Melicinkan tenunan.

 Melicinkan tenunan.

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
" Melicinkan tenunan."

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam mempersiapkan bahan
adalah melicinkan permukaan bahan/tenunan. Cara yang dapat dilakukan
adalah dengan menyeterika bahan dari bagian buruk kain dengan arah
memanjang atau mengikuti arah lungsin bahan. Hal ini berfungsi untuk
menghilangkan kerut dan lipatan yang terdapat pada bahan akibat dari
penyimpanan bahan yang kurang baik. Jika bahan sulit diratakan, dapat
dibantu dengan cara membasahi permukaan bahan kemudian seterika
sampai licin agar mendapatkan hasil bahan yang benar-benar rata.

0 komentar:

Penyusutan Bahan

 Penyusutan Bahan

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
" Penyusutan Bahan"

Untuk mendapatkan hasil pakaian yang benar-benar memuaskan,
penyusutan bahan juga merupakan hal yang harus diperhatikan.
Penyusutan bahan harus diperiksa sebelum meletakkan bahan. Caranya
adalah dengan mengetahui  apakah bahan tersebut dibuat tahan susut.
Pada bahan-bahan tertentu yang telah melalui proses penyusutan, pada
ujung bahan akan tercantum tAnda bahwa bahan tahan susut.
Kenyataannya, pada saat membeli bahan, kita tidak mengetahui apakah
bahan tersebut telah mengalami penyusutan atau tidak. Cara sederhana
untuk menyusutkan bahan yang belum mengalami proses penyusutan
dapat dilakukan melalui perendaman bahan, seperti pada proses
meluruskan tenunan. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindarai
penyusutan bahan setelah bahan dijahit menjadi pakaian terutama untuk
bahan yang terbuat dari kapas atau bahan katun, sehingga tidak
mengakibatkan pakaian tidak sesuai dengan ukuran yang dikehendaki.
Untuk mengetes bahan tersebut susut atau tidak, dapat dilakukan dengan
cara sederhana, potonglah bahan dengan ukuran 15 X 15cm, kemudian
cuci/rendam bahan tersebut, lalu dikeringkan dan diseterika. Apabila
setelah proses tersebut ukuran bahan tersebut tetap, berarti bahan tersebut
tidak susut. Sebaliknya, apabila ukurannya mengecil maka berarti bahan
tersebut mengalami penyusutan sehingga perlu dilakukan perendaman
terhadap seluruh bahan

0 komentar:

Macam-macam Tusuk Hias


Macam-macam Tusuk Hias

Macam-macam Tusuk Hias


Tusuk hias yang dimaksudkan adalah tusuk yang digunakan dalam membuat keterampilan, terutama yang berhubungan dengan jahit-menjahit.

1. Tusuk Jelujur
Merupakan tusuk hias yang memiliki arah horizontal, jarak dan ukuran antara tusuk yang naik turun dibuat dengan panjang yang sama.
Cara membuat tusuk jelujur:
•    Tusuk jarum dari bawah kain ke atas.
•    Terapkan jarak antara tusukan lainnya sekitar 0,5 cm, kemudian tusukkan kembali jarum ke bawah.
•    Setelah diukur dengan jarak yang sama, Anda bisa menusukkan kembali jarum ke atas.
•    Begitu seterusnya hingga selesai.

2. Tusuk Tikam Jejak
Merupakan tusuk hias yang memiliki arah horizontal. Pada dasarnya, tusuk ini hampir sama dengan tusuk jelujur. Hanya saja, setengah dari ukuran tusuk dibuat saling bersentuhan. Pada tusuk ini, jahitan terlihat seperti sentikan mesin.
Cara membuat tusuk tikam jejak:
•    Tusukkan jarum dari arah bawah kain ke atas.
•    Terapkan jarak sekitar 0,5 cm, lalu tusukkan kembali jarum ke arah bawah kain.
•    Berikan jarak yang sama, lalu tusukkan kembali ke atas.
•    Tusukkan jarum ke arah bawah pada titik yang sama pada bagian ujung benang yang terakhir.
•    Tusukkan kembali jarum dari arah kain yang sebelah dalam ke arah kain bagian luar, terapkan jarak 1 cm.
•    Tusukkan kembali jarum ke bagian bawah, dimulai dari titik yang sama pada ujung benang yang terakhir.
•    Lakukan seterusnya hingga batas yang ditentukan.

3. Tusuk Rantai
Merupakan tusuk hias yang memiliki arah vertikal maupun horizontal, dengan bentuk tusukan saling tindih-menindih yang menyerupai sambungan rantai.
Cara membuat tusuk rantai:
•    Tusukkan jarum dari bawah kain ke arah atas.
•    Tusukkan kembali jarum dari arah atas ke bawah, tepatnya di sebelah titik pertama jarum ditusukkan.
•    Terapkan jarak sekitar 0,5 cm, kemudian tusukkan jarum dari bawah dan kaitkan jarum pada benang yang tersisa pada tusukan pertama.
•    Lakukan seterusnya hingga jarak yang diinginkan.

4. Tusuk Batang
Merupakan tusuk hias dengan arah diagonal dan setengah dari ukurannya saling bersentuhan.
Cara membuat tusuk batang:
•    Tusukkan jarum dari kain yang bagian dalam ke luar.
•    Terapkan jarak sekitar 0,5 cm, kemudian tusukkan kembai jarum ke arah dalam.
•    Tusukkan jarum ke arah luar dari titik setengah jarak tusukan pertama.
•    Dengan jarak yang sama, yakni 0,5 cm, Anda bisa menusukkan jarum ke arah bawah.
•    Tusukkan jarum ke arah atas dari titik yang sebelumnya.
•    Lakukan seterusnya hingga jarak yang diinginkan.

5. Tusuk Veston
Merupakan tusuk hias dengan dua arah, yakni arah vertikal dan horizontal, namun pada kedua arah kaki tusuk terdapat pilinan.
Cara membuat tusuk veston:
•    Tusukkan jarum pada bagian dalam kain.
•    Tusukkan jarum dari bagian luar ke dalam dengan membuat garis diagonal.
•    Tusukkan benang dari bagian dalam kain berbentuk tegak lurus.
•    Sebelum menusukkan kembali, kaitkan jarum pada benang yang sebelumnya.
•    Setelah dikaitkan, Anda bisa menarik benang dan melanjutkan hingga batas yang diinginkan, yakni sampai membentuk siku.
•    Lakukan seterusnya hingga selesai.

6. Tusuk Silang
Merupakan tusuk hias yang memiliki arah diagonal yang pada bagian tengah terdapat persilangan antara tusuk bagian atas dan tusuk bagian bawah. Tusuk ini  memiliki berguna untuk membuat hiasan.
Cara membuat tusuk silang:
•    Tusukkan jarum dari bagian dalam ke arah atas.
•    Tusukkan jarum dari arah atas ke arah diagonal.
•    Lakukan hingga jarak tusuk silang yang diinginkan.
•    Kemudian putar kembali ke arah tusukan pertama hingga benang terlihat saling bertindihan dan berbentuk silang.
•    Lakukan seterusnya hingga selesai.

7. Tusukan Flanel
Merupakan tusukan dengan arah diagonal yang bagian atas dan bawahnya menggunakan tusuk bersilang. Tusuk flanel ini biasanya memiliki fungsi sebagai pelindung bagian pinggir busana yang selesai diobras.
Cara membuat tusuk flanel:
•    Tusukkan jarum pada bagian dalam kain (bagian buruk).
•    Tusukkan kembali pada bagian luar kain dengan tusukan diagonal.
•    Lakukan tusukan dengan langkah mundur, kira-kira 0,75 cm.
•    Lakukan seterusnya hingga batas yang sudah ditentukan.
•    Agar mendapatkan hasil tusukan yang baik di bagian bawah busana atau kain, Anda bisa melakukannya dengan halus saat menusukkan jarumnya.

0 komentar:

Cara Menjahit Baju

Cara Menjahit Baju

Cara Menjahit Baju
 
Cara menjahit baju merupakan keterampilan yang bisa dipelajari oleh seseorang. Dengan menjahit baju sendiri, Anda akan lebih hemat untuk pengeluaran busana. Anda bisa membuat baju tidur, baju santai, baju kerja, bahkan membuat baju pesta sendiri bagi semua keluarga.
Keahlian menjahit juga sangat menguntungkan bagi Anda, khususnya bagi para ibu rumah tangga. Saat menunggu suami pulang kerja dan usai membereskan segala pekerjaan rumah, Anda bisa meluangkan waktu menekuni kegiatan menjahit. Tak hanya hemat dalam pengeluaran kebutuhan pakaian, tetapi Anda pun bisa saja menerima pesanan jahitan dari para tetangga. Kualitas jahitan yang rapi dan harga yang murah akan membuat Anda kebanjiran pesanan.
Jika Anda belum ahli dalam menjahit baju, Anda bisa mengikuti kursus menjahit atau belajar sendiri melalui tutorial yang banyak di internet. Anda hanya perlu menyediakan mesin jahit dan perlengkapan menjahit untuk memulai belajar menjahit.
Membuat Trend Fashion
Dengan kemampuan menjahit baju yang Anda miliki, Anda bisa menciptakan tren fashion. Misalnya, Anda menciptakan busana muslim yang trendi, tetapi tetap sesuai dengan syariat. Tujuannya agar banyak wanita yang tertarik untuk menutup auratnya mengenakan busana muslimah.
Kewajiban berbusana muslim bagi semua wanita harus sesuai dengan perintah Allah. Namun, banyak wanita yang merasa risi berpakaian muslimah karena model baju yang terlihat kuno dan klasik. Peluang ini bisa Anda lirik untuk menciptakan model busana muslim yang keren.
Peralatan Menjahit
Sebaiknya Anda memiliki perlengkapan menjahit yang komplet untuk memulai menjahit baju. Beberapa peralatannya adalah jarum pentul (panjang atau berkepala), alat pengukur seperti mistar, gunting yang tajam (bentuk panjang dengan pegangan yang bengkok), gunting bergerigi, gunting bordir, rader atau karbon yang bekasnya bisa hilang ketika dicuci, pensil jahit, dan kapur jahit.
Penggunaan jarum pentul berguna untuk bahan yang tebal. Anda akan membutuhkannya saat menggunting pola. Alat pengukur digunakan untuk menandai keliman atau ketika membuat lubang kancing. Gunting yang tajam tentu saja untuk menggunting bahan yang halus dan rata. Gunting bergerigi digunakan untuk menggunting perekat lapisan singkap dalam (biasanya membuat baju jas memerlukan kain pelapis), rader berguna untuk memberi tanda jahitan, sedangkan pensil jahit dan kapur jahit untuk memberi tanda jahitan.
Membuat baju sendiri akan membuat Anda merasa puas dibanding membeli langsung. Anda bisa mulai mempraktikkan cara menjahit baju. Terpenting, Anda harus tetap semangat dan tidak putus asa untuk belajar menjahit hingga mahir.

