PROSES PEMBENTUKAN MINYAK BUMI


PROSES PEMBENTUKAN MINYAK BUMI

baju jahit, batik, belajar, guru, indonesia, jahit, jogja, kaos, kebaya, konveksi, kursus, kursus menjahit, les, mesin jahit, obras, private, sekolah, terbaik, usaha, yogyakarta
 PROSES PEMBENTUKAN MINYAK BUMI

Salah satu teori terjadinya minyak bumi adalah teori “dupleks”. Menurut teori ini, minyak bumi terbentuk dari jasad renik yang berasal dari hewan atau tumbuhan yang telah mati. Jasad renik tersebut terbawa air sungai bersama lumpur dan mengendap di dasar laut. Akibat pengaruh waktu yang mencapai ribuan bahkan jutaan tahun, suhu tinggi, dan tekanan oleh lapisan diatasnya, jasad renik berubah menjadi bintik-bintik dan gelembung minyak atau gas.
            Lumpur yang bercampur dengan jasad renik tersebut kemudian berubah menjadi batuan sedimen yang berpori, sementara bintik minyak dan gas yang terbentuk dari plankton bergerak “merembas” ke tempat yang bertekanan rendah dan terakumulasi pada daerah perangkap (“trap”) yang merupakan batuan kedap.
            Pada daerah perangkap tersebut gas alam, minyak, dan air terakumulasi sebagai deposit minyak bumi. Rongga bagian atas merupakan gas alam kemudian bagian minyak mengambang di atas deposit air.
            Minyak bumi terbentuk melalui proses yang sngat lama, sehingga minyak bumi di kelompokkan sebagai sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Oleh sebab itu, penggunaan minyak bumi harus tepat guna dan hemat.
            Sumber (deposit) minyak bumi di Indonesia umumnya terdapat di daerah pantai atau lepas pantai, yaitu pantai utara Jawa (Cepu,Wonokromo,Cirebon), daerahSumatera bagian utara dan timur (Aceh,Riau) , daerah Kalimantan bagian timur (Tarakan,Balikpapan), dan daerah Papua.
            Minyak dari daerah pengeboran umumnya diangkut dan diolah di tempat-tempat pengilangan minyak atau diekspor langsung sebagai minyak mentah. Tempat  pengilangan minyak di Indonesia, antara lain Pangkalan Brandan dengan kapasitas olah 5000 barel/hari, Plaju dan Sungai Gerong (132.500 barel/hari), Dumai dan Sungai Pekning (170.000 barel/hari) , Cilacap (3000.000 barel/hari), Balongan Cirebon.

buka mesin jahit : http://nurfaidajamal.blogspot.co.id/2013/04/proses-pembentukan-minyak-bumi.html

0 komentar:

TITRASI BASA KUAT OLEH ASAM KUAT


TITRASI BASA KUAT OLEH ASAM KUAT

baju jahit, batik, belajar, guru, indonesia, jahit, jogja, kaos, kebaya, konveksi, kursus, kursus menjahit, les, mesin jahit, obras, private, sekolah, terbaik, usaha, yogyakarta
 TITRASI BASA KUAT OLEH ASAM KUAT


A.   Pengertian Titrasi
- Titrasi adalah suatu metode penentuan kadar (konsentrasi) suatu larutan dengan larutan lain yang telah diketahui konsentrasinya
-Titrasi asam basa merupakan analisis kuantitatif untuk menentukan molaritas larutan asam atau basa. Zat yang akan ditentukan molaritasnya dititrasi oleh larutan yang molaritasnya diketahui (larutan baku atau larutan standar) dengan tepat dan disertai penambahan indikator. Fungsi indikator di sini untuk mengetahui titik akhir titrasi. Jika indikator yang digunakan tepat, maka indikator tersebut akan berubah warnanya pada titik akhir titrasi.Titrasi asam basa merupakan metode penentuan molaritas asam dengan zat penitrasi larutan basa atau penentuan molaritas larutan basa dengan zat penitrasi larutan asam. Titik akhir titrasi (pada saat indikator berubah warna) diharapkan mendekati titik ekuivalen titrasi, yaitu kondisi pada saat larutan asam tepat bereaksi dengan larutan basa.

