3 Jenis Komunikasi Formal Dalam Organisasi

 3 Jenis Komunikasi Formal Dalam Organisasi

baju jahit, batik, belajar, guru, indonesia, jahit, jogja, kaos, kebaya, konveksi, kursus, kursus menjahit, les, mesin jahit, obras, private, sekolah, terbaik, usaha, yogyakarta
 3 Jenis Komunikasi Formal Dalam Organisasi

ciri ciri komunikadi formal - Menurut Gibson et al. (1997) terdapat tiga jenis komunikasi formal dalam organisasi, yaitu : komunikasi horizontal, komunikasi diagonal, dan komunikasi vertikal.

1. Komunikasi horizontal (komunikasi lateral/menyamping)

Komunikasi horizontal merupakan bentuk komunikasi secara mendatar dimana terjadi pertukaran pesan secara menyamping dan dilakukan oleh dua pihak yang mempunyai kedudukan sama, posisi sama, jabatan se-level, maupun eselon yang sama dalam suatu organisasi. Menurut Daft (2003), komunikasi bentuk ini selain berguna untuk menginformasikan juga untuk meminta dukungan dan mengkoordinasikan aktivitas. Komunikasi horizontal diperlukan untuk menghemat waktu dan memudahkan koordinasi sehingga mempercepat tindakan (Robbins, 2001). Kemudahan koordinasi ini menurut Liaw (2006) disebabkan adanya tingkat, latar belakang pengetahuan dan pengalaman yang relatif sama antara pihak-pihak yang berkomunikasi, serta adanya struktur formal yang tidak ketat.

2. Komunikasi diagonal (komunikasi silang)
Komunikasi diagonal merupakan komunikasi yang berlangsung dari satu pihak kepada pihak lain dalam posisi yang berbeda, dimana kedua pihak tidak berada pada jalur struktur yang sama. Komunikasi diagonal digunakan oleh dua pihak yang mempunyai level berbeda tetapi tidak mempunyai wewenang langsung kepada pihak lain. Koontz et al. (1989) mengatakan bahwa komunikasi silang ini tidak mengikuti hirarki organisasi tetapi memotong garis komando. Komunikasi ini merupakan saluran komunikasi yang jarang digunakan dalam organisasi, namun penting dalam situasi dimana anggota tidak dapat berkomunikasi secara efektif melalui saluran lain. Penggunaan komunikasi ini selain untuk menanggapi kebutuhan dinamika lingkungan organisasi yang rumit, juga mempersingkat waktu dan memperkecil upaya yang dilakukan organisasi (Gibson et al., 1997).

3. Komunikasi vertikal

Komunikasi vertikal adalah komunikasi yang terjadi antara atasan dan bawahan dalam organisasi. Robbins (2001) menjelaskan bahwa komunikasi vertikal adalah komunikasi yang mengalir dari satu tingkat dalam suatu organisasi/kelompok ke suatu tingkat yang lebih tinggi atau tingkat yang lebih rendah secara timbal balik. Dalam lingkungan organisasi atau kelompok kerja, komunikasi antara atasan dan bawahan menjadi kunci penting kelangsungan hidup suatu organisasi. Bahkan menurut Stoner dan Freeman (1994), dua per tiga dari komunikasi yang dilakukan dalam organisasi antara atasan dan bawahan berlangsung secara vertikal, sehingga peran komunikasi vertikal sangat urgen dalam organisasi



Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang  ciri ciri komunikadi formal

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang Cara Mengukur Busana Agar Sesuai Dengan Badan

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.

buka mesin jahit : http://tipsserbaserbi.blogspot.co.id/2015/02/3-jenis-komunikasi-formal-dalam.html

0 komentar:

Cara Mengukur Busana Agar Sesuai Dengan Badan

Cara Mengukur Busana Agar Sesuai Dengan Badan

baju jahit, batik, belajar, guru, indonesia, jahit, jogja, kaos, kebaya, konveksi, kursus, kursus menjahit, les, mesin jahit, obras, private, sekolah, terbaik, usaha, yogyakarta
Cara Mengukur Busana Agar Sesuai Dengan Badan

cara mengukur hem - BAGAIMANA CARA MENGUKUR BUSANA AGAR SESUAI DENGAN BADAN?

    Cara mengambil ukuran baju wanita:

1.     Lingkar badan (LB) : diukur sekeliling badan yang terbesar, ditambah 6 – 8 cm untuk kelonggaran.

2.     Lingkar pinggang (LPi) : diukur sekeliling pinggang ditambah 1 cm. Sebelum diukur, pinggang diikat dengan ban petar.

3.     Lingkar panggul (LPa) : diukur pada sekeliling panggul yang terbesar ditambah 4 cm.

4.     Panjang punggung (PP) : diukur dari tulang leher belakang sampai batas tali pinggang.

5.     Panjang bahu (PB) : diukur dari garis leher tertinggi sampai bahu terendah.

6.     Lebar muka (LM) : diukur dari garis kerung lengan sebelah kiri ke kerung lengan sebelah kanan, lebih kurang 5 cm di bawah garis lekuk leher.

7.     Lingkar kerung lengan : diukur melingkari kerung lengan dengan kelebihan. 1 jari atau ditambah 1 cm.

8.     Panjang lengan : diukur dari pangkal lengan sampai panjang yang dikehendaki.

9.     Panjang rok (PR) : Diukur dari pinggang sampai panjang yang dikehendaki.

10.  Tinggi duduk (TD) : Anak yang diukur harus duduk pada tempat yang datar, lalu diukur dari pinggang sampai batas tempat yang diduduki.

    Cara mengambil ukuran baju laki-laki:

    1.     Panjang kemeja : diukur dari bahu tertinggi ke bawah sampai ruas ibu jari.

    2.     Panjang lengan:

    ·         Lengan pendek : diukur dari ujung bahu atau puncak lengan ke bawah ± 5 cm di atas siku.

    ·         Lengan panjang : diukur dari ujung bahu ke bawah sampai 3 cm di bawah tulang pergelangan.

    3.     Lingkar badan : diukur keliling badan terbesar.

    4.     Lingkar leher : diukur sekeliling leher terendah.

    5.     Lebar punggung : diukur dari ujung bahu kiri ke ujung bahu kanan.

    6.     Rendah bahu : diukur dari tulang leher ke bawah sampai garis pertolongan.

    7.     Panjang punggung : dari ruas tulang leher ke bawah sampai pinggang.

    8.     Rendah punggung : diperoleh dari ukuran kerung lengan dibagi dua, dikurangi 2 cm.




Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang  cara mengukur hem

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang Cara Membuat Bunga Zinnia dari Kantong Kresek

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.

buka mesin jahit : https://lydifashion.wordpress.com/2013/11/27/cara-mengukur-busana-agar-sesuai-dengan-badan/

0 komentar:

Cara Membuat Bunga Zinnia dari Kantong Kresek

Cara Membuat Bunga Zinnia dari Kantong Kresek

baju jahit, batik, belajar, guru, indonesia, jahit, jogja, kaos, kebaya, konveksi, kursus, kursus menjahit, les, mesin jahit, obras, private, sekolah, terbaik, usaha, yogyakarta
Cara Membuat Bunga Zinnia dari Kantong Kresek

cara membuat bunga dari kantong kresek - Bunga Zinnia dari Kantong Kresek Bekas
Lagi, kali ini kami akan berbagi bagaimana cara membuat sekuntum bunga dari kantong kresek alias kantong plastik bekas. Kreasi kali ini adalah bunga zinnia berukuran besar dari kantong kresek berwarna kuning. Cara pembuatannya relatif mudah. Dalam waktu sekitar 10 sampai 15 menit anda akan dapat membuat sebuah bunga zinnia kuning ini.

Ketika anda pulang dari pasar atau warung, seringkali anda diberikan kantong kresek dengan beragam ukuran dan warna. Biasanya kantong plastik ini memang mudah diberikan oleh pedagang karena harganya yang murah dan kuat. Tetapi, sayangnya, karena harganya yang murah dan mudah diperoleh ini, justru kantong kresek bekas dapat menjadi sampah yang mencemari lingkungan sekitar kita. Nah, pemanfaatannya menjadi beragam kerajinan tangan seperti pembuatan bunga zinnia ini mungkin sebagai salah satu alternatif bagi kita untuk turut serta menjaga lingkungan dari tumpukan sampah plastik yang sangat sulit diuraikan oleh mikrobia pembusuk.

Simak apa saja alat dan bahan yang diperlukan untuk pembuatan bunga sederhana yang cantik dari kantong plastik bekas ini serta langkah-langkah membuatnya dengan disertai gambar untuk setiap langkah.


cara membuat bunga zinnia dari kantong plastik bekas
bunga zinnia kuning dari kantong plastik bekas



Alat dan Bahan

Adapun alat dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat bunga zinnia seperti gambar di atas adalah sebagai berikut:
  • kantong kresek berwarna kuning 1 lembar (ukuran sedang)
  • sebatang kawat ukuran sedang panjang lebih kurang 20 cm
  • kabel bekas (diambil serabut kawat halus didalamnya untuk mengikat bagian-bagian bunga)
  • gunting
  • lilin
  • korek api
  • sedotan plastik warna hijau 1 batang

Cara Membuat Bunga Cantik Zinnia dari Kantong Kresek

Adapun langkah-langkah membuat bunga zinnia dari kantong plastik bekas ini relatif mudah, yaitu sebagai berikut:
  • Rentangkan sebuah kantong plastik bekas berwarna kuning di atas lantai (gambar 1).
  • Gunting bagian bawah kantong dan bagian atas untuk mendapatkan bentuk pesersegi yang rapi (gambar 2)
  • Lipat menjadi beberapa lapisan, lalu gunting berbentuk persegi ukuran sekitar 20 cm x 20 cm (gambar 3). Anda akan mendapatkan 4 lembar persegi dengan sedikit sisa lembaran plastik. Keempat lembaran ini akan kita gunakan untuk membuat sekuntum bunga.
  • Ambil satu lembar plastik berbentuk persegi ukuran 20 cm x 20 cm yang telah dibuat. Lipat menjadi 2 (gambar 4).
langkah membuat bunga zinnia dari kantong kresek bekas
mulai membuat bahan untuk kelopak bunga
  • Lipat sekali lagi (gambar 1)
  • Lipat lagi (gambar 2)
  • Sekali lagi, lipat seperti gambar 3.
  • Gunting membulat pada bagian ujungnya yang lebar untuk membentuk lingkaran-lingkaran tepi kelopak bunga zinnia (gambar 4)
cara membuat bunga dari kantong plastik bekas
melipat dan menggunting kantong kresek menjadi kelopak bunga zinnia
  • Buka lipatan, anda akan mendapat sebuah dasar bentuk kelopak bunga zinnia dengan 8 buah lekukan yang tepinya membulat. Siapkan lilin dan korek api / korek gas. Bekas-bekas lipatan akar dibakar dengan api agar sedikit mengkerutdan memberikan rangka pada kelopak bunga nantinya (gambar 1).
  • Buatlah keempat persegi menjadi bentuk dasar mahkota ini.
  • Sebelum sisi-sisi bekas lipatan dibakar dengan lilin, gunting keempat bentuk dasar kelopak tadi dengan rincian sebagai berikut (gambar 2):
  1. Sebuah bentuk dasar yang terdiri dari 8 lekukan itu digunting menurut bekas lipatan menjadi lembaran dengan 1 lekukan kelopak + 7 lekukan kelopak.
  2. Sebuah bentuk dasar yang terdiri dari 8 lekukan itu digunting menurut bekas lipatan menjadi lembaran dengan 2 lekukan kelopak + 6 lekukan kelopak.
  3. Sebuah bentuk dasar yang terdiri dari 8 lekukan itu digunting menurut bekas lipatan menjadi lembaran dengan 3 lekukan kelopak + 5 lekukan kelopak.
  4. Sebuah bentuk dasar yang terdiri dari 8 lekukan itu digunting menurut bekas lipatan menjadi 2 lembaran dengan 4 lekukan kelopak.
  • Selanjutnya panaskan/bakar sisi-sisi bekas lipatan (gambar 3)
  • Siapkan sebatang kawat ukuran sedang untuk batang dengan panjang sekitar 20 cm, dan beberapa lembar kawat halus dari bekas kabel listrik untuk mengikat bagian-bagian bunga (gambar 4).
langkah membuat bunga zinnia dari kantong plastik bekas
menyiapkan kelopak-kelopak bunga zinnia
  • Berikutnya kita akan menyiapkan putik bunga zinnia.
  • Caranya, ambil sisa potongan  kantong kresek tadi, lalu temukan bagian tempat pegangan kantong kresek. Gunting sepanjang lebih kurang 5 cm dari bagian atasnya, lalu rentangkan. (gambar 1)
  • Gunting tipis-tipis (lebar lebih kurang 0,5 cm) bagian yang tidak memiliki sambungan sedalam lebih kurang 3,5 cm (gambar 2).
cara pembuatan bunga dari kantong plastik bekas
membuat putik bunga zinnia
  • Langkah berikutnya adalah menyatukan putik dan kelopak-kelopak menjadi bunga zinnia yang cantik.
  • Ambil calon putik bunga dan lilitkan dengan bantuan kawat halus dari kabel pada ujung kawat sedang yang telah dilengkungkan membulat (gambar 1).
  • Ikat dengan kuat (gambar 2).
  • Ambil calon kelopak (1 kelopak) ikatkan pada kawat, lanjutkan dengan kelopak yang memiliki 2 lekukan, lalu yang 3 lekukan. Jangan lupa untuk mengatur posisi setiap kelopak agar tampak natural melingkari putik dan kelopak lain yang telah diikatkan sebelumnya (gambar 3).
  • Tutup dengan kelopak dengan 4 lekukan (ingat anda mempunyai 2 buah calon kelopak dengan 4 lekukan ini). Pasang dengan erat dan atur posisinya (gambar 4). 
  • Perhatikan gambar 1 di bawah. Calon kelopak yang mempunyai 5 lekukan, 6 lekukan, dan 7 lekukan pada sisi-sisinya yang terlepas disatukan pada saat dipanaskan dengan api. Kita akan memasang ketiga calon kelopak ini (gambar 1)
  • Tusukkan pada pusat kelopak secara berurutan (dari kelopak dengan 5 lekukan, 6 lekukan, lalu 7 lekukan) lihat gambar 2.
  • Rapatkan ke ujung kawat untuk menggabungkannya dengan kelopak-kelopak sebelumnya. Lalu ikat dengan kawat halus pada bagian bawahnya (gambar 3).
  • Terakhir, masukkan kawat batang bunga zinnia pada sebuah sedotan plastik berwarna hijau. Tambahkan ikatan kawat halus jika dirasa diperlukan (gambar 4).
kerajinan tangan bunga zinnia dari kantong plastik bekas
kerajinan tangan bunga zinnia dari kantong kresek bekas telah selesai dibuat

