanya dipakai untuk pinggiran kemeja, ujung kaki piyama, kaki celana, bawah rok, blus, dan sebagainya.


Kelim konveksi
Kelim konveksi yaitu kelim yang sering dipakai untuk menjahit pakaian konveksi, yaitu untuk keliman rok, blus, kemeja, ataupun kaki celana. Caranya sama dengan kelim tindas tapi perbedaannya terletak pada tusukannya. Tusukan kelim konveksi terdiri dari dua baris yaitu diatas dan dibawah (double) dan lebarnya + 1cm.

Kelim rol
Dapat dibuat dengan dua cara :
a. Kelim yang dibuat dengan mesin serbaguna dengan memakai sepatu rol serta setikan zig-zag.
b. Kelim juga dapat dibuat dengan cara manual, dengan memakai jarum tangan dengan cara menggulung kecil tiras, kemudian dijahit dengan tusuk balut. Kegunaan kelim rol adalah untuk mengelim pinggiran kain yang tipis, pinggiran baju kerut atau rimpel, ujung lengan poff dan sebagainya.


Kelim sum mesin

Kelim sum mesin ini adalah kelim yang bekasnya di bagian baik seperti sum tangan tetapi dengan menggunakan mesin, caranya :
a. Pinggir kain dikelim dengan jelujur sesuai dengan yang diinginkan
b. Kemudian kelim dilipatkan dengan bagian keliman kebawah sebesar keliman yang disisakan biasanya 0,2cm
c. Dijahit pada sisa keliman dengan cara sepatu mesin sedikit diangkat
d. Kemudian turunkan sepatu mesin dan jahit terus berulang-ulang sampai selesai
e. Kelim sum dapat dijahit dengan memakai mesin serbaguna
f. Kelim sum dapat juga dibuat dengan memakai mesin khusus untuk garmen
g. Mensom bahan-bahan yang tebal dan untuk konveksi (garmen) agar pekerjaan lebih efktif dan efisien

0 komentar:

Macam-macam pemasangan kancing

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit

Macam-macam pemasangan kancing

Macam-macam pemasangan kancing



Macam-macam kancing yang sering digunakan baik sebagai hiasan maupun
sebagai penutup belahan, adalah kancing lubang dua dan empat, kancing bertangkai,
kancing jepret, dan kancing kait. Penjelasan macam-macam pemasangan kancing sebagai
berikut :

Kancing lubang dua dan empat

Langkah kerjanya dengan membuat tusuk mula dengan menyisipkan ujung
benang diantara dua bahan dan membuat satu atau dua tusukan kecil sebagai penguat.
Bagian buruk bahan diselesaikan dengan tusuk feston.

Kancing bertangkai

Langkah kerjanya dengan membuat tusuk pada tanda tempat kancing,
kemudian membuat 4 sampai 5 tusukan
dan diberi tusuk penguat.

Kancing jepret, langkah kerja dengan kancing jepret dilekatkan dengan
tusuk balut atau tusuk feston, 4 sampai 5 kali tusukan, dan tidak tembus keluar. Bagian
kancing yang timbul dipasang dahulu, kemudian bagian pipih dijahit pada tanda tekanan
dari bagian yang timbul

Kancing kait, langkah kerjanya yaitu kancing kait terdiri dari dua bagian, diselesaikan dengan tusuk balut dan tusuk feston(Radias Saleh dan Aisyah Ja’far, 1991:94).

0 komentar:

Macam-macam kampuh

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Macam-macam kampuh

Macam-macam kampuh



Kampuh adalah sambungan yang terjadi pada waktu menyambung dua potong

kain ( Arifah A. Riyanto, 2003 ). Macam-macam kampuh yang dapat diterapkan pada
pembuatan busana meliputi :

Kampuh buka
Penyelesaian tepi kampuh buka antara lain dengan diobras/difeston, dijahit
lepas, dirompok, dan digunting zi-zag (untuk kain tebal dan kain yang berlining ).


Kampuh balik

Cara pengerjaannya dengan dijahit atau disetik pada bagian baik bahan, kemudian dibalik dan disetik kembali.Kampuh balik geser, kampuh ini biasa digunakan untuk menyambung dua tepi. Satu tepi berkerut, tepi yang lain tidak. Dan untuk menyambung dua garis lengkung seperti kerung lengan kemeja pria. Cara penyelesaiannya yaitu bagian baik menumpuk dengan bagian buruk kain yang berkerut.Kampuh balik semu, kampuh ini biasanya digunakan untuk bagian yang melengkung seperti kerung lengan. Cara pengerjaannya yaitu bagian baik dan baik dijahit +1cm kemudian dilipat ke dalam ½ cm, kemudian ditusuk balut/di soom.

Kampuh sarung
Kampuh ini biasanya digunakan untuk kain bermotif. Bagian baik dan buruk ada dua jahitan.

Kampuh perancis
Kampuh ini biasanya digunakan untuk kain yang tipis dan jahitan yang cepat.
Cara pengerjaannya yaitu bahan baik dan baik dilipat dua kali kemudian dijahit. Untuk
konveksi dengan lebar ukuran ½-¾ cm.

Kampuh pipih

Cara pengerjaannya dengan menjahit bagian buruk, kemudian dirapikan
dengan melipat pinggirnya kedalam dan disetik pada tepinya. +1cm jadinya ½ - ¾ cm.

0 komentar:

Macam-macam tusuk dasar menjahit

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Macam-macam tusuk dasar menjahit

Macam-macam tusuk dasar menjahit



Tusuk dasar menjahit adalah hasil jahitan yang dikerjakan dengan tangan serta menggunakan jarum dan benang ( V.M. Bambang Soemantri ). Tusuk yang digunakan dalam menjahit busana antara lain : tusuk jelujur, tusuk tikam jejak, tusuk kelim, tusuk balut, tusuk feston, tusuk flanel, dan tusuk lubang kancing. Macam-macam tusuk dijelaskan sebagai berikut :

Tusuk jelujur

Tusuk ini dimulai dari kanan kekiri, digunakan untuk memindahkan tanda-tanda pola pada bahan yang sifatnya sementara untuk mengerut. Jahitan tusuk jelujur ini merupakan dasar menjahit secara menjelujur lipitan atau sambungan pada kain secara cepat menurut Bambang Soemantri(2005:60).


Tusuk tikam jejak
Tusuk ini digunakan untuk menyambung bagian-bagian busana. Bagian atas atau bagian luar busana akan terlihat seperti setikan mesin, tetapi pada bagian bawah atau bagian dalam busana akan terlihat seperti tusuk tangkai (batang) Menurut Reader’s digest (1978:123).

Tusuk Batang/Tangkai
Tusuk batang dibuat untuk hiasan, teknik menjahitnya dengan langkah mundur + 0,5cm dan mengaitkan 5 atau 6 benang pada bahan, jarum ditarik keluar akan menghasilkan tusuk tangkai dan seterusnya tusuk mundur lagi seperti yang pertamabegitu seterusnya sampai selesai. Untuk membuat tangkai yang lebih besar maka jarak tusukan dirapatkan dan mengaitkan lebih banyak (besar).



Tusuk balut
Tusuk ini untuk menyambung dua bagian bahan yang letaknya harus tepat
menurut coraknya, untuk menyelesaikan tepi kampuh terutama pada bahan yang tebal
(Reader;s digest).



Tusuk flanel

Menurut Bambang Soemantri (2005:74) tusuk ini merupakan dua baris tusuk
lurus yang berlawanan arah serta saling bersilangan dibagian hampir ujung sebelah atas
dan bawah. Tusuk ini untuk menyelesaikan kelim, terutama pada bahan tebal. Cara
mengerjakan dari kiri kekanan dengan mengambil satu helai benang, bersilang
membentuk sudut-sudut yang sama jaraknya.



Tusuk feston
Tusuk ini untuk menyelesaikan dan memperkuat bagian tepi kain pada kampuh
buka, membuat trens, mengelim, dan menghias busana. Cara mengerjakan dari kanan
kekiri, jarum ditusukkan kebahan dengan jarak dan panjang kaki feston harus rata
(Bambang Soemantri : 2005).



Tusuk rantai
Tusuk rantai fungsinya untuk membuat hiasan tekniknya dengan langkah maju,
dengan memasukkan jarum dari bawah keatas, kemudian tusukkan kembali pada lubang
tempat jarum dilingkarkan pada jarum, ditarik sehingga benang yang melingkar berada di
lubang kedua selanjutnya jarum kembali menusuk lubang tempat jarum ke luar dan ekor
benang melingkar pada jarum seperti semula, begitu seterusnya sampai selesai dengan
mengikuti motif hiasannya


Tusuk silang
Tusuk ini berfungsi untuk membuat hiasan. Teknik pengerjaannya dengan
langkah sebagai berikut : dimulai dari kanan atas ke kiri bawah, terus ke kanan bawah
(tusukan pertama). Kemudian tusuk kedua dimulai dari kanan bawah terus ke kiri atas,
letak tusukan sejajar baik tusukan bagian atas maupun tusukan bagian bawah (tusukan
yang terlihat menyilang di atas kain) dan seterusnya sampai selesai.


Tusuk piquer

Tusuk piquer biasanya berfungsi untuk memasangkan bulu kuda pada jas atau
mantel. Disamping itu, tusuk piquer dapat juga digunakan sebagai tusuk hias pada busana
atau lenan rumah tangga.

Tusuk-tusuk yang telah diuraikan diatas tidak semuanya digunakan pada praktek
pembuatan piyama, tusuk yang digunakan untuk membuat piyama yaitu tusuk jelujur
untuk membantu dalam pemasangan bisban dan menyelesaikan kelim.