- Indikator Adalah senyawa yang sensitif (berubah warna) pada saat analit habis atau pada saat titran berlebih
- Larutan standar adalah larutan yang disiapkan dengan cara menimbang secara akurat suatu zat yang memiliki kemurnian tinggi dan melarutkannya dengan sejumlah tertentu pelarut dalam labu ukur
Syarat zat yang bisa dijadikan standart primer
v  Harus 100% murni
v  Zat tersebut harus stabil baik pada suhu kamar ataupun pada waktu dilakukan pemanasan, standart primer biasanya dikeringkan terlebih dahulu sebelum ditimbang.
v  Mudah diperoleh
v  Biasanya zat standart primer memiliki Masa molar (MR) yang besar hal ini untuk memperkecil kesalahan relative atau eror pada waktu proses penimbangan. Menimbang zat dalam jumlah besar memiliki kesalahan relative yang lebih kecil dibanding dengan menimbang zat dalam jumlah yang kecil.
v  Zat tersebut juga harus memenuhi persyaratan teknik titrasi
larutan standart sekunder Adalah larutan dengan konsentrasi tertentu dan kemudian kita menitrasinya dengan larutan standart primer
Contoh : NaOH
 NaOH tidak bisa dipakai sebagai larutan standart primer disebabkan sifatnya yang higroskopis. Jadi NaOH menyerap uap air dari lingkungan disekitarnya
Syarat-syarat titrasi
v  Reaksi kimia antar analit dan titrant diketahui dengan pasti dan jelas produk-produk apa yang akan dihasilkan nantinya. Mana reaktan dan produk apa yang akan dihasilkan harus jelas dan pasti
v  Reaksi harus berjalan dengan cepat
v  Harus ada sesuatu yang bisa menandakan atau mengindikasikan bahwa reaksi antara analit dengan titrant sudah equivalent secara stoikiometri, baik itu dengan perubahan warna, perubahan arus listrik, perubahan pH, dengan penambahan indicator atau apapun yang bisa digunakan untuk mengamati perubahan tersebut.
v  Tidak ada hal lain yang mengganggu reaksi antara analit dengan titrant
v  Reaksi antara analit dengan titrant harus memiliki kesetimbangan jauh kearah kanan (artinya kesetimbangannya mengarah kearah pembentukan produk) hal ini untuk memastikan secara kuantitatif reaksi bisa dihitung, dan memastikan titik akhir titrasi bisa diamati.

Jika larutan bakunya asam disebut asidimetri
jika larutan bakunya basa disebut alkalimetri.
Indikator asam-basa terletak pada titik ekivalen dan ukuran dari pH

B.   Titrasi Basa kuat oleh Asam Kuat
Larutan yang akan ditentukan kadarnya disebut sebagai “analit” dan biasanya diletakan di dalam Erlenmeyer, sedangkan larutan yang telah diketahui konsentrasinya disebut sebagai “larutan standart atau titer” dan diletakkan di dalam buret.
PERALATAN
v Buret





   Untuk tempat larutan standar, yang dipakai biasanya yang memiliki skala 50 mL, skala 0 terletak diatas dan 50 dibawah, sebelum dipakai ada baiknya buret dibersihkan dengan larutan K2Cr2O7, kemudian bilas dengan aquades.
v  Erlenmeyer
Tempat analit diletakkan, gunakan Erlenmeyer ukuran sedang 250 mL untuk proses titrasi sebab Erlenmeyer ukuran ini enak dipegang dang kita lebih leluasa untuk megocok Erlenmeyer.

v  Pipet
Alat untuk mengambil indicator, ingat 1 pipet volumenya kira-kira 1 mL

v  Statif
Alat untuk meletakkan buret agar bisa berdiri tegak, sebelum meletakkan buret ke statis ada baiknya anda melapisi dengan kertas atau tisu agar pegangan statis tidak langsung kena dinding luar buret,


v  Labu Ukur
Digunakan pada  untuk membuat larutan standar.
            “ingat waktu menambahkan pelarut”
v  Pipet Ukur
Ingat untuk mengambil larutan analit dengan volume tertentu misalnya 10 mL, 20 mL

v  Karet Penghisap
Alat ini digunakan untuk menghisap larutan pada waktu kita mengambil larutan dengan menggunakan pipet ukur
v  pH meter

Langkah-langkah titrasi

1) Siapkan larutan yang akan ditentukan molaritasnya. Pipet
larutan tersebut ke dalam erlenmeyer dengan menggunakan
pipet volume.
2) Pilih indikator berdasarkan trayek pH dan perubahan warna
indikator untuk memudahkan pengamatan. Tambahkan
beberapa tetes pada larutan.
3) Tambahkan zat penitrasi setetes demi setetes dengan selalu
menggoyangkan erlenmeyer agar terjadi reaksi sempurna.
4) Sesekali, pinggiran erlenmeyer dibilas agar zat yang bereaksi
tidak menempel di dinding erlenmeyer.
5) Ketika mendekati titik ekuivalen, penambahan zat penitrasi
dilakukan dengan sangat hati-hati. Buka kran buret, peniter
yang keluar jangan sampai menetes, tetapi ditempelkan pada
dinding erlenmeyer kemudian bilas dan goyangkan. Ada
baiknya titrasi dilakukan sebanyak dua atau tiga kali (duplo
atau triplo). Apa zat penitrasi itu? Zat penitrasi adalah zat
yang ditambahkan ketika kita melakukan titrasi.
6) Hitung molaritas larutan, jika telah diketahui tidak usah.
7)ukur pH dengan menggunakan cara manual, atau dengan alat ukur pH misalnya dengan pH meter
-Cara perhitungan molaritas zat yang dititrasi
Titrasi KOH dengan volume 500 mL oleh HCl 0,1 M dengan volume 500mL
Penyelesaian:
Persamaan reaksi
KOH(aq) + HCl (aq)                                          KCl (aq)+ H2O (l)
n HCl= MxV = 0,1 Mx 500 mL = 50 mmol
n KOH = koefisien KOH/koefisien HCl x n HCl = 1/1 x 50 mmol = 50 mmol
M KOH= n/V = 50mmol/500mL= 0,1 M
Langkah-langkah Titrasi Basa kuat oleh Asam kuat
indikator metil merah dapat digunakan untuk menentukan titik akhir titrasipada reaksi penetralan basa kuat oleh asam kuat. Misalnya , titrasi KOH 0,1 M (basa kuat) oleh HCl 0,1 asam kuat. Data titrasi tersebut dapat anda pelajari pada tabel 7.3 berikut
Volume HCl 0.1 M (ml)

