Menyesuaikan Pola


Menyesuaikan Pola

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Menyesuaikan Pola


1) Ukuran Lingkar
a) Menambah ukuran lingkar
(1) Badan atas (lingkar badan, pinggang, kerung lengan)
Misalnya: lingkar badan: 90,
lingkar badan: 92,
maka: 92-90 = 2 cm, 2 cm:4 = 0,5 cm.
Cara : Tambahkan 0,5 cm dari sisi garis pola badan muka, buat
garis pola yang baru tambahkan 0,5 cm dari garis pola
belakang, lihat garis pola yang baru tambahkan 0,5 cm dari
sisi garis pola lengan, lihat garis pola yang baru.
Gambar 3.2
Cara membesarkan pola badan
(2) Pola badan bawah/rok
(a) Lingkar pinggang, panggul dan lingkar bawah rok.
Misalnya: Selisih lingkar pinggang: 6 ® 6 : 4 = 1 ½
Selisih lingkar panggul: 6 ® 6 : 4 = 1 ½



16) Lebar dada
Diukur dari jarak ke dua puncak dada.
17) Ukuran uji
Diukur dari tengah muka di bawah tali melalui puncak dada ke puncak
lengan kemudian serong ke tengah belakang tali pinggang.
b. Menyiapkan Pola
1) Pilih pola yang sesuai atau mendekati ukuran model.
2) Jiplak pola sesuai dengan desain yang dipilih.

5) Lingkar panggul
Diukur sekeliling panggul terbesar pas ditambah 4 cm.
6) Tinggi panggul
Diukur dari batas ban pinggang sampai garis panggul.
7) Panjang Punggung
Diukur dari tulang leher yang menonjol ke bawah sampai tali pinggang.
8) Lebar punggung
Diukur 9 cm di bawah tulang leher yang menonjol, kemudian diukur
dari batas ketiak kiri ke ketiak kanan.
9) Panjang sisi
Diukur dari batas ketiak ke bawah ban pinggang dikurangi dua atau
tiga.
10)Lebar muka
Diukur turun 5 cm dari lekuk leher muka kemudian diukur dari batas
lengan kanan ke lengan kiri.
11)Panjang muka
Diukur dari lekuk leher tengah muka ke bawah sampai tali pinggang.
12)Tinggi dada
Diukur dari ban pinggang tegak lurus ke atas sampai puncak dada.
13) Panjang bahu
Diukur dari pangkal leher sampai tulang bahu (bahu terendah).
14) Lingkar lubang lengan
Diukur sekeliling lubang lengan pas ditambah 4 cm.
15) Panjang lengan blus
Diukur dari puncak lengan ke bawah sampai tulang pergelangan lengan
yang menonjol.

0 komentar:

Lingkar panggul rok


Lingkar panggul rok

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
(c) Lingkar panggul rok

Misalnya: Selisih lingkar panggul:
6 ® 6 : 4 = 1 ½
Cara:
- Tambahkan pada garis panggul
sampai bawah rok 1 ½ cm ke luar
garis pola. (Lihat Gambar 3.5).
Gambar 3.5
Menambah ukuran lingkar
panggul


b) Mengurangi Ukuran Lingkar



(1) Pola atas (lingkar badan, pinggang, kerung lengan)
Misalnya:
Selisih lingkar badan: -4 ®-4 : 4 = -1
Selisih lingkar pinggang: -4 ®-4 : 4 = -1
Selisih lingkar lengan: +4 ®-4 : 4 = -1
Cara :
Tambahkan 1 cm dari sisi garis pola
badan muka, buat garis pola yang
baru kurangi 1 cm dari garis sisi
pola badan belakang, buat garis
pola yang baru. (Lihat Gambar 3.6).


(b) Lingkar pinggang

Misalnya: Selisih lingkar pinggang:
2 ® 2 : 4 = ½
Cara:
- Tambahkan pada gambar keluar
garis sebesar ½ cm.
(Lihat Gambar 3.4).