0 komentar:

Tips Dasar Keterampilan Menjahit Pakaian Wanita

Tips Dasar Keterampilan Menjahit Pakaian Wanita

Tips Dasar Keterampilan Menjahit Pakaian Wanita


Keberadaan keterampilan jahit di Navita Jogja yogyakarta   sampai saat ini masih menjadi salah satu keterampilan favorit bagi para klien. Tidak heran disetiap tahun peminatnya selalu lebih banyak dibanding keterampilan lainnya. Dan untuk alasan itulah web kursusjahitnavita.com ingin menghadirkan tips - tips keterampilan  menjahit disamping keterampilan  - keterampilan lainnya yang sudah diajarkan di panti ini.

Sebagai langkah awal, kita akan membahas tentang dasar - dasar keterampilan menjahit (Sewing).

Berikut ini adalah tahapan cara menjahit pakaian (Wanita) :




1. Mengukur

Langkah pertama dalam menjahit pakaian adalah mengukur. Berikut ini adalah bagian-bagian yang harus diukur untuk menjahit pakaian:



2. Menggambar Pola

Bagian ukuran yang diperlukan :

 Lingkar badan

    Lingkar leher
    Lingkar pinggang
    Lebar bahu
    Panjang dada
    Lebar dada
    Panjang punggung
    Lebar Punggung
    Panjang sisi
    Tinggi puncak
    Jarak payudara (untuk wanita)



3. Memotong Pola

Cara memotong pola adalah sebagai berikut:

    Letakkan pola badan depan pada lipatan kain
    Letakkan pola badan belakang dan lengan pada sisi kain yang lain
    Gunting bahan tepat pada pola (tidak usah diberi kelebihan ukuran)

0 komentar:

Pola (menjahit)

Pola (menjahit)

Pola (menjahit)

Pola untuk gaun.

Dalam menjahit atau desain busana, pola adalah potongan-potongan kertas yang merupakan prototipe bagian-bagian pakaian atau produk jahit-menjahit. Pola dijadikan contoh agar tidak terjadi kesalahan sewaktu menggunting kain. Selain memakai pola buatan sendiri, orang dapat menjahit di rumah dengan memakai pola siap pakai (pola jadi) yang diterbitkan majalah wanita.

Sewaktu membuat pakaian, pola disesuaikan dengan ukuran-ukuran bentuk badan dan model pakaian. Untuk pakaian yang dijahit menurut pesanan, sebelum pola dibuat, bagian-bagian tertentu dari tubuh pemakai diukur satu demi satu dengan pita ukur. Bagian-bagian tubuh yang diukur mulai dari ukuran lingkar leher, lebar dada, panjang dada, hingga lingkar pinggang dan panjang punggung. Sebelum digambar dalam ukuran sebenarnya, rancangan pola juga dapat digambar dalam ukuran kecil berdasarkan skala di dalam buku kostum.

Daftar isi

    1 Pola dasar
    2 Pengembangan pola dasar
    3 Tanda-tanda
    4 Sejarah
    5 Alat untuk membuat pola
    6 Referensi
    7 Pranala luar

Pola dasar

Pola dasar untuk berbagai jenis busana seperti blus, rok, gaun, atau kemeja sudah dapat dijadikan contoh untuk menjahit, namun belum memiliki model. Rok dari pola dasar misalnya, hanya dapat dilengkapi ritsleting di bagian belakang, tapi belum memiliki model, lipit, atau kerut. Sewaktu dibuat, ukuran pola dasar disesuaikan dengan ukuran badan pemakai atau dipakai ukuran standar badan yang umum (S, M, L) untuk pria, wanita, atau anak-anak.

Pola dasar pakaian wanita misalnya, terdiri dari:

    Pola dasar badan muka dan belakang (pola badan bagian atas, dari bahu hingga pinggang)
    Pola dasar rok muka dan belakang (pola badan bagian bawah, dari pinggang hingga lutut atau mata kaki)
    Pola dasar lengan (dari bahu terendah hingga siku atau pergelangan tangan)
    Pola dasar gaun (pola badan atas yang disatukan dengan pola badan bawah).[1]

Ada dua teknik utama dalam membuat pola dasar[2]:

    Konstruksi datar (pola datar, bahasa Inggris: flat pattern-drafting).

    Konstruksi datar adalah menggambar pola di atas kertas dengan memakai pengukuran-pengukuran yang akurat. Penggambar pola harus dapat membayangkan hasil akhir bila pola telah dipindahkan ke atas kain, dan selesai dijahit sebagai pakaian. Dalam menggambar pola dengan teknik konstruksi datar dikenal metode-metode yang diberi nama berdasarkan nama penciptanya, misalnya: Danckaerts, Cuppens Geurs, Meyneke, Dressmaking, dan So-En.

    Konstruksi padat (pola draping, bahasa Inggris: blocks)

    Pola dibuat dengan cara menyampirkan kain muslin atau belacu di boneka jahit atau langsung di atas badan pemakai. Kain disematkan dengan jarum pentol sambil diatur agar sesuai dengan bentuk tubuh boneka jahit. Kain di bagian kerung lengan, kerung leher, dan bagian pinggang digunting sesuai desain pakaian yang diingini. Bila dibuat dari kain, potongan-potongan pola sudah selesai dapat dijahit untuk dijadikan prototipe pakaian. Setelah pakaian selesai dijahit, boneka jahit kembali dipakai untuk mengepas pakaian dan melihat jatuhnya jahitan.

Pengembangan pola dasar

Pecah pola (pecah model, bahasa Inggris: pattern drafting) adalah proses mengubah pola dasar menjadi pola yang sesuai dengan model busana. Caranya antara lain dengan memindahkan lipit, memotong, menyambung, atau memanjangkan dan memendekkan (menambahkan atau mengurangi ukuran) pada bagian-bagian tertentu pada pola dasar.

Pola dasar rok, misalnya, dapat diubah menjadi pola rok berbagai macam model. Pola dasar rok yang dikurangi lebar bagian bawah akan menjadi pola rok span. Begitu pula halnya dengan jenis-jenis pakaian yang lain. Bagian bawah pola dasar celana panjang bila dipendekkan hingga beberapa sentimeter di atas lutut akan menjadi pola celana bermuda.

Sebelum kain digunting, potongan-potongan pola disusun di atas kain. Garis-garis seperti batas kampuh atau garis kupnat dijiplak ke atas bagian buruk kain dengan memakai rader dan karbon jahit. Kapur jahit dipakai untuk menuliskan tanda-tanda sementara di atas kain yang tidak dapat dibuat memakai rader.
Tanda-tanda

Sejumlah tanda-tanda (simbol) dipakai pada pola untuk memberi instruksi sewaktu menggunting kain dan menjahit. Dengan memakai tanda-tanda pada pola, pembuat pola juga dapat menyampaikan instruksi kepada orang lain.

Tanda-tanda di antaranya dapat dipakai untuk memberi tahu posisi corak kain, cara menggunting kain, cara menyatukan bagian-bagian pakaian, jenis jahitan, garis-garis saku, dan posisi lubang kancing. Garis dengan pensil hitam berarti garis tepi untuk pola asli, garis merah berarti garis tepi pola bagian muka, dan garis biru berarti garis tepi pola bagian belakang.
Sejarah
Pola rok untuk gaun malam terbitan Butterick, tahun 1919.

Pelopor pola siap pakai yang dijual secara komersial adalah Ebenezer Butterick dari Massachusetts, Amerika Serikat. Pada tahun 1863, Butterick dan istri menciptakan pola komersial dalam berbagai ukuran. Sebelum ada kertas pola dari Butterick, pola hanya tersedia dalam satu ukuran, dan penjahit harus membesarkan atau mengecilkan pola sesuai ukuran badan pemakai.[3] Pola kertas dari Butterick menjadi sangat populer pada tahun 1864.[4]

Aenne Burda dan majalah mode Burda Moden memopulerkan pola siap pakai di Jerman. Sejak tahun 1952, Burda mulai menerbitkan pola pakaian. Setiap bulan Januari dan Juli, Burda menerbitkan katalog terpisah berisi pola siap pakai untuk lebih dari 600 model pakaian dewasa dan anak-anak.[5] Selain berisi informasi langkah demi langkah yang mendetail tentang cara menjahit pakaian, pola-pola tersebut juga dirancang untuk dipahami mulai dari penjahit pemula hingga penjahit berpengalaman.[5]

Di Jepang, sistem So-En dari Bunka Fashion College dan sistem Dressmaking dari Dressmaker Jogakuin (sekarang Dressmaker Gakuin) mendominasi metode menggambar pola.[6] Hingga tahun 2005, majalah So-En diterbitkan sebagai majalah yang memuat pola baju dan cara menjahit pakaian. Pesaingnya adalah majalah Dressmaking yang pertama kali terbit tahun 1949, namun berhenti terbit sejak Mei 1993.[7]
Alat untuk membuat pola

    Buku pola (buku kostum)
    Boneka pengepas (boneka jahit)
    Pita ukuran (meteran)
    Kertas
    Pensil (warna hitam, merah, biru)
    Penghapus
    Penggaris (penggaris siku, penggaris lengkung, penggaris lurus)
    Pita ukur
    Rader
    Kapur jahit
    Karbon jahit
    Jarum pentul
    Gunting

sumber : wikipedia.org

0 komentar:

Pola Baju - kursusjahitnavita.com : Jahit baju batik spesialmu | Kursus Jahit

Pola Baju - kursusjahitnavita.com : Jahit baju batik spesialmu | Kursus Jahit 

Pola Baju - kursusjahitnavita.com : Jahit baju batik spesialmu | Kursus Jahit 

Navita adalah portal jahit menjahit yang menawarkan layanan jahit baju online, kursus jahit online, produk baju jadi dan produk tradisional Indonesia (batik)

0 komentar:

Belajar Menjahit Baju | Facebook

Belajar Menjahit Baju | Facebook

Belajar Menjahit Baju | Facebook

Situs cara jahit baju terlengkap, terbaik yang mengajarkan cara mengukur, membuat pola, menggunting pola/kain, menjahit pakaian melalui ebook, video.

