, , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Quallity Control Garmen

 Quallity Control Garmen

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Quallity Control Garmen

A.   Quality Control


istilah garment pada setiap gambar baju  - Definisi Quality Control (pengendalian mutu) adalah semua usaha untuk menjamin (assurance) agar hasil dari pelaksanaan sesuai dengan rencana yang telah di tetapkan dan memuaskan konsumen (pelanggan).

Tujuan quality control adalah agar tidak terjadi barang yang tidak sesuai dengan standar mutu yang inginkan (second quality) terus menerus dan bisa mengendalikan, menseleksi, menilai kualitas, sehingga konsumen merasa puas dan perusahaan tidak rugi.

Tujuan Pengusaha menjalankan QC adalah untuk menperoleh keuntungan dengan cara yang fleksibel dan untuk menjamin agar pelanggan merasa puas, inventasi bisa kembali, serta perusahaan mendapat keuntungan untuk jangka panjang.

Bagian pemasaran dan bagian produksi tidak perlu melaksanakan, tetapi perlu kelancaran dengan memanfaatkan data, penelitian dan testing dengan analisa statistik dari bagian QC yang disampaikan kepada pihak produksi untuk mengetahui bagaimana hasil kerjanya sebagai langkah untuk perbaikan.

Saat pelaksanaan pengujian QC dan testing bila ditemukan beberapa masalah khusus, perlu dibuat suatu study agar dapat digunakan untuk mengatasi masalah di bagian produksi tersebut.

Di samping tersebut di atas tugas bagian QC yaitu jika terjadi komplain, mengadakan cek ulang dan menyatakan kebenaran untuk bisa diterima secara terpisah lalu dilaporkan kepada departemen terkait untuk perbaikan proses selanjutnya.

Untuk itu perlu di lakukan langkah-langkah sebagai berikut:


1.      Pengendalian biaya (Cost Control)
Tujuannya adalah agar produk yang dihasilkan memberikan harga yang bersaing (Competitive price)
2.      Pengendalian Produksi (Production Control)
Tujuanya adalah agar proses produksi (proses pelaksanaan ban berjalan) bisa lancar, cepat dan jumlahnya sesuai dengan rencana pencapaian target.
3.      Pengendalian Standar Spesifikasi produk
Meliputi aspek kesesuaian, keindahan, kenyamanan dipakai dsb, yaitu aspek-aspek fisik dari produk.
4.      Pengendalian waktu penyerahan produk (delivery control)
Penyerahan barang terkait dengan pengaturan untuk menghasilkan jumlah produk yang tepat waktu pengiriman, sehingga dapat tepat waktu diterima oleh pembeli.


B.    Quality Control pada proses garmen.


1.    QC fabric/kain.

          Mengecek kain yang akan diproses bagian cutting.
          Pengecekan tersebut meliputi:
-      konstruksi kain,
-      lebar kain
-      cacat kain
-       kemiringan benang
-       panjang kain
-      shedding kain.

          Semua cacat yang ditemukan diberi tanda kemudian dicatat pada buku proses untuk   data laporan keadaan kain yang telah diperiksa/dilakukan pengecekan.


Tujuan : Untuk mengetahui kualitas bahan yang berada dalam batas-batas toleransi yang diberikan pembeli/pemesan garmen sebelum diproses menjadi produk massal, dengan kata lain semua kain di gudang harus berada dalam status berkualitas baik sesuai yang  diinginkan oleh pembeli.

Prosedur Pemeriksaan kain:
a.  Periksalah total panjang kain dan tentukan panjang kain yang akan diperiksa sesuai ketentuan sample pemeriksaan.
b.    Pilih gulungan kain atau rol kain yang akan dijadikan sample pemeriksaan.
c.    Periksa dan ukur lebar kain
d. Periksa dan rasakan “handling” kain apakah telah sesuai dengan standar yang ditentukan.
e.    Periksa tetal lusi dan tetal pakan pada kain
f.     Catat seluruh kerusakan kain pada lembar kertas pemeriksaan.
g.  Jika ditemukan cacat kain lebih dari tiga point pada satu tempat tertentu, beri tanda dengan label tag-pin.
h.   Standar point untuk panjang kain 48 – 55 yards: grade-A; tanpa cacat sepanjang gulungan kain, Grade-B; cacat dengan total point £30, dan Grade-C; cacat dengan total point >30.


