Analisa Pendatang Baru

Analisa Pendatang Baru

    Meningkatnya tren konsumsi air minum dalam kemasan membuat industri AMDK selalu mengalami pertumbuhan setiap tahunnya dan berkembang dengan pesat. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengusaha yang yang ingin berkecimpung ke dalam industri AMDK maupun bagi para pengusaha atau perusahaan yang sudah eksis di dalam industri trsebut. Fenomena tersebut dapat dibuktikan dengan kemunculan merek-merek baru namun dengan produsen yang sudah tidak asing lagi, seperti Danone. Selain mengeluarkan Aqua, Danone juga mengeluarkan merek Vit yang memiliki harga di bawah Aqua. Langkah ini dilakukan untuk menguasai seluruh segmen yang ada, baik menengah ke atas maupun menengah ke bawah. Menurut asosiasi Produsen Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Aspadin), di tahun 2006 ada 480 perusahaan AMDK, tetapi yang berproduksi hanya 350, dengan 165 di antaranya tergabung dalam Aspadin dan hingga kini ada kurang lebih 600 merek AMDK yang aktif di dalam industri
.






Gambar 3.4 Perkembangan jumlah perusahaan AMDK
Kapasitas penjualan industri ini juga terus meningkat setiap tahunnya, pada tahun 2001 Aspadin mencatat penjualan AMDK mencapai 5,4 miliar liter seperti dapat dilihat pada table di bawah ini:

Tahun    2001    2002    2003    2006
Kapasitas    5,4 miliar    7,1 miliar    8,1 miliar    12 miliar
Pertumbuhan    -    31,5%    14,1%    10%
Data: Aspadin
Tabel 3.2 Kapasitas Penjualan Air Minum

Tabel di atas menggambarkan banyaknya pasar yang belum terbuka, sehingga masih banyak pasar potensial yang dapat dikembangkan melihat pertumbuhan dan optimisme yang digambarkan Aspadin.
    Berikut ini adalah komponen-komponen penting yang menjadi pertimbangan perusahaan yang ingin memasuki industri AMDK, antara lain:
1.    Loyalitas konsumen
Konsumen dalam industri ini pada umumnya tidak memiliki loyalitas terhadap salah satu merek saja, mereka tidak akan keberatan untuk mengganti untuk mengkonsumsi merek lain apabila merek yang biasa mereka konsumsi sedang tidak tersedia di pasar. Pertimbangan konsumen dapat dipengaruhi oleh kualitas air yang semakin berubah pandangannya serta harga yang ditawarkan merek pesaing. Rendahnya tingkat loyalitas konsumen terhadap suatu merek merupakan keuntungan bagi pemain baru yang ingin bersaing dalam industri AMDK.


2.    Teknologi
Banyak teknologi yang dapat diaplikasikan untuk melakukan proses pemurnian air mulai dari reverse osmosis (RO), distilasi, ionisasi, dan proses lainnya tentu saja mempermudah akses para pemain baru yang ingin masuk ke dalam industri AMDK, apalagi alat-alat yang disebut sudah diperjual-belikan secara bebas dan banyak juga yang menyediakan paket melalui internet. Kemudahan akses terhadap teknologi ini tentu saja semakin membuat keinginan para pengusaha yang ingin bersaing semakin besar.x
3.    Distibusi
Distribusi merupakan salah satu komponen yang sangat mempengaruhi harga jual dari suatu produk AMDK, bahkan biaya distribusi memiliki bagian yang cukup besar dalam struktur biaya suatu perusahaan. Distribusi juga merupakan kunci dari ketersediaan suatu merek di produk. Salah satu ukuran besar atau kecilnya suatu merek adalah ketersediannya di pasar, dan bagi pemain baru, distribusi adalah hambatan yang harus dihadapi dan dicarikan solusi terbaik agar produk yang digarap dapat mudah didapat oleh konsumen. Dengan begitu maka penetrasi pasar akan lebih baik.
4.    Akses terhadap sumber
Sumber yang diperlukan untuk perusahaan baru tentu saja adalah air, galon dan atribut lainnya. Untuk sumber air maka bukanlah hal yang sulit untuk didapat karena tersebarnya sumber air. Selain mendapatkan air melalui pegunungan atau air tanah, maka perusahaan juga dapat mendapatlkan air dari perusahaan yang menjual air pegunungan dalam kapasitas truk. Pilihan ini tentu saja mempermudah pengusaha untuk mendapatkan sumber air pegunungan. Selain air sumber penting lainnya adalah galon, botol atau gelas yang digunakan sebagai wadah. Perusahaan juga dapat memiliki banyak pilihan dalam menentukan penggunaan galon. Hal ini dapat terjadi karena banyaknya perusahaan spesialis yang dapat menyediakan segala kebutuhan produksi mulia dari galon, segel, tutup galo dan tisu. Kemudahaan pengusaha dalam mendapatkan sumber juga merupakan salah satu alasan ketertarikan mereka dalam industri ini.
5.    Peraturan pemerintah
Penghapusan PPnBM dari 10% menjadi 0%. Keputusan pemerintah ini diharapkan dapat meringankan masyarakat untuk mendapatkan air minum dalam kemasan, namun dampak lain yang muncul adalah semakin besarnya keinginan para pengusaha untuk masuk ke dalam industri AMDK.

