Produk khas daerah


Produk khas daerah

baju jahit, batik, belajar, guru, indonesia, jahit, jogja, kaos, kebaya, konveksi, kursus, kursus menjahit, les, mesin jahit, obras, private, sekolah, terbaik, usaha, yogyakarta
 Produk khas daerah

contoh batik di kaos yang simpel untuk di letakan di pinggir kaos - Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terdiri dari berbagai macam suku, agama, adat istiadat, budaya dari berbagai wilayah atau daerah yang ada didalamnya. Desa Bakaran Wetan dan Bakaran Kulon Kecamatan Juwana Kabupaten Pati, merupakan suatu wilayah bagian dari NKRI yang ada dipesisir utara pulau Jawa. Kedua desa tersebut mempunyai suatu produk unggulan yaitu berupa kerajinan batik tulis seperti yang ada didaerah-daerah lainnya seperti Pekalongan, Yogyakarta, Solo dll.

Kerajian batik pada suatu daerah mempunyai ciri khas atau keunikannya sendiri tidak terkecuali kerajinan batik di desa bakaran wetan dan bakaran kulon yang ciri khasnya yaitu seperti ciri khasnya batik pesisiran yang kebanyakan berwarna cerah, tapi ciri khas yang paling menonjol kerajinan batik bakaran adalah motif pecah-pecah yang mirip seperti pecahnya tanah pada musim kemarau yang panjang.


BATIK KAOS
img_7526

Selain hasil produk kerajinan berupa kain batik yang terbuat dari kain mori yang ada didesa Bakaran Kec Juwana Kab Pati, ada beberapa kerajinan batik lainnya yang belum banyak diketahui oleh warga sekitar desa khususnya dan masyarakat luas pada umumnya.

Salah satu kerajian batik itu adalah batik kaos yaitu membatik diatas kaos putih polos yang telah jadi, sesuai dengan motif yang kita inginkan.

Proses pembuatan batik kaos ini tidak jauh beda dengan membuat kain batik pada umumnya. Batik kaos prosesnya lebih simpel dari membuat kain batik, tapi ada trik-trik tersendiri karena yang dibatik adalah kaos yang telah jadi. Bahan yang digunakan untuk membuat batik kaos biasanya kaos polos putih yang berbahan katun.

Untuk lebih jelasnya dalam proses pembuatannya akan kita jelaskan pada post berikutnya. Terimakasih 


img_7466 img_7491 img_7509
img_7511


MOTIF ASLI BATIK BAKARAN

10850119_380150432145451_106191263727782405_n

Seperti halnya didaerah-daerah lain yang mempunyai kerajinan batik, batik di desa Bakaran Wetan dan Bakaran Kulon juga mempunyai motif asli batik bakaran. Motif asli batik bakara ini biasanya banyak orang menyebutnya motif klasik, karena merupakan hasil ciptaan atau karya dari para leluhur desa Bakaran Wetan dan Bakaran Kulon, utamanya yaitu mbah Sabirah yang memperkenalkan kerajinan membatik di desa Bakaran. Ada belasan motif asli batik bakaran, diantaranya yaitu:

    GANDRUNG
    SIDO MUKTI
    MAGEL ATI
    LIRIS
    MANGGARAN
    SIDO RUKUN
    PADAS GEMPAL
    KEDELAI KECER
    KAWUNG
    GUNUNG-GUNUNGAN
    BREGAT IRENG
    GERINGSING
    BLEBAK LUNG
    BLEBAK URANG
    BLEBAK KOPIK
    LIMARAN


603664_266321736861655_181719190_nmangaran 150


Itulah beberapa motif asli batik bakaran yang dapat saya sebutkan untuk penjelasan lebih lanjut mengenai cerita atau makna dari setiap motif mungkin akan kita ulas lain waktu.

Terima kasih



PERAWATAN KAIN BATIK

Kain batik yang kita beli dengan harga yang mahal tentu sangat sayang jika kain tersebut cepat rusak atau pudar warnanya, hanya beberapa kali saja kita pakai. Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk merawat kain batik kesayangan kita agar awet dan tidak cepat rusak.