(2) Pola badan bawah/rok

(a) Lingkar pinggang, panggul dan lingkar bawah rok.
Misalnya: Selisih lingkar pinggang: 6 ® 6 : 4 = 1 ½
Selisih lingkar panggul: 6 ® 6 : 4 = 1 ½


Cara: - Buat garis lurus ke bawah, mengikuti garis kupnat
a. Gunting hingga putus
b. Besarkan lingkar tersebut
dengan menambarkan 1 ½ cm
pada guntingan tersebut.
c. Betulkan garis pola tersebut.
(Lihat Gambar 3.3).

0 komentar:

Ukuran Lebar


Ukuran Lebar

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Ukuran Lebar


a) Menambah ukuran lebar
Misalnya: Selisih lembar muka: -2 ®-2 : 2 = -1
Cara:
- Buat garis vertikal dari kupnat bahu sampai garis pinggang.
- Buat garis horisontal mendatar dari ½
lingkar kerung lengan.
- Gunting garis kerung lengan, garis
bahu (tidak putus), garis pinggang
(tidak putus).
- Tarik ke atas kedua pola, lebarkan
1 cm.
- Perbaiki garis bahu, garis kerung
lengan dan garis sisi.


Lingkar panggul rok

Misalnya: Selisih lingkar pinggang: +6 ® +6 : 4 = +1½
Cara:
- Ukur dari garis panggul 1 ½ cm
masuk dari garis pola.
- Buat garis panggul dari garis pingang
melalui titik yang baru.


(2) Pola badan bawah


(a) Lingkar pinggang, panggul dan lingkar bawah rok
Misalnya:
- Selisih lingkar pinggang:
-6 ®-6 : 4 = -1 ½
- Selisih lingkar panggul:
-6 ®-6 : 4 = -1 ½
Cara:
- Buat garis lurus ke bawah, mengikuti
garis kupnat.
- Buat garis kedua, 1 ½ cm dari garis
pertama.
- Lipat/pertemukan kedua garis,
lekatkan.


(b) Lingkar pinggang rok

Misalnya: Selisih lingkar pinggang: -2 ®-2 : 4 = +½
Cara:
- Buat garis di dalam garis pola
dari pinggang masuk ½ cm
mendekati garis panggul.















0 komentar:

Menyiapkan bahan

Menyiapkan bahan

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Menyiapkan bahan

Setelah mengetahui empat hal yang harus diperhatikan dalam
membuat rancangan bahan, maka pengetahuan selanjutnya yang harus
dikuasai sebelum kita melaksanakan merancang bahan adalah meletakkan
pola pada bahan yang sesungguhnya. Ada beberapa hal yang perlu
dipersiapkan dalam meletakkan pola pada bahan, di antaranya adalah:
meluruskan benang pada ujung bahan, meluruskan tenunan bahan,
penyusutan bahan, dan melicinkan tenunan, serta memeriksa cacat kain.

a) Meluruskan benang pada ujung bahan


Semua bahan yang ditenun dapat diluruskan ujungnya. Ada dua
macam cara dalam meluruskan benang, yaitu dengan cara menyobek
bahan dan menggunting bahan. Berbagai jenis bahan yang berasal dari
kapas yang ditenun rapat seperti: blaco, kain sprei, popelin, berkolin.
Bahkan beberapa bahan ada yang tidak berasal dari kapas, seperti:
chiffon, krep soset, yang dapat diluruskan dengan cara menyobek.
Adapun cara yang dapat dilakukan adalah dengan menggunting sedikit
pada tepi kain, kemudian menyobeknya sampai ke tenunan yang lain.
Dalam melakukan penyobekan harus dilakukan langsung dan cepat,
karena jika menarik sobekan terlalu lambat, akan menyebabkan tepi
sobekan berkerut dan tidak rata, dan apabila menyobeknya berhenti di
tengah jalan, sobekan dapat berubah arah ke arah benang lungsin. Untuk
bahan-bahan yang mulur seperti triko, dan bahan tenunan renggang,
seperti: vitrase dan brokat tule, tidak dapat diluruskan dengan cara
menyobek. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan cara menarik
sehelai benang pakan dari tepi ke tepi kemudian digunting. Cara yang ke
dua ini memerlukan waktu lebih lama, tetapi hasilnya lebih baik.
Untuk meluruskan ujung bahan yang bermotif, seperti motif kotakkotak,
bergaris, berbunga, berbintik, atau motif-motif lain yang teratur,
terkadang tidak dapat mengikuti arah benangnya. Yang penting adalah
mengikuti arah motif bahan agar hasil jadi pakaian lebih sedap
dipandang mata walaupun nantinya akan membuat perancang bahan
sedikit sulit untuk memotong bahannya. Setelah ujung bahan diluruskan
menurut arah benang maupun menurut motif bahan, kemudian bahan
dilipat dua memanjang menurut lungsin di tengah-tengah tenunan
dan dibentangkan di atas meja atau tempat yang datar. Ada dua hal yang
akan terjadi, yaitu tepi-tepi tenunan bertumpukan rata dan benang pakan
juga bertumpukan rata. Hal ini dapat dilihat pada gambar 2.4, keadaan
inilah yang kita harapkan. Hal lain yang juga dapat terjadi ialah tepi
tenunan bertumpukan rata, tetapi arah benang pakan tidak rata.

