TIPS MENGECAT RUMAH

TIPS MENGECAT RUMAH

Sebelum anda memulai mengecat ruangan, ada beberapa tips yang sebaiknya diperhatikan agar pengecatan dapat dilakukan dengan aman dan memberikan hasil yang optimal.
- Selalu pastikan anda memiliki cat dalam jumlah yang cukup dengan warna yang sama. Jangan mengambil resiko sampai kekurangan cat atau tidak berhasil menemukan warna yang sama.
- Jangan sampai ada anak-anak dan hewan peliharaan bermain di ruangan yang akan dicat. Selain itu tutuplah dengan menggunakan plastik atau pindahkan barang-barang yang ada di ruangan seperti furniture, TV, barang pecah belah dan barang lainnya.
- Pindahkan barang-barang pajangan (aksesories) di tembok ke ruangan lain dan gunakan vaccum cleaner untuk menyedot debu diruangan.
- Usahakan adanya ventilasi udara yang memadai didalam ruangan sebelum anda memulai pengecatan. Bila ventilasi udara kurang memadai, anda dapat menggunakan masker untuk menutupi hidung dan mulut.
- Gunakan dempul tembok (plamir) untuk menutup celah dan retakan di dinding, lalu ratakan sampai halus dengan menggunakan amplas.
- Bagian dinding yang terlalu kotor sebaiknya dibersihkan dahulu dengan menggunakan lap yang dibasahi dengan air sabun. Kemudian bersihkan dengan air biasa dan biarkan sampai kering.
- Tutupi lantai dengan plastik atau kertas koran agar lantai tidak kotor terkena cat yang jatuh pada saat mengecat.
- Gunakan pelindung mata seperti spectacles/kacamata pada saat mengecat. Selain itu gunakan juga pakaian kerja yang dapat melindungi kulit dari tetesan cat, serta sarung tangan.
- Bilaslah segera mata dengan air bersih apabila terjadi kontak antara cat dengan mata. Kalau cat yang terkena ke mata cukup banyak, segeralah periksa ke dokter untuk menghindari hal-hal yang dapat merusak mata anda.
- Mulailah mengecat bagian langit-langit dahulu, sehingga bila ada cipratan di dinding tak akan menimbulkan masalah.
- Gunakan roller untuk mengecat area yang luas dengan cepat, lalu gunakan kuas untuk mengecat setiap sudut pertemuan dua dinding.
- Bila hasil pengecatan masih kurang baik (belang-belang), ulangi pengecatan sekali lagi
- Bila ada cipratan cat yang jatuh ke lantai, sebaiknya secepatnya dibersihkan dengan menggunakan lap basah.
- Tutuplah kaleng cat rapat-rapat setelah selesai pengecatan agar sisa cat dikaleng tidak mengering.
- Cucilah kulit yang terkena cat dengan air atau cairan khusus pembersih kulit yang cocok untuk kulit anda hingga bersih.
- Bila tidak perlu, jangan masuk kedalam ruangan yang baru saja di cat. Lebih baik menunggu sampai bau cat hilang.

Beberapa trik dan tip bagi mereka yang ingin MENGERJAKAN-SENDIRI dirumah
Langkah-langkah untuk menggunakan cat dekoratif dirumah.
1. Persiapan permukaan
2. Aplikasi
3. Tahapan pengecatan
4. Jawaban-jawaban warna bagi daerah-daerah masalah interior

Apa yang harus digunakan ?
a.    Penentuan cat akhir apakah itu akan mengkilap, setengah mengkilap atau tidak mengkilap (matt), jangan didasarkan kepada penampilan pertamanya tetapi khususnya pada bagaimana bagusnya cat akhir dinding khusus itu akan kelihatannya disesuaikan dengan kebiasaan penggunaan daerah itu.
b.    Penggunaan daerah itu merupakan kunci penentuan cat apa yang akan digunakan; berapa derajat pencucian yang dibutuhkannya untuk menjaga penampilan dinding yng bersih. Umpamanya, sebuah koridor dianggap sebuah daerah yang sering dipakai dan seharusnya cat-akhirnya memakai setengah-mengkilap agar mudah dicuci.
c.    Semua cat akhir yang tidak mengkilap (matt) untuk interior, akan berbekas dengan rabaan/usapan yang terus menerus. Ini akan terlihat setelah beberapa waktu lamanya. Oleh sebab itu cat yang tidak mengkilap (matt) hanya dipakai didaerah yang tidak kena abrasi, dan tidak sering digunakan.
d.    Pastikan anda menggunakan cat pewarnaan yang tepat, karena membuat pilihan yang salah adalah penghamburan. Periksalah apakah kombinasi warna yang anda gunakan cocok untuk daerah luar-rumah jikalau anda ingin memakainya diluar rumah.
e.    Ketahuilah bahwa kayu-kayu berbeda akan menyerap kotoran secara berbeda pula karena warna alami mereka mempengaruhi hasil pengotoran. Lakukanlah percobaan pengecetan pada contoh kayu yang sama dulu.
f.    Jawaban-jawaban warna untuk masalah interior :


