Mumpung Masih Muda, Lakukan 5 Hal Ini Supaya Masa Tuamu Nggak Merana, Yuk!
Hal yang Boleh dan Nggak Boleh Dilakukan Mereka Para Pemilik Badan Besar Dalam Hal Berpakaian
Kelak Jika Kamu Menjadi Ibu Rumah Tangga, 5 Usaha Sampingan Ini Bisa Banget Dicoba!
2. Membuat catering makanan walau kecil-kecilan
3. Berjualan melalui media online
4. Mencoba peruntungan lewat kursus jahit bordir
5. Mengadakan bimbingan belajar di rumah, yang dimulai dari tetangga dekat dulu
Belajar Dewasa Dari Masalah yang Muncul Di Usia 20-an Ini. Kamu Hanya Perlu Menjalani Selama Kursus Jahit
Mengejar Mimpi Jadi Perancang Busana Dalam Kompetisi Kehidupan
Loh kenapa nggak mau cari kerja atau membuka usaha jahitan ?
Saya inginnya begitu. Tapi keluarga saya pas-pasan
5 Jenis Peserta Kursus Jahit yang Gampang Banget Terkenal di Kalangan Guru. Coba Cek Apakah Kamu Masuk di Dalamnya!
6 ‘Senjata’ Ini Sudah Selayaknya Calon Peserta Kursus Jahit Punya, Kalau Selama Ini Merasa Hidup Selalu Sial dan Merana
Tanpa Perlu Buru-Buru Berangkat Kursus Jahit, 5 Pakaian Ini Tetap Kece Dipakai Meski Nggak Disetrika!
6 Tantangan Peserta Kursus Jahit yang Harus Dituntaskan Sebelum Umur 30-an. Kedewasaanmu dari Situ Juga Bisa Ditakar
Rutin Saja Minum Air Hangat Setelah Bangun Tidur, 7 Khasiatnya Ini Bikin Peserta Kursus Jahit Tercengang
6 Tips Turunkan Berat Badan Untukmu yang Kerjanya Duduk Seharian di depan mesin jahit. Bisa Kok!
Jangan Cuma Minta Cepat Dinikahi usai Kursus Jahit, Sudahkah Kamu Berbenah Untuk Hal-Hal Ini
Jangan Cuma Minta Cepat Dinikahi usai Kursus Jahit, Sudahkah Kamu Berbenah Untuk Hal-Hal Ini
1. Mengatur emosi biar nggak gampang ngambek atau marah, ‘kan jadi istri sekaligus ibu harus penuh kesabaran
2. Biar nggak selalu mengandalkan suami, sejak kursus menjahit kamu bisa terus belajar mandiri
3. Jangan cuma penampilan yang dijaga, tapi jaga juga perilaku atau sikap di setiap kamu berada
4. Membenahi keterampilan bertahan hidup atau pengetahuan yang dipunya, sebagai bekal mengajarkan anak-anakmu nantinya
5. Jangan malas bangun pagi, dan jangan segan mengerjakan pekerjaan rumah seperti bersih-bersih, masak atau mencuci
6. Sebab jadi istri mengharuskanmu bisa selalu mengimbangi diri dengan suami
#jahitku #jogja #jogjaku #kursusjahit #infojogja #jogjakarta #fashiondesign #fashionschool #mesinjahit #kebaya #internationalfashionbusiness #businessfashionschool #bisnisfashion #businessmode #sekolahfashion #sekolahmode #shortcourse #fashioncourse #kursusfashion #fashiondesigner #fashionlife #fashioncareer #fashionshow #peragaanbusana
Apa Aja yang Dilakukan Mahasiswa Indonesia Saat Liburan? Yuk Kepoin!
Apa Aja yang Dilakukan Mahasiswa Indonesia Saat Liburan? Yuk Kepoin!