3.2.3. Analisa Produk Pengganti
Dalam sudut pandang produk pengganti dari industri AMDK adalah perusahaan yang bergerak dalam industri Air Minum Isi Ulang (AMIU) dan tentu saja air masak rumah itu sendiri.
Mudahnya mengidentifikasi produk air minum secara fisik, menjadi banyak perusahaan yang bermain di industri AMDK. Banyaknya waktu dan modal yang diperlukan menjadikan halangan bagi beberapa perusahaan. Maka dari itu, pengisian air minum dalam kemasan dengan cara isi ulang (AMIU) menjadi alternatif bagi konsumen sekaligus ancaman bagi pemain di industri AMDK khususnya untuk kemasan galon.
Kelebihan pada industri AMIU adalah kemudahan dalam melakukan pengisian galon, dimana konsumen tidak diharuskan untuk membeli galon baru apabila ingin mengisi galonnya dengan air isi ulang. Konsumen bisa langsung menggunakan galon merek apa saja yang terdapat pada rumah mereka, karena depo isi ulang menerima galon merek apa saja untuk diisi ulang. Selain itu keunggulan darin depo isi ulang tentu saja harga yang jauh di bawah produk dari industri AMDK. Hal ini menjadi penarik bagi beberapa kalangan yang merasa harga merupakan acuan mereka dalam memilih suatu produk.
Namun dengan semakin maraknya isu-isu kesehatan dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan serta kualitas air yang dikonsumsi, industri AMIU semakin diragukan mengingat proses yang dilalui begitu sedikit, sehingga kandungan air isi ulang tidak baik bagi kesehatan. Hal ini terlihat dengan banyaknya depo isi ulang yang gulung tikar.
Produk pengganti lain air minum dalam kemasan ukuran galon pada konsumen perumahan tentu saja adalah air masak. Konsumen akan dengan mudah berganti kepada air masak apabila air minum yang biasa dikonsumsinya sedang habis dan belum mendapat ganti. Perubahan konsumsi ini memang hanya bersifat sementara sampai konsumen tersebut mendapatkan kembali air minum yang bisa digunakan, mengingat kualitas air minum masak yang tidak terjamin bersih dari bakteri dan kandungan yang berada di dalamnya.

3.2.4. Analisa Pemasok
    Dibutuhkan beberapa pemasok untuk memproduksi sebuah air minum dalam kemasan, baik dari segi produk maupun tenaga kerja yang dibutuhkan pada prosesnya. Berikut ini adalah detail dari input yang dibutuhkan perusahaan apabila memutuskan untuk masuk ke dalam industri AMDK khususnya ukuran galon:
3.2.4.1. Pasar tenaga kerja:
•    Staff produksi
Dalam memproduksi AMDK perusahaan membutuhkan tenaga kerja untuk melakukan proses produksi mulai dari pengolahan air, proses pengisisan, proses pengemasan sampai pada tahap kendali kualitas. Hal ini wajib dipenuhi setiap produsen air minum apabila menginginkan produk yang dijualnya dapat memenusi standart kualitas dan dapat diterima oleh konsumen air minum. Dalam memilih yenaga kerja pada tahap ini, perusahaan tidak memerlukan tenaga kerja dengan tingkat pendidikan yang tinggi, karena tenaga kerja yang terlibat pada pross produksi cukup diberikan pelatihan agar mengerti pekerjaan yang harus dilakukan. Hal ini tentu saja meringankan para pengusaha karena tenaga kerja yang tersedia pada pasar tenaga kerja di Indonesia mayoritas dipenuhi oleh tenaga kerja jenis seperti ini, sehingga gaji dan tanggungan lainnya relatif tidak tinggi.
•    Administrasi
Perusahaan tentunya membutuhkan tenaga kerja yang bertugas untuk melakukan pencatatan terhadap segala kegiatan operasionalnya, mlai dari produk masuk, proses produksi sampai produk keluar pabrik. Hal ini diperlukan agar perusahaan dapat memiliki dokumen dari kegiatan tersebut yang dapat digunakan sebagai alat pemeriksaan silang antara aktual dengan pencatatan dalam buku. Baik pemeriksaan jumlah persediaan bahan baku, jumlah persediaan barang siap jual ataupun jam kerja tenaga kerja itu sendiri. Pada bagian ini pegusaha juga tidak memerlukan tenaga kerja yang memiliki tingkat pendidikan yang tinggi, Karena pada tahap ini pekerja juga tidak memerlukan kemampuan khusus, yang diperlukan hanyalah kerapihan, ketekunan dan kedisiplinan dalam mengawasi kegaiatan perusahaan.
•    Staff distribusi
Setelah selesai diproduksi perusahaan tentu saja perlu untuk menjual produk air minum ke konsumen. Namun sebelum sampai ke tangan konsumen produk harus didistribusikan oleh perusahaan agar mendekat dan masuk ke pasar. Pada proses distribusi inilah diperlukan staff distribusi untuk menyebar produk tersebut sampai ke tangan konsumen. Perusahaan juga tidak memerlukan staff distribusi yang memiliki tingkat pendidikan tingggi dengan kemampuan khusus tertentu.