2.    QC Sample/Pemeriksaan Sample (sample Inspection)


Sample adalah contoh bahan atau material, contoh model atau style, atau contoh garmen. Sample ini dapat berupa sample dari pihak pembeli atau pun yang dibuat oleh pihak pabrik.
Sample yang dimaksud di sini adalah sample yang dibuat oleh pihak pabrik berdasarkan contoh dari pihak pembeli.

Tujuan pemeriksaan adalah agar seluruh sample yang dibuat oleh pihak pabrik (bagian sample) bebas dari cacat, kerusakan, penyimpangan/ ketidaksesuain baik model, mutu jahitan/finishing, ukuran, warna, dan lain sebagainya.

Mutu produk adalah kesesuaian ciri dan karakter produk yang dibuat, dengan ciri dan karakter produk yang diminta, dan kemampuan suatu produk untuk memenuhi kebutuhan pemakai dalam kondisi tertentu.

Setelah menerima sample, selanjutnya sample di-copy komplit size, cek style dan ukuran, kemudian dilanjutkan dengan membuat top sample pre production sebanyak 4 pcs atau lebih per style dan size.

        Urutan/Prosedur Pemeriksaan Sampel (QC Sampel):
a.  Petugas bagian quality control (QC) akan menerima sample dan lembar pemeriksaan sample dari petugas bagian sample.
b.  Lembar rencana kerja (work-sheet) dan contoh produk garmen yang akan diproduksi dibuat oleh petugas bagian sample  & Merchandiser diserahkan ke bagian QC.
c.    Petugas QC akan memeriksa dan memberi komentar/koreksi terhadap sample pada lembar pemeriksaan (work-sheet) dan menyerahkan kembali kepada merchandiser.
d.  Merchandiser mempelajari catatan QC dan memutuskan untuk dikirim ke bagian produksi atau ditolak dan dikembalikan kepada bagian pembuatan sample untuk dibuat ulang contoh atau sample.
e. Jika sample ditolak oleh merchandiser maka sample akan dikembalikan kepada bagian pembuatan sample untuk diperbaiki atau dibuat ulang sesuai dengan mutu sample yang dikehendaki oleh pembeli.
f.     Jika sample diterima atau disetujui oleh merchandiser maka sample tersebut akan dikirim oleh merchandiser ke pihak pembeli guna mendapatkan persetujuan, sesuai permintaan atau tidak (approval sample)
g.    Petugas QC akan menerima salinan atau copy laporan pemeriksaan sample dari merchandiser.
h.    Sampel yang telah disetujui pihak pembeli (approval sample) dikembalikan ke bagian produksi untuk diproduksi secara massal.
  3.    Pemeriksaan Cutting (QC Cutting)

Secara singkat yang dilakukan oleh bagian QC cutting adalah mengecek gelaran kain, kain tidak gelombang, tidak melipat, kain bawah sampai atas harus sama, dan penyusutan kain. Kemudian mengecek hasil potongan, potongan harus sesuai dengan sample dan toleransi ukuran.

Urutan/Posedur Pemeriksaan pada Cutting (QC Cutting):
a.    Periksa lembar kain bagian atas sampai pada lembar kain bagian bawah dengan posisi kertas marka.
b.    Periksa dan cocokkan komponen pola dengan komponen pola yang terdapat pada kertas marka apakah komponen pola sudah lengkap atau belum. Petugas QC harus mencatat semua temuan pada lembar laporan pemeriksaan.
c.    Periksa apakah terdapat kesalahan potong pada setiap garis komponen pola ataukah tidak.
d.   Cek interlining dengan pola (bila komponen garmen menggunakan interlining dan bordir)
e.  Kesalahan potong pada bagian yang seharusnya dipotong ulang pada kain cadangan, dilakukan pencatatan dan pemotongan ulang