Terlampau Besar
Gunakan corak yang hangat dan dalam agar dinding & langit-langit nampak lebih dekat.

Terlampau Kecil atau Terlampau Gelap
Gunakan warna hampir putih atau pastel untuk menambah pantulan cahaya.

Terlampau Persegi
Pilih satu dinding sebagai titik berat dan pakailah warna yang kontras dengan ketiga dinding lainnya.

Terlampau Sempit
Gunakan warna yang menekan pada satu atau lebih dinding yang pendek.

Langit-langit Rendah
Gunakan warna putih atau pastel terang agar membuat langit-langit yang rendah nampak lebih tinggi.

Langit-langit Tinggi
Penggunaan warna bercorak dalam akan membuat langit-langit nampak lebih rendah.

Persiapan Permukaan
a. Bersihkanlah permukaan dari debu, kotoran, oli, gemuk dan zat asing lainnya sebelum lapisan dasar. Terutama penting jika melakukan pengecatan ulangan. Pastikan permukaannya dibersihkan dan dikeringkan dengan baik.
b. baiki dulu semua bolong-bolong, pecah-pecah, penyok,dll dengan bahan penambal yang cocok.
c. Pakailah setidak-tidaknya satu lapisan cat anti karat pada besi. Ketahuilah bahwa keberhasilannya berkaitan langsung dengan ketebalan lapisannya itu. Gunakan cat dasar besi yang benar. Untuk permukaan-permukaan yang sangat licin, ampelaslah dulu sedikit supaya lapisan catnya melekat dengan kuat.
d. Bersihkan seluruh permukaan logam yang digalvanis dengan tinner dari sabun dan air. Bilaslah merata dan biarkanlah mengering. Gunakanlah lapisan Cat Genteng Finatex/Nefotex pada hari yang sama.

Aplikasi
a.    Gunakanlah kuas, roller atau semprotan; kecuali ditentukan lain.
b.    Gunakanlah cat dengan rata, tanpa lenturan, lubang dan cacat. Gunakan lapisan tipis untuk setiap kali lapisan, tanpa meninggalkan bekas-bekas kuas.

Tahapan pengecatan
a.    Selalu mulai dari atas mengarah kebawah.
b.    Selesaikanlah permukaan-permukaan sesuai dengan rekomendasi pabrik.
c.    Jangan mencampurkan cat-cat yang berlainan tipe.
d.    Pastikan daerah pengecatan mendapatkan ventilasi yang memadai. Untuk diluar rumah, bekerjalah ketika cuaca mengijinkan. Janganlah mengecat dimusim hujan atau selama terlalu banyak angin.