Demikianlah langkah-langkah memanfaatkan kantong kresek bekas untuk membuat kerajinan tangan berbentuk bunga zinnia yang berwarna kuning ini. Lumayan bagus juga ya hasilnya. Nah, buatlah beberapa tangkai bunga, lalu tambahkan daun dan rangkai pada vas bunga yang sesuai. Kantong kresek bekas yang telah dibentuk menjadi bunga zinnia ini dapat mempercantik ruangan atau rumah anda.

Selamat mencoba, semoga bermanfaat. Wassalam.


Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang  cara membuat bunga dari kantong kresek

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang  MODEL BAJU DRESS SATIN BABYDOLL

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.

buka mesin jahit : http://novehasanah.blogspot.co.id/2015/07/cara-membuat-bunga-dari-kantong-plastik.html

0 komentar:

MODEL BAJU DRESS SATIN BABYDOLL

MODEL BAJU DRESS SATIN BABYDOLL

baju jahit, batik, belajar, guru, indonesia, jahit, jogja, kaos, kebaya, konveksi, kursus, kursus menjahit, les, mesin jahit, obras, private, sekolah, terbaik, usaha, yogyakarta
MODEL BAJU DRESS SATIN BABYDOLL


cara membuat baju baby doll - Dresses dengan motif zig zag dengan model babydoll dan lengan sayap yang dineci, bentuk leher bulat yang ditambahkan bukaan klep depan dan aplikasi kancing...



dresses


Ditambah dresser motif abstrak dengan model babydoll tanpa lengan dengan krah rebah dan ritstluiting belakang



Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang  cara membuat baju baby doll

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang  Cara memotong kain untuk busana blouse

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.

buka mesin jahit : http://www.desainbusana.com/2012/10/dress-satin-babydoll.html

0 komentar:

Cara memotong kain untuk busana blouse

 Cara memotong kain untuk busana blouse

 belajar menjahit online - Melanjutkan teori tentang busana blouse, kali ini akan kita bahas tentang bagaimana cara memotong kain untuk busana blouse. Bagi Anda yang ingin tahu tentang cara membuat pola blouse silahkan lihat artikel Cara Membuat Pola Blouse Wanita.

Pada artikel sebelumnya kita sudah pelajari tentang bagimana cara membuat pola blouse. Setelah kita pahami dan praktekkan maka selanjutnya adalah melakukan pemotongan bahan untuk blouse, sebelum kita jahit nanti.

Untuk tahap pemotongan kain ini, kita harus perhatikan dengan seksama berapa ukuran kain yang kita butuhkan untuk membuat busana blouse yang kita inginkan. Masing-masing pola menghasilkan ukuran badan seseorang. Dan tentunya tidak semua orang memiliki ukuran yang sama, sehingga tentunya kebutuhan kain tentu berbeda antara satu orang dengan orang yang lain.


Cara membuat pola blouse wanita

Fashion itu identik dan didominasi oleh kaum hawa. Betapa tidak, selama ini yang menjadi ikon fashion adalah wanita. Yang jelas, model dan ragam baju yang ada itu lebih banyak dimiliki oleh para wanita.

Jika Anda termasuk orang yang banyak duit, tentunya untuk mengikuti trend fashion itu hal yang sangat mudah dilakukan. Karena, Anda tinggal membeli busana jadi yang Anda inginkan. Berbeda jika kita punya penghasilan yang pas-pasan, maka menjahit baju sendiri adalah salah satu alternatif yang bisa diwujudkan.

Jika Anda termasuk orang yang kreatif, membuat dan menjahit baju sendiri itu akan menjadi hal yang menyenangkan. Dan juga bisa menambah pengalaman kita dalam keterampilan menjahit busana.


Cara setting mesin jahit Janome 680

Seperti janji saya pada posting sebelumnya (mesin jahit Janome 680), kali ini saya akan berbagi pengetahuan tentang cara setting mesin jahit Janome 680.

Mesin jahit Janome 680 ini memiliki banyak fitur menjahit yang sangat berguna. Mulai dari jahitan lurus biasa, jahitan zig zag, semi obras, semi neci, membuat lobang kancing, pasang kancing, dan menjahit 24 macam motif.

Seperti halnya mesin jahit pada umumnya, sebelum bisa digunakan harus disetel atau disetting terlebih dahulu. Mesin jahit Janome 680 ini adalah mesin jahit jarum tunggal yang memiliki fitur yang hampir sama dengan mesin jahit portable masa kini. Hal ini yang membedakan dengan settingan pada mesin jahit standard pada umumnya.


Mesin Jahit Janome 680 pusakaku

Ya, inilah mesin jahit pertama saya, Janome 680. Saya tidak tahu secara pasti apakah mesin ini termasuk mesin jahit portable atau tidak, yang jelas fiturnya hampir sama dengan mesin jahit portable masa kini.

Sebenarnya mesin jahit Janome 680 ini adalah mesin jahit milik Ibunda saya tercinta. Beliau membelinya pada tahun 1998 lengkap dengan aksesoris dan mejanya. Setelah beliau meninggal mesin jahit ini diwariskan kepada saya.

Janome 680 inilah yang sudah menemani saya selama bertahun-tahun, mulai awal saya belajar menjahit sampai sekarang. Mesin jahit ini juga yang sudah banyak memberikan pengalaman dan pengetahuan tentang keterampilan menjahit kepada saya selama ini.


Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang  belajar menjahit online

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang  Unsur Rupa dan Komposisi

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.

buka mesin jahit : http://www.belajarbusana.com/
baju jahit, batik, belajar, guru, indonesia, jahit, jogja, kaos, kebaya, konveksi, kursus, kursus menjahit, les, mesin jahit, obras, private, sekolah, terbaik, usaha, yogyakarta
 Cara memotong kain untuk busana blouse

0 komentar:

Unsur Rupa dan Komposisi

Unsur Rupa dan Komposisi

baju jahit, batik, belajar, guru, indonesia, jahit, jogja, kaos, kebaya, konveksi, kursus, kursus menjahit, les, mesin jahit, obras, private, sekolah, terbaik, usaha, yogyakarta
Unsur Rupa dan Komposisi

komposisiadalah  - Seni rupa merupakan salah satu cabang seni yang bentuk karyanya dinikamati dengan indera penglihatan dan rabaan. Oleh karena itulah, seni rupa dalam bahasa Inggris disebut visual art. Artinya karya seni yang dapat dilihat, memiliki wujud yang nyata (kasat mata).

Sebagai salah satu cabang seni, karya seni rupa memiliki beberapa elemen yang membentuknya, bagaimanapun sederhananya karya tersebut. Elemen-elemen pembentuk tersebut dalam dunia seni rupa disebut dengan unsur rupa.. Unsur unsur tersebut meliputi:

1. Garis
Garis merupakan deretan titik yang menyambung dengan kerapatan tertentu, atau dpat pula berupa dua buah titik yang dihubungkan. Garis memiliki sifat memanjang dan memiliki arah tertentu. Walaupun memiliki unsur ketebalan, namun sifat yang paling menonjol adalah dimensi panjangnya. Dari bentuknya, garis dibedakan atas garis lurus, garis lengkung, dan garis patah (zig zag). Garis juga memiliki karakter tertentu tergantung pada media, teknik, dan tempat membuatnya.
garis
Beberapa jenis dan karakter garis
2. Bidang / Bentuk
Bidang merupakan unsur rupa yang memiliki dimensi panjang dan lebar, sedangkan bentuk memiliki dimensi panjang, lebar, dan tinggi. Atau dengan kata lain bidang bersifat pipih, sedangkan bentuk memiliki isi atau volume.  Dari bentuknya bidang maupun bentuk terdiri dari beberapa macam, yakni; bidang geometris, bidang biomorfis (organis), bidang bersudut, dan bidang tak beraturan. Bidang dapat terbentuk  karena kedua ujung garis yang bertemu, atau dapat pula terjadi karena sapuan warna.
bidang
3. Tekstur
Tekstur merupakan sifat permukaan sebuah benda. Sifat permukaan dapat berkesan halus, kasar, kusam, mengkilap, licin, berpori dan sebagainya. Kesan-kesan tersebut dapat dirasakan melalui penglihatan dan rabaan. Oleh karena itu terdapat dua jenis tekstur, yaitu tekstur nyata,yaitu sifat permukaan yang menunjukkan kesan sebenarnya antara penglihatan mata dan rabaan, dan tekstur semu (maya), yaitu kesan permukaan benda yang antara penglihatan dan rabaan dapat berbeda kesannya.
tekstur
4. Warna
Secara teori warna dapat dipelajari melalui dua pendekatan, yaitu teori warna berdasarkan cahaya (dipelopori Isac Newton), dan teori warna berdasarkan pigmen warna (Goethe) Teori warna berdasarkan cahaya dapat dilihat melalui tujuh spectrum warna dalam ilmu Fisika seperti halnya warna pelangi. Untuk kepentingan pembelajaran seni rupa, artikel ini membahas teori warna berdasarkan pigmen, yakni butiran halus pada warna. Beberapa istilah yang perlu diketahui dalam teori warna pigmen diantaranya; 1) .Warna Primer, yakni warna dasar atau warna pokok yang tidak dapat diperoleh dari campuran warna lain. Warna primer terdiri dari merah, kuning, dan biru, 2). Warna Sekunder, yaitu warna yang diperoleh dari campuran kedua warna primer, misalnya warna ungu, oranye (jingga) , dan hijau, 3). Warna Tersier, yakni warna yang merupakan hasil percampuran kedua warna sekunder, 4). Warna analogus, yaitu deretan warna yang letaknya berdampingan dalam lingkaran warna, misalnya deretan dari warna ungu menuju warna merah, deretan warna hijau menuju warna kuning, dan lain-lain, 5). Warna komplementer, yakni warna kontras yang letaknya berseberangan dalam lingkaran warna, misalnya, kuning dengan ungu, merah dengan hijau, dan lain-lain.
lingkaran warna
5. Gelap Terang
Dalam karya seni rupa dua dimensi gelap terang dapat berfungsi untuk beberapa hal, antara lain: menggambarkan benda menjadi berkesan tiga dimensi, menyatakan kesan ruang atau kedalaman, dan memberi perbedaan (kontras). Gelap terang dalam karya seni rupa dapat terjadi karena intensitas (daya pancar) warna, dapat pula terjadi karena percampuran warna hitam dan putih.
gelap teranggelap terang2bolaruang5
6. Ruang (kedalaman)
Ruang dalam karya tiga dimensi dapat dirasakan langsung oleh pengamat seperti halnya ruangan dalam rumah, ruang kelas, dan sebaginya. Dalam karya dua dimensi ruang dapat mengacu pada luas bidang gambar. Unsur ruang atau kedalaman pada karya dua dimensi bersifat semu (maya) karena diperoleh melalui kesan penggambaran yang pipih, datar, menjorok, cembung, jauh dekat dan sebagainya. Oleh karena itu dalam karya dua dimensi kesan ruang atau kedalaman dapat ditempuh melelui beberapa cara, diantaranya: 1). Melalui penggambaran gempal, 2). Penggunaan perspektif, 3). Peralihan warna, gelap terang, dan tekstur, 4). Pergantian ukuran, 5). Penggambaran bidang bertindih, 6). Pergantian tampak bidang, 7). Pelengkungan atau pembelokan bidang, dan 8). Penambahan bayang-bayang.
ruangruang2
ruang3
Komposisi pada dasarnya sama dengan Prinsip Seni. Di dalamnya membahas tentang bagaimana mengatur, menata, atau mengorganisasikan unsur-unsur rupa agar karya seni yang dibuat menjadi enak dipandang. Komposisi ialah susunan unsur-unsur yang dapat memancarkan kesan kesatupaduan, irama, dan keseimbangan dalam suatu karya sehingga karya itu terasa utuh, jelas, dan memikat. Paduan unsur-unsur yang berdampingan akan menimbulkan kesan selaras atau pertentangan. Apabila kita perhatikan paduan unsur yang berdampingan dari satu ke yang lain, maka kesan selaras dan bertentangan itu akan silih berganti dan bervariasi sehingga menimbulkan kesan rangkaian gerak. Keselarasan paduan unsur yang berdampingan disebut harmoni, sedang kesan pertentangan paduan unsur disebut kontras. Rangkaian harmoni dan kontras dalam komposisi disebut irama atau ritme.
Komposisi sama halnya dengan suatu masakan, dapat terasa hambar, enak, atau sedap. Komposisi akan terasa hambar kalau iramanya tidak menentu. Komposisi akan terasa enak jika iramanya jelas, dan mempunyai pusat perhatian (fokus). Komposisi akan terasa sedap kalau iramanya bervariasi dan mempunyai keseimbangan yang dinamis, sehingga tidak membosankan. Komposisi yang demikian akan terasa lebih hidup.
Untuk mencapai kesatuan dalam sebuah komposisi masing-masing unsur harus ”ditakar”, sehingga perbandingan masing-masing unsur itu sedah tertentu. Dalam komposisi, perbandingan antar unsur atau antar bagian disebut proporsi.
Untuk mencapai komposisi yang baik kadang-kadang diperlukan sebuah penambahan agar susnannya memiliki kekuatan tersendiri. Penambahan tersebut dalam komposisi sering disebut dengan istilah aksen. Kehadiran aksen aka menimbulkan daya tarik yang lebih besar ke arah bagian yang diberi aksen itu. Apabila dalam komposisi hanya diletakkan satu saja aksen yang kuat, maka bagian itu akan menjadi centre of interest atau pusat perhatian.
Pola komposisi ada beberapa macam, yaitu: simetri, asimetri, dan bebas/informal.
Jika kita cermati uraian di atas, maka terdapat beberapa Prinsip Seni yang dapat kita tarik satu persatu, diantaranya adalah:


1. Kesatuan (Unity)

Kesatuan merupakan paduan unsur-unsur rupa yang antara unsur satu dengan yang lain saling menunjukkan adanya hubungan atau keterkaitan, dengan kata lain tidak terpisah-pisah atau berdiri sendiri. Agar sebuah karya seni menjadi enak dipandang maka syarat utamanya adalah memiliki kesatuan. Dalam prinsip kesatuan inilah sebenarnya memuat pula prinsip-prinsip yang lain. Kesatuan akan terwujud jika di dalamnya terdapat keserasian, keseimbangan, irama, dan fokus perhatian.

2. Keseimbangan (Balance)

Keseimbangan merupakan prinsip pengaturan unsur rupa dengan memperhatikan bobot visual yang tidak berat sebelah atau timpang. Pengaturan unsur yang timpang mengakibatkan perasaan tidak nyaman bagi orang yang melihatnya. Terdapat dua macam keseimbangan, yaitu simetris dan asimetris. Keseimbangan simetris adalah pengaturan unsur yang sama bentuk dan jumlahnya. Sedangkan keseimbangan asimetris adalah pengaturan unsur yang antar bagiannya tidak sama bentuk dan jumlahnya tetapi menunjukkan kesan bobot visual yang sama.

3. Keserasian (Harmony)

Keserasian merupakan perpaduan unsur rupa yang selaras atau hubungan yang tidak bertentangan antara bagian satu dengan bagian lainnya. Keserasian dapat terbentuk karena pengaturan unsur yang memiliki kedekatan bentuk (kemiripan), perpaduan warna, maupun unsur peran (fungsi).

4. Irama (Rhytm)

Pengulangan unsur-unsur rupa dalam sebuah tatanan akan menimbulkan kesan gerak bagi orang yang melihatnya. Kesan gerak inilah yang disebut irama. Terdapat beberapa jenis irama, diantaranya; irama repetitif, yaitu kesan gerak yang ditimbulkan dari pengaturan unsur yang monoton (sama) baik ukuran, warna maupun jaraknya. Iramaalternatif merupakan kesan gerak yang muncul karena pengaturan unsur yang berselang seling baik bentuk, ukuran, maupun warnanya. Irama yang lain adalah irama progresif, yakni kesan gerak yang menunjukkan adanya perubahan dari unsur-unsurnya, misalnya perubahan dari besar menuju kecil, pendek menuju ke panjang, tebal ke tipis, atau bisa juga perubahan dari satu warna ke warna lain.

5. Kesebandingan (Proportion)

Kesebandingan atau lebih dikenal dengan sebutan proporsi adalah perbandingan ukuran unsur-unsurnya, baik perbandingan antar bagian maupun antara bagian terhadap keseluruhan. Pengaturan besar kecilnya bagian merupakan prinsip yang erat kaitannya dengan keseimbangan. Orang-orang pada zaman Yunani meyakini sebuah pendekatan menggunakan proporsi yang dianggap ideal dan memiliki keindahan yang agung, yang dikenal sebagai Golden Ratio atau Golden section.

6. Fokus Perhatian (Centre of interest)

Fokus perhatian sering disebut pula dengan dominasi. Dalam tatanan sebuah karya seni rupa selalu diupayakan terdapat satu bagian yang lebih menonjol dari bagian lainnya  artinya terdapat satu bagian yang mencuri perhatian pengamat. Fungsinya adalah agar tema utama sebuah karya menjadi jelas terlihat. Fokus perhatian dapat dibuat dengan berbagai cara, misalnya membuat aksentuasi (pengecualian) atas bentuk yang seragam, perbedaan ukuran, perbedaan warna, dan lain sebagainya.

Sumber:

1. Sipahelut, Atisah. 1995. Seni Rupa dan Desain. Jakarta: Erlangga

2. Sunaryo, Aryo. 2000. Nirmana, Buku paparan perkuliahan mahasiswa. Semarang: UNNES








 Proses Morfologi 3 (KOMPOSISI)

A.  Pengertian Komposisi
Komposisi adalah proses penggabungan morfem dasar dengan morfem dasar baik yang bebas maupun yang terikat sehingga terbentuk sebuah konstruksi yang memiliki identitas leksikal yang berbeda. Dalam istilah tatabahasa tradisional istilah pemadun lebih dikenal dengan nama pemajemukan. Dalam bahasa Indonesia pemaduan satuan-satuan kata untuk membentuk satu kata sangat produkatif, khusussnya dalam pembentukan istilah-istilah baru. Ramlan (1985) menyatakan bahwa kata majemuk ialah kata yang terdiri dari dua kata atau lebih sebagai unsurnya. Di samping itu, ada juga kata majemuk yang terdiri dari satu kata dan satu pokok kata, sebagai unsurnya, misalnya daya tahan, daya juang, kamar tunggu, kamar kerja, ruang baca, tenaga kerja, kolam renang, jarak tembak, ikat pinggang, dan ada pula yang terdiri dari pokok kata semuanya, seperti lomba lari, jual beli, simpan pinjam, dan masih banyak lagi.
      B. Perbedaan Komposisi, Frasa dan Klausa
            Komposisi ialah proses pembentukan kata majemuk atau kompositum. Kata majemuk ialah gabungan kata yang telah bersenyawa atau membentuk satu kesatuan dan menimbulkan makna baru.Contoh: kamar mandi, kereta api, rumah makan, baju tidur.
            Gabungan kata yang juga membentuk satu kesatuan , tetapi tidak menimbulkan makna baru disebut frasa. Contoh: sapu ijuk, meja itu, kepala botak, rambut gondrong, mulut lebar.
Klausa adalah satuan gramatika yang memiliki tataran di atas frasa dan dibawah kalimat, berupa kelompok kata yang sekurang-kurangnya terdiri atas subjek dan predikat dan berpotensi untuk menjadi kalimat. Contoh: anakitumenangis, bajuitubaru, Rantipergi.
C. Ciri-ciri komposisi
a.Memiliki makna dan fungsi baru yang tidak persis sama denganfungsi masing-masing unsurnya.
b. Unsur-unsurnya tidak dapat dipisahkan baik secara morfologis maupun secara sintaksis.

Contoh:
- kambing+hitam →kambinghitam
- rumah+sakit →rumahsakit
- kaki+tangan → kaki tangan
- orang+tua → orang tua
- kepala + batu→kepalabatu
- mata + pelajaran→matapelajaran.
D.    Jenis-jenisKomposisi
a.      Komposisi Verbal
Komposisi verbal adalah komposisi yang pada satuan klausa berkategori verbal (kata kerja). Komposisi verbal dapat dibentuk dari dasar:
1)   Verba + verba, seperti menyanyi menari, duduk termenung, makan minum.
2)   Verba + nomina, seperti gigit jari, membanting tulang, lompat galah.
3)   Verba + adjektifa, seperti lompat tinggi, lari cepat, terbaring gelisah.
4)   Adverbia + verba, seperti sudah makan, belum ketemu, masih tidur.
b.      Komposisi Nomina
Komposisi nomina adalah komposisi yang pada satuan klausa berkategori nomina (kata benda). Komposisi nomina dapat dibentuk dari dasar
1)   Nomina + nomina, seperti kakek nenek, meja kayu, sate kambing
2)   Nomina + verba, seperti meja makan,, buku ajar, ruang tunggu.
3)   Nomina + adjektifa, seperti guru muda, mobil kecil, meja hijau.
4)   Adverbial + nomina, seperti bukan uang, banyak serigala, beberapa guru.
c.       Komposisi Adjektiva
Komposisi adjektiva adalah komposisi yang pada satuan klausa, berkategori adjektiva (kata sifat). Komposisi adjektiva dapat dibentuk dari dasar:
1)   Adjektiva + adjektiva, seperti tua muda, besar kecil, putih abu-abu.
2)   Adjektiva + nomina, seperti merah darah, keras hati, biru laut.
3)   Adjektiva + verba, seperti takut pulang, malu bertanya, berani pulang.
4)   Adverbia + adjektiva, seperti, tidak takut, agak malu, sangat menyenangkan.
E.     Perbedaan Komposisi dengan Idiom
Komposisi memiliki makna baru atau memiliki satu makna tetapi maknanya masih dapat ditelusuri secara langsung dari kata-kata yang digabungkan. Contoh, kaki meja yang masih dapat ditelusuri dari makna 'kaki' dan 'meja'.
Idiom adalah memunculkan makna baru yang tidak dapat secara langsung ditelusuri dari kata-kata yang digabungkan. Contoh, tangankanan artinya“orang kepercayaan”yang tidak ada sangkut pautnya dengan 'tangan' dan 'kanan'.




Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang  komposisiadalah

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang  JENIS-JENIS JAHITAN

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.

buka mesin jahit : https://mazgun.wordpress.com/2009/10/12/unsur-rupa-dan-komposisi/

0 komentar:

JENIS-JENIS JAHITAN

JENIS-JENIS JAHITAN

baju jahit, batik, belajar, guru, indonesia, jahit, jogja, kaos, kebaya, konveksi, kursus, kursus menjahit, les, mesin jahit, obras, private, sekolah, terbaik, usaha, yogyakarta
JENIS-JENIS JAHITAN

jenis jahitan - 1)      Jahitan Kia

2)      Jahitan Jelujur Halus

3)      Jahitan Sembat

4)      Jahitan Silang Pangkah

5)      Jahitan Lilit

6)      Jahitan Lubang Butang

7)      Jahitan Insang Pari



Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang jenis jahitan

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang  berapa kain yang dibutuhkan untuk membuat gamis A Line Haifa
. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.

buka mesin jahit : https://rafflesia4.wordpress.com/home/jenis-jenis-jahitan/

0 komentar:

berapa kain yang dibutuhkan untuk membuat gamis A Line Haifa

berapa kain yang dibutuhkan untuk membuat gamis A Line Haifa

baju jahit, batik, belajar, guru, indonesia, jahit, jogja, kaos, kebaya, konveksi, kursus, kursus menjahit, les, mesin jahit, obras, private, sekolah, terbaik, usaha, yogyakarta
berapa kain yang dibutuhkan untuk membuat gamis A Line Haifa

ukuran kain untuk buat gamis - Seringkali saya mendapat pertanyaan dari mereka yang baru mau jahit di RJH, “Berapa banyak bahan yang dibutuhkan untuk membuat sebuah gamis model Aline?”

