teori menjahit I

 teori menjahit I

baju jahit, batik, belajar, guru, indonesia, jahit, jogja, kaos, kebaya, konveksi, kursus, kursus menjahit, les, mesin jahit, obras, private, sekolah, terbaik, usaha, yogyakarta
 teori menjahit I

ukuran pola garis leher -hai, hai...sudah siap untuk berlatih menjahit?kalo sudah, mari siapkan buku tata busanamu (tempat untuk menulis ukuran badan, rumus, dan menempelkan kertas dorslag),pensil, penggaris, skala 1:4,penghapus, dan pena.oke, mari kita mulai.

berikut adalah daftar ukuran tubuh manusia, atau bisa dibilang tempat biasa kita mengukur tubuh seseorang guna sebagai tolak ukur dalam membuat pakaian,rok atau semacamnya.











jika semua sudah dibaca dan dipahami mari kita mulai membuat pola dasar badan:
sebagai contoh saya berikan ukuran pola dasar badan

lingkar badan : 90 cm
lingkar leher: 36 cm
lingkar pinggang: 70 cm
panj. punggung: 38 cm
leb.punggung: 36 cm
leb.muka/dada: 34 cm
leb bahu: 12 cm
panj.baju total: 70 cm
tinggi dada/kupnat: 12 cm

setelah melihat ukurannya mari mulai membuat pola dengan  menggunakan rumus berikut:
1. pola bagian depan
A-B: panjang punggung =38 cm
A-C: 1/2 panjang punggung +2 cm = 1/2 x38+2 = 21 cm
C-G : lingkar badan +4+1/4= 90+4+1/4 (cara menghitungnya tambahkan dulu 90 dengan 4 baru dibagi 4 dan ditambah 1)
A-D : 1/6 lingkar leher + 1 cm = 1/6x 36 +1
A-E : A-D + 1/2 cm
D-Y : lebar bahu
Y-I : 3 atau 3 1/2 cm ( dari Y ke I itu turun 3 atau 3 1/2)
C-F : 1/3  A-C
F-H : 1/2 lebar dada
B-K : C-G

cara menggambar untuk pola depan. selalu dahulukan dengan membuat garis bebas vertikal kemudian tentukan dua titik dimana titik pertama diberi nama A dan titik ke dua diberi nama B, dan panjang dari A-B sama dengan panjang punggung.ingat selalu keterangannya, jika anda benar-benar mengikuti rumus dan tabel ukuran, maka anda pasti bisa menggambarnya. selamat mencoba! berikut adalah rumus pola bagian belakang:
2. Pola bagian belakang
A-B : panjang punggung
A-C : 1/2 panjang punggung+2 cm
C-E: lingkar badan+4 cm-1/4
A-L : 2 cm-2 1/2 cm (untuk pola bagian belakang dinaikan 2-2 1/2 cm)
L-D : 1/6 lingkar leher +1 cm
D-Y : lebar bahu
Y-I : 3- 4 cm
C-F : 1/3 C-L
F-H : 1/2 lebar punggung
B-K : C-E

untuk memulai gambar, sama seperti membuat pola badan depan buat gari bebas vertikal terlebih dahulu, baru tentukan letak panjang punggungnya. untuk contoh gambar ada di bawah:


untuk belakang:



POLA DASAR DENGAN KUPNAT

pola depan


pola belakang


baiklah hari ini saya ingin menambahkan pola dasar di atas di tambah kupnat.. begini rumusnya.buatlah titik tengah antara b dan k dengan memulai pengukuran dari titik b ukurannya 1/10 lingkar pinggang. jika lingkar pinggang yang ada pada penjelasan di atas 70, maka 1/10 dari 70 adalah 7 cm, ukur dari B sepanjang 7 cm kemudian beri tanda dan namakan titik Q,dari Q beri jarak 3 cm dan bubuhi tanda lagi, lalu namakan tanda itu titik R antara Q dan R kita bagi dua,sehingga menghasilkan sebuah titik tengah, dari titik tengah itulah kita tarik ke atas sepanjang 12 cm garis lurus, dan jangan lupa tandai titik tempat perhentian dengan nama O, baru dari O ini kita tarik lagi garis untuk mempertemukan antara R-O dan Q-O. selanjutnya menaikan posisi siluet pinggang, dari titik K ukur sebanyak 2 cm dan beri tanda S kemudian dari titik S naik 2 cm dan beri tanda T, setelah itu pertemukan antara R-T dan G-T

untuk rumus pola dasar kupnat:

B-Q: 1/10 lingkar pinggang
Q-R: 3 cm (lebar kupnat)
R-O: 12 cm
K-S: 2 cm
S-T: naik 2 cm


Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang  ukuran pola garis leher

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang Bahan Baku Limbah Padat Kerajinan Fungsional 

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.

buka mesin jahit : http://modalkaya-myvoice.blogspot.co.id/2010/12/teori-menjahit-i.html

0 komentar:

Copyright © 2016 Kursus Menjahit.