PRODUK YANG DITAWARKAN

PRODUK YANG DITAWARKAN


Salah satu alasan konsumen untuk mengkonsumsi produk atau layanan yang diberikan oleh perusahaan adalah nilai yang diterima oleh mereka lebih besar dari pada risiko atau biaya yang dikeluarkan. Hal ini menjadi acuan bagi perusahaan untuk dapat memproduksi sebuah produk dan layanan yang dapat menciptakan nilai yang diinginkan oleh para konsumen.
Produk yang ditawarkan oleh ORIGO adalah air minum dalam kemasan dengan kandungan TDS mencapai 0 ppm dan kadar pH yang stabil. Seperti yang telah dijelaskan pada bab bisnis model, TDS adalah jumlah kandungan mineral yang tidak bisa dicerna oleh tubuh.
Nilai yang ditawarkan oleh ORIGO adalah air minum kesehatan yang dikemas dalam kemasan galon. Hal ini menjadi alternatif baru bagi para konsumen untuk dapat mengkonsumsi AMDK dengan kemasan galon.
Saat ini, untuk pelanggan rumah tangga, dapat mengkonsumsi produk ORIGO yang ada di daerah Cilandak, Depok dan Cinere. Pelanggan di daerah tersebut juga mendapatkan pelayanan antar 24 jam, peminjaman galon dan garansi galon sebagai layanan yang diberikan oleh ORIGO.
Sementara itu, ORIGO juga menargetkan kedai kopi dan teh sebagai pelanggan. Harga yang ditawarkan kepada pelanggan ini lebih rendah dibandingkan dengan konsumen rumah tangga karena pelanggan ini membeli dalam jumlah besar. Pelayanan yang diberikan kepada pelanggan ini adalah pengantaran tepat waktu dan garansi galon.





BAB III
ANALISA PASAR

3.1 Analisa lingkungan Makro
Analisa lingkungan makro adalah analisa terhadap variabel-variabel yang mempengaruhi pertumbuhan dan penurunan pada sebuah industri. Bab ini akan membahas beberapa variabel yang akan memberikan pengaruh positif dan negatif terhadap industri air minum dalam kemasan yang akan dimasuki oleh perusahaan.

3.1.1 Demografi
Berdasarkan Badan Pusat Statistik, pada tahun 2009 jumlah penduduk DKI Jakarta adalah 9.223.000 jiwa. Berikut ini jumlah penduduk di DKI Jakarta dalam proyeksi 5 tahun.
Tahun    2009    2010    2011    2012    2013    2014
DKI Jakarta    9.233.0    9.294.9    9.361.9    9.423.7    9.480.2    9.532.7
Sumber : BPS (dalam juta)
Tabel 3.1 Proyeksi Jumlah Penduduk DKI Jakarta Tahun 2009-2014

Dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan penghasilan penduduk, diharapkan adanya pertumbuhan ekonomi yang dapat menciptakan pertumbuhan bisnis. Apalagi DKI Jakarta sebagai ibu kota Indonesia memiliki daya tarik tersendiri sebagai pusat pemerintahan dan perekonomian sehingga  selalu ada pendatang dari luar pulau yang datang untuk mengadu nasib. Jumlah penduduk ini dilihat sebagai salah satu kesempatan untuk memperoleh pasar yang cukup besar.

3.1.2 Lingkungan Sosial Budaya
Lingkungan sosial dan budaya memiliki pengaruh yang kuat, dimana didalam lingkungan tersebut meliputi orang-orang yang akan menjadi konsumen dari industri yang akan dimasuki. Seperti halnya dalam industri AMDK, lingkungan sosial yang didalamnya adalah orang-orang yang ingin mengkonsumsi  suatu produk air minum yang sehat tetapi juga memiliki unsur gaya hidup didalamnya.
Memiliki tubuh yang sehat secara jiwa dan raga adalah impian dari semua orang. Hidup sehat dimulai dengan cara meminum air minum sudah menjadi tradisi dari sejak dulu, dimana mereka mengkonsumsi air yang mereka ambil dari air yang sudah direbus terlebih dahulu. Namun seiring berjalannya waktu kondisi tersebut sudah mulai berubah walaupun masih ada yang melakukan itu di beberapa daerah, sekarang masyarakat sudah memiliki akses yang lebih mudah untuk mendapatkan air yang lebih bersih.