Sebelum saya menjawab pertanyaan tersebut, biasanya saya akan bertanya dahulu : “model Aline seperti apa yang ingin dibuat? apakah Aline basic (model gamis yang cenderung agak lurus), Aline dengan pecah pola atau Aline plus?”.

gamis shanty btya gamis big-Yang saya maksud dengan gamis model Aline basic atau model Aline yang cenderung lurus yaitu  gamis dengan lebar bawah sekitar 70 sampai 75 cm. Untuk model Aline basic ini umumnya diperlukan bahan sebanyak 2 meter dengan lebar 150 cm (*untuk ukuran standar, untuk ukuran big size biasanya memerlukan bahan lebih lagi). Untuk gamis yang dibuat dari bahan ukuran 2 meter x 150 cm ini model yang dihasilkan yaitu model Aline basic, yaitu dengan lebar bawah sekitar 75 cm dan tidak bisa dibuat dengan model pecah pola, jadi dari atas modelnya langsung tidak pakai potongan atau model lipit (saya sebut model Aline ini adalah model Aline yang cenderung agak lurus).

“Lalu bagaimana jika saya ingin membuat gamis model Aline dengan lebar bawah lebih lebar dari seekdar gamis basic? Atau bagaimana jika ingin modelnya ada aksen potongan dan sedikit lipatan di pinggang seperti model gamis Haifa?” (contoh model HGM339, HGM362 dan sejenisnya).




Untuk membuat sebuah gamis dengan model Aline plus atau Aline dengan pecah pola dan sedikit lipit pada pinggang, sedikitnya diperlukan bahan dengan ukuran 2,5 meter x lebar 150 cm (untuk ukuran standar, untuk ukuran big size diperlukan bahan yang lebih).

HGM368v

HGM339N1Untuk gamis model Aline plus ini rata – rata lebar bawah gamis mulai dari 95 cm sampai dengan 100 cm. Pada contoh gamis denim biru, walaupun tanpa lipit pinggang, lebar bawah bisa mencapai 95 cm – 100 cm, bisa dilihat dari bentuk bawah gamis terdapat sedikit gelombang yang menunjukkan bahwa gamis ini lebih lebar dari sekedar gamis basic. Lain lagi kalau membicarakan model klok, untuk gamis model klok diperlukan bahan sedikitnya 3 meter x lebar 150 cm (perlu diperhatikan bahwa gamis model klok hanya bisa dibuat dari bahan lebar minimal 150 cm, tidak bisa dengan bahan lebar 115 cm), dan 3 meter tersebut adalah untuk ukuran standar, untuk big size diperlukan bahan lebih atau bahkan untuk ukutan big size tertentu tidak akan bisa dibuat dengan model klok.

Satu lagi pertanyaan yang juga ditanyakan oleh calon customer jahit RJH, “jadi kalau dengan bahan 2 meter x 150 cm saya tidak bisa membuat gamis dong?”. Jawabannya, bisa atau tidaknya adalah tergantung model yang akan dijahit. Oleh karena itu, sebelum mengirimkan bahan, sebaiknya bisa ditanyakan dulu mengenai keperluan bahan yang harus disediakan untuk model tertentu, bisa via email atau inbox FB. Daripada bahan sudah terlanjur sampai di RJH ternyata bahannya kurang/tidak bisa dibuat model yang diinginkan atau bahkan bahannya tidak cocok dengan model yang akan dibuat.



Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang  ukuran kain untuk buat gamis

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang  Cara Membuat Saku Vest

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.

buka mesin jahit : http://rumahjahithaifa.com/2016/04/17/kain-yang-dibutuhkan-untuk-membuat-gamis-a-line-haifa/

0 komentar:

Cara Membuat Saku Vest

Cara Membuat Saku Vest

baju jahit, batik, belajar, guru, indonesia, jahit, jogja, kaos, kebaya, konveksi, kursus, kursus menjahit, les, mesin jahit, obras, private, sekolah, terbaik, usaha, yogyakarta
Cara Membuat Saku Vest

pengertian saku vest - Untuk membuat saku vest sendiri dibutuhkan teknik dan keterampilan khusus.



Pertama-tama ambil kain bahan utama yang telah disiapkan untuk membuat saku vest. Buat persegi panjang ukuran 12 cm x 2 cm pada bagian baik kain. Tandai titik A, B, C dan D pada ujung-ujung (hanya untuk proses belajar).

Siapkan kain untuk mulut saku dengan cara menempelkan viselin pada kain 15 cm x 5 cm di bagian buruknya.


Buat persegi panjang ukuran 12 cm x 2 cm pada bagian yang sudah ditempeli viselin pada posisi seperti gambar.Tandai dengan titik 1, 2, 3, 4 di ujung-ujungnya.



Satukan kain bahan utama dengan kain mulut saku pada kedua bagian baik kainnya dengan menyatukan titik A dan 1, B dan 2, C dan 3, D dan 4. Lekatkan semua bagiannya dengan menggunakan jarum pentul.


Jahit keliling persegi (dari titik 1, 2, 3, 4).


Gunting bagian tengah sesuai tanda garis lurus di bagian tengah dan segitiga di ujungnya. Bisa menggunakan pendedel atau cutter untuk memulai memotong bagian tengah, kemudian lanjutkan dengan gunting.



Balik kain mulut saku kearah dalam kemudian rapikan.


Tarik kain mulut saku bagian bawah dan bentuk mulut saku sesuai dengan lebar mulut saku (dalam hal ini 2 cm). Gunakan jarum pentul atau jahit jelujur untuk menahan bentuk mulut saku.


Jahitu jung-ujung segitiga dari arah bagian buruk kain sekaligus mengunci bentuk mulut saku.


Untuk hasil maksimal dapat dijelujur terlebih dahulu.


Setrika mulut saku yang sudah terbentuk agar mendapatkan hasil yang rapi.


Setelah selesai membentuk bagian mulut saku, sekarang tempelkan kain saku bagian dalam yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Ambil kain 20 cm x15 cm jahit dengan bagian bawah kain mulut saku.


Ambil kain ukuran 20 cm x 20 cm jahit dengan bagian atas mulut saku.


Obras pada kedua bagian tersebut agar rapi dan tidak bertiras.

Satukan kain saku bagian atas dan bawah kemudian buat garis untuk membuat wadah saku dengan ukuran panjang 15 cm dan lebar 12 cm. Pada bagian ujung dinbuat membulat agar tidak ada kotoran yang terjebak pada saat dicuci.


Jahit pada bagian sisi-sisinya. Hasil jadi saku adalah 12 cm x 15 cm atau sesuai dengan panjang tangan.


Rapikan sisinya dengan obras. Bersihkan seluruh untaian benang yang tidak terpakai atau mengganggu.


Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang  pengertian saku vest

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang  MENGENAL KERAJINAN LIMBAH TEKSTIL

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.

buka mesin jahit : https://fitinline.com/article/read/cara-membuat-saku-vest/

0 komentar:

MENGENAL KERAJINAN LIMBAH TEKSTIL

MENGENAL KERAJINAN LIMBAH TEKSTIL

baju jahit, batik, belajar, guru, indonesia, jahit, jogja, kaos, kebaya, konveksi, kursus, kursus menjahit, les, mesin jahit, obras, private, sekolah, terbaik, usaha, yogyakarta
MENGENAL KERAJINAN LIMBAH TEKSTIL

klasifikasi produk limbah tekstil - A.Mengenal Kerajinan Limbah Tekstil

Sejarah desain menunjukkan bahwa sejak ditemukannya pada tahun 1768, mesin uap memengaruhi perubahan teknik produksi benda-benda kebutuhan manusia.

Sekitar tahun 1970-an, mulailah timbul kesadaran dampak polusi lingkungan yang dihasilkan industri. Salah satu industri yang menghasilkan limbah dalam jumlah besar adalah industry tekstil (memproduksi dari benang hingga menjadi kain), garmen (memproduksi pakaian dalam skala besar), dan konveksi (memproduksi pakaian dalam skala kecil). Industri-industri tersebut menghasilkan limbah kerajinan berupa sisa benang pada kelas, sisa potongan kain, dan bahan serta limbah cair dari pewarnaan tekstil. Limbah industry tekstil, garmen dan konveksi berupa sisa bahan dapat dimanfaatkan menjadi aneka produk kerajinan limbah tekstil.

    Klasifikasi Produk Limbah Tekstil

    Produk Limbah Tekstil Daur Ulang (Recycle)

Contoh : Kain perca yang dibuat kembali menjadi sebuah lembaran kain dengan teknik patchwork.

    Produk Limbah Tekstil Yang Digunakan Kembali (Reuse)

Contoh : Pakaian yang dirancang ulang seolah-olah menjadi baru, misalnya kasur yang sudah usang dicelup dan ditambahkan teknik sablon diatasnya.

    Aneka Karya Kerajinan Limbah Tekstil dan Fungsinya

–      Kerajinan Limbah Tekstil : Perca

Fungsi : Aksesoris, Tas laptop, Tas, Dompet, Cempal, Boneka, dan Sepatu

    Material Limbah Tekstil

Material yang digunakan untuk kerajinan limbah tekstil terdiri dari limbah padat atau sisa produksi yang dihasilkan dari proses produksi.

Sisa produksi dapat berupa sisa benang pada kones (cone ends), kain sisa (perca), sisa bahan tambahan seperti bisban, tali, kerah, busa pelapis, dan cones bekas. Bahan-bahan tersebut dikelompokkan sesuai material dan warnanya.

Limbah tekstil dapat digunakan kembali menjadi berbagai produk, baik sebagai kerajinan atau pengolahan dengan mesin pabrikasi, berdasarkan jenis dan fungsinya.

Perbedaan Serat Alam dan Serat Sintesis

Bahan-bahan yang terbuat dari serat tumbuh-tumbuhan akan memiliki sifat sebagai berikut:

    Bila dibakar akan berbai seperti rambut atau kertas terbakar
    Meninggalkan abu
    Mudah kusut bila diremas
    Mudah menyerap air
    Jika diraba akan terasa hangat dan berserat

Bahan dari serabut hewan, sutera maupun bulu hewan memiliki ciri sebagai berikut :

    Bila dibakar akan berbau seperti tanduk atau tulang terbakar
    Meninggalkan bundaran keras
    Tidak mudah kusut bila diremas
    Bahan dari wol akan terasa hangat, sedangkan dari sutera akan terasa dingin

Bahan non-organik atau sintesis yang dibuat dari hasil pengolahan minyak bumi akan memiliki sifat sebagai berikut :

    Bila dibakar akan berbau seperti minyak terbakar
    Tidak mudah kusut bila diremas
    Sulit menyerap air karena tidak memiliki pori-pori dan licin

    Proses dan Alat Produksi Kerajinan dengan Bahan Limbah Tekstil

    Teknik Quilting

Pengertian quilting adalah teknik aplikasi imbuh dengan menyatukan potongan-potongan kain dengan pola tertentu.

Terkadang kita perlu memberi isian di antara lapisan kain tersebut sehingga saat dijahit maka bagian yang tidak terjahit akan menjadi timbul dan menciptakan tekstur yang baru secara keseluruhan.

Proses penjahitan bisa dilakukan dengan jahit tangan ataupun dengan mesin. Quiltingterdiri atas berbagai pola sesuai dengan ide, kreatifitas dan keterampilan pembuatnya.

Langkah-langkah teknik quilting sebagai berikut :

    Buatlah gambar pola sesuai dengan ukuran yang diinginkan pada kertas kotak-kotak.
    Jiplak gambar pola tersebut di atas kain perca dengan menggunakan kertas karbon.
    Gunting kain perca sesuai pola yang telah dibuat
    Letakkan potongan kain perca tersebut diatas kain lain sebagai dasar
    Agar kain perca tidak bergeser saat dijahit, maka potongan kain perca yang telah disusun ditempelkan pada kain dasar dengan jarum pentul.
    Jahit semua potongan kain perca pada kain dasar dengan teknik jahit aplikasi / jahit setik

    Teknik Aplikasi Perca

Aplikasi Perca adalah menempelkan kain perca pada bahan atau produk lain untuk menghias produk tersebut.

Langkah-langkah :

    Memilih motif atau gambar pada kain
    Menggunting motif atau gambar pada sekeliling tepinya
    Rekatkan motif atau gambar tadi pada produk yang ingin dihias dengan menggunakan teknik jahit atau lem

    Makrame

Makrame adalah bentuk suatu kerajinan simpul-menyimpul benang atau tali. Teknik yang digunakan pada pembuatan makrame adalah pilin, anyam dan beragam simpul. Contoh : jaring dan jala ikan

Teknik makrame dapat dibuat menjadi bentuk 2 dimensi seperti kalung dan ikat pinggang dapat pula dibuat menjadi bentuk tiga dimensi seperti tas dan kap lampu.

    Teknik Anyam

Teknik anyam adalah teknik menggabungkan atau menjalin bagian-bagian menjadi struktur yang lebih kuat. Bisa digunakan untuk limbah panjang dan serupa dengan tali, misalnya sisa garmen dari bahan kaos.

    Teknik untuk Bentuk Tiga Dimensi

Contoh : tas, boneka, aksesoris pakaian, dll.