pH
0
13,00
10
12,83
20
12,63
30
12,40
40
12,05
50
7.00
60
2,04
70
1,78
80
1,64
90
1,54
100
1,48


-pembuktian pH pada tabel secara manual
Dik. V KOH = 50 mL
       M KOH= 0.1 M
       M HCl= 0,1 M
      Contoh pada volume HCl= 0
Dit. pH
Peny.
Persamaan reaksi
KOH(aq) + HCl (aq)                                          KCl (aq)+ H2O (l)
Jumlah mmol KOH = MxV = 0,1 Mx 50mL = 5 mmol
Jumlah mmol HCl = MxV = 0,1 x 0 = O mmol
Yang bersisa adalah KOH karena jumlah mmolnya lebih besar.
Jumlah mmol KOH sisa = 5-0 mmol = 5 mmol

          
Berdasarkan pada tabel 7.3, diperoleh kurva plot pH larutan sebagai fungsi dari volume larutan penetrasi sbb:

Pada awalnya, dalam labu Erlenmeyer hanya terdapat 50 ml larutan KOH 0,1 M dan beberapa tetes indicator metal merah (trayek pH = 4,2-6,3). Konsentrasi KOH adalah 0,1 M , berarti pH = 13. Pada suasana basa, indicator metal merah berwarna kuning. Penambahan larutan asam( HCl 0,1M) akan menurunkan pH larutan. Titik ekivalen tercapai pada penambahan 50 ml HCl 0,1 M (pH=7). Pada keadaan ini, indicator metal merah belum berubah warna (masih kuning). Setelah itu, panambahan HCl menyebabkan nilai pH larutan turun sehingga indicator menjadi merah.

buka mesin jahit : http://nurfaidajamal.blogspot.co.id/2013/08/titrasi-basa-kuat-oleh-asam-kuat.html

0 komentar:

SEJARAH BUSANA


SEJARAH BUSANA

baju jahit, batik, belajar, guru, indonesia, jahit, jogja, kaos, kebaya, konveksi, kursus, kursus menjahit, les, mesin jahit, obras, private, sekolah, terbaik, usaha, yogyakarta
 SEJARAH BUSANA


nama pakaian jas militer prasejarah - assalamu alaikum ...
hari ini saya akan nge-post tugas mulok saya. pergunakan sebaik mungkin yah!

BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
Busana berasal dari bahasa sansekerta "bhusana" yang berati pakaian. Busana merupakan segala sesuatu yang dipakai manusia mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki. Busana yang kita kenakan sekarang merupakan perkembangan dari busana dasar . Dengan melalui makalah mengenai sejarah busana ini,kita bisa mengetahui penjelasan tentang awal adanya busana dasar tersebut sehingga seperti busana yang kita kenakan sekarang pada masa ini.
B.   Tujuan
a.      menjelaskan sejarah busana
b.      menyebutkan tujuan berbusana
C.    Rumusan Masalah

a.      Bagaimana sejarah busana?
b.      Apa sajakah tujuan berbusana?


