, , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Protein Terbaik, Ikan atau Daging?

Protein Terbaik, Ikan atau Daging?

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Protein Terbaik, Ikan atau Daging?


Setiap makanan yang kita makan
pasti mengandung gizi yang sangat
dibutuhkan oleh tubuh. Makanan
juga memiliki kandungan
gizi yang berbeda-beda. Ada yang
mengandung karbohidrat tinggi,
protein tinggi, atau lemak tinggi.


Contoh makanan berkarbohidrat tinggi,
terdapat pada nasi, roti, umbi-umbian
dan lain sebagainya. Sedangkan untuk
protein dapat berasal dari dua jenis yaitu
protein nabati dan hewani. Protein nabati
sering didapati dalam kacang-kacangan, biji-
bijian dan kedelai. Sedangkan protein nabati
bisa didapatkan dari ikan atau daging.


Daging dan ikan adalah sumber protein
tinggi. Kedua jenis makanan ini sangat
baik dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan
protein tubuh. Daging dan ikan samasama
mengandung asam amino esensial
yang dibutuhkan oleh tubuh. Namun demikian,
kandungan protein dan nutrisi lain
di dalamnya tentu berbeda. Berikut kandungan
protein pada daging dan ikan:


Protein Daging



Secara umum, jenis daging terbagi menjadi
dua, yaitu daging merah dan daging putih.
Daging merah adalah jenis daging yang berwarna
merah sebelum dimasak. Misalnya
daging sapi atau domba. Sedangkan daging
putih ialah daging yang berwarna putih sebelum
dimasak, contohnya daging unggas,
baik itu bebek, ayam maupun angsa.


Protein yang terdapat pada daging merah
atau putih termasuk protein yang tinggi.
Kandungan proteinnya sekitar 20-24 gram
per100 gram daging. Protein pada daging
lebih mudah dicerna oleh tubuh dibandingkan
protein yang berasal dari nabati. Daging
juga memberikan asam amino esensial
yang lengkap dan seimbang.


Selain itu, daging juga mengandung gizi
lainnya seperti mikro nutrient, omega 3, vitamin
B, Vitamin D, Zat Besi, Zinc dan Selenium.
Daging merah memang sering dikaitkan
dengan penyakit seperti stroke, jantung
karena kolesterol yang tinggi di dalamnya.


Protein Ikan


Protein yang terdapat pada ikan juga sangat
tinggi. Protein pada ikan tersusun atas
asam amino esensial yang lengkap dan mudah
dicerna dibanding protein dari sumber
hewani lainnya. Protein ikan ini merupakan
sumber nutrisi yang sangat penting untuk
pertumbuhan. Dalam 100 gram ikan, terkandung
16-27 gram.


Kandungan protein yang satu ini jelas sangat
tinggi jika dibandingkan dengan protein
pada hewan lainnya. Protein dalam ikan
juga memiliki daya cerna yang lebih baik
dan nilai biologis yang baik pula. Sedangkan
kandungan lemaknya berbeda dari
lemak yang ditemukan dalam daging sapi
atau daging ayam.


Biasanya orang dengan sengaja membatasi
asupan daging merah termasuk daging sapi,
karena khawatir akan timbunan lemak (jenis
asam lemak jenuh) dan kolesterolnya yang
tinggi. Namun pada ikan, lemak yang terkandung
di dalamnya ialah lemak tak jenuh,
atau yang biasa disebut omega 3.
Lemak yang terkandung dalam ikan berbentuk
cairan, sehingga biasa disebut dengan
minyak ikan. Lemak pada ikan mengandung
DHA yang berperan penting dalam susunan
jaringan otak, sehingga dibutuhkan untuk
pertumbuhan otak bayi. DHA hanya ada di
dalam ASI dan ikan.


Jika diperhatikan, banyak sekali produk
susu atau makanan anak-anak yang mengunggulkan
kandungan DHA sebagai salah
satu cara untuk meningkatkan nilai jualnya
agar memiliki kualitas sehebat ASI.
Keunggulan lain dari omega 3 pada ikan
berkaitan dengan penyakit degenerative,
seperti penyakit jantung dan hipertensi. Dengan
mengonsumsi ikan secara rutin, risiko
terserang penyakit jantung koroner bisa
ditekan atau diminimalisir. Asam lemak tak
jenuh akan diubah menjadi HDL (kolesterol
baik), sehingga menurunkan risiko penyempitan
pembuluh darah di jantung.


“ Daging dan ikan adalah

sumber protein
tinggi. Kedua jenis makanan
ini sangat baik
dikonsumsi untuk memenuhi
kebutuhan protein
tubuh. Daging dan
ikan sama-sama mengandung
asam amino
esensial yang dibutuhkan
oleh tubuh “

0 komentar:

Post a Comment