Mengukur tubuh sesuai desain.

  Mengukur tubuh sesuai desain.

baju jahit, batik, belajar, guru, indonesia, jahit, jogja, kaos, kebaya, konveksi, kursus, kursus menjahit, les, mesin jahit, obras, private, sekolah, terbaik, usaha, yogyakarta
  Mengukur tubuh sesuai desain.

cara membuat pola rok setengah lingkaran   -  Sub kompetensi :
-    Menganalisis dasain
-    Menganalisis bentuk tubuh
-    Mengukur

Alokasi waktu: 40 jam pelajaran @ 45’
Jenis kegiatan    Tanggal    Waktu    Tempat belajar    Alasan perubahan    Tanda tangan fasilitator
Analisis desain         9 x 45’           
Analisis bentuk tubuh         9 x 45’           
Pengukuran tubuh         20 x 45’           
Pengecekan pengukuran        2 x45’           






B. Kegiatan Belajar

1.    Kegiatan belajar 1 ( Menganalisis Desain )

b.    Tujuan pembelajaran :

      Peserta diklat mampu :
1).  Menjelaskan pengertian analisis desain
2).  Menyebutkan kriteria-kriteria analisis desain
3).  Menganalisis desain




c.    Uraian materi :

1). Pengertian analisis desain
Analisis desain yaitu pemahaman konsep desain. Yang dimaksud pemahaman disini adalah pemahaman perbandingan bagian-bagian dan bentuk keseluruhan dari suatu model pakaian supaya dapat disesuaikan dengan  bentuk tubuh orang yang akan menggunakannya.
misalnya : -  menentukan letak dan besar saku
                -  menentukan besar / lebar kerah

2). Kriteria analisis desain

a)    Style / volume / siluet :
b)    Detail :
Contoh : berkerah setengah tegak, berlengan licin, dll
c)    Belahan / opening :
Contoh : Apakah pembuka di samping / didepan / dibelakang, memakai kancing / tutup tarik.
d)    Bahan (fabrik)
Bahan yang digunakan, misalnya: katun polyster dll
e)    Kesempatan
Contoh : pakaian kerja, pesta, rekreasi, santai dll
f)    Langkah-langkah pengerjaan

3). Cara Menganalisa Desain

     a). Wanita Dewasa


Gambar 2.1 Gambar Model Analisis Desain Busana Wanita Dewasa

Gambar A
(1)    Perhatikan sikap berdirinya, gambar tersebut menunjukan sikap berdiri diatas satu kaki, dapat diamati tumpuan kakinya, menumpu pada satu kaki.
(2)    Model pakaiannya terdiri dari rok dan blus, blusnya berlengan pendek terlihat pada batas panjang lengannya di atas siku, model lengan licin karena tidak ada kerutan pada kerung lengannya.
(3)    Perhatikan kerahnya, adalah kerah setengah tegak model eton.
(4)    Pada desain gambar terlihat ban pinggangnya berarti blusnya adalah blus dalam.
(5)    Kancing pada desain tersebut terlihat tiga buah kancing ditambah yang masuk di bawah rok tidak terlihat, kemungkinannya satu kancing.
(6)    Rok terlihat pas membentuk lekuk panggul sampai kaki berarti model rok tersebut adalah suai, panjangnya diatas lutut  3 cm s.d. 4 cm, dan memakai kupnat.

Gambar B
(7)    Perhatikan desain pakaian tersebut. Sikap berdirinya menumpu pada satu kaki, jika di perhatikan model pakaiannya tidak ada garis pinggang dari badan atas sampai ke bawah, model pakaian tersebut adalah gaun bukan rok dan blus.
(8)    Garis lehernya berbentuk V, dengan belahan kesamping sampai batas sepertiga kerung lengan dan menggunakan kancing cina dua buah.
(9)    Lengannya adalah lengan setali, yaitu digunting setali dengan badan.
(10)    Siluet atau garis luar dari pakaian tersebut adalah lebar diatas menyempit ke bawah, disebut siluet Y.
(11)    Pada pinggang terlihat garis kupnat.












b).     Pria Dewasa
            
Gambar 2.2. Analisis Desain Busana Pria Dewasa

(1)    Perhatikan sikap berdirinya, gambar tersebut menunjukkan sikap berdirinya menumpu pada dua kaki, tekanan lebih banyak pada kaki kiri.
(2)    Model pakaiannya terdiri dari celana panjang  dan kemeja.
(3)    Model kemeja tangan panjang bermanset (mansetnya berkancing satu buah), berkerah kemeja, ada saku tempel. Kancingnya ada enam buah . Bagian belakang ada pas bahu dan di tengah belakang ada lipit.
(4)    Model celana panjang, makin bawah makin kecil.
       Dilengkapi dengan ikat pinggang.
       Memakai sepatu pantofel bertali.








c).    Anak Wanita

Gambar 2.3. Analisis Desain  Busana Anak Wanita

Gambar 2.3.A
(1)    Perhatikan sikap berdirinya. Gambar tersebut menunjukan sikap berdirinya, menumpu pada satu kaki (kaki kanan).
(2)    Model busananya yaitu gaun panjang berwarna ungu (panjang gaun di atas lutut) berkerah rebah yang terbuat dari renda warna putih.
(3)    Berlengan puff (pendek).
(4)    Di pinggang ada kerutan.
(5)    Model gaun tersebut dihiasi dengan pita hias di bawah/ ujung rok dan di pinggang sabanyak dua baris berwarna putih.
(6)    Mengenakan sepatu pantofel putih.
(7)    Model tersebut rambutnya diikat dan diberi pita putih.

