, , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Kerajinan Bahan Lunak dan Wirausaha

Kerajinan Bahan Lunak dan Wirausaha


nama kerajinan , jenis bahan ,ragam hias unsur estetika , fungsi , teknik pembuatan kerajinan bahan keras - Indonesia memiliki kekayaan alam yang berlimpah. Kekayaan alam ini menghasilkan bahan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai produk kerajinan. Kegiatan membuat kerajinan berawal dari dorongan kebutuhan manusia untuk membuat alat atau barang yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, produk kerajinan berorientasi pada aspek fungsional. Kerajinan sebagai karya fungsional tidak cukup hanya memenuhi aspek fungsi saja melainkan memerlukan sentuhan keindahan (estetik) untuk meningkatkan kualitasnya. Nilai estetik pada karya kerajinan dapat dilihat dari aspek bentuk, warna, ragam hias, dan fungsinya. Dalam aspek ekonomi produk kerajinan merupakan lahan subur sebagai mata pencaharian yang menjanjikan investasi besar dalam perkembangan pariwisata dan globalisasi perdagangan dewasa ini.
Tujuan Pembelajaran
1.    Mengapresiasi keanekaragaman karya kerajinan dari bahan lunak dan pengemasan di wilayah setempat dan lainnya sebagai ungkapan rasa bangga dan wujud rasa syukur atas anugrah Tuhan Yang Maha Esa.
2.    Mengidentifikasi bahan , motif hias, teknik pembuatan, dan fungsi karya kerajinan dari bahan lunak di wilayah setempat dan lainnya berdasarkan rasa ingin tahu dan peduli lingkungan.
3.    Menga nalisa unsur estetika dan ergonomis karya kerajinan dari bahan lunak serta menunjukan semangat kewirausahaan dan inovasi berkarya
4.    Merancang pembuatan karya kerajinan dari bahan lunak dan pengemasannya dengan menerapkan prinsip perencanaan produkksi kerajinan serta menunjukan perilaku jujur, percaya diri dan mandiri.
5.    Mendesain produk dan pengemasan produk kerajinan dari bahan lunak berdasarkan konsep berkarya dengan pendekatan budaya setempat dan lainnya berdasarkan orisinalitas ide dan cita rasa estetis diri sendiri.
6.    Membuat karya kerajinan dari bahan lunak di wilayah setempat dan lainnya dengan sikap bekerja sama, gotong royong, bertoleransi, disipin, tanggung jawab, kreatif, dan inovatif.
7.    Menganalisis keberhasilan dan kegagalan serta peluang usaha kerajinan dari bahan lunak di wilayah setempat dan lainnya dengan memperhatikan estetika dan nilai ekonomis untuk membangun usaha.
A.    Produk Kerajinan dari Bahan Lunak
1.    Pengertian Kerajinan dari Bahan Lunak
Kerajinan dari bahan lunak merupakan produk kerajinan ya
ng menggunakan bahan dasar yang bersifat lunak, beberapa bahan lunak yang digunakan dalam pembuatan produk kerajinan, yaitu seperi berikut :
a.    Bahan Lunak Alami
Bahan lunak alami adalah bahan lunak yang diperoleh dari alam sekitar dan cara pengolahannya juga secara alami tidak dicampur dengan bahan buatan. Contoh bahan lunak alami yang kita kenal adalah tanah liat, serat alam, dan kulit.
b.    Bahan Lunak Buatan
Bahan lunak buatan adalah bahan untuk karya kerajinan yang diolah menjadi lunak. Beragam karya kerajinan dari bahan lunak buatan dapat dibuat berdasarkan bahan yang digunakan. Bahan-bahan yang digunakan bisa berupa bubur kertas, gips, fiberglas, lilin, sabun, spons, dan sebagainnya.

2.    Aneka Produk Kerajinan dari Bahan Lunak
Produk kerajinan dari bahan lunak sangat beragam, mulai dari karya kerajinan yang digunakan untuk kebutuhan fungsi pakai dan karya kerajinan untuk hiasan. Berikut ini contoh produk kerajinan dari bahan lunak :
a.    Kerajinan Tanah Liat
Kerajinan yang dibuat dari bahan tanah liat sering dikenal orang dengan kerajinan keramik. Contohnya : gerabah, vas bunga, guci, piring.
b.    Kerajinan Serat Alam
Bahan-bahan serat alam dapat menghasilkan kerajinan tangan yang beraneka ragam, misalnya tas, dompet, topi, alas meja, tempat lampu. Teknik pembuatan kerajinan dari serat alam ini sebagian besar dibuat dengan cara menganyam.
c.    Kerajinan Kulit
Kerajinan ini menggunakan bahan baku dari kulit yang sudah dimasak, kulit mentah atau kulit sintetis. Contohnya : tas, sepatu, wayang, dompet, jaket. Kulit yang dihasilkan dari hewan seperti : sapi, kambing, kerbau, buaya, dan lainnya dapat dijadikan sebagai bahan dasar kerajinan.
d.    Kerajinan Gips
Gips merupakan bahan mineral yang tidak larut dengan air dalam waktu yang lama jika sudah menjadi padat. Secara umum, untuk semua produk gips diperlukan cetakan. Bahan utama pembuatan cetakan adalah silicone rubber, tetapi yang paling gampang dan mudah dicari adalah plastisin atau tanah liat. Fungsi kerajinan dari gips biasanya dapat berupa hiasan d
inding, mainan, dan sebagainya.
e.    Kerajinan Lilin
Pembuatan kerajinan bahan dasar lilin cukup sederhana dan mudah, dapat dilakukan oleh semua orang. Jika kita akan mengubah bentuknya menjadi benda kerajinan yang unik, tentunya perlu dicairkan dengan proses pemanasan diatas api/kompor.
f.    Kerajinan Sabun
Kerajinan dari sabun sangat unik. Bahan yang diperlukan adalah sabun batangan. Sabun dapat diolah dengan dua cara. Pertama : mengukir sabun yang menghasilkan karya seperti binatang, buah, dan flora ukiran. Kedua : membentuk sabun, yaitu: sabun diparut hingga menjadi bubuk, dicampur dengan sagu dan sedikit air, lalu dibuat adonan baru seperti membuat bentuk dari plastisin.
g.    Kerajinan Bubur Kertas
Proses pembuatan bubur kertas dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut ini :
1.    Siapkan kertas bekas, misalnya kertas tisu atau kertas Koran. Robek atau gunting menjadi potongan-potongan kecil.
2.    Masukkan potongan kertas kedalam baskom atau ember plastic. Kemudian, siram dengan air hangat.\
3.    Masukan 1 sendok the garam. Garam bermanfaat untuk menghindarkan kertas menjadi busuk.
4.    Potongan kertas yang telah direndam dan diberi garam ini didiamkan selama 1-2 hari hingga menjadi lunak.
5.    Dua hari kemudian atau setelah kertas menjaadi lunak dan hanur, saring menggunakan kain. Keempat tepi kain disatukan dan plintir, hingga air akan terpisah dari ampasnya.
6.    Buang air perasan kertas. Kemudian, masukan kembali potongan kertas yang sudah diperas airnya kedalam wadah dan remas-remas hingga hancur. Tambahkan sedikit air ketika meremasnya.
7.    Buat larutan pasta dengan mencampur 2 sendok makan tepung kanji dengan air secukupnya. Apabila pasta terlalu cair, penggunaan tepung kanji dapat ditambah.
8.    Campur adonan kertas dengan pasta. Rema-remas hingga tercampur merata dan didapat adonan bubur kertas yang liat sehingga mudah dibentuk.
3.    Fungsi Produk Kerajinan dari Bahan Lunak
Fungsi   produk   kerajinan   dapat   dibedakan   menjadi   dua,   yaitu
fungsi  karya  kerajinan  sebagai  benda  pakai  dan  fungsi  karya
kerajinan sebagai benda hias.
a.  Karya Kerajinan sebagai Benda Pakai
Karya  kerajinan  sebagai  benda  pakai  meliputi  segala  bentuk
kerajinan yang digunakan sebagai alat, wadah, atau dikenakan
sebagai pelengkap busana.Sebagai benda pakai, produk karya
kerajinan  yang  diciptakan  mengutamakan  fungsinya,  adapun
unsur   keindahannya   hanyalah   sebagai   pendukung.   Berikut
contoh karya kerajinan sebagai benda pakai.

