Teknik Dasar Membuat Strimin atau Kristik ( Jahitan Silang )

 Teknik Dasar Membuat Strimin atau Kristik ( Jahitan Silang )

 cara membuat kain strimin - Kristik atau strimin adalah seni yang telah lama dikenal oleh manusia. Peninggalan arkeologi di Mesir kuno membuktikan jenis kerajinan tangan ini telah dikembangkan sekitar dua ribuan tahun yang lalu. Hal ini tidaklah terlalu mengherankan karena membuat kristik, yang biasa juga disebut tusuk silang, terbilang amat mudah dipelajari dan bila ditekuni dapat menjadi hobi yang bermanfaat dan cukup menghasilkan. Pada dasarnya, membuat kristik adalah membuat jahitan bersilang (crossed) menurut pola yang dipilih.
PERSIAPAN:
1.         Sebelum menjahit kristik, siapkan peralatan dan perlengkapannya. Ada baiknya




bila tersedia beberapa batang jarum bila pola yang akan kita buat menggunakan banyak warna benang, sehingga tidak perlu berkali-kali mengganti benang di jarum yang sama. Pilihlah jarun dengan ujung tumpul dan lubang benang cukup besar. Bentuknya seperti ini

Ada juga jarum yang terbuat dari plastik, yang lebih tumpul lagi ujungnya serta lebih besar lubang benangnya.

2. Benang
Jenis benang dalam karya kristik adalah benang sulam dan benang wol. Untuk kristik jadul, biasanya menggunakan benang wol. Tapi sekarang kristik sudah menggunakan benang sulam. Benang sulam sendiri ada berbagai macam merk, ada yang lokal maupun impor. Macamnya ada:

    Benang katun lokal: biasanya harganya murah namun warnanya terbatas. Penggunaannya juga tidak perlu diurai lagi karena digulung langsung satu helai.
    Rose: tidak mudah terurai, warnanya hanya tersedia warna umum, teksturnya tidak halus tetapi kualitasnya cukup baik untuk dipakai dan tidak mudah luntur atau pudar ketika digunakan.
    Blue Moon: warnanya cukup banyak, tekstur licin dan lembut.
    DMC: benang paling disukai stitcher (bahkan menjadi standar benang kristik di dunia) karena memiliki kualitas paling bagus dan warna paling lengkap namun harganya paling mahal.
    CMC: benang keluaran China dengan kualitas cukup baik, tekstur licin tapi kasar, warnanya menyerupai benang DMC.
    Anchor: benang kualitas di bawah DMC, mirip seperti DMC namun warnanya tidak selengkap DMC. Benang jenis ini agak sulit untuk didapatkan karena jarang yang menjual.


3. Kain
Untuk kristik jaman dulu masih menggunakan kain jenis jaring-jaring. Namun kelemahannya jaring tersebut mudah putus baik saat pengerjaan maupun saat selesai dan dipigura. Maka banyak akhirnya yang beralih menggunakan kain yang lebih awet.
Kain untuk kristik umumnya ada 2 jenis, kain lokal dan impor. Kain lokal biasanya lemas sehingga terkadang menyulitkan stitcher dalam memberikan tarikan di setiap silangan. Hal ini membuat hasil akhir tidak rapi. Namun apabila sudah terbiasa, kain strimin lokal akan menjadi kesenangan tersendiri karena stitcher tidak perlu mengeluarkan jarum ke atas dan ke bawah secara bergantian, namun hanya cukup mencungkil sehingga mempercepat pengerjaan.
Untuk kain impor biasanya lebih kaku sehingga membuat hasil kristik lebih rapi karena stitcher tidak perlu khawatir tarikan benangnya terlalu kuat. Jenis kaim impor juga bermacam-macam. Umumnya menggunakan jenis kain Aida. Warna kain juga bermacam-macam. Bahkan ada yang menjual kain dye dimana kain dipadukan corak dan warnanya.

Cara Membuat :
            Untuk mulai membuat silangan dengan rapi, tidak perlu membuat simpul benang untuk mencegahnya terlepas. Selain menjadikan kristik tidak rata, membuat simpul relatif lebih lama waktunya dan seringkali jahitan silang yang sudah jadi bisa gampang terbongkar bila simpulnya lepas. Cukup sisakan ujung benang seperlunya di belakang kain. Buatlah kristik sambil menyelipkan sisa benang ini di jahitan belakang. Untuk benang selanjutnya, selipkan dulu benang dengan panjang secukupnya di jahitan belakang ini sebelum mulai membuat silangan di bagian depan. Kristik dapat dibuat dengan dua cara.
Pertama, kita buat tiap silangan utuh sebelum melanjutkan ke silangan berikutnya, seperti ini:
Cara kedua adalah membuat sebaris atau sekolom paruh-silangan dengan satu arah (\\\\\) baru kemudian menimpanya dengan arah sebaliknya (/////), seperti ini:
Tahap akhir
            Setelah kristik kita selesai sesuai desainnya, ada baiknya mencuci kristik di air dingin. Keringkan dengan menekan-nekan kristik secara terbalik (bagian atas di bawah) pada selembar handuk/kain yang menyerap air. Bila air sudah tidak menetes, selagi kain masih lembab, letakkan kristik di antara lipatan handuk lembut, dan setrika hingga kering.

Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang  cara membuat kain strimin

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang  MENJAHIT

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.

buka mesin jahit : https://fnnylchndr.blogspot.co.id/2016/05/teknik-dasar-membuat-strimin-atau.html
baju jahit, batik, belajar, guru, indonesia, jahit, jogja, kaos, kebaya, konveksi, kursus, kursus menjahit, les, mesin jahit, obras, private, sekolah, terbaik, usaha, yogyakarta
 Teknik Dasar Membuat Strimin atau Kristik ( Jahitan Silang )

0 komentar:

Copyright © 2016 Kursus Menjahit.