Gambar 2.3.B
(1)    Perhatikan sikap berdirinya. Gambar tersebut menunjukan sikap berdirinya menumpu pada dua kaki.
(2)    Model busananya yaitu gaun panjang berwarna hijau muda (panjang gaun di atas tumit).
(3)    Berleher bulat dan tanpa lengan.
(4)    Di bagian pinggang dikerut dan diberi pita. Bagian bawah rok juga diberi pita.
(5)    Mengenakan sepatu pantofel.
(6)    Rambutnya diurai dan diberi bando.






d).    Anak Laki-laki

Gambar 2.4. Analisis Desain Busan Anak Pria

Gambar 2.4.A
(1)    Perhatikan sikap berdirinya. Gambar tersebut menumpu pada satu kaki.
(2)    Model busananya terdiri dari: rompi dan ceana panjang.
(3)    Model kaos berlengan panjang dan berkerah sweater.
(4)    Rompi di lengkapi dengan tiga buah kancing.
(5)    Celana panjang bersaku disamping (kanan dan kiri)
(6)    Mengenakan sepatu pantofel casual


Gambar 2.4.B
(1)   Perhatikan sikap berdirinya. Gambar tersebut menunjukan sikap berdirinya, menumpu pada satu kaki.
(2)   Model busananya terdiri dari: kaos, rompi, dan celana panjang.
(3)   Model kaos, berlengan panjang dan berkerah sweater.
(4)   Rompi dilengkapi dengan tiga buah kancing.
(5)   Celana panjang bersaku di samping (kanan dan kiri).
(6)   Mengenakan sepatu pantofel casual.

c. Rangkuman

Analisis desain yaitu pemahaman bagian-bagian dan bentuk keseluruhan dari suatu model busana. Sebelum menganalisis suatu desain busana, kita perlu mengetahui kriteria analisis desain.
Kriteria-kriteria tersebut yaitu:
-    Style
-    Detail
-    Belahan / opening
-    Bahan
-    Kesempatan
-    Langkah pengerjaan

Pada saat menganalisis desain kita perhatikan dengan seksama model busana tersebut; mulai dari lengan, kerah/ leher, belahan, jumlah kancing, model roknya (panjang rok) atau panjang gaun, panjang blazer, model celana, model kemeja, rompi. Karena analisis desain ini dijadikan pedoman pada waktu mengukur tubuh.


d. Tugas
Peserta diklat ditugaskan untuk menganalisis gambar desain yang telah di persiapkan (busana wanita, pria, anak).

e. Tes formatif
Perhatikan gambar 2.5 dan jawablah pertanyaan di bawah ini!
         

Gambar 2.5 Soal Analisis Desain

1.    Yang disebut bebe adalah gambar model …., sedang yang disebut rok dan blus model….
2.    Suatu cirri tak berkempuh pinggang terdapat pada model ….., sedang model berkampuh pinggang terdapat pada gambar….
3.    Lengan suai terdapat pada gambar model……..,lengan reglan pada model…..,lengan bermanset pada model…..,dan lengan suai yang dikembangkan pada gambar model……
4.    Model berkerah tegak terdapat pada gambar….., berkerah setengah tegak pada gambar…..
5.    Model ber rok pias pada gambar ……, rok lipit searah pada…., rok lipit dengan arah berlawanan pada gambar…, rok suai yang dikembangkan pada gambar….
6.    Pada model a dan b, manakah bahan yang paling lembut ? apa tandanya ?
7.    Model manakah memerlukan banyak bahan dan manakah yang paling sedikit ? apa tandanya ?
8.    Apa bedanya pemasangan kerah pada model c, dan d ?
9.    Adakah beda jenis tutup tarik yang di perlukan untuk pembuatan model c dan d ?
10.     Di mana letaknya belahan pada model a, agar mudah dikenakan ?

f. Kunci jawaban

1) a
b, c, d
2) a, c, d
b
3) b, c, d,
a
c
d



4) c, d
a
5) b
d
c
a



6)    Model b, memerlukan bahan lebih lembut dari pada model a; sebab kerut-kerut pada model memerlukan bahan yang lembut mudah melangsai.
7)    Model b,c,dan d, memerlukan lebih banyak bahan dari pada model a.  Tanda-tanda yang dapat kita lihat bahwa memerlukan bahwa memerlukan banyak adalah, berlengan panjang, berlipit-lipit, panjang blus sampai panggul.
8)    Kerah pada model c, di pasang sampai ujung kerung leher, sedang pada model d, dipasang beberapa sentimeter masuk.
9)    Tutup tarik pada model c adalah jenis yang dapat dilepas sehingga blus dapat terbuka seluruhnya. Pada model d, tutup tarik jenis biasa tak dapat dilepaskan ujungnya.
10)     Pada sisi kiri atau tengah belakang dapat dipasang tutup tarik agar pakaian mudah dikenakan.

g. Lembar kerja

1) Alat
a)    pensil 2 B         1 buah
b)    ball poin                  1 buah
c)    penghapus pensil     1 buah
2) Bahan
a) gambar model        
b) buku catatan              
3) Kesehatan dan keselamatan kerja
a)    Pastikan pensil dalam keadaan runcing dan penghapus dalam keadaaan bersih.
b)    Sebelum mulai menganalisis desain, cuci tangan terlebih dahulu.
c)    Pada saat menganalisis desain bersikap yang tegak, jangan membungkuk.
d)    Mata jangan terlalu dekat dengan buku catatan / pekerjaan / gambar model.
e)    Bekerjalah dengan pencahayaan cukup terang.
4). Langkah keja menganalisis desain :

a).    Siapkan semua peralatan dan bahan yang diperlukan diatas meja kerja anda.



Gambar 2.6 Alat dan bahan untuk analisis desain




b).    Analisislah gambar model yang sudah di persiapkan berdasarkan kriteria :
(1)    Style : resmi
(2)    Detail : garis princess, saku dalam (vest)
(3)    Bahan :bahan busana kerja (ketegalannya sedang)
(4)    Kesempatan : kerja
(5)    Belahan : overslag
c). Ciri-ciri model
(1).    Blus :
-    kerah: chinnese
-    lengan: licin panjang
(2).    Rok: lipit sungkup (maksi)
d).    Sikap berdiri: bertumpu pada satu kaki (kanan)


e).    Polanya: a simetris












Siluet: H

Gambar 2.7
Langkah kerja analisis desain

2. Kegiatan Belajar 2

a.    Tujuan Kegiatan Pemelajaran

Peserta diklat mampu:
1).    Menentukan posisi titik dan garis tubuh yang akan diukur secara anatomi.
2).    Menentukan posisi titik dan garis tubuh yang akan diukur ditentukan  berdasarkan kebiasaan berpakaian.
3).    Menganalisis bentuk tubuh.


d.    Uraian Materi

1).    Menentukan posisi titik dan garis tubuh yang akan diukur secara anatomi.

a)    Posisi titik dan garis tubuh secara anatomi anak umur 1 sampai 3 tahun



Gambar 2.8  Posisi titik dan garis tubuh
secara  anatomi anak umur 1 s.d. 3 tahun






b)     Posisi titik dan garis tubuh secara anatomi anak umur 4 sampai dengan 6 tahun




Gambar 2.9 Posisi titik dan garis secara
anatomi anak umur 4 s.d. 6 tahun
      
c)    Posisi titik dan garis tubuh anak usia 7 sampai dengan 9 tahun



Gambar 2.10 Posisi titik dan garis tubuh
 secara anatomi anak umur 7 s.d. 9 tahun   


d)     Posisi titik dan garis tubuh secara anatomi anak umur 10   sampai      dengan 13 tahun





  

Gambar 2.11 Posisi titik dan garis tubuh
secara anatomi anak umur 10 s.d. 13 tahun           


















e)    Posisi titik dan garis tubuh secara anatomi wanita dewasa







Gambar 2.12 Posisi titik dan garis tubuh
secara anatomi wanita dewasa










f)    Posisi titik dan garis tubuh secara anatomi pria dewasa





Gambar 2.13 Posisi titik dan garis tubuh
secara anatomi pria dewasa

2).    Menentukan posisi titik dan garis tubuh yang akan diukur ditentukan berdasarkan kebiasaan berpakaian.
  