3.2.4.2. Pasar bahan baku
•    Air
Air tentu saja merupakan bahan baku utama apabila perusahaan ingin menjual air minum dalam kemasan. Pada praktiknya pemain baru tentu saja akan kesulitan apabila mereka ingin menggunakan mata air pegunungan dalam proses produksinya, karena selain sudah dikuasainya mata air pegunungan oleh perusahaan-perusahaan besar yang sudah lama bermain dalam industri AMDK, izin dari pemerintah untuk mengelola mata air bukanlah masalah murah dan sepele untuk dihadapi. Perusahaan tentu saja harus megeluarkan biaya yang besar untuk mendapatkan izin pengelolaan tersebut.
Namun hal ini tidak membuat surut minat para calon pemain baru industri AMDK, hal ini dikarenakan banyaknya perusahaan-perusahaan penjual air mentah yang menjual air dari mata air pegunungn dalam kapasitas satu truk sekali pemesanan. Sehingga tanpa harus menunggu lama dan mengeluarkan biaya yag besar untuk mendapatkan izin pengelolaan mata air, pengusaha sudah bisa mendapatkan air dari mata air peunungan yang bisa langsung diproses untuk selanjutnya dijual-belikan.
•    Teknologi mesin
Setelah mendapatkan air mentah yang siap diproses, pengusaha tentu saja membutuhkan mesin untuk melakukan proses pemurnian. Semakin majunya teknologi seperti yang terjadi sekarang ini semakin mempermudah pengusaha untuk memulai bisnis AMDK, karena banyaknya teknologi yang dapat diaplikasikan untuk melakukan proses pemurnian air dan sudah dijual dengan bebas dengan variasi harga yang beragam sesuai dengan kapasitas produksi perharinya. Teknologi yang umumnya banya diperdagangkan sekarang ini antara lain:
a.    Reverse osmosis
b.    Distilasi
c.    Penyaringan
d.    Ozonisasi
e.    Metode UV
f.    Penyulingan
Metode-metode di atas merupakan metode yang marak digunakan saat ini. Setiap metode memang memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri-sendiri, akan tetapi yang paling populer saat ini digunakan oleh para pengusaha baru adalah teknologi reverse osmosis.
•    Plastik
Setelah mendapatkan air murni dari proses pemurnian, pengusaha tentu saja memperlukan wadah sebagai kemasannya. Banyak material yang dapat digunakan sebagai kemasan, namun yang utama digunakan adalah kemasan dari material pelastik. Bahan baku dari plastic yang digunakan sendiri beragam antara lain adalah polyethyl terephthalate (PET) dan polycarbonate (PC). Kedua material dasar ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Salah satunya adalah bahan PET yang mudah kusam namun lentur dan tidak mudah pecah, lalu bahan PC yang kuat, namun kaku dan mudah pecah. Material pelastik digunakan mulai dari pembuatan galon, segel galon, dan tutup galon.
Calon pengusaha air minum tidak perlu membeli sendiri biji pelastik lalu memproses untuk dibentuk sesuai dengan keinginan, kafrena banyaknya perusahaan spesialis yang sudah berdiri cukup lama yang mampu menyediakan segala kebutuhan produksi mulai dari galon, botol, gelas, tutup, segel dan kebutuhan-kebutuhan lainnya. Hadirnya perusahaan spesialis seperti ini tentu saja meringankan calon pengusaha untuk memulai bisnis AMDK karena caon pengusaha tidak memerlukan investasi yang lebih besar untuk memproduksi kebutuhan produknya.
•    Tisu steril
Menjual ukuran galon, pengusaha juga harus memikirkan komponen tambahannya yaiut tisu steril. Untuk mendapatkan tisu steril pengusaha uga tidak memerlukan investasi tamahan untuk membuat tisu, karena seperti halnya pelastik, tisu steril juga dapat diperileh melalui pengusaha-pengusaha spesialis yang dapat memenuhi kebutuhan perusahaan.
•    Stiker
Memproduksi stiker galon pengusaha cukup memberikan desain stiker yang diinginkan kepada perusahaan percetakan yang mampu memproduksi stiker galon. Percetakan yang dipilih juga harus memahami kebutuhan spesifikasi stiker galon, karena stiker galon harus anti gores dan tahan air untuk memperpanjang waktu pemakaian.

