5 Prakarya Proses Pengemasan Dan Pengawetan Produk Hasil Bahan Nabati

5 Prakarya Proses Pengemasan Dan Pengawetan Produk Hasil Bahan Nabati

baju jahit, batik, belajar, guru, indonesia, jahit, jogja, kaos, kebaya, konveksi, kursus, kursus menjahit, les, mesin jahit, obras, private, sekolah, terbaik, usaha, yogyakarta
5 Prakarya Proses Pengemasan Dan Pengawetan Produk Hasil Bahan Nabati


kemasan yang digunakan kerajinan tekstil - Pengemasan dan pelebelan meupakan tahapan akhir dalam proses pengolahan pangan sebelum dipasarkan.
Pegemasan Dan Pengawetan Produk Hasil Bahan Nabati

Pengemasan seringkali menjadi salah satu factor penentu kesuksesan suatu produk olahan dipasar. Oleh karna itu, peran teknis, ekonomis, dan juga sosial dari pengemasan harus dipahami dengan baik.

Fungsi-fungsi ini tentu saja harus didukung oleh adanya pelebelan yang baik. Pelebelan yang baik dapat meningkatkan posisi produk di pasar dan dapat berkontribusii dalam mendukung kesuksesan produk satu hal penting harus diingat adalah pelebelan harus jujur dan informative. Pelebelan harus mengikuti peraturan pemerintah No. 69 Tahun 2000 tentang pelebelan dan iklan pangan.

Kemasan yang baik tentunya harus dapat memenuhi haraapan konsumen. Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk dapat memenuhi harapan konsumen adalah sebagai berikut.

    Kemasan harus dapat melindungi isi dengan baik, mudah dibuka dan mudah ditutup serta mudah dibawa.
    Bentuk dan ukuran menarik serta sesuai kebutuhan.
    Labeling harus jelas dan komplit.
    Bahan kemasan harus ramah lingkungan.

Fungsi Kemasan

Terdapat tiga fungsi dasar yang harus dipenuhi oleh kemasan . fungsi pertama adalah fungsi perlindungan. Pada aspek ini, kemasan berfungsi untuk mejaga produk tetap bersih, pelindung dari kotoran dan kontaminasi ; melindungi produk terhadap kerusakan fisik, perubahan kadar air, dan penyiaran. Fungsi kedua adalah fungsi penanganan. 5 Prakarya Proses Pengemasan Dan Pengawetan Produk Hasil Bahan Nabati

Eberapa hal yang termasuk dalam fungsi ini antara lain kemudahan dalam membuka dan menutup, mudah dalam tahap penanganan, pengangkutan, dan distribusi; mempunyai fungsi yang baik, efisien dan ekonomis; aman untuk lingkungan; mempunyai ukuran, bentuk dan bobot yang sesuai dengan norma atau standar yang ada; mudah dibuang dan mudah dibentik atau dicetak.

Fungsi ketiga adalah fungsi untuk pemasaran, kemasan menampakan identitas, informaasi, daya listrik, dan tampilan yang jelas sehingga dapat membantu promosi dan penjualan.

Berdasarkan uraian diatas, terlihat bahwa paling tidak tepat tujuh fungsi kemasan, yaitu factor pengamanan (cuaca, sinar, jatuh, tumpukan, kuman, dan lain-lain); factor ekonomi (biaya produksi); factor distribusi (kemudahan penyimpanan dan pemajangan); factor komunikasi (mudah dilihat, dipahami dan diinggat); factor egrronomi (warna, logo, ilustrasi, huruf, tata letak); dan factor identitas (mudah dikenali, tampil beda).
Perlindungan dan penanganan produk

Pengemasan dapat memberikan perlindungan terhadap produk agar memiliki mutu yang baik dalam waktu yang lebih lama. Produk dalam kemasan dapat di lindungi dengan berbagai cara, antara lain dengan mengontrol keluar masuknya air (hidratasi)