0 komentar:

Motif bahan

Motif bahan

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Motif bahan



Berbicara mengenai motif bahan, terlebih dahulu harus diketahui
bahwa bahan pakaian ada yang tidak bermotif (bahan polos) dan bahan yang
bermotif. Motif bahan di antaranya adalah berkotak, bergaris, berbintik kecil
atau besar (polkadot), berbunga, bergambar binatang, motif abstrak, motif
batik, dan banyak lagi perkembangan motif bahan lain yang makin variatif.
Motif bahan juga perlu
diperhatikan dalam proses merancang
bahan. Hal ini berkaitan dengan cara
peletakan atau penataan pola pada
bahan, untuk bahan yang tidak
bermotif, tidak akan banyak
mengalami kesulitan dalam meletakkan
pola. Demikian pula dengan motif
serak, maupun motif abstrak. Hal
tersebut disebabkan untuk bahan polos,
motif serak atau abstrak merupakan
motif yang tidak beraturan. Dengan
demikian dalam meletakkan pola dapat
diletakkan secara berlawanan arah, dan
tidak perlu memperhatikan pertemuan motif pada garis-garis
sambungannya. Sedangkan untuk bahan bermotif dengan motif searah,
berkotak, bergaris ataupun motif istimewa (misalnya pada motif batik), kita
harus memperhatikan peletakan polanya. Karena untuk motif-motif yang
demikian, harus diperhatikan benar pertemuan motif pada tiap bagian
sambungan pakaiannya. Misalnya pada garis tengah muka atau tengah
belakang, pertemuan sisi badan, dan pertemuan antara motif pada badan dan
sakunya.
Contoh 1: Misalnya saja untuk kemeja
dengan bahan berkotak (lihat gambar 2.2.b),
kita harus memperhatikan jatuhnya motif
pada pertemuan-pertemuan bagian yang lain.
Bagian-bagian itu meliputi: antara tengah
muka sebelah kanan dan kiri, antara sisi
muka dan belakang, pemasangan saku, dan
lain sebagainya. Demikian pula pada motif
istimewa (contoh 2 gambar 2.2.a), kita harus
memperhatikan benar pertemuan antar
motifnya sehingga pada bagian permukaan
muka dan belakang, dan pada garis
sambungan suatu pakaian hendaknya
motifnya tidak terputus.
Uraian lebih lanjut tentang motif bahan ini akan dibahas pada saat kita
mempelajari cara meletakkan pola pada bahan.

0 komentar:

Arah Serat kain

Arah Serat kain

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Arah Serat kain



Pada bahan pakaian terdapat dua arah serat benang yang saling
berlawanan, yaitu serat benang yang memanjang dan arah serat bahan yang
melebar. Arah bahan pakaian yang memanjang disebut benang lungsin yang
memanjang sejajar. Arah serat bahan yang melebar disebut benang pakan.
Tenunan dan benang pakan adalah tegak lurus pada benang lungsin dan
melintang dari tepi tenunan yang satu ke tepi tenunan yang lain.