0 komentar:

Tinjauan Matakuliah Teknologi Busana

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Tinjauan Matakuliah Teknologi Busana

Tinjauan Matakuliah Teknologi Busana



Teknologi berasal dari dua kata, yaitu: teknos dan logos. Teknos berasal dari kata teknik atau cara atau dapat juga dikatakan sebagai metode, sedangkan logos berarti ilmu.Matakuliah TeknologiBusana merupakan matakuliah praktek yang mempelajari macam-macam fragmen dasar penyelesaian busana dengan berbagai sistem secara manual dan machinal (Jurusan TJP, 2000). Matakuliah ini dipelajari pada semester II dan merupakan matakuliah keahlian diberikan secara teori dan praktek. Matakuliah ini merupakan dasar penyelesaian busana untuk dapat mengikuti perkuliahan bidang pembuatan busana pada matakuliah Manajemen Busana Pria semester IV. Tujuan Matakuliah Teknologi Busana adalah agar mahasiswa dapat memiliki pengetahuan dan keterampilan membuat macam-macam fragmen dasar penyelesaian busana ( jurusan TJP,2000 ). Kompetensi dasar yang terdapat pada matakuliah Teknologi Busana yaitu pemahaman konsep dasar teknologi busana, pembuatan macam-macam tusuk dasar menjahit, pembuatan berbagai macam kampuh, pembuatan macam-macam penyelesaian tepi busana, pembuatan macam-macam lipit, pembuatan macam-macam saku, pembuatan macam-macam kerah, pembuatan macam-macam lengan, pembuatan macam-macam belahan pada busana, teknik pemasangan kancing, dan pembuatan lubang kancing. (Silabus Teknologi Busana PKK, S1 Konsentrasi Tata Busana : 2010). Rincian materi Matakuliah Teknologi Busana sebagai berikut :


Macam-macam alat jahit


Menurut Soekarno (2004:3) alat-alat jahit yang diperlukan dalam persiapan menjahit antara lain : Alat-alat untuk membuat pola, meliputi : kertas pola/karbon, pensil merah biru, karet penghapus, penggaris siku-siku, skala, pita ukuran, penggaris panggul, piter ban, dan buku pola.Alat-alat untuk menjahit, meliputi : mesin jahit, jarum mesin, jarum jahit, benang, bantal jarum, jarum pentul, pensil jahit, rader, kapur jahit, pita ukuran/metlin, gunting kecil, bidal, gunting besar, dan pendedel.Alat-alat untuk menyetrika, meliputi: setrika, papan setrika, bantal setrika panggul dan lengan ( Soekarno : 2005 )


Latihan menjahit



Menurut Reade’s Digest (2010:23) penggunaan mesin jahit terdapat langkah-langkah sebagai berikut :


 1. Memasang jarum mesin, pertama kendurkan sekrup pengapit jarum kemudian sisi yang pipih menghadap arah luar dipasangkan jarum, setelah itu jarum dinaikkan kedalam pengapit kemudian sekrup dikencangkan untuk mempererat posisi jarum, dan benang siap dimasukkan kedalam jarum.
2. Memasang benang atas
3. Memasang benang kumparan, yaitu dengan memasukkan kumparan kedalam slot mesin jahit, kumparan yang sudah diletakkan ditekan dengan jari agar bisa mengait pada slot mesin jahit, kemudian tariklah benang jahit dengan memakai pancingan jarum diatas mesin yang sudah diberi benang untuk ditarik keatas guna menaikkan benang bawah.
4. menyetel setikan, yaitu memutar kepala mesin dengan tangan kanan kemudian menggunakan kaki untuk menjalankan roda mesin setelah itu hasil setikan dilihat, setikan tidak boleh lompat-lompat, benang menggulung diatas atau dibawah kain, atau membuat kain jadi berkerut.

0 komentar:

Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar

Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar



Setiap individu mempunyai kelemahan dan kelebihan yang berbeda satu sama lain. Hal ini dapat dilihat dari keberhasilan individu dalam belajar. Kemampuan yang dimiliki belum cukup menunjang pencapaian hasil belajar yang maksimal, karena terdapat pula faktor lain yang akan mempengaruhi.Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar, menurut Thursan Hakim (2006 : 6 ) ada dua faktor, yaitu faktor internal dan eksternal. Belajar sebagai proses atau aktivitas dipengaruhi oleh banyak hal atau faktor-faktor. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa yaitu faktor dari dalam diri siswa dan faktor yang dating dari luar siswa. Faktor yang berasal dari dalam diri siswa meliputi faktor kemampuan siswa, yang berasal dari luar diri siswa antara lain faktor lingkungan keluarga, masyarakat dan paling dominan adalah faktor sekolah yaitu kualitas pengajaran dan kemampuan siswa ( Nana Sudjana, 2002 : 40 ).

Faktor Biologis/jasmani


Faktor biologis meliputi segala hal yang berhubungan dengan keadaan fisik/jasmani individu. Keadaan fisik yang normal sangat menentukan keberhasilan belajar, sebaliknya kondisi fisik yang tidak normal akan menghambat dan menjadi masalah dalam belajar. Misalnya jika individu tersebut terganggu dalam pendengaran atau badan yang tidak sehat akibat kecelakaan, sehingga tidak dapat belajar dengan efektif.

Faktor Psikologis

Faktor psikologis/rohaniah dapat dilihat dari kondisi mental yang mantab dan stabil dalam menghadapi segala hal yang mempengaruhi hasil belajar. Hal ini meliputi :

Intelegensi
Intelegensi/kecerdasan tinggi akan mudah diharapkan mencapai prestasi yang tinggi dalam proses belajar sebaliknya akan sulit mengejar ketinggalan dalam belajar sehingga mencapai hasil yang kurang baik. Intelegensi merupakan modal untuk melakukan aktivitas menalar, menganalisis dan menyimpulkan berdasar argumentasi yang objektif-rasional, sehingga dapat menjadi dasar dalam melakukan penyesuaian diri didukung oleh faktor minat , maka proses penyesuaian diri akan berlangsung lebih efektif.

Kemauan

Dengan adanya kemauan, maka Seseorang dalam belajar akan berusaha belajar lebih giat dan rajin sehingga mencapai hasil sesuai harapan.

Bakat
Bakat ( aptitude ) biasanya diartikan sebagai kemampuan bawaan yang merupakan potensi ( potential ability ) yang masih perlu dikembangkan atau dilatih (Semiawan, dkk, 1984 : 1). Bakat yang dimiliki seseorang sangat menentukan tinggi-rendahnya kemampuan seseorang dalam suatu bidang tertentu yang tidak sama dengan individu lain.

Daya ingat
Daya ingat seseorang memudahkan pemahaman dan penerimaan dalam belajar sehingga mencapai hasil yang baik.

Daya konsentrasi
Daya konsentrasi adalah kemampuan menguasai pikiran terhadap satu obyek yang dikehendaki, sehingga dapat menguasai materi belajar.


Faktor lingkungan keluarga



Hubungan yang harmonis, keadaan ekonomi yang cukup, suasana lingkungan rumah yang tenang, dan perhatian dari orangtua, akan membantu perkembangan proses belajar dan pendidikan anak. Pada dasarnya pola asuh demokratis dengan suasana keluarga yang diliputi keterbukaan lebih memberikan peluang bagi peserta didik untuk melakukan proses penyesuaian diri secara efektif dibandingkan dengan pola asuh keluarga yang otoriter maupun pola asuh yang penuh kebebasan.

Faktor lingkungan sekolah


Kondisi lingkungan sekolah yang baik, teman yang baik, peralatan belajar yang cukup, gedung sekolah yang memenuhi syarat bagi berlangsungnya proses belajar yang baik, keharmonisan semua personil. Kondisi sekolah yang sehat dimana peserta didik betah dan bangga terhadap sekolahnya memberikan dasar bagi peserta didik untuk berperilaku menyesuaikan diri secara harmonis di masyarakat. Sebaliknya, kondisi yang kurang sehat dimana peserta didik merasa tidak betah, kurang menyukai guru-gurunya, sering terjadi pelanggaran hukum, perkelahian dan sebagainya maka akan berpengaruh terhadap proses penyesuaian diri siswanya.



Faktor lingkungan masyarakat



Faktor lingkungan masyarakat yang baik dapat menunjang keberhasilan belajar, seperti adanya lembaga-lembaga pendidikan nonformal, kursus-kursus, bimbingan tes, sanggar organisasi keagamaan. Lingkungan yang menghambat keberhasilan belajar seperti, bioskop, pusat hiburan, pusat perbelanjaan, diskotik, memungkinkan seseorang berbuat negatif.

Faktor waktu



Waktu dan kesempatan berhubungan dalam belajar. Pengendalian waktu yang maksimal atau keseimbangan waktu dengan kegiatan yang lain dapat memudahkan dalam belajar. Sehingga meraih hasil yang baik.


0 komentar:

Ranah psikomotorik

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Ranah psikomotorik

Ranah psikomotorik



Hasil belajar ranah psikomotorik tampak pada kegiatan keterampilan dan penampilan dalam segala tindakan individu. Pendapat Dave yang dikutip oleh Nana Sudjana ( 2002 : 54 ) bahwa ranah psikomotorik terdiri lima tingkatan hasil belajar meliputi peniruan, manipulasi, ketetapan, artikulasi, dan pengalamiahan. Tingkatan hasil belajar tersebut diuraikan sebagai berikut :



Peniruan ( Imitation )

Siswa menirukan suatu gerakan, kemudian memberi respon serupa dengan yang diamati. Contohnya mahasiswa mampu membuat penyelesaian gulbi dengan teknik yang benar sesuai dengan apa yang di contohkan oleh dosen.

Manipulasi ( Manipulation )
Siswa mengikuti gerakan pilihan dan menetapkan suatu penampilan melalui latihan.Contoh, memasangkan sekoci pada kumparan sebelum mengatur jarak setikan
pada mesin jahit, menghidupkan motor mesin dengan menekan tombol on sebelum memulai menjahit, dan lain-lain.