Menentukan posisi titik dan garis tubuh yang akan diukur dapat kita lihat dari kebiasaan orang tersebut mengenakan busana.
Apakah orang tersebut biasa mengenakan busana ketat, sedang, atau longgar?
Untuk panjang rok atau panjang gaun dapat dilihat, panjangnya mini, kini, midi, maksi, atau longdress.
Sedangkan untuk pinggang, apakah pas pinggang, di atas pinggang, atau di bawah pinggang.Setelah kita mengetahui kebiasaan berpakaian, kita dapat mengukur tubuh orang tersebut sesuai keperluannya.
Untuk lebih jelasnya daat dilihat dari jawaban-jawaban model berikut ini:

a)    Menentukan posisi titik dan garis tubuh yang akan diukur untuk orang yang mengenakan busana ketat.


Gambar 2.14 Posisi titik dan garis tubuh
yang akan diukur bagi orang yang mengenakan busana ketat


Menentukan posisi titik dan garis tubuh yang biasa mengenakan busana ketat lebih mudah dibandingkan dengan yang longgar, karena posisi titik dan garis tubuh tampak jelas (busananya membentuk tubuh).



b)    Menentukan posisi titik dan garis tubuh untuk orang yang mengenakan  busana sedang





Gambar 2.15 Posisi titik dan garis tubuh yang akan diukur
 bagi yang mengenakan busana sedang

     Untuk menentukan posisi titik dan garis tubuh untuk orang yang biasa mengenakan busana sedang, kita lihat apakah busananya membentuk tubuh atau tidak.
     Kalau busananya membentuk tubuh menentukan posisi titiknya mudah, jika dibandingkan dengan yang tidak membentuk tubuh.
 



c)    Posisi titik dan garis tubuh yang akan diukur bagi orang yang biasa mengenakan busana longgar




Gambar 2.16 Posisi titik dan garis tubuh bagi yang akan diukur
bagi yang mengenakan busana longgar


Untuk menentukan posisi titik dan garis tubuhbagi orang yang biasa mengenakan busana longgar cara menentukan posisi titiknya sama, hanya dalam pembuatan pola yang dilebihkan.
Untuk yang biasa mengenakamn busana longgar lebih sulit menentukan posisi titiknya, karena bentuk tubuhnya tertutup oleh busana.



d)    Posisi titik dan garis tubuh yang akan diukur bagi orang yang mengenakan busana mini





Gambar 2.17 Posisi titik dan garis tubuh yang akan diukur
bagi yang mengenakan busana mini


Menentukan posisi titik lutut dan tumit yang mengenakan busana mini lebih mudah dari yang longgar atau yang maksi, karena lututnya tidak tertutup oleh busana.
Posisi titik lutut diperlukan untuk menentukan panjan busana apabila diukur dari lutut (berapa cm di atas lutut).













e)    Posisi titik dan garis tubuh yang akan diukur bagi orang yang mengenakan busana kini




Gambar 2.18 Posisi titik dan garis tubuh yang akan diukur
bagi yang mengenakan busana kini


Menentukan posisi titik lutut dan tumit untujk yang mengenakan busana kini mudah dari yang midi, maksi, atau longdress, karewna panjang busananya pas lutut sedangkan tumit tidak tertutup.
Posisi titik lutut sangat diperlukan karena panjang busana yang akan diukur sampai lutut.


f)    Posisi titik dan garis tubuh yang akan diukur bagi orang yang mengenakan busana midi



Gambar 2.19 Posisi titik dan garis tubuh yang akan diukur
bagi yang mengenakan busana midi

Menentukan posisi titik lutut untuk yang mengenakan busana midi lebih sulit dari mini dan kini, karena lututnya tertutup. Tetapi untuk tumit sama dengan mini dan kini yaitu mudah karena tidak tertutup. Posisi titik lutut dan tumit diperlukan untuk menentukan panjang busana dari lutut atau tengah antara lutut dan tumit.

g)    Posisi titik dan garis tubuh yang akan diukur bagi orang yang mengenakan busana maksi



Gambar 2.20 Posisi titik dan garis tubuh yang akan diukur
bagi yang mengenakan busana maksi

Menentukan pasisi titik lutut untuk yang mengenakan busana maksi lebih suit daripada yang mini dan kini, karena lututnya tertutup. Tetapi untuk tumit sama dengan mini, kini, dan midi yaitu mudah karena tidak tertutup. Posisi titik tumit diperlukan untuk menentukan panjang busana (berapa cm dari tumit) atau sampai mata kaki.


h)    Posisi titik dan garis tubuh yang akan diukur bagi orang yang mengenakan busana longdress







Gambar 2.21 Posisi titik dan garis tubuh yang akan diukur bagi yang mengenakan busana longdress


Menentukan posisi lutut lutut lebih sulit, karena tertutup oleh busana. Sedangkan posisi tumit mudah karena panjang busananya sampai dengan tumit.






i)    Posisi titik dan garis tubuh yang akan diukur bagi orang yang mengenakan busana pas pinggang






Gambar 2.22 Posisi titik dan garis tubuh yang akan diukur bagi yang mengenakan busana pas pinggang


Menentukan posisi titik untuk yang mengenakan busana pas pinggang mudah, karena posisi pinggangnya sudah terbentuk oleh busana itu.





j)    Posisi titik dan garis tubuh yang akan diukur bagi orang yang mengenakan busana di atas pinggang






Gambar 2.23   Posisi titik dan garis tubuh yang akan diukur bagi yang 
                     mengenakan busana di atas pinggang

Cara menentukan posisi titik pinggang untuk yang mengenakan busana di atas pinggang yaitu tentukan dahulu posisi titik pinggang secara anatomi, lalu tentukan posisi busananya (berapa cm diatas pinggang).




k)    Posisi titik dan garis tubuh yang akan diukur bagi orang yang mengenakan busana di bawah pinggang





Gambar 2.24  Posisi titik dan garis tubuh yang akan diukur bagi yang
                    mengenakan busana di bawah pinggang

Cara menentukan posisi pinggang untuk yang mengenakan busana di bawah pinggang yaitu tentukan dahulu posisi titik pinggang secara anatomi, lalu tentukan/ hitung posisi busanannya (berapa cm dari pinggang ?).