b. Karya Kerajinan sebagai Benda Hias
Karya  kerajinan  sebagai  benda  hias  meliputi  segala  bentuk
kerajinan   yang   dibuat   dengan   tujuan   untuk   dipajang   atau
digunakan  sebagai  hiasan  atau  elemen  estetis.  Jenis  ini  lebih
menonjolkan   aspek   keindahan   daripada   aspek   kegunaan.
Berikut contoh karya kerajinan sebagai benda hias.






4.    Unsur Estetika dan Ergonomis Produk Kerajinan
dari Bahan Lunak
Pembuatan produk kerajinan harus memperhatikan unsur
estetika dan ergonomis.
a.  Unsur Estetika
Unsur   estetika   sering   kita   kenal   dengan   istilah   keindahan.
Keindahan   adalah   nilai-nilai   estetis   yang   menyertai   sebuah
karya   seni.   Keindahan   juga   diartikan   sebagai   pengalaman
estetis  yang  diperoleh  ketika  seseorang  mencerap  objek  seni
atau dapat pula dipahami sebagai sebuah objek yang memiliki
unsur keindahan.
Nilai-nilai keindahan (estetik) atau keunikan karya seni memiliki
prinsip: kesatuan (unity), keselarasan (harmoni), keseimbangan
(balance),    dan    kontras    (contrast)    sehingga    menimbulkan
perasaan haru, nyaman, nikmat, bahagia, agung, ataupun rasa
senang.
b. Unsur Ergonomis
Unsur   ergonomis   karya   kerajinan   selalu   dikaitkan   dengan
aspek  fungsi  atau  kegunaan.  Adapun  unsur  ergonomis  karya
kerajinan adalah seperti berikut:
1.    Keamanan   (security)   yaitu   jaminan   tentang   keamanan
orang menggunakan produk kerajinan tersebut.
2.    Kenyamanan   (comfortable),   yaitu   kenyamanan   apabila
produk  kerajinan  tersebut  digunakan.  Barang  yang  enak
digunakan disebut barang terap. Produk kerajinan terapan
adalah  produk  kerajinan  yang  memiliki  nilai  praktis  yang
tinggi.
3.    Keluwesan    (flexibility),    yaitu    keluwesan    penggunaan.
Produk  kerajinan  adalah  produk  terap/pakai,  yaitu  produk
kerajinan  yang  wujudnya  sesuai  dengan  kegunaan  atau
terapannya.  Produk  terap/pakai  dipersyaratkan  memberi
kemudahan   dan   keluwesan   penggunaan   agar   pemakai
tidak mengalami kesulitan dalam penggunaannya.
5.    Motif Ragam Hias pada Produk Kerajinan dari Bahan Lunak
Indonesia   sangat   kaya   dengan   keragaman   produk   kerajinan
dengan   berbagai   macam   ragam   hias   yang   tersebar   diseluruh
tanah air. Ragam hias Nusantara pada umumnya memiliki muatan
nilai tradisi dengan kekhasan dan keragamannya masing-masing.
Di   samping   perbedaan-perbedaan   terdapat   pula   persamaan-
persamaannya, misalnya jenis, bentuk, motif hias, pola susunan,
pewarnaan, bahkan nilai simbolisnya.
Berbagai motif ragam hias yang dapat digunakan untuk menghias
karya kerajinan antara lain seperti berikut.
a.  Motif Realis
Motif    realis    ialah    motif    yang    dibuat    berdasarkan    bentuk-
bentuk nyata yang ada di alam sekitar seperti bentuk tumbuh-
tumbuhan,  bentuk  hewan  atau  binatang,  bentuk  batu-batuan,
bentuk awan, matahari, bintang, bentuk pemandangan alam.