Berikut ini ada beberapa cara yang dapat menjadi referensi kita untuk merawat kain batik kesayangan kita:

    Saat mencuci batik, jangan pakai deterjen dan jangan digosok. Jika batik tak terlalu kotor, cukup rendam di air hangat. Tapi jika benar-benar kotor, misalnya terkena noda makanan, bisa dihilangkan dengan sabun mandi atau kulit jeruk. Caranya, cukup dengan mengusapkan sabun mandi atau kulit jeruk di bagian yang kotor tadi.
    Saat mencucinya, gunakan sabun pencuci khusus untuk kain batik yang banyak dijual di pasaran.
    Cuci kain batik dengan shampo rambut. Sebelumnya, larutkan shampo di air sampai tak ada bagian yang mengental. Lalu, celupkan kain batik.
    Mencuci batik juga bisa dengan menggunakan buah lerak atau daun tanaman dilem yang sudah diredam air hangat. Caranya, remas-remas buah lerak atau daun dilem sampai mengeluarkan busa, lalu tambahkan air secukupnya, dan siap untuk mencuci batik. Aroma buah lerak mampu mencegah munculnya hewan kecil yang bisa merusak kain.
    Sebaiknya, jangan mencuci batik dengan mesin cuci.
    Pada saat akan menjemurnya, batik yang basah tak perlu diperas. Dan jangan menjemurnya langsung di bawah sinar matahari. Jemurlah di tempat teduh atau diangin-anginkan hingga kering.
    Saat menjemurnya, tarik bagian tepi batik secara perlahan agar serat yang terlipat kembali ke posisi semula.
    Jika sudah dijemur, hindari menyetrika batik secara langsung. Jika batik tampak sangat kusut, semprotkan sedikit air di atas kain batik lalu letakan sehelai alas kain di atasnya, baru diseterika.
    Bila Anda ingin memberi pewangi atau pelembut kain pada batik tulis, jangan semprotkan langsung pada kainnya. Sebaiknya, tutupi dulu batik tulis dengan koran, lalu semprotkan cairan pewangi dan pelembut kain tadi di atas koran.
    Jangan semprotkan parfum atau minyak wangi langsung ke kain batik, terutama batik sutera dengan pewarna alami.
    Simpan batik kesayangan Anda dalam plastik agar tak dimakan ngengat. Saat disimpan dalam lemari jangan diberi kapur barus, karena zat padat ini sangat keras dan bisa merusak batik.

    Cara lain agar batik tak dimakan ngengat, beri sedikit merica yang dibungkus tisu di lemari tempat menyimpan batik. Atau, letakkan akar wangi yang sudah dua kali melalu proses pencelupan dalam air panas dan dijemur hingga kering.

    Demikianlah beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk merawat kain baik kesayangan kita, semoga dapat bermanfaat bagi kita senua.



Pengrajin Batik
screenshot_70
 Sudah tidak asing lagi dikalangan masyarakat wilayah kabupaten Pati bahkan di seluruh Indonesia tentang keindahan kerajinan kain batik, tetapi apakah kita semua tahu tentang bagaimana keadaan para pengrajin batik yang ada diIndonesia yang hasil karyanya telah diakui dunia ini. Disini kami akan mencoba menggambarkan keadaan para pengrajin batik yang ada didesa kami sendiri yaitu desa bakaran wetan, yang telah menghasilkan ratusan hinggga ribuan produk kain batik dengan berbagai aneka motif, dan telah tersebar diseantero nusantara.

Sungguh berbanding terbalik dengan hasil produknya, keadaan para pengrajin batik didesa kami jauh dari kata sejahtera. Pengrajin batik didesa kami dibagi menjadi 2 yaitu buruh batik dan pengusaha atau pengepul produk, untuk para pengusaha batik ini memang harus memiliki modal yang cukup besar dan bisa memasarkan hasil produknya sendiri. Tapi yang perlu diperthatikan disini yaitu para buruh batik yang perharinya hanya berpenghasilan 20-25 ribu rupiah, itupun kalau ada pengrajin batik yang mau mempekerjaannya.


PROSES PEMBUATAN BATIK BAKARAN

Proses pembuatan batik bakaran tidak jauh berbeda dengan proses pembuatan batik didaerah-daerah lain. Yang membedakan hanyalah motif batik yang dibuat dan batik asli dibuat dengan tangan tanpa di cap.

Ada beberapa tahapan dalam proses pembuatan batik bakaran, diantara yaitu :

a. Proses persiapan

Dalam proses ini ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum membatik, yaitu bahan dan alat yang akan digunakan.