0 komentar:

Rahasia Cepat Membuat & Mendesain Baju Sendiri (Full Color) [Buku Bestseller]

   

Judul     Rahasia Cepat Membuat & Mendesain Baju Sendiri (Full Color)   [Buku Bestseller]



Rahasia Cepat Membuat & Mendesain Baju Sendiri (Full Color)   [Buku Bestseller]

No. ISBN     9786027560468
Penulis     Puspa Sekar Sari
Penerbit     Dunia Kreasi
Tanggal terbit     Desember - 2012
Jumlah Halaman     -
Berat Buku     250 gr
Jenis Cover     Soft Cover
Dimensi(L x P)     -
Kategori     Keterampilan & Desain
Bonus     -
Text Bahasa     Indonesia ··
Lokasi Stok     gudang bukukita





   
Judul     Rahasia Cepat Membuat & Mendesain Baju Sendiri (Full Color)   [Buku Bestseller]

No. ISBN     9786027560468
Penulis     Puspa Sekar Sari
Penerbit     Dunia Kreasi
Tanggal terbit     Desember - 2012
Jumlah Halaman     -
Berat Buku     250 gr
Jenis Cover     Soft Cover
Dimensi(L x P)     -
Kategori     Keterampilan & Desain
Bonus     -
Text Bahasa     Indonesia ··
Lokasi Stok     gudang bukukita
Masukkan ke daftar keinginan Masukkan ke Daftar Keinginan  
8

Baca review buku ini Rekomendasikan buku ini

SINOPSIS BUKU - Rahasia Cepat Membuat & Mendesain Baju Sendiri (Full Color)
Berpenampilan menarik dengan busana yang sesuai dengan postur tubuh adalah idaman semua orang baik wanita maupun pria, lebih dari sekedar Penutup tubuh kesesuaian busana dengan postur tubuh adalah cermin dari karakter dan strata setiap individu dalam bermasyarakat.

Buku "RAHASIA CEPAT MEMBUAT & MENDESAIN BAJU SENDIRI" membekali setiap orang mengerti kelebihan dan kekurangan postur tubuh diri sendiri sehingga semua orang mengetahui, tips, trik, gaya, model busana yang bena-benar sesuai dengan karakter dan postur diri sendiri. Tidak hanya fokus dalam pembahasan itu, buku ini juga menjelaskan secara detil mengenai:

1. Cara membuat desain baju sendiri
2. Teknik mengukur badan dengan mudah dan benar
3. Teknik membuat pola dengan cara praktis
4. Menggunting dan mengaplikasikan pola desain pada kain
5. Contoh pola-pola busana untuk pria-wanita dan anak-anak lengkap dengan gambar step by step
6. Cara menjahit menggunakan mesin secara benar
7. Panduan lengkap praktik menjahit baju dengan benar

Semua penjelasan disampaikan dengan bahasa yang sangat mudah dimengerti dan praktis. Sangat cocok bagi pelajar smk tata busana, designer pemula, pengusaha konfeksi, ibu rumah tangga, bahkan orang awam yang ingin belajar membuat baju dengan kreasi sendiri. Sehingga melalui buku ini diharapkan semua orang dapat menjadi penata busana yang handal secara otodidak dalam membuat baju dan berkreasi busana sesuai jatidiri, karakter, ukuran, gaya sendiri.


RESENSI TERKINI - Rahasia Cepat Membuat & Mendesain Baju Sendiri (Full Color)

sumber : bukukita.com

0 komentar:

Meluruskan Tenunan Bahan

Meluruskan Tenunan Bahan

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
"Meluruskan Tenunan Bahan"

Cara meluruskan tenunan
sangat bergantung pada jenis bahan
tekstilnya. Untuk jenis-jenis bahan,
seperti katun, sutera, lenan, wol,
dan jenis bahan sintetis,
meluruskannya dapat dilakukan
dengan jalan  menarik-narik  kain
menurut   serong    bahan   

Dengan  demikian, sudut-sudut bahan bertemu dan tepi-tepi
memanjang maupun melebar dapat bertumpukan dengan rapi.  Jika
dengan cara tersebut tidak berhasil, dapat dilakukan cara lain dengan
jalan merendam bahan dalam air.  Sebelum di rendam, bahan dilipat dua
memanjang di tengah-tengah tenunan hingga kedua tepi tenunan
bertumpukan dan sudut-sudutnya bertemu. Jelujurlah kedua lapis bahan
tersebut pada tepi-tepi memanjang dan melebarnya. Lipatan bahan yang
telah dijelujur  tersebut kemudian dilipat-lipat renggang. Setelah itu,
dicelup dan direndamkan ke dalam air secara perlahan-lahan.
Biarkan sejenak, kemudian angkat bahan dan bentangkan di atas meja,
lalu tarik perlahan ke arah serong sampai letak tenunan menjadi lurus dan
bahan tidak bergelombang. Keringkan bahan dengan cara diangin-
anginkan pada tali jemuran. Pada saat mengeringkan bahan, hindari alat
pengering listrik atau seterika listrik karena akan merusak bahan.

0 komentar:

Cara menjahit gantungan serbaguna dari saku levis

 Cara menjahit gantungan serbaguna dari saku levis

 Cara menjahit gantungan serbaguna dari saku levis

Masih membicarakan tentang celana levis yang sudah tidak terpakai lagi, dari pada dibuang, mendingan dibuatkan kreasi baru yang lebih bermanfaat :)
dan kali ini akan kita sulap saku-saku celana levis yang tidak terpakai lagi itu menjadi gantungan serbaguna yang lumayan cantik lah :)

sumber : http://belajarjahitbaju.wordpress.com

0 komentar:

Persiapan dan Pengertian Pola Dasar

Persiapan dan Pengertian Pola Dasar

Persiapan dan Pengertian Pola Dasar

Tahukah Anda? Ketika Anda ingin membuka usaha Rumah Fashion, modal utama selain materi ada satu hal yang sangat vital yaitu anda harus tahu cara membuat pola pakaian. Pola atau Patern biasanya terbuat dari kain atau potongan kertas karton yang dipakai untuk membentuk bagian-bagian potongan pakaian sebelum dijahit. Setiap Desain Pakaian memiliki pola tersendiri, karena dari pola itulah nanti terbentuk pakaian. Pola biasanya
mengikuti ukuran Desain Kostum bentuk badan dan model tertentu.

Pola dasar tesebut terdiri dari :

    Pola badan bagian atas, yaitu dari bagian bahu sampai ke pinggang dan biasanya disebut pola badan bagian muka dan belakang.

    Pola dasar bagian bawah, yaitu dari pinggang hingga lutut atau sampai mata kaki. Atau untuk pakaian wanita biasa disebut pola dasar rok muka dan belakang.

    Pola lengan, dimulai dari lengan bagian atas atau bahu terendah sampai pada bagian siku atau pergelangan dan biasa disebut pola dasar lengan.

    Ada juga pola badan atas dengan pola badan bawah yang menjadi satu biasa pola ini untuk pola dasar gaun atau baju terusan.


Cara Mengambil Ukuran Badan

Disaat kita mau mengambil  mengambil ukuran badan dari orang yang pakaiannya mau kiya jahit, model atau orang yang mau  diukur harus berdiri lurus dengan sikap tegak supaya semua ukuran yang mau kita ambil tepat dan akurat. Sebelumnya, pinggang orang yang mau kita ukur ikatlah dengan ban elastic atau  atau tali ban  dengan lebar tidak lebih dari 2 cm sebagai batas badan atas dan bawah. Perhatikan benar agar letak tali tepat di tempatnya dan tidak berkelok-kelok.


Bagian Tubuh Yang Harus Kita Ukur

    Lingkar Leher (LL) diukur sekeliling batas leher bawah, dengan meletakkan jari telunjuk di tekuk leher atau diukur dan di tambah 1 cm
    Lingkar Badan (LB) diukur sekeliling badan atas yang terbesar, melalui puncak dada, diukur pas ditambah 4 cm atau dengan menyelakan 4 jari.
    Lingkar Pinggang (LPc) diukur sekeliling pinggang pas.
TIPS CARA MEMBUAT POLA BUSANA
Posted on Mei 15, 2013    by koleksipakaianku

MEMBUAT POLA BUSANA

A. Pengertian Pola Busana

Pola sangat penting artinya dalam membuat busana. Baik tidaknya busana yang dikenakan dibadan seseorang (kup) sangat dipengaruhi oleh kebenaran pola itu sendiri. Tanpa pola, memang suatu pakaian dapat dibuat, tetapi hasilnya tidaklah sebagus yang diharapkan. Dapat pula diartikan bahwa pola-pola pakaian yang berkualitas akan menghasilkan busana yang enak dipakai, indah dipandang dan bernilai tinggi, sehingga akan tercipta suatu kepuasan bagi sipemakai.

