BERKARYA SENI RUPA 2 DIMENSI (Pengertian, Unsur dan Objek, Bahan, Medium dan Teknik )

BERKARYA SENI RUPA 2 DIMENSI (Pengertian, Unsur dan Objek, Bahan, Medium dan Teknik )

baju jahit, batik, belajar, guru, indonesia, jahit, jogja, kaos, kebaya, konveksi, kursus, kursus menjahit, les, mesin jahit, obras, private, sekolah, terbaik, usaha, yogyakarta
BERKARYA SENI RUPA 2 DIMENSI (Pengertian, Unsur dan Objek, Bahan, Medium dan Teknik )


apa itu proporsi pada seni digital 2d - Hai-hai Sahabat Pandai Belajar. Pada kesempatan kali ini Pelajar Berilmu akan membahas tentang Berkarya Seni Rupa 2D (Pengertian, Unsur dan Objek, Bahan, Medium dan Teknik, Proses Berkarya). Adapun pelajaran ini termasuk dalam Materi Pembelajaran Kelas X Semester 1 Kurikulum 2013. Kita langsung bahas saja ya Sahabat! Oh iya untuk mempermudah menjelaskan pembahasan kali ini, Pelajar Berilmu memakai inisial PB yaa. Sahabat pasti sudah pernah melihat Karya Seni Rupa 2D. Mungkin juga Sahabat memiliki Seni Rupa 2D di rumah Sahabat. Karya Seni Rupa baik itu 2D atau 3D terbagi menjadi Karya Seni Rupa Terapan dan Karya Seni Murni. Pasti Sahabat udah tahu tentang perbedaan Seni Rupa Terapan dan Murni jika Sahabat masih bingung PB akan jelaskan. Perbedaan Seni Rupa Terapan dan Murni terdapat dalam fungsinya. Pada Terapan memiliki fungsi untuk dipakai sedangkan Murni memiliki fungsi sebagai hiasan atau hanya dinikmati saja. Banyak sekali contoh dari Seni Rupa Terapan dan Murni mungkin Sahabat lebih tahu dari PB. Yuk balik lagi ke Seni Rupa 2D.

Pengertian
Seni Rupa 2 Dimensi adalah karya seni yang hanya memiliki dua dimensi yaitu hanya panjang dan lebar. Berbeda dengan 3D yang memiliki 3 ukuran yaitu panjang, lebar, dan tinggi. Karena karya seni 3D memiliki tiga ukuran maka otomatis karya 3D memiliki volume/ruang. Kalo kita liat dari pengertian masih samar samar ya Sahabat. Ambil contohnya kursi. DIlihat lihat kursi gak ada ruang nya. Tapi dia termasuk karya seni 3D. Aneh kan yaa???. Makanya PB lebih suka menyebut 3D karya seni yang berbentuk bangun ruang ( tidak datar). Sedangkan 2D berbentuk bangun datar.

Unsur dan Objek
Seorang pembuat karya mengolah, memadukan, atau memainkan unsur unsur seni rupa fisik dan non fisik. Keunikan karya seni ini bergantung pada kepekaan atau keahlian dalam memainkan unsur unsur tersebut Sahabat. Nah yang dimaksud dengan unsur fisik adalah unsur yang bisa dirasakan melalui panca indera lebih tepatnya melalui indera melihat dan meraba. Sedangkan non fisik adalah prinsip atau kaidah dalam penggunaan unsur fisik. Lalu apa saja unsur unsur fisik Seni Rupa 2D.

