, , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Etika Dan Estetika Berbusana Secara Islam

Etika Dan Estetika Berbusana Secara Islam

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Etika Dan Estetika Berbusana Secara Islam



Tata busana tradisional Indonesia untuk muslim meliputi jenis busana baju takwa,
sarung, dengan millineris songko atau kopiah dan sandal.
Konsep berbusana dalam Islam erat kaitannya dengan aurat. Baik untuk kaum pria
maupun wanita. Memang terdapat beberapa mahzab tentang batas-batas aurat
yang harus ditutupi, akan tetapi secara garis besar dapat ditentukan batas aurat
bagi kaum pria yang wajib ditutupi mulai dari pusar hingga lutut, selain itu boleh
diperlihatkan.



Hal ini berdasarkan hadist Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ahmad,
Bukhari dan Hakim dari Muhammad bin Jahsy seperti ditulis Yan Yan Sunarya
(1991:36-39) bahwa :

“ Rasulullah SAW. Lewat di depan Ma’mar. kedua pahanya terbuka,
maka sabdanya : “hai Ma’mar! tutuplah kedua pahamu karena paha itu
aurat.


Tentang aurat pria ini apabila keadaan menghendaki sedikit lebih terbuka maka
boleh dilakukan. Ini berdasarkan pertimbangan hadist riwayat Ahmad dan
Bukhari dari Anas :

“bahwasanya Nabi SAW. sewaktu perang Khaibar, (beliau)
menyingsingkan kain dari pahanya, sehingga tampaklah paha yang putih
olehku”.


Dalam Al-Qur’an disebutkan busana yang terbaik untuk muslim seperti
disebutkan dalam surat Al-‘Araf ayat 26 Allah berfirman :
“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu
pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan.
Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah
sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka
selalu ingat”.


Dari ayat tersebut maka diambil secara pengertian sempit bahwa bentuk atau jenis
busana untuk muslim adalah busana dengan kerah takwa atau shanghai atau
busana dengan pengaruh gaya busana Cina pada bagian kerahnya yang
mempergunakan kerah tegak.

Secara lengkap dapat diartikan seperti di tulis Isa Iskandar Usman (1998:25)

bahwa busana takwa adalah salah satu model busana pria yang memiliki ciri khas
berkerah shanghai, berlengan panjang tanpa manset dan mempunyai saku tempel.
Busana atau sandang untuk laki-laki berbeda dengan busana untuk perempuan.
Busana untuk laki-laki diharamkan dipakai perempuan demikian sebaliknya. Juga
diharamkan meniru tata busana bukan muslim. Seperti bunyi hadist Rosul :


“sesungguhnya Nabi SAW melaknat orang laki-laki yang menyerupai
perempuan, dan perempuan yang menyerupai laki-laki. Dan beliau
bersabda : keluarkanlah mereka dari rumah kamu, dan keluarkanlah
fulan dan fulan (yakni orang laki-laki yang menyerupai perempuan).”
(HR. Jamaah selain Muslim).


Hadist yang melarang orang Islam memakai busana menyerupai pendeta, seperti:
“ hendaklah kamu menjauhkan dirimu berpakaian seperti pendetapendeta,
karena barang siapa berpakaian seperti itu tidak termasuk
golonganku”. (HR. Tabrani)


Larangan tersebut ditujukan untukk menumbuhkan kepastian identitas, ketegasan

jati diri muslim sehingga jelas dan lugas sikapnya.
Sarung menunjukkan pada sandang laki-laki dan kerudung sandang bagi
perempuan telah di pakai sebagai identitas busana muslim Nusantara.
Untuk menjaga kesopanan dan penghormatan terhadap diri pada umumnya pria
muslim memnutup kepalanya dengan tutup kepala seperti songko, kopiah, iket
atau yang lainnya. Pemakain sorban pun di Indonesia sudah umum dipakai, hal ini
mendapat pengaruh dari gaya berbusana orang Arab. Baik dalam bentuk maupun
jenis bahan yang digunakan untuk sorban semuanya mengacu kepada budaya
Arab.

0 komentar:

Post a Comment