Kualitas pola pakaian akan ditentukan oleh beberapa hal, diantaranya adalah:

1). Ketepatan dalam mengambil ukuran tubuh sipemakai, hal ini mesti didukug oleh kecermatan dan ketelitian dalam menentukan posisi titik dan garis tubuh serta menganalisa posisi titik dan garis tubuh sipemakai;

2) kemampuan dalam menentukan kebenaran garis-garis pola, seperti garis lingkar kerung lengan, garis lekuk leher, bahu, sisi badan, sisi rok, bentuk lengan, kerah dan lain sebagainya, untuk mendapatkan garis pola yang luwes mesti memiliki sikap cermat dan teliti dalam melakukan pengecekan ukuran;

3) Ketepatan memilih kertas untuk pola, seperti kertas dorslag, kertas karton manila atau kertas koran;

4) kemampuan dan ketelitian memberi tanda dan keterangan setiap bagianbagian pola, misalnya tanda pola bagian muka dan belakang, tanda arah benang/serat kain, tanda kerutan atau lipit, tanda kampuh dan tiras, tanda kelim dan lain sebagainya;

5) kemampuan dan ketelitian dalam menyimpan dan mengarsipkan pola. Agar pola tahan lama sebaiknya disimpan pada tempat-tempat khusus seperti rak dan dalam kantongkantong plastik, diarsipkan dengan memberi nomor, nama dan tanggal serta dilengkapi dengan buku katalog.

Dengan adanya pola yang sesuai dengan ukuran, kita dengan mudah dapat membuat busana yang dikehendaki. Menurut Porrie Muliawan (1990:2) pengertian pola dalam bidang jahit menjahit maksudnya adalah potongan kain atau kertas yang dipakai sebagai contoh untuk membuat pakaian. Selanjutnya Tamimi (1982:133) mengemukakan pola merupakan ciplakan bentuk badan yang biasa dibuat dari kertas, yang nanti dipakai sebagai contoh untuk menggunting pakaian seseorang, ciplakan bentuk badan ini disebut pola dasar. Tanpa pola pembuatan busana tidak akan terujut dengan baik, maka dari itu jelaslah bahwa pola memegang peranan penting di dalam membuat busana.

Bagaimanapun baiknya desain pakaian, jika dibuat berdasarkan pola yang tidak benar dan garis-garis pola yang tidak luwes seperti lekukan kerung lengan, lingkar leher, maka busana tersebut tidak akan enak dipakai. Pendapat ini didukung oleh Sri Rudiati Sunato (1993:6) fungsi pola ini sangat penting bagi seseorang yang ingin membuat busana dengan bentuk serasi mengikuti lekuk-lekuk tubuh, serta membuat potongan-potongan lain dengan bermacam-macam model yang dikehendaki. Maka dari itu jelaslah bahwa di dalam membuat busana sangat diperlukan suatu pola, karena dengan adanya pola, akan dapat mempermudah para pencinta busana untuk mempraktekkan kegiatan jahit menjahit secara tepat dan benar. Sebaliknya jika dalam membuat busana tidak menggunakan pola, hasilnya akan mengecewakan. Hal ini didukung oleh pendapat Porrie Muliawan (1985:1) tanpa pola, pembuatan busana dapat dilaksanakan tetapi kup dari busana tersebut tidak akan memperlihatkan bentuk feminim dari seseorang.

Dengan demikian pola busana merupakan suatu sistem dalam membuat busana. Sebagai suatu sistem tentu pola busana juga terkait dengan sistem lainnya. Jika pola busana digambar dengan benar berdasarkan ukuran badan seseorang yang diukur secara cermat, maka busana tersebut mestinya sesuai dengan bentuk tubuh sipemakai. Begitu pula sebaliknya, jika ukuran yang diambil tidak tepat, menggambar pola juga tidak benar, maka hasil yang didapatkan akan mengecewakan.

Dengan demikian untuk mendapatkan busana yang baik dan sesuai dengan desain, maka setiap sub sistem di atas haruslah mendapat perhatian yang sangat penting dan serius.

Ada beberapa macam pola yang dapat digunakan dalam membuat busana, diantaranya ialah pola konstruksi dan pola standar. Masing-masing pola ini digambar dengan cara yang berbeda, memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, untuk lebih jelasnya akan diuraikan satu persatu:

1. Pola Konstruksi

Pola konstruksi adalah pola dasar yang dibuat berdasarkan ukuran badan sipemakai, dan digambar dengan perhitungan secara matematika sesuai dengan sistem pola konstruksi masing-masing.

Pembuatan pola konstruksi lebih rumit dari pada pola standar disamping itu juga memerlukan waktu yang lebih lama, tetapi hasilnya lebih baik dan sesuai dengan bentuk tubuh sipemakai. Ada beberapa macam pola konstruksi antara lain : pola sistem Dressmaking, pola sistem So-en , pola sistem Charmant, pola sistem Aldrich, pola sistem Meyneke dan lain-lain sebagainya.

2. Pola standar

Pola standar adalah pola yang dibuat berdasarkan daftar ukuran umum atau ukuran yang telah distandarkan, seperti ukuran Small (S), Medium (M), Large (L), dan Extra Large (XL). Pola standar di dalam pemakaiannya kadang diperlukan penyesuaian menurut ukuran sipemakai. Jika sipemakai bertubuh gemuk atau kurus, harus menyesuaikan besar pola, jika sipemakai tinggi atau pendek diperlukan penyesuaian panjang pola.

Menyesuaikan pola standar tidak dapat dilakukan dengan hanya mengecilkan pada sisi badan atau pada sisi rok, atau menggunting pada bagian bawah pola, pada pinggang atau bagian bawah rok, karena hal tersebut akan membuat bentuk pola tidak seimbang atau

akan menyebabkan bentuk pola tidak sesuai dengan proporsinya masing-masing.

Cara yang paling mudah dan cepat untuk menyesuaikan pola standar, adalah dengan cara mengetahui ukuran badan sendiri dan memilih pola standar yang ukurannya hampir mendekati dengan ukuran badan dengan mempedomani ukuran lingkar badan, kemudian membuat daftar ukuran badan seseorang dan ukuran pola standar dalam bentuk tabel. Daftar ukuran tersebut ialah sejumlah ukuran yang diambil dari badan seseorang (ukuran sebenarnya). Bagi seseorang yang baru belajar menyesuaikan pola standar, cukup menggunakan ukuran yang penting, misalnya ukuran lingkar badan, lingkar pinggang, panjang muka dan panjang punggung.

Disamping hal di atas seseorang yang ingin menyesuaikan pola standar dengan ukurannya, mesti dapat memilih pola yang ukurannya mendekati dengan ukuran badannya. Untuk memudahkan pekerjaan penyesuaian pola standar, berikut dapat dilihat pola standar dengan ukuran S,M dan L baik pola badan, pola lengan dan pola rok dengan ukuran.

1 Large 94 70 34 35 38 100 28

2 Medium 90 68 33 34 37 94 26

3 Small 86 66 32 33 36 90 24

a. Pola Lengan

b. Pola Badan

c. Pola rok

1 Lingkar badan 92 90 +2:4 = + 1/2 cm

2 Lingkar pinggang 70 72 2:4 = – 1/2 cm

3 Lebar muka 33,5 33 +½ :2=+¼ cm

4 Panjang punggung 37,5 37 + ½ cm

5 Panjang Muka 44 43 + 1 cm

6 Lebar punggung 35 34 + 1:2= + ½ cm

7 Lingkar Panggul 98 94 +4:4=+1 cm

8 Ling Ker Lengan 44 42 + 2 cm

Di dalam menyesuaikan pola standar, selisih yang terdapat pada ukuran lingkaran dibagi empat, hal ini disebakan karena pola badan atau pola rok umumnya dibuat setengah dari badan bagian muka dan setengah dari badan belakang, atau sama dengan seperempat dari ukuran lingkaran dan jumlah sisi yang ditambah atau dikurangi ada empat, oleh sebab itu untuk ukuran melingkar selisih ukuran dibagi empat.

Untuk ukuran lebar selisih dibagi dua, sebab pada pola ukuran melebar dipakai setengahnya., misalnya : lebar muka dan lebar punggung. Untuk ukuran panjang, selisih ukuran tidak dibagi, sebab pola dibuat dengan ukuran penuh sepanjang ukuran yang diambil, misalnya ukuran panjang punggung, panjang lengan dan panjang rok, dengan demikian untuk ukuran panjang ditambah atau dikurangi sebanyak selisih.

Daftar ukuran di atas perlu diperhatikan dalam menyesuaikan pola standar agar mudah mengetahui pada lajur selisih, apakah ukuran pola ditambah atau dikurangi dengan melihat tanda plus atau minus.

Berapa cm ditambah atau dikurangi perlu diperhitungkan betul, dengan pengertian bahwa untuk ukuran melingkar selisih dibagi empat, untuk ukuran melebar selisih dibagi dua dan untuk ukuran panjang selisih tidak dibagi. Berikut ini dapat dilihat beberapa contoh cara menyesuaikan pola standar. Didalam menyesuaikan pola standar perhatikan tanda pada kolom selisih. Pada pola yang disesuaikan tanda plus / membesarkan pola di arsir dengan tanda ///////////, sedangkan tanda minus / mengecilkan di tandai dengan xxxxxxx.


sumber :  http://koleksibusanaku.wordpress.com




0 komentar:

Persiapan dan Pengertian Pola Dasar

Persiapan dan Pengertian Pola Dasar

Persiapan dan Pengertian Pola Dasar

Tahukah Anda? Ketika Anda ingin membuka usaha Rumah Fashion, modal utama selain materi ada satu hal yang sangat vital yaitu anda harus tahu cara membuat pola pakaian. Pola atau Patern biasanya terbuat dari kain atau potongan kertas karton yang dipakai untuk membentuk bagian-bagian potongan pakaian sebelum dijahit. Setiap Desain Pakaian memiliki pola tersendiri, karena dari pola itulah nanti terbentuk pakaian. Pola biasanya
mengikuti ukuran Desain Kostum bentuk badan dan model tertentu.

Pola dasar tesebut terdiri dari :

    Pola badan bagian atas, yaitu dari bagian bahu sampai ke pinggang dan biasanya disebut pola badan bagian muka dan belakang.

    Pola dasar bagian bawah, yaitu dari pinggang hingga lutut atau sampai mata kaki. Atau untuk pakaian wanita biasa disebut pola dasar rok muka dan belakang.

    Pola lengan, dimulai dari lengan bagian atas atau bahu terendah sampai pada bagian siku atau pergelangan dan biasa disebut pola dasar lengan.

    Ada juga pola badan atas dengan pola badan bawah yang menjadi satu biasa pola ini untuk pola dasar gaun atau baju terusan.