Memperbarui Cat Rumah
Persiapan dan rencana yang baik adalah kunci untuk mendapatkan hasil pengecatan tembok yang terbaik. Cara melakukan pengecatan sangat tergantung pada permukaan tembok yang akan dicat. Untuk mengecat tembok baru (yang berumur kurang dari satu bulan), berbeda dengan cara mengecat tembok lama.
Tembok baru masih penuh dengan pori-pori yang bisa mengisap cat. Karena itu, untuk menghemat cat, sebaiknya Anda melapisi tembok baru itu dengan sealer tembok water-base atau solvent base yang berkualitas baik. Setelah dilapis, permukaan tembok akan menjadi lebih halus, rata, dan siap untuk dicat. Sebelum melakukan pengecatatan, perhatikan kelembaban tembok yang terjadi akibat bahan yang digunakan sebagai campuran bahan dasar tembok. Sebelum dicat, sebaiknya tembok dalam keadaan kering. Selain itu perhatikan derajat alkali (kadar garam) dari bahan dasar tembok itu.
Kelembaban dan derajat alkali berkurang seiring dengan bertambahnya umur tembok dan pengaruh cuaca, Namun biasanya kita tindak menunggu sampai cukup lama untuk mengecat tembok baru. Untuk mendapatkan hasil pengecatan yang baik terhadap tembok baru, Anda dapat mengakalinya dengan dua cara.
Pertama menghindari penggunaan cat minyak atau lateks vinyl langsung pada tembok baru. Gunakan sealer tembok yang memiliki resistensi terhadap garam (alkali resistant). Kalau tidak, warna cat tembok akan cepat pudar dan bercak-bercak.
Kedua cat acrylic 100 persen dikenal jauh lebih tahan terhadap garam alkali pada tembok dibandingkan dengan cat minyak atau cat lateks vynil. Cat acrylic bahkan bisa langsung diaplikasikan pada tembok baru, tanpa perlu sealer. Namun cara ini cenderung boros.
Cat Mengelupas
Anda bisa memperbaiki cat mengelupas dengan cara mengecat ulang. Agar hasil maksimal, lebih baik jika Anda mengerjakannya dalam satu waktu.
Cat dinding luar (eksterior) yang mengelupas terjadi karena perlakuan awal (pre-treatment) yang salah. Karenanya, lapisan cat akhir tak dapat merekat kuat. Sebenarnya Anda bisa melakukan pencegahan agar cat tidak mengelupas, dengan perlakuan awal sebelum mengecat. Lakukan seluruh proses pengecatan dengan benar, termasuk memilih cat yang sesuai. Selain itu, meskipun menggunakan cat khusus eksterior, sebaiknya tetap memakai cat dasar agar cat akhir merekat kuat.
Cat dasar juga membantu mencegah serangan alkali yang terkandung dalam campuran semen-pasir-air (material pembentuk tembok). Sebelum memberi cat dasar, dinding harus benar-benar kering dan bersih.
Mengecat dinding dengan satu warna sebaiknya dikerjakan dalam satu kali pengerjaan. Sebelum cat terpoles di seluruh permukaan dinding, jangan berhenti agar warna tidak berbeda.
Mengganti Cat
Jika ternyata Anda ingin mengganti cat lama dengan cat baru baik dengan warna yang sama atau berbeda, terlebih dulu keroklah seluruh permukaan dinding yang catnya mengelupas. Selanjutnya amplas seluruh permukaan dinding hingga sisa-sisa cat lama terkikis habis. Lalu bersihan dengan lap basah, dan keringkan. Membersihkan permukaan dinding harus benar-benar bersih dari debu dan kotoran lain.
Sapukan cat dasar pada permukaan dinding. Anda dapat menggunakan roller. Cukup satu lapis. Biarkan hingga kering sekitar 1-2 jam.
Campurkan cat eksterior dengan air sebanyak 10 persen dari jumlah cat. Aduklah hingga tercampur rata. Tuangkan dalam bak untuk mengecat. Celupkan roller ke dalam cat, lalu gulirkan roller pada permukaan hingga cat tak menetes.
Untuk tahap akhir, sapukan cat pada permukaan dinding. Sewaktu mengecat, gerakan seperti membuat hurup M besar yang berderet-deret dan saling menumpuk di dinding. Gunakan kuas untuk mengecat pinggiran dinding atau lis. Setelah lapisan pertama mengering (2-3 jam), lanjutkan mengecat lapisan kedua di atas lapisan pertama.
Mengecat Ulang
Untuk tembok yang pernah dicat, Anda perlu melakukan langkah-langkah berikut jika ingin melakukan pengecatan ulang.
Bersihkan segala kotoran dan debu menggunakan sikat, kemudian cuci dengan air bersih. Jika tembok terlalu kotor, bersihkan menggunakan cairan pembersih, misalnya deterjen. Jika tembok sudah berjamur atau berkristal, sebaiknya gunakan cairan penghilang jamur atau membersihkan dengan cara dikerok sebelum dicat ulang.

