, , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Pengelompokan Bentuk Dasar Busana Daerah

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Pengelompokan Bentuk Dasar Busana Daerah

Pengelompokan Bentuk Dasar Busana Daerah


Tiap bangsa mempunyai busana Nasional yang menjadi kebanggaannya.
Busana itu menjadi kekhasan dan menjadi identitas bangsa itu. Oleh karena itu,
busana perlu dipelihara dengan baik. Di samping busana Nasional, dipakai pula
busana yang berasal dari negara lain, misalnya busana Barat.
Bangsa Indonesia juga memiliki busana Nasional yaitu Kebaya bagi wanita
dan Peci merupakan pelengkap busana pria. Bahkan, tiap daerah mempunyai
busana khas. Bentuk-bentuk busana daerah itu aneka ragam. Keaneka ragaman itu
disebabkan oleh negara kita terdiri dari pulau-pulau yang terpencar di seluruh
Nusantara.

Setelah bangsa kita merdeka, kita mengetahui bahwa busana daerah di
Indonesia banyak jenisnya. Sebelumnya pengetahuan kita terhadap busana daerah
sangat terbatas. Masing-masing daerah hanya mengenal busana daerahnya sendiri.
Kini pengetahuan kita tentang busana daerah kita berangsur-angsur bertambah.
Faktor yang memungkinkan hal itu adanya kemajuan zaman yang menyebabkan
komunikasi antar daerah bertambah baik, misalnya adanya majalah, koran, bukubuku,
siaran televisi dan radio, serta jaringan internet. Selain makin dikenal,
busana daerah itu makin berkembang pula.

Pada dasarnya busana daerah yang satu mempunyai persamaan dengan
busana daerah yang lain, misalnya jenis kebaya di Sumatera, Jawa, Maluku, dan
Sulawesi mempunyai persamaan. Demikian pula halnya dengan bentuk baju
kurung yang terdapat di berbagai pulau. Perbedaan terletak pada ukuran panjang
atau pendek serta variasi busana, sedangkan sebutan jenis busana tergantung pada
bahasa daerah masing-masing. Demikian pula halnya dengan kain panjang atau
sarung yang dipakai oleh hampir semua orang.
Berdasarkan ciri-ciri yang terdapat pada bentuk-bentuk dasar busana, busana
daerah Indonesia dapat dikelompokkan sebagai berikut:

a. Kelompok Celemek Panggul atau Kelompok Kain-kain Panjang, Rok dan

Sarung.


Kelompok celemek panggul terdiri dari kain panjang, rok dan sarung. Kain
panjang mendapat sebutan yang berbeda-beda misalnya Jawa Barat dan Bali
disebut sinjang, di Tapanuli disebut ulos, di Kalimantan disebut tapih dan di
Palembang di sebut sewet.

Bahan yang digunakan adalah satin polos, biasanya warna kuning yang
kemudian dihias dengan warna hijau.
Hiasan itu berupa sulaman, Baju kurung ini dipakai pada kesempatan
istimewa atau untuk dipakai sehari-hari.
Perbedaannya terletak pada bahan hiasan. Baju kurung dipakai untuk seharihari
terbuat dari bahan biasa, sedangkan baju kurung untuk upacara istimewa
terbuat dari bahan mewah dan berwarna kuning keemasan, yaitu lambang
keagungan dan perdamaian.

Di Kalimantan Barat terlihat adanya baju kurung pengaruh Melayu. Baju
kurung dari Kalimantan Barat sama dengan baju kurung satu sut dari Riau.

b. Kelompok Tunika atau Kelompok Baju Kurung

Beberapa nama jenis baju kurung misalnya baju di Sumatera, baju bodo di
Sulawesi Selatan, baju boro-boro di Sumbawa, baju cele di Maluku.
Baju Kurung adalah sejenis baju berbentuk tunika longgar bagian badannya,
lengan pun lurus dan longgar, panjangnya adalah antara tiga perempat atau
sampai pergelangan tangan. Lubang leher berbentuk bundar dengan belahan
kecil sepanjang 10-12 cm panjangnya dari lekuk leher. Belahan ini dapat
dibiarkan terbuka dan dapat pula ditutup dengan bros.

c. Kelompok Kaftan atau Kelompok Kebaya.


Termasuk ke dalam kelompok kaftan misalnya kebaya di seluruh Indonesia,
Surjan di pulau Jawa (busana pria); teluk belanga di Sumatera; baju potongan
Cina terdapat di banyak daerah (busana pria) baju kampret di Jawa Barat
(busana pria)

d. Kelompok Draperi atau (kelompok kemben, selendang atau pakaian bungkus)

Termasuk dalam kelompok ini misalnya sabuk wala atau dodot di Jawa
Tengah; kemben di jawa dan Bali; selimut di Nusa tenggara; macam-macam
selendang dan kerudung ikat kepala dan stagen.
Kain panjang berupa sehelai kain berbentuk segi empat panjang berukuran
sekitar 2.25mx1.10m. Kain panjang biasanya bercorak batik, tetapi ada kain
panjang yang bercorak garis misalnya lurik.

Baju Kurung

Konstruksi baju kurung ini sederhana
tanpa lipit bentuk. Pada ketiak terdapat sehelai
kain yang disebut kikik, dibalut antara badan dan
leher. Gunanya kikik ini ialah untuk
memudahkan gerak lengan. Baju kurung dipakai
oleh wanita tua dan muda. Wanita berumur
biasanya menyukai bahan yang tidak terlampau
tipis dan berwarna terang, sedangkan wanita muda dan remaja memilih bahan
tipis dan lemas berwarna cerah. Baju kurung ini bermacam-macam, antara lain
sebagai berikut:

a. Baju Kurung Batabua

Baju kurung Batabua berasal dari Daerah Minangkabau, terbuat dari beludu
berhiaskan sulaman benang emas yang terbuat di seluruh baju. Pada pinggir
leher dan lengan baju dijahitkan pita emas. Biasanya baju berwarna merah tua.
Baju kurung ini dipakai oleh pengantin wanita dan pengiringnya dalam
upacara adat perkawinan. Bentuk baju kurung juga dipakai oleh pria, baju itu
disebut teluk belanga dan cekak musang.

b. Baju Gadang


Baju Gadang adalah baju kurung yang dipakai oleh
datuk-datuk yang menjadi kepala adat di
Minangkabau ketika upacara adat.
Panjang baju gadang hanya sampai panggul, lebih
pendek daripada baju kurung wanita.
Baju ini terbuat dari kain satin hitam yang berarti
berani dan tahan mati. Panjang lengan sampai
pergelangan tangan.

c. Baju Loyang


Di Kalimantan Selatan baju kurung disebut baju loyang. Panjang baju ini
sampai panggul. Lubang leher baju agak lebar dan lengannya sampai siku.

Bahan yang digunakan adalah satin polos, biasanya warna kuning yang
kemudian dihias dengan warna hijau.
Hiasan itu berupa sulaman, Baju kurung ini dipakai pada kesempatan
istimewa atau untuk dipakai sehari-hari.
Perbedaannya terletak pada bahan hiasan. Baju kurung dipakai untuk seharihari
terbuat dari bahan biasa, sedangkan baju kurung untuk upacara istimewa
terbuat dari bahan mewah dan berwarna kuning keemasan, yaitu lambang
keagungan dan perdamaian.
Di Kalimantan Barat terlihat adanya baju kurung pengaruh Melayu. Baju
kurung dari Kalimantan Barat sama dengan baju kurung satu sut dari Riau.

0 komentar:

Post a Comment