, , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Desain Tekstil

Desain Tekstil

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Desain Tekstil



Desain tekstil adalah salah satu upaya manusia untuk meningkatkan produk
tekstil, agar memiliki nilai estetis dan ekonomis yang lebih tinggi. Secara garis besar
desain tekstil harus memperhatikan hal-hal berikut :

a. Desain Struktur



Desain struktur merupakan upaya pemberian rupa dan warna pada saat
atau bersamaan proses pertenunan atau jalinan. Seperti kain anyaman satin, tenun
Lurik, tenun Songket, tenun Ikat, kain jala para nelayan, tas simpul dari suku
pedalaman Asmat, makrame, kain renda dan sebagainya. Perancangan pada
metode ini dilakukan dengan jalan mengolah susunan benang dan faktor-faktor
kontruksi tenun, sehingga akan mendapat bentuk, sifat, pola, tekstur dan warna
tekstil sesuai rancangan.


b. Desain Permukaan



Desain permukaan merupakan upaya pemberian rupa dan warna pada
permukaan kain setelah proses pertenunan. Seperti batik, ikat celup/sasirangan,
novelty/imbuhan seperti bordir/sulam, prada, payet/manik-manik, tekstil cetak dan
quilt. Pada desain permukaan faktor kemampuan dan kepekaan mengolah rupa dan
warna merupakan masalah utama menambah nilai lebih pada permukaan kain
(Rizali, 2006:37-39).


c. Unsur Desain


Unsur-unsur desain tekstil menurut Nanang Rizali(2006 :49 – 54) dapat
duraikan sebagai berikut :
1) Garis (lines)
2) Bentuk (shape)
3) Warna(color)
4) Tekstur(texture)
5) Ruang

d. Prinsip Desain



Menurut Nanang Rizali dalam buku Tinjauan desain Tekstil, prinsip-prinsip
desain sebagai berikut :

1) Irama
2) Keseimbangan
3) Pusat perhatian

2. Motif

Motif merupakan awal yang menyebabkan timbulnya suatu kesenian atau
tema suatu gambaran, atau titik pangkal dari sebuah pola, apabila motif tersebut
mengalami pengulangan secara simetris maupun asimetris. Sedangkan pola adalah
penyebaran garis dan warna dalam suatu pengulangan (Herbert dalam Soedarso,
1989:7). Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkanbahwa suatu goresan, misalnya
garis lengkung (motif garis lengkung) kemudian dilakukan pengulangan maka akan
diperoleh sebuah pola (pola adalah hasil dari pengulangan motif). Pola yang
diterapkan untuk menhiasi suatu benda maka kedudukannya adalah ornamen.
Bentuk dari motif yang menjadi karakter setiap motif disebut corak, misal corak
geometris, flora dan lain-lain.

0 komentar:

Post a Comment