1. Mengambil kelas privat kursus keterampilan jahit tambahan
2. Kegiatan Olah raga
3. Travelling
4. Ekstrakurikuler Seni
5. Kerja part time
#jahitku #jogja #jogjaku #kursusjahit #infojogja #jogjakarta #fashiondesign #fashionschool #internationalfashionbusiness #businessfashionschool #bisnisfashion #businessmode #sekolahfashion #sekolahmode #shortcourse #fashioncourse #kursusfashion #fashiondesigner #fashionlife #fashioncareer #fashionshow #peragaanbusana #createyourlegacy #fashionlovers #fashionpreneur #masterdegree #fashionworkshop #tagandwin
PECAH POLA BUSANA SESUAI DESAIN
![]() |
| PECAH POLA BUSANA SESUAI DESAIN |
PECAH POLA BUSANA SESUAI DESAIN
Busana wanita mempunyai desain yang beraneka ragam. Karena
beranekaragamnya desain pakaian wanita ini, sering kali kita kesulitan
dalam melakukan pecah pola busananya. Dalam bab ini akan dibahas
tentang konsep dasar pecah pola serta beberapa contoh pecah pola rok,
blus dan celana untuk beberapa desain dan kesempatan pemakaian.
A. Konsep Dasar Pecah Pola Busana Wanita
Busana wanita memerlukan teknik pecah pola yang lebih cermatdibandingkan pakaian pria dan anak-anak. Pakaian wanita yang dibuat
hendaklah dapat menonjolkan sisi feminim dari wanita dan dapat
menonjolkan kelebihan yang dimilikinya sehingga dalam berpenampilan
terlihat cantik, rapi dan menarik. Untuk itu dalam pembuatan pakaian
perlu dilakukan pecah pola yang benar sesuai dengan desain dan bentuk
tubuh sipemakai. Agar pola yang dihasilkan sesuai dengan desain dan
bentuk tubuh maka terlebih dahulu perlu dilakukan analisa bentuk tubuh
dan analisa desain.
Bentuk tubuh wanita secara umum ada 5 macam yaitu ideal, kurus
tinggi, gemuk tinggi, kurus pendek dan gemuk pendek. Bentuk tubuh
wanita yang baik tentunya adalah bentuk tubuh yang ideal dimana
terdapat keseimbangan antara berat badan dan tinggi badan dan
mempunyai proporsi tubuh yang seimbang.
Desain pakaian yang dibuat adakalanya terlihat indah karena dibuat
pada proporsi tubuh yang seimbang atau bentuk tubuh yang ideal.
Namun belum tentu desain yang sama cocok di pakai oleh orang yang
bertubuh kurus atau gemuk. Jadi dari analisa bentuk tubuh ini kita dapat
menyesuaikan pola dengan bentuk tubuh sipemakai, dengan kata lain
kekurangan bentuk tubuh dapat tertutupi dengan teknik pengembangan
pola yang tepat. Misalnya untuk bentuk tubuh yang gemuk hendaklah
hindari pakaian yang mengembang atau yang berkerut banyak seperti rok
kerut atau rok kembang dan model lengan balon atau lonceng. Jika
menggunakan lengan balon atau lengan yang lebar pada ujung lengan
hendaklah pengembangannya disesuaikan dengan bentuk tubuh gemuk
tersebut artinya pengembangannya tidak terlalu lebar.
Selain analisa bentuk tubuh di atas dilakukan analisa desain. Analisa
desain pakaian dilakukan dengan cara sebagai berikut:
1. Memperhatikan desain secara keseluruhan.
Lihat gaya berdiri dari model. Umumnya desain digambarkandengan gaya berdiri menghadap kedepan atau miring tiga per empat.
Perbandingan letak bagian-bagian busana pada sikap berdiri model akan
lebih memudahkan kita memahami desain pakaian yang akan dibuat.
