THEORY ASSESSMENT – SOAL A

THEORY ASSESSMENT – SOAL A


Petunjuk:

•    Bacalah setiap pertanyaan dengan teliti sampai Anda betul-betul memahami maksud pertanyaan sebelum anda menjawabnya.
•    Untuk soal memilih, berilah tanda silang pada jawaban yang paling betul  di lembar jawaban
•    Waktu yang disediakan 180 menit
•    Selamat mengerjakan

1.    Peraturan perundang-undangan K3 yang diberlakukan pada bidang pertambangan umum di Indonesia
a.    Undang-undang No. 1 tahun 1970
b.    Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi No. 555.K/26/M.PE/1995.
c.    Jawaban a dan b benar
d.    Jawaban a dan b salah

2.    Pada setiap kegiatan usaha pertambangan umum, persyaratan adanya Kepala Teknik Tambang adalah:
a.    Merupakan suatu keharusan
b.    Merupakan suatu keharusan kecuali galian C
c.    Tergantung besarnya produksi pertahun apakah dibawah 1000 ton atau di atas 1000 ton
d.    Tergantung tingkat potensi bahaya dan kegiatan pertambangan

3.    Pada kegiatan usaha pertambangan, adanya bagian Keselamatan dan Kesehatan Kerja:
a.    Dapat diwajibkan berdasarkan pertimbangan dari KAPIT dilihat dari jum!ah pekerja maupun sifat dan Iuasnya pekerjaan
b.    Tidak perlu apabila sudah ada Kepala Teknik Tambang, Pengawas Operasional dan Pengawas Teknis.
c.    Tidak Perlu apabila sudah ada Komite Keselamatan (Safety Committee)

4.    Kecelakaan Tambang yang harus segera dilaporkan oleh Kepala Teknik Tambang (KTT) kepada Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang (KAPIT) agar segera dilakukan pemeriksaan oleh Pelaksana Inspeksi Tambang (PIT) adalah
a.    Hanya yang bersifat mati saja
b.    Kecelakaan tambang yang dengan kategori cidera ringan, berat, dan mati
c.    Kecelakaan tambang yang dengan kategori cidera berat dan mati
d.    Kecelakaan tambang dengan kategori berat saja
5.    Siapa yang bertanggung jawab terhadap pencegahan kecelakaan?
a.    Semua orang
b.    Safety Department
c.    Atasan
d.    Project Manager

6.    Apa tujuannya program Pertanggung Gugatan K3 (Safety Accountability)?
a.    Memberi petunjuk pelaksanaan kegiatan safety sehingga kegiatan tersebut dapat terukur/terhitung
b.    Untuk mendapatkan bonus safety
c.    Hanya mengikuti persyaratan saja
d.    Untuk dapat memberikan hukuman

7.    Kegiatan safety/K3 yang dapat di-pertanggung gugatkan (Safety Accountability) adalah, pilih salah satu:
a.    3 kegiatan saja : Safety Inspeksi, Safety Meeting, Pengamatan prilaku/STOP program
b.    2 kegiatan saja: Safety Inspeksi, Safety Meeting
c.    Tidak ada kegiatan
d.    Semua kegiatan K3

8.    Salah satu langkah agar pekerjaan kita menjadi accountable/terukur adalah:
a.    Merinci pekerjaan, pembuatan standar, evaluasi pencapaian dan pelaporan
b.    Melaporkan kejadian kecelakaan
c.    Memotivasi karyawan/bawahan
d.    Membuat laporan insiden

9.    Apa yang dimaksud prinsip-prinsip K3
a.    Mengetahui dan memahami pekerjaan
b.    Mengetahui potensi bahaya dari suatu pekerjaan
c.    Keduanya benar
d.    a dan b salah