Ketepatan( Precition )

Kemampuan melakukan perilaku tertentu dengan lancar, tepat dan akurat tanpa contoh dan petunjuk tertulis. Contoh, mengatur jarak setikan pada mesin jahit sehingga akan jahitan akan nampak rapi.

Artikulasi( Articulation )
Koordinasi beberapa gerakan sekaligus dengan benar.Contoh, menggunakan jarum jahit sesuai dengan tebal tipisnya bahan.

Pengalamiahan( Naturalization )

Ketrampilan menunjukkan perilaku gerakan tertentu secara “automatically” artinya cara melakukan gerakan secara wajar dan efisien. Mahasiswa melakukan gerakan secara wajar, dilakukan rutin dengan energi fisik maupun psikis. Contohnya, mahasiswa dapat mengoperasikan mesin jahit dengan lancar, dapat menerapkan teknik penyelesaian dengan lancar dan benar.

0 komentar:

Ranah afektif

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Ranah afektif

Ranah afektif



Kemampuan siswa pada ranah afektif dilihat dari sikap dan tingkah laku dalam menerima nilai-nilai dalam belajar. Pendapat Krathwohl dikutip Catharina Tri Anni (2004:7) tentang ranah afektif sebagai berikut :

Penerimaan ( Receiving )

Penerimaan mengacu pada keinginan siswa untuk menghadirkan rangsangan atau fenomena tertentu (aktivitas kelas, buku teks, music dan sebagainya) dari sudut pandang pembelajaran ia berkaitan dengan memperoleh, menangani, dan mengarahkan perhatian siswa. Hasil belajar ini berentangan dari kesadaran sederhana tentang adanya
sesuatu sampai pada perhatian selektif yang menjadi bagian milik individu siswa.Penerimaan ini mencerminkan tingkat hasil belajar paling rendah didalam rendah.Perhatian dan pemberian respon terhadap stimulasi dengan tepat. Mahasiswa mempunyai perhatian yang penuh terhadap apa yang dijelaskan oleh dosen, dan kemauannya untuk menerima mata kuliah dari dosen.

Penanggapan ( Responding )
Penanggapan mengacu pada partisipasi aktiv pada diri siswa.Hasil belajar ini adalah penekanan pada kemahiran merespon, keinginan merespon, atau kepuasan dalam merespon.Aktif berpartisipasi akan sesuatu, menjadi peserta, dan tertarik.Dalam hal ini mahasiswa mempunyai hasrat untuk bertanya kepada dosen.

Penilaian ( Valuing )

Penilaian berkaitan dengan harga atau nilai yang melekat pada objek fenomena atau perilaku tertentu pada diri siswa.Penilaian didasarkan pada internalisasi seperangkat nilai tertentu, namun menunjukkan nilai-nilai yang diungkap didalam perilaku yang ditampakkan oleh siswa.Hasil belajar dibidang ini dikaitkan dengan perilaku yang konsisten dan cukup stabil didalam membuat nilai yang dapat dikenali secara jelas.Dalam hal ini keinginan mahasiswa untuk mendengarkan dan mencatat uraian dosen.


Pengorganisasian( Organization )
Pengorganisasian berkaitan dengan perangkat nilai-nilai yang berbeda, memecahkan kembali konflik-konflik antar nilai dan mulai menciptakan sistem nilai yang konsisten secara internal.Hasil belajar ini dapat berkaitan dengan konseptualisasi nilai (mengenali tanggung jawab setiap individu untuk memperbaiki hubungan antar manusia) atau pengorganisasian sistem nilai (mengembangkan rencana kerja yang memenuhi kebutuhan sendiri baik dalam hal peningkatan ekonomi maupun pelayanan sosial).Penyatuan nilai-nilai yang dipercayai, sikap-sikap yang berbeda membuat lebih konsisten, dan membentuk sistem nilai internal, mencakup tingkah laku yang tercermin dalam suatu filsafat hidup.

Karakterisasi ( characterization )

Menjadikan nilai-nilai sebagai bagian dari pola hidup.Perilaku pada tingkat ini adalah bersifat persuasif, konsisten. Hasil belajar pada tingkat ini mencakup berbagai aktivitas yang luas, namun penekanan dasarnya pada kekhasan perilaku siswa. Mahasiswa mampu menilai bagaimana karakter dosen yang memberikan materi kuliah.Menunjukkan sikap ilmiah dengan menyebutkan dan menguji kebenaran sebelum menerimanya.
Hasil belajar afektif dalam hubungannya dengan matakuliah Manajemen Busana Pria tampak pada tingkah laku dan sikap siswa dalam menerima dan mengikuti materi yang diterima. Mahasiswa yang berminat akan memperhatikan, merespon aktif maupun positif, dan konsisten menyesuaikan nilai-nilai baru kemudian dijadikan sebagai pegangan hidup, seperti banyak bertanya, menemukan sumber ide baru membuat model busana, aktif mengikuti dan menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan, konsentrasi mendengarkan dan mengerjakan tugas dan materi yang diberikan dengan tepat waktu.

0 komentar:

Definisi proses menjahit

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Definisi proses menjahit

Definisi proses menjahit



Proses yaitu penilaian yang dilakukan terhadap langkah kerja pembuatan busana pria sesuai dengan gambar model yang telah dibuat. Aspek yang dinilai dalam proses yaitu : Teknik menjahit, dalam menjahit busana yang tepat sesuai gambar model dari tiap bagian-bagian busana meliputi kerah, saku, kerung lengan, bahu, sisi badan, kupnat, kerung leher. Dalam teknik menjahit harus memperhatikan urutan tertib kerja yang telah dibuat agar hasil jahitan bagus. Penyelesaian, mahasiswa mampu menyelesaikan busana sesuai dengan bahan, desain dan tujuan. Ketepatan waktu, mahasiswa mampu menyelesaikan pembuatan busana sesuai dengan waktu yang telah ditentukan yaitu 2x180menit.


Hasil, yaitu penilaian yang dilakukan terhadap hasil dari proses pembuatan busana pria sesuai desain dari awal sampai akhir. Aspek yang dinilai dalam hasil, yaitu : kesesuaian desain model dengan hasil akhir, keserasian pada pembuatan busana yaitu keserasian secara keseluruhan hasil jadi busana sesuai model, bahan, kesempatan, warna, corak, bahan dan bagian-bagian busana.Kebersihan dilihat dari teknik jahitan dan teknik penyelesaian busana. Hasil jahitan tidak ada noda, tidak ada tanda rader, bersih dari benang dan kapur jahit. Kerapihan meliputi teknik menjahit yang tepat, teknik penyelesaian yang benar, halus, teliti, jarak posisi kanan dan kiri sama setikannya (Wikipedia Bahasa Indonesia, Ensiklopedia bebas). Jadi proses menjahit adalah suatu urutan pelaksanaan atau tertib kerja, waktu dan kecepatan, dalam pekerjaan menyambung kain atau membuat suatu busana. Dimana dibutuhkan teknik yang benar dan tepat dalam proses menjahit tersebut. Hal tersebut dapat ditunjukkan berupa hasil belajar menjahit piyama pada matakuliah Manajemen Busana Pria.

Hasil belajar



Pendapat Bloom yang dikutip Nur’aini:2008, “hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya. pencapaian hasil belajar dipengaruhi oleh kemampuan seseorang meliputi aspek kognitif berkaitan dengan kemampuan pemahaman dan penguasaan teori, aspek afektif berkaitan dengan kemampuan menerima materi dari sikap, dan aspek psikomotorik berkaitan dengan kemampuan seseorang terampil menyelesaikan tugas praktek. Hasil belajar memiliki tingkatan dari tingkat yang terendah sampai yang tertinggi.” Ketiga ranah yaitu ranah kognitif, afektif dan psikomotorik menjadi perhatian hasil belajar siswa, dijelaskan sebagai berikut.


Ranah kognitif


Pendapat Bloom yang dikutip oleh Nur’aini:2008yaitu berkaitan dengan hasil berupa pengetahuan, kemampuan dan kemahiran intelektual. Ranah kognitif mencakup kategori sebagai berikut :

Pengetahuan ( Knowledge )

Pengetahuan didefinisikan sebagai perilaku mengingat atau mengenali informasi (materi pembelajaran) yang telah dipelajari sebelumnya pengetahuan ini meliputi pengingatan kembali tentang rentangan materi yang luas mulai dari fakta spesifik sampai teori yang kompleks.

Pemahaman ( Comprehention )

Kemampuan memperoleh makna dari materi pembelajaran. Hal ini ditujukkan melalui penerjemahan materi pembelajaran, hasil belajar ini berada pada satu tahap diatas pengingatan materi sederhana dan mencerminkan tingkat pemahaman paling rendah. Kemampuan menginterpretasikan, menerangkan, memberi contoh, memahami makna materi. Pemahaman memerlukan kemampuan menangkap makna atau arti dari suatu konsep, misalnya menjelaskan dengan susunan kalimat sendiri sesuatu yang dibaca atau didengarkannya, memberi contoh lain yang telah dicontohkan dan lain-lain.



Penerapan ( Aplication )

Penerapan mengacu pada kemampuan menggunakan materi pembelajaran yang telah dipelajari didalam situasi baru dan kongkrit. Hal ini mencakup penerapan hal-hal seperti aturan, metode, konsep, prinsip-prinsip, dalil dan teori. Hasil belajar ini memerlukan tingkat pemahaman yang lebih tinggi daripada tingkat pemahaman sebelumnya(comprehention). Aplikasi adalah kesanggupan menerapkan dan mengabstraksikan suatu ide dalam situasi yang baru. Kata-kata operasional untuk mengukur hasil belajar tingkat penerapan antara lain : mengubah, memodifikasikan, menghubungkan, menunjukkan, memecahkan dan menggunakan, contohnya siswa mampu menggunakan teknik jahit busana yang benar pada pembuatan busana.