Teknik pembuatannya pada dasarnya serupa dengan membuat busana, yaitu membuat pola, memotong bahan, dan membentuknya dengan bantuan teknik jahit atau lem. Bentukan kerajinan dapat diperoleh dengan mengisi bagian dalam dengan bahan isian seperti kapas, dakron, dan kain perca kecil, atau dengan membuat struktur dari bahan sehingga membentuk 3 dimensi.

    Standar Proses Produksi Kerajinan Limbah Tekstil

Agar produk yang dihasilkan dapat berfungsi dengan baik dan bermanfaat, produk limbah ini haruslah memperhatikan kebersihan dan kerapian produk.

Proses kerja mengolah limbah :

o   Membersihkan  limbah tekstil dengan cara merendam dalam air basah,  untuk memisahkan kotoran dan serat atau kain.

o   Membilas limbah

o   Mengeringkan dan memilah limbah sesuai karakter dan warna

o   Proses perisapan bahan (menyetrika dan memilih bahan)

o   Membuat pola sesuai desain produk yang akan dibuat

o   Membuat mal atau cetakan baku atau bentuk dasar baku

o   Menggunting dan memberi tanda pada bagian yang ingin digabungkan atau disatukan

o   Merakit atau menjahit menjadi sebuah produk

o   Memberi aplikasi tambahan

o   Merapikan produk

o   Memberi label

o   Mengemas produk

    Cara merancang Karya Kerajinan Limbah Tekstil

Proses :

    Mengamati kebutuhan masyarakat, yakni dengan melihat secara jeli kebutuhan yang diperlukan masyarakat saat ini.
    Mencari sumber inspirasi, yaitu bagaimanakah bentuk, warna, corak serta bahan yang tepat untuk menggarap dompet/wadah tersebut
    Mengolah ide, inspirasi yang dijalankan ide kemudian di catat dalam bentuk   sketsa sebagai dokumentasi dan dikembangkan altenatif lainnya
    Merancang proses produksi, menetapkan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk memproduksi karya tersebut
    Proses produksi, yakni mewujudkan ide tersebut menjadi sebuah benda dengan menggunakan bahan baku yang tersedia, dan diolah sesuai dengan fungsi dan ukuran yang dibutuhkan.

Bagan proses perancangan.



Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang  klasifikasi produk limbah tekstil

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang  Mengenal Kerajinan Tekstil

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.

buka mesin jahit : https://kelompok61ka5blog.wordpress.com/2016/04/27/mengenal-kerajinan-limbah-tekstil/

0 komentar:

Mengenal Kerajinan Tekstil

Mengenal Kerajinan Tekstil

baju jahit, batik, belajar, guru, indonesia, jahit, jogja, kaos, kebaya, konveksi, kursus, kursus menjahit, les, mesin jahit, obras, private, sekolah, terbaik, usaha, yogyakarta
Mengenal Kerajinan Tekstil

karya kerajinan tekstil secara fungsi - Pengertian kata tekstil adalah jalinan antara lungsin dan pakan atau dapat dikatakan sebuah anyaman yang mengikat satu sama lain, tenunan dan rajutan. Tekstil dapat ditemukan pada kehidupan sehari-hari, yaitu kain biasa digunakan untuk pakaian sebagai kebutuhan sandang, sprei pelapis tempat tidur dan sarung bantal, taplak meja, kain yang dijahit menjadi tas dan produk kerajinan lainnya. Kerajinan tekstil di Indonesia dapat dibagi menjadi kerajinan tekstil modern dan kerajinan tekstil tradisional. Kerajinan tekstil modern banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan praktis atau fungsional, sedangkan kerajinan tekstil tradisional umumnya memiliki makna simbolis dan digunakan juga untuk kebutuhan upacara tradisional. Perkembangan saat ini para perancang atau desainer mulai memanfaatkan kembali kain tradisional Indonesia pada karya-karyanya. Para perancang atau desainer berusaha mengembangkan ide dari tekstil Indonesia agar menjadi lebih dikenal luas di masyarakat, baik di Indonesia maupun di dunia.
Mengenal Kerajinan Tekstil
Mengenal Kerajinan Tekstil

1. Kerajinan Tekstil Modern
Karya kerajinan tekstil, secara fungsi dapat dibagi sebagai berikut :

1) Sebagai pemenuhan kebutuhan sandang dan fashion

    Busana
    Aksesoris
    Sepatu
    Topi
    Tas



2) Sebagai pelengkap interior

    Kain tirai
    Kain salut kursi
    Perlengkapan rumah tangga (cempal, alas makan dan minum, tudung saji, sarung bantal, sprei, keset, lap, dll)
    Aksesori ruangan (wadah tissue, taplak, hiasan dekorasi ruangan, kap lampu, dll)



3) Sebagai wadah dan pelindung benda

    Tas laptop
    Aneka tas
    Aneka wadah
    Aneka dompet
    dan lain-lain

Sumber : Dokumen Kemdikbud

Sumber: helenrawlinson.bigcartel.com | retaildesignblog.net

Produk kerajinan umumnya memanfaatkan bahan baku yang tersedia dan dihasilkan melalui keterampilan tangan dengan alat bantu sederhana serta diproduksi dalam jumlah yang terbatas. Oleh sebab itu karya kerajinan biasanya mempunyai ciri khas dari daerah yang membuatnya, demikian pula dengan produk kerajinan tekstil. Keragaman bahan baku dan keterampilan daerah di Indonesia menghasilkan keragaman produk kerajinan tekstil Indonesia. Produk kerajinan tekstil merupakan salah satu sumber budaya bangsa Indonesia yang dapat menjaga dan melestarikan keberadaan budaya setempat dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Untuk dapat mengembangkan tekstil tradisional Indonesia, kita harus mengenalnya lebih dalam.
2. Kerajinan Tekstil Tradisional Indonesia
Karya kerajinan tekstil tradisional Indonesia, secara fungsi dapat dibagi sebagai berikut:

1) Sebagai pemenuhan kebutuhan sandang yang melindungi tubuh, seperti kain panjang, sarung dan baju daerah

2) Sebagain alat bantu atau alat rumah tangga, seperti kain gendongan bayi dan untuk membawa barang

3) Sebagai alat ritual (busana khusus ritual tradisi tertentu), contohnya,

     Kain tenun Ulos
     Kain pembungkus kafan batik motif doa
     Kain ikat celup Indonesia Timur (penutup jenazah)
     Kain Tapis untuk pernikahan masyarakat daerah Lampung
     Kain Cepuk untuk ritual adat di Pulau Nusa Penida
     Kain Songket untuk pernikahan dan khitanan
     Kain Poleng dari Bali untuk acara ruwatan (penyucian)


kerajinan tekstil

3. Ragam Hias Kerajinan Tekstil Tradisional dan Modern
Pada kerajinan tekstil, estetika atau keindahannya dimunculkan oleh bentuk kerajinan, tekstur material, warna serta yang paling menonjol adalah ragam hiasnya. Ragam hias dan warna pada tekstil tradisional umumnya memiliki simbol dan makna tertentu, sedangkan pada tekstil modern ragam hias cenderung berfungsi sebagai nilai tambah estetika atau keindahan.
a. Ragam Hias Murni, ialah ragam hias yang hanya berfungsi untuk memberi nilai tambah estetika pada benda tersebut dan tidak berhubungan dengan nilai fungsi benda tersebut.
Ragam Hias Kerajinan Tekstil Tradisional dan Modern

b. Ragam Hias Simbolis, ialah ragam hias yang selain berfungsi memperindah juga memiliki makna tertentu yang bersumber dari adat istiadat, agama maupun sistem sosial, yang harus ditaati norma-normanya untuk menghindari salah pengertian bagi pengguna ragam hias tersebut. Contoh ragam hias ini di antaranya kaligra , ragam hias pohon hayat, ragam hias burung phoenix, ragam hias swastika, dan sebagainya.
kerajinan tekstil

Secara garis besar, ragam hias pada masyarakat yang hidup di pesisir pantai banyak menggunakan bentuk-bentuk binatang laut, maupun bentuk alam seperti awan, bintang, bulan dan matahari. Masyarakat yang tinggal di tepi hutan dan pegunungan banyak menggunakan ragam hias dari bentuk tumbuh-tumbuhan, buah, burung, dan serangga yang sering mereka jumpai di lingkungannya. Namun, tidak tertutup kemungkinan sumber inspirasi ragam hias bercampur di suatu wilayah. Adapun bentuk-bentuk ragam hias yang dibuat dengan mengambil inspirasi dari lingkungan alam sekitar biasanya yang memberikan manfaat dan berguna bagi kehidupan suatu suku bangsa. Akibatnya, bentuk motif suatu daerah memiliki kandungan makna loso kehidupan suku bangsa tersebut.

Ragam hias di Indonesia, berdasarkan pada pola dan bentuk visualnya, dibagi dalam klasi kasi sebagai berikut.

b. Ragam Hias Tumbuh-tumbuhan adalah ragam hias yang mengambil inspirasi dari tumbuh-tumbuhan pada wilayah tertentu untuk dimodi kasi menjadi ragam hias yang mencerminkan ciri khas wilayah tersebut.

c. Ragam Hias Mahluk Hidup adalah ragam hias yang mengambil inspirasi dari mahluk hidup di darat, laut, dan udara pada wilayah tertentu dan dimodi kasi menjadi ragam hias khas wilayah tersebut. Ragam hias ini biasanya dimasukkan dalam kelompok ragam hias untuk menggambarkan dunia tengah.

e. Ragam Hias Dekoratif adalah ragam hias yang bersifat arti sial dan biasanya merupakan penggabungan dari beberapa inspirasi ragam hias pada kelompok yang ada sebelumnya yang dimodi kasi sehingga menjadi sebuah bentuk ragam hias yang baru dan memiliki nilai estetika tersendiri

Pola Ragam Hias :

Desain ragam hias yang terdapat di wilayah Indonesia ini beberapa di antaranya sudah merupakan pola baku ragam hias wilayah tertentu. Desain ragam hias dapat dikelompokkan dalam jenis pola sebagai berikut.
a. Jenis pola tunggal (pattern), yaitu bentuk pola yang disusun dengan ukuran yang berdiri sendiri tanpa diberi bentuk yang lain.
b. Jenis pola ulang himpunan (assemblage), yaitu bentuk pola yang tiap bagian merupakan suatu kelompok dan kumpulan dari beberapa bentuk atau unsur yang masih bersifat satu kesatuan.
c. Jenis pola ulang menyeluruh, yaitu ragam hias dengan kombinasi-kombinasi ulangan disertai dengan membubuhkan bentuk lain yang tidak tercakup dalam kelompok tanpa merusak bentuk pokok dari ragam hias tersebut.

Pola pada ragam hias biasanya terdiri atas ragam hias pokok, ragam hias pendukung, dan ragam hias isian atau pelengkap. Proses penataan ragam hias secara garis besar dapat dikelompokkan dalam proses sebagai berikut.

a. Proses pengulangan sejajar, baik secara vertikal maupun horizontal, disusun dalam posisi yang sama, jarak dan ukuran yang sama. Proses tersebut sangat mudah dijumpai dalam ragam hias geometris sebagai desain tepi maupun dalam susunan diagonal dan sudut.

Pola Proses Pengulangan Sejajar
Pola Proses Pengulangan Sejajar

b. Proses pengulangan berpotongan, yaitu pada proses pembuatan motif saling bertumpangan dan berpotongan terhadap bidang gambar.

Pola Proses Pengulangan Berpotongan
Pola Proses Pengulangan Berpotongan

Ragam hias pada tekstil tradisional pada umumnya menggunakan proses pengulangan yang disusun simetris. Pada tekstil modern, proses pengulangan ragam hias, baik yang sejajar maupun yang berpotongan, selain disusun secara simetris sering pula digunakan secara asimetris, bahkan bersifat acak.



Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang  karya kerajinan tekstil secara fungsi

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang  Ringkasan Materi Prakarya Semester Ganjil Kelas 9

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.

buka mesin jahit : http://kerajinanprakarya.blogspot.co.id/2016/11/mengenal-kerajinan-tekstil.html

0 komentar:

Ringkasan Materi Prakarya Semester Ganjil Kelas 9

Ringkasan Materi Prakarya Semester Ganjil Kelas 9

baju jahit, batik, belajar, guru, indonesia, jahit, jogja, kaos, kebaya, konveksi, kursus, kursus menjahit, les, mesin jahit, obras, private, sekolah, terbaik, usaha, yogyakarta
Ringkasan Materi Prakarya Semester Ganjil Kelas 9

hiasan pada permukaan produk adalah - Bab 1 – Kerajinan Fungsi Hias

Kepulauan Indonesia sejak zaman Prasejarah berada di kawasan yang terdiri atas ribuan pulau. Letaknya diapit oleh benua Asia dan Australia serta samudra Hindia-Pasifik. Berdasarkan letak kepulauan Indonesia seperti itu, Indonesia di daerah khatulistiwa, dan di daerah hembusan angin musim Indo-Australia. Adanya dua musim, yaitu musim hujan dan kemarau, menyebabkan penduduk Indonesia dalam menjalankan kehidupannya selalu beradaptasi dengan alam. Masyarakat biasa hidup berpindah pindah sejak dahulu. Mulai dari berpindah tempat tinggal hingga berpindah kegiatan, seperti kegiatan bertani, berkebun, membuat kerajinan, bertukang, berburu, mencari ikan, berdagang, dan kegiatan lainnya yang disesuaikan dengan perubahan musim saat itu.