Langkah tepat dalam mengecat dinding
MEMILIH CAT
Dalam memilih cat yang baik, banyak orang beranggapan bahwa makin mahal harga cat maka akan makin baik mutunya ! Atau semakin terkenal mereknya, maka akan semakin bagus hasilnya ?
1.    Pilih jenis cat yang tepat guna
Faktor nomor satu yang harus kita tentukan adalah untuk bidang manakah cat itu akan digunakan, untuk bidang interior atau untuk eksterior; untuk mendapatkan hasil maksimal usahakan menggunakan produk cat yang tepat guna.
2.    Gunakan produk yang transparan
Bila anda punya kesempatan datang ke toko bangunan atau supermarket bahan bangunan, dalam membandingkan beberapa produk cat bacalah keterangan/ aturan pemakaian dan yang tidak kalah pentingnya data teknis yang ada pada kemasan masing-masing. Tidak semua perusahaan cat mencantumkan data teknis produk pada kemasannya, hanya cat-cat yang diproduksi oleh perusahaan yang terbuka/ transaparan dan terpercaya saja yang bersedia mencantumkannya.
3.    Tentukan pilihan warna
Satu hal yang juga perlu menjadi bahan pertimbangan dalam memilih cat adalah tersedianya warna-warna yang bisa memenuhi selera kita.
Tentunya anda semua masih ingat bahwa warna ruangan berpengaruh terhadap mood/ suasana hati orang yang tinggal di dalamnya. Warna-warna lembut memberikan kesan sejuk, ruangan terkesan lebih luas, sedangkan warna-warna kuat seperti merah, hitam, coklat memberikan kesan hangat dan berkesan mempersempit sebuah ruangan.
4.    Hitung jumlah kebutuhan
Bila anda sudah bisa menentukan jenis cat, merek serta warna cat yang akan gunakan, selanjutnya adalah menentukan berapa banyak cat yang diperlukan untuk sebuah ruangan ?
Pada setiap kemasan cat yang baik selalu tercantum, daya sebar untuk setiap satuan cat pada sebuah bidang, artinya setiap kg/ liter cat akan menghasilkan permukaan seluas bidang tertentu.
Dengan demikian, bila anda sudah tahu berapa luas bidang yang akan dicat, maka anda sudah bisa menghitung kebutuhan cat berdasarkan daya sebar pada data teknis yang ada pada kemasan produk tsb.
PERSIAPAN PERMUKAAN
Dalam perjumpaan kita di Griya edisi sebelumnya telah kita bahas betapa pentingnya proses persiapan permukaan bidang/ surface preparation sebelum kita melakukan pengecatan.
Dalam melakukan persiapan permukaan kita dihadapkan pada dua hal yaitu permukaan tembok baru dan permukaan tembok lama.
1.    Permukaan tembok baru
Yang dimaksud dengan permukaan tembok baru adalah permukaan tembok yang masih belum pernah dilapisi cat/ plamir dan baru selesai dibangun.
Pada permukaan tembok jenis ini perlu diperhatikan tingkat kekeringan baik dari air (H2O) maupun dari kapur (CaO) dan semen, apakah sudah bereaksi sempurna membentuk garam netral (CaCO3) proses ini biasanya memerlukan waktu sekitar 28 hari. Keadaan tersebut dapat dikontrol dengan mengukur PH permukaan dinding dengan kertas lakmus; persyaratan tembok yang siap dicat PH nya sekitar 8 ~ 9.
Untuk menetralisir alkali tembok yang berlebihan biasanya digunakan wall sealler sebagai cat dasar.
Kelembaban permukaan tembok juga perlu diperhatikan, kelembaban yang memenuhi syarat siap dicat adalah 18%.
2.    Permukaan tembok lama
Periksa terlebih dahulu apakah ada sisa cat/ plamir lama yang terkelupas atau menggelembung, adakah retak rambut pada permukaannya ?
Bersihkan permukaan dari sisa-sisa cat yang mengelupas/ menggelembung atau rusak dan juga dari lumut dan jamur, periksa kualitas cat dasar atau plamir apakah masih melekat kuat pada permukaan tembok ? Bila kualitas plamir juga kurang memenuhi syarat maka harus di scrap atau di amplas.
3.    Perlukah kita menggunakan plamir tembok ?
Pertanyaan ini sangat bagus, mengingat hampir semua orang selalu menggunakan plamir pada permukaan bidang yang akan dicat, dalam kenyataannya tidak semua hal yang sudah menjadi kebiasaan itu benar.
Sebenarnya fungsi plamir tembok hanya sebagai media/ lapisan untuk membantu membuat permukaan dinding tampak lebih rata dan lebih halus itu saja, tidak ada kegunaan lainnya, untuk bidang eksterior sebaiknya kita tidak menggunakan plamir apalagi produk yang kurang jelas spesifikasinya, karena plamir ini malah akan menjadi penyebab terjadinya gelembung pada lapisan cat.
Plamir tembok diperlukan untuk menutup retak rambut, atau memperhalus permukaan tembok yang kurang rata. Setelah permukaan diplamir haluskan dengan kertas gosok.
 
