, , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Strategi Penganekaragaman Tekstur Bahan Busana Dengan Sentuhan Seni Sulam

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Strategi Penganekaragaman  Tekstur  Bahan  Busana Dengan  Sentuhan  Seni  Sulam

Strategi Penganekaragaman  Tekstur  Bahan  Busana Dengan  Sentuhan  Seni  Sulam




Menganekaragaman  permukaan  bahan  busana  dimaksudkan  untuk
meningkatkan nilai penampilan bahan busana menjadi lebih indah, lebih menarik,
dan  lebih  bervariasi.  Selain  itu  juga menambah  nilai  guna  dan  nilai  ekonomis,
karena  dengan  permukaan  bahan  busana  yang  bervariasi  akan  dapat  dibuat
berbagai  jenis  busana  untuk  berbagai  kesempatan  pakai.  Selain  itu  dengan
rekayasa  permukaan  bahan  busana  yang  lebih  menarik,  lebih  unik,  lebih  indah
sesuai selera konsumen diharapkan dapat menambah nilai jual.
Seni sulam adalah seni menghias pada benda, menggunakan benangm pita,
dan  lekapan  kain  serta manik-manik,  yang  diselesaikan  dengan  tusuk-tusuk  hias
yang dikerjakan secara manual (dengan tangan).
Bahan  busana  yang  dapat  dihiasi  dengan  seni  sulam  ini  dikelompokkan
menjadi tiga yaitu kain dengan tenunan rapat, kain tenunan bagi dan kain tenunan
tembus terang.
Tenunan  yang  masih  polos  atau  belum  diberi  corak  kesannya  lebih
sederhana,  maka  perlu  kiranya  satu  langkah  alternatif  untuk  meningkatkan
penampilannya  sehingga  terkesan  lebih  indah  dan  unik  sebagai  bahan  busana.
Yang  perlu  diperhatikan  dalam  penerapan  seni  sularn  ini  adalah  pemilihan
material,  penerapan  unsur-unsur  dan  prinsip  disain  (garis,  arah,  bentuk,  tekstur
nilai  gelap  terang,  ukuran, warna,  prinsip  keseimbangan,  irama,  aksen,  proporsi,
dan harmonisasi).
Rekayasa  permukakan  bahan-bahan  busana  dengan  sentuhan  sulaman
(embroidey)  ini  sejalan  dengan  pendapat  seorang  "ahli  tekstil"  (Wolff)  yang
mengatakan  bahwa  permukaan  tekstil  dapat  direkayasa  dengan  berbagai macam

teknik antara lain dengan seni sulam baik yang dikerjakan dengan tangan maupun
dengan mesin. Permukaan bahan busana yang disulam dengan baik dengan paduan
warna yang tepat akan dapat meningkatkan kualitas bahan tersebut. Sentuhan seni
sulam yang dapat diterapkan pada permukaan bahan polos dengan  tenunan  rapat
misalnya
1)  Untuk  sulaman  benang  dapat  menerapkan  tusuk-tusuk  hias  yang  sederhana
seperti tusuk jelujur dan variasinya, dengan berbagai pola hiasan beranting dan
serak seperti berikut ini



Pola beranting dengan sulaman
tusuk jelujur
Pola serak dengan sulaman
tusuk jelujur

Disain  ini menurut  10  orang  dari  12  calon  konsumen wanita  lebih menyukai
dan  lebih  tertarik  daripada  tekstur  bahan  yang  polos  karena  lebih  unik  dan
eksklusif.
Selain  itu  dapat  pula  dengan  teknik  sulaman melekatkan  benangicorneli  yang
mana teknik ini menggunakan pola motif dengan garis yang terus menerus tidak
terputus.
2)  Untuk sulaman pita dapat dibentuk bunga, daun, dan  ranting-ranting. Sulaman
ini dapat pula dipadu dengan  tusuk-tusuk hias seperti duri  ikan, rantai  terbuka
dan lain-lain.

3)  Untuk sulaman borci/manik-manik, pemasangannya juga dapat diterapkan pada
disain motifnya, baik motif yang bercorak abstrak maupun yang lainnya, warna
dan bentuk manik disusun yang harmonis dan sesuai dengan bentuk ragamnya
sehingga memiliki kesan yang menarik dan lebih mewah.


Daya  tarik  konsumen  terhadap  bahan  busana  dapat  ditingkatkan  dengan  strategi
penganekaragaman tekstur bahan busana yang masih polos. Salah satu strateginya
adalah  dengan  memperindah  tekstur  bahan,  yaitu  memberikan  sentuhan  seni
sulaman  jelujur halus dengan pola motif beranting atau  serak dengan sumber  ide
flora  dan  bentuk  geometris. Calon  konsumen wanita  texnyata  lebih  tertarik  dari
pada bahan busana yang polos/tanpa corak, karena lebih unik dan eksklusif.

DAFTAR PUSTAKA



Arifah A Riyanto, 2003. Teori Busana. Bandung, Yapemdo.
Goet Poespo, 2005. Pemilihan Bahan Tekstil. Kanisius, Yogyakarta.
M.  Jalin  dan  Ita Mamdi,  1984.  Unsur-unsur  Pokok  dalam  Seni  Pakaian.  Jakarta,
Penerbit Miswar.
Spooner, Carmer, 1993. Fashion by Designer. Melbourne Addison Wesley Longman
Australia pty. Limited

0 komentar:

Post a Comment