10.    Dibawah ini adalah biaya langsung kecelakaan, kecuali
a.    Biaya pengobatan
b.    Biaya kompensasi, kerugian alat/mesin
c.    Biaya pelatihan ulang dan hilangnya waktu kerja
d.    Salah semua
11.    Pada anatomi terjadinya kecelakaan dibedakan menjadi faktor pendorong (penyebab dasar) dan penyebab Iangsung terjadinya kecelakaan; yang termasuk penyebab Iangsung adalah:
a.    lnstruksi dari pengawas tidak sesuai dengan SOP
b.    Mental pengawas, ragu-ragu, ingat istri
c.    Mengendarai kendaraan melebihi batas yang ditentukan
d.    Tidak ada SOP

12.    Pada umumnya, kecelakaan selalu didahului o!eh suatu rangkaian beberapa peristiwa/sebab dimana suatu peristiwa dalam rangkaian tersebut merupakan akibat dari peristiwa sebelumnya (Domino insiden teori). Akar penyebab dari penyebab dasar & penyebab langsung dari suatu kecelakaan adalah;
a.    Lemahnya sistem kontrol manajemen
b.    Faktor tindakan tidak aman dan kondisi tidak aman
c.    Faktor perorangan dan pekerjaan
d.    Salah semua

13.    Apakah maksud dan tujuan penyelidikan kecelakaan
a.    Mencari penyebab dan mencegah terulangnya kecelakaan yang sama
b.    Mencari penyebab dan mencari kesalahan orang/bawahan
c.    Membuat laporan kece!akaan
d.    Memenuhi aturan yang telah ditetapkan pemerintah

14.    Apakah alasan bahwa pengawas harus melakukan investigasi kecelakaan?
a.    Untuk mencari orang yang bertanggung jawab terhadap kecelakaan ini
b.    Pengawas memiliki kepentingan pribadi serta mengetahui jelas kondisi tempat kerja dan bawahannya
c.    Karena untuk pelaporan ke pemerintah
d.    Karena pengawas adalah orang yang sudah dilatih dan dibayar lebih

15.    Mengapa penyelidikan di tempat kecelakaan harus segera dilakukan?
a.    Supaya tidak dianggap lamban dan merupakan bagian dari tugas
b.    Karena sedang tidak ada pekerjaan yang penting
c.    Agar fakta-fakta lapangan di tempat kejadian kecelakaan tidak hilang
d.    Supaya tidak kedahuluan atasan dan mendapat sanksi dari atasan




16.     Apakah akibatnya jika kecelakaan tidak segera dilaporkan?
a.    Tidak ada informasi yang dapat dievaluasi dan dipelajari dalam usaha mencegah kecelakaan yang sama
b.    Tidak ada produksi yang hilang atau terhenti karena tidak ada waktu terbuang untuk penyelidikan kecelakaan
c.    Tidak ada gangguan keharmonisan hubungan kerja antara bawahan dan atasan
d.    Kinerja K3 akan semakin baik

17.    Kapan pengawas perlu mengadakan inspeksi atau pemeriksaan tempat kerja?
a.    Selama sepanjang jam kerja
b.    Bila waktu senggang dan terjadwal
c.    Bila ada hal-hal khusus yang perlu diperiksa
d.    Semua jawaban diatas salah

18.    Karyawan yang bagaimana harus dilakukan pengamatan yang Iebih, pada waktu inspeksi?
a.    Karyawan yang diragukan kemampuannya
b.    Karyawan lama yang sering bekerja tanpa APD
c.    Karayawan yang menyambut kehadiran kita dan giat kerja
d.    Karyawan yang mempunyai resiko bahaya tinggi pada pekerjaanya

19.    Apakah keuntungan yang dapat diperoleh dari inspeksi?
a.    Daerah yang dikunjungi dapat diketahui
b.    Tindakan pembetulan segera terhadap kekurangan yang ditemukan dapat dilakukan
c.    Pelanggaran-pelanggaran kecil dapat ditangani sebelumnya oleh pekerja
d.    Dapat menemukan pekerja yang melanggar prosedur