3.1.3 Lingkungan Teknologi
Perkembangan teknologi menciptakan kesempatan bisnis dalam menciptakan produk air minum yang lebih efektif kepada konsumen. Teknologi dan riset yang dilakukan telah memberikan kemampuan perusahaan dalam memberikan pilihan produk yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen.
Kualitas air minum dalam kemasan yang masih menghawatirkan banyak ditemukan di pasar. Hal ini tentu saja dikarenankan proses pemurnian air yang dijalani belum memiliki kompetensi yang mencukupi. Buruknya kualitas air minum dapat ditemukan dengan kandungan mineral yang tinggi, kebersihan yang tidak terjaga, timbul lendir dalam air dan kemasan yang mudah bocor.
Inovasi produk yang berdasarkan teknologi menciptakan keunggulan dalam memberikan produk-produk yang mampu mengedepankan kualitas yang jauh lebih baik. Dari waktu ke waktu kebutuhan akan air minum dalam kemasan mengalami pergeseran, dimana konsumen bukan hanya membutuhkan air minum yang praktis dan bisa dibawa-bawa namun sekarang lebih membutuhkan air minum yang dapat memberikan kemurnian serta kualitas kebersihan yang terjamin sehingga memberikan dampak yang baik bagi tubuh mereka.
Kemajuan teknologi juga memberikan kelebihan terhadap kemasan air minum dalam kemasan. Kemasan yang digunakan dapat memberikan nilai lebih kepada konsumennya antara lain jadi lebih mudah digenggam, lebih kuat dan tentu saja memberikan keindahan dari desain kemasan tersebut.

3.1.3. Peraturan Pemerintah dan Hukum
Berinvestasi dalam negeri menghadapi peraturan/hukum yang berlaku di dalam negeri itu sendiri. Hukum tersebut diberlakukan dalam bentuk peraturan-peraturan yang dikenakan terhadap setiap pilihan investasi. Hal ini diberlakukan dalam rangka melindungi masyarakat dari produk-produk yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan. Dalam hal berinvestasi di dalam industri AMDK , ada beberapa ketentuan yang harus dipatuhi dalam menyediakan produk tersebut.
1.    Undang-Undang No.23 dan No.3 tahun 1992 tentang kesehatan
2.    Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 907/Menkes/SK/VII/2002 Tentang Syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum
3.    Keputusan Menteri  Perindustrian dan Perdagangan Nomor 634/MPP/Kep/9/2002  tentang Ketentuan dan Tata Cara Pengawasan Barang atau Jasa yang Beredar Di Pasar
4.    Keputusan Menteri  Perindustrian dan Perdagangan Nomor 705/MPP/Kep/11/2003  tentang Persyaratan Teknis Industri Air Minum Dalam Kemasan dan Perdagangannya.
5.    Peraturan Menteri Kesehatan Nomor: 907/MENKES/SK/VII/2002 tentang Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum.
6.    Penghapusan PPnBM air minum dalam kemasan menjadi 0%

Pemerintah tidak hanya saja mendorong pertumbuhan industri AMDK, akan tetapi ikut mengawasi produk dan peredarannya. Peraturan tersebut diatas diberlakukan dengan maksud untuk melindungi masyarakat dari produk-produk yang akan merugikan dan membahayakan diri konsumen. Disamping itu peraturan tersebut juga membatasi produsen dan distributor dalam kegiatan produksi dan pemasarannya agar tidak memberikan sesuatu yang merugikan konsumen. Dalam pelaksanaannya, pemerintah memberikan wewenang kepada Badan Pengawasan Obat dan Makanan (Badan POM).
3.1.4. Kesimpulan
Lingkungan makro memiliki pengaruh yang besar terhadap seluruh industri tanpa terkecuali industri AMDK. Sehingga pengusaha diperlukan untuk mengetahui lingkungan tersebut lebih baik agar penerapan strategi perusahaan dapat diputuskan dengan tepat.
Melihat faktor-faktor yang tersedia dalam analisa makro, maka dapat disimpulkan bahwa industri AMDK masih memiliki masa depan yang baik walau sudah banyak pemain di dalamnya. Hal ini dapat dilihat dari keadaan masyarakat yang semakin peka terhadap kebersihan serta kualitas kandungan air minum. Selain itu dukungan pemerintah serta kemajuan teknologi menjadikan industri AMDK lebih menarik.

3.2. Analisa Lingkungan Mikro
Di dalam mengimplementasikan segala strategi yang dibangun oleh perusahaan, analisa industri diperlukan dalam upaya mengenal lebih dalam industri dan juga sebagai alat untuk mengidentifikasi ancaman-ancaman maupun faktor-faktor yang berpengaruh pada strategi bersaing dalam satu industri.
Pada analisa lingkungan mikro dalam industri AMDK ini, dilakukan analisa dengan menggunakan model Michael Porter’s Five Forces. Menurut Michael Porter terdapat lima kekuatan yang harus dipertimbangkan dalam menjalankan suatu bisnis, yakni persaingan internal Industri, ancaman pendatang baru, ancaman produk pengganti , kekuatan tawar pemasok, dan kekuatan tawar pembeli.