BAB II
ISI
A.   Sejarah Busana
Busana berasal dari bahasa sansekerta "bhusana" yang berati pakaian. Busana merupakan segala sesuatu yang dipakai manusia mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki. Pada zaman pra sejarah, manusia belum mengenal busana seperti sekarang. manusia memakai kulit binatang, tumbuh- tumbuhan untuk menutupi tubuh mereka. manusia purba yang hidup di daerah dingin menutupi tubuhnya dengan kulit binatang, misalnya kulit domba yang berbulu tebal. sedangkan manusia purba yang hidup di daerah panas, melindungi tubuh mereka dengan memanfaatkan kulit pepohonan yang direndam terlebih dahulu lalu dipukul - pukul dan dikeringkan. selain itu mereka juga menggunakan dedaunan dan rumput. Sebelum mengenal tenunan, manusia pada zaman dahulu mengenakan pakaian hanya pada bagian-bagian tertentu saja, seperti pada bagian dada atau pada lingkar pinggang atau panggul. Bahan yang digunakan didapat dari lingkungan sekitar, baik berupa kulit binatang, kulit batang bahkan daun. Fungsinya juga hanya sebagai penutup bagian tertentu pada tubuh.
Manusia purba sudah mengenal penggunaan aksesoris, mereka menggunakan kerang, biji - bijian, dan taring binatang yang disusun sedemikian rupa menjadi asesoris seperti kalung, gelang, dll. Pemakaian asesoris pada jaman purba lebih ditekankan kepada fungsi kepercayaan atau mistis. menurut kepercayaan mereka, dengan memakai benda - benda tersebut dapat menunjukkan kekuatan atau keberanian dalam melindungi diri dari roh - roh jahat dan agar selalu dihormati. cara lain yang dilakukan yaitu dengan membubuhkan lukisan di tubuh mereka yang dikenal dengan "tattoo".Walaupun sudah mengenal bentuk tapi bentuknya sederhana dengan wujud geometris yaitu segi empat atau segi empat panjang. Cara pakai ada yang dililitkan, ada pula yang dilubangi untuk memasukkan kepala. Perkembangan bentuk busana mengalami kemajuan yang cukup pesat. Dari penggunaan kulit kayu, kulit binatang, dll manusia akhirnya menemukan teknologi pembuatan kain, yang pada awalnya masih sangat sederhana yaitu dengan menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin ( ATBM).
Dalam perkembanganya, bentuk maupun cara penggunaannya digolongkan menjadi bentuk dasar busana, yaitu celemek panggul, ponco, tunika, kaftan, kutang, pakaian bungkus.
v  Celemek panggul
Celemek panggul adalah bentuk pakaian yang paling sederhana dibuat dari sehelai kain panjang yang dililitkan satu atau beberapa kali pada tubuh bagian bawah dari pinggang sampai lutut atau sampai menutup mata kaki.  Busana atau pakaian ini sering disebut dengan pakaian bungkus. Dalam perkembangannya pakaian ini dikenal dengan nama kain panjang atau sarung.



v  Ponco
Ponco adalah bentuk dasar busana yang dibuat dari kain segiempat dan diberi lubang ditengah untuk memasukkan kepala. Sisi baju tidak dijahit.
 

v  Tunika
Pengembangan bentuk dasar ponco adalah tunika. Dibuat dari kain segiempat, berukuran dua kali panjang antara bahu sampai mata kaki atau sampai batas panggul. Kain dilipat dua menurut panjangnya, dengan lipatan disebelah atas. Pada pertengahan dibuat lubang leher dengan belahan pendek pada bagian tengah muka. Sisi-sisinya dijahit dari bawah hingga + 25cm sebelum lipatan. Bagian yang tidk dijahit dipakai untuk memasukkan lengan. Di Indonesia peninggalan bentuk ini disebut baju bodo dan baju kurung.

v  Kaftan
Kaftan merupakan perkembangan bentuk dasar tunika. karena dibuat dari kain yang berbentuk segi empat.Bagian tengah muka dibuat belahan sampai bawah, hingga cara mengenakannya tidak perlu melalui kepala. Bentuk dasar busana ini di Indonesia dikenal dengan nama baju kebaya.
 