Benang lungsin dibuat lebih kuat daripada benang pakan, karena
benang lungsin direntangkan pada alat tenun dan mengalami sentakan dan
tarikan ketika bahan ditenun, sedangkan benang pakan hanya sebagai
pengisi saja. Jadi pada saat membuat pakaian dan membuat rancangan
bahan atau pada saat meletakkan pola pada bahan, arah panjang badan
sebaiknya mengikuti arah lungsin bahan. Hal tersebut perlu diperhatikan
karena ketepatan arah serat bahan diperlukan sebagai tambahan kekuatan
ketika bahan pakaian sudah menjadi pakaian. Sebagai contoh, ketika kita
duduk ataupun membungkuk dan melakukan gerakan-gerakan lainnya
memerlukan kelenturan bahan pakaian sehingga memberi kenyamanan
ketika melakukan gerakan. Berdasarkan pengamatan dan pengalaman,
jatuhnya pakaian pada badan juga akan lebih baik. Bentuk pakaian pun tidak
berubah (meregang) setelah pakaian dipakai, dicuci dan diseterika. Untuk
model-model tertentu yang memerlukan kelenturan tertentu (seperti draperi)
atau untuk bagian-bagian tertentu seperti bagian dalam kerah, lapisan untuk
belahan, pembuatan kumai serong dan rompok, diperlukan peletakan bahan
dengan arah serong, daripada ke arah lebar bahan (mengikuti arah pakan).
Hal ini disebabkan dibutuhkan keregangan yang lebih tinggi untuk
mengikuti bentuk pakaian yang diharapkan

Ingin kursus menjahit di Yogya, di Lembaga kursus menjahit : “NAVITA” saja : lama pendidikan antara 1-2 bulan atau tergantung kemampuan siswa sampai selesai. Kilat selama 1 bulan.

Kursus Jahit Bordir Jogja Kursus Jahit Bordir Yogya

LPK NAVITA


Tempat Pelatihan Orang Mandiri
Pelatihan Jahit, Kaos, Tas, Bordir, Jilbab, Sulam Pita, Payet, Selimut, Bantal, Aneka Kreasi Flanel, Aplikasi Kain Perca, Batik, Daster, Bed Cover, Kebaya, Korden, Rajut, Sablon, Jahit Kucing/Anjing, Desain Baju, Gamis, Jilbab Lebar, Kamisol, Manik-Manik, Pakaian Dalam

Mudah-Murah-Hemat-Terampil

Kenapa memilih LPK Navita:

Belajar dengan menyenangkan
Minim ujian
Guru dididik secara khusus dengan pengalaman
Murid diberikan kebebasan
Minim sistem rangking
Menganut paham "less is more"
Menetapkan standart sendiri
Sesama LPK tidak bersaing, tidak memperebutkan murid untuk keuntungan
Lebih Cepat Selesai
Lebih  Cepat Meningkatkan Penghasilan
Lebih Banyak dicari di dunia kerja
Berpengalaman sejak 2003
Berpengalaman dalam Gugus Kendali Mutu Nasional 2009
Mesin Jahit Bordir Lengkap Kecil-Besar
Magang
GRATIS lebih dari 70 Modul Jahit Terbaik EBOOK senilai 500.000
Biaya Mulai 350rb/program
Tempat terjangkau(200m ke selatan Jalan Kusumanegara)
Disediakan asrama bagi yang berasal luar kota yogya
Terima Order Jahitan Partai Besar/Kecil

Jl. Veteran No 28
Yogyakarta
PH.(0274)450326

buka cabang di sleman :
Perum Sidoarum Blok III Jl. Kepodang S-42
Godean Sleman Yogyakarta
HP. 085740028487
pin BB 75F08617
.
# Metode Pendidikan di Lembaga kursus menjahit : “LPK Navita” :

Peserta kursus menjahit dibimbing oleh guru-guru yang berpengalaman di bidangnya masing-masing, dengan teori & praktek ujian lokal dan nasional.

Setiap peserta Lembaga kursus menjahit : “NAVITA” yang lulus diberi STTB / sertifikat dan ijazah negara.

Lembaga kursus menjahit : “NAVITA” jurusan Tata Busana, Desain Mode, Bordir memiliki ijin resmi Depdikbud, mendidik dan mempersiapkan siswa belajar agar siap bekerja dan mandiri dalam berwiraswasta.
Lembaga kursus menjahit di Yogyakarta

Akhirnya, Cara Menjahit di 2017 Terungkap !




2 komentar:

Copyright © 2016 Kursus Menjahit.