b. Motif Geometris
Motif   geometris   ialah   motif   yang   mempunyai   bentuk   teratur
dan dapat diukur menggunakan alat ukur. Contoh: bentuk segi
empat, segitiga, lingkaran, kerucut, dan silinder.
Motif   geometris   merupakan   motif   tertua   dalam   ragam   hias
karena sudah dikenal sejak zaman prasejarah. Motif geometris
berkembang dari bentuk titik, garis, atau bidang yang berulang
dari  yang  sederhana  sampai  dengan  pola  yang  rumit.  Hampir
di  seluruh  wilayah  Nusantara  ditemukan  motif  ini.  Motif  hias
geometris  antara  lain  meander,  pilin,  lereng,  banji,  kawung,
jlamprang, dan tumpal.




c.  Motif Dekoratif
Pengertian dekoratif adalah menggambar dengan tujuan mengolah suatu    permukaan    benda    menjadi    lebih    indah.
Gambar dekoratif berupa gambar hiasan yang perwujudannya
tampak  rata,  kesan  ruang  jarak  jauh  dekat  atau  gelap  terang
tidak terlalu ditonjolkan.
Untuk   memperoleh   objek   gambar   dekoratif,   perlu   dilakukan
deformasi  atau penstiliran  alami. Bentuk-bentuk  objek  di alam
disederhanakan   dan   digayakan  tanpa   meninggalkan   bentuk
aslinya.  Misalnya,  bunga,  hewan,  tumbuhan  yang  digayakan.
Kesan  tentang  bunga,  hewan,  tumbuhan    harus  masih  ada
pada motif itu. Berikut contoh motif dekoratif.
d.  Motif Abstrak
Motif   abstrak   merupakan   motif   yang   tidak   dikenali   kembali
objek    asal    yang    digambarkan    atau    memang    benar-benar
abstrak    karena    tidak    menggambarkan    objek-objek    yang
terdapat di alam maupun objek khayalan gubahan objek alam serta tidak   menggunakan   unsur   tulisan   yang   terbaca.   Motif abstrak  di sini  menggunakan  bentuk  yang  lebih  bebas,  bukan
geometris. Berikut ini contoh motif abstrak.
6. Teknik Pembuatan Produk Kerajinan dari Bahan Lunak

Ada beberapa teknik pembuatan produk kerajinan dari bahan
lunak. Teknik tersebut disesuaikan dengan bahan yang digunakan.
Adapun teknik yang dapat digunakan untuk membuat karya
kerajinan dari bahan lunak antara lain membentuk, menganyam,
menenun, dan mengukir.
a. Membentuk
Teknik membentuk biasanya digunakan untuk membuat karya
kerajinan dari tanah liat. Macam-macam teknik membentuk
antara lain seperti berikut.
1) Teknik Coil (Lilit Pilin)
Cara pembentukan dengan tangan langsung seperti coil,
lempengan atau pijat jari merupakan teknik pembentukan
tanah liat yang bebas untuk membuat bentuk-bentuk yang
diinginkan. Bentuknya tidak selalu simetris. Teknik ini
sering dipakai oleh para seniman dan perajin keramik.
2) Teknik Putar
Teknik pembentukan dengan alat putar dapat menghasilkan
banyak bentuk yang simetris (bulat, silindris) dan bervariasi.
Cara pembentukan dengan teknik putar ini sering dipakai
oleh para perajin keramik. Perajin keramik tradisional
biasanya menggunakan alat putar tangan (hand wheel)
atau alat putar kaki (kick wheel). Para perajin bekerja di
atas alat putar dan menghasilkan bentuk-bentuk yang
sama seperti gentong dan guci.
3) Teknik Cetak
Ada dua teknik pembentukan karya kerajinan dari bahan
lunak yaitu: sekali cetak (cire verdue), dan cetak berulang.
Teknik sekali cetak ialah teknik cetak yang menghasilkan
sekali cetakan dan tidak dapat diperbanyak. Teknik cetak
berulang (bi valve), ialah teknik mencetak yang dapat
memproduksi karya dengan jumlah yang banyak dengan
bentuk dan ukuran yang sama. Bahan cetakan yang biasa
dipakai adalah gips, seperti untuk cetakan berongga,
cetakan padat, cetakan jigger maupun cetakan untuk