Adapun bahan yang digunakan yaitu berupa kain mori, kain sutra ataupun kain yang lainnya tergantung selera. Kain mori yang digunakan biasanya dengan ukuran 205cmx115cm, setelah itu kain mori tersebut kita rendam dengan cairan kanji sekitar 30 menit lalu di jemur sampai kering. Hal ini dilakukan agar kain mori menjadi lebih lembut sehingga memudahkan untuk diproses lebih lanjut.

Adapaun alat- alat yang perlu disiapkan yaitu:

    Canting

Terbuat dari tembaga yang dibentuk sedemikian rupa sehingga dapat menampung lilin dan di ujung belakangnya disambung dengan sebuah bambu kecil yang digunakan sebagai pegangan sehingga canting dapat digunakan untuk melukis pada sebuah kain mori.

    Gawangan dan Bandul

Gawangan terbuat dari bambu atau kayu yang diujung kiri dan kanannya dikasih kaki dari bahan bambu/kayu juga sehingga membentuk sebuah gawang yang berfungsi untuk menyampirkan kain mori tatkala mau dilukis dengan canting dan fungsi bandul disini untuk memberi pemberat supaya kain tidak terbang ketika terkena angin.

    Lilin atau Malam

Lilin adalah malam yang dicairkan yang digunakan untuk melukis pada sebuah kain mori yang bertujuan untuk menutup kain mori sesuai motif yang diinginkan agar tidak terkena pewarna pada saat kain mori diwarnai sehingga kain yang tertutup lilin akan membentuk motif yang diinginkan pada saat lilin dihilangkan.

    Panci dan Anglo

Panci dan Anglo merupakan alat yang digunakan untuk memanaskan lilin yang akan digunakan untuk membuat pola batik.

    Larutan Pewarna

Larutan pewarna bisa berasal dari sintetis atau alami yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Pewarna alam merupakan zat warna yang berasal dari alam, baik dari akar, kulit akar, batang, kulit batang, daun, bunga, buah, maupun getah tumbuhan. Untuk dapat digunakan, zat warna ini harus diolah terlebih dahulu. Sedangkan pewarna sintesis adalah zat warna buatan.

b. Proses Pembuatan Batik Bakaran

    Molani

0Merupakan langkah pertama yang dilakukan dengan membuat desain atau motif batik. Kain mori yang telah diproses tadi selanjutnya digambar pola, dapat dilakukan dengan menggunakan pensil atau menggunakan kertas yang sudah ada gambar polanya kemudian ditempel dengan kain mori dan caranya diterawang untuk melakukan proses selanjutnya.



FILOSOFI BATIK

Kain batik yang diidentikkan sebagai kain Nusantara kini berkembang menjadi industri modern. Konsekuensi dari masuknya batik ke dalam industri modern, batik dituntut mengikuti perkembangan zaman, sesuai perkembangan mode dan dengan tuntutan pasar. Perkembangan batik yang mengikuti perkembangan zaman dari tahun ke tahun akhirnya menunjukkan dinamika beragam. Batik sebagai produk seni adiluhung, awalnya kelahirannya banyak diwarnai simbol-simbol keraton. Penggunaannya pun seperti masih terbatas didominasi oleh kalangan keraton. Tapi akibat pergeseran waktu, batik pun kemudian menjadi komoditas yang diperdagangkan secara luas. Dewasa ini, penggunaan batik sudah mulai memasyarakat. Batik juga sudah mulai digunakan tidak hanya dalam upacara adat, namun juga dalam keseharian. Mulai bermunculan baju-baju yang bermotif batik. Hingga saat ini banyak sekali tempat tempat khusus yang menjual batik ini. Mulai dari batik yang benar-benar sakral dan murni, hingga batik modifikasi yang diaplikasikan dalam pakaian sehari-hari. Dalam perkembangannya, upaya membuat kain Nusantara bisa memenuhi kebutuhan masa kini mengambil beragam bentuk. Bukan hanya ragam hias yang disesuaikan kebutuhan saat ini atau benang kapas diganti sutra untuk mendapatkan kain yang lebih ringan dan lebih mudah disesuaikan untuk berbagai keperluan, melainkan juga cara kain tersebut digunakan, terutama ketika kain tersebut ditujukan untuk busana. Saat ini batik telah menjadi tren baru di tengah masyarakat. Tak hanya sandang yang menggunakan kain batik sebagai bahannya. Sarung bantal, gordyn, dan seprei pun telah ada yang menggunakan kain batik. Ini adalah awal mula yang baik bagi pelestarian seni batik. Awalnya harus mencintai dahulu, kemudian muncul rasa andarbeni (memiliki) dan akhirnya nguri-uri (melestarikan).