Cara Mengambil Ukuran Badan

Disaat kita mau mengambil  mengambil ukuran badan dari orang yang pakaiannya mau kiya jahit, model atau orang yang mau  diukur harus berdiri lurus dengan sikap tegak supaya semua ukuran yang mau kita ambil tepat dan akurat. Sebelumnya, pinggang orang yang mau kita ukur ikatlah dengan ban elastic atau  atau tali ban  dengan lebar tidak lebih dari 2 cm sebagai batas badan atas dan bawah. Perhatikan benar agar letak tali tepat di tempatnya dan tidak berkelok-kelok.


Bagian Tubuh Yang Harus Kita Ukur

    Lingkar Leher (LL) diukur sekeliling batas leher bawah, dengan meletakkan jari telunjuk di tekuk leher atau diukur dan di tambah 1 cm
    Lingkar Badan (LB) diukur sekeliling badan atas yang terbesar, melalui puncak dada, diukur pas ditambah 4 cm atau dengan menyelakan 4 jari.
    Lingkar Pinggang (LPc) diukur sekeliling pinggang pas.
    Tinggi Panggul (TPa) diukur dari bawah ban pinggang sampai batas panggul.
    Lingkar Panggul (LPa)

diukur sekeliling panggul atau badan bawah yang terbesar, diukur pas, kemudian ditambah 4 cm atau diselakan 4 jari.
Panjang Punggung (PP) diukur dari tulang leher belakang yang menonjol kebawah sampai dibawah ban pinggang.
Lebar Punggung (LP) diukur dari tulang leher belakang yang menonjol turun 9cm lalu diukur datar dari batas lengan kiri sampai kanan.
Panjang Sisi (PS) diukur dengan menyelakan penggaris dibawah ketiak, kemudian diukur dari dari batas penggaris kebawah sampai bawah ban pinggang dikurangi 2 sampai 3 cm
Panjang Muka(PM) diukur dari lekuk leher di tengah muka ke bawah samapi di bawah ban pinggang.
Lebar Muka (LM) diukur 5 cm di bawah lekuk leher tengah muka, lalu diukur datar dari batas lengan kiri sampai kanan.
Tinggi dada (TD) diukur dari bawah ban pinggang tegak lurus ke atas sampai puncak buah dada.
Lebar Bahu (LB) diukur dari lekuk leher di bahu atau bahu yang paling tinggi sampai titik bahu yang terendah atau paling ujung.
Ukuran Uji (UU) atau ukuran control, diukur dari tengah muka dibawah ban serong melalui puncak dada ke puncak lengan terus serong ke belakang sampai tengah belakang pada bawah ban.
Panjang rok muka, sisi dan belakang diukur dari bawah ban sampai panjang yang dikehendaki.
Lingkar lubang lengan (LLL) diukur sekeliling lubang lengan tanpa lengan dan di tambah 4 cm untuk lubang lengan yang akan dipasangkan lengan.
Panjang lengan pendek (PLPd) diukur dari puncak lengan ke bawah sampai kira2 3 cm di atas siku.
Panjang lengan panjang (PLP) diukur dari puncak lengan ke bawah sampai pergelangan.
Lingkar lengan panjang (LLP) lingkar pergelangan diukur melingkar pergelangan pas ditambah 3 cm.
Persiapan Alat dan Bahan Untuk Membuat Pola

    Meteran, dipakai untuk mengambil ukuran badan maupun untuk menggambar pola. Meteran atau pita ukur biasanya  dibuat dengan ukuran satuan sentimeter dan inci.
    Buku pola atau buku kostum, berukuran folio dengan lembar halaman berselang-seling bergaris dan polos. Lembar bergaris untuk mencatat ukuran dan keterangan, sedang lembar polos untuk menggambar pola dalam skala
    Skala atau ukuran perbandingan adalah ukuran yang digunakan untuk mengukur pada waktu menggambar pola pada buku pola. Skala ini terbuat dari karton berbentuk penggaris dengan berbagai ukuran 1:2, 1:3, 1:4, 1:6 dan 1:8
    Pensil hitam untuk menggambar garis2 pola asli
    Pensil merah untuk menggambar garis pola jadi bagian muka
    Pensil biru untuk menggambar garis pola jadi bagian belakang
    Penggaris lurus, penggaris siku dan penggaris bentuk panggul, leher dan lengan.
    Karet penghapus
    Kertas sampul coklat untuk merancang bahan dan menggambar pola ukuran besar atau ukuran sesungguhnya. Garis2 memanjang yang terdapat pada kertas diumpamakan sebagai arah serat kain memanjang
    Gunting kertas untuk menggunting kertas pola kecil maupun besar.


sumber :  http://menjahitpakaian.blogspot.com




0 komentar:

Cara Membuat Pola Baju

Cara Membuat Pola Baju

Cara Membuat Pola Baju


Cara Membuat Pola Baju  |   Pelajaran paling dasar dalam membuat baju adalah cara membuat pola baju. Belajar membuat baju sendiri mungkin bisa dilakukan untuk mengisi waktu luang. Berikut ini adalah langkah cara membuat pola baju:

Cara mudah membuat pola adalah "menjiplak baju yang ada". Setelah anda menemukan baju sendiri yang pas di badan, lipat dua baju tersebut memanjang. Lipat dengan rapi  temukan ujung dengan ujung, sehingga polanya benar-benar pas. Setelah itu, letakkan baju tersebut di atas koran.

Jiplak pola dengan hati-hati dengan menggunakan pensil. Jaga agar baju tidak bergeser, kalau perlu gunakan jarum pentul. Buat garis putus-putus dulu, jika agak sulit membuat garis lurus. Setelah baju diangkat dari koran, barulah garis-garis tersebut diperbaiki. Jangan sampai ada lekukan yang terlalu tajam, terutama untuk lengan, leher dan pinggang.

sumber : http://1000caramembuat.blogspot.com

0 komentar:

Tips Cara Membuat Pola Pakaian/ Baju Lengkap

Tips Cara Membuat Pola Pakaian/ Baju Lengkap

Tips Cara Membuat Pola Pakaian/ Baju Lengkap

Pembuat label baju di Indonesia, Disaat sahabat pingin membuka usaha menjahit baju, modal utama tak hanya materi saja ada satu hal yang amat vital yakni sahabat mesti harus tahu cara bikin pola pakaian. Umumnya bahan pola dari kain / potongan kertas karton yang digunakan untuk membentuk bagian-bagian potongan pakaian sebelum dijahit. Tiap design baju mempunyai pola yang berbeda-beda tergantung keinginan, dikarenakan dari pola tersebut kelak menjadi baju/pakaian.

 Cara Membuat Pola Pakaian Tips Cara Membuat Pola Pakaian/ Baju Lengkap

Berikut ini label baju murah akan memberikan tips cara pengukuran pakaian.

    Pola badan sisi atas, yakni dari sisi bahu sampai pinggang serta umumnya dimaksud pola badan sisi muka serta belakang.
    Pola dasar sisi bawah, yakni dari pinggang sampai lutut / sampai mata kaki. Atau untuk pakaian wanita biasa dimaksud pola dasar rok muka serta belakang.
    Pola lengan, diawali dari lengan sisi atas atau bahu paling rendah sampai di bagian siku atau pergelangan serta biasa dimaksud pola dasar lengan.
    Yang terakhir pola badan atas dengan pola badan bawah pola ini untuk pola dasar pembuatan gaun atau pakaian terusan.

Bagaimana cara pengukurannya

Sebelum pengukuran baju, orang yang di ukur harus berdiri tegak agar seluruh ukuran yang akan kita ukur pas serta akurat. Pertama, pinggang orang yang akan kita ukur ikatlah dengan ban elastic / tali ban dengan lebar tidak lebih 2 cm sebagai batas badan atas serta bawah. Cermati dengan benar supaya letak tali pas di tempatnya serta tidak berkelok-kelok.

Sisi tubuh yang perlu kita ukur

    Bagian leher; diukur sekeliling batas leher bawah, dengan letakkan jari telunjuk di tekuk leher atau diukur serta di tambah beberapa cm
    Bagian pinggang; diukur sekeliling pinggang yang sesuai.
    Bagian badan; diukur sekeliling badan atas yang terbesar, melewati puncak dada, diukur dengan ditambah  4 cm.
    Bagian punggung; diukur dari tulang leher belakang yang menonjol kebawah sampai di bawah ban pinggang.
    Bagian lebar punggung; diukur mulai tulang leher belakang yang menonjol turun 9 cm lantas diukur datar dari batas lengan kiri sampai kanan.
    Bagian panggul; diukur dari bawah ban pinggang sampai batas panggul.
    Bagian panggul; diukur disekeliling panggul atau badan bawah yang terbesar, lantas ditambah 4 cm.
    Panjang sisi; diukur dengan menyelakan penggaris di bawah ketiak, lantas diukur dari batas penggaris kebawah sampai bawah ban pinggang dikurangi 2 sampai 3 cm
    Lebar bahu; diukur dari lekuk leher di bahu atau bahu yang sangat tinggi sampai titik bahu yang paling rendah atau sangat ujung.
    Tinggi dada; diukur mulai bawah ban pinggang tegak lurus ke atas sampai puncak buah dada.
    Panjang muka; diukur mulai lekuk leher di dalam muka ke bawah sampai dibawah ban pinggang.
    Lebar muka; diukur 5 cm dibawah lekuk leher sedang muka, lantas diukur datar dari batas lengan kiri sampai kanan.
    Ukuran uji; atau ukuran control, diukur dari sedang muka di bawah ban melewati puncak dada ke puncak lengan terus serong ke belakang sampai belakang pada bawah ban.
    Panjang lengan panjang; diukur dari puncak lengan ke bawah sampai pergelangan.
    Lingkar lubang lengan; diukur sekeliling lubang lengan tanpa lengan serta di selisihi 4 cm untuk lubang lengan yang dapat dipasangkan lengan.
    Panjang lengan pendek; diukur dari puncak lengan ke bawah sampai kira2 3 cm diatas siku.
    Panjang rok muka, belakang diukur dari bawah ban sampai panjang yang dikehendaki.
    Lingkar lengan panjang; lingkar pergelangan diukur melingkar pergelangan cocok ditambah 3 cm.