v  Busana Bungkus
Bentuk pakaian bungkus merupakan pakaian yang berbentuk segi empat panjang yang dipakai dengan cara dililitkan atau dibungkus ke badan mulai dari dada, atau dari pinggang sampai panjang yang diinginkan seperti celemek panggul. Pakaian bungkus ini tidak dijahit, walaupun pada saat pakaian bungkus ini muncul jarum jahit sudah ada. Pemakaian pakaian bungkus ini dengan cara dililitkan ke tubuh seperti yang ada di India yang dinamakan sari, toga dan palla di Roma, chiton dan peplos di zaman Yunani kuno, kain panjang dan selendang di Indonesia.
Pada perkembangannya, pakaian bungkus berbeda-beda dalam cara pemakaiannya untuk tiap daerah, sehingga muncul pakaian bungkus yang namanya berbeda-beda di antaranya:
a.       Himation, yaitu bentuk busana bungkus yang biasa di pakai oleh ahli filosof atau orang terkemuka di Yunani Kuno. Himation ini panjangnya 12 atau 15 kaki yang terbuat dari bahan wol atau lenan putih yang seluruh bidangnya di sulam. Busana ini dapat dipakai di atas chiton atau dengan mantel. Bentuk busana yang hampir menyerupai himation ini yaitu pallium yang biasa dipakai di atas toga oleh kaum pria di Roma pada abad kedua.
b.      Chlamys, yaitu busana yang menyerupai himation, yang berbentuk longgar. Biasanya dipakai oleh kaum pria Yunani Kuno.
c.        Mantel/shawl, yaitu busana yang berbentuk segi empat panjang yang dalam pemakaiannya disampirkan pada satu bahu atau kedua bahu. Pada bagian dada diberi peniti sehingga muncul lipit-lipit dan pada kedua ujungnya diberi jumbai-jumbai.
d.       Toga, merupakan bentuk pakaian resmi yang dipakai sebagai tanda kehormatan di zaman republik dan kerajaan di Roma. Ada beberapa jenis toga di antaranya yaitu, toga palla yaitu toga yang dipakai saat berkabung dan toga trabea yang dibuat menyerupai cape bayi.
e.      Palla, yaitu busana wanita Roma di zaman republik dan kerajaan, dipakai di atas tunika atau stola. Pemakaiannya hampir sama dengan shawl yang disemat dengan peniti. Warna palla pada umumnya warna biru, hijau dan warna keemasan.
f.        Paludamentum, sagum dan abolla, yaitu sejenis pakaian jas militer di zaman prasejarah.
g.       Chiton, yaitu busana pria Yunani Kuno yang mirip dengan tunik di Asia. Bahan chiton biasanya terbuat dari bahan wol, lenan dan rami yang diberi sulaman dengan benang berwarna dan benang emas sebagai pengaruh tenunan Persia.
h.      Peplos dan haenos, yaitu busana wanita Yunani Kuno yang bentuk dasarnya sama dengan chiton, ada yang dibuat panjang dan ada yang pendek. Pada bagian bahu ada lipit-lipit yang ditahan dengan peniti dan ada kalanya pada pinggang juga dibuat lipit-lipit sehingga terlihat seperti blus. Peplos dari Athena memakai ikat pinggang yang diikat di atas lipit-lipit di pinggang.
i.         Cape atau cope, yaitu busana paling luar pada pakaian pria di Byzantium yang berbentuk mantel yang diikat pada bahu atau leher dan diberi hiasan bros.
v  Kutang
Kutang berarti tidak memiliki belahan. Kutang adalah perkembangan dari busana bungkus yang sisinya disatukan. Contoh busana ini adalah kaos yang sering kita gunakan. Setiap busana bagian atas yang tidak memiliki belahan, bentuk dasarnya adalah kutang
v  Celana
Celana muncul untuk melengkapi Kaftan. Celana berfungsi menututupi bagian tubuh bagian bawah. Awalnya celana terdiri dari kain berbentuk sarung atau rok yang kemudian dibentuk menjadi celana dengan cara menarik bagian tengahnya, hingga terciptalah berbagai model celana hingga sekarang. Dari 4 bentuk busana di atas, banyak model yang berkembang hingga saat ini (D.Frida, Perkuliahan).
B. Tujuan Berbusana
Tujuan berbusana pada jaman dahulu hanya sekedar menutup aurat atau rasa malu saja. Namun seiring berkembangnya jaman pada masa kini tujuan berbusana adalah untuk
1. Memenuhi syarat adat istiadat, peradaban dan kesusilaan
2. Memenuhi syarat kesehatan
3. Memenuhi rasa keindahan
4. Menunjukan jenis profesi
5. Menutupi kekurangan dari bagian tubuh.



BAB III
PENUTUP
A.   Kesimpulan

Dari bentuk maupun cara penggunaannya, busana awal digolongkan menjadi bentuk dasar busana, yaitu celemek panggul, ponco, tunika, kaftan, kutang, pakaian bungkus.

B.   Saran

Dalam membuat makalah seperti ini, sebaiknya mengambil referensi yang berbeda-beda dan disatukan sehingga materi yang diperoleh lebih lengkap.

Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang  nama pakaian jas militer prasejarah

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang 7 Macam Penggaris Pola dan Penggunaanya 

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.

buka mesin jahit : http://nurfaidajamal.blogspot.co.id/2013/04/sejarah-busana.html

0 komentar:

7 Macam Penggaris Pola dan Penggunaanya


7 Macam Penggaris Pola dan Penggunaanya

baju jahit, batik, belajar, guru, indonesia, jahit, jogja, kaos, kebaya, konveksi, kursus, kursus menjahit, les, mesin jahit, obras, private, sekolah, terbaik, usaha, yogyakarta
 7 Macam Penggaris Pola dan Penggunaanya


macam macam penggaris jahit dan fungsinya - Pola pakaian merupakan prototipe bagian-bagian pakaian atau produk jahit-menjahit yang dibuat dari bahan kertas. Dalam proses pembuatan pola baju sendiri dibutuhkan banyak sekali perlengkapan pendukung yang dibutuhkan. Salah satunya berupa penggaris pembentuk yang didesain khusus untuk membuat garis pola yang cenderung sulit seperti garis-garis lengkung.


Sebagai alat pendukung dalam kegiatan pembuatan busana, penggaris yang biasa digunakan sebagai alat bantu dalam membuat pola pakaian sendiri tersedia dalam berbagai macam variasi jenis dan model sesuai fungsi masing-masing. Sebagian dibuat dari bahan plastik dan mika, namun ada juga yang dibuat dari bahan kayu.