3). Analisis bentuk tubuh
Bentuk tubuh seseorang (orang yang akan diukur dan dibuat polanya) perlu diketahui, supaya dalam pembuatan pola, bentuk pola tersebut diharapkan sesuai/ mendekati bentuk tubuh orang tersebut.
Apabila ada bagian tubuh yang kurang normal, dicatat dan disesuaikan dengan pola yang akan dibuat. Sehingga hasilnya (pola yang dibuat) mengikuti buntuk tubuh.
Ada 5 macam bentuk tubuh; yaitu
1)    Ideal/ normal
Tinggi badan: 160 – 164 cm






Gambar 2.25
Bentuk tubuh ideal







2)    Tinggi kurus
Tinggi badan: 165 – 170 cm






Gambar 2.26
Bentuk tubuh tinggi kurus









3)    Tinggi gemuk
Tinggi badan: 165 – 170 cm




Gambar 2.27
Bentuk tubuh tinggi gemuk












4)    Pendek Kurus
Tinggi badan: 150 – 160






Gambar 2.28
Bentuk badan pendek kurus














5)    Pendek gemuk
Tinggi badan: 150 – 160 cm




Gambar 2.29
Bentuk badan pendek gemuk

Bentuk tubuh seseorang dapat dikatakan ideal/ normal, apabila tinggi dan beratnya seimbang.
Untuk menetahui apakah bentuk tubuh seseorang itu tergolong ideal, kurus, atau gemuk; dapat dipakai rumus sebagai berikut:

         Berat badan ideal = tinggi badan dalam cm dikurangi 110 cm

Contoh: Tinggi seseorang 150 cm
Berat idealnya adalah 150-110, sisinya 40,dihitung dalam kg; yaitu 40 kg.
Masih dikatakan ideal apabila lebih 10% atau kurang 10% dari 40 kg tersebut.
Jadi berat ideal untuk tinggi badan 150 cm,berkisar antara 36 kg sampai 44 kg.
Apabila seseorang telah mengetahui bentuk tubuhnya, maka orang tersebut dengan mudah dapat memilih desain busana yang serasi dan sesuai dengan bentuk tubuhnya.

e.    Rangkuman

Bentuk tubuh ada 5, yaitu:
1). Ideal
2). Tinggi kurus
3). Tinggi gemuk
4). Pendek kurus
5). Pendek gemuk
Bentuk tubuh seseorang dapat dikaakan ideal, apabila tinggi dan beratnya seimbang.
Berat badan ideal = tinggi badan dalam cm dikurangi……cm
Masih dikatakan ideal apabila lebih 10% atau kurang 10% dari hasil hitungan (berdasarkan rumus).

f.    Tugas
1).    Buatlah kelompok masing-masing 3 (tiga) orang. Masing-masing anggota kelompok/ peserta diklat:
a).    Menentukan posisi titik dan garis tubuh secara anatomi.
b).    Menentukan posisi titik da garis tubuh ditenrukan berdasarkan kebiasaan berpakaian.
c).    Menganalisa bentuk tubuh.
2).    Ukuran tinggi badan masing-masing !
Hitunglah berat badan idealnya !

g.    Test Formatif
1)    Tinggi badan si A = 155 cm
2)  a) Tinggi badan 162 cm, termasuk bentuk tubuh………..
b) Tinggi badan 153 cm, termasuk bentuk tubuh………..
c) Tinggi badan 167 cm, termasuk bentuk tubuh………..

f. Kunci Jawaban
1) Tinggi badan si A = 155 cm
    Berat badan ideal = 155-110 = 45
    10% x 45 = 4,5
    Jadi berat idealnya adalah antara 40,5 kg sampai dengan 49,5 kg.
2)  a). Ideal
    b). Pendek
    c). Tinggi




g. Lembar Kerja
1) Alat
a) Pensil 2b     : 1 buah
b) Ball point     : 1 buah
c) Mistar lurus (30 cm)    : 1 buah
d) Penghapus pensil      : 1 buah
e) Alat ukur tinggi badan    : 1 buah
f) Timbangan badan     : 1 buah
Keterangan:
Point e) dan f) disiapkan oleh sekolah dan dipergunakan sacara bergantian.

2) Bahan
a). Proporsi tubuh:
(1) anak umur 1 – 3 tahun
(2) anak umur 4 – 6 tahun
(3) anak umur 7 – 9 tahun
(4) anak umur 10 – 13  tahun
(5) wanita dewasa
(6) pria dewasa

b). Gambar model busana:
(1) ketat
(2) sedang
(3) longgar

c). Gambar model busana:
(1) mini
(2) kini
(3) midi
(4) longdress

d). Gambar modelbusana:
(1) pas pinggang
(2) di atas pinggang
(3) di bawah pinggang

e). Buku catatan

3) Kesehatan dan keselamatan kerja
a).    Pastikan pensil dalam keadaan runcing dan penghapus dalam keadaaan bersih
b).    Sebelum mulai menganalisa desain, cuci tangan terlebih dahulu.
c).    Pada saat menganalisa desain bersikap yang tegak, jangan membungkuk.
d).    Mata jangan terlalu dekat dengan buku catatan / pekerjaan / gambar model.
e).    Bekerjalah dengan pencahayaan cukup terang.

4). Langkah kerja menganalisis desain :
a).  Siapkan semua peralatan dan bahan yang diperlukan di atas meja kerja.