4.    Pemeriksaan Sewing (QC Sewing)

        Urutan/Prosedur Pemeriksaan pada Proses Sewing:
a.    Bekerja sesuai dengan pedoman produksi atau work sheet.
b.    Mengikuti proses sesuai dengan layout sampai baju jadi
c.    Periksa hasil cutting per komponen sesuai dengan sample dan toleransi
d.    Memeriksa jumlah stikan dalam 1 inch (stitch/inch)
e.    Periksa hasil jahitan dan ukuran tiap tahapan proses, jahitan harus baik, rapi, tidak loncat.
f.     Periksa hasil jadi sesuai dengan work sheet
g.    Periksa hasil jadi setelah dilakukan trimming
h.    Semua data dicatat pada blangko yang sudah disediakan
5. Pemeriksaan Finish (QC Finishing)
    Urutan/Prosedur Pemeriksaan pada Proses Finishing:
a.    Terima pakaian jadi dari bagian sewing
b.    Cek style, jahitan, dan ukuran
c.    Cek hasil seterika, bila ditemukan cacat ditransfer ke packing untuk di perbaiki
Contoh cacat antara lain: benang kosong, benang tertarik, lubang, sheding, kotor dll.
d.    Memisahkan antara cacat minor dan cacat mayor
e.    Mencatat hasil cacat minor dan mayor dimasukan grade A atau grade B pada blanko untuk mempertanggungjawabkan jumlah pakaian yang di terima, untuk di ketahui oleh pimpinan yang terkait. (intern)
f.     Cek packing sesuai dengan work sheet

1.    Pemeriksaan Mutu Akhir (QC Final)
       Ambil baju yang sudah di poly bag/packing kemudian bongkar beberapa   karton untuk dicek yang meliputi: styling atau penampilan pakaian, jahitan dan ukuran, measurement atau mengukur pakaian, memberi catatan/ komentar sesuai standar yang ditetapkan (worksheet) pada blangko yang di siapkan.


Tujuan Pemeriksaan Akhir (Final Inspections):
a.        Supaya bagian QC dapat mengevaluasi hasil pekerjaan secara keseluruhan.
b.   Memberikan informasi/catatan/record kepada manajemen yang berkaitan dengan mutu garmen yang akan dikirim kepada pihak pembeli.
c.      Kesempatan terakhir bagi manajemen untuk menemukan masalah sebelum barang dikirim ke pihak pembeli.

Manfaat Pemeriksaan Akhir (Final Inspections):
a. Mengetahui apakah produk garmen yang diterima atau ditolak pihak pembeli memerlukan tindakan seperlunya atau tidak  sehingga garmen tersebut dapat diterima secara baik oleh pembeli.
b. Untuk mengetahui kinerja manajemen pabrik apakah manajemen bekerja secara professional atau tidak.
Sistem Pemeriksaan Akhir (Final Inspections)
a.       Sistem pemeriksaan akhir dilakukan pada:
(1)       Karton pertama pengepakan (garment packaging)
(2)       25% karton garmen selesai di-packaging
(3)       75% karton garmen belum selesai di-packaging
Standar pemeriksaan mutu mengikuti acceptable quality level (AQL) artinya mutu qualitas yang dapat di terima pembeli



ISTILAH-ISTILAH DALAM QUALITY CONTROL


1.    Broken Stitch                             : Jahitan putus
2.    Skip Stitch                                 : Jahitan loncat
3.    Pleated Stitch                            : Jahitan terjepit
4.    Stay Stitch                                 : Jahitan bantu
5.    Open Seam                                : Jahitan sambungan putus
6.    Run of Stitch                              : Jahitan meleset
7.    Explosed Stitch                          : Jahitan keluar
8.    Double edge                              : Meleset
9.    Double Needle                            : Jahitan double/jarum 2
10. Roll Out                                     : Bagian dalam kelihatan keluar
11. Bubbling                                    : Gelembung
12. Twisting                                    : Melintir
13. Hanging up                                : Menggantung (untuk center back)
14. Coarse yarn/Slub Yarn                 : Benang besar
15. Shadding                                   : Belang
16. Overlock                                    : Obrasan
17. Cover Stitch                               : Overdeck
18. Merrow Edge                             : Neci
19. Hi Low                                      : Tinggi- rendah
20. Long Short                                : Panjang - pendek
21. Button                                       : Kancing
22. Thread                                      : Benang
23. Dirty                                         : Kotor
24. Edge                                         : Tepi
25. Needle Hole                               : Lubang jarum
26. Bad                                           : Jelek
27. Poor Pressing /Poor Ironing         : Gosokan jelek
28. Center                                       :Tengah
29. Unbalance/uneven                      : Tidak sama/tidak seimbang
30. Consistant                                 : Stabil
31. Loose Stitch                               : Jahitankendor
32. Pukering                                    : Kerut
33. Stanted Stitch                            : Jahitan miring
34.  Stitch Too Tight                         : Jahitan terlalu kencang
35. Un Straight                                : Tidak lurus
36. Missing Stitch                            : Jahitan tertinggal
37. Bust                                          : Lingkar dada
38. Waist                                        : Lingkar pinggang
39. Hip                                           : Lingkar pinggul
40. Shoulder                                    : Bahu
41. Across Shoulder                         : Panjang/lebar bahu
42. Neck                                         : Leher
43. Neck Circum                               : Lingkar leher
44. Pocket                                       : Kantong
45. Collar                                        : Krah
46. Collar Point                               : Ujung kerah
47. Collar Height/Width                    : Lebar kerah
48. Collar Legth                               : Panjang kerah
49. Bottom/Sweep                           : Hemming