Setelah syarat di atas sudah dipenuhi, selanjutnya sahabat bisa mempersiapkan alat dan membikin polanya

    Meteran, digunakan untuk mengukur badan ataupun untuk menggambar pola. Meteran atau pita ukur umumnya dibikin dengan ukuran satuan cm serta inci.
    Buku pola, bisa memakai buku folio dengan ada garis-garisnya perhalaman serta polos. Lembar bergaris untuk mencatat ukuran serta info, tengah lembar polos untuk menggambar pola dalam skala
    Skala atau ukuran perbandingan yaitu ukuran yang dipakai untuk mengukur pada saat menggambar pola pada buku pola. Skala ini terbuat dari karton berupa penggaris dengan beragam ukuran :2, :3, :4, :6 serta :8
    Pensil hitam, digunakan untuk menggambar pola asli dikertas
    Pensil biru, digunakan untuk menggambar garis pola sisi belakang
    Pensil merah, digunakan untuk menggambar garis pola sisi muka
    Penggaris lurus, penggaris siku serta penggaris wujud panggul, leher serta lengan.
    Karet penghapus

Demikian beberapa langkah-langkah cara membuat pola baju / pakaian  dengan alur proses yang lengkap sampai selesai, semoga bermanfaat untuk sahabat semua, selamat berkarya


sumber : labelbajumurah.com

0 komentar:

Buku Penuntun Membuat Pola Busana Tingkat Dasar

Buku Penuntun Membuat Pola Busana Tingkat Dasar

Buku Penuntun Membuat Pola Busana Tingkat Dasar


oleh Soekarno
SINOPSIS

Buku ini sangat berguna bagi mereka yang membutuhkan referensi tentang pola busana yang baik dan pas di badan dengan teknik pembuatan yang mudah. Penulisanya telah berkecimpung di dunia busana sejak tahun 1960-an. Sebagai Ketua Sub Konsorsium Menjahit Pakaian pada Direktorat Pendidikan Luar Sekolah Tingkat Pusat, beliau telah menjadi pengajar yang memberikan kursus tentang konstruksi pola busana hingga seluruh Indonesia. Materi dalam buku ini merupakan kumpulan materi kursusnya selama bertahun-tahun. Di dalamnya terdapat banyak informasi berharga tentang pola dasar aneka metode (Dressmaking, SO-EN, Cuppens Geurs, Charmant, Danckaerts, Leew van Rees, serta metode pengarang sendiri), pola rok, kulot, badan, lengan, kerah, gaun, kebaya, busana anak-anak, hingga pola celana.


* Cara pengambilan ukuran

* Pembuatan pola dasar aneka metode

* Pembuatan pola dari bermacam-macam busana seperti, rok, blus, celana panjang, kulot, gaun, hingga kebaya.

* Perubahan Model

* Perencanaan bahan

* Pembuatan pola busana anak-anak

* Pengenalan teknik pembuatan sketsa busana.

DETAIL
Judul     Buku Penuntun Membuat Pola Busana Tingkat Dasar
ISBN/EAN     979686973x / 979686973x
Pengarang     Soekarno
Penerbit     Gramedia Pustaka Utama (GPU)
Terbit     4 September 2002
Pages     0
Berat     175 gram
Dimensi(mm)     140 x 210
Tags     > hobi dan hastakarya;
Kategori     Hobi dan Hastakarya

sumber : grazera.com

0 komentar:

Cara membuat pola dasar baju wanita


Cara membuat pola dasar baju wanita

 Cara membuat pola dasar baju wanita

Di jaman sekarang ini kebutuhan akan fashion sangat meningkat tajam, apalagi untuk baju wanita. Model dan desainnya selalu berganti setiap waktu.
Untuk pecah polanya pun harus lebih berhati-hati untuk membuat baju wanita.
Sebelum kita membuat polanya kita harus mengukur  dengan lebih detail untuk badan model yang akan kita pakai.
Cara mengukur   :

* Sediakan metline (pita ukur), 2 atau tiga tali untuk di gunakan mengikat( menentukan mana  pinggang dan pinggul), pensil dan kertas
* Sebelum mulai mengukur ikat bagian pingang dan pinggul dengan tali yang sudah disediakan.
    1. Mengukur Lingkar dada/badan
        Ukur  melingkar melewati dada terbesar melingkar ke punggung lewat pertengahan dada dalam posisi  pas kemudian di tambahkan 4cm atau di tambahkan 4 jari  saat mengukur.
   
    2. Mengukur leher
        Mengukurnya dari leher  terbesar di mulai dari lekuk leher melingkar ke belakang melewati tulang leher kembali ke depan di lekuk leher di longgarin 1 cm
   
    3. Mengukur lebar bahu

       Diukur dari bahu paling tinggi hingga bahu terendah sampai di batas tulang.

    4. Mengukur Tinggi dada

       Diukur dari lekuk leher hingga ke pertengahan dada ( jarak dadanya di ukur dari dada kiri ke dada  kanan)
    
    5. Mengukur Lebar Dada

       Dimulai dari pangkal lengan kiri sampai kanan ( lipatan ketiak ) bagian depan

    6. Mengukur panjang punggung

       Mengukurnya dari  tulang kuduk/leher turun sampai batas ikat pinggang bagian belakang.

    7. Mengukur Lingkar Pinggang

       Di ukur dari pinggang terkecil ( biasanya dari pusar) melingkar di tambahkan satu jari untuk kelonggaran.

    8. Mengukur Lebar Punggung

       Dimulai dari pangkal lengan kiri sampai kanan ( lipatan ketiak ) bagian belakang.

    9. Mengukur Tinggi Panggul

       Diukur dari samping mulai dari pinggang ke panggul terbesar.

   10. Mengukur Lingkar Panggul

       Melingkari panggul terbesar di batas tinggi panggulnya di tambah 4 jari atau di tambah 4cm.

   11. Mengukur Kerung lengan

       Di ukur melingkari lengan terbesar lewat pertengahan bahu dan beri kelonggaran 3cm atau dengan batas  garisan

Setelah kita pelajari di bagian atas tadi baru kita bisa mengukur badan model kita :) ambil saja saudara atau teman kita untuk sebagai obyek ukurnya.

sumber : carapedia.com

0 komentar:

Menyiapkan bahan

Menyiapkan bahan

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
"Menyiapkan bahan"

Setelah mengetahui empat hal yang harus diperhatikan dalam
membuat rancangan bahan, maka pengetahuan selanjutnya yang harus
dikuasai sebelum kita melaksanakan merancang bahan adalah meletakkan
pola pada bahan yang sesungguhnya. Ada beberapa hal yang perlu
dipersiapkan dalam meletakkan pola pada bahan, di antaranya adalah:
meluruskan benang pada ujung bahan, meluruskan tenunan bahan,
penyusutan bahan, dan melicinkan tenunan, serta memeriksa cacat kain.

a)  Meluruskan benang pada ujung bahan


Semua bahan yang ditenun dapat diluruskan ujungnya. Ada dua
macam cara dalam meluruskan benang, yaitu dengan cara menyobek
bahan dan menggunting bahan.  Berbagai jenis bahan yang berasal dari
kapas yang ditenun rapat seperti: blaco, kain sprei, popelin, berkolin.
Bahkan beberapa bahan ada yang tidak berasal dari kapas, seperti:
chiffon, krep soset, yang dapat diluruskan dengan cara menyobek.
Adapun cara yang dapat dilakukan adalah dengan menggunting sedikit
pada tepi kain, kemudian menyobeknya sampai ke tenunan yang lain.
Dalam melakukan penyobekan harus dilakukan langsung dan cepat,
karena jika menarik sobekan terlalu lambat, akan menyebabkan tepi
sobekan berkerut dan tidak rata, dan apabila menyobeknya berhenti di
tengah jalan, sobekan dapat berubah arah ke arah benang lungsin.  Untuk
bahan-bahan yang mulur seperti triko, dan bahan tenunan renggang,
seperti: vitrase dan brokat tule, tidak dapat diluruskan dengan cara
menyobek. Cara yang dapat dilakukan adalah  dengan cara menarik
sehelai benang pakan dari tepi ke tepi kemudian digunting. Cara yang ke
dua ini memerlukan waktu lebih lama, tetapi hasilnya lebih baik.
Untuk meluruskan ujung bahan yang bermotif, seperti motif kotak-
kotak, bergaris,  berbunga, berbintik, atau motif-motif lain yang teratur,
terkadang tidak dapat mengikuti arah benangnya. Yang   penting adalah
mengikuti arah motif bahan  agar  hasil jadi pakaian lebih sedap

dipandang  mata   walaupun  nantinya  akan membuat perancang bahan
sedikit sulit untuk memotong bahannya.  Setelah ujung bahan diluruskan
menurut arah benang maupun menurut motif bahan,  kemudian bahan
dilipat dua memanjang  menurut  lungsin  di tengah-tengah    tenunan
dan dibentangkan di atas meja atau tempat yang datar. Ada dua hal yang
akan terjadi, yaitu tepi-tepi tenunan bertumpukan rata dan benang pakan
juga bertumpukan rata. Hal lain yang juga dapat terjadi ialah tepi
tenunan bertumpukan rata, tetapi arah benang pakan tidak rata.

0 komentar:

Model Pakaian

Model Pakaian

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
"Model Pakaian"

Model pakaian juga termasuk hal yang harus diperhatikan dalam
merancang bahan, karena sebelum pakaian dibuat  harus ditetapkan
modelnya terlebih dahulu. Setelah model dipilih, pola dasar diubah sesuai
dengan model yang dikehendaki. Pola yang sudah diubah inilah yang
nantinya akan diletakkan pada bahan. Dengan model pakaian ini dapat
ditentukan di bagian mana letak belahan, lapisan apa saja yang dibutuhkan,
serta detail-detail atau  aksen-aksen lain yang terdapat pada suatu model
pakaian. Dengan demikian, dapat diketahui apakah bahan harus
dibentangkan atau  dilipat,  jika      berkaitan     dengan      model   pakaian
simetris atau asimetris. Untuk model pakaian simetris bahan pakaian dapat
dilipat dua memanjang, karena model pakaian kiri dan kanannya sama.
Untuk model asimetris, meletakkan bahannya harus dibentangkan karena
model pakaian kanan dan kirinya tidak sama. Dengan mengetahui  model
pakaian, dapat  diketahui pula bagian pola yang mana yang harus diletakkan
pada lipatan kain, bagian pola  yang mana yang harus diletakkan serong,
dan lain sebagainya, yang nantinya    akan   kita   pelajari   secara   lebih
mendalam lagi pada contoh-contoh peletakan pola.