Gambar 2.30
Alat dan bahan untuk menganalisis bentuk tubuh

b). Siapkan semua proporsi tubuh. Tentukan posisi titik dan garis tubuh secara anatomi pada proporsi tubuh muai dari anak umur 1-3 tahun sampai pria dewasa (lihat gambar 2.8 sampai dengan 2.13).
c). Siapkan gambar modul busana mulai dari ketat sampai dengan busana di bawah pinggang (lihat pada bahan). Tentukan posisi titik dan garis tubuh yang akan diukur ditentukan berasarkan kebiasaan kebiasaan berpakaian (lihat gambar 2.14 sampai dengan gambar 2.25).
d). Siapkan model dan periksalah model yang akan dianalisa.
e). Model berdiri tegak, orang yang akan menganalisa berdiri di depannya. Siapkan catatan.
f).    Mulailah model tersebut dianalisis bentuk tubuhnya (lihat gambar 2.25 sampai dengan gambar 2.29). Apakah termasuk ideal, pendek, tinggi, kurus, atau gemuk.
g).   Ukurlah tinggi badan dan timbanglah bert badannya, sehingga dapat diketahui berat badan idealnya.


3. Kegiatan belajar 3

a. Tujuan kegiatan belajar
(Mengukur tubuh sesuai dengan desain)

Peserta diklat mampu:
1) Menjelaskan arti ukuran.
2)  Menjelaskan tujuan mengukur.
3)  Menjelaskan fungsi ukuran.
4) Menyebutkan macam-macam alat yang diperlukan untuk mengukur tubuh.
5)  Menyebutkan hal-hal yang perlu diperhatikan pada waktu mengukur.
6)  Mempraktekan cara mengukur tubuh wanita dewasa.
7)  Mempraktekan cara mengukur tubuh anak perempuan.
8)  Mempraktekan cara mengukur tubuh anak laki-laki.

b. Uraian materi
Ukuran tubuh merupakan hal yang penting dalam pembuatan suatu busana. Cara mengambil ukuran harus benar-benar dilakukan secara cermat dan teliti, karena ukuran sangat menentukan akhir sebuah busana.
Ada beberapa cara dalam mengambil ukuran. Dari cara-cara tersebut yang dapat dilihat adalah dari cara memberi kelebihan pada ukurannya.


Cara mengambil ukuran tersebut yaitu:
-  mengambil ukuran pas sesuai dengan ukuran badan, kelebihan ukuran atau kelonggaran ukuran akan  diberikan pada saat pola dasar ataupun pada saat pecah pola.
-  memberi kelonggaran ukuran pada saat pengukuran ataupun pada saat pencatatan.

Untuk dapat mengambil ukuran dangan tepat perlu diketahui dan dikuasai terlebih dahulu beberapa hal; diantaranya yaitu; alat ukur, fungsi mengukur, tujuan mengukur, teknik mengukur.






1)    Arti ukuran
Ukuran adalah:
a.    Hasil ukuran
b.    Panjang, lebar, luas, besar suatu benda.
c.    Bilangan yang menunjukan besar kecilnya satuan ukuran suatu benda.

2)    Tujuan mengukur
a)    Untuk mengetahui besar kecilnya bentuk badan.
b)    Untuk membuat suatu busana.
c)    Untuk mengetahui hubungan antra bentuk badan dan bentuk busana.

3)    Fungsi ukuran
a)    Sebagai data pembuatan pola dasar baik pola konstruksi maupun drapping.
b)    Sebagai daar untuk mengembangkan desaia-desain baru.
c)    Merupakan reverensi pada waktu pengecekan pola.
d)    Membantu pada waktu mengepas.

4)    Alat yang diperlukan untuk mengukur tubuh
a)    Pita ukuran/ meteran
Pita ukuran yang tidak boleh meregang. Garis-garis dan angka yang tertera pada ukuran harus jelas pada kedua sisinya. Logam penjepit pada ujung pita harus terpasang datar dan tidak miring. Fungsi logam adalah untuk menjaga agar ujung pita ukuran tidak sobek.
b)    Ban peter/ veter ban (ukuran: lebar 1,5 cm)
c)    Mistar lurus (ukuran 20 cm – 30 cm)
d)    Buku catatan/ buku ukuran dan alat tulis

5)    Hal-hal yang perlu diperhatikan pada waktu mengukur
a)    Sebaiknya orang yang diukur mengenakan busana yang pas badan.
b)    Berdiri dalam posisi tegak lurus dan garis pandang sejajar dengan letak tinggi mata.
c)    Jangan memasang pita ukuran di sekeliling tubuh dengan ketat, sehingga menekan otot.
d)    Sebaiknya letakan pita ukutan dengan tekanan yang ringan dan merata, untuk mendapatkan ukuran yang benar.
e)    Memberi tanda pada pinggang yang paling kecil, gunakan pita ukuran lebar ± 0,5 cm.
f)    Sebaiknya posisi yang mengukur di sebelah kanan depan si model/ peragawati.
g)    Menyiapkan daftar ukuran tubuh (sesuai dengan urutan ukuran tubuh) untuk mempermudah/ menghemat waktu dalam bekerja.
6)    Teknik mengukur
Mengukur tubuh baik dewasa maupun anak-anak pada prinsipnya mempunyai cara/ teknik yang sama. Untuk mendapatkan ukuan yang tepat, sebaiknya dibantu dengan pemasangan body line pada:
-    Lingkar badan
-    Lingkar pinggang
-    Lingkar panggul
-    Tengah muka
-    Tengah belakang

Mengukur hendaknya dilakukan secara sistematis, sehingga orang yang diukur tidak merasa lelah dan tidak memakan waktu terlalu lama. Pengukur berdiri di depan model pada posisi 45° samping kanan dan bagian belakang, bukan model yang berputar. Cara mengukur tubuh dapat dilakukan dengan berbagai cara; salah satunya adalah sebagai berikut:

























a)    Cara Mengambil Ukuran Badan Wanita dewasa



(1). Lingkar leher
Diukur sekeliling leher






















Gambar 2.31
Cara mengukur leher wanita dewasa


(2). Lingkar badan
Mengukur keliling lingkar badan yang paling besar, melalui kedua titik payudara (di atas body line).




Gambar 2.32
Cara mengukur lingkar badan wanita dewasa









 (3). Lingkar pinggang
Mengukur keliling pinggang pada posisi pinggang yang terkecil melewati pusar (di atas body line).










                           

Gambar 2.33
Cara mengukur lingkar pinggang wanita dewasa






(4). Lingkar panggul
Mengukur keliling panggul pada posisi yang paling besar (di atas body line).










Gambar 2.34
Cara mengukur tinggi panggul wanita dewasa


















(5). Tinggi panggul
Mengukur jarak antara garis pinggang ke batas garis panggul.




Gambar 2.35
Cara mengukur tinggi pamggul wanita dewasa



(6). Lebar muka
Diukur dari garis lengan kiri sampai garis lengan kanan pada tinggi setengah jarak bahu yang terendah sampai ketiak atau ±5 cm di bawah lekuk leher.