    Garis, garis digunakan untuk membuat suatu bentuk atau bangun baik datar maupun ruang. Garis juga dapat mengekspresikan gagasan. Misalkan garis lurus tebal memberi kesan tegas, garis lengkung tipis memberi kesan lemah. Alat tulis yang digunakan pun berpengaruh dalam memberikan kesan garis.
    Raut, unsur ini adalah tampak/tampilan dari suatu objek. Unsur digunakan untuk memberi kesan ruang pada objek dalam dimensi 2D
    Ruang, unsur ruang pada Karya Seni 2D digunakan untuk memberi kesan 3D/Ruang. Unsur ini dibentuk dengan mengolah intensitas warna, gelap-terang, dan perpsektif.
    Tekstur, unsur tekstur bertujuan untuk menggambarkan struktur permukaan suatu objek yang digambar.
    Warna, warna adalah unsur penting dalam mengekspresikan suatu karya seni rupa 2D. Warna dasar atau primer terdiri dari Merah, Biru, Kuning. Sementara warna lainnya didapat dari pencampuran warna primer atau turunan warna primer.
    Gelap-Terang, Unsur ini terjadi akibat perbedaan intensitas cahaya pada permukaan suatu objek. Perbedaan intensitas ini menimbulkan kesan gelap-terang. Dimana gelap menandakan permukaan yang kurang terkena cahaya dan terang permukaan yang terkena cahaya

Mengenai unsur non fisik atau kaidah terdiri dari kesatuan (unity); keseimbangan (balance) dan irama (rhythm), penekanan, proporsi dan keselarasan. Prinsip-prinsip dasar ini merupakan unsur non fisik yang ada dalam seni rupa.

Medium, Bahan, dan Teknik

    Medium dan Bahan
    Karya seni rupa di dunia ini sangat beragam. Keberagaman ini yang mengakibatkan tiap tiap jenis karya seni rupa 2D membutuhkan benda. Bahan yang digunakan untuk membuat karya seni terbagi menjadi dua yaitu alami sintesis. Bahan alami berasal dari alam. Bahan ini bisa digunakan langsung tanpa melalui proses pengolahan dahulu. Sedangkan sintesis berasal dari proses kimiawi. Menurut jenis nya terbagi menjadi cair, padat, lunak atau keras, dan lain-lain.
    Alat
    Alat yang digunakan pun alat alat yang spesifik dan berbeda tiap jenis karya. Komputer sering digunakan untuk membuat karya. Kemajuan teknologi komputer mempermudah manusia menghasilkan karya seni. Tapi tetap saja kualitas dipengaruhi kemampuan pembuat karya karena komputer tidak lebih dari sebuah alat.
    Teknik
    Teknik digunakan untuk membuat karya seni. Hal ini yang mempengaruhi semua karya seni. Semakin bagus teknik semakin bagus juga hasilnya. Bahan yang sama tetapi ditempa oleh tangan yang berbeda akan beda juga hasilnya. Seperti lukisan Pablo Picasso dengan Leonardo da Vinci akan berbeda tentunya.




 Pengertian Desain dan Pemodelan Grafik

        Arti kata Desain, Model/Pemodelan, Grafis/Grafik sesuai dengan Bahasa Indonesia


a      Desain biasa diterjemahkan sebagai seni terapan, arsitektur, dan berbagai pencapaian kreatif lainnya. Dalam sebuah kalimat, kata "desain" bisa digunakan, baik sebagai kata benda maupun kata kerja. Sebagai kata kerja, "desain" memiliki arti "proses untuk membuat dan menciptakan obyek baru". Sebagai kata benda, "desain" digunakan untuk menyebut hasil akhir dari sebuah proses kreatif, baik itu berwujud sebuah rencana, proposal, atau berbentuk benda nyata.

                 Model/Pemodelan adalah rencana, representasi, atau deskripsi yang menjelaskan suatu objek, sistem, atau konsep, yang seringkali berupa penyederhanaan atau idealisasi. Bentuknya dapat berupa model fisik (maket, bentuk prototipe), model citra (gambar rancangan, citra komputer), atau rumusan matematis.

Grafika/Grafis (dari bahasa Inggris "Graphic") adalah presentasi visual pada sebuah permukaan seperti dinding, kanvas, layar komputer, kertas, atau batu bertujuan untuk memberi tanda, informasi, ilustrasi, atau untuk hiburan. Contohnya adalah: foto, gambar, Line Art, grafik, diagram, tipografi, angka, simbol, desain geometris, peta, gambar teknik, dan lain-lain. Seringkali dalam bentuk kombinasi teks, ilustrasi, dan warna.