dekorasi tempel. Cara ini digunakan pada pabrik-pabrik
keramik dengan produksi massal, seperti alat alat rumah
tangga: piring, cangkir, mangkok, dan gelas.
b. Menganyam
Teknik menganyam dapat digunakan untuk pembuatan karya
kerajinan dari bahan lunak dengan karakteristik tertentu.
Bahan baku yang digunakan untuk membuat karya kerajinan
dengan teknik menganyam ini berasal dari berbagai tumbuhan
yang diambil seratnya, seperti rotan, bambu, daun lontar, daun
pandan, serat pohon, pohon pisang, enceng gondok. Contoh
karya kerajinan dengan teknik menganyam: keranjang, tikar,
topi, dan tas.
c. Menenun
Teknik menenun pada dasarnya hampir sama dengan teknik
menganyam, perbedaannya hanya pada alat yang digunakan.
Untuk anyaman, kita cukup melakukannya dengan tangan
(manual) dan hampir tanpa menggunakan alat bantu,
sedangkan pada kerajinan menenun kita menggunakan alat
yang disebut lungsin dan pakan. Pada beberapa daerah di
wilayah Nusantara terdapat kesamaan teknik namun berbeda
Prakarya dan Kewirausahaan 19
dalam ragam hiasnya. Hal inilah yang menjadi ciri khas dari
suatu daerah dengan daerah lain. Misalnya kain ulos dari
Batak, Kain tapis dari Lampung, kain torso dari Jepara, dan
kain songket yang dibuat di Sumatra, Bali, Kalimantan dan
Sumbawa.
d. Membordir
Ketika memakai pakaian, hal yang perlu diperhatikan selain
mempertimbangkan aspek kegunaan dan kenyamanan, perlu
juga diperhatikan aspek keindahannnya. Salah satu yang
dapat ditonjolkan dari pakaian dan kebutuhan sandang lainnya
adalah hiasannya. Di samping batik, penerapan motif atau
ragam hias pada pakaian dapat juga diterapkan dengan bordir.
Bordir merupakan hiasan dari benang pada kain. Istilah lain
yang hampir sama dengan bordir adalah sulam.
e. Mengukir
Teknik mengukir adalah kegiatan menggores, memahat, dan
menoreh pola pada permukaan benda yang diukir. Dilihat dari
jenisnya, ada beberapa jenis ukiran antara lain ukiran tembus
(krawangan), ukiran rendah, ukiran tinggi (timbul), dan ukiran
utuh. Pada umumnya, teknik mengukir diterapkan pada bahan
kayu. Namun, teknik ini dapat pula diterapkan pada bahan
lunak seperti sabun padat dan lilin.
Contoh teknik pembuatan karya kerajinan dari bahan lunak:
No Bahan Teknik
1. Tanah Liat
Membentuk dengan teknik coil
Membentuk dengan teknik putar
Membentuk dengan teknik cetak
2. Serat Alam Menganyam
Menenun, membordir
3. Kulit Mengukir
4. Gibs Membentuk dengan teknik cetak
Mengukir
5. Lilin
Mengukir
Membentuk dengan teknik cetak
6. Sabun Mengukir
7. Bubur Kertas Membentuk dengan teknik coil
Membentuk dengan teknik cetak
B.    Wirausaha di Bidang Kerajinan
1.    Kebutuhan Pasar Produk Kerajinan
Indonesia sangat kaya baik dari kekayaan alam maupun budayanya. Komoditas produk negara Indonesia banyak dikenal di mancanegara. Misalnya, furniture, dan kerajinan. Ada banyak pengusaha asal Indonesia yang menggantungkan hidupnya dari usaha furniture dan kerajinan tersebut, baik yang sifatnya local maupun yang sudah go International. Apalagi di daerah lokasi sekitar pariwisata sudah bisa dipastikan banyak warga Indonesia yang berjualan produk kerajinan. Indonesia memiliki banyak tempat wisata dan menjadi prospek bisnis kerajinan yang sangat baik.
2.    Menganlisis Peluang Usaha Produk Kerajinan
Menganalisis peluang usaha pada produk kerajinan dimaksudkan untuk menemukan peluang dan potensi usaha.
Analisis SWOT adalah suatu kajian terhadap lingkungan internal dan eksternal perusahaan. Analisis SWOT pada usaha produk kerajinan didasarkan pada asumsi bahwa strategi yang efektif adalah dengan memaksimalkan kekuatan (Strengths) dan peluang (Opportunities), serta meminimalkan kelemahan (Weaknesses) dan ancaman (threats).
3.    Peluang Usaha Produk Kerajinan
Ada banyak cara bagi wirausaha kerajinan untuk mengembangkan ide peluang usahanya, diantaranya memberikan kebebasan dan dorongan kreativitas kepada para perajin atau karyawan. Pengembangan ide harus dilakukan secara terus-menerus agar wirausaha dapat memenangkan persaingan.
4.    Menciptakan Peluang Usaha Produk Kerajinan
a.    Ide Usaha
Factor-faktor yang dapat memunculkan ide usaha produk kerajinan adalah sebagai berikut :
1)    Fakto Internal
a)    Pengetahuan yang dimiliki
b)    Pengalaman dari individu itu sendiri
c)    Pengalaman saat ia melihat orang lain menyelesaikan masalah
d)    Intuisi yang merupakan pemikiran yang muncul dari individu itu sendiri
2)    Faktor eksternal
a)    Masalah yang dihadapi dan belum terpecahkan
b)    Kesulitan yang dihadapi sehari-hari
c)    Kebutuhan yang belum terpenuhi baik untuk dirinya maupun orang lain
d)    Pemikiran besar untuk menciptakan sesuatu yang baru
5.    Langkah-Langkah Melakukan Wirausaha
a.    Tahap Memulai
Tahap dimana seseorang berniat melakukan usaha mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, diawali dengan melihat peluang usaha baru yang mungkin apakah membuka usaha baru, melakukan akuisisi, atau melakukan “franchising”. Tahap ini juga memilih jenis usaha yang akan dilakukan.


b.    Tahap Melaksanakan Usaha
Dalam tahap ini, seorang wirausahawan mengelola berbagai aspek yang terkait dengan usahanya, mencakup aspek-aspek: pembiayaan, sumber daya manusia, kepemilikan, organisasi, kepemimpinan yang meliputi bagaimana mengambil risiko dan mengambil keputusan, pemasaran, dan melakukan evaluasi.
c.    Tahan Mempertahankan Usaha
Tahap dimana wirausahawan berdasarkan hasil yang telah dicapai melakukan analisis perkembangan yang dicapai untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi.
d.    Tahap Mengembangkan Usaha
Tahap dimana jika hasil yang diperoleh tergolong positif atau mengalami perkembangan atau dapat bertahan, perluasan usaha menjadi salah satu pilihan yang mungkin diambil.


Kerajinan Bahan Lunak dan Wirausaha
    Indonesia memiliki kekayaan alam yang berlimpah. Kekayaan alam ini menghasilkan bahan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai produk kerajinan. Kegiatan membuat kerajinan berawal dari dorongan kebutuhan manusia untuk membuat alat atau barang yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, produk kerajinan berorientasi pada aspek fungsional. Kerajinan sebagai karya fungsional tidak cukup hanya memenuhi aspek fungsi saja melainkan memerlukan sentuhan keindahan (estetik) untuk meningkatkan kualitasnya. Nilai estetik pada karya kerajinan dapat dilihat dari aspek bentuk, warna, ragam hias, dan fungsinya. Dalam aspek ekonomi produk kerajinan merupakan lahan subur sebagai mata pencaharian yang menjanjikan investasi besar dalam perkembangan pariwisata dan globalisasi perdagangan dewasa ini.
Tujuan Pembelajaran
1.    Mengapresiasi keanekaragaman karya kerajinan dari bahan lunak dan pengemasan di wilayah setempat dan lainnya sebagai ungkapan rasa bangga dan wujud rasa syukur atas anugrah Tuhan Yang Maha Esa.
2.    Mengidentifikasi bahan , motif hias, teknik pembuatan, dan fungsi karya kerajinan dari bahan lunak di wilayah setempat dan lainnya berdasarkan rasa ingin tahu dan peduli lingkungan.
3.    Menga nalisa unsur estetika dan ergonomis karya kerajinan dari bahan lunak serta menunjukan semangat kewirausahaan dan inovasi berkarya
4.    Merancang pembuatan karya kerajinan dari bahan lunak dan pengemasannya dengan menerapkan prinsip perencanaan produkksi kerajinan serta menunjukan perilaku jujur, percaya diri dan mandiri.
5.    Mendesain produk dan pengemasan produk kerajinan dari bahan lunak berdasarkan konsep berkarya dengan pendekatan budaya setempat dan lainnya berdasarkan orisinalitas ide da
n cita rasa estetis diri sendiri.
6.    Membuat karya kerajinan dari bahan lunak di wilayah setempat dan lainnya dengan sikap bekerja sama, gotong royong, bertoleransi, disipin, tanggung jawab, kreatif, dan inovatif.
7.    Menganalisis keberhasilan dan kegagalan serta peluang usaha kerajinan dari bahan lunak di wilayah setempat dan lainnya dengan memperhatikan estetika dan nilai ekonomis untuk membangun usaha.