Gambar 2.36
Cara mengukur lebar muka wanita dewasa


(7). Panjang muka
Mengukur jarak antara titik lekuk leher depan ke batas pinggang.
















                               Gambar 2.37
Cara mengukur panjang muka wanita dewasa



(8). Panjang sisi
Mengukur jarak antara garis ketiak ke garis pinggang.















Gambar 2.38
Cara mengukur panjang
sisi wanita dewasa

(9). Tinggi dada
Mengukur jarak antara titik puncak ke garis pinggang.


Gambar 2.39
Cara mengkur tinggi dada wanita dewasa

(10). Panjang bahu
Mengukur dari titik bahu tertinggi sampai titik bahu terendah.


Gambar 2.40
Cara mengukur panjang bahu wanita dewasa





(11).   Lebar punggung
Diukur dari lengan kiri sampai ke lengan kanan pada setengah jarak bahu yang terendah sampai ketiak atau 8 cm di bawah tengkuk leher.





Gambar 2.41
Cara mengukur punggung wanita dewasa

(12). Panjang punggung
Diukur dari tulang leher yang menonjol sampai batas pinggang yang telah diikat.












Gambar 2.42
Cara mengukur panjang punggung wanita dewasa


(13). Kerung lengan
Mengukur sekeliling kerung engan dari titik bahu melalaui ketiak sampai ketiak bahu semula.







Gambar 2.43
Cara mengukur kerung lengan wanita dewasa

(14). Lingkar pangkal lengan
Mengukur besar lengan sejajar dengan ketiak.



Gambar 2.44
Cara mengukur lingkar pangkal lengan wanita dewasa



(15).   Panjang lengan
Mengukur jarak antara ujung bahu terendah sampai pada ujung pergelangan tangan.










Gambar 2.45
Cara mengukur panjang lengan wanita dewasa

                (16). Lingkar lengan    
                        bawah (manset)
                        Mengukur keliling         
                        bawah lengan yang 
                        diinginkan.







Gambar 2.46
Cara mengukur lingkar lengan bawah wanita dewasa


               (17). Tinggi lutut
                Mengukur jarak                    antara garis pinggang ke batas lutut (ukuran ini merupakan dasar untuk menentukan ukuran panjang rok, apakah akan dipanjangkan atau dipendekan dari batas lutut).

Gambar 2.47
Cara mengukur tinggi lutut wanita dewasa


(18). Lingkar pesak
Mengukur jarak pesak mulai dari batas pinggang belakang melewati kedua belah paha.










Gambar 2.48
Cara mengukur lingkar pesak wanita dewasa

(19). Tinggi duduk
Mengukur tinggi antara garis pinggang ke batas tempat duduk.














Gambar 2.49
Cara mengukur tinggi duduk wanita dewasa

(20). Panjang celana
Diukur dari garis pinggang sampai 2 cm di bawah mata kaki atau menurut keinginan si pemakai.























                         
Gambar 2.50
Cara mengukur panjang celana wanita dewasa                       





                                                    


No. Ukuran Tubuh    Size    Keterangan
    S    M    L   
Bagian depan
1.    Lingkar badan
2.    Lingkar pinggang
3.    Lingkar panggul
4.    Lebar muka
5.    Panjang muka
6.    Tinggi dada
Bagian samping/ lengan
7.    Panjang bahu
8.    Panjang sisi
9.    Tinggi panggul
10.    Panjang lengan
11.    Lingkar kerung lengan
12.    Lingkar pangkal lengan
13.    Lingkar pergelangan tangan
Bagian belakang
14.    Panjang punggung
15.    Lebar punggung
Bagian bawah
16.    Tinggi duduk
17.    Tinggi lutut
18.    Lingkar pesak   
84/86
64
90
30
31
17

11
17
17
50
38
34
18

36
32

26

66   
90/92
70
96
32
32
16

12
16
18
52
40
36
20

37
34

27

68   
96/98
76
102
33
34
14

13
15
20
54
44
38
23

38
36

28

72   
Tabel II.1 Ukuran standart tubuh wanita dewasa


b)    Cara Mengambil Ukuran Badan Pria Dewasa

Kemeja
(1). Lingkar badan
Mengukur lingkar badan pas kemudian ditambah 10 cm untuk kelonggaran.









              
Gambar 2.51
Cara mengukur lingkar
badan pria dewasa



(2). Panjang bahu
Mengukur panjang bahu dari ujung pangkal leher sampai pada ujung bahu.




Gambar 2.52
Cara mengukur panjang bahu pria dewasa





(3). Panjang punggung
Mengukur panjang punggung diukur mulai tulang tengkuk ke bawah sampai batas pinggang.

Gambar 2.53
Cara mengukur panjang punggung pria dewasa




(4). Panjang kemeja
Mengukur panjang kemeja diukur mulai dari bahu paling atas ke bawah sampai dengan pangkal ibu jari.










                      
Gambar 2.54
Cara mengukur panjang kemeja pria dewasa


(5). Panjang lengan
Mengukur panjang lengan, diukur mulai dari ujung bahu terendah sampai batas
tulang pergelangan, dengan posisi lengan sedikit dilengkungkan.



Gambar 2.55
Cara mengukur panjang lengan pria dewasa



Untuk pembuatan kemeja pria selain kelima ukuran tersebut di atas masih diperlukan ukuran yang sudah merupakan ukuran standart; yaitu:
-    Lebar saku
-    Lebar kerah
-    Lebar manset

Celana

(1)    Lingkar pinggang
Diukur sekeliling pinggang.





















                 
Gambar 2.56
Cara mengukur lingkar pinggang pria dewasa




(2)    Lingkar panggul
Diukur sekeliling panggul.





















Gambar 2.57
Cara mengukur lingkar panggul pria dewasa


(3)    Lingkar pesak
Diukur mulai dari pinggang pada tengah muka sampai pada pinggang pada tengah belakang.














Gambar 2.58
Cara mengukur lingkar pesak pria dewasa


(4)    Setengah lingkar paha
Dihitung sekeliling paha dibagi dua.











Gambar 2.59
Cara mengukur setengah lingkar paha pria dewasa



(5)    Panjang lutut
Diukur dari pinggang sampai batas lutut.





Gambar 2.60
Cara mengukur panjang lutut pria dewasa





(6)    Setengah lingkar lutut
Dihitung sekeliling lutut dibagi dua.




