XI. HIV/AIDS

XI.    HIV/AIDS

Pengertian HIV/AIDS, yaitu:
HIV adalah Human Immuno Deficiency Virus, suatu virus yang menyerang sel darah putih manusia dan menyebabkan menurunnya kekebalan/daya tahan tubuh, sehingga mudah terserang infeksi/penyakit.
a.    HIV terdapat di dalam cairan tubuh seseorang yang telah terinfeksi seperti di dalam darah, air mani atau cairan vagina.
b.    Sebelum HIV berubah menjadi AIDS, penderita akan terlihat sehat dalam waktu kira-kira 5-10 tahun.
c.    Walaupun tampak sehat, mereka dapat menularkan HIV pada orang lain melalui hubungan sex yang tidak aman, transfusi darah atau pemakaian jarum suntik  secara bergantian.
AIDS adalah Acquired Immune Deficiency Syndrome, yaitu timbulnya sekumpulan gejala penyakit yang terjadi karena kekebalan tubuh menurun, oleh karena adanya virus HIV di dalam darah.
a.    Orang yang mengindap AIDS amat mudah tertular oleh berbagai macam penyakit, karena system kekebalan di dalam tubuhnya telah menurun.
b.    Sampai sekarang belum ada obat yang dapat menyembuhkan AIDS
c.    Agar dapat terhindar dari HIV/AIDS, anda harus tahu bagaimana cara penularan dan pencegahannya
Penularan
Dimanakah HIV ditemukan? HIV dapat ditemukan dalam cairan tubuh seperti darah, cairan semen, cairan vagina dan air susu ibu.
Bagaimana HIV ditularkan?
HIV ditularkan melalui seks penetrative (anal atau vaginal) dan oral seks, pemakaian jarum suntik yang terkontaminasi secara bergantian dalam lingkungan perawatan kesehatan, dan melalui suntikan narkoba dan melalui ibu ke anak selama masa kehamilan, persalinan dan menyusui.
Penularan secara seksual:
HIV dapat ditularkan melalui seks penetrative yang tidak terlindungi. Sangat sulit untuk menentukan kemungkinan terjadinya infeksi melalui hubungan seks, kendatipun demikian diketahui bahwa risiko infeksi melalui seks vaginal umumnya tinggi. Penularan melalui seks anal dilaporkan memiliki risiko 10 kali lebih tinggi dari seks vaginal. Seseorang dengan infeksi menular seksual (IMS) yang tidak diobati, khususnya yang berkaitan dengan tukak/luka dan duh (cairan yang keluar dari tubuh) memiliki rata-rata 6-10 kali lebih tinggi kemungkinan untuk menularkan atau terjangkit HIV selama hubungan seksual. Dalam hal penularan HIV, seks oral dipandang sebagai kegiatan yang rendah resiko. Resiko dapat meningkat bila terdapat luka atau tukak di sekitar mulut dan jika ejakulasi terjadi di dalam mulut.
Penularan melalui pemakaian jarum suntik atau semprit secara bergantian.
Menggunakan kembali atau memakai jarum atau semprit secara bergantian merupakan cara penularan HIV  yang sangat efisien. Risiko penularan dapat di turunkan secara berarti di kalangan pengguna narkoba suntikan dengan penggunaan jarum dan semprit baru yang sekali pakai, atau dengan melakukan sterilisasi jarum yang tepat sebelum digunakan kembali. Penularan dalam lingkup perawatan kesehatan dapat dikurangi dengan adanya kepatuhan pekerja pelayanan kesehatan terhadap Kewaspadaan Universal (Universal Precautions).
Penularan dari Ibu ke anak.
HIV dapat ditularkan ke anak selama masa kehamilan, pada proses persalinan dan saat menyusui. Pada umumnya, terdapat 15-30% resiko  penularan ibu ke anak sebelum dan sesudah kelahiran. Sejumlah faktor dapat mempengaruhi resiko infeksi, khususnya jumlah virus (Viral Load) dari ibu pada saat kelahiran (semakin tinggi jumlah virus, semakin tinggi pula resikonya). Penularan dari ibu ke anak setelah melahirkan dapat juga terjadi melalui pemberian air susu ibu.
Penularan melalui transfusi darah.
Kemungkinan resiko terjangkit HIV melalui transfusi darah dan produk-produk darah yang terkontaminasi ternyata lebih tinggi (lebih dari 90%). Kendatipun demikian, penerapan standar keamanan darah menjamin penyediaan darah dan produk-produk darah yang aman, memadai dan berkualitas baik bagi semua pasien yang memerlukan transfusi. Keamanan darah meliputi skrining atas semua darah yang didonorkan guna mengecek HIV dan pathogen lain yang dibawa darah, serta pemilihan donor yang cocok.
Pencegahan
Pada prinsipnya, pencegahan dapat dilakukan dengan cara mencegah penularan virus HIV. Karena penularan HIV terbanayak adalah melalui hubungan seksual maka penularan HIV bisa dicegah dengan tidak berganti-ganti pasangan seksual. Pencegahan lain adalah melalui pencegahan kontak darah, misalnya pencegahan penggunaan jarum suntik yang diulang, pengindap virus tidak boleh menjadi donor darah.
Secara ringkas, pencegahan dapat dilakukan dengan formula A-B-C. A adalah abstinensia artinya tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah. B adalalah be faithful, artinya jika sudah menikah hanya berhubungan seks dengan pasangannya saja. C adalah condom, artinya jika memang cara A dan B tidak bisa dipatuhi maka harus digunakan alat pencegahan dengan menggunakan kondom.