Pengertian Desain Grafis

Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Dalam disain grafis, teks juga dianggap gambar karena merupakan hasil abstraksi simbol-simbol yang bisa dibunyikan. disain grafis diterapkan dalam disain komunikasi dan fine art. Seperti jenis desain lainnya, disain grafis dapat merujuk kepada proses pembuatan, metoda merancang, produk yang dihasilkan (rancangan), atau pun disiplin ilmu yang digunakan (disain).

Prinsip dan Unsur Desain Grafis

Pemahaman desain dalam bidang :
    
             Kesenian
    Merupakan bagian dari seni desain dimana desain  merupakan unsur dari seni itu sendiri dan biasanya dalam kesenian apapun sebelum di implementasikan kita dapat membuat desainnya terlebih dahulu agar mendapat hasil yang memuaskan.

            Arsitektur
     Seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam artian yang lebih luas, arsitektur mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan, mulai dari level makro yaitu perencanaan kota, perancangan perkotaan, arsitektur lansekap, hingga ke level mikro yaitu desain bangunan, desain perabot dan desain produk. Arsitektur juga merujuk kepada hasil-hasil proses perancangan tersebut.

     Prinsip Desain Grafis

    Desain grafis juga memiliki prinsip seperti halnya manusia, seseorang dikenal karena prinsipnya, prinsip utama harus ditampilkan dalam sebuah desain grafis sehingga karya tersebut komunikatif, sedangkan unsur yang lainnya ditampilkan sekedar dan tidak mengalahkan unsur utama. Semuanya itu tergantung selera desainer grafis, klien dan khalayak yang menjadi sasaran pesan.


1.       Kesederhanaan
    Hal ini sangat logis demi kepentingan kemudahan pembaca memahami isi pesan yang disampaikan. Dalam penggunaan huruf sebuah berita misalnya. Huruf judul (headline), subjudul dan tubuh berita (body text) sebaiknya jangan menggunakan jenis font yang ornamental dan njilimet, seperti huruf blackletter yang sulit dibaca. Desainer grafis lazim juga menyebut prinsip ini sebagai KISS (Keep It Simple Stupid). Prinsip ini bisa diterapkan dengan penggunaan elemen ruang kosong (white space) dan tidak menggunakan terlalu banyak unsur-unsur aksesoris. Seperlunya saja.

2.      Keseimbangan
     Keseimbangan adalah keadaan atau kesamaan antara kekuatan yang saling berhadapan dan menimbulkan adanya kesan seimbang secara visual. Prinsip keseimbangan ada dua, yaitu: keseimbangan formal (simetris) dan keseimbangan informal.

Keseimbangan formal memberikan kesan sempurna, resmi, kokoh, yakin dan bergengsi. Keseimbangan formal juga menyinggung mengenai konsistensi dalam penggunaan berbagai elemen desain. Semisal wana logo. Dalam desain kartu nama desain dibuat dengan full color (F/C). Tetapi dengan pertimbangan agar desain lebih variatif dan tidak membosankan, maka pada media desain yang berbeda Anda membuat logo tersebut dengan warna duotone. Nah, pada kondisi ini, gagasan variasi desain sebaiknya tidak diperlukan. Apa jadinya kalau logo tersebut adalah logo sebuah produk barang. Konsistensi juga sangat diperlukan sebagai kesan identitas yang melekat pada sebuah merek produk. Kita tidak mau konsumen sampai lupa pada produk yang dijual. Sedangkan keseimbangan informal bermanfaat menghasilkan kesan visual yang dinamis, bebas, lepas, pop, meninggalkan sikap kaku, dan posmodernis.

Untuk menciptakan keseimbangan :

·       Ulangi bentuk tertentu secara berkala, baik secara vertikal maupun horizontal.
·       Pusat elemen pada halaman.
·       Menempatkan beberapa visuals kecil di satu daerah untuk menyeimbangkan satu blok besar                gambar atau teks.
·       Gunakan satu atau dua bentuk aneh dan membuat bentuk biasa.
·       Keringanan teks potong-berat dengan terang, berwarna-warni visual.
·       Meninggalkan banyak spasi besar sekitar blok teks atau foto gelap.
·       Offset besar, gelap foto atau ilustrasi dengan beberapa lembar teks kecil, masing-masing                      dikelilingi oleh banyak spasi.