A.    Produk Kerajinan dari Bahan Lunak
1.    Pengertian Kerajinan dari Bahan Lunak
Kerajinan dari bahan lunak merupakan produk kerajinan yang menggunakan bahan dasar yang bersifat lunak, beberapa bahan lunak yang digunakan dalam pembuatan produk kerajinan, yaitu seperi berikut :
a.    Bahan Lunak Alami
Bahan lunak alami adalah bahan lunak yang diperoleh dari alam sekitar dan cara pengolahannya juga secara alami tidak dicampur dengan bahan buatan. Contoh bahan lunak alami yang kita kenal adalah tanah liat, serat alam, dan kulit.
b.    Bahan Lunak Buatan
Bahan lunak buatan adalah bahan untuk karya kerajinan yang diolah menjadi lunak. Beragam karya kerajinan dari bahan lunak buatan dapat dibuat berdasarkan bahan yang digunakan. Bahan-bahan yang digunakan bisa berupa bubur kertas, gips, fiberglas, lilin, sabun, spons, dan sebagainnya.

2.    Aneka Produk Kerajinan dari Bahan Lunak
Produk kerajinan dari bahan lunak sangat beragam, mulai dari karya kerajinan yang digunakan untuk kebutuhan fungsi pakai dan karya kerajinan untuk hiasan. Berikut ini contoh produk kerajinan dari bahan lunak :
a.    Kerajinan Tanah Liat
Kerajinan yang dibuat dari bahan tanah liat sering dikenal orang dengan kerajinan keramik. Contohnya : gerabah, vas bunga, guci, piring.
b.    Kerajinan Serat Alam
Bahan-bahan serat alam dapat menghasilkan kerajinan tangan yang beraneka ragam, misalnya tas, dompet, topi, alas meja, tempat lampu. Teknik pembuatan kerajinan dari serat alam ini sebagian besar dibuat dengan cara menganyam.
c.    Kerajinan Kulit
Kerajinan ini menggunakan bahan baku dari kulit yang sudah dimasak, kulit mentah atau kulit sintetis. Contohnya : tas, sepatu, wayang, dompet, jaket. Kulit yang dihasilkan dari hewan seperti : sapi, kambing, kerbau, buaya, dan lainnya dapat dijadikan sebagai bahan dasar kerajinan.
d.    Kerajinan Gips
Gips merupakan bahan mineral yang tidak larut dengan air dalam waktu yang lama jika sudah menjadi padat. Secara umum, untuk semua produk gips diperlukan cetakan. Bahan utama pembuatan cetakan adalah silicone rubber, tetapi yang paling gampang dan mudah dicari adalah plastisin atau tanah liat. Fungsi kerajinan dari gips biasanya dapat berupa hiasan dinding, mainan, dan sebagainya.
e.    Kerajinan Lilin
Pembuatan kerajinan bahan dasar lilin cukup sederhana dan mudah, dapat dilakukan oleh semua orang. Jika kita akan mengubah bentuknya menjadi benda kerajinan yang unik, tentunya perlu dicairkan dengan proses pemanasan diatas api/kompor.
f.    Kerajinan Sabun
Kerajinan dari sabun sangat unik. Bahan yang diperlukan adalah sabun batangan. Sabun dapat diolah dengan dua cara. Pertama : mengukir sabun yang menghasilkan karya seperti binatang, buah, dan flora ukiran. Kedua : membentuk sabun, yaitu: sabun diparut hingga menjadi bubuk, dicampur dengan sagu dan sedikit air, lalu dibuat adonan baru seperti membuat bentuk dari plastisin.
g.    Kerajinan Bubur Kertas
Proses pembuatan bubur kertas dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut ini :
1.    Siapkan kertas bekas, misalnya kertas tisu atau kertas Koran. Robek atau gunting menjadi potongan-potongan kecil.
2.    Masukkan potongan kertas kedalam baskom atau ember plastic. Kemudian, siram dengan air hangat.\
3.    Masukan 1 sendok the garam. Garam bermanfaat untuk menghindarkan kertas menjadi busuk.
4.    Potongan kertas yang telah direndam dan diberi garam ini didiamkan selama 1-2 hari hingga menjadi lunak.
5.    Dua hari kemudian atau setelah kertas menjaadi lunak dan hanur, saring menggunakan kain. Keempat tepi kain disatukan dan plintir, hingga air akan terpisah dari ampasnya.
6.    Buang air perasan kertas. Kemudian, masukan kembali potongan kertas yang sudah diperas airnya kedalam wadah dan remas-remas hingga hancur. Tambahkan sedikit air ketika meremasnya.
7.    Buat larutan pasta dengan mencampur 2 sendok makan tepung kanji dengan air secukupnya. Apabila pasta terlalu cair, penggunaan tepung kanji dapat ditambah.
8.    Campur adonan kertas dengan pasta. Rema-remas hingga tercampur merata dan didapat adonan bubur kertas yang liat sehingga mudah dibentuk.
3.    Fungsi Produk Kerajinan dari Bahan Lunak
Fungsi   produk   kerajinan   dapat   dibedakan   menjadi   dua,   yaitu
fungsi  karya  kerajinan  sebagai  benda  pakai  dan  fungsi  karya
kerajinan sebagai benda hias.
a.  Karya Kerajinan sebagai Benda Pakai
Karya  kerajinan  sebagai  benda  pakai  meliputi  segala  bentuk
kerajinan yang digunakan sebagai alat, wadah, atau dikenakan
sebagai pelengkap busana.Sebagai benda pakai, produk karya
kerajinan  yang  diciptakan  mengutamakan  fungsinya,  adapun
unsur   keindahannya   hanyalah   sebagai   pendukung.   Berikut
contoh karya kerajinan sebagai benda pakai.

b. Karya Kerajinan sebagai Benda Hias
Karya  kerajinan  sebagai  benda  hias  meliputi  segala  bentuk
kerajinan   yang   dibuat   dengan   tujuan   untuk   dipajang   atau
digunakan  sebagai  hiasan  atau  elemen  estetis.  Jenis  ini  lebih
menonjolkan   aspek   keindahan   daripada   aspek   kegunaan.
Berikut contoh karya kerajinan sebagai benda hias.