XII.    KEBUGARAN JASMANI
Kebugaran jasmani adalah kemampuan tubuh melakukan aktivitas tanpa menimbulkan kelelahan yang berlebihan. Tidak menimbulkan kelelahan  yang berarti maksudnya ialah setelah seseorang melakukan suatu aktivitas, masih mempunyai cukup semangat dan tenaga untuk aktivitas lainnya.
Manfaat Latihan Kebugaran Jasmani
Latihan memegang peranan yang sangat penting untuk mempertahankan atau meningkatkan derajat kebugaran jasmani. Proses latihan kondisi fisik yang dilakukan secara cermat, berulang-ulang dengan kian hari meningkat beban latihannya,  kemungkinan kebugaran jasmani seseorang semakin meningkat. Hal ini akan menyebabkan seorang kian terampil, kuat dan efisien dalam gerakannya.

Komponen kondisi fisik
Komponen Fisik adalah satu kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya dalam upaya peningkatan dan pemeliharaan fisik.
Adapun beberapa komponen fisik yang harus kita ketahui dan pahami, yaitu sebagai berikut.
1.    Daya kelentukan (Flexibility)
Daya lentuk (flexibility) adalah efektivitas seseorang dalam menyesuaikan diri untuk segala aktivitas tubuh atau peregangan dan ruang gerak yang luas.
Adapun beberapa jenis latihan untuk meningkatkan kelentukan, di antaranya:
a.    Kelentukan lengan.
b.    Kelentukan pinggang.
c.    Kelentukan tungkai.
2.    Keseimbangan (Balance)
Keseimbangan atau balance adalah kemampuan seseorang mengalihkan organ- organ saraf otot selama melakukan gerakan yang cepat dengan perubahan letak titik-titik gerak yang cepat pula baik dalam keadaan statis maupun dinamis.
a.    Keseimbangan statis yang merupakan kemampuan tubuh untuk menjaga kesetimbanganpada posisi tetap (sewaktu berdiri dengan satu kaki, berdiri diatas papan keseimbangan)
b.    Keseimbangan dinamis adalahkemampuan untuk mempertahankan kesetimbangan ketika bergerak
3.    Kekuatan (Strength)
Kekuatan (strength) adalah kemampuan seseorang untuk menerima, mengangkat, dan mendorong beban secara maksimal.
Berikut beberapa latihan kekuatan dengan mengangkat beban sendiri.
a.    Sit up,
b.    Push up,
c.    Pull up
4.    Kecepatan (Speed)
Kecepatan (speed) adalah kemampuan seseorang untuk melakukan gerakan secepat mungkin dan dengan waktu sesingkat-singkatnya.
Berikut beberapa bentuk latihan untuk kecepatan.
a.    Lari menaiki tangga.
b.    Lari menuruni tangga.
c.    Lari cepat 50 meter.


5.    Kelincahan (Agility)
Kelincahan atau agility adalah kemampuan mengubah arah gerak badan dengan efisien dan efektif. Bentuk latihan kelincahan :
a.    Lampu Reaksi : Tiap sudut lapangan ditempatkan lampu berwarna yang digunakan sebagai petunjuk arah dan tempat melakukan gerakan sesuai dengan warna yang dinyalakan. Latihan ini digunakan pada bulu tangkis.
b.    Langkah Kijang : Digunakan pada cabang atletik. Pelaksanannya yaitu berlari menyerupai gerakan lari langkah kijang.
c.    Shuttle Run : Pada latihan ini atlet berlari dari titik satu ke titik yang lain. Dalam latihan ini hanya dua titik yang harus dilalui atlet. Setiap kali sampai pada satu titik ketitik lain, dia harus berusaha secepatnya membalikkan diri untuk berlari menuju ke titik yang lain dengan sudut balik sebesar 1800. Dalam satu repetisi atlet berlari dari satu titik ke titik lain dan kembali ke awal. Satu set terdiri dari tiga repetisi.
6.    Koordinasi
Koordinasi atau coordination adalah suatu kemampuan biomotorik yang sangat kompleks. Koordinasi erat kaitannya dengan kecepatan, kekuatan, daya tahan, dan kelentukan
Oleh karena itu, bentuk latihan koordinasi harus dirancang dan disesuaikan dengan unsur-unsur kecepatan, kekuatan, daya tahan, dan kelentukan.
Metode latihan loordinasi yang dapat dilakukan terbagi menjadi 2:
a.    Gerakan terkoordinasi : Gerakan mengacu pada koordinasi dalam praktek. Hal ini melibatkan kemampuan untuk menggabungkan beberapa pola gerakan yang berbeda ke dalam satu gerakan.
b.    Koordinasi otot sinergis : Ini melibatkan urutan efisien perekrutan otot seperti saat mengangkat sebuah benda.
7.    Daya tahan (Endurance)
Daya tahan (endurance) adalah kemampuan seseorang untuk melakukan aktivitas dalam waktu yang lama. Komponen dibagi menjadi dua, yaitu:
a.    Daya tahan otot adalah kemampuan otot untuk melakukan aktivitas dalam waktu yang lama. Contoh latihannya adalah dengan melakukan latihan  push up.
b.    Daya tahan jantung-paru adalah kemampuan seluruh tubuh untuk melakukan aktivitas dalam waktu yang lama. Contoh latihannya adalah dengan long swimming.


Comments