2. Pahami gambar bagian-bagian busana pada desain.
Gambar bagian-bagian busana yang dimaksud merupakan garis-garispakaian pada desain, misalnya garis leher, garis lingkar badan, garis
pinggang, garis panggul, garis tengah muka dan tengah belakang, garis
lingkar kerung lengan, garis besar lengan dan garis batas kup atau tinggi
dada. Garis-garis ini akan memudahkan kita untuk menganalisa bagianbagian
busana yang ada pada desain.
a. Desain pakaian pada badan bagian atas.
Desain pakaian pada badan bagian atas meliputi bentuk garis
leher atau kerah, lengan, kantong, garis hias, kup dan belahan
pakaian. Letak garis leher dapat dilihat dengan membandingkan garis
leher dasar dengan garis leher pada desain. Perkiraan ukuran inilah
yang menjadi pedoman dalam merobah garis leher pada pakaian.
Begitu juga dengan lengan dan badan. Desain lengan apakah
berbentuk lengan kop, lengan poff, lengan balon dan lain sebagainya.
Khusus untuk bagian badan, kita harus memperhatikan letak kup
apakah kup berada pada tempat biasa atau disalurkan ke tempat lain
atau dihilangkan menjadi garis hias. Hal ini penting karena kup
merupakan bagian yang dapat menonjolkan sisi feminim wanita.
Perhatikan juga garis belahan pakaian untuk menghindari kesalahan
dalam memberi tanda pola dan menggunting kain.
b. Desain pakaian bagian bawah
Pakaian bagian bawah dapat berupa rok atau celana. Namun
celana ataupun rok mempunyai desain yang bervariasi. Terlebih
dahulu pahami desain rok yang ada pada desain seperti desain rok,
ukuran panjang rok, lebar rok, kembang rok (jika rok kembang) dan
kerutan rok (jika rok dikerut). Begitu juga dengan desain celana,
pahami desain celana, ukuran celana, lebar celana atau besar celana
dan lain sebagainya.
3. Pahami letak jatuh pakaian pada badan.
Bahan atau kain yang cocok untuk sebuah desain dapat dilihat dariletak jatuh pakaian pada badan. Hal ini dapat diamati pada bagian sisi
atau bagian bawah pakaian. Jika dilihat pada bagian sisi, bahan yang
jatuhnya lurus ke bawah atau agak kaku dapat diperkirakan bahannya
tebal dan kaku. Sebaliknya jika jatuh bahan mengikuti bentuk tubuh
berarti bahan yang digunakan bahan yang tipis atau melangsai. Begitu
juga jika dilihat pada bagian bawah rok/pakaian. Bagian bawah rok yang
terlihat agak bergelombang, maka bahan yang digunakan tipis atau
melangsai sebaliknya bagian bawah yang lurus dan terlihat agak kaku,
berarti menggunakan bahan yang agak tebal dan kaku.
Agar dapat menganalisa bentuk tubuh dan model pakaian dengan
baik dan benar diperlukan latihan yang banyak sehingga memudahkan
DAFTAR ISI tata busana
DAFTAR ISI tata busana
![]() |
| DAFTAR ISI tata busana |
KATA SAMBUTAN ................................................................. iii
KATA PENGANTAR ............................................................... iv
DAFTAR ISI ............................................................................. v
PETA STANDAR KOMPETENSI ........................................... ix
BAB I. PENDAHULUAN
A. Asal usul busana .......................................................... 3
B. Pengertian Busana ....................................................... 23
C. Fungsi busana .............................................................. 25
D. Pengelompokan busana ............................................... 26
E. Pemilihan busana ......................................................... 27
BAB II. PELAYANAN PRIMA
A. Melakukan komunikasi di tempat kerja .................. 35
B. Bantuan untuk pelanggan internal dan eksternal .. 42
C. Menjaga Standar persentasi personal ................... 54
D. Melakukan pekerjaan secara tim ........................... . 56
E. Menangani kesalah-pahaman antar budaya.......... 58
BAB III. KESEHATAN, KESELAMATAN dan KEAMANAN KERJA
A. Dasar-dasar K-3 dan keamanan kerja ................. 69
B. Standar operasional prosedur k-3 .......................... 83
C. Hukum K-3 yang berlaku secara internasional ...... 83