4.    Unsur Estetika dan Ergonomis Produk Kerajinan
dari Bahan Lunak
Pembuatan produk kerajinan harus memperhatikan unsur
estetika dan ergonomis.
a.  Unsur Estetika
Unsur   estetika   sering   kita   kenal   dengan   istilah   keindahan.
Keindahan   adalah   nilai-nilai   estetis   yang   menyertai   sebuah
karya   seni.   Keindahan   juga   diartikan   sebagai   pengalaman
estetis  yang  diperoleh  ketika  seseorang  mencerap  objek  seni
atau dapat pula dipahami sebagai sebuah objek yang memiliki
unsur keindahan.
Nilai-nilai keindahan (estetik) atau keunikan karya seni memiliki
prinsip: kesatuan (unity), keselarasan (harmoni), keseimbangan
(balance),    dan    kontras    (contrast)    sehingga    menimbulkan
perasaan haru, nyaman, nikmat, bahagia, agung, ataupun rasa
senang.
b. Unsur Ergonomis
Unsur   ergonomis   karya   kerajinan   selalu   dikaitkan   dengan
aspek  fungsi  atau  kegunaan.  Adapun  unsur  ergonomis  karya
kerajinan adalah seperti berikut:
1.    Keamanan   (security)   yaitu   jaminan   tentang   keamanan
orang menggunakan produk kerajinan tersebut.
2.    Kenyamanan   (comfortable),   yaitu   kenyamanan   apabila
produk  kerajinan  tersebut  digunakan.  Barang  yang  enak
digunakan disebut barang terap. Produk kerajinan terapan
adalah  produk  kerajinan  yang  memiliki  nilai  praktis  yang
tinggi.
3.    Keluwesan    (flexibility),    yaitu    keluwesan    penggunaan.
Produk  kerajinan  adalah  produk  terap/pakai,  yaitu  produk
kerajinan  yang  wujudnya  sesuai  dengan  kegunaan  atau
terapannya.  Produk  terap/pakai  dipersyaratkan  memberi
kemudahan   dan   keluwesan   penggunaan   agar   pemakai
tidak mengalami kesulitan dalam penggunaannya.
5.    Motif Ragam Hias pada Produk Kerajinan dari Bahan Lunak
Indonesia   sangat   kaya   dengan   keragaman   produk   kerajinan
dengan   berbagai   macam   ragam   hias   yang   tersebar   diseluruh
tanah air. Ragam hias Nusantara pada umumnya memiliki muatan
nilai tradisi dengan kekhasan dan keragamannya masing-masing.
Di   samping   perbedaan-perbedaan   terdapat   pula   persamaan-
persamaannya, misalnya jenis, bentuk, motif hias, pola susunan,
pewarnaan, bahkan nilai simbolisnya.
Berbagai motif ragam hias yang dapat digunakan untuk menghias
karya kerajinan antara lain seperti berikut.
a.  Motif Realis
Motif    realis    ialah    motif    yang    dibuat    berdasarkan    bentuk-
bentuk nyata yang ada di alam sekitar seperti bentuk tumbuh-
tumbuhan,  bentuk  hewan  atau  binatang,  bentuk  batu-batuan,
bentuk awan, matahari, bintang, bentuk pemandangan alam.



b. Motif Geometris
Motif   geometris   ialah   motif   yang   mempunyai   bentuk   teratur
dan dapat diukur menggunakan alat ukur. Contoh: bentuk segi
empat, segitiga, lingkaran, kerucut, dan silinder.
Motif   geometris   merupakan   motif   tertua   dalam   ragam   hias
karena sudah dikenal sejak zaman prasejarah. Motif geometris
berkembang dari bentuk titik, garis, atau bidang yang berulang
dari  yang  sederhana  sampai  dengan  pola  yang  rumit.  Hampir
di  seluruh  wilayah  Nusantara  ditemukan  motif  ini.  Motif  hias
geometris  antara  lain  meander,  pilin,  lereng,  banji,  kawung,
jlamprang, dan tumpal.




c.  Motif Dekoratif
Pengertian dekoratif adalah menggambar dengan tujuan mengolah suatu    permukaan    benda    menjadi    lebih    indah.
Gambar dekoratif berupa gambar hiasan yang perwujudannya
tampak  rata,  kesan  ruang  jarak  jauh  dekat  atau  gelap  terang
tidak terlalu ditonjolkan.
Untuk   memperoleh   objek   gambar   dekoratif,   perlu   dilakukan
deformasi  atau penstiliran  alami. Bentuk-bentuk  objek  di alam
disederhanakan   dan   digayakan  tanpa   meninggalkan   bentuk
aslinya.  Misalnya,  bunga,  hewan,  tumbuhan  yang  digayakan.
Kesan  tentang  bunga,  hewan,  tumbuhan    harus  masih  ada
pada motif itu. Berikut contoh motif dekoratif.
d.  Motif Abstrak
Motif   abstrak   merupakan   motif   yang   tidak   dikenali   kembali
objek    asal    yang    digambarkan    atau    memang    benar-benar
abstrak    karena    tidak    menggambarkan    objek-objek    yang
terdapat di alam maupun objek khayalan gubahan objek alam serta tidak   menggunakan   unsur   tulisan   yang   terbaca.   Motif abstrak  di sini  menggunakan  bentuk  yang  lebih  bebas,  bukan
geometris. Berikut ini contoh motif abstrak.
6. Teknik Pembuatan Produk Kerajinan dari Bahan Lunak