Pengendalian suhu dilakukan dengan menyimpan produk pada suhu tertentu. Umumnya produk beku harus disimpan pada suhu rendah -18150C.
Kemasan yang cocok untuk produk ini adalah PVDC agar mudah sobek pada waktu produk dicairkan.
Pengemasan Untuk Pemasaran

Penampilan suatu kemasan haruslah dapat menarik perhatian (eye catching ). Hal ini mencakup warna, bentuk, merek, ilustrasi, tata letak yang berhubungan dengan factor emosi dan psikologi. Misalnya, tampilan visual kemasan jus bauh haruslah dapat menimbulkan kemasan menyehatkan, bentuk desain, dan gambar pada kemasan dipilih yang tidak kaku dan berwarna cerah.

Daya tarik praktis adalah evektifitas dan efisiensi kemasan dalam memudahkan pemyimpanan dan pemaangan produk. Factor yang berhubungan dengan daya tarik praktis suatu kemasan adalah bahwa kemasan menjamin melindungi produk; mudah dibuka dan ditutup; porsi atau volume yang sesuai; dapat digunakan kembali; mudah dibawa, dipegang; mudah dihabiskan isinya dan dapat di idi ulang; ditampilkan dengan lucu; serta yang lainnya sesuai pertimbangan kebutuhan dan sifat produk.

Untuk memenuhi aspek ini, terdapat berbagai strategi untuk berkreasi. Strategi ini memanfaatkan unsur  warna, ilustrasi, bentuk, merk/logo, dan tata letak.5 Prakarya proses pengemasan dan pengawetan produk hasil bahan nabati
Jenis dan Bahan Kemasan

Pengemasan secara umum di golongkan menjadi tiga yaitu (1) kemasan primer, (2) kemasan skunder, (3) kemasan tersier.

    Kemasan Primer

Kemasan primer adalah kemasan yang berhubungan langsung dengan produk, ukurannya relative kecil dan bias disebut sebagai kemasan eceran. Contoh kemasan ini adalah, kantong plastic untuk gula, kantong plastic untuk kripik, gelas plastic (cup) untuk air minum, atau minuman, kantong plastic untuk mie instan.

    Kemasan Skunder

Kemasan Skunder adalah kemasan kedua yang berisi sejumlah kemasan primer,. Kemasan ini yidak kotak langsung dengan produk yang dikemas. Contoh : kemasan karton untuk air munum dalam kemasan, kemasan krat kayu untuk sirup dalam botol, krak plastic untuk minuman dalam botol.

    Kemasan Tersier

Kemasan tersier adalah kemasan yang banyak diperuntukan sebagai kemasan transport. Contoh : container dan kotak karton gelombang.
Bahan Kemasan

    Kemasan logam

Kemasan logam (kaleng) adalah kemasan yang paling aman karna kemasan ini dapat melindungi produk dari sinar matahari, uap air, dan oksigen. Masalah utama pada kemasan kaleng ialah mahal dan pembelian harus dalam julah besar. Selain itu, untuk aplikasinya juga harus menggunakan alat penutup kaleng khusus yang harganya juga cukup mahal.

Di samping itu, teknologi pembuatan kemasan saat ini berkembang dengan pesat sehingga kemasan dapat dibuat dengan bermacam-macam bahan. Kemasan logam dapat dibuat dari aluminium dan plat lapis timah putih.

    Kemasan Gelas

Kemasan gelas sifatnya tidak bereaksi dengan bahan yang dikemas, tahan terhadap produk yang bersifat asam dan basa. Kekurangannya mudah pecah jika terkena benturan dan beratnya yang cukup berat dibandingkan dengan bahan lainnya seperti logam atau kertas. Kemasan gelas ini banyak digunakan untuk kemasan makanan dan minuman.

Untuk mencegah pesah pada waktu transportaasi dan memudahkan penanganan, biasanya dikombinasikan dengan kemasan sekunder seperti karton bergelombang, krat kayu, maupun krat plastik.