Gambar 3.1 Lima Kekuatan Michael Porter

3.2.1. Persaingan Internal Industri Dan Kompetisi
    Produk industri air Minum Dalam Kemasan (AMDK) merupakan salah satu komoditi utama masyarakat di seluruh dunia, dan industri ini bersifat homogen, dimana setiap produsennya memiliki keterbatasan untuk melakukan inovasi terhadap produknya. Maka dari itu strategi bersaing yang secara umum terjadi adalah price competition. Industri ini juga sudah memiliki tingkat persaingan yang tinggi, hal ini dapat terlihat dari banyaknya merek yang bersaing. Tercatat ada lebih dari 600 merek yang beroprasi di Indonesia. Jumlah ini juga semakin bertambah dengan semakin meningkatnya tren gaya hidup masyarakat, namun diluar hal itu angka tersebut juga mengindikasikan bisnis AMDK cukup menarik dan menjanjikan prospek ke depannya.
3.2.1.1. Perkembangan dan pertumbuhan bisnis AMDK
Pertumbuhan pasar AMDK tentunya seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia. Hal ini juga ditunjang dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan air minum yang bersih. Hal ini menyebabkan meningkatnya konsumsi AMDK, karena masyarakat yang pada awalnya mengkonsumsi air masak baik dari tanah maupun dari PDAM sudah tidak percaya dan beralih mengkonsumsi AMDK. Hal tersebut dapat dilihat dari table di bawah ini:








Gambar 3.2 Perkembangan Volume Penjualan AMDK
Apabila kita melihat tabel di atas, maka pertumbuhan industri AMDK setiap tahunnya selalu berubah-ubah, namun industri AMDK memiliki pertumbuhan rata-rata sebesar 10%. Melihat tren indstri yang semakin meningkat setaip tahunnya, menciptakan spekulasi terhadap para calon pemain bahwa industri ini masih terbuka lebar. Hal ini dapat dilihat dengan munculnya para pemain baru yang mengambil jalan pintas dengan mendirikan depot Air Minum Isi Ulang (AMIU).
    AMIU merupakan jenis industri yangberbeda dengan industri AMDK, namum pertumbuhan keduanya akan saling mempengaruhi antara satu dengan yang lain. Pada awal kemunculan AMIU cukup mempengaruhi perusahaan-perusahaan yang berada dalam industri AMDK bahkan perusahaan dengan merek yang besar. Keunggulan yang dimiliki AMIU adalah kecepatan dalam memulai usaha (tidak memerlukan persyaratan yang terlalu berat) dan harga jual yang jauh lebi murah dibandingkan dengan merek yang bermain dalam industri AMDK. Pada tahun 2003 industri AMIU cukup berhasil dan meluas, hal dapat terlihat dengan penurunan pertumbuhan industri AMDK pada tahun 2003 sebesar 14,1%. Melihat hal tersebut para pemain besar dalam industri AMDK melakukan perlawanan dengan meminta kepada pemerintah agar para pengusaha AMIU harus memiliki surat-surat tertentu dan memenuhi syarat apabila ingin mendirikan usaha AMIU. Hal ini dinilai berhasil karena pada tahu yang sama banyak pemain AMIU yang gulung tikar.

3.2.1.2. Persaingan industri AMDK   
Penyebab lain meredupnya kejayaan industri AMIU adalah dengan isu-isu kesehatan yang tidak bisa dicapai oleh mesin AMIU. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa kehadiran AMIU juga tetap dirasakan perlu oleh masyarakat khususnya kelas ekonomi menengah ke bawah mengingat rendahnya harga yang ditawarkan. Walau industri AMDK sudah kembali memegang peranan utama dalam industri air minum, namun tahun 2005 pertumbuhan AMDK tetap menurun (menjadi 11%), akan tetapi penyebabnya hadir dari luar industri, yaitu kenaikan harga BBM pada akhir tahun 2005. Kenaikan harga BBM pada akhir tahun 2005 berdampak terhadap pertumbuhan industri pada tahun 2006 yang merupakan pertumbuhan terendah yang pernah tercatat yaitu sekitar 8%. Kenaikan harga BBM berdampak terhadap harga produksi yang semakin tinggi serta biaya distribusi yang meningkat.
Gambar 3.3 Pangsa pasar merek AMDK & Pangsa pasar air minum
maka dapat disimpulkan pangsa pasar yang memiliki pemain paling banyak justru terjadi bagian terakhir yang hanya sebesar 25%. Pangsa pasar ini diperebutkan oleh sekitar 600 merek yang berkecimpung dimana industri ini tergolong red ocean dimana satu-satunya keunggulan bersaing mereka adalah harga yang ditawarkan. Selain harus bersaing dengan para pemain dari industri AMDK itu sendiri, merek-merek tersebut juga harus berhadapan dengan meferk-merek lain diluar industri AMDK, seperti yang tersaji dalam data di atas.


Comments