3.2.5. Analisa Pembeli
Meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan menjadikan meningkatnya permintaan akan air minum yang bersih dan menyehatkan. Air Minum Dalam Kemasan sering dipersepsikan masyarakat sebagai air minum yang terjamin bersih dan menyehatkan. Maka dari itu, banyak konsumen yang memilih Air Minum Dalam Kemasan untuk kebutuhan air minum sehari hari dibandingkan dengan air yang dimasak. Hal ini dapat tercermin dari peningkatan konsumsi air minum dalam kemasan yang dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
TAHUN
KONSUMSI (000 LITER)
2001    2.675.887
2002    2.943.476
2003    3.237.824
2004    3.561.606
2005    3.917.767

Tabel 3.3 Konsumsi Air Minum Dalam Kemasan
Peningkatan konsumsi air minum dalam kemasan ini juga dipengaruhi oleh semakin buruknya kualitas air tanah yang dipengaruhi oleh pencemaran serta belum optimalnya pasokan air PDAM. Di dalam industri ini, konsumen dibagi menjadi tiga jenis. Pertama, konsumen yang loyal dengan suatu merek tertentu karena merek tersebut merupakan pemain lama dalam industri ini. Kedua, konsumen yang mempertimbangkan harga sebagai alasan membeli produk AMDK. Buyer power pada industri AMDK jenis konsumen ini dipengaruhi oleh price elasticity of demand. AMDK termasuk kategori produk yang elastis terhadap harga. Jika harga produk sebuah merek tersebut naik, maka permintaan konsumen terhadap merek AMDK tersebut akan menurun, karena konsumen akan segera beralih kepada produk AMDK dengan merek lain yag lebih murah. Keelastisitasan ini disebabkan karena kemudahan para konsumen untuk mendapatkan barang subtitusi AMDK. Selain itu, untuk produk AMDK, harga produk telah ditetapkan sebelumnya oleh produsen produk-produk tersebut sehingga tidak dapat dilakukan tawar menawar harga antara para penjual dan konsumen. Sehingga apabila terjadi kenaikan harga, para konsumen tidak dapat melakukan tindakan apapun, kecuali tetap menerima kenaikan harga tersebut atau berpaling pada produk lain.
Jenis ketiga adalah konsumen yang peduli akan kesehatan. Konsumen jenis ini tidak mempertimbangkan harga sebagai alasan untuk membeli AMDK karena mereka mempertimbangakan kualitas air atau kandungan yang ada dalam AMDK yang bisa mempengaruhi kondisi tubuh.

3.2.6. Kesimpulan
    Dari pembahasan lima kekuatan bersaing di atas, maka dapat disimpulkan:
•    Industri AMDK sudah memiliki pemain yang cukup banyak yaitu sekitar 600 merek yang aktif dalam industri ini. Hal ini mengindikasikan konsentrasi dalam industri ini sudah cukup tinggi.
•    Ancaman dari pendatang baru cukup tinggi mengingat hambatan masuk ke dalam industri ini rukup rendah.
•    Ancaman dari produk substitusi rendah. Dalam industri ini produk substitusi hanya bersifat sementara apabila produk yang  biasa dikonsumsi sedang habis.
•    Kekuatan tawar pembeli bisa dikatakan kuat.
•    Kekuatan yang ada pada pemasok bisa dibilang menengah, hal ini disebabkan oleh banyaknya pemain AMDK dengan banyaknya perusahaan pemasok spesialis. Hal ini menyebabkan kemudahan perusahaan untuk berganti-ganti rekan.
Sehingga agar bisa sukses dalam industri AMDK ini, maka para pengusaha harus bisa mengkombinasikan distribusi yang kuat dengan kuaitas air yang menedepankan kesehatan serta harga yang kompetitif di pasar.

0 komentar:

Copyright © 2016 Kursus Menjahit.