Penggaris Segitiga Siku-Siku

Penggaris segi tiga siku-siku bisa digunakan untuk membentuk garis sudut, seperti garis badan dan tengah muka, garis badan dan tengah belakang serta garis lebar muka dan garis lebar punggung.
Penggaris Pola

Penggaris Lengkung Pinggul

Sesuai dengan namanya penggaris lengkung pinggul ini memiliki peran yang sangat penting untuk memudahkan seorang penjahit dalam menggambar garis lengkung pinggul pada saat membuat pola pakaian.
 Penggaris Pola

Penggaris Kertas Skala

Fungsi utama dari penggaris kertas skala adalah untuk membuat pola skala kecil. Penggaris kertas skala ini juga bisa dipakai untuk mengetahui banyaknya bahan yg dibutuhkan dalam membuat suatu model. Caranya dengan meletakkan komponen baju dalam skala kecil pada bidang bahan yang juga dibuat perbandingan sesuai pola yang dibuat.
 Penggaris Pola

Penggaris kertas skala yang tersedia dalam berbagai macam ukuran mulai dari 1:1/2, 1:1/4, 1:16, 1:1/8 ini biasanya juga dipakai oleh para penjahit  pemula saat belajar membuat pola menggunakan kertas.
 Penggaris Pola

Penggaris Lengkung 9

Penggaris lengkung 9 dapat digunakan untuk menggaris bagian lengkung lengan atau lengkung lainnya agar bentuk yang didapatkan terkesan lebih presisi dan lebih rapi.

Penggaris Pola
Penggaris Kerung Lengan

Seperti halnya penggaris lengkung 9, penggaris kerung lengan ini juga dapat digunakan membantu menggaris bagian lengkung lengan agar lengkungan yang terbentuk terkesan lebih presisi dan rapi. Penggaris kerung lengan ini banyak digunakan untuk membuat produk jahitan yang berkualitas.
 Penggaris Pola

Penggaris Lengkung Golok

Penggaris lengkung golok dapat digunakan untuk menggaris bagian lengkung seperti kerung lengan atau lingkar leher. Sama halnya dengan penggaris kerung lengan, penggaris lengkung golok ini juga banyak digunakan untuk membuat produk jahitan yang berkualitas.
 Penggaris Pola

Penggaris Lengkung Blazer
Penggaris Pola
Dalam proses pembuatan blazer, keberadaan penggaris lengkung blazer ini memiliki peran sangat penting yaitu untuk membantu seorang penjahit dalam membuat garis bagian lengkung lengan agar lengkungan dapat terbentuk presisi dan rapi.

Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang  macam macam penggaris jahit dan fungsinya

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang Kerajinan Fungsi Hias 

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.

buka mesin jahit : https://fitinline.com/article/read/7-macam-penggaris-pola-dan-penggunaanya/

0 komentar:

Kerajinan Fungsi Hias

 Kerajinan Fungsi Hias

baju jahit, batik, belajar, guru, indonesia, jahit, jogja, kaos, kebaya, konveksi, kursus, kursus menjahit, les, mesin jahit, obras, private, sekolah, terbaik, usaha, yogyakarta
 Kerajinan Fungsi Hias


kerajinan fungsi hias - A. Prinsip Kerajinan Fungsi Hias

Kerajinan merupakan bagian dari seni rupa terapan yang diartikan sebagai proses produksi yang melibatkan keterampilan manual dalam membuat benda-benda kebutuhan hidup yang dirancang untuk tujuan fungsional (kegunaan) serta memiliki nilai keindahan. Produk kerajinan dibuat tentunya memiliki tujuan. Selain untuk menghias dan kegunaan praktis, produk kerajinan dibuat untuk berbagai tujuan. Di bawah ini diuraikan berbagai tujuan dari produk kerajinan.

    Sebagai penghias, kerajinan yang dibuat semata-mata sebagai hiasan pada suatu benda atau sebagai pajangan suatu ruang dan tidak memiliki makna tertentu.
    Sebagai benda dipakai, kerajinan yang dibuat berdasarkan tujuan untuk digunakan sebagai kebutuhan sehari-hari.
    Sebagai kebutuhan ritual, kerajinan yang mengandung simbol-simbol tertentu dan berfungsi sebagai benda magis berkaitan dengan kepercayaan dan spiritual.
    Sebagai kebutuhan simbolik, kerajinan tradisional selain sebagai hiasan juga berfungsi melambangkan hal tertentu yang berhubungan dengan nilai spiritual.
    Sebagai kebutuhan konstruktif, kerajinan selain sebagai hiasan juga berfungsi sebagai pendukung sebuah bangunan.

Selain itu, kerajinan yang bertujuan sebagai fungsi hias dan fungsi pakai sama-sama memiliki nilai ekonomis, dimana kerajinan itu sendiri dapat menambah nilai jual suatu produk. Di bawah ini ditampilkan gambaran produk kerajinan yang membedakan antara kerajinan fungsi pakai dan kerajinan fungsi hias.
a. Cangkir yang dominan fungsi pakai, dapat gunakan sebagai wadah air minum.
b. Cangkir dengan tambahan unsur ornamen, tetap masih dapat digunakan sebagai wadah air minum.
c. Cangkir yang sarat dengan unsur estetik, tidak untuk digunakan, kecuali hanya sebagai hiasan.