Kegiatan membuat kerajinan berhubungan dengan aktivitas pembuatan benda-benda kebutuhan hidup. Benda-benda tersebut sangat dibutuhkan oleh seluruh manusia untuk mempermudah dan mempercepat produktivitas kerja. Sejak, dahulu rakyat Indonesia telah menggunakan produk kerajinan sebagai alat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dari pakaian hingga kebutuhan ritual budaya. Semakin berkembangnya zaman, kebutuhan akan benda-benda atau perkakas berkembang tidak hanya sebatas benda fungsional saja akan tetapi perkakas pun dibuat dengan diperhalus dan diperindah, baik dari segi penampilannya, ukuran, maupun hiasannya. Pada akhirnya, masyarakat memproduksi kerajinan perkakas atau alat-alat tidak hanya sebagai benda kebutuhan hidup sehari-hari, tetapi juga sebagai benda hiasan.

Kekayaan alam dan budaya Indonesia merupakan modal munculnya keberagaman motif, bentuk, bahan, serta teknik pada karya kerajinan Indonesia. Budaya Indonesia yang unik dan memiliki ciri khas kedaerahan menjadi acuan yang dapat menjadi inspirasi dalam mengolah sumber daya tersebut sebagai produk kerajinan yang bernilai ekonomis. Berdasarkan perkembangannya, kerajinan sangat dipengaruhi oleh budaya luar sehingga dihasilkan bentuk dan corak produk yang beraneka ragam untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang juga beraneka ragam.

Banyak kerajinan Indonesia yang telah dikenal di manca negara. Misalnya batik yang merupakan salah satu kekayaan bangsa Indonesia yang tersebar ke seluruh pelosok negeri. Batik menjadi kebangaan Indonesia di dunia internasional sebagai warisan budaya nenek moyang yang patut dilestarikan, dipelajari, dan terus dikembangkan oleh setiap generasi.

Prinsip Kerajinan Fungsi Hias

Kerajinan merupakan bagian dari seni rupa terapan yang diartikan sebagai proses produksi yang melibatkan keterampilan manual dalam membuat benda-benda kebutuhan hidup yang dirancang untuk tujuan fungsional (kegunaan) serta memiliki nilai keindahan. Produk kerajinan dibuat tentunya memiliki tujuan. Selain untuk menghias dan kegunaan praktis, produk kerajinan dibuat untuk berbagai tujuan. Di bawah ini diuraikan berbagai tujuan dari produk kerajinan.

    Sebagai penghias, kerajinan yang dibuat semata-mata sebagai hiasan pada suatu benda atau sebagai pajangan suatu ruang dan tidak memiliki makna tertentu.
    Sebagai benda dipakai, kerajinan yang dibuat berdasarkan tujuan untuk digunakan sebagai kebutuhan sehari-hari.
    Sebagai kebutuhan ritual, kerajinan yang mengandung simbol-simbol tertentu dan berfungsi sebagai benda magis berkaitan dengan kepercayaan dan spiritual.
    Sebagai kebutuhan simbolik, kerajinan tradisional selain sebagai hiasan juga berfungsi melambangkan hal tertentu yang berhubungan dengan nilai spiritual.
    Sebagai kebutuhan konstruktif, kerajinan selain sebagai hiasan juga berfungsi sebagai pendukung sebuah bangunan.

Selain itu, kerajinan yang bertujuan sebagai fungsi hias dan fungsi pakai sama-sama memiliki nilai ekonomis, dimana kerajinan itu sendiri dapat menambah nilai jual suatu produk. Adapun prinsip kerajinan fungsi hias meliputi hal-hal berikut.

Keunikan Bahan Kerajinan Fungsi Hias

Sumber daya alam Indonesia yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar kerajinan tersedia sangat berlimpah. Setiap permukaan bumi memiliki ciri sumber daya alam yang berbeda satu sama lainnya. Seperti laut, sumber daya alam yang dihasilkan bebatuan, cangkang kerang, sisik ikan, tulang ikan, tumbuhan laut, dan sebagainya. Daratan Indonesia memiliki kekayaan alam di antaranya kayu, logam, bebatuan, tanah liat, tumbuhan (serat), dan masih banyak lagi. Adapun bahan-bahan untuk membuat kerajinan dikelompokkan sbb.

    Bahan Alam

Bahan alam adalah sesuatu yang terdapat di alam semesta. Bahan alam yang dapat digunakan untuk produk kerajinan di antaranya: tanah liat, serat, batu, kayu, bambu, rotan, kulit, logam, batu. Keunikan dari bahan alam tersebut adalah tanah liat memiliki tekstur halus dan elastis. Serat batang pisang memiliki tekstur kasar dan berwana cokelat bergradasi. Kayu bersifat keras dan memiliki warna. Bambu dan rotan memiliki sifat lentur dan kuat. Kulit memiliki tesktur permukaan kulit hewan yang menarik dengan menampilkan warna-warna alaminya. Logam emas, perak atau perunggu memiliki kesan mewah dan kuat. Batu memiliki beraneka warna yang menenangkan.

    Bahan Buatan

Bahan buatan adalah sesuatu yang diolah manusia dengan menggunakan bahan kimia dan paduannya, bukan asli dari alam, untuk mendapatkan efek duplikasi bahan alam. Bahan buatan yang dapat dihasilkan untuk produk kerajinan di antaranya lilin, gips, fiberglass, dan sabun. Keunikan dari bahan buatan tersebut adalah lilin memiliki tekstur lembut. Gips mudah dibuat tekstur ketika dibuat sebagai karya, baik tektur kasar maupun halus. Fiberglass  bersifat kuat. Sabun memiliki sifat mengharumkan dan lunak.

    Bahan Limbah Organik

Bahan limbah organik merupakan limbah yang bisa dengan mudah diuraikan atau mudah membusuk. Bahan yang dapat digunakan untuk produk kerajinan di antaranya kulit jagung, kertas/ kardus, jerami, sisik ikan, cangkang kerang, tempurung kelapa. Keunikan dari bahan limbah organik adalah, sisik ikan memiliki warna yang berkilau. Kerang memiliki kesan kuat. Jerami memiliki kesan alami. Kulit jagung memiliki tektur kasar dan berwarna kuning muda alami. Tempurung kelapa bertektur kasar tetapi dapat pula dibuat tektur halus, memiliki sifat kuat dan keras. Kertas memiliki sifat mudah sobek, tetapi kuat jika dicampur dengan lem. Kardus memiliki warna cokelat yang khas.

    Bahan Limbah Anorganik

Bahan limbah anorganik, adalah jenis limbah yang sangat sulit atau bahkan tidak bisa diuraikan atau tidak bisa membusuk. Contoh limbah anorganik yang dapat digunakan sebagai produk kerajinan di antaranya: karet ban, plastik, kaleng, stereofoam, kaca, logam besi/baja, pecahan keramik.

Keunikan bahan limbah anorganik adalah karet ban memiliki sifat lentur. Plastik memiliki wujud yang transparan dan mengkilap. Kaleng memiliki tekstur kasar dan kuat. Stereofoam memiliki bentuk yang lunak dan mudah dibentuk. Kaca memiliki wujud yang transparan dan berkilau. Logam besi/baja memiliki kesan kuat dan kekar. Pecahan keramik memiliki sifat keras dan tidak beraturan, tetapi daya kilapnya dapat menimbulkan efek lain saat dibuat hiasan mozaik.

Dalam mengolah bahan dasar kerajinan fungsi hias, diperlukan sebuah teknik yang sesuai dengan karakteristik bahan dasar yang digunakan dan tujuan dari pembuatan produk kerajinan. Teknik pengerjaan sebuah kerajinan pun dipengaruhi oleh alat yang dipakainya. Sebuah alat dapat mempercepat dan mempermudah produksi kerajinan. Peralatan yang digunakan juga bergantung pada kebutuhan penggunaan teknik tersebut. Teknik yang digunakan di antaranya adalah teknik jahit untuk tekstil menggunakan alat mesin jahit, teknik ukir untuk kayu menggunakan alat pahat, teknik rajut untuk serat menggunakan alat hakpen, teknik sulam untuk serat dan pita menggunakan jarum, dan lain-lain. Namun, ada teknik yang tidak menggunakan alat melainkan cukup hanya menggunakan tangan, contohnya teknik lipat untuk origami.

Ketrampilan Tangan

Dalam sejarahnya, istilah ‘ketukangan’ (keahlian tukang) atau istilah lain perajin, dahulu yang merupakan proses kerja para tukang berkembang menjadi ‘kekriyaan’ (craftmanship). Pada awalnya, pekerjaan yang dilakukan dengan tubuh dan tangan tanpa dibekali ilmu desain. Kemudian makin lama berkembang menjadi kerja yang bersifat canggih bahkan dapat melebihi seorang seniman atau desainer. Ketukangan atau perajin tidak terbatas pada keterampilan kerja tangan.  Kesadaran material (material consciousness) adalah kesadaran bekerja melalui dan dengan peralatan yang ada pada kita. Dengan kata lain, kesadaran seorang perajin untuk menghasilkan sesuatu yang berkualitas disertai kepekaan kepada apa yang terpaut dengan perkakas itu. Artinya, kepekaan si pengrajin kepada tenaga manusia, bahan, alat, lingkungan alam, lingkungan sosial, dan sebagainya.

Seorang yang bekerja membuat produk-produk kerajinan umumnya disebut perajin. Perajin yang telah disebutkan di atas adalah seorang profesional yang bekerja secara konsisten berkualitas tinggi dalam menciptakan sebuah produk. Dalam hal ini, sangat dibutuhkan keterampilan tangan dalam mengerjakan pekerjaan manual yang bersifat praktik, seperti hal nya seorang mekanik. Namun, tidak semata-mata semua pekerjaan kerajinan dapat dikerjakan dengan bantuan alat, meskipun dengan maksud agar dihasilkan produk kerajinan dengan jumlah banyak, misalnya, anyaman rotan / bambu yang sepenuhnya dikerjakan secara manual.

Perajin dalam membuat produk kerajinan pada umumnya memiliki satu konsep karya yang dapat diproduksi lebih dari satu produk. Penggarapan produk tersebut dapat dikerjakan oleh beberapa orang, atau beberapa tenaga kerja. Sebagai contoh, memproduksi kerajinan batik dapat dikerjakan oleh beberapa tenaga kerja melalui pembagian kerja sesuai dengan bidangnya masing-masing, yaitu ada tenaga bagian membatik, mewarna, melorot, finishing. Contoh lain adalah anyaman eceng gondok, pembagian kerja yang dilakukan antara lain ada tenaga yang membudidayakan eceng gondok, bagian yang mengolah agar eceng siap dianyam, kelompok yang menganyam, dan kelompok yang mengemas, begitu seterusnya. Dapat dikatakan seorang pengrajin membutuhkan orang lain yang memiliki keahlian di bidang masing-masing.

    Unsur Estetik

Kerajinan sebagai karya fungsional tidak cukup hanya memenuhi aspek fungsi saja melainkan memerlukan sentuhan keindahan untuk meningkatkan kualitas dan nilai ekonomisnya. Nilai estetik dalam karya kerajinan fungsi hias dilihat dari aspek bentuk, warna ragam hias, dan komposisi. Dari segi bentuk disuguhkan / aneka ragam bentuk, sesuai fungsi yaitu sebagai produk hiasan, baik bentuk dua atau tiga dimensi. Produk kerajinan dibentuk berdasarkan pada proporsi, komposisi, keseimbangan dan kesatuan, irama, dan pusat perhatian sehingga dihasilkan produk kerajinan yang harmonis. Fungsi warna adalah sebagai penunjang keindahan dan juga sebagai perlambangan. Adanya unsur estetik pada karya kerajinan dapat meningkatkan citra produk kerajinan tersebut.

    Unsur Hiasan

Unsur hiasan (ornament) adalah unsur dekorasi yang dibuat dengan berbagai cara di antaranya dilukis, diukir, dicetak. Ada dua jenis cara penerapan unsur hiasan pada produk kerajinan:

    hiasan pada permukaan produk, yaitu hiasan yang dibuat setelah produk kerajinan selesai dibuat,
    hiasan terstruktur, yaitu hiasan dibentuk sejak awal kerajinan dibuat sehingga menyatu dengan produk itu sendiri.

Ragam hias merupakan identitas suatu daerah yang memiliki keunikan dan karakteristik yang berbeda dari daerah satu dengan lainnya. Ragam hias daerah diaplikasikan pada bermacam-macam benda, seperti kain, ukiran pada rumah dan perabotan rumah tangga, senjata tradisional, alat music tradisional, busana daerah, aksesoris dan perhiasan. Unsur hiasan yang terdapat pada ragam hias setiap produk kerajinan memiliki nilai tradisi yang begitu kental. Inilah yang memperkarya khasanah kerajinan Indonesia sejak dahulu hingga sekarang dimana kerajinan memiliki ciri khas yang tidak dapat disamakan dengan negara-negara lainnya.

