, , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Toba Lake, Telusuri Sejarah dari Keindahan Samosir

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Toba Lake, Telusuri Sejarah dari Keindahan Samosir

Toba Lake, Telusuri Sejarah dari Keindahan Samosir



Membincangkan potensi wisata Toba Samosir tampaknya tidak akan pernah

merasa puas, apalagi jika perjalanan itu baru pertama kalinya. Hal ini wajar
karena potensi yang mereka miliki memang sangat kaya terutama soal
keindahan alam.


APALAGI dipadukan dengan
cerita sejarah, boleh
dibilang daerah ini adalah
salah satu lumbung dari
cerita sejarah yang bisa
me nemani perjalanan wisata Anda.
Dari sekian banyak yang bisa dinikmati
misalnya Batu Hobon, Sopo Guru Tatea
Bulan, Perkampungan Siraja Batak,
Pusuk Buhit, dan lainnya.
Melihat panorama dari atas perbukitan,
kita pasti akan tertegun. Karena selain
panorama yang disajikan memang
sangat indah, kita juga bisa
me lihat secara leluasa sebahagian
be sar kawasan perairan Danau Toba
se kaligus Pulau Samosirnya.
Selain itu dari lereng perbukitan tersebut
pengunjung yang datang bisa
juga menikmati panorama perkam
pungan yang berada di an tara
lembah-lembah perbukitan se per ti
per kampungan Sagala, Per kam pungan
Hutaginjang yang mem ben tang
luas.


Selain pemandangan ini, wisatawan

yang pernah datang ke sana tentunya
akan melihat dan mendengar
gemercik aliran air terjun yang berada
persis di perbukitan berdekatan
dengan perkampungan Sagala.
Masih dari lereng bukit yang jalannya
berkelok-kelok tetapi sudah beraspal
dengan lebar berkisar 4 meter,
pengunjung juga bisa memperhatikan
kegiatan pertanian yang dikerjakan
oleh masyarakat sekitarnya. Lebih
asyik lagi, jika kita menikmati matahari
yang akan terbenam dari celah bukit
dengan hutan pinusnya.


Untuk mencapai puncak bukit tersebut,

pengunjung bisa menggunakan bus
roda empat maupun kenderaan roda
dua. Namun bus yang dipergunakan
tidak bisa sampai di puncak sehingga
harus berjalan kaki berkisar 500
meter dari titik akhir parkir kenderaan
yang berada di Desa Huta Ginjang,
Kecamatan Sianjur Mula-Mula.
Namun demikian sikap waspada
harus tetap dijaga, karena memang
jalan yang berkelok-kelok tersebut
di kanan dan kirinya selalu ada
jurang yang terjal. Selain itu sebelum
menuju Pusuk Bukit, dari kawasan
Pangururan pengunjung bisa me nikmati
secara utuh pemandangan bukit
de ngan latar Danau Toba.



Sementara itu, satu paket dengan
perjalan menuju ke puncak Pusuk Buhit
pengunjung juga bisa menikmati
apa yang disebut dengan sumur tujuh
rasa. Disebut sumur tujuh rasa
ka rena memang sumur ini memiliki
tu juh pancuran yang memiliki rasa air
yang berbeda-beda.
Bagi masyarakat sekitar, Sumur Tu juh
Rasa tersebut sehari-harinya di pergunakan
sebagai sumber utama air
ber sih. Sehingga tidak mengherankan
kalau wisatawan datang, banyak
masyarakat yang menggunakan air
yang berada di sana.




Sumur Tujuh Rasa sebenarnya berada

di Desa Sipitudai satu kecamatan
de ngan perbukitan Pusuk Buhit yai tu
Sianjur Mula-Mula. Kalau kita men coba
untuk merasakan ketujuh air mancur
yang ada, maka dari sumber air
man cur itu akan kita rasakan air yang
te rasa: asin, tawar, asam, kesat serta
ra sa yang lainnya.
Sementara berdasarkan keterangan
masyarakat setempat, sumber air
yang mancur itu keluar dari mata air
yang berada di bawah Pohon Be ringin.
Keberadaan Sumur Tujuh Rasa
ini sebenarnya sudah lama seiring
de ngan keberadaan masyarakat perkam
pungan Sipitudai.



Masyarakat sekitar mempercayai kalau
keberadaan sumur ini tidak terlepas
dari cerita Raja Batak yang
ber ada di lokasi tersebut. Kalau ceri
ta muncur ke belakang, maka masya
rakat menyebutkan bahwa dulu di
perkampungan ini ada kerajaan. Untuk
memenuhi kebutuhan air ber sih,
mandi serta lainnya mereka me ngandal
kan sumber air ini.
Setelah bergerak menyusuri jalanan
yang ada berkisar,maka wisatawan
yang berkunjung akan menemukan
sa tu lokasi yang keramat yang di sebut
lokasi Batu Hobon, Sopo Guru
Ta tean Bulan atau Rumah Guru Tatea
Bulan serta perkampungan Siraja
Batak yang lokasinya tidak berja
uhan.



Dan bila kita tarik garis lurus, maka

posisi ketiga lokasi yang masih dianggap
keramat ini persis lurus dari
sa tu perbukitan ke perbukitan yang
be rada di bawahnya. Ketika berada
di Sopo Guru Tatea Bulan akan dite
mukan patung-patung Siraja Batak
de ngan keturunannya.
Sejalan dengan legenda itu, pengunjung
juga akan menikmati Batu Hobo
yang konon menurut cerita merupakan
lokasi yang dijadikan penyimpanan
har ta oleh Siraja Batak. Batu ini berada
perbukitan yang lebih rendah
la gi dari Sopo Guru Tatea Bulan
ber dekatan dengan perkampungan
ma sya rakat.



Berdasarkan sejarah Batu Hobon

ini tidak bisa dipecahkan, tetapi kalau
dipukul seperti ada ruangan di
ba wahnya. Namun sampai sekarang
ti dak bisa dibuka walaupun dilakukan
de ngan peledakan mortir.
Untuk kelengkapan perjalanan menu
ju Pusuk Buhit setidaknya harus
ber hen ti sejenak di atas perbukitan
yang berada di Desa Huta Ginjang.
Ini karena dari lokasi ini akan terlihat
je las Pulau Tulas yang berdampingan
de ngan Pulau Samosir. Pulau Tulas itu
sendiri tidak memiliki penghuni te tapi
ditumbuhi dengan semak be lu kar dan
hidup berbagai hewan liar lain nya.
Perjalanan wisata kita masih belum
lengkap jika kita tidak mengakhirinya
di puncak Pusuk Buhit. Setidaknya
un tuk mendapatkan dan merasakan
semilir angin sejuk di puncaknya
sambil memandang panorama Danau
Toba sesungguhnya.



Sedangkan untuk menghilangkan

keletihan dan mengambil semangat
baru, pengunjung bisa menikmati air
hangat setelah turun persis berada di
kakai Pusuk Buhit bernama pe mandian
Aek Rangat yang berada di Desa
Sihobung Hobungi.

0 komentar:

Post a Comment