Gambar 2.61
Cara mengukur setengah lingkar lutut pria dewasa






(7)    Panjang celana
Dihitung dari pinggang sampai mata kaki.



Gambar 2.62
Cara mengukur panjang celana pria dewasa



(8)    Setengah lingkar kaki
Diukur sekeliling kaki (sesuai kehendak) dibagi dua.










Gambar 2.63
Cara mengukur setengah lingkar kaki pria dewasa





c)    Cara Mengambil Ukuran Badan Anak Wanita



(1)    Lingkar badan
Diukur sekeliling badan yang terbesar, ditambah 6 - 8 cm untuk kelonggaran.








Gambar 2.64
Cara mengukur lingkar badan anak wanita





(2)    Lingkar pinggang
Diukur sekeliling pinggang ditambah 1 cm sebelum diikat dengan veterband.









                           
Gambar 2.65
Cara mengukur lingkar pinggang anak wanita

(3)    Lingkar panggul
Diukur pada sekeliling panggul yang terbesar ditambah 4 cm.










                       

Gambar 2.66
Cara mengukur lingkar panggul anak wanita



(4)    Panjang punggung
Diukur dari tulang lejer belakang sampai batas tali pinggang.









                         
Gambar 2.67
Cara mengukur panjang punggung anak wanita


(5)    Lebar punggung
Diukur dari garis kerung lengan sebelah kiri ke kerung lengan sebelah kanan, lebih kurang 5 cm dibawah dasar garis leher.


Gambar 2.68
Cara mengukur lebar punggung anak wanita



(6)    Lebar muka
Diukur dari kerung lengan sebelah kiri ke kerung lengan sebelah kanan, lebih kurang 5 cm dibawah garis lekuk leher.


Gambar 2.69
Cara mengukur lebar muka anak wanita



(7)    Panjang muka
Diukur dari lekuk leher muka sampai batas tali pinggang.













                        
Gambar 2.70
Cara mengukur panjang muka anak wanita


(8)    Panjang bahu
Diukur dari garis leher tertinggi sampai bahu terendah.



Gambar 2.71
Cara mengukur panjang bahu anak wanta



(9)    Lingkar kerung tangan
Diukur melingkar kerung lengan dengan 1 jari atau ditambah.



Gambar 2.72
Cara mengukur lingkar kerung tangan anak wanita


(10)    Panjang lengan
Diukur dari pangkal lengan sampai panjang yang dikehendaki.


Gambar 2.73
Cara mengukur panjang lengan anak wanita

(11)    Panjang rok
- Diukur dari lekuk leher sampai panjang yang dikehendaki.
- Diukur dari pinggang sampai panjang yang dikehehdaki.


Gambar 2.74
Cara mengukur panjang rok anak wanita




(12)    Tinggi duduk
Anak yang diukur harus duduk di tempat yang datar, lalu diukur dari pinggang sampai batas tempat yang dikehendaki.










                     
Gambar 2.75
Cara mengukur tinggi duduk anak wanita


               










Tabel II.2 Daftar Ukuran Standart Anak wanita


Tabel II.3 Hubungan Nomor Pakaian dan Umur


                                   












d)    Cara Mengambil Ukuran Badan Anak Laki-laki

Kemeja
(1)    Lingkar leher
Diukur sekeliling leher terendah.




Gambar 2.76
Cara mengukur lingkar leher anak laki-laki


(2)    Lingkar badan
Diukur sekeliling badan terbesar dalam keadaan menarik napas.



Gambar 2.77
Cara mengukur lingkar badan anak laki-laki



(3)    Rendah bahu
Diukur dari tulang leher ke bawah sampai garis pertolongan.








Gambar 2.78
Cara mengukur rendah bahu anak laki-laki




(4)    Panjang punggung
Diukur dari dari ruas tulang leher ke bawah sampai pinggang.










Gambar 2.79
Cara mengukur panjang punggung anak laki-laki

(5)    Lebar punggung
Diukur dari bahu kiri ke ujaung bahu kanan.











Gambar 2.80
Cara mengukur lebar punggung anak laki-laki


(6)    Rendah punggung
Diperoleh dari ukuran kerung tangan dibagi dua, dikurangi 2 cm.












Gambar 2.81
Cara mengukur rendah punggung anak laki-laki.


(7)    Setengah lingkar ujung lengan
Diukur sekeliling lengan kemudian dibagi dua ditambah 2,5 cm atau diukur pada lipatan lengan kemeja ke sisi lengan.
















      
Gambar 2.82
Cara mengukur setengah ujung lingkar lengan


(8)    Panjang lengan
(a)    Panjang lengan pendek:
Diukur dari ujung bahu ke bawah sampai  5 cm di atas siku
(b)    Panjang lengan panjang:
Diukur dari ujung bahu ke bawah sampai 3 cm di bawah tulang pergelangan.








Gambar 2.83
Cara mengukur panjang lengan anak laki-laki










(9)    Panjang kemeja
Diukur dari bahu tertinggi ke bawah sampai ruas ibu jari.






                       
Gambar 2.84
Cara mengukur panjang kemeja anak laki-laki



                  Celana
(10)    Lingkar pinggang
Diukur sekeliling pinggang pada batas tinggi celana.


















Gambar 2.85
Cara mengukur lingkar pinggang anak laki-laki





(11)    Lingkar panggul
    Diukur pas sekeliling panggul yang terbesar.

















Ganbar 2.86
Cara mengukur lingkar panggul anak laki-laki


(12)    Lingkar pesak
Diukur dari batas pinggang muka melalui pesak ke batas pinggang belakang.


Gambar 2.87
Cara mengukur lingkar pesak anak laki-laki

(13)    Setengah lingkar paha
Diukur dari paha terbesar, dibagi dua kemudian ditambah 2 cm atau diukur dari lipatan pipa celana, jadi bagian depan sampai lipatan celana belakang.


Gambar 2.88
Cara mengukur setengah lingkar paha anak laki-laki


(14)    Setengah lingkar lutut
Diukur sekeliling lutut dibagi dua, ditambah 3 cm atau diukur dari lipatan pipa celana jadi pada lutut dari depan sampai belakang.


Gambar 2.89
Cara mengukur setengah lingkar lutut anak laki-laki

(15)    Setengah lingkar kaki
Diukur dari lipatan pipa celana jadi depan sampai belakang atau menurut keinginan pemakai.


Gambar 2.90
Cara mengukur setengah lingkar kaki anak laki-laki


(16)    Panjang celana
Diukur dari garis pinggang sampai 2 cm di bawah mata kaki atau menurut keinginan si pemakai.