Ragam hias memiliki makna simbolik sehingga perajin perlu memahami tujuan dari pembuatan produk kerajinan dan memaknai ragam hias yang terkandung pada produk kerajinan tersebut. Ragam hias dapat dimodifikasi menjadi berbagai bentuk pengembangan atau penyederhanaan untuk memperkaya produk menjadi kerajinan inovatif. Ragam hias yang ditampilkan pada sebuah produk kerajinan bertujuan untuk keindahan dan keunikan sehingga baik produk kerajinan fungsi hias maupun fungsi pakai sama-sama membutuhkan unsur hiasan sebagai sentuhan pada produknya. Untuk kerajinan fungsi hias, tentunya unsur hiasan (ornament) ini terasa begitu kental ditonjolkan, mengingat kerajinan fungsi hias memiliki fungsi sebagai hiasan. Adapun fungsi pakai unsur hiasan ditampilkan lebih sedikit, terasa sebagai kesan saja karena kerajinan fungsi pakai memang memiliki kecenderungan yang tinggi pada kegunaan praktis.

Produk Kerajinan Fungsi Hias

Kerajinan fungsi hias dibuat dengan tujuan sbb.

    Untuk memenuhi kebutuhan. Perajin telah mempertimbangkan tujuan dari pembuatan produk kerajinan fungsi hias adalah untuk penghias. Contoh:
    hiasan dinding untuk memperindah dinding ruangan seperti kaca patri, lukis kaca, tapestri, dan kerajinan logam.
    hiasan gantung sebagai elemen dekorasi untuk mempercantik dan memperindah ruangan, seperti umbul-umbul, penjor, hiasan pintu/jendela, dan hiasan langit-langit.
    elemen estetis interior atau eksterior seperti pembatas ruang, hiasan sudut ruang, hiasan jendela/pintu.

Kerajinan fungsi hias modifikasi

Kerajinan fungsi hias dapat pula dibuat dengan memodifikasi bahan dan teknik. Para perajin terkadang membuat inovasi pada produk kerajinan mereka yang dinilai telah usang atau membosankan. Salah satu cara yang dilakukan adalah menambahkan hiasan pada sebagian karya agar terlihat lebih unik dan menarik. Cara seperti ini dinilai berhasil untuk dapat meningkatkan daya tarik dan nilai jual terhadap produk yang dimaksud.

Di bawah ini merupakan contoh produk kerajinan fungsi hias.

Hiasan Janur

Janur (dari bahasa Jawa) adalah daun muda dari beberapa jenis palma besar, terutama kelapa, enau, dan rumbia. Janur biasa dipakai sejumlah suku bangsa di Indonesia sebagai pemenuh kehidupan sehari-hari dan sebagai penunjang acara adat. Sejak dahulu, masyarakat Indonesia  sudah mengenal janur dan menggunakan janur hingga turun-temurun. Masyarakat suku di Bali, Jawa, Sunda, dan Sumatra biasa memanfaatkan janur untuk dianyam. Teknik merangkai janur mencapai puncak estetika di Bali dan beberapa tempat di Jawa. Bentuk keindahan yang beraneka ragam dari kerajinan janur dapat disaksikan saat upacara-upacara keagamaan serta perkawinan. Ada berbagai bentuk, ukuran, dan kegunaan dari janur yang dibuat, dan semuanya tentunya memiliki makna masing-masing.

Perlu keuletan dalam membuat dekorasi dari janur ini. Alat yang dibutuhkan untuk membuat dekorasi ini adalah pisau, straples dan isinya, jarum pentul, benang kasur, paku, gedebog pisang, bokor, dan tentu saja janur. Dekorasi janur ini memang unik, dan tidak ada di negara lain.

Alat Produksi Hiasan Janur

    Alat Pemotong

Pisau digunakan untuk membelah, memotong, dan menyayat janur.

    Benang Kasur

Benang kasur digunakan untuk menjahit.

    Stapler

Stapler digunakan untuk menyambung janur satu dan lainnya.

    Bambu atau Lidi

Digunakan untuk menusuk tumpukan janur agar memiliki poros.

Bahan Pembuatan Hiasan Janur

    Janur

Hiasan janur menggunakan bahan dasar janur yang berasal dari daun muda pohon kelapa, enau ataupun rumbia.

    Pewarna

Pewarna yang digunakan untuk janur adalah teres atau nophal. Teres adalah sejenis warna yang biasa dipakai untuk mewarnai makanan. Nophal adalah bahan warna yang biasa digunakan untuk mewarnai bagor, karung, bilah bambu, bahan tikar, dan jenis bahan alam lainnya.

    Bambu Batangan

Bambu batangan digunakan sebagai tiang dari hiasan janur.

Hiasan Lukis Kaca

Lukis kaca adalah jenis kerajinan yang menampilkan gaya lukisan di atas media kaca. Gaya lukisan yang sering digunakan adalah dekoratif karena lukisan dibuat dengan banyak elemen hiasan pada setiap ornamen yang digunakan. Dilihat dari pewarnaan yang sering digunakan, lukis kaca memiliki kecenderungan transparan sehingga jika digunakan sebagai penghias ruangan, tampak tembus pandang. Wilayah yang dikenal masyarakatnya penghasil lukis kaca adalah Cirebon, Jepara, dan daerah yang tersebar di kepulauan Jawa. Sejak dahulu, lukis kaca banyak dipakai di bangunan gereja, masjid, juga rumah-rumah tinggal. Tujuannya untuk memperindah ruangan.

Selain lukis kaca, ada juga kaca patri. Meskipun terkadang memiliki efek yang sama, namun teknik pembuatannya berbeda. Lukis kaca dibuat dengan cara melukis kaca sesuai pola yang diletakkan di bawah kaca. Adapun kaca patri menggunakan teknik mematri pada bagian sambungan kaca. Baik lukis kaca maupun kaca patri terdapat garis luar (out line) yang dibuat dengan warna yang tegas seperti hitam, emas, dan perak.

Alat Pembuatan Lukis Kaca

    Pena, digunakan untuk membuat outline objek gambar sesuai desain.
    Kertas Desain, digunakan sebagai objek yang akan dilukis pada
    Pisau Kertas, digunakan untuk mengerok gambar yang salah.
    Kuas, digunakan untuk mengecat. Kuas memiliki beberapa bentuk bulu/rambutnya, ada yang ujungnya terlihat rata dan ada yang terlihat Semua dipakai sesuai dengan kebutuhan saat melukis objeknya.
    Meja, digunakan untuk alas pembuatan hiasan lukis kaca. Diperlukan meja dengan permukaan rata.

Bahan Pembuatan Lukis Kaca

Bahan yang diperlukan dalam pembuatan lukis kaca adalah kaca transparan, lap, pengencer cat, dan cat kayu.

Proses Pembuatan Lukis Kaca

    Membuat gambar sebagai pola
    Menebalkan gambar dengan spidol
    Gambar ditaruh di bawah kaca dan ditebalkan dengan pena
    Memberi warna pada gambar dengan cat
    Menutup semua permukaan kaca dengan cat
    Lukisan kaca selesai dan dapat dibingkai

Hiasan Tenun Serat

Para ahli antropologi menyatakan bahwa kegiatan menenun sudah ada sejak tahun 500 SM, terutama di daerah Mesopotamia dan Mesir lalu menyebar ke Eropa dan Asia, terutama India, Turki, dan juga negeri China. Oleh sebab itu, wilayah itu sejak dahulu telah dikenal sebagai penghasil permadani yang mendunia, baik dikerjakan dengan manual keterampilan tangan maupun dengan mesin.

Saat kita menjelajah Indonesia, terungkap banyak kekayaan tenun-menenun, dengan aneka ragam teknik dan prosesnya, serta ragam hiasnya yang beraneka ragam. Tenun yang menggunakan alat tenun seperti gedogan ataupun ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin), dalam pembuatan hiasan tenun serat ini pun mengikuti kebiasaan dalam pembuatan tenun pada umumnya.

Menenun bagi orang Indonesia merupakan suatu perwujudan upacara yang dimulai dari tahapan kerja yang jelas, tata tertib yang harus dipatuhi, dan menjelma menjadi suatu kebiasaan. Adat istiadat, agama, dan lingkungan telah memengaruhi para penenun dalam mengungkapkan jiwa pada selebar kain hasil tenunan mereka. Demikian pula pada pembuatan hiasan tenun serat. Maka, jadilah hiasan tenun serat yang indah dan menawan serta memiliki harmonisasi warna dan tekstur.

Alat Pembuatan Hiasan Tenun Serat

    Kayu Spanram, kayu yang diberi paku untuk benang lungsin.
    Batang Kayu, bentuknya menyerupai sumpit sebagai pengikat benang pakan yang berjalan.Teknik tenun atau anyam memiliki dua susunan benang, yaitu benang lungsi yang dirakit sebagai dasar bidang tenunan atau anyaman, dan pakan sebagai pembuat warna atau motif terstruktur.

Bahan Pembuatan Hiasan Tenun Serat

    Benang tipis untuk lungsin
    Benang tebal untuk pakan

Proses Pembuatan Hiasan Tenun Serat

    Pasang benang lungsi pada pemidangan
    Memasukkan benang pakan pada lungsi
    Mengganti warna pakan sesuai motif yang diinginkan

Hiasan Sulam

Orang-orang Mesir Purba, Babylon, Phoenicia dan Yahudi telah lama mengaplikasi sulaman untuk menghias jubah-jubah mereka. Sulam biasa disebut juga dengan bordir, adalah hiasan yang dibuat di permukaan kain atau bahan-bahan lain dengan jarum jahit dan benang. Dahulu, sulam lebih banyak menggunakan bahan dasar benang katun, tetapi selanjutnya, sulam dapat dikembangkan dengan pita dan benang nylon yang tebal dan kaku. Kain dan benang yang dipakai untuk sulaman berbeda-beda menurut tempat dan negara. Sejak ribuan tahun yang lalu, kain atau benang dari wol, linen, dan sutra sudah dipakai untuk membuat sulaman. Selain benang dari wol, linen, dan sutra, sulaman modern menggunakan benang sulam dari katun atau rayon.

Pada umumnya, sulaman dengan benang menggunakan beberapa jenis tusuk dasar seperti tusuk jelujur, tikam jejak, silang, feston, rantai, melekat benang, batang.

Hasil akhir sulaman dapat dibedakan menjadi:

    Sulam datar, hasil sulaman rata dengan permukaan kain.
    Sulam terawang (kerawang), hasil sulaman berlubang-lubang seperti menerawang.
    Sulam timbul, hasil sulaman membentuk tekstur di permukaan kain sesuai motif yang

Pada masyarakat Melayu, khususnya daerah Sumatra, sulaman telah memengaruhi kehidupan masyarakat kaum perempuan. Perempuan diharuskan memiliki keterampilan menyulam sejak anak-anak sebagai bekal keterampilan mereka di masa datang. Meskipun dikerjakan dengan teknik yang tidak mudah, para perempuan tersebut tidak merasa menjadi beban. Maka, di daerah ini, banyak berkembang aneka jenis sulaman dengan nama dan gaya pembuatan yang unik dan khas. Beberapa jenis sulaman yang berkembang kini adalah seperti berikut.

    Sulam Kepala Peniti

Sulam kepala peniti merupakan sulaman dengan tekstur menyerupai kepala jarum pentul yang berukuran kecil. Di Sumatra Barat, jarum pentul tanpa kepala warna tersebut dinamai dengan peniti.

    Sulam Bayang

Sulam bayang merupakan jenis sulaman dengan teknik penempatan kain yang bertindih, kain warna diletakkan pada bagian dalam / bawah kain dasar, sedangkan sulaman dilakukan pada bagian atas kain dasar.

    Sulam Renda Bangku

Sulam renda bangku merupakan jenis sulam yang memiliki fungsi sebagai renda baju atau taplak dan lainnya. Dibuat diatas bangku kecil berukuran bulat, maka disebutlah sulaman renda bangku. Benang yang digunakan cenderung halus dan kecil.

    Sulam Pita

Sulam pita menggunakan pita-pita dengan berbagai ukuran dan ketebalan. Sulaman ini menggunakan jarum sulam atau jarum kasur yang memiliki lubang benang berukuran besar.

Jenis-jenis sulam yang masih dilakukan secara turun-temurun oleh masyarakat Sumatra Barat adalah jenis sulam kepala peniti, sulam bayang, dan sulam renda bangku. Adapun sulam rajut, merenda, dan sulam pita banyak dilakukan orang di beberapa daerah lain, termasuk masyarakat Jakarta.