D. Prosedur K-3 di tempat kerja (custum made) ........ 85
E. Menangani situasi darurat ...................................... 86
F. Jenis - jenis kecelakaan kerja ................................ 86
G. Menerapkan praktek K-3 ........................................ 92
H. Merapikan area dan tempat kerja........................... 93
BAB IV. TEKNIK MENJAHIT BUSANA
A. Tusuk dasar menjahit ............................................ 101
B. Kampuh dasar (menggabungkan) .......................... 105
C. Teknik menjahit bagian-bagian busana ................. 108
D. Belahan busana ...................................................... 124
E. Menyelesaikan busana dengan alat jahit tangan... 139
F. Menyiapkan tempat kerja ...................................... 141
G. Mengerjakan pengepresan..................................... 147
H. Menerapkan praktek K3 dalam mengepres ........... 151
BAB V. PEMILIHAN DAN PEMELIHARAAN BAHAN TEKSTIL
A. Klasifikasi serat tekstil ............................................ 155
B. Pemilihan bahan tekstil .......................................... 178
C. Pemeliharaan Bahan Tekstil .................................. 187
D. Pemeliharan busana (mencuci busana) ................ 189
BAB VI. DESAIN BUSANA
A. Pengertian desain................................................... 195
B. Jenis-jenis desain ................................................... 196
C. Unsur-unsur desain ................................................ 201
D. Prinsip-prinsip desain ............................................. 211
E. Penerapan unsur dan prinsip desain pada busana 213
F. Alat dan bahan untuk mendesain .......................... 214
G. Anatomi tubuh untuk desain................................... 216
H. Menggambar bagian-bagian busana ..................... 236
I. Pewarnaan dan penyelesaian gambar .................. 240
BAB VII. MEMBUAT POLA BUSANA
A. Pengertian pola busana .......................................... 245
B. Konsep dasar membuat pola busana ..................... 252
C. Membuat pola busana dengan teknik draping ....... 255
D. Membuat pola busana dengan teknik konstruksi ... 263
E. Membuat pola busana dengan teknik konstruksi di atas
kain .......................................................................... 283
F. Membuat pola busana dengan teknik kombinasi ... 306
G. Menyimpan pola ...................................................... 314
BAB VIII. PECAH POLA BUSANA SESUAI DENGAN DESAIN
A. Konsep dasar pecah pola busana wanita .................... 317
B. Pecah pola rok sesuai dengan desain ......................... 319
C. Pecah pola blus sesuai dengan desain........................ 325
D. Pecah pola celana sesuai dengan desain ................... 330
BAB IX. MEMOTONG, MENJAHIT, PENYELESAIAN (Cutting, Sewing,
Finishing)
A. Menyiapkan tempat kerja ....................................... 337
B. Menyiapkan bahan ................................................. 338
C. Meletakkan pola di atas bahan............................... 344
D. Memotong bahan sesuai pola pakaian .................. 348
E. Memindahkan tanda-tanda pola ............................. 355
F. Menjahit................................................................... 358
G. Gangguan dan perbaikan mesin jahit .................... 377
H. Pelaksanaan menjahit ............................................ 379
BAB X. MENGHIAS BUSANA
A. Menyiapkan tempat kerja, alat dan bahan ................... 383
B. Konsep dasar menghias busana.................................. 384
C. Membuat desain hiasan untuk busana ........................ 391
D. Memindahkan desain hiasan pada kain atau busana.. 404
E. Membuat hiasan pada kain atau busana ..................... 404
F. Menyimpan kain/busana yang telah dihias ................. 419
G. Merapikan area dan alat kerja ...................................... 419
LAMPIRAN
A. DAFTAR PUSTAKA
B. DAFTAR TABEL
C. DAFTAR GAMBAR
D. GLOSARIUM
vii