20.    Apakah manfaat apabila mempergunakan checklist dalam melakukan inspeksi?
a.    Tidak perlu belajar teknik inspeksi dan lebih mudah
b.    Tidak perlu membawa catatan
c.    Tidak ada yang terlewati dan tahu bagian yang di inspeksi, agar lebih terarah
d.    Menghindari keluhan dari pekerja dan tuntutan dan atasan




21.    Tujuan utama melakukan pertemuan K3 kelompok adalah:
a.    Bisa mengisi waktu lowong
b.    Membangun penyelesaian masalah K3
c.    Bisa memenuhi kewajiban safety accountability
d.    Bisa melepas kejenuhan kerja harian

22.    Mengapa dalam toolbox talk diperlukan alat bantu?
a.    Karena bisa kita gunakan sebagai peraga
b.    Orang lebih memahami bila mendengar dan melihat
c.    Agar berkesan lebih serius dan bonafit
d.    Biar peserta tidak mengantuk

23.    Bahan yang baik untuk dijadikan topik diskusi K3 adalah
a.    Harus merupakan kepentingan pemimpin rapat
b.    Berhubungan dengan peserta rapat
c.    Kecelakaan yang baru terjadi
d.    Salah semua

24.    Apakah yang terpenting dari hasil suatu pertemuan?
a.    Menindak lanjuti hasil pertemuan
b.    Membuat laporan hasil pertemuan
c.    Membuat kesimpulan
d.    Mendistribusikan laporan

25.    Siapakah yang diwajibkan membuat JSA?
a.    Safety Departement
b.    Project Manager
c.    Pengawas
d.    Superintendent

26.    Apakah alasannya (sesuai jawaban anda pada no 25 diatas)?
a.    Mempunyai wewenang yang tinggi
b.    Paling mengerti tentang pekerjaannya
c.    Sudah ahli dalam pembuatannya
d.    a dan c benar

27.    Metoda penyusunan/pembuatan JSA yang paling baik untuk digunakan adalah;
a.    Observasi dan evaluasi
b.    Diskusi
c.    Observasi
d.    Observasi dan Diskusi

28.    Lembar JSEA memiliki beberapa kolom. Kolom pertama pada lembar JSEA berisi:
a.    Uraian langkah pekerjaan
b.    Bahaya yang bisa terjadi
c.    Cara pencegahan bahaya
d.    Penanggungjawab

29.    Sebagai suatu program K3, SBO/STOP memiliki tujuan dasar. Apakah tujuan program ini?
a.    Mengetahui seberapa jauh kesalahan yang sering dibuat pekerja
b.    Melatih cara melakukan pengamatan tingkah laku & keadaan yang berbahaya
c.    Meniadakan kecelakaan
d.    a, b, c salah semua

30.    Sebagai seorang pengawas apabila saudara masuk ke suatu area kerja maka yang pertama saudara amati adalah:
a.    Reaksi pekerja
b.    APD pekerja
c.    Posisi pekerja
d.    Prosedur Kerja

31.    Bila anda melihat perbuatan tidak aman, apakah yang harus anda lakukan untuk pertama kali?
a.    Lapor pada pengawas
b.    Menghentikan dengan segera
c.    Lapor pada Safety Departement
d.    Biarkan saja




32.    Untuk mencegah agar perbuatan tidak aman tidak terulang, apakah yang harus kita lakukan?
a.    Memberikan tindakan disiplin
b.    Memberitahu/mendiskusikan bahaya yang bisa terjadi dan tindakan pencegahannya
c.    Lapor pada pengawasnya
d.    Lapor pada security

33.    Jika ada pekerjaan perbaikan instalasi listrik siapa yang harus mengawasi pekerjaan tersebut
a.    Safety Officer
b.    Electrician/Ahli Listrik
c.    Electric fitter/Pemasang instalasi listrik
d.    Engineer