PROSES PENGECATAN
Bila proses persiapan permukaan sudah sempurna, berarti proses pengecatan sudah bisa dimulai.
Sebelum proses pengecatan dilaksanakan bacalah terlebih dahulu aturan pakai pada kemasan produk cat, ikuti petunjuknya.
Bila permukaan dinding anda membutuhkan beberapa galon cat, untuk mendapatkan keseragaman warna, tuangkan beberapa galon cat dalam sebuah tempat yang besar, aduk secara merata.
Bila diperlukan pengenceran, tambahkan media pengencer (untuk cat tembok gunakan air bersih) aduk secara merata.
Lakukan proses pengecatan mulai dari bidang teratas, misalnya langit-langit lalu turun ke bawah.
Gunakan kuas untuk permukaan yang sempit dan tepi bidang
Gunakan roller untuk permukaan yang luas.
PENGECATAN KAYU
•    Bersihkan permukaan yang akan dicat dari kotoran dan debu.
•    Gunakan Meni Kayu agar kayu lebih tahan terhadap serangga.
•    Setelah kayu di meni, gunakan Plamir Kayu Nitrolux secara tipis dan merata untuk menutup serat-serat kayu.
•    Tunggu sampai kering sempurna baru pengecatan bisa dimulai.
•    Amplas permukaan samapi halus dan rata.
•    Encerkan cat dengan thinner secukupnya, kemudian cat dapat langsung dipakai.
•    Gunakan Thinner Nitro sebagai pengencer untuk mencapai hasil yang maksimum.
•    Pengenceran dengan 10-20% thinner akan membuat pengecatan cepat selesai karena menghasilkan permukaan yang tebal, tetapi kasar.
•    Pengenceran dengan 30-50% thinner akan menghasilkan permukaan yang halus dan rata namun pengecatan harus diulang paling sedikit tiga kali.
•    Jika Menggunakan Spray :
o    Encerkan cat dengan thinner sampai 50% pengenceran Untuk hasil kilap gunakan Thinner Super atau Thinner A Special




Sponging






(1) Pakailah basecoat.    (2) Celupkan spons pada Glaze.    (3) Keringkan kelebihan Glaze pada kertas.    (4) Gunakan Glaze    (5) Gunakan kembali Glaze kedua (jika perlu)

Langkah-langkah :
(1)    Sebelum melakukan pengecatan, pastikan dinding dalam keadaan bersih, kering dan tidak mengkilap. Pakailah basecoat warna DutchBoy* Flat, Satin or Semi Gloss. Biarkan selama 4 jam hingga kering.
(2)    Basahi Spons DIMENSIONS* dengan air dan peras. Tuangkan Kem-Tone* Technique Glaze atau Metallics Technique Finish ke dalam wadah cat. Celupkan Spons pada cairan glaze.
(3)    Kemudian keringkan dahulu kelebihan cat pada kertas/koran (Sehingga tidak akan mengalir atau menetes pada saat akan digunakan pada dinding). Latihlah dahulu tehnik Sponging pada kertas karton, untuk menentukan intensitas warna dan tektur yang diinginkan.
(4)    Dimulai dari sudut dinding paling atas, gunakan glaze dengan menekan-nekan spons dengan pola yang tidak beraturan dan saling menumpuk. Rubah posisi spons sesering mungkin untuk mencapai efek yang tidak beraturan. Gunakan spons kecil pada setiap sudut dan ujung atas maupun bawah. Ingatlah untuk selalu melihat hasil dinding dalam jarak tertentu. Jika spons penuh dengan cat, cuci dan peras sebelum dipakai kembali.
(5)    Gunakan spons kembali jika diperlukan. Jika menggunakan glaze/finsih yang kedua kalinya, biarkan selama 2 – 4 jam dahulu lapisan yang pertama hingga kering sebelum menggulangi langkah ke 2 dan 3.
Info Kursus Menarik

0 komentar:

Copyright © 2016 Kursus Menjahit.