Adapun prinsip kerajinan fungsi hias meliputi hal-hal berikut.

1. Keunikan bahan kerajinan fungsi hias
Sumber daya alam Indonesia yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar kerajinan tersedia sangat berlimpah. Seperti laut, sumber daya alam yang dihasilkan bebatuan, cangkang kerang, sisik ikan, tulang ikan, tumbuhan laut, dan sebagainya. Daratan Indonesia memiliki kekayaan alam di antaranya kayu, logam, bebatuan, tanah liat, tumbuhan (serat), dan masih banyak lagi. Seorang perajin hanya memerlukan ketekunan untuk dapat menciptakan sebuah produk kerajinan yang dapat dinikmati banyak orang dan bernilai jual. Adapun bahan-bahan yang dimaksud tadi dapat diuraikan sebagai berikut.
a. Bahan alam
Bahan alam adalah sesuatu yang terdapat di alam semesta. Bahan alam merupakan ciptaan Tuhan yang tersebar di bumi, baik di darat, di bawah tanah, maupun di bawah laut. Bahan alam yang dapat digunakan untuk produk kerajinan di antaranya: tanah liat, serat, batu, kayu, bambu, rotan, kulit, logam, batu.
Adapun keunikan dari bahan alam tersebut adalah tanah liat memiliki tekstur halus dan elastis. Serat batang pisang memiliki tekstur kasar dan berwana cokelat bergradasi. Kayu bersifat keras dan memiliki warna. Bambu dan rotan memiliki sifat lentur dan kuat. Kulit memiliki tesktur permukaan kulit hewan yang menarik dengan menampilkan warna-warna alaminya. Logam emas, perak atau perunggu memiliki kesan mewah dan kuat. Batu memiliki beraneka warna yang menenangkan.

b. Bahan Buatan
Bahan buatan adalah sesuatu yang diolah manusia dengan menggunakan bahan kimia dan paduannya, bukan asli dari alam, untuk mendapatkan efek duplikasi bahan alam. Bahan buatan yang dapat dihasilkan untuk produk kerajinan di antaranya lilin, gips, fiberglass, sabun. Keunikan dari bahan buatan tersebut adalah lilin memiliki tekstur lembut. Gips mudah dibuat tekstur ketika dibuat sebagai karya, baik tektur kasar maupun halus. fiberglass bersifat kuat. Sabun memiliki sifat mengharumkan dan lunak.

c. Bahan limbah organik
Bahan limbah organik merupakan limbah yang bisa dengan mudah diuraikan atau mudah membusuk. Limbah organik mengandung unsur karbon. Limbah organik dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Bahan yang dapat digunakan untuk produk kerajinan di antaranya kulit jagung, kertas/kardus, jerami, sisik ikan, cangkang kerang, tempurung kelapa. Keunikan dari bahan limbah organik adalah, sisik ikan memiliki warna yang berkilau. Kerang memiliki kesan kuat. Jerami memiliki kesan alami. Kulit jagung memiliki tektur kasar dan berwarna kuning muda alami. Tempurung kelapa bertektur kasar tetapi dapat pula dibuat tektur halus, memiliki sifat kuat dan keras. Kertas memiliki sifat mudah sobek, tetapi kuat jika dicampur dengan lem. Kardus memiliki warna cokelat yang khas.

d. Bahan limbah anorganik
Bahan limbah anorganik, adalah jenis limbah yang sangat sulit atau bahkan tidak bisa diuraikan atau tidak bisa membusuk. Limbah anorganik tidak mengandung unsur karbon. Contoh limbah anorganik yang dapat digunakan sebagai produk kerajinan di antaranya: karet ban, plastik, kaleng, stereofoam, kaca, logam besi/baja, pecahan keramik. Keunikan bahan limbah anorganik adalah karet ban memiliki sifat lentur. Plastik memiliki wujud yang transparan dan mengkilap. Kaleng memiliki tekstur kasar dan kuat. stereofoam memiliki bentuk yang lunak dan mudah dibentuk. Kaca memiliki wujud yang transparan dan berkilau. Logam besi/baja memiliki kesan kuat dan kekar. Pecahan keramik memiliki sifat keras dan tidak beraturan, tetapi daya kilapnya dapat menimbulkan efek lain saat dibuat hiasan mozaik.

Semua macam bahan dasar untuk memproduksi kerajinan yang telah disebutkan di atas dapat digunakan sebagai kerajinan fungsi hias dan fungsi pakai. Dalam mengolah bahan dasar kerajinan fungsi hias, diperlukan sebuah teknik yang sesuai dengan karakteristik bahan dasar yang digunakan dan tujuan dari pembuatan produk kerajinan. Tentunya banyak teknik yang digunakan untuk bekerja dalam membuat kerajinan fungsi hias ataupun fungsi pakai.