34.    Kebakaran Kelas A adalah kebakaran yang berasal dari
a.    Kayu, Kertas, Kain
b.    Bensin, solar, minyak, tinner
c.    Peralatan listrik
d.    Metal/logam : Magnesium, sodium, titanium, potasium

35.    Kebakaran Kelas B adalah kebakaran yang berasal dari
a.    Kayu, Kertas, Kain
b.    Bensin, solar, minyak, tinner
c.    Peralatan listrik
d.    Metal/logam : Magnesium, sodium, titanium, potasium

36.    Jika suatu pekerjaan dimana lokasinya sangat jauh dan tidak praktis untuk dikunjungi maka dalam penyusunan JSEA dianalisa dengan cara :
a.    Observasi dan diskusi
b.    Diskusi
c.    Observasi dan pengujian
d.    Observasi & Evaluasi








37.    Untuk mendapatkan informasi dari suatu kasus insiden dapat dilakukan dengan mewawancarai  :
a.    Saksi langsung
b.    Saksi tak langsung
c.    a dan b salah
d.    a dan b benar

38.    Pilih salah satu urutan/hirarki pengendalian resiko yang paling tepat (berdasar SHEQM) :
a.    Engineering; Work Practice; Administration; PPE
b.    Work Practice; Engineering; Administration; PPE
c.    Administration; Work Practice; Engineering; PPE
d.    Salah semua

39.    Pilih yang paling tepat, siklus pengamatan / inspeksi perilaku :
a.    Memutuskan; Berhenti; Mengamati; Bertindak; Melaporkan
b.    Berhenti; Mengamati; Memutuskan; Melaporkan; Bertindak
c.    Memutuskan; Berhenti; Bertindak; Melaporkan; Mengamati
d.    Mengamati; Memutuskan; Bertindak; Melaporkan; Berhenti

40.    Sesuai dengan Kepmen Tamben No. 555k tahun 1995, Kepala Teknik Tambang wajib mengadakan pendidikan dan pelatihan  :
a.    Kepada pekerja baru
b.    Kepada pekerja dengan tugas baru
c.    Pelatihan penyegaran dan Diklat lain yang ditetapkan KAPIT
d.    a, b dan c benar semua



Soal Isian (essay)