    Kemasan Plastik

Kemsan plastik sifatnya ringan, relatif murah, namun masa simpan relative singkat dibandingkan dengan kaleng. Kemasan plastic dapat berbentuk plastic lembaran, kantong plastic, wadah plastic dengan wadah tertentu, botol maupun gelas plastic. Tidak semua jenis plastic dapat digunakan sebagai kemasan makanan dan minuman. Ada jenis-jenis plastic ang tidak dapat digunakan untuk kemasan makanan dan minuman karna mengandung zat kimia yang tidak baik untuk kesehatan manusia.

    Kemasan Kertas

Kemasan kertas dan karton banyak digunakan untuk kotak karton lipat (KKL) dan kotak karton gelombang (KKG) mudah dicetak. Bahan yang banyak terdapat di Indonesia antara lain : (1) kertas :hvs, kraft, tisu, kertas yang di-coating (art paper, cast coated paper ), (2) karton : duplex, ivory, art carton, cast coated carton, dan (3) karton gelombang : kertas kraft dan kertas medium.

    Kemasan Fleksibel

Kemasan fleksibel merupakan suatu revolusi dari teknologi pembuatan kemasan, bentuknya fleksibel sesuai sifat produk yang dikandungnya. Bentuknya berubah jika diberi tekanan atau sentuhan. Kemasan fleksibel dapat diproduksi dalam bentuk rol atau kantong.

    Persyaratan kemasan

    Kemasan harus melindungi isi, baik : (1) dari pengaruh luar. Contoh kerupuk akan lembek jika kemasan tidak dapat menahan oksigen yang masuk melalui pori-pori, (2) pengaruh dari dalam, contoh menjadi perpindahan molekul dari kemasan ke barang yang dikemas atau dari barang ke kemasan, bila bahan kemasan yang digunakan tidak cocok, (3) kemasan harusdapat menjaga mutu tetap sama, dari data dikemas sampai batas waktu kadarluarsa, dan menjaga agar aroma barang yang di kemas tidak hilang. Contohnya kemasan kopik bubuk.
    Kemasan harus menjadi media penandaan terhadap barang yang dikemas sehingga lebel harus tercetak dengan jelas dan komplit.
    Kemsan harus mudah dibuka dan mudah ditutup kembali serta berdesain aktraktif.
    Kemasan harus dapat mempromosikan diri sendiri jika dipajang di etalase took atau swalayan.
    Bahan kemasan harus ramah lingkungan dan dapat di daur ulang.

    Pelebelan

Lebel dan pelabelan dengan tiga fungsi pengemasan, yaitu fungsi identifikasi, fungsi membantu penjualan produk dan fungsi pemenuhan peraturan perundang undangan. memberikan informasi tentang bahan yang dikemas, cara menggunakan produk, cara pangan produk, tanggal kadaluarsa, komposisi produk, ukuran, volume, bobot, siapa produsennya, lokasi produksi, customer service, dan cara penaganan kemasan berkas, dan identitas persyaratan lingkungan.

Fungsi label sebagai fungsi membantu penjualan produk.  Kemasan harus menjadi promosi bagi dirinya dan meliputi warna, foto/gambar. Label sebagai fungsi pemenuhan peraturan perundang-undangan ,memiliki kosekuensi bahwa hal yang tercantum dalam label harus sesuai dengan kandungan bahan pangan tersebut, label halal yang dapat di pertanggung jawabkan, nomor registrasi Depkes, SNI, atau ISO (lembaga yang berwenang)



Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang  kemasan yang digunakan kerajinan tekstil

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang Contoh gambar ragam hias flora hitam putih 

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.

buka mesin jahit : http://www.jelajahinternet.com/2014/10/proses-pengemasan-produk-hasil-bahan.html

0 komentar:

Copyright © 2016 Kursus Menjahit.