3.      Kesatuan
         Kesatuan adalah kohesi, konsistensi, ketunggalan atau keutuhan, yang merupakan isi pokok dari komposisi. Contohnya adalah ilustrasi, garis dan teks diberi raster sehingga memberikan kesan kesatuan terhadap pesan yang dimaksud.

Untuk membuat persatuan:

·       Gunakan hanya satu atau dua typestyles dan berbeda ukuran atau berat untuk kontras seluruh                publikasi, presentasi, atau situs web.
·       Konsisten dengan jenis font, ukuran, dan gaya untuk judul, subheads, keterangan, headers,                   footers, dll di seluruh publikasi, presentasi, atau situs web.
·       Menggunakan palet warna yang sama di seluruh.
·       Mengulang warna, bentuk, atau tekstur yang berbeda di seluruh wilayah.
·       Pilih visuals yang berbagi serupa warna, tema, atau bentuk.
·       Memperderetkan foto dan teks yang sama dengan grid baris.


4.       Penekanan (aksentuasi)
     Penekanan dimaksudkan untuk menarik perhatian pembaca, sehingga ia mau melihat dan membaca bagian desain yang dimaksud. Kalau dalam konteks desain surat kabar ini bisa dilakukan dengan memberikan kotak raster atas sebuah berita. Hal ini akan mengesankan pentingnya berita itu untuk dibaca oleh pembaca. Atau juga membesarkan ukuran huruf pada judul berita, sehingga terlihat jauh berbeda dengan berita lainnya. Penekanan juga dilakukan melalui perulangan ukuran, serta kontras antara tekstur, nada warna, garis, ruang, bentuk atau motif.

Untuk membuat penekanan:

·     Gunakan rangkaian merata spaced, persegi di samping foto yang digariskan foto dengan bentuk          yang tidak biasa.
·     Letakkan bagian yang penting dari teks pada sudut melengkung atau sekaligus menjaga semua            jenis yang lainnya di kolom lurus.
·     Gunakan huruf tebal, hitam untuk judul dan jenis subheads ringan teks dan banyak lainnya untuk        semua teks.
·     Tempat yang besar di sebelah gambar kecil sedikit teks.
·     Reverse (gunakan jenis putih) yang utama dari sebuah kotak hitam atau berwarna.
·     Gunakan warna yang tidak biasa atau jenis font yang paling penting untuk informasi.
·     Letakkan daftar yang ingin Anda sorot di sidebar dalam kotak berbayang.

5.       Irama (repetisi)
      Irama merupakan pengulangan unsur-unsur pendukung karya seni. Irama merupakan selisih antara dua wujud yang terletak pada ruang, serupa dengan interval waktu antara dua nada musik beruntun yang sama. Desain grafis mementingkan interval ruang atau kekosongan atau jarak antar obyek. Misalnya jarak antarkolom. Jarak antar teks dengan tepi kertas, jarak antar 10 foto di dalam satu halaman dan lain sebagainya.

Untuk membuat rhythm:

·    Ulangi sejumlah elemen berbentuk mirip, bahkan dengan spasi putih di antara masing-masing,            untuk menciptakan sebuah ritme biasa.
·    Ulangi rangkaian semakin besar elemen yang lebih besar dengan spasi putih di antara setiap ritme       yang progresif.
·    Alternatif gelap, huruf tebal dan ringan, tipis jenis.
·    Alternatif gelap halaman (dengan banyak jenis grafik atau gelap) dengan cahaya halaman (dengan       jenis lebih sedikit dan berwarna muda grafis).
·    Mengulang bentuk yang sama di berbagai bidang sebuah layout.
·    Ulangi elemen yang sama pada posisi yang sama pada setiap halaman yang dicetak penerbitan             seperti newsletter.

6.      Proporsi (Proportion)
     Proporsi termasuk prinsip dasar tata rupa untuk memperoleh keserasian. Untuk memperoleh keserasian dalam sebuah karya diperlukan perbandingan – perbandingan yang tepat. Pada dasarnya proporsi adalah perbandingan matematis dalam sebuah bidang. Proporsi Agung (The Golden Mean) adalah proporsi yang paling populer dan dipakai hingga saat ini dalam karya seni rupa hingga karya arsitektur. Proporsi ini menggunakan deret bilangan Fibonacci yang mempunyai perbandingan 1:1,618, sering juga dipakai 8 : 13. Konon proporsi ini adalah perbandingan yang ditemukan di benda-benda alam termasuk struktur ukuran tubuh manusia sehingga dianggap proporsi yang diturunkan oleh Tuhan sendiri. Dalam bidang desain proporsi ini dapat kita lihat dalam perbandingan ukuran kertas dan layout halaman.