0 komentar:

Motif bahan

 Motif bahan

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
" Motif bahan"

 

Berbicara mengenai motif bahan, terlebih dahulu harus diketahui
bahwa bahan pakaian ada yang tidak bermotif (bahan polos) dan bahan yang
bermotif. Motif bahan di antaranya adalah berkotak, bergaris, berbintik kecil
atau besar (polkadot), berbunga, bergambar binatang, motif abstrak, motif
batik, dan banyak lagi perkembangan motif bahan lain yang makin variatif.

Motif bahan juga perlu
diperhatikan dalam proses merancang
bahan. Hal ini berkaitan dengan cara
peletakan atau penataan pola pada
bahan, untuk bahan yang tidak
bermotif,  tidak akan banyak
mengalami kesulitan dalam meletakkan
pola. Demikian pula dengan motif
serak, maupun motif abstrak. Hal
ersebut disebabkan untuk bahan polos,
motif serak atau abstrak merupakan
motif yang tidak beraturan. Dengan

demikian dalam meletakkan pola dapat
diletakkan secara berlawanan arah, dan
tidak  perlu   memperhatikan   pertemuan motif pada garis-garis
sambungannya. Sedangkan untuk bahan bermotif dengan motif searah,
berkotak, bergaris ataupun motif istimewa (misalnya pada motif batik), kita
harus memperhatikan peletakan polanya. Karena untuk motif-motif yang
demikian, harus diperhatikan benar pertemuan motif pada tiap bagian
sambungan pakaiannya. Misalnya pada garis tengah muka atau tengah
belakang, pertemuan sisi badan, dan pertemuan antara motif pada badan dan
sakunya.

kita harus memperhatikan jatuhnya motif
pada pertemuan-pertemuan bagian yang lain.
Bagian-bagian itu meliputi: antara tengah
muka sebelah kanan dan kiri, antara sisi
muka dan belakang, pemasangan saku, dan
lain sebagainya. Demikian pula pada motif
istimewa, kita harus
memperhatikan benar pertemuan antar
motifnya sehingga pada bagian permukaan
muka dan belakang, dan pada garis
sambungan suatu pakaian hendaknya
motifnya tidak terputus.

0 komentar:

Arah Serat kain

Arah Serat kain

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
"Arah Serat kain"

Pada bahan pakaian terdapat dua arah serat benang yang saling
berlawanan, yaitu serat benang yang memanjang dan arah serat bahan yang
melebar. Arah bahan pakaian yang memanjang disebut benang lungsin yang
memanjang sejajar. Arah serat bahan yang melebar disebut benang pakan.
Tenunan dan benang pakan adalah tegak lurus pada benang lungsin dan
melintang dari tepi tenunan yang satu ke tepi  tenunan yang lain.

Benang lungsin dibuat lebih kuat  daripada benang pakan, karena
benang lungsin direntangkan pada alat tenun dan   mengalami sentakan dan
tarikan ketika bahan ditenun, sedangkan benang pakan hanya sebagai
pengisi saja. Jadi pada saat membuat pakaian dan membuat rancangan
bahan atau pada saat meletakkan pola pada bahan, arah panjang badan
sebaiknya mengikuti arah lungsin bahan. Hal tersebut perlu diperhatikan
karena ketepatan arah serat bahan  diperlukan sebagai tambahan kekuatan
ketika bahan pakaian sudah menjadi pakaian. Sebagai contoh, ketika kita

duduk ataupun membungkuk dan melakukan gerakan-gerakan lainnya
memerlukan kelenturan bahan pakaian sehingga memberi kenyamanan
ketika melakukan gerakan. Berdasarkan pengamatan dan pengalaman,
jatuhnya pakaian pada badan juga akan lebih baik. Bentuk pakaian pun tidak
berubah (meregang) setelah pakaian dipakai, dicuci dan diseterika. Untuk
model-model tertentu yang memerlukan kelenturan tertentu (seperti draperi)
atau untuk bagian-bagian tertentu seperti bagian dalam kerah, lapisan untuk
belahan, pembuatan kumai serong dan rompok, diperlukan peletakan bahan
dengan arah serong, daripada ke arah lebar bahan (mengikuti arah pakan).
Hal ini disebabkan dibutuhkan keregangan yang lebih tinggi untuk
mengikuti bentuk pakaian yang diharapkan.

0 komentar:

Tanda-Tanda Pola

Tanda-Tanda Pola

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
"Tanda-Tanda Pola"

Merancang bahan adalah menghitung berapa banyak bahan yang
diperlukan untuk membuat suatu model pakaian. Salah satu cara untuk
mengetahui jumlah bahan yang diperlukan dalam pembuatan suatu model
pakaian, adalah dengan meletakkan pola-pola kecil pada bahan yang dibuat pada skala atau perbandingan yang sama antara pola dan bahannya. Sebelum kita mempelajari benar-benar tentang bagaimana merancang bahan
yang sesungguhnya, maka sebaiknya kita pelajari terlebih dahulu
pengetahuan dasar yang harus dikuasai atau diketahui dalam membuat suatu rancangan bahan, diantaranya adalah:
(a) tanda-tanda pola,
(b) arah serat bahan, ,
(c) motif bahan, dan
(d) model pakaian


Arah panah
Menunjukkan arah benang panjang kain.
Pola yang bertanda panah ini harus
diletakkan menurut panjang kain.
Garis zig-zag
Menunjukkan kerutan Pada tempat yang bertanda ini harus dikerut
Garis kembar (paralel)
Garis batas pemotongan atau
pemisahan
Setrip, setrip
Garis tanda lipatan, untuk dirangkap
jadi satu
Setrip, titik
Menunjukkan garis tanda lipatan,
namun tidak untuk dirangkap jadi
satu
Menunjukkan lipit
Pada tempat yang bertanda ini harus
dilipit
Garis serong-serong
Tanda bagian yang harus terbuat
dari kain serong
Garis setengan lingkaran
Tanda bagian yang harus dirapatkan
menjadi satu

0 komentar:

PERISTILAHAN/GLOSSARY Kursus Menjahit

PERISTILAHAN/GLOSSARY Kursus Menjahit

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
"PERISTILAHAN/GLOSSARY kursus Menjahit"

Kampuh  :  Lebar guntingan atau jarak menggunting dari garis pola bagian
pinggiran kain yang merupakan tempat untuk menggabung
kain yang satu dengan kain yang lain.
Kelim  : Penyelesaian tepi kain untuk menghilangkan bagian yang
bertiras
Kumai  : Kain serong yang dibuat untuk melapisi pinggiran kerah dan
sebagainya guna menutupi tiras
Lungsin  :  Benang yang membujur lurus sepanjang kain dalam blok
Marker  : Teknik merancang bahan skala besar/industri
Pakan  : Benang yang melintang pada lungsin
Pias  : Garis hias atau sambungan berupa lajur yang disambung dari
atas  sampai ke bawah.
Rompok  : Kain serong untuk membalut kain, seperti pada garis leher,
ujung lengan,  ataupun tempat lain

0 komentar:

Cara Kursus Menjahit Navita

Cara Kursus Menjahit Navita

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
"Cara Kursus Menjahit Navita"

1.  Alat
Pada Kegiatan Belajar alat-alat yang digunakan, adalah sebagai berikut.
a.  Mesin Jahit
-  Digunakan untuk menjahit uji coba.
-  Penggunaan mesin jahit 
b.  Kapur Jahit
Kapur jahit yang digunakan sebaiknya sewarna dengan bahan yang akan
dipotong.
c.  Jarum Jahit
Jarum jahit tangan digunakan untuk menjelujur bahan.
d.  Menggunting
-  Gunting kain digunakan pada uji coba menggunting bahan.
-  Pilihlah gunting kain yang tajam.
e.  Penggaris
Penggaris digunakan untuk membuat uji coba saku, dan memindahkan
garis-garis pola.
f.  Pita Ukur
Untuk mengukur panjang dan letak saku. 
g.  Jarum Pentul
Digunakan untuk menyemat bahan-bahan uji coba.
h.  Setrika 
Digunakan untuk menyetrika bahan-bahan uji coba.

2.  Bahan
Bahan yang digunakan pada kegiatan ini adalah sebagai berikut.
a. Kain, kain digunakan untuk meletakkan pola dan membuat uji coba.
b. Benang, dibuat untuk menjahit bahan uji coba dan unyuk menjelujur.
c. Fusible, digunakan untuk membuay uji coba saku.

3. Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Kursus Menjahit Navita

a. Gunakan kursi yang tidak terlalu tinggi atau rendah untuk bekerja. 
b. Mata jangan terlalu dekat dengan mesin jahit.
c. Penerangan ruang kerja harus cukup terang.
d. Tempatkan limbah pada tempat sampah.


4.Langkah Kerja  di kursus Menjahit Navita


a. Meletakkan Pola di  Atas Bahan

1) Metakkan pola pada bahan tenunan polos
a) Lipat bahan menurut arah memanjang, semat sisi-sisinya atau diberi
pemberat.
b) Letakkan pola pada badan belakang, sesuai arah serat. 
- Perhatikan arah serat bahan.
- Arah serat bahan pada pola harus sejajar dengan tepi bahan
- Beri kampuh (lihat Kegiatan Belajar di kursus Menjahit Navita).
- Pola disemat.
c) Letakkan pola badan muka, sesuai arah serat. Pola boleh diletakkan
terbalik.
- Perhatikan arah serat bahan pada  pola harus sejajar dengan tepi
bahan. 
- Pola disemat.
d) Letakkan pola ban pinggang, beri kampuh, semat bagian tepi pola.
e) Letakkan pola-pola saku, beri kampuh, semat pada tengah pola.