Ada beberapa teknik pembuatan produk kerajinan dari bahan
lunak. Teknik tersebut disesuaikan dengan bahan yang digunakan.
Adapun teknik yang dapat digunakan untuk membuat karya
kerajinan dari bahan lunak antara lain membentuk, menganyam,
menenun, dan mengukir.
a. Membentuk
Teknik membentuk biasanya digunakan untuk membuat karya
kerajinan dari tanah liat. Macam-macam teknik membentuk
antara lain seperti berikut.
1) Teknik Coil (Lilit Pilin)
Cara pembentukan dengan tangan langsung seperti coil,
lempengan atau pijat jari merupakan teknik pembentukan
tanah liat yang bebas untuk membuat bentuk-bentuk yang
diinginkan. Bentuknya tidak selalu simetris. Teknik ini
sering dipakai oleh para seniman dan perajin keramik.
2) Teknik Putar
Teknik pembentukan dengan alat putar dapat menghasilkan
banyak bentuk yang simetris (bulat, silindris) dan bervariasi.
Cara pembentukan dengan teknik putar ini sering dipakai
oleh para perajin keramik. Perajin keramik tradisional
biasanya menggunakan alat putar tangan (hand wheel)
atau alat putar kaki (kick wheel). Para perajin bekerja di
atas alat putar dan menghasilkan bentuk-bentuk yang
sama seperti gentong dan guci.
3) Teknik Cetak
Ada dua teknik pembentukan karya kerajinan dari bahan
lunak yaitu: sekali cetak (cire verdue), dan cetak berulang.
Teknik sekali cetak ialah teknik cetak yang menghasilkan
sekali cetakan dan tidak dapat diperbanyak. Teknik cetak
berulang (bi valve), ialah teknik mencetak yang dapat
memproduksi karya dengan jumlah yang banyak dengan
bentuk dan ukuran yang sama. Bahan cetakan yang biasa
dipakai adalah gips, seperti untuk cetakan berongga,
cetakan padat, cetakan jigger maupun cetakan untuk
dekorasi tempel. Cara ini digunakan pada pabrik-pabrik
keramik dengan produksi massal, seperti alat alat rumah
tangga: piring, cangkir, mangkok, dan gelas.
b. Menganyam
Teknik menganyam dapat digunakan untuk pembuatan karya
kerajinan dari bahan lunak dengan karakteristik tertentu.
Bahan baku yang digunakan untuk membuat karya kerajinan
dengan teknik menganyam ini berasal dari berbagai tumbuhan
yang diambil seratnya, seperti rotan, bambu, daun lontar, daun
pandan, serat pohon, pohon pisang, enceng gondok. Contoh
karya kerajinan dengan teknik menganyam: keranjang, tikar,
topi, dan tas.
c. Menenun
Teknik menenun pada dasarnya hampir sama dengan teknik
menganyam, perbedaannya hanya pada alat yang digunakan.
Untuk anyaman, kita cukup melakukannya dengan tangan
(manual) dan hampir tanpa menggunakan alat bantu,
sedangkan pada kerajinan menenun kita menggunakan alat
yang disebut lungsin dan pakan. Pada beberapa daerah di
wilayah Nusantara terdapat kesamaan teknik namun berbeda
Prakarya dan Kewirausahaan 19
dalam ragam hiasnya. Hal inilah yang menjadi ciri khas dari
suatu daerah dengan daerah lain. Misalnya kain ulos dari
Batak, Kain tapis dari Lampung, kain torso dari Jepara, dan
kain songket yang dibuat di Sumatra, Bali, Kalimantan dan
Sumbawa.
d. Membordir
Ketika memakai pakaian, hal yang perlu diperhatikan selain
mempertimbangkan aspek kegunaan dan kenyamanan, perlu
juga diperhatikan aspek keindahannnya. Salah satu yang
dapat ditonjolkan dari pakaian dan kebutuhan sandang lainnya
adalah hiasannya. Di samping batik, penerapan motif atau
ragam hias pada pakaian dapat juga diterapkan dengan bordir.
Bordir merupakan hiasan dari benang pada kain. Istilah lain
yang hampir sama dengan bordir adalah sulam.
e. Mengukir
Teknik mengukir adalah kegiatan menggores, memahat, dan
menoreh pola pada permukaan benda yang diukir. Dilihat dari
jenisnya, ada beberapa jenis ukiran antara lain ukiran tembus
(krawangan), ukiran rendah, ukiran tinggi (timbul), dan ukiran
utuh. Pada umumnya, teknik mengukir diterapkan pada bahan
kayu. Namun, teknik ini dapat pula diterapkan pada bahan
lunak seperti sabun padat dan lilin.
Contoh teknik pembuatan karya kerajinan dari bahan lunak:
No Bahan Teknik
1. Tanah Liat
Membentuk dengan teknik coil
Membentuk dengan teknik putar
Membentuk dengan teknik cetak
2. Serat Alam Menganyam
Menenun, membordir
3. Kulit Mengukir
4. Gibs Membentuk dengan teknik cetak
Mengukir
5. Lilin
Mengukir
Membentuk dengan teknik cetak
6. Sabun Mengukir
7. Bubur Kertas Membentuk dengan teknik coil
Membentuk dengan teknik cetak
B.    Wirausaha di Bidang Kerajinan
1.    Kebutuhan Pasar Produk Kerajinan
Indonesia sangat kaya baik dari kekayaan alam maupun budayanya. Komoditas produk negara Indonesia banyak dikenal di mancanegara. Misalnya, furniture, dan kerajinan. Ada banyak pengusaha asal Indonesia yang menggantungkan hidupnya dari usaha furniture dan kerajinan tersebut, baik yang sifatnya local maupun yang sudah go International. Apalagi di daerah lokasi sekitar pariwisata sudah bisa dipastikan banyak warga Indonesia yang berjualan produk kerajinan. Indonesia memiliki banyak tempat wisata dan menjadi prospek bisnis kerajinan yang sangat baik.
2.    Menganlisis Peluang Usaha Produk Kerajinan
Menganalisis peluang usaha pada produk kerajinan dimaksudkan untuk menemukan peluang dan potensi usaha.
Analisis SWOT adalah suatu kajian terhadap lingkungan internal dan eksternal perusahaan. Analisis SWOT pada usaha produk kerajinan didasarkan pada asumsi bahwa strategi yang efektif adalah dengan memaksimalkan kekuatan (Strengths) dan peluang (Opportunities), serta meminimalkan kelemahan (Weaknesses) dan ancaman (threats).
3.    Peluang Usaha Produk Kerajinan
Ada banyak cara bagi wirausaha kerajinan untuk mengembangkan ide peluang usahanya, diantaranya memberikan kebebasan dan dorongan kreativitas kepada para perajin atau karyawan. Pengembangan ide harus dilakukan secara terus-menerus agar wirausaha dapat memenangkan persaingan.
4.    Menciptakan Peluang Usaha Produk Kerajinan
a.    Ide Usaha
Factor-faktor yang dapat memunculkan ide usaha produk kerajinan adalah sebagai berikut :
1)    Fakto Internal
a)    Pengetahuan yang dimiliki
b)    Pengalaman dari individu itu sendiri
c)    Pengalaman saat ia melihat orang lain menyelesaikan masalah
d)    Intuisi yang merupakan pemikiran yang muncul dari individu itu sendiri
2)    Faktor eksternal
a)    Masalah yang dihadapi dan belum terpecahkan
b)    Kesulitan yang dihadapi sehari-hari
c)    Kebutuhan yang belum terpenuhi baik untuk dirinya maupun orang lain
d)    Pemikiran besar untuk menciptakan sesuatu yang baru
5.    Langkah-Langkah Melakukan Wirausaha
a.    Tahap Memulai
Tahap dimana seseorang berniat melakukan usaha mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, diawali dengan melihat peluang usaha baru yang mungkin apakah membuka usaha baru, melakukan akuisisi, atau melakukan “franchising”. Tahap ini juga memilih jenis usaha yang akan dilakukan.


