, , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Prosesi, Tata Rias, & Busana

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Prosesi, Tata Rias, & Busana

Prosesi, Tata Rias, & Busana

Pengantin Yogya Putri dan Basahan






Berdirinya Kraton Yogyakarta telah melahirkan sejumlah simbol atau atribut sebagai karya budaya bernilai tinggi. Salah
satunya adalah tata rias dan busana pengantin adat Yogyakarta disertai prosesi perikahan adat lengkap, yang bersumber
dari busana kalangan bangsawan Kraton Yogyakarta serta tata cara pernikahan kalangan keluarga Kraton Yogyakarta.
Pada awalnya, busana pengantin Kraton Yogyakarta hanya diperuntukkan bagi kalangan terbatas keluarga Kraton Yogyakarta.
Seiring perkembangan masa, ritual pernikahan beserta busana adat pengantin Yogyakarta yang lazim dikenakan
kalangan Kraton Yogyakarta kini telah menjadi “milik” kalangan masyarakat luas yang juga bisa menerapkannya.
Pada dasarnya busana pengantin adat gaya Yogyakarta terdapat lima macam. Masing-masing memiliki ciri dan tata cara
tersendiri, serta dipergunakan untuk kepentingan yang tidak sama satu sama lainnya. Kelima macam busana dan tata rias
pengantin adat Yogyakarta tersebut adalah: Paes Ageng, Paes Ageng Jangan Menir, Yogya Putri, Kasatriyan Ageng, dan
Kasatriyan.
Keanggunan pengantin gaya Yogyakarta Paes Ageng terwujud pada keindahan kain cinde dipadu dengan dodotan bertumpuk-
tumpuk yang dikenakan kedua mempelai. Demikian halnya dengan keindahan komposisi tata rias dan paes hitam
dengan hiasan prada keemasan disertai tata sanggul bokor mengkurep dipercantik oleh perhiasan dan rangkaian melati
gajah ngoling menjuntai unik.
Penampilan lebih bersahaja namun tampak elegan bisa dilihat pada pengantin Yogya Putri, dengan sanggul bersunggar
dan hiasan simpel gunungan serta satu cunduk mentul, melengkapi balutan busana dari bahan beludru yang menampilkan
kemewahan seorang bangsawan.


Kultur Jawa telah mewariskan sedemikian rupa kekayaan nilai budaya
bagi bangsa ini. Salah satu di antaranya adalah keanggunan tata
rias dan busana pengantin Yogyakarta. Ibarat raja dan ratu sehari,
pasangan pengantin selalu menjadi pusat perhatian tamu undangan.
Penampilan pengantin tentunya terlihat serba istimewa, indah, dan
sekaligus megah.
Dalam hal ini, peran seorang perias pengantin sangat penting. Penampilan
pengantin tak terlepas dari keahlian seorang penata rias dalam mematut
riasan yang sesuai, juga menyelaraskan busana yang dikenakan
oleh pasangan pengantin. Dalam pernikahan Jawa, peran pemaes atau
juga biasa disebut sebagai dukun pengantin, sekaligus juga menjadi
pemandu atau pemimpin berlangsungnya tata upacara adat pernikahan.
Dewasa ini perkembangan di bidang tata rias kecantikan dan paes pengantin semakin bervariasi, sebagai bukti terjadinya
pengkayaan terhadap karya budaya dan tradisi itu sendiri. Buku ini sangat fleksibel digunakan oleh siapa pun, baik
kalangan masyarakat umum maupun sebagai panduan bagi para siswa lembaga kecantikan maupun para profesional yang
ingin mendalami bidang tata rias pengantin tradisional.

0 komentar:

Post a Comment