2) Meletakkan pola pada bahan tenunan kepar.

Pola tidak boleh diletakkan bolak-balik.
a) Lipat bahan menurut panjang kain, semat atau diberi pemberat.
b) Letakkan pola badan belakang sesuai arah serat.
-  Perhatikan arah serat bahan pada pola harus sejajar dengan  tepi
bahan.
-  Beri kampuh. 
-  Semat bagian tepi pola.
c) Letakkan pola badan muka searah pola badan belakang.
- Pola badan muka berhempitan.
- Beri kampuh.
- Semat bagian tepi pola.
d)  Letakkan pola ban pinggang, beri kampuh, semat bagian tengah pola.
e)  Letakkan pola-pola saku, beri kampuh, semat bagian tengah pola.
(Lihat di kursus Menjahit Navita).

3)  Meletakkan pola pada bahan bercorak kotak atau garis.

a)  Lipat bahan menurut panjang kain.
Perhatikan motif bagian atas dan bagian bawah harus bertemu. 
b)  Letakkan pola badan belakang sesuai arah serat.
-  Perhatikan jatuhnya garis pinggang, panggul, lutut dan kaki harus
terletak pada corak yang sama dengan pola badan belakang.
-  Semat bagian tepi pola. 
c)  Letakkan pola badan muka sesuai arah serat.
d)  Letakkan pola ban pinggang, perhatikan corak bahan harus
bersambungan. 
e)  Letakkan pola-pola saku, semat bagian tengah pola.
f)  Beri kampuh masing-masing pola, semat bagian tengah pola. (Lihat
kursus menjahit navita).

b.  Menggunting Bahan

Cara mengunting bahan sebagai berikut.
1)  Letakkan tangan kiri di atas bahan di sebelah kiri bagian yang sedang
digunting. 
2)  Bahan tidak boleh diangkat ketika menggunting. 
3)  Menggunting mulai dengan pola yang besar kemudian yang lebih kecil.
(Lihat kursus menjahit navita).


c.  Memberi Tanda/Memindahkan Garis Pola pada Bahan

1)  Memindahkan garis-garis pola dengan menggunakan kapur jahit. 
a)  Gunakan penggaris lurus sebagai alat bantu. 
b)  Letakkan penggaris pas pada garis pola. 
c)  Tekan penggaris garislah bagian atas dan bawah bahan dengan kapur
jahit.
d)  Kerjakan untuk semua garis-garis pola.


2)  Memindahkan garis pola dengan jelujur renggang 
a)  Siapkan benang dan jarum, benang dimasukkan berjumlah dua helai. 
b)  Setik garis-garis pola tersebut dengan setik jelujur seperti di bawah ini.
c)  Tarik perlahan-lahan kedua bahan celana, gunting bagian tengahnya.
(Lihat Kursus Menjahit Navita).

0 komentar:

Menggunting Bahan di Kursus Menjahit Navita

Menggunting Bahan di Kursus Menjahit Navita

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
"Menggunting Bahan di Kursus Menjahit Navita"

Kegiatan menggunting dikerjakan setelah semua pola diletakkan pada
bahan dan diberi tanda sesuai dengan bagian-bagian pola tersebut. Dalam
kegiatan ini gunting yang dipergunakan harus tajam.

Memberi Tanda/Memindahkan Garis Pola pada Bahan

Ada beberapa cara memindahkan garis pola pada bahan. Untuk
memindahkan garis pola pada bahan dalam membuat celana menggunakan 2
(dua) teknik, yaitu :
a.  memindahkan garis pola secara langsung/menggunakan kapur jahit,
b.  menggunakan tusuk jelujur renggang.

Tanda-tanda pola yang harus dipindahkan adalah: 
1)  tepi pola,
2)  tanda lipit/plori dan kupnat,
3)  batas pinggang dan panggul, lutut dan kaki,
4)  garis lipatan celana,
5)  batas saku.


Membuat Kampuh pada Celana

Kampuh yang dapat diterapkan pada celana ada 2, yaitu:
a.  kampuh sarung,
b.  kampuh pipih.
Kampuh sarung dikerjakan pada bagian sisi luar celana.
Kampuh pipi dikerjakan pada bagian pesak.

5.  Membuat Saku
Ada 2 macam saku yang umum dibuat pada celana, yaitu:
(1) saku sisi, dan
(2) saku belakang celana. 

 Membuat Belahan Celana

Belahan celana yang akan dibuat adalah belahan  gulbi. Posisi belahan  gulbi adalah kiri menutup kanan.

0 komentar:

Meletakkan Pola di Atas Bahan di Kursus Menjahit Navita

Meletakkan Pola di Atas Bahan di Kursus Menjahit Navita

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
"Meletakkan Pola di Atas Bahan di Kursus Menjahit Navita"

Untuk meletakkan pola pada bahan diperlukan meja yang luas, kata
dan licin agar bahan dapat digelar keseluruhan dan bahan tidak mudah
terkait. Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada waktu meletakkan pola
pada bahan adalah sebagai berikut.

a.  Tenunan kain

-  Untuk tenunan kain polos diletakkan bolak-balik.
-  Untuk tenunan kain kepak pola diletakkan searah.

b.  Corak bahan

Corak bahan untuk bahan celana adalah kotak dan garis. Untuk bahan
berkotak/bergaris; kotak/garis harus simetris pada pakaian.

c.  Arah benang bahan

Arah benang bahan harus lurus 

d.  Tanda-tanda pola

Tanda pola memberikan informasi bagaimana pola itu diletakkan dan
berapa kali pola itu harus dipotong, selebihnya bisa ditanyakan pada pengajar di kursus menjahit navita.

0 komentar:

Menyiapkan Bahan di Kursus Menjahit Navita

Menyiapkan Bahan di Kursus Menjahit Navita

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
"Menyiapkan Bahan di Kursus Menjahit Navita"

Bahan disiapkan sebelum pola diletakkan. Tujuan menyiapkan bahan
adalah agar jatuhnya celana pada badan baik dan bentuknya tidak berubah
setelah dipakai dan dicuci.
Ada beberapa cara dalam menyiapkan bahan, antara lain sebagai berikut.

1)  Meluruskan benang pada ujung bahan
Untuk bahan celana, cara meluruskan tenunannya adalah dengan menarik
sehelai benang pakan dari tepi ke tepi, kemudian digunting.
Untuk bahan celana bermotif kotak atau garis, cara meluruskannya adalah
dengan mengikuti corak bahannya.

2)  Meluruskan tenunan
Ada 2 cara meluruskan tenunan, yaitu sebagai berikut.
a)  Menarik-narik tenunan menurut
serong kain.
b)  Manarik-narik tenunan agar sudut-
sudut bahan bertenun dan tepi-tepi
memanjang maupun  melebar dapat
bertumpukan dengan rapi.

3)  Merendam kain
a)  Bahan dilipat 2 memanjang di tengah-tengah tenunan sehingga kedua
tepi tenunan bertumpukan dan sudut-sudut bertemu.
b)  Dua lapis bahan dijelujur pada tepi memanjang dan melebar.
c)  Lipat-lipat renggang, tepinya jangan ditekan. 
d)  Rendam.
e)  Angkat bahan dan rentangkan di atas meja, tarik-tarik perlahan.
f)  Dengan arah serong sampai letak tenunan menjadi lurus, bahan tidak
bergelombang.


Penyusutan dan Melicinkan Tenunan di Kursus Menjahit Navita

Penyusutan bahan celana dikerjakan bersama dengan cara melicinkan
permukaan tenunan. Caranya sebagai berikut.
1)  Letakkan bahan atau kain di tempat datar dengan arah memanjang.
2)   Semprot bahan tersebut dengan semprotan air dengan rata.
3)  Letakkan bahan tipis berwarna putih atau sewarna dengan bahan di atas
bahan celana.
4)  Setrika dengan temperatur panas, arah setrika menurut arah memanjang.
5)  Ulangi sekali lagi, semprotkan air di atas kain putih hingga rata.
6)  Setrika kembali hingga rata menurut arah panjang kain.


Melipat Bahan Menurut Arah Lungsin di Kursus Menjahit Navita
Melipat bahan dikerjakan setelah dilakukan penyusutan dan melicinkan
tenunan. Caranya sebagai berikut.
1)  Bentangkan bahan di atas meja datar.
2)  Lipat bahan dengan arah memanjang menjadi dua.
3)  Ratakan bahan sampai ke bagian tepi.
4)  Bahan disemat atau diberi pemberat bagian-bagian tepinya.
5)  Untuk bahan kotak, motif kotak bagian atas dan bawah harus bertemu.

0 komentar:

Kursus Menjahit Navita Merancang Bahan Secara Global

Kursus Menjahit Navita Merancang Bahan Secara Global

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
"Kursus Menjahit Navita Merancang Bahan Secara Global"

Pada umumnya bahan atau kain untuk membuat celana mempunyai
lebar 150 cm.
Untuk merancang bahan s ecara global celana perlu disiapkan ukuran-
ukuran model. Ukuran-ukuran tersebut adalah sebagai berikut.
-  Panjang celana.
-  Tinggi duduk.
-  Lingkar pingang.
-  Lingkar panggul.
1)  Merancang bahan untuk badan normal
Caranya sebagai berikut di Kursus Menjahit Navita.
Panjang celana + kampuh pinggang (1 cm) + kelim (6) cm + 2x lebar ban
pinggang + 2 kampuh
Misalnya panjang celana 95 cm
Kebutuhan bahan  = 95 cm + 1 cm + 6 cm + (2x3) + (2x1)
        = 96 + 6 + 6 + 2
        = 110 cm
2)  Merancang bahan celana untuk badan besar
Caranya sebagai berikut di Kursus Menjahit Navita.
Panjang celana + kampuh pinggang + kelim + 2x (kampuh sisi + kampuh
pesak) + 2x (lebar ban pinggang) + 2x (kampuh ban pinggang) + tinggi
duduk.
Misalnya panjang celana 95 cm
Kebutuhan bahan  = 95 + 1 + 6 + 2(4) + 2(3) + 2(1) + 27
        = 145 cm
 

0 komentar:

Copyright © 2016 Kursus Menjahit.