Gambar 2.91
Cara mengukur panjang celana anak laki-laki


Tabel II.4 Ukuran Standar Kemeja anak Laki-laki




Tabel II.5 Ukuran Standar Celana Pendek Anak Laki-laki




































7)    Pengcekan Pengukuran/ Ukuran Kontrol
Ukuran kontrol yaitu diukur dari batas tengah mika setengah pinggang serong ke buah dada tertinggi melalui bahu terendah terus ketengah belakang setengah pinggang.

a)    Bentuk tubuh normal



Gambar 2.92 Cara mengecek ukuran
untuk bentuk tubuh normal

















b)    Bentuk tubuh a simetris


Gambar 2.93 Cara mengecek ukuran
untuk bentuk tubuh a simetris (kanan lebih tinggi)


Gambar 2.94 Cara mengecek ukuran untuk bentuk tubuh a simetris (kiri lebih tinggi)
c. Rangkuman
Ukuran tubuh adalah salah satu hal yang penting dalam pembuatan suatu busana.

Ada beberapa cara dalam mengambil ukuran badan.
Dari cara-cara tersebut yang dapat dilihat adalah dari cara memberi kelebihan pada ukurannya. Cara mengambil ukuran pas sesuai dengan ukuran tersebut; yaitu:
1) Mengambil ukuran pas sesuai dengan ukuran badan.
Kelonggaran ukuran akan diberikan pada saat membuat pola dasar ataupun pada saat pecah pola.

2) Memberi kelonggaran ukuran pada saat pengukuran atau pun pada saat pencatatan.
Untuk dapat mengambil ukuran dengan tepat perlu dikuasai terlebih dahula beberapahal; diantaranya yaitu: alat ukur, fungsi mengukur, tujuan mengukur, teknik mengukur.
Setelah hal tersebut diatas dikuasai kita dpat mengambil ukuran badan: wanita dewasa, pria, anak perempuan dan laki-laki juga boneka.

d. Tugas
1) Mengukur tubuh
a. wanita dewasa
b. pria dewasa
c. anak perempuan 7 tahun
d. anak laki-laki 10 tahun

2) Mengukur berbagai macam bentuk tubuh
a. ideal
b. pendek gemuk
c. pendek kurus
d. tinggi kurus
e. tinggi gemuk

3) Mengukur teman sekelas secara berkelompok (satu kelonpok terdiri dari 3 orang)







e. Test formatif
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar !
1) Sebutkan 5 macam alat yang dipergunakan pada waktu mengkur !
2) Sebutkan 5 macam ukuran yang dipergunakan untuk membuat kemeja pria dewasa !
3) Cara mengukur tinggi duduk anak perempuan adalah….

4) Cara mengukur lingkar badan wanita dewasa adalah….

5) Cara mengukur lingkar pesak adalah….


f. Kunci jawaban formatif
1)  a) Pita ukuran/ meteran
b) Mistar lurus ( 20 cm – 30 cm)
c) veter band
d) Buku ukuran/ buku catatan
e) Alat tulis

2) a) Lingkar badan
b) Panjang bahu
c) Panjang punggung
d) Panjang kemeja
e) Panjang lengan

3) Tinggi duduk:
Anak yang diukur harus duduk pad tempat yang datar, lalu diukur dari pinggang sampai batas tempat yang diduduki.


(4) Lingkar badan wanita dewasa:
Diukur sekeliling lingkar badan yang paling besar, melalui kedua titik payudara (di atas body line).

(5) Lingkar pesak:
Diukur jarak mulai dari batas pinggang depan ke batas pinggang belakang melewati keda belah paha.

g. Lembar kerja
1) Alat
a) Pita ukuran (cm – inchi)      : 1 buah
b) Ball point                           :1 buah
c) Buku ukuran/ buku catatan  : 1 buah
d) Mistar lurus                        : 1 buah
2) Bahan
Pita kain (veter band) dengan ukuran 1 cm, panjang sesuai dengan kebutuhan.

3) Kesehatan dan keselamatan kerja
a) Peralatan diletakan di suatu tempat/ meja.
b) Model berpakaian pas pada tubuh dari bahan kaos, sehingga nyaman.
c) Posisi model berdiri tegak, tidak tegang, pandangan lurus ke depan.
d) Pada waktu meneikat bagian tubuh model jangan terlalu sesak , sehingga menimbulkan rasa sakit, tetapi harus pas rata dengan permukaan tubuh. Letakan simpul tali di sisi badan dengan simpul hidup.

4) Langkah kerja mengambil ukuran badan:
a) Siapkan semua alat dan bahan yang diperlukan di atas meja kerja.


Gambar 2.95 Alat-alat untuk mengukur tubuh

b) Siapkan model dan periksa model yang akan diukur; apakah letak busananya telah tepat? Apabila mengenakan sabuk, dilepas. Isi kantong/ saku disimpan dahulu.






c) Mengikat tubuh sesuai dengan petunjuk di bawah ini:
(1). Sekeliling lingkar badan; yaitu badan atas terbesar melewati puncak buah dada, ketiak, dan badan belakang.
(2). Sekeliling lingkar pinggang.
(3). Sekeliling lingkar panggul; yaitu badan bawah terbesar melewati  pantat terbesar.




Gambar 2.96 Pengikatan bagian-bagian tubuh


d) Mengukur tubuh
(1) Mengukur tubuh wanita dewasa
(lihat gambar 2.31 sampai dengan gambar 2.50)
(2) Mengukur tubuh pria dewasa
(lihat gambar 2.51 sampai denga gambar 2.63)
(3) Mengukur tubuh anak wanita
(lihat gambar 2.64 sampai dengan gambar 2.75)
(4) Mengukur tubu anak laki-laki
 lihat gambar 2.76 sampai dengan gambar 2.91)
e) Melakukan pengecekan pengukuran/ ukuran kontrol:
    Diukur dari tengah-tengah pinggang depan melalui buah dada tertinggi terus ke ujung bahu dan berakhir di tengah-tengah pinggang belakang.
    (lihat gambar 2.92 dan 2.93).

Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang  cara membuat pola rok setengah lingkaran 

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang Praktek Membuat Pola dan Menjahit Jubah-Jilbab Anak Balita

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.

buka mesin jahit : https://sumberbelajar.belajar.kemdikbud.go.id/katalogmedia/.../SMK/.../Bab%20II

0 komentar:

Copyright © 2016 Kursus Menjahit.