, , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Desain Blus

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Desain Blus

Desain Blus




Desain adalah suatu kreatifitas seni yang diciptakan seseorang dengan
pengetahuan dasar kesenian serta rasa indah. Menurut Chodiyah dan Wisri A.Mamdy
(1982 : 1) desain adalah suatu susunan dari garis, bentuk serta tekstur. Pengertian
desain secara keseluruhan adalah suatu hasil karya indah manusia dalam menciptakan
susunan garis, warna, bentuk serta tekstur dengan maksud agar diperhatikan oleh
orang lain. Berikut merupakan desain sketsa blus lurik.

Pengertian Pola



Pola atau pattern (inggris) atau patton (belanda) adalah bentuk jiplakan
seseorang berupa potongan kain atau kertas yang dipakai untuk membuat baju pada
saat memotong bahan atau kain (Porrie Muliawan, 1997 : 2). Dra.Suryawati dkk
(2011 : 16) mendefinisikan pola sebagai potongan kain atau kertas yang dipakai
sebagai contoh untuk membuat pakaian. Potongan kain atau kertas tersebut mengikuti
ukuran bentuk tubuh. Fungsi pola sangat penting artinya bagi seseorang yang ingin
menjahit pakaian dengan bentuk serasi mengikuti lekuk tubuh dan sesuai dengan
desain yang diinginkan.
Pola busana dapat juga berarti pola yang telah dirubah berdasarkan desain
busana tersebut. Untuk membuat pola busana dapat dengan cara mengembangkan,
pecah pola, ataupun mengkonstruksi pola berdasarkan model dan analisis model
seperti pola blus yang terdiri dari pola blus muka, belakang, lengan, kerah, dan
perlengkapan lainnya seperti saku jika ada sesuai dengan desain blus, lengkap dengan
tanda-tanda pola seperti tanda arah benang, tanda lipatan, tanda kampuh dan
sebagainya.


Jenis Pola



Dalam pembuatan pola terdapat beberapa macam pola yang dapat digunakan
untuk membuat busana, diantaranya ialah pola konstruksi dan pola standar. Masingmasing
pola ini digambar dengan cara yang berbeda, memiliki kelebihan dan
kekurangan masing-masing. Diantaranya adalah sebagai berikut:


(1) Pola Konstruksi

Pola konstruksi adalah pola dasar yang dibuat berdasarkan ukuran badan si
pemakai dan digambar dengan perhitungan secara matematika sesuai dengan sistem
pola konstruksi masing-masing. Pembuatan pola konstruksi lebih rumit daripada pola
standar disamping itu juga memerlukan waktu yang lebih lama, tetapi hasilnya lebih
baik dan sesuai dengan bentuk tubuh si pemakai. Ada beberapa macam pola
konstruksi antara lain pola sistem Dressmaking, So-en, Charmant, Porrie dan lain
sebagainya (Porrie Muliawan, 1997 : 2).


(2) Pola Standar atau Pola Baku

Pola standar adalah pola yang dibuat sesuai dengan ukuran standar atau
ukuran yang telah distandarkan, seperti ukuran Small (S), Medium (M), Large (L) dan
Extra Large (XL) (Erna Setyowati, 2006 : 2). Pola standar dalam pemakaiannya
dibutuhkan penyesuaian menurut ukuran si pemakai jika pemakai bertubuh gemuk
atau kurus harus disesuaikan besar pola, jika si pemakai tinggi atau pendek harus
disesuaikan dengan panjang pola. Seseorang yang ingin menyesuaikan pola standar
dengan ukurannya mesti dapat memilih pola yang ukurannya mendekati dengan
ukuran badannya. Untuk memudahkan pekerjaan penyesuaian pola standar, berikut
dapat dilihat pola standar dengan ukuran S, M, dan L baik pola badan, dan lengan
dengan ukuran sebagai berikut:

0 komentar:

Post a Comment