Hiasan Logam

Pada dasarnya, kerajinan logam tembaga, perak, dan kuningan khususnya di Indonesia sudah ada pada zaman Mataram Kuno. Karya seni pada zaman itu berupa peralatan rumah tangga, relief kaligrafi, koin, logo atau lambang sebuah kerajaan. Gambar, motif, dan tema pada umumnya hampir memiliki kesamaan dengan motif-motif relief lain terutama motif pada seni relief ukir. Saat ini hasil dari kerajinan Logam ini di gunakan sebagai ornament, logo, lampu hias, furnitur, atau souvenir. Tujuannya untuk menghiasi suatu tempat atau memperindah suatu ruangan, bukan hanya sekadar untuk peralatan rumah tangga.

Pada umumnya, produk hasil kerajainan logam, baik yang dari tembaga, kuningan maupun aluminium yang beli oleh pihak hotel, bandara, perkantoran, hunian rumah tinggal hanya untuk melengkapi dan mempercantik interior maupun eksterior dan terkadang ada pula yang dibeli oleh perorangan maupun diekspor. Jenis-jenis kerajinan logam berdasarkan cara pembuatannya dapat dibedakan menjadi:

    Logam Buatan Tangan

Kerajinan ini murni dibuat dengan tangan, tanpa mengandalkan mesin. Dari proses awal hingga akhir dikerjakan dengan tangan. Kerajinan inilah yang merupakan cikal bakal industri perak di Indonesia dan bahkan sampai sekarang pun kerajinan perak di Indonesia masih didominasi kerajinan buatan tangan (handmade).

    Logam Cetakan

Teknologi cetakan sering dijadikan alternatif produksi kerajinan logam, terutama untuk permintaan produk dengan kuantitas besar dan waktu yang terbatas. Proses mencetak logam diawali dengan pencairan logam, kemudian dituang ke cetakan yang telah disiapkan sebelumnya sesuai bentuk yang dinginkan. Keuntungan dari sistem pembuatan cetak adalah penghematan waktu dan model yang dibuat bisa menjadi sama semua. Meskipun begitu, proses akhir (finishing) dari proses cetakan ini masih menggunakan tangan di antaranya, pengikiran dan pengamplasan bekas-bekas cetakan yang kurang rapi. Kendala utama dari produksi sistem cetak ini adalah biaya mesin cetak yang tidak murah harganya.

    Logam Buatan Mesin

Kerajinan logam dengan sistem produksi mesin juga merupakan sistem produksi massal. Hanya saja di sini digunakan mesin sebagai pengganti cetakan. Produk-produk yang dibuat dengan mesin biasanya adalah kalung dan gelang rantai. Sama halnya dengan mesin cetakan, mesin pembuat perhiasan ini harganya juga cukup mahal. Di Indonesia, kerajinan logam yang dibuat dengan mesin banyak berasal dari Jawa bagian timur.

Alat Produksi Pembuatan Kerajinan Logam

Diantaranya adalah lempengan besi, gunting dan patri.

Bahan Produksi Pembuatan Kerajinan Logam

Aneka logam yang terdiri dari perak, tembaga dan emas

Proses Produksi Pembuatan Kerajinan Logam

    Pembuatan desain
    Menyisin benan perak sesuai desain
    Pengleman perak dengan bubuk perak
    Perak dipatri
    Desain dengan ukuran besar harus ditempa
    Perak yang sudah jadi dicuci dengan lerak

Kemasan Produk Kerajinan Fungsi Hias

Kemasan sebuah produk turut menentukan apakah produk tersebut layak dikatakan berkualitas atau tidak. Bentuk kemasan sangat membantu perajin atau produsen mengenalkan dan mendekatkan produk kepada konsumennya. Hanya dalam beberapa detik saja sebuah kemasan dapat mengubah cara pikir seseorang untuk memiliki ketertarikan tinggi terhadap sebuah produk. Dilihat dari fungsinya, kemasan memiliki 4 fungsi utama, yaitu menjual produk, melindungi produk, memudahkan penggunaan produk, dan memperindah penampilan produk. Bahan dasar dari kemasan itu sendiri sangat bervariasi, seperti logam, plastik, kayu, serat alam, kardus, kaca, mika. Pilihan bahan kemasan harus disesuaikan dengan jenis produk kerajinan yang akan dikemas. Penting untuk dipahami bahwa karya yang diperuntukkan dijual, kemasan harus lebih berguna untuk melindungi keamanan karya dari kerusakan. Jika untuk dipamerkan, kemasan lebih berfungsi sebagai penunjang karya utama.

Modifikasi Produk Kerajinan Fungsi Hias

Modifikasi adalah merubah, menggayakan, menambah/menyederhanakan bentuk, memadukan aneka bahan, mengatur ulang komposisi warna, motif, dan menciptakan karya baru yang sangat berbeda dari asalnya.

    Kerajinan Modifikasi Hasil Kombinasi Bahan atau Teknik

Karya modifikasi dapat dipadukan dengan beberapa bahan atau beberapa teknik, yang terpenting adalah kedua bahan atau teknik yang dipadukan merupakan kegiatan menghias sebuah benda agar tampil lebih menarik dari sebelumnya. Setiap daerah memiliki keunggulan kreativitas dalam dalam memodifikasi kerajinan khas daerah setempat.

    Kerajinan Modifikasi hasil Penyederhanaan dan Penggayaan

Para perajin yang biasa berkarya dengan satu jenis model karya, ia akan menemukan rasa jenuh, apalagi jika peminat semakin berkurang. Hal yang dapat dilakukan adalah mengkreasikan karya dengan modifikasi, baik dengan menyederhanakan atau menggayakan bentuk, teknik, atau dekorasinya agar terlihat sedikit berbeda. Penyederhanaan bentuk dapat menghasilkan karya yang unik dan berbeda dengan aslinya. Menggayakan bentuk seolah-olah ada peningkatan kreativitas dalam karya, meskipun yang diubah hanya sebagian kecil saja.

    Kemasan Produk Kerajinan Fungsi Hias Modifikasi

Kemasan merupakan sentuhan akhir dari sebuah proses. Pada karya modifikasi kerajinan dari bahan limbah organik, hal yang perlu diperhatikan adalah ukuran dari karya. Tidak semua karya kerajinan dapat dibuat kemasan. Terkadang karena ukurannya sangat besar karya tidak bisa dibuat kemasan. Oleh sebab itu, kemasan dapat dilakukan pada karya-karya yang berukuran kecil hingga sedang, yang mudah dibawa. Prinsip desain berkelanjutan tetap terus menjadi prioritas, meskipun yang dibuat adalah kemasan, perlu dipikirkan agar kemasan tidak langsung dibuang, tetapi dapat digunakan untuk fungsi lain oleh konsumen.



 Pelajaran Prakarya semester 1
Karya kerajinan hias dan modifikasinya
Kerajinan merupakan bagian dari seni rupa terapan yang diartikan sebagai proses produksiyang melibatkan keterampilan manual dalam membuat benda-benda kebutuhan hidup yang dirancang untuk tujuan fungsional (kegunaan) serta memiliki nilai keindahan.

A.   Tujuan dari produk kerajinan:

1.     Sebagai penghias: Kerajinan yang dibuat semata-mata sebagai hiasan pada  suatu benda atau sebagai pajangan suatu ruang dan tidak memiliki makna tertentu.
2.     Sebagai benda dipakai: Kerajinan yang dibuat berdasarkan tujuan untuk digunakan sebagai kebutuhan sehari-hari.
3.     Sebagai kebutuhan ritual: Kerajinan yang mengandung simbol-simbol tertentu dan berfungsi sebagai benda magis berkaitan dengan kepercayaan dan spiritual.
4.     Sebagai kebutuhan simbolik: Kerajinan tradisional selain sebagai hiasan juga berfungsi melambangkan hal tertentu yang berhubungan dengan nilai spiritual.
5.     Sebagai kebutuhan konstruktif: Kerajinan selain sebagai hiasan juga berfungsi sebagai pendukung sebuah bangunan.

B.   Bahan kerajinan fungsi hias:

1.     Bahan alam
Bahan alam adalah sesuatu yang terdapatdi alam semesta. Misalnya rotan, kulit, logam emas, batu, tanah liat, kayu, serat batang pisang, dan bambu.
2.     Bahan buatan
Bahan buatan adalah sesuatu yang diolah manusia dengan menggunakan bahan kimia dan paduannya, bukan asli dari alam, untuk mendapatkan efek duplikasi bahan alam. Misalnya lilin, gips, fiberglass, dan sabun.
3.     Bahan limbah organik
Bahan limbah organik merupakan limbahyang bisa dengan mudah diuraikan ataumudah membusuk. Limbah organik mengandung unsur karbon. Misalnya kulit jagung, kertas, kardus, jerami, sisik ikan, cangkang kerang, tempurung kelapa.
4.     Bahan limbah anorganik
Bahan limbah anorganik, adalah jenis limbah yang sangat sulit atau bahkan tidak bisa diuraikan atau tidak bisa membusuk. Limbah anorganik tidak mengandung unsur karbon. Misalnya karet ban, plastik, kaleng, streofoam, kaca, logam besi/baja, pecahankeramik.

Dalam sejarahnya, istilah ‘ketukangan’ (keahlian tukang) atau istilah lain perajin, dahulu yang merupakan proses kerja para tukang berkembang menjadi ‘kekriyaan’

C.   Unsur Estetik
Nilai estetik dalam karya kerajinan fungsi hias dilihat dari aspek bentuk, warna ragam hias, dan komposisi. Dari segi bentuk disuguhkan aneka ragam bentuk, sesuai fungsi yaitu sebagai produk hiasan, baik bentuk dua atau tiga dimensi. Produk kerajinan dibentuk berdasarkan pada proporsi, komposisi, keseimbangan dan kesatuan, irama, dan pusat perhatian sehingga dihasilkan produk kerajinan yang harmonis. Fungsi warna adalah sebagai penunjang keindahan dan juga sebagai perlambangan. Adanya unsur estetik pada karya kerajinan dapat meningkatkan citra produk kerajinan tersebut.

D.   Unsur Hiasan
Unsur hiasan adalah unsur dekorasi yang dibuat dengan berbagai cara di antaranya dilukis, diukir, dicetak. Ada dua jenis cara penerapan unsur hiasan pada produk kerajinan:
a)     Hiasan pada permukaan produk, yaitu hiasan yang dibuat setelah produk kerajinan selesai dibuat
b)    Hiasan terstruktur; yaitu hiasan dibentuk sejak awal kerajinan dibuat sehingga menyatu dengan produk itu sendiri.
Untuk kerajinan fungsi hias, tentunya unsur hiasan ini terasa begitu kental ditonjolkan, mengingat kerajinan fungsi hias memiliki fungsi sebagai hiasan. Adapun fungsi pakai unsur hiasan ditampilkan lebih sedikit, terasa sebagai kesan saja karena kerajinan fungsi pakai memang memiliki kecenderungan yang tinggi pada kegunaan praktis.

E.   Tujuan kerajinan fungsi hias

1.     Untuk memenuhi kebutuhan
Perajin telah mempertimbangkan tujuan dari pembuatan produk kerajinan fungsi hias adalah untuk penghias. Contoh:
a)     Hiasan dinding; untuk memperindah dinding ruangan seperti kaca patri, lukis kaca, tapestri, kerajinan logam.
b)    Hiasan gantung; sebagai elemen dekorasi untuk mempercantik dan memperindah ruangan, seperti umbul-umbul, penjor, hiasan pintu/jendela, hiasan langit-langit.
c)     Elemen estetis interior atau eksterior; seperti pembatas ruang, hiasan sudut ruang, hiasan jendela/pintu.


2.     Kerajinan Fungsi Hias Modifikasi
Kerajinan fungsi hias dapat pula dibuat dengan modifikasi dan berbagai teknik. Para perajin terkadang membuat inovasi pada produk kerajinan mereka yang dinilai telah usang atau membosankan. Salah satu cara yang dilakukan adalah menambahkan hiasan pada sebagian karya agar terlihat lebih unik dan menarik. Misalnya, dengan memadupadankan bahan dasar yang berbeda tekstur atau teknik pembuatannya, tetapi pada akhirnya menjadi satu kesatuan produk. Cara seperti ini dinilai berhasil untuk dapat meningkatkan daya tarik dan nilai jual terhadap produk yang dimaksud.



F.    Kemasan produk kerajinan hias
Kemasan memiliki 4 fungsi utama, yaitu menjual produk, melindungi produk, memudahkan penggunaan produk, dan memperindah penampilan produk. Bahan dasar dari kemasan itu sendiri sangat bervariasi, seperti logam, plastik, kayu, serat alam, kardus, kaca, mika.

G.  Modifikasi produk kerajinan fungsi hias
Modifikasi adalah merubah, menggayakan menambah/menyederhanakan bentuk, memadukan aneka bahan, mengatur ulang komposisi warna, motif, dan menciptakan karya baru yang sangat berbeda dari asalnya.



Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang  hiasan pada permukaan produk adalah

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang  Cara Service Mesin Obras Secara Benar

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.

buka mesin jahit : https://karrikasm.wordpress.com/2016/02/21/ringkasan-materi-prakarya-semester-ganjil-kelas-9/

0 komentar:

Copyright © 2016 Kursus Menjahit.