Setiap teknik memiliki kekhasan sesuai dengan karakteristik bahan dasar yang digunakan. Teknik pengerjaan sebuah kerajinan pun dipengaruhi oleh alat yang dipakainya. Sebuah alat dapat mempercepat dan mempermudah produksi kerajinan. Peralatan yang digunakan juga bergantung pada kebutuhan penggunaan teknik tersebut. Teknik yang digunakan di antaranya adalah teknik jahit untuk tekstil menggunakan alat mesin jahit, teknik ukir untuk kayu menggunakan alat pahat, teknik rajut untuk serat menggunakan alat hakpen, teknik sulam untuk serat dan pita menggunakan jarum, dan lain-lain. Namun, ada teknik yang tidak menggunakan alat melainkan cukup hanya menggunakan tangan, contohnya teknik lipat untuk origami.

2. Keterampilan Tangan
Dalam sejarahnya, istilah ‘ketukangan’ (keahlian tukang) atau istilah lain perajin, dahulu yang merupakan proses kerja para tukang berkembang menjadi ‘kekriyaan’ (craftmanship). Pada awalnya, pekerjaan yang dilakukan dengan tubuh dan tangan tanpa dibekali ilmu desain. Kemudian makin lama berkembang menjadi kerja yang bersifat canggih bahkan dapat melebihi seorang seniman atau desainer. Ketukangan atau perajin tidak terbatas pada keterampilan kerja tangan. Meskipun demikian, kita tetap melihat bahwa keahlian tukang atau pengrajin merupakan keterampilan campuran antara berbagai jenis kerja, tetapi tetap dengan dasar kesadaran material.

Kesadaran material (material consciousness) adalah kesadaran bekerja melalui dan dengan peralatan yang ada pada kita. Dengan kata lain, kesadaran seorang perajin untuk menghasilkan sesuatu yang berkualitas disertai kepekaan kepada apa yang terpaut dengan perkakas itu. Artinya, kepekaan si pengrajin kepada tenaga manusia, bahan, alat, lingkungan alam, lingkungan sosial, dan sebagainya.

Seorang yang bekerja membuat produkproduk kerajinan umumnya disebut perajin. Perajin yang telah disebutkan di atas adalah seorang profesional yang bekerja secara konsisten berkualitas tinggi dalam menciptakan sebuah produk. Dalam hal ini, sangat dibutuhkan keterampilan tangan dalam mengerjakan pekerjaan manual yang bersifat praktik, seperti halnya seorang mekanik. Teknologi hanya digunakan sebagai pendekatan yang membuat kerja lebih efisien, misalnya dengan alat-alat bantu kerja. Namun, tidak semata-mata semua pekerjaan kerajinan dapat dikerjakan dengan bantuan alat, meskipun dengan maksud agar dihasilkan produk kerajinan dengan jumlah banyak, misalnya, anyaman rotan/bambu yang sepenuhnya dikerjakan secara manual.

Perajin dalam membuat produk kerajinan pada umumnya memiliki satu konsep karya yang dapat diproduksi lebih dari satu produk. Banyaknya produk yang dibuat menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Penggarapan produk tersebut dapat dikerjakan oleh beberapa orang, atau beberapa tenaga kerja. Sebagai contoh, memproduksi kerajinan batik dapat dikerjakan oleh beberapa tenaga kerja melalui pembagian kerja sesuai dengan bidangnya masing-masing, yaitu ada tenaga bagian membatik, mewarna, melorot, finishing. Contoh lain adalah anyaman eceng gondok, pembagian kerja yang dilakukan antara lain ada tenaga yang membudidayakan eceng gondok, bagian yang mengolah agar eceng siap dianyam, kelompok yang menganyam, dan kelompok yang mengemas, begitu seterusnya. Dapat dikatakan seorang pengrajin membutuhkan orang lain yang memiliki keahlian di bidang masingmasing. Dengan demikian, dihasilkanlah produk kerajinan yang baik dan layak dipasarkan. Hasil karya kerajinan memiliki ciri khas yang unik dan menarik.


Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang  kerajinan fungsi hias

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang Kamus Istilah Mesin Jahit 

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.

buka mesin jahit : http://ritaaquarius0602.blogspot.co.id/2016/02/kerajinan-fungsi-hias.html

0 komentar:

Kamus Istilah Mesin Jahit

 Kamus Istilah Mesin Jahit

baju jahit, batik, belajar, guru, indonesia, jahit, jogja, kaos, kebaya, konveksi, kursus, kursus menjahit, les, mesin jahit, obras, private, sekolah, terbaik, usaha, yogyakarta
 Kamus Istilah Mesin Jahit



gigi pda mesin jahit - Istilah - istilah asing dalam mesin jahit sering kita dapatkan pada "manual book" mesin jahit atau hal lainnya, tanpa atau kurangnya penjelasan pada "manual book" tesebut membuat kita bingung dalam memahaminya sehingga menyulitkan kita dalam menggunakan mesin jahit atau mesin jahit tidak dapat kita gunakan secara benar, akhirnya mesin jahit tersebut menjadi cepat rusak atau kita jadi enggan menggunakan mesin jahit tersebut.
Karena hal di atas, dalam posting ini kami menyusun istilah - istilah asing dalam mesin