        Unsur Desain Grafis

      Agar desain yang kita hasilkan menarik mata ada beberapa unsur yang harus dipelajari yaitu unsur dalam desain grafis. Semua unsur tersebut tidak harus dimasukkan sekaligus dalam sebuah karya desain karena ada sebagian desain yang menuntut salah satu dari unsur tersebut harus diprioritaskan jadi ada penekanan-penekanan dalam setiap unsur.

1.       Garis (Line)
        Sebuah garis adalah unsur desain yang menghubungkan antara satu titik poin dengan titik poin yang lain sehingga bisa berbentuk gambar garis lengkung (curve) atau lurus (straight). Garis adalah unsur dasar untuk membangun bentuk atau konstruksi desain. Di dalam duni a komunikasi visual seringkali kita menggunakan dotted line, solid line, dan garis putus-putus.

2.       Bentuk (Shape)
        Bentuk adalah segala hal yang memiliki diameter tinggi dan lebar. Bentuk dasar yang dikenal orang adalah kotak (rectangle), lingkaran (circle), dan segitiga (triangle).

3.       Tekstur (Texture)
       Tekstur adalah tampilan permukaan (corak) dari suatu benda yang dapat dinilai dengan cara dilihat atau diraba. Yang pada prakteknya, tekstur sering dikategorikan sebagai corak dari suatu permukaan benda, misalnya permukaan karpet, baju, kulit kayu, cat dinding, cat canvas, dan lain sebagainya.

4.       Ruang (Space)
        Ruang merupakan jarak antara suatu bentuk dengan bentuk lainnya, pada praktek desain dapat dijadikan unsur untuk memberi efek estetika desain dan dinamika desain grafis. Dalam bentuk fisiknya pengidentifikasian ruang digolongkan menjadi dua unsur, yaitu obyek (figure) dan latar belakang (background).

5.       Ukuran (Size)
        Ukuran adalah unsur lain dalam desain yang mendefinisikan besar kecilnya suatu obyek. Dengan menggunakan unsur ini Anda dapat menciptakan kontras dan penekanan (emphasis) pada obyek desain anda sehingga orang akan tahu mana yang akan dilihat atau dibaca terlebih dahulu.

6.       Warna (Color)
    Warna merupakan unsur penting dalam obyek desain. Karena dengan warna orang bisa menampilkan identitas, menyampaikan pesan atau membedakan sifat dari bentuk-bentuk bentuk visual secara jelas.

         Pemahaman Desain Grafis dalam Karikatur,Kesenian,Arsitektur dan Sistem

1.            Karikatur

          Karikatur materinya selalu membuat setiap orang yang melihatnya tersenyum, setidaknya tersenyum simpul Mengapa demikian, sebab karikatur lebih banyak mengekspresikan kritikkan secara jenaka Kejenakaan dalam kritik membuat pesan lebih mudah diterima atau dicerna audience

            Sayangnya aplikasi karikatur selama ini sangat terbatas। Karikatur seolah hanya menghiasi majalah, koran, tabloid sebagai ilustrasi berita, bahkan sebelumnya terdapat majalah yang khusus menampilkan karya karikatur sosial–politik pun telah tenggelam

         Banyak sebab yang melatarbelakangi stagnasi perkembangan konsep karikatur, sehingga karikatur belum menemukan moment terbaiknya Salah satunya adalah terlalu sempit pemahaman konsep karikatur dalam tujuannya, sehingga terbatas pula aplikasi media yang digunakan Pemahaman konsep karikatur secara sederhana adalah media kritik melalui gambar (ilustrasi) dalam lingkup sosial – politik dan cenderung satire Pemahaman tujuan demikian membuat konsep karikatur tidak mudah diterima audience