b.    Tahap Melaksanakan Usaha
Dalam tahap ini, seorang wirausahawan mengelola berbagai aspek yang terkait dengan usahanya, mencakup aspek-aspek: pembiayaan, sumber daya manusia, kepemilikan, organisasi, kepemimpinan yang meliputi bagaimana mengambil risiko dan mengambil keputusan, pemasaran, dan melakukan evaluasi.
c.    Tahan Mempertahankan Usaha
Tahap dimana wirausahawan berdasarkan hasil yang telah dicapai melakukan analisis perkembangan yang dicapai untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi.
d.    Tahap Mengembangkan Usaha
Tahap dimana jika hasil yang diperoleh tergolong positif atau mengalami perkembangan atau dapat bertahan, perluasan usaha menjadi salah satu pilihan yang mungkin diambil.
les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi,  kursus menjahit
Kerajinan Bahan Lunak dan Wirausaha

Ingin kursus menjahit di Yogya, di Lembaga kursus menjahit : “NAVITA” saja : lama pendidikan antara 1-2 bulan atau tergantung kemampuan siswa sampai selesai. Kilat selama 1 bulan.

Kursus Jahit Bordir Jogja Kursus Jahit Bordir Yogya

LPK NAVITA


Tempat Pelatihan Orang Mandiri
Pelatihan Jahit, Kaos, Tas, Bordir, Jilbab, Sulam Pita, Payet, Selimut, Bantal, Aneka Kreasi Flanel, Aplikasi Kain Perca, Batik, Daster, Bed Cover, Kebaya, Korden, Rajut, Sablon, Jahit Kucing/Anjing, Desain Baju, Kamisol, Manik-Manik, Pakaian Dalam

Mudah-Murah-Hemat-Terampil

Kenapa memilih LPK Navita:

Belajar dengan menyenangkan
Minim ujian
Guru dididik secara khusus dengan pengalaman
Murid diberikan kebebasan
Minim sistem rangking
Menganut paham "less is more"
Menetapkan standart sendiri
Sesama LPK tidak bersaing, tidak memperebutkan murid untuk keuntungan
Lebih Cepat Selesai
Lebih  Cepat Meningkatkan Penghasilan
Lebih Banyak dicari di dunia kerja
Berpengalaman sejak 2003
Berpengalaman dalam Gugus Kendali Mutu Nasional 2009
Mesin Jahit Bordir Lengkap Kecil-Besar
Magang
GRATIS lebih dari 70 Modul Jahit Terbaik EBOOK senilai 500.000
Biaya Mulai 350rb/program
Tempat terjangkau(200m ke selatan Jalan Kusumanegara)
Disediakan asrama bagi yang berasal luar kota yogya
Terima Order Jahitan Partai Besar/Kecil

Glagah Uh4/196
Warungboto Umbulharjo yogyakarta
PH.(0274)450326

buka cabang di sleman :
Perum Sidoarum Blok III Jl. Kepodang S-42
Godean Sleman Yogyakarta
HP. 085740028487
pin BB 75F08617
.
# Metode Pendidikan di Lembaga kursus menjahit : “LPK Navita” :

Peserta kursus menjahit dibimbing oleh guru-guru yang berpengalaman di bidangnya masing-masing, dengan teori & praktek ujian lokal dan nasional.

Setiap peserta Lembaga kursus menjahit : “NAVITA” yang lulus diberi STTB / sertifikat dan ijazah negara.

Lembaga kursus menjahit : “NAVITA” jurusan Tata Busana, Desain Mode, Bordir memiliki ijin resmi Depdikbud, mendidik dan mempersiapkan siswa belajar agar siap bekerja dan mandiri dalam berwiraswasta.
Lembaga kursus menjahit di Yogyakarta






























Kursus Jahit Bordir Jogja Kursus Jahit Bordir Yogya

Akhirnya, Cara Menjahit di 2017 Terungkap !





Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang nama kerajinan , jenis bahan ,ragam hias unsur estetika , fungsi , teknik pembuatan kerajinan bahan keras

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang CARA MEMBUAT GAMBAR POLA KEMEJA PRIA

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.
buka mesin jahit : https://www.academia.edu/9499811/Diajukan_Untuk_Memenuhi_Tugas_Mata_Pelajaran_Kewirausahaan_Jl._Cirendang-Cigugur-Kuningan

0 komentar:

Post a Comment