Baju Monyet

Baju Monyet


 Sorry nih ya, lagi senang menggunakan istilah “monyet“. Bukan apa-apa, sepertinya memang terdengar lucu aja kalo saya menyebut istilah ini mungkin sesuai dengan karakter hewannya yang memang lucu dan menggemaskan. Tempo hari saya pernah memposting tentang lebaran monyet. Nahh.. untuk kali ini tentang “baju monyet” nya. 😆

Masa kecil identik dengan busana yang lucu-lucu dan tentunya warna yang terang. Ini semua berlaku buat semua gender, baik itu lelaki maupun perempuan, walau memang gender perempuan lebih spesifik lagi busananya.

Salah satu dari sekian banyak busana atau baju masa kecil yang lucu itu adalah baju monyet. Baju monyet menurut istilahnya adalah baju yang bersambung dengan celananya. Melihat dari jenisnya tentu yang idealnya baju monyet dipakai oleh anak-anak yang mempunyai badan yang “berisi” atau bahasa medisnya, berat sama usia sesuai proporsional. Baju monyet sangat tidak eye catching kalau dipakai oleh anak-anak yang memiliki badan kurus karena nanti akan terlihat seperti cungkring seperti saya. :mrgreen:

Pada perkembangan model selanjutnya, baju monyet tidak hanya dimonopoli oleh anak-anak saja, orang dewasa pun baik pria maupun wanitanya kini banyak juga yang menyukainya. Bila dilihat dari karakter pemakainya, baju monyet sepertinya biasa dipakai oleh orang-orang yang periang dan terbuka ( untuk dewasa ), sedangkan orang-orang yang mempunyai karakter pendiam atau pemalu, sangat kecil kemungkinan mau menggunakan baju model ini.

Selain dipakai oleh orang-orang yang periang, baju monyet juga dipakai oleh orang yang tingkat kepercayaan dirinyanya tinggi. Kalau anda orang yang nggak pedean, sebaiknya dihindari pemakaian baju model ini karena nantinya akan membuat ketidaknyamanan pada diri anda.

Nahh… bila anda cowok/cewek yang mempunyai tubuh yang proporsional, berkarakter periang, serta mempunyai rasa percaya diri yang tinggi ditambah lagi pada masa kecil, anda belum merasakan sensasi baju monyet sekaranglah momennya… ayooo kamu bisa ( pakai baju monyet )

 sumber :  https://capung2.wordpress.com/2013/05/19/baju-monyet/


Comments