Analisis ( Analysis )

Analisis mengacu pada kemampuan memecahkan material kedalam bagian-bagian sehingga dapat dipahami struktur organisasinya. Hasil belajar ini mencerminkan tingkat intelektual lebih tinggi daripada pemahaman dan penerapan, karena memerlukan pemahaman isi dan bentuk struktural materi pembelajaran yang telah dipelajari. Kemampuan menguraikan materi, menggambarkan, memilih, menggabungkan suatu konsep menjadi unsur-unsur atau bagian-bagian yang mempunyai arti. Contoh hasil belajar tingkat analisis adalah siswa mampu menganalisis sebuah desain busana dengan menguraikan bagian-bagian busana, misalnya menguraikan model lengan, model rok, dan sebagainya.


Sintesis ( Syntesis )

Sintesis mengacu pada kemampuan menggabungkan bagian-bagian dalam rangka membentuk struktur yang baru. Hasil belajar dibidang ini menekankan perilaku kreatif, dengan penekanan dasar pada pembentukan struktur atau pola-pola baru. Sintesis adalah lawan dari analisis, yaitu kemampuan merencanakan, menyusun, merevisi, menggabungkan bagian-bagian konsep ke dalam pola struktur/bentuk baru menjadi suatu konsep utuh. Contoh hasil belajar manajemen busana butik tingkat analisis adalah siswa mampu menhubungkan unsur dan prinsip-prinsip desain dan bagian-bagian busana sehingga tercipta sebuah busana sesuai kriteria.


Penilaian ( Evaluation )


Penilaian mengacu pada kemampuan membuat keputusan tentang nilai materi pembelajaran untuk tujuan tertentu. Hasil belajar dibidang ini adalah paling tinggi didalam hirarki kognitif karena berisi unsur-unsur seluruh kategori tersebut dan ditambah dengan keputusan tentang nilai yang didasarkan pada kriteria yang telah ditetapkan secara jelas. Kata-kata operasional untuk mengukur hasil belajar tingkat evaluasi antara lain : membandingkan, mengkritik, menilai, menyimpulkan, membedakan, menerangkan, dan lain-lain. Hasil belajar teknologi busana tingkat evaluasi misalnya siswa mampu mengevaluasi dengan menilai, memberi kritikan, dan dapat membedakan dengan jelas teknik jahit yang ditunjukkan oleh dosen, misalnya macam-macam saku, macam-macam teknik penyelesaian yang bagaimana, dan macam-macam teknik hias yang bagaimana, dan lain-lain. Hasil belajar kognitif dihubungkan dengan matakuliah Manajemen Busana Pria yaitu kemampuan menguasai, memahami, memecahkan masalah, menguraikan materi yang dipelajari dan menjelaskan dengan benar. Permasalahan yang dihadapi pada matakuliah Manajemen Busana Pria dikaitkan dengan matakuliah Teknologi Busana seperti penerapan teknik penyelesaian busanaterdiri macam-macam fragmen dasar secara manual dan machinal, memahami model, meletakkan pola dengan benar, memotong dengan benar, mengikuti langkah-langkah menjahit dengan berurutan, teknik dan penyelesaian busana secara tepat.

0 komentar:

Tujuan belajar

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Tujuan belajar

Tujuan belajar




Pencapaian tujuan belajar perlu diciptakannya dengan kondisi belajar yang efektif untuk mencapai prestasi belajar yang maksimal.Sardiman A.M (2001:26) mengemukakan bahwa belajar mempunyai tujuan secara umum ada tiga jenis yaitu untuk mendapatkan pengetahuan, penanaman konsep dan ketrampilan dan pembentukan sikap. Tujuan belajar dapat dijelaskan sebagai berikut :

Mendapatkan pengetahuan


Pengetahuan memperluas kemampuan berpikir seseorang dan mengembangkan diri secara mantap yang bermanfaat bagi diri dan oranglain.

Penanaman konsep dan ketrampilan

Individu dalam mempelajari dan mengerjakan sesuatu hal perlu penguasaan praktek dan ketrampilan serta perumusan konsep memudahkan pemecahan masalah dan kreativitas dalam berfikir.

Pembentukan sikap


Penanaman nilai-nilai membentuk sikap mental dan perilaku, dijadikan sebagai landasan sehingga tumbuh kesadaran dan kemauan untuk mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Pencapaian tujuan belajar berarti akan menghasilkan hasil belajar dan keberhasilan seseorang dalam belajar dipengaruhi oleh kemampuannya menguasai materi yang dipelajari sesuai dengan tujuan belajar.


Charles E Jhonsons dikutip Cece Wijaya dan Tabrani Rusyan (1992:8) berpendapat bahwa kemampuan adalah perilaku yang rasional untuk mancapai tujuan yang dipersyaratkan sesuai kondisi yang diharapkan. Kemampuan tumbuh dari diri sendiri dan untuk memperolehnya diperlukan dorongan dan semangat yang ditunjukkan dengan perilaku nyata. Setiap orang menunjukkan kemampuan yang tidak sama, dilihat dari kecakapan yang dimiliki meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Seseorang mempunyai kelebihan pada aspek tertentu yang tidak dimiliki oleh individu yang lain yang akan mempengaruhi proses dan hasil belajarnya. Dalam penelitian ini lebih mengacu pada aspek psikomotorik, dimana mahasiswa tampak pada kegiatan ketrampilan dan penampilan dalam segala tindakan individu yang meliputi ; peniruan, manipulasi, ketepatan, artikulasi, dan pengalamiahan.

0 komentar:

Matakuliah Manajemen Busana Pria

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Matakuliah Manajemen Busana Pria

Matakuliah Manajemen Busana Pria



Busana pria merupakan salah satu kebutuhan pokok oleh kaum pria. Konsep dasar pembuatan busana pria diperlukan untuk mengungkap hal-hal yang mendasari mengapa praktek membuat busana pria, ruang lingkup serta bagaimana persiapan awalnya. Konsep dasar meliputi tujuan dan manfaat matakuliah Manajemen Busana Pria, desain busana pria dan cara memilih model, dan pembuatan piyama. Konsep desain busana pria dan cara memilih model busana bisa digunakan sebagai bekal dalam menerima pembuatan busana pria, khususnya piyama .

Definisi belajar



Manusia yang selalu dinamis selalu ingin berkembang dengan cara belajar sebab belajar merupakan proses penting bagi perubahan perilaku manusia. Unsur-unsur yang berhubungan dengan belajar yang dapat menghasilkan perubahan perilaku yaitu adanya pembelajar, rangsangan (stimulus), memori dan respon. Buthanuddin salam (2004:3) berpendapat bahwa belajar adalah suatu proses yang membutuhkan waktu serta usaha dan usaha itu memerlukan waktu, cara dan metode. Belajar merupakan proses penting bagi perubahan perilaku manusia dan ia mencakup segala sesuatu yang dipikirkan dan dikerjakan. Belajar memegang peranan penting didalam perkembangan, kebiasaan, sikap, keyakinan, tujuan, kepribadian dan bahkan persepsi manusia, Catharina Tri Anni (2004:2). Menurut Dimyati (2002:28) belajar merupakan proses mereaksi terhadap semua situasi yang ada di sekitar individu sehingga belajar diarahkan kepada tujuan, proses berbuat melalui berbagai pengalaman serta proses melihat, mengamati, memahami sesuatu dan nantinya akan mengubah tingkah laku individu.

Berdasarkan pendapat diatas pengertian belajar dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu aktivitas mental atau psikis untuk memperoleh perubahan-perubahan tingkah laku yang relatif meningkat, konstan dan berbekas sebagai hasil pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif dan psikomotorik. Seseorang yang melanjutkan kuliah di Perguruan Tinggi memungkinkan perubahan hasil belajar. Pendidikan di Perguruan Tinggi bertujuan meningkatkan keterampilan berpikir secara mandiri. Bekal ilmu pengetahuan dan keterampilan merupakan modal untuk menyesuaikan diri dengan kondisi dan lingkungan pendidikan yang baru dan berlomba untuk mendapatkan hasil belajar yang optimal. Setiap mahasiswa harus mampu mempelajari, memahami, menguasai, setiap bidang ilmiah dan dapat mengumpulkan dan mengerti semua informasi bidangnya.

0 komentar:

Proses Menjahit

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Proses Menjahit

Proses Menjahit



Proses adalah urutan pelaksanaan atau kejadian yang terjadi secara alami atau didesain, menggunakan waktu, ruang, keahlian atau sumber daya lainnya, yang menghasilkan suatu hasil. Suatu proses mungkin dikenali oleh perubahan yang diciptakan terhadap sifat-sifat dari satu atau lebih objek di bawah pengaruhnya. Dalam penelitian ini proses yaitu penilaian yang dilakukan terhadap langkah kerja pembuatan busana pria sesuai dengan gambar model yang telah dibuat. Menjahit adalah pekerjaan menyambung kain, bulu, kulit binatang, pepagan dan bahan-bahan lain yang bisa dilewati jarum jahit dan benang. Menjahit dapat dilakukan dengan tangan memakai jarum tangan atau dengan mesin jahit (Wikipedia Bahasa Indonesia, Ensiklopedia Bebas).


Aspek yang dinilai dalam proses menjahit yaitu :


1.teknik menjahit, dalam menjahit busana yang tepat sesuai gambar model dari tiap bagian-bagian busana meliputi kerah, saku, kerung lengan, bahu, sisi badan, kupnat, kerung leher. Dalam teknik menjahit harus memperhatikan urutan tertib kerja yang telah dibuat agar hasil jahitan bagus.