Selain berbagai motif atau gambar yang ada pada kain batik yang mempunyai makna filosofinya sendiri-sendiri, batik asal katanya yaitu amba (luas) dan tik (kecil atau bermakna sedikit). Dari asal kata tersebut para leluhur kita memberi pelajaran bahwa kita diberi keleluasan atau kebebasan dalam menjalani hidup didunia tapi pada akhirnya kita semua akan menemui lahan yang sempit yg hanya berukuran 2×1 m.



Motif batik mina tani

Motif batik mina tani ini terinspirasi dari jargon atau slogan kabupaten Pati sendiri yaitu PATI BUMI MINA TANI. Slogan PATI BUMI MINA TANI (PBMT), ini merupakan semboyan,cita-cita atau idealis dari pemerintah awal Kabupaten Pati yang ingin memajukan-mensejahterakan daerah lewat hasil bumi pertanian-perikanan, karena dengan wilayah geografis yang berada dipantai utara pulau jawa maka sangat cocok untuk mengembangkan perikanan dan pertanian didaerah tersebut. Dan sampai saat ini masih terlihat dengan banyaknya masyarakat yang mengandalkan hidupnya bekerja dibidang pertanian dan perikanan.

Adapun slogan “BUMI MINA TANI” merupakan kepanjangan dan mempunyai maksud sebagai berikut:

B = Berdaya, adalah berkemampuan untuk mewujudkan cita-cita.

U = Upaya, merupakan usaha masyarakat dalam mencapai cita-cita yang diharapakan.

M = Menuju, merupakan arah/ tujuan yang ingin dicapai sesuai identitas daerah.

I = Identitas Pati, merupakan ciri kekhususan yang sebenarnya, sehingga masyarakat dengan segala daya dan upaya ingin menemukan Jari Dirinya sendiri.

M = Makmur, merupakan cita-cita hidup yang diidam-idamkan seluruh bangsa yang sudah ada sejak bangsa itu lahir.

I = Ideal, merupakan harapan masyarakat yang diinginkan agar dicapai suatu keadaan yang selalu dapat menyesuaikan dengan perkembangan jaman.

N = Normatif, merupakan harapan masyarakat dan pemerintah yang ingin mencapai tata kehidupan senantiasa berpihak pada norma-norma yang berlaku.

A = Adil, merupakan cita-cita bangsa yang didambakan sesuai dengan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.

T = Tertib, suatu keadaan yang diharapakan yaitu tertib pemerintah dan tertib masyarakatnya sehingga kedua-duanya harus saling mendukung tanpa ada yang bertentangan.

A = Aman, adalah suatu keadaan dimana masyarakat benar-benar merasa aman dan merasa terlindungi dalam hidupnya sehari-hari sebagai warga masyarakat.

N = Nyaman, adalah suatu keadaan dimana masyarakat merasa enak, sejuk, sehat, dan segar sehingga memungkinkan masyarakat betah tinggal di lingkungannya.

I = Indah, juga sebagai cita-cita pendukung yaitu kondisi estetika dambaan masyarakat.



Motif Batik Bakaran
Motif Batikbatik2

Motif batik adalah suatu gambar atau pola yang tertuang pada selembar kain batik. Biasanya motif batik ini bisa berupa gambar-gambar bunga, hewan, maupun yang lainnya sesuai dengan keinginan pembatiknya. Motif Batik di indonesia sangatlah banyak dan beragam berbeda antara daerah satu dengan yang lainnya dan mempunyai keunikannya sendiri-sendiri. Seperti motif batik Pekalongan yang mempunyai keunikan motifnya sering menggunakan gambar-gambar bunga, binatang, dan dedaunan serta warnanya yang lebih berani atau warna-warna terang. Berbeda lagi dengan motif batik Solo  yang mempunyai ciri khas menggunakan warna kecoklat-coklatan, begitu pula dengan motif batik bakaran yang mempunyai keunikannya tersendiri. Tetapi pada umumnya motif batik
dibagi menjadi 2 yaitu motif batik klasik dan motif batik kontemporer.


Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang  contoh batik di kaos yang simpel untuk di letakan di pinggir kaos

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang  Garis dalam Desain

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.

buka mesin jahit : https://batikkhasbakaran.wordpress.com/

0 komentar:

Copyright © 2016 Kursus Menjahit.