          Padahal terdapat kelebihan konsep karikatur yaitu sangat fleksibel dalam mengeksplorasi obyek visual। Obyek dapat di visualisaikan dengan bebas। Obyek karikatur juga sangat beragam mulai binatang, benda atau manusia, dan pesan yang disampaikan relatif luas yaitu terkait kehidupan sosial – politik masyarakat.  Namun terlepas dari itu semua konsep karikatur mempunyai peluang untuk dikembangkan menjadi konsep desain grafis। Dengan karakter jenaka/lucu dan unik sebuah konsep desain grafis dapat mempunyai ruh karikatur। Harus diakui bahwa pakem desain grafis dengan konsep karikatur mempunyai perbedaan, tetapi juga mempunyai persamaan। Dengan adanya persamaan antara karakter desain grafis dan konsep karikatur, maka tidak menutup kemungkinan konsep karikatur dapat dikembangkan ke arah desain grafis, yaitu dapat di sebut menjadi। Konsep Desain (Grafis) Karikatur.


2.           Arsitektur

           Arsiterktur adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam artian yang lebih luas, arsitektur mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan, mulai dari level makro yaitu perencanaan kota, perancangan perkotaan, arsitektur lansekap hingga ke level mikro yaitu desain bangunan.

3.           Kebudayaan

        Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa desain pemodelan grafik adalah sebuah perencenaan bentuk dari obyek yang akan dimanipulasi menggunakan perangkat lunak computer. Banyak sekali manfaat yang bisa kita ambil dari desain pemodelan grafik. Seperti untuk mendesian suatu bangunan,poster dan lain sebagainya. Dan kali ini kita akan membahas manfaat desain pemodelan grafik pada bidang budaya.  Indonesia merupakan Negara yang terkenal keanekaragaman budayanya. Hal ini merupakan daya tarik bagi para wisatawan baik asing maupun domestic. Hampir di setiap daerah memiliki keunikan budaya tersendiri. Sebagai contoh adalah batik yang sudah ditetapkan oleh UNESCO sebagai salah satu warisan dunia.

4.             Sistem

            Pemodelan grafik 2D dan 3D. Grafik komputer 2D adalah sebuah generasi gambar digital berbasis komputer, yang banyak mengambil objek-objek dua dimensi (2D). Model Grafik 2D merupakan kombinasi dari model geometri (juga disebut sebagai grafik vektor), gambar digital (raster graphics), fungsi matematika, dan sebagainya.Grafik 3D merupakan perkembangan dari grafik 2D. Didalam grafika komputer, 3D merupakan bentuk grafik yang menggunakan representasi data geometri tiga dimensi. Suatu objek rangka 3D apabila disinari dari arah tertentu akan membentuk bayangan pada permukaan gambar. Proses pembuatan grafik komputer 3D dapat dibagi ke dalam tiga fase, yaitu 3D modeling yang mendeskripsikan bentuk dari sebuah objek, layout dan animation yang mendeskripsikan gerakan dan tata letak sebuah objek, dan 3D rendering yang memproduksi image dari objek tersebut.

5.           Contoh Pemodelan Grafis :

1.           Kesenian                    : Pembuatan suatu kerangka dalam membuat gambar 3D.
2.           SISFO,Teknologi,IT  : Perancangan dalam membuat sebuah animasi 2D maupun 3D.
3.           Arsitektur                  : Membuat sebuah pemodelan terhadap bangunan yang ingin didirikan.
4.           Budaya                      : Batik merupakan hanya sebagian kecil contoh manfaat desain                                                                 pemodelan grafik pada bidang budaya.

Kesimpulan-nya:

           Desain Grafis masih banyak digunakan dalam bidang apapun ,mungkin itu untuk kesenian , permodelan karikatur untuk animasi ,perancang model untuk arsitektur ,dan juga untuk permodelan dalam sistem .Pada dasarnya desain grafis bisa digunakan dalam segala bidang.

Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang  apa itu proporsi pada seni digital 2d

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang Adibusana

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.

buka mesin jahit : http://fachrizalfaiz.blogspot.co.id/2015/11/pengertian-desain-dan-pemodelan-grafik.html


Comments