, , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

TEKNIK PEWARNAAN SKETSA BUSANA SECARA KERING

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
TEKNIK PEWARNAAN SKETSA BUSANA SECARA KERING

TEKNIK PEWARNAAN SKETSA BUSANA SECARA KERING


Untuk pewarnaan sketsa busana, Anda bisa menyelesaikan dengan
teknik secara kering, yang dimaksud pewarnaan kering adalah suatu teknik
pewarnaan sketsa busana tanpa menggunakan air, Anda bisa menggunakan
pensil biasa, pensil warna, pastel, krayon, konte, spidol, marker, dan
sebagainya tergantung keinginan.
Dalam pewarnaan sketsa busana ini ada 5 (lima) faktor yang harus
Anda perhatikan, yaitu: (1) tekstur kain, (2) motif kain, (3) lekuk tubuh,
(4) jatuhnya busana, (5) cahaya.

1. Tekstur Kain


Yang dimaksud dengan tekstur kain adalah sifat permukaan kain
seperti tebal, tipis, kasar, halus dan licin. Untuk pewarnaan sketsa busana,
Anda harus memperhatikan jenis tekstur apa yang Anda gunakan karena
pewarnaan masing-masing bahan tekstur berbeda. Bahan halus berbeda
pewarnaannya dengan bahan yang kasar. Demikian juga bahan yang tebal
akan bebeda pewarnaan dengan bahan yang tipis.

2. Motif Kain


Motif kain adalah hiasan yang terdapat pada kain seperti: garis, kotak,
bunga, binatang dan sebagainya. Untuk membuat motif pada busana Anda
harus memperhatikan bentuk dan besar motif.

Bentuk motif bergaris tidak selalu digambar lurus tetapi, Anda harus
memperhatikan lekukan tubuh dan lekukan busana. Pada bagian-bagian yang
patah motif juga dibuat patah, sehingga motif kelihatan tidak kaku.
Untuk membuat motif pada rancangan, Anda juga harus
memperhatikan perbandingan antara besarnya motif di kain dengan motif
yang ada pada sketsa, sehingga besarnya motif yang ada pada rancangan
sesuai dengan besar motif aslinya.

3. Lekuk Tubuh


Kalau Anda perhatikan, tubuh Anda terdapat lekukan yang menonjol,
datar dan cekung. Pada bagian-bagian tubuh yang menonjol dalam
pewarnaan sketsa busana Anda buat warna lebih terang. Untuk bagian yang
cekung Anda buat warna lebih gelap. Sedangkan yang datar Anda buat
warna yang sebenarnya. Sehingga rancangan Anda kelihatan berdimensi.

4. Jatuhnya Busana

Menurut jatuhnya busana Anda bisa mengelompokkan menjadi dua,
yaitu bahan yang melangsai dan yang kaku. Dalam pewarnaan sketsa busana,
untuk bahan yang melangsai Anda harus banyak membuat gradasi warna.
Karena bahan yang melangsai banyak terdapat gelombang bila dipakai,
sehingga apabila Anda membuat rancangan dengan menggunakan bahan
yang belangsai banyak terdapat lekukan-lekukan dan gelombang. Berbeda
dengan Anda menggunakan bahan kaku yang sedikit terdapat gelombang.

5. Cahaya
Setiap benda yang terkena cahaya pasti kelihatan terang, sedangkan
yang tidak terkena cahaya akan kelihatan gelap. Demikian juga dalam
pewarnaan sketsa busana. Bagian-bagian yang terkena cahaya Anda buat

warna terang, sedangkan yang tidak terkena cahaya Anda buat warna lebih
gelap. Sistem pencahayaan yang digunakan dalam pewarnaan sketsa busana
tergantung keinginan masing-masing.


Untuk mewarna sketsa busana terdapat 11 (sebelas) macam teknik
pewarnaan, yaitu:

a. teknik peyelesaian bahan tebal,
b. teknik peyelesaian bahan berkilau,
c. teknik peyelesaian bahan tembus pandang,
d. teknik peyelesaian bahan berbulu,
e. teknik peyelesaian bahan bermotif,
f. teknik peyelesaian bahan bergaris,
g. teknik peyelesaian bahan berkotak,
h. teknik peyelesaian bahan brokat,
i. teknik peyelesaian bahan quilting,
j. teknik peyelesaian bahan rajutan,
k. teknik peyelesaian bahan berpayet.

Sebelum Anda mewarna pastikan bahwa rancangan yang Anda
pindah dalam kertas gambar sudah sesuai dengan yang ada pada kertas skets.
Setelah itu, Anda bisa memulai mewarna dengan langkah-langkah sebagai
berikut.

a. Teknik Pewarnaan Bahan Tebal


- Tebali garis-garis rancangan sesuai dengan warna yang Anda inginkan.
- Warnailah bagian kepala dan kulit terlebih dahulu. Bagian kulit yang
cekung atau tidak terkena cahaya Anda buat warna lebih gelap,
sedangkan yang menonjol atau yang terkena cahaya Anda buat warna
terang. Apabila warna tidak rata Anda bisa meratakan dengan
menggunakan pensil arsir.

- Lanjutkan mewarna busana dan pelengkapnya dengan warna yang
tebal, dimulai dari bagian gelap dan Anda tarik ke bagian terang
dengan pensil arsir. Untuk warna gelap Anda gunakan pada bagianbagian
yang cekung, terlipat dan bagian yang tidak terkena cahaya,
sedangkan warna yang terang Anda gunakan untuk bagian yang
menonjol dan bagian yang terkena cahaya.

- Perjelas bagian-bagian tertentu dengan pena seperti setikan, kupnat,
belahan dan sebagainya

0 komentar:

Post a Comment