1.    Sebutkan kriteria kecelakaan tambang berdasarkan Keputusan Menteri Pertambangan & Energi No. 555.K/26/M.PE/1995?
2.    Apa kewajiban pengawas operasional tambang berdasarkan Keputusan Menteri Pertambangan & Energi No. 555.K/26/M.PE/1995?
3.    Ada berapa kelas kebakaran/api, jelaskan !
4.    Sebutkan jenis alat pendeteksi kebakaran, jelaskan!
5.    Apa yang dimaksud dengan keselamatan kerja ?
6.    Apa Tujuan  diterapkan program K3 disuatu perusahaan?
7.    Sebutkan  4 faktor penyebab kecelakaan dan faktor apa yang paling dominan?
8.    Dalam upaya bekerja dengan aman, maka perlu diterapkan  prinsip K3, yaitu?
9.    Apa yang dimaksud dengan ergonomi?
10.    Apa tujuan dilakukan Inspeksi K3?
11.    Mengapa pengawas perlu melakukan inspeksi?
12.    Apa yang dimaksud dengan SBO/STOP Program?
13.    Dalam melakukan observasi SBO hal-hal apa saja yang perlu diamati/diperhatikan?
14.    Apabila pada saat melakukan pengamatan SBO, anda melihat perbuatan tidak aman, apa yang harus anda lakukan untuk pertama kali?
15.    Dalam menggunakan peralatan kerja hal-hal yg harus diperhatikan agar alat tersebut digunakan dengan aman adalah?
16.    Apa yang dimaksud dengan pengamatan total saat melakukan inspeksi K3?
17.    Apa yang dimaksud dengan Bahaya?:
18.    Sebutkan  5 type bahaya dan berikan masing-masing contohnya?
19.    Bagaimana prinsip hirarki pengendalian resiko dari suatu bahaya yang anda ketahui?
20.    Apa yang dimaksud dengan JSA?
21.    Siapa yang paling bertanggung jawab dalam pembuatan JSA? Mengapa?
22.    Sebutkan dan jelaskan langkah pembuatan JSA?
23.    Dalam menyusun JSA untuk menentukan tugas kritis, 4 faktor yang harus dipertimbangkan adalah?
24.    Sebutkan dan jelaskan manfaat/kegunaan JSA?
25.    Apa yang dimaksud dengan kecelakaan?
26.    Sebutkan dan jelaskan klasifikasi kecelakaan tambang (berdasarkan Kepmen Tamben No. 555k/95) ?
27.    Apa tujuan dilakukannya penyelidikan kecelakaan?
28.    Kejadian yg bagaimana yang harus segera di laporkan oleh Kepala Tehnik Tambang kepada Kepala Pelaksana Inspeksi Tambang agar dilakukan penyelidikan oleh Pelaksana inspeksi tambang?
29.    Mengapa pengawas dilibatkan dalam penyelidikan kecelakaan?
30.    Apa yang dimaksud dengan faktor pendorong (penyebab dasar) dari suatu kecelakaan? jelaskan?
31.    Dalam penyelidikan kecelakaan, Apa yang dimaksud dengan saksi langsung dan saksi tidak langsung?
32.    Sebutkan 4 keuntungan dilakukannya pertemuan K3 kelompok?
33.    Dalam melakukan Safety Meeting, pembicara sering menggunakan alat bantu, mengapa alat bantu diperlukan?
34.    Sebutkan bahan yang paling baik untuk dijadikan topik diskusi dalam pertemuan K3?
35.    Kapan waktu yang paling tepat sebaiknya dilakukan toolbox talk? Mengapa?
36.    Dalam komunikasi K3 apa kelebihan dan kelemahan dengan menggunakan metode ceramah?
37.    Hal yang paling penting dalam pertemuan kelompok adalah? mengapa?
38.    Pekerjaan apa saja yang memerlukan ijin kerja khusus?
39.    Buatlah satu JSEA, sesuai dengan aktivitas kerja anda sehari-hari.
40.    Buatlah satu contoh perencanaan pelaksanaan pertemuan safety/toolbox meeting
41.    Budi adalah satu-satunya driver light vehicle di perusahaan PT. Blekok yang bertugas khusus mengantar tamu dan mailbag dari kantor ke bandara atau sebaliknya.  Budi telah bekerja pada perusahaan tersebut selama 3 tahun, dan belum pernah mengikuti training/pelatihan defensive driving (karena manajemen belum memiliki trainer untuk pelatihan tersebut). Banyak orang yang mengetahui kalau Budi senang ngebut jika mengendarai LV dengan alasan banyak tamu/pekerjaan yang harus diantar/diselesaikannya (laporan secara tertulis tidak pernah disampaikan kepada pengawas Budi).  Upah Budi perbulan sesuai dengan UMR, yaitu sebesar Rp. 550.000 per bulan; karena dia harus melunasi pinjamannya pada perusahaan, Budi harus banyak lembur (rata-rata dalam sehari, dia bekerja sampai dengan 12 jam). Suatu hari pada pukul 05.00 pagi (lampu jalan remang-remang), ketika hendak mengantar mailbag ke bandara - Budi menabrak truck yang lagi parkir dipinggir jalan (lebar jalan +/- 5 meter).  Truck parkir tersebut bergeser sejauh 7 meter dari tempat semula. Unit LV-nya rusak berat sedang Budi meninggal dunia ditempat (tulang lehernya patah, meskipun dia menggunakan safetybelt).
Coba anda analisa kasus incident diatas, dengan menggunakan teori domino insiden (sebutkan penyebab langsung, penyebab dasar dan manajemen problem serta berikan beberapa rekomendasi pencegahan insiden tsb)



Comments