50. HPS Leght                                 : Panjang dress

51. HPS 9Height Point Shoulder)       : Puncak bahu tertinggi
52. Sleeve                                       : Lengan
53. Sleeve Leght                              : Panjang lengan
54. Sleeve Opening                          : Lebar lengan
55. Armhole                                    : Lebar kerung lengan
56. CBL (Center Back Leght)              : Panjang dari garis tengah belakang
57. Accept                                       : Boleh
58. Broken Stitch                              : Jahitan putus
59. Bubblin                                      : Gelembung
60. Below                                        : Dibawah
61. Bottom                                      : Bawah
62. Correct                                      : Betul
63. Correction                                 : Pembetulan
64. Crease                                      : Kusut
65. Crinkle                                      : Keriput
66. Corner                                       : Sudut
67. Deviation                                   : Menyimpang
68. Disorder                                    : Jahitan kacau
69. Direction                                   : Petunjuk
70. Expose Drill                               : Bongkaran tidak tersembunyi
71. Flaw                                          : Cacat
72. Flaw Thick                                 : cacat ditengah
73. Fraged                                      : Mudah pecah
74. Fraying                                      : Berjumbai
75. Fullness                                     : Berkerut pada suatu tempat
76. Fussing                                      : Pengabungan
77. Fold                                          : Lipat
78. Hi low                                       : Tinggi rendah
79. Hi king                                      : Turun naik
80. Hole                                          : Lubang
81. Improve                                    : Memperbaiki
82. Inconsistency                             : Tidak konsisten
83. Imperfection                              : Tidak sempurna
84. Irregular                                    : Tidak rata
85. Insecure                                    : Kurang kokoh
86. Insert                                        : Masuk
87. Jumping                                    : Gabung
88. Join                                          : Gabung
89. Rap                                           : Bulu
90. Overlap                                     : Menumpuk
91. Pleating                                     : Melipat/terlipat
92. Pukering                                    : Kerut
93. Raw                                          : Kasar
94. Reetify                                      : Meralat
95. Run Off                                     : Jahitan lari/melenceng
96. Seroch                                      : Hangus
97. Separately                                 : Terpisah
98. Shinny                                       : Mengkilap
99. Skew                                         : Miring
100.Skip                                          : Jahitan loncat lebih dari satu stitch
101.Slanted                                     : Miring
102.Soil                                           : Noda tanah
103.Spot                                         : Noda bintik
104.Shrinkage                                  : Susut
105.Stain                                         : Noda minyak
106.Stuck                                        : Tertahan
107.Shape                                       : Bentuk
108.Side                                          : Samping
109.Twisting                                    : Melintir
110.Tidy                                          : Rapi
111.Up                                            : Naik
112.Top                                           : Atas
113.Uneven                                     : Jahitan tidak rata

114.Unproper                                   : Tidak layak

115.Intidy                                        : Tidak rapi
116.Weavy                                       : Berombak/bergelombang
117.Weaving                                    : Tenunan
118.Down                                        : Turun
119.Loose Stitch                               : Jahitan kendor
120.Middle                                       : Tengah
121.Allowance                                  : Lebar jahitan/kampuh
122.Bias                                          : Miring
123.Bleeding                                    : Luntur
124.Slub                                          : Tertarik

sumber : http://garmenonline.blogspot.com/2012/02/quallity-control-garmen.html

Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang istilah garment pada setiap gambar baju

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang Trend Model Baju Kerja Guru Wanita Terbaru
. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.




0 komentar:

Post a Comment