2.Penyelesaian, mahasiswa mampu menyelesaikan busana sesuai dengan bahan, desain dan tujuan.


3.Ketepatan waktu, mahasiswa mampu menyelesaikan pembuatan busana sesuai dengan waktu yang telah ditentukan yaitu 2x180menit.

4. Hasil, yaitu penilaian yang dilakukan terhadap hasil dari proses pembuatan busana pria sesuai desain dari awal sampai akhir.


Aspek yang dinilai dalam hasil, yaitu : kesesuaian desain model dengan hasil akhir, keserasian pada pembuatan busana yaitu keserasian secara keseluruhan hasil jadi busana sesuai model, bahan, kesempatan, warna, corak, bahan dan bagian-bagian busana.Kebersihan dilihat dari teknik jahitan dan teknik penyelesaian busana. Hasil jahitan tidak ada noda, tidak ada tanda rader, bersih dari benang dan kapur jahit. Kerapihan meliputi teknik menjahit yang tepat, teknik penyelesaian yang benar, halus, teliti, jarak posisi kanan dan kiri sama setikannya. Jadi proses menjahit adalah suatu urutan pelaksanaan atau tertib kerja, waktu dan kecepatan, dalam pekerjaan menyambung kain atau membuat suatu busana. Dimana dibutuhkan teknik yang benar dan tepat dalam proses menjahit tersebut. Hal tersebut dapat diukur dengan test tertulis busana pria dalam matakuliah Manajemen Busana Pria.

0 komentar:

Penguasaan Materi Teknologi Busana

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Penguasaan Materi Teknologi Busana

Penguasaan Materi Teknologi Busana


Penguasaan berarti menguasai atau mengusahakan, pemahaman atau kesanggupan untuk menggunakan pengetahuan, kepandaian (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2001:534). Sedangkan dalam psikologi belajar penguasaan dapat diartikan menerapkan, mengeneralisasikan, menyusun, mengklarifikasikan, mengubah struktur suatu masalah (Ngalim Purwanto, 2002:59). Berdasarkan pengertian tersebut dapat dinyatakan bahwa penguasaan adalah pemahaman. Pemahaman bukan saja berarti mengetahui yang sifatnya mengingat (hafalan saja), tetapi mampu mengungkapkan kembali dalam bentuk lain atau dengan kata-kata sendiri sehingga mudah mengeti makna bahan yang dipelajari, tetapi tidak mengubah arti yang ada didalamnya.
Materi adalah sesuatu yang jadi bahan berfikir, berunding, mengarang dan sebagainya(W.J.S. Poerwadarminto, 1996:638 ). Materi adalah suatu abstraksi yang mewakili suatu kelas objek-objek, kejadian-kejadian, kegiatan-kegiatan atau hubungan yang mempunyai atribut-atribut yang sama.

Materi diperlukan untuk memperoleh dan mengkomunikasikan pengetahuan karena dengan menguasai materi dapat memperoleh pengetahuan baru yang tidak terbatas (Dahar,1996:80). Penguasaan materi merupakan kemampuan mahasiswa dalam memahami materi setelah kegiatan pembelajaran. Penguasaan materi dapat diartikan sebagai kemampuan mahasiswa dalam memahami makna secara ilmiah, baik materi secara teori maupun praktek (Dahar,2003:4). Teknologi, berasal dari kata teknos / teknik adalah cara / metode. Logos adalah ilmu / pengetahuan. Sedangkan busana menurut Porrie adalah segala sesuatu yang dipakai mulai dari ujung rambut sampai ke ujung kaki dan digunakan sesuai dengan fungsinya. Dari pengertian tersebut maka arti busana adalah segala sesuatu yang dipakai seseorang yang melekat dibadan dari ujung rambut sampai ujung kaki yang berguna untuk menambah keindahan si pemakai. Jadi pengertian Teknologi Busana adalah pengetahuan seseorang untuk dapat memahami tentang suatu ilmu yang mempelajari tentang teknik menjahit dan juga tentang peralatan menjahit (peralatan apa saja yang digunakan) serta dapat melatih mahasiswa untuk dapat membuat busana sesuai dengan pola dan desain busana serta sesuai dengan teknik-teknik menjahit yang benar dari mulai memahami model sampai pada penyelesaian. Jadi, teknologi busana adalah suatu ilmu pengetahuan dan keterampilan yang mempelajari cara, metode, pembuatan dan penyelesaian busana.

0 komentar:

Pemanfaatan Spons Mandi Dalam Pembuatan Busana Pesta

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Pemanfaatan Spons Mandi Dalam Pembuatan Busana Pesta

Pemanfaatan Spons Mandi Dalam Pembuatan Busana Pesta


Kata kunci: Spons Mandi; Busana Pesta


Spons mandi adalah bahan sintetis yang berupa karet buatan berguna untuk
membersihkan diri dari kotoran dan lemak yang menempel pada kulit. Pada busana
pesta ini kreasi spons mandi diterapkan sebagai bahan pendukung dalam pembuatan
busana pesta. Tujuan yang ingin dicapai adalah mengetahui dan memahami secara
detail teknik pemanfaatan spons mandi sebagai bahan pendukung dalam pembuatan
busana pesta, mengetahui cara pembuatan busana pesta dengan spons mandi dan
mengetahui cara pemeliharaan busana pesta dengan spons mandi. Manfaat yang
diperoleh adalah menambah wawasan, pengetahuan, dan ketrampilan serta pola pikir
yang kreatif dalam melahirkan inspirasi mode busana sehingga dapat memotivasi dan
mendorong pembaca agar lebih tertarik dalam mengembangkan kreativitas dari spons
mandi untuk dikreasikan sebagai barang seni yang indah.

Pemanfaatan spons mandi dalam pembuatan busana pesta yaitu proses atau
cara membuat suatu barang yang dapat dipakai pada suatu perayaan dengan bahan
pendukung berupa spons mandi yang merupakan barang yang dibuat dari karet buatan
yang membantu meluruhkan kotoran dan minyak yang menempel pada kulit. Proses
pemanfaatan spons mandi dalam pembuatan busana pesta merupakan rangkaian
pembuatan busana pesta secara urut mulai dari desain, alat dan bahan, mengambil
ukuran, membuat pola skala (1:4), merancang bahan dan harga, membuat pola ukuran
sesungguhnya (1:1), meletakkan pola pada bahan, memotong bahan, memberi tanda
pola, pasen I, perbaikan, menjahit, penyelesaian dan hasil yaitu berupa pemanfaatan
spons mandi dalam pembuatan busana pesta.

Proses menjahit dimulai dari melekatkan kain gula dan kain cecak pada

kamisol maupun rok, menjahit semua garis princess, memasang ballen dan kom,
membuat lipit dan memasang lipit pada kamisol, menyatukan lipit dan memasang
kamisol bahan utama dan bahan vuring, menempel lipit pada lengan dan menjahit
lengan, menyelesaikan kelim rok dan menjahit kupnat, menyelesaikan sambungan rok
dengan bahan vuring, menempelkan spons mandi dan menjahit ban pinngang. Proses
selanjutnya yaitu pemasangan bordir tempel dan payet secara menyebar pada kamisol
dan lengan.

Berdasarkan hasil pemanfaatan spons mandi dalam pembuatan busana pesta
dapat diambil kesimpulan bahwa proses pemanfaatan spons mandi dalam pembuatan
busana pesta melalui beberapa tahap pembuatan mulai dari desain busana sampai
tahap penyelesaian akhir serta cara pemeliharaan busana pesta dengan pemanfaatan
spons mandi. Disarankan agar dalam pembuatan busana pesta ini dilakukan dengan
lebih cermat dan hati-hati untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

0 komentar:

Pembuatan Busana Pengantin Muslimah Modifikasi Kebaya dengan Kain Tenun Ikat

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Pembuatan Busana Pengantin Muslimah Modifikasi Kebaya dengan Kain Tenun Ikat

Pembuatan Busana Pengantin Muslimah Modifikasi Kebaya dengan Kain Tenun Ikat


Kata Kunci : Busana Pengantin Muslimah, Modifikasi, Kebaya, Kain Tenun Ikat.


Kaum wanita pada saat ini semakin banyak yang menggunakan busana muslimah, yaitu busana yang menutup bagian-bagian tertentu yang disebut aurat, sehingga menuntut para perancang busana menciptakan suatu busana yang memiliki nilai lebih. Penulis menggunakan kain tenun ikat sebagai bahan dasar dalam pembuatan busana pengantin karena selama ini kain tenun ikat hanya digunakan sebagai bahan dasar sarung dan sorban, sehingga penulis ingin mengangkat kain tenun ikat menjadi kain yang mempunyai nilai keindahan tinggi dengan menjadikan kain tenun ikat sebagai bahan dasar pembuatan busana pengantin muslimah.

Permasalahan yang akan dibahas adalah mengetahui bagaimana membuat desain busana pengantin muslimah dan mengetahui bagaimana teknik atau proses pembuatan busana pengantin muslimah. Manfaat penulisan Tugas Akhir ini adalah mengembangkan kreatifitas dan ketrampilan dalam membuat busana pengantin muslimah bagi penulis, memberikan wawasan bagi pembaca, dan memberikan masukan kepada produsen busana pengantin muslimah tentang alternatif desain busana pengantin muslimah.

Proses pembuatan busana muslimah modifikasi kebaya dengan kain tenun ikat dimulai dengan mendesain busana dan perlengkapannya, mempersiapkan alat dan bahan, mengambil ukuran, membuat pola dasar dengan sistem Meyneke, merubah pola sesuai model, merancang bahan, merancang harga, meletakkan pola diatas bahan, memotong dan memberi tanda, membordir, menjahit, memasang payet, serta menyelesaikan membuang sisa benang. Teknik jahit yang digunakan adalah teknik tailoring yaitu teknik jahit dengan hasil yang rapi bila terlihat dari bagian baik maupun buruknya. Teknik penyelesaian kampuh menggunakan kampuh balik untuk kebaya dan kampuh buka untuk rok. Biaya yang dibutuhkan untuk pembuatan busana pengantin muslimah modifikasi kebaya dengan kain tenun ikat adalah Rp 1.129.500,- dan lama waktunya delapan minggu.

Desain busana pengantin muslimah modifikasi kebaya dengan kain tenun ikat berupa kebaya susun tiga, kamisol dan rok yang melebar pada bagian bawahnyan. 

Teknik jahit yang digunakan adalah tailoring dengan bahan utama kain tenun ikat, tile dan satin. Sedangkan perawatannya dengan menggunakan Dry Cleaning (Cuci Kering) dan disimpan dalam almari agar tidak terkena debu. Kelebihan busana muslimah modifikasi kebaya dengan kain tenun ikat adalah memiliki nilai keindahan dan keunikan dari desain kebaya susun tiga yang dipadukan dengan Kain Tenun Ikat yang hanya biasa digunakan untuk kain sarung. Kekurangan busana pengantin muslimah modifikasi kebaya dengan kain tenun ikat ini adalah pada saat proses pemotongan dan pemasangan bordir aplikasi, diperlukan kesabaran karena membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikannya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatiakn dalam pembuatan busana pengantin ini, yaitu diantaranya karena sifat kain tile yang lentur, maka pada saat memotong, kain tersebut perlu diberi pelapis berupa kertas agar posisinya tidak berubah. Dan cara menempel bordir aplikasi agar posisinya tepat dan tidak merusak kain adalah dengan cara menyematnya dengan jarum pentul lalu menempelkanya dengan lem, lalu dijelujur, baru kemudian dibordir. Dan untuk mengangkat hasil kerajinan daerah, maka bagi para perancang busana atau masyarakat yang berkecimpung dibidang busana, dapat memilih kain tenun ikat sebagai bahan dalam pembuatan busana pengantin

0 komentar:

Pelajaran muatan lokal bordir dilakukan di luar jam pelajaran,

Pelajaran muatan lokal bordir dilakukan di luar jam pelajaran,

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Pelajaran muatan lokal bordir dilakukan di luar jam pelajaran,

 

apakah berpengaruh terhadap keadaan fisiologi Kalian?
Ikut mata pelajaran muatan lokal bordir tidak mempengaruhi kondisi
belajar saya walaupun di luar jam pelajaran.
Apa yang Kalian rasakan pada saat mengikuti mata pelajaran muatan
lokal bordir?
Senang mbak ikut muatan lokal bordir, semangat untuk bisa membordir
mbak.
Siapa saja yang mendukung Kalian mengikuti mata pelajaran muatan
lokal bordir?
Yang mendukung kegiatan muatan lokal bordir teman, orangtua dan diri
sendiri mbak.
Keinginan apa yang kalian harapkan dengan mengikuti mata
pelajaran muatan lokal bordir?
Keinginan yang saya peroleh bisa belajar membordir dan saya sekarang
jadi bisa membordir sendiri mbak.
Apakah dengan mengikuti mata pelajaran muatan lokal bordir kalian
memperoleh apa yang dicita-citakan?
Suatu saat bisa merancang baju dan dibordir sendiri, mempunyai ide untuk
membuat motif bordir.

Apakah mata pelajaran muatan lokal bordir memberikan


pengetahuan pada Kalian dibidang bordir? Apa saja yang diketahui?
Iya mbak, pelajaran muatan lokal bordir memberikan pengetahuan buat
saya, saya jadi tahu cara membordir, membuat motif bordir.
Apa rencana kalian ke depan setelah mengikuti mata pelajaran
muatan lokal bordir, setelah terjun di masyarakat?
Ingin melanjutkan kuliah mbak, inginnya mendirikan usaha butik kan butik
ada hubungannya dengan bordir.
Apakah bordir bermanfaat bagi Kalian ke depannya? Apa saja
manfaatnya?
Manfaatnya saya bisa menghias busana, menambah pengetahuan.
Bagaimana tanggapan keluarga Kalian adanya mata pelajaran
muatan lokal bordir?
Mendukung keluarga saya mbak.
Apakah teman bergaul berpengaruh terhadap keberhasilan belajar
Kalian pada mata pelajaran muatan lokal bordir?
Tidak mempengaruhi mbak, karena saya membuat bordir sendiri
Bagaimana suasana kelas pada mata pelajaran muatan lokal bordir?
Ramai mbak, di kelas panas dan ruangannya sempit kalau praktek.
Apakah kelas Kalian pada saat mata pelajaran muatan lokal berjalan
dengan kondusif?
Iya mbak bisa terkendali.
Bagaimana profesionalisme guru dalam mengajar sudah disiplin atau
belum?
Ibu guru sudah mbak, tinggal kita menyesuaikan sikap
Apakah guru membantu Kalian dalam praktek bordir?
Iya mbak, membantu kalau kita tidak bisa membordir, guru pasti akan
membantu.
Adakah rasa kekeluargaan yang tercipta di dalam kelas?
Iya ada mbak, kadang-kadang kita makan bersama dengan guru.

Pelajaran muatan lokal bordir dilakukan di luar jam pelajaran,
apakah berpengaruh terhadap keadaan fisiologi Kalian?
Berpengaruh mbak, capek karena seharusnya udah waktunya jam pulang
kok masih ada kegiatan tambahan.
Apa yang Kalian rasakan pada saat mengikuti mata pelajaran muatan
lokal bordir?
Senang, pelajaran muatan lokal bordir ternyata berguna bisa menambah
ilmu dan pengalaman membuat kerajinan bordir.
Siapa saja yang mendukung Kalian mengikuti mata pelajaran muatan
lokal bordir?
Keluarga dan teman mbak.
Keinginan apa yang kalian harapkan dengan mengikuti mata
pelajaran muatan lokal bordir?
Yang saya dapat tadinya tidak bisa membordir menjadi bisa, bisa menghias
busana, bisa membuat motif.
Apakah dengan mengikuti mata pelajaran muatan lokal bordir kalian
memperoleh apa yang dicita-citakan?
Iya mbak, Kalau saya lulus nanti saya ingin jadi pembordir yang terkenal.
Apakah mata pelajaran muatan lokal bordir memberikan
pengetahuan pada Kalian dibidang bordir? apa saja yang diketahui?
Iya mbak, memberikan pengetahuan membordir, memberi wawasan.

Apa rencana kalian ke depan setelah mengikuti mata pelajaran
muatan lokal bordir, setelah terjun di masyarakat?
Kalau sudah lulus nanti saya ingin mendirikan bordir mbak.
Apakah bordir bermanfaat bagi Kalian ke depannya? Apa saja
manfaatnya?
Sangat bermanfaat, bisa menerapkan ilmunya mbak nantinya ke depan.
Bagaimana tanggapan keluarga Kalian adanya mata pelajaran
muatan lokal bordir?
Sangat mendukung, jika kegiatan itu positif.
Apakah teman bergaul berpengaruh terhadap keberhasilan belajar
Kalian pada mata pelajaran muatan lokal bordir?
Tidak mempengaruhi mbak, karena yang menjadikan berhasil kan diri kita
sendiri.
Bagaimana suasana kelas pada mata pelajaran muatan lokal bordir?
Ramai mbak, suka ribut sendiri terus panas
Apakah kelas Kalian pada saat mata pelajaran muatan lokal berjalan
dengan kondusif?
Iya mbak berjalan kondusif.
Bagaimana profesionalisme guru dalam mengajar sudah disiplin atau
belum?
Belum disiplin mbak, soalnya kalau siswa ramai dibiarin saja.
Apakah guru membantu Kalian dalam praktek bordir?
Iya mbak, mbak misalnya kami tidak bisa membordir dibantu guru.
Adakah rasa kekeluargaan yang tercipta di dalam kelas?
Ada rasa kekeluargaan mbak.

Bagaimana rasanya setelah mengikuti mata pelajaran muatan lokal

bordir?
Rasanya susah-susah gampang, tapi asyik karena menambah pengetahuan dan
menghasilkan suatu karya.
Apakah bordir memberikan manfaat bagi Kalian? Apa saja
manfaatnya?
Ada manfaatnya, mapu mengoperasikan mesin bordir, mengetahui jenis dan
bentuk motif bordir.
Apakah masih ada keinginan kalian untuk mngikuti mata pelajaran
muatan lokal bordir?
Masih mbak.
Keinginan apa yang kalian harapkan setelah mengikuti mata pelajaran
muatan lokal bordir?
Harapannya mampu menghias busana dengan membordir sendiri,
memberikan jasa bordir pada orang lain.
Apakah setelah mengikuti mata pelajaran muatan lokal bordir kalian
memperoleh apa yang dicita-citakan?
Iya mbak. Saya jadi bisa membordir dan nantinya saya mungkin bisa
mendirikan usaha bordir
Apakah mata pelajaran muatan lokal bordir memberikan pengetahuan
pada Kalian dibidang bordir?


Iya mbak, memberikan pengetahuan terhadap saya tentang bordir sehingga
saya bisa membordir.
Apa saja yang Kalian peroleh setelah mengikuti mata pelajaran muatan
lokal bordir?
Teknik membordir, motif bordir, dan semua tentang bordir.
Adakah rencana ke depan setelah kalian mengikuti mata pelajaran
muatan lokal bordir, pada saat terjun di masyarakat?
Setelah mengikuti muatan lokal bordir dan lulus nanti mungkin akan
membuka jasa bordir.
Bagaimana tanggapan keluarga Kalian waktu itu mengikuti mata
pelajaran muatan lokal bordir?
Setuju, karena itu berkaitan dengan sekolah dan memberi manfaat.
Apakah teman bergaul berpengaruh terhadap keberhasilan belajar
Kalian pada saat waktu mengikuti mata pelajaran muatan lokal bordir?
Tidak mempengaruhi mbak, belajar itu komitmen bukan hobi, jadi seperti
apapun teman dan situasi pasti tidak akan berpengaruh.
Bagaimana profesionalisme guru pada saat mengajar kalian sudah
disiplin apa belum?
Sudah mbak.
Adakah rasa kekeluargaan yang tercipta di dalam kelas waktu kalian
mengikuti mata pelajaran muatan lokal bordir?
Ada mbak. Mungkin jika mesin rusak kita saling bertukar mesin agar dapat
adil atau sama-sama jadi hasilnya.

0 komentar:

Bagaimana keadaan fisik siswa pada saat mengikuti mata pelajaran muatan lokal bordir?

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Bagaimana keadaan fisik siswa pada saat mengikuti mata pelajaran
muatan lokal bordir?

Bagaimana keadaan fisik siswa pada saat mengikuti mata pelajaran

muatan lokal bordir?


Kalau secara fisik baik, tetapi ada pada saatnya siswa merasa lelah karena
mata pelajaran muatan lokal bordir dilaksanakan setelah jam pelajaran.

Bagaimana situasi dan kondisi secara emosi siswa saat mengikuti mata
pelajaran muatan lokal bordir di kelas?
Senang mbak, tapi karena mungkin sudah lelah jadi siswa kurang semangat
mengikuti pelajaran muatan lokal bordir.
Metode apa yang digunakan Ibu dalam mengajar mata pelajaran
muatan lokal bordir?
Metode yang digunakan waktu mengajar adalah demonstrasi, saya
memperagakan terlebih dahulu, baru kemudian siswa mengikuti karena
cara itu mudah dipahami siswa.
Bentuk motivasi apa yang diberikan oleh Ibu untuk menumbuhkan
kepercayaan diri siswa mengikuti mata pelajaran bordir?
Memberikan model-model bordir yang bagus, contoh-contoh bordir dan
bilang pada siswa bahwa siswa bisa dan yakin membuat bordir seperti
contoh dan model-model bordir.
Bagaimana cara Ibu menumbuhkan semangat dalam diri siswa?
Pada saat pelajaran saya memberikan nasehat pada siswa akan berpikir
ternyata bordir itu bagus sehingga siswa bisa tertarik dan semangat
mengikuti mata pelajaran muatan lokal bordir.
Apa saja yang diajarkan Anda pada mata pelajaran muatan lokal
bordir?
Tusuk-tusuk dasar bordir, penegoperasian mesin bordir, teknik dasar
bordir.

Apakah ada kendala pada saat mengajar? Jelaskan!


Ada mbak, kendalanya itu jam pelajaran terbatas hanya 2 jam dan
normalnya itu kan 6 jam pelajaran. Mesin bordir terbatas adanya 6 mesin
bordir, mengakalinya ya menggunakan mesin bordir manual.

Adakah tindakan lanjutan dari kegiatan muatan lokal bordir setelah
siswa lulus nantinya?
Tidak ada mbak, mata pelajaran itu diberikan siswa supaya tahu dan
mengenal bordir tapi itu semua kan tergantung siswanya, jika ingin
berwirausaha busana kan bisa menerapkan ilmunya bordir yang sudah
didapat dan dikembangkan sendiri.
Bagaimana tanggapan keluarga siswa terhadap mata pelajaran
muatan lokal bordir?
Senang-senang saja, mendukung adanya mata pelajaran muatan lokal
bordir ini.
Apa yang dilakukan siswa setelah terjun di masyarakat yang
berkaitan dengan bordir?
Tidak ada mbak, mungkin jika siswa tertarik menekuni di bidang busana
bisa menerapkan bordir pada baju, kebaya, dll.
Bagaimana strategi Ibu menciptakan kelas yang menyenangkan?
Dibuat pelajaran muatan lokal bordir itu santai, enjoy, tidak tegang tapi
serius, karna kalau tegang nanti siswa malah jadi malas dan tidak semangat
mbak.


Apakah aturan-aturan khusus yang diberlakukan di kelas ini?


Aturannya tertib menggunakan dan menjaga alat, tertib mengumpulkan
tugas.
Apakah siswa sudah bersikap disiplin pada aturan-aturan di sekolah?
Sikap displin siswa di dalam kelas saya rasa sudah disiplin tapi kadang-
kadang ada yang tidak disiplin.

Adakah bentuk kerjasama guru dan siswa di luar kegiatan sekolah?
Berikan contohnya!

Tidak ada kok mbak bentuk kerja sama di luar kegiatan sekolah.
Apakah Ibu sebagai guru membantu siswa dalam praktek mata
pelajaran muatan lokal bordir?
iya mbak, jelas guru membantu jika siswa tidak bisa membordir.

0 komentar:

Bagaimana keadaan fisik siswa pada saat mengikuti mata pelajaran muatan lokal bordir?

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Bagaimana keadaan fisik siswa pada saat mengikuti mata pelajaran
muatan lokal bordir?

Bagaimana keadaan fisik siswa pada saat mengikuti mata pelajaran

muatan lokal bordir?


Kalau secara fisik baik, tetapi ada pada saatnya siswa merasa lelah karena
mata pelajaran muatan lokal bordir dilaksanakan setelah jam pelajaran.

Bagaimana situasi dan kondisi secara emosi siswa saat mengikuti mata
pelajaran muatan lokal bordir di kelas?
Senang mbak, tapi karena mungkin sudah lelah jadi siswa kurang semangat
mengikuti pelajaran muatan lokal bordir.
Metode apa yang digunakan Ibu dalam mengajar mata pelajaran
muatan lokal bordir?
Metode yang digunakan waktu mengajar adalah demonstrasi, saya
memperagakan terlebih dahulu, baru kemudian siswa mengikuti karena
cara itu mudah dipahami siswa.
Bentuk motivasi apa yang diberikan oleh Ibu untuk menumbuhkan
kepercayaan diri siswa mengikuti mata pelajaran bordir?
Memberikan model-model bordir yang bagus, contoh-contoh bordir dan
bilang pada siswa bahwa siswa bisa dan yakin membuat bordir seperti
contoh dan model-model bordir.
Bagaimana cara Ibu menumbuhkan semangat dalam diri siswa?
Pada saat pelajaran saya memberikan nasehat pada siswa akan berpikir
ternyata bordir itu bagus sehingga siswa bisa tertarik dan semangat
mengikuti mata pelajaran muatan lokal bordir.
Apa saja yang diajarkan Anda pada mata pelajaran muatan lokal
bordir?
Tusuk-tusuk dasar bordir, penegoperasian mesin bordir, teknik dasar
bordir.

Apakah ada kendala pada saat mengajar? Jelaskan!


Ada mbak, kendalanya itu jam pelajaran terbatas hanya 2 jam dan
normalnya itu kan 6 jam pelajaran. Mesin bordir terbatas adanya 6 mesin
bordir, mengakalinya ya menggunakan mesin bordir manual.

Adakah tindakan lanjutan dari kegiatan muatan lokal bordir setelah
siswa lulus nantinya?
Tidak ada mbak, mata pelajaran itu diberikan siswa supaya tahu dan
mengenal bordir tapi itu semua kan tergantung siswanya, jika ingin
berwirausaha busana kan bisa menerapkan ilmunya bordir yang sudah
didapat dan dikembangkan sendiri.
Bagaimana tanggapan keluarga siswa terhadap mata pelajaran
muatan lokal bordir?
Senang-senang saja, mendukung adanya mata pelajaran muatan lokal
bordir ini.
Apa yang dilakukan siswa setelah terjun di masyarakat yang
berkaitan dengan bordir?
Tidak ada mbak, mungkin jika siswa tertarik menekuni di bidang busana
bisa menerapkan bordir pada baju, kebaya, dll.
Bagaimana strategi Ibu menciptakan kelas yang menyenangkan?
Dibuat pelajaran muatan lokal bordir itu santai, enjoy, tidak tegang tapi
serius, karna kalau tegang nanti siswa malah jadi malas dan tidak semangat
mbak.


Apakah aturan-aturan khusus yang diberlakukan di kelas ini?


Aturannya tertib menggunakan dan menjaga alat, tertib mengumpulkan
tugas.
Apakah siswa sudah bersikap disiplin pada aturan-aturan di sekolah?
Sikap displin siswa di dalam kelas saya rasa sudah disiplin tapi kadang-
kadang ada yang tidak disiplin.

Adakah bentuk kerjasama guru dan siswa di luar kegiatan sekolah?

Berikan contohnya!

Tidak ada kok mbak bentuk kerja sama di luar kegiatan sekolah.
Apakah Ibu sebagai guru membantu siswa dalam praktek mata
pelajaran muatan lokal bordir?
iya mbak, jelas guru membantu jika siswa tidak bisa membordir.

0 komentar:

Tahap Pembuatan Bordir

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Tahap Pembuatan Bordir

Tahap Pembuatan Bordir



Proses pembuatan sulam melalui beberapa tahapan. Mulai dari persiapan
sampai dengan penyelesaian akhir. Berikut ini adalah tahapan-tahapan pembuatan
bordir (sulam) sesuai dengan silabus muatan lokal bordir diantaranya, yakni:
1) Menyiapkan peralatan dan bahan untuk membordir.
2) Membuat pola dan desain bordir.
3) Memotong bahan sesuai gambar pola.
4) Menyiapkan mesin jahit dan benang sesuai kebutuhan.
5) Melaksanakan proses bordir.
6) Penyelesaian dan mengikuti prosedur Kesehatan dan Keselamatan Kerja
(K3).

Tujuan dari LPK NAVITA adalah:



(1) Mempersiapkan peserta didik agar menjadi manusia produktif, mampu
bekerja mandiri, mengisi lowongan pekerjaan yang ada di DU/DI sebagai
tenaga kerja tingkat menengah, sesuai dengan kompetensi dalam program
keahlian pilihannya.
(2) Membekali peserta didik agar mampu memilih karir, ulet dan gigih dalam
berkompetisi, beradaptasi di lingkungan kerja dan megembangkan sikap
profesional dalam bidang keahlian yang diminatinya.
(3) Membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni agar
mampu mengembangkan diri di kemudian hari, baik secara mandiri maupun
melalui jenjang pendidikan lebih tinggi.
(4) Menyiapkan peserta didik untuk dapat mengisi dan atau menciptakan
lapangan kerja yang sesuai dengan perkembangan industri/dunia kerja agar
dapat meningkatkan taraf hidupnya, kesejahteraan umum dalam rangka
pembangunan nasional.

DAFTAR PUSTAKA



Ahyani, Rahmania. 2012. Upaya Pengembangan Usaha Kerajinan Bordir. Jurnal
Penelitian
Aini, Nur. 2008. Perencanaan Pembelajaran. Yogyakarta : Cipta_Media.
Arikunto Suharsimi, 2010. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik.
Jakarta: Rineka Cipta.
Budiyono dkk, 2008. Kriya Tekstil untuk SMK Jilid 2. Jakarta: Direktorat
Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Departemen Pendidikan Nasional.
Daft, Richard L.2006. Management-manajemen. Jakarta: Penerbit Salemba Empat
E.Mulyasa, 2011. Manajemen Berbasis Sekolah. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya.
Hamalik, Oemar. 2008. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Hanymahrit. (n.d) Konsepsi Efektifitas Belajar Siswa. Online at id. shvoong.com/
social.sciences/education/2190962-konsepsi-efektifitas-belajar-siswa.
(diakses pada 22 juni 2012)
Jones, Carla. 2007. Fashion and Faith in Urban Indonesia. The University
Colorado. Jurnal Penelitian
Herlina. (n.d) Belajar Efektif. Online at http://file.upi.edu.direktori.fip.Jur_
psikologi.Herlina.Belajar_Efektif.pdf. (diakses pada 22 Juni 2012)
Kurikulum muatan lokal. (2008). Online at http/makalahdanskripsi.blogspot.com.
(diakses pada tanggal 9 Februari 2012)
Margono, S. 2004. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Penerbit Rineka
Cipta.
Moleong, Lexy J, 2011. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya.
Model Mata Pelajaran Muatan Lokal. (2006). Online at akhmadsudrajat.files.
wordpress.com/model-pengembangan-muatan-lokal.pdf. (diakses pada 15
Maret 2012)
Pentecost, Robin and Andrews, Lynda (2010) Fashion retailing and the bottom
line : The effects of generaional cohorts, gender, fashion fanship, attitudes
and impulse buying on fashion expenditure. Journal of Retailing and
Consumer Services, 17(1). pp. 43-52.
Rifa’i RC Ahmad, Tri anni Catharina. 2009. Psikologi Pendidikan. Semarang:
Universitas Negeri Semarang Press.
Slameto, 2010. Belajar dan Faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta:
Rineka Cipta.
Sudiato, Mungit. 2006. Optimalisasi Pembelajaran Muatn Lokal dan Relevansi
dengan Kebutuhan Lapangan Kerja pada Pendidikan Dasar 9 Tahun. Jurnal
Penelitan.
Suhersono, Hery. 2010. Mengenal Lebih Dalam Seni Bordir : Dari Karya Tekstil
Sampai Seni Murni. Jakarta: Penerbit Dian Rakyat.
Sutikno, Sobry. 2007. Menggagas Pembelajaran Efektif dan Bermakna. Mataram:
NTT Press
Sugiyono, 2010. Metode Penelitian Pendidikan : Pendekatan Kuantitatif,
Kualitatif dan R & D . Bandung: ALFABETA

0 komentar:

Bordir menggunakan mesin memakai berbagai macam setik bordir,

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Bordir menggunakan mesin memakai berbagai macam setik bordir,

Bordir menggunakan mesin memakai berbagai macam setik bordir,

(Hery Suharsono, 2010: 24) yakni :



Tutupan

Teknik tutupan, berfungsi untuk menutup bagian outline dengan kerapatan yang
penuh dan ketebalan yang bervariasi.

Seret
Teknik seret, merupakan teknik yang paling dasar dalam membordir. Teknik ini
dikerjakan tanpa menekan pedal yang ada di lutut sehingga loncatan jarun hanya kesatu
arah yaitu ke depan.

Belah kopi
Belah kopi, merupakan teknik bordir tutupan yang membentuk lingkaran dengan
ujung yang menyatu. Dan tengahnya diisi penuh dengan teknik blok.

Pew
Teknik pew, merupakan teknik tutupan yang ketebalannya divariasikan, sehingga
terlihat ada yang tipis dan ada yang tebal.

Semprot

Teknik semprot, merupakan teknik seret yang dirapatkan, sehingga terjadi
penumpukan yang membuat suatu bidang dengan warna tertentu. Teknik semprot ini
dapat dijadikan teknik untuk membuat gradasi warna.

Cakruk/garuk garas
Teknik cakruk atau garuk garas, merupakan teknik tutupan dengan kelebaran
loncatan benang yang konstan dan dibuat sejajar atau disejajarkan. Sehingga tampak
seperti garis patah-patah sejajar.

Uter teratur
Uter teratur adalah teknik yang berfungsi untuk mengisi bidang yang kosong. Teknik
dalam membordirnya adalah dengan memutarkan pembidangan (ring) dengan tangan
secara teratur dan terarah tanpa menekan pedal lutut.

Gacruk/garuk penuh/blok

Gacruk, adalah teknik pengeblokan bidang secara penuh. Berbeda dengan teknik
seret, teknik gacruk ini dalam membordir, lutut kaki kanan menekan pedal ke kanan atau
ke luar sambil tangan menggerakan pembidangan (ring) ke kanan dan ke kiri sehingga
loncatan jarum lebih bebas tapi terarah dan dilakukan sampai menutupi bidang.

Uter bebas

Uter bebas adalah teknik uter teratur yang pergerakan tangannya lebih bebas ke
segala arah. Teknik ini berfungsi untuk menutupi bidang yang kosong.

Bulu kusut

Bulu kusut adalah teknik tutupan besar yang bertumpuk dibentuk semacam daun
kemudian tengahnya dibelah oleh silet dan digosok dengan sikat halus.

0 komentar:

Pengertian Bordir

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Pengertian Bordir

Pengertian Bordir



Bordir diambil dari istilah dalam bahasa Inggris embroidery (im-broide) yang
artinya sulaman (Heri Suhersono, 2004:6). Lebih lanjut Heri Suhersono, 2010: 12
menjelaskan bordir atau sulaman merupakan suatu teknik dengan media benang
yang dijalinkan pada bidang berupa kain atau kulit dengan menggunakan jarum.
Tujuannya membentuk suatu motif untuk menghias. Dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia bordir adalah Hiasan dari benang yang dijahitkan pada kain (KBBI,
2007:163). Sedangkan menurut Budiyono 2008:177 menjelaskan bahwa
sebenarnya istilah sulam dan bordir itu sama, yaitu hiasan dari benang yang
dijahitkan pada kain. Meskipun sampai saat ini masih banyak orang yang
menganggap sulam dan bordir itu berbeda. Mereka beranggapan bahwa sulam
adalah yang dikerjakan dengan tangan, sedangkan bordir adalah yang dikerjakan
dengan mesin.

Bordir pada zaman dahulu menggunakan tangan yang disebut dengan sulam,
namun dengan kemajuan teknologi dan perkembangan zaman bordir kini
menggunakan mesin bordir manual bahkan sekarang mesin bordir dengan
menggunakan komputer. Mesin bordir komputer lebih canggih  pengerjaannya

Gunting

Dalam membordir ada berbagai macam gunting yang dapat membantu dalam
pembuatan bordir adalah gunting kain, gunting kertas dan gunting bordir.

Bahan Bordir

Dalam membordir dibutuhkan bahan sebagai pelengkap dalam pembuatan
bordir. Bahan-bahan yang digunakan untuk membordir antara lain:

a) Kain atau bahan

Kain yang digunakan dalam membuat bordir dapat terbuat dari bahan alami
maupun sintetik baik yang polos maupun bermotif. Jenis kain yang digunakan
diantaranya adalah: puring, mori, katun, blacu, georgate, beludru, shiffon, sutra,
jeans, taffeta, tule, dan sebagainya

Benang

Benang bordir terdiri dari beberapa macam dan bervariasi baik dari segi
warna maupun bahan yang digunakan seperti katun, nilon, sutra, dan sebagainya
dengan warna polos maupun yang bercorak.

Kertas

Kertas digunakan untuk menggambar motif bila digunakan sebagai desain
motif. Kertas yang digunakan adalah kertas roti karena selain tidak mudah sobek,
juga tahan lama

 mesin tersebut proses kerjanya digerakkan oleh kaki. Mesin jahit
manual dapat digunakan untuk menjahit biasa dan untuk membordir. Jika dipakai
untuk membordir maka mesin ini harus dilepas sepatu dan gigi mesinnya. Kedua,
mesin bordir yaitu mesin yang spesifik untuk membuat bordir. Mesin tersebut
proses kerjanya digerakkan dengan motor yang biasa disebut mesin bordir high
speed. Ketiga, adalah mesin bordir komputer. Untuk mendapatkan bentuk-bentuk
motif yang diinginkan mesin bordir komputer proses kerjanya diatur sesuai
program.

0 komentar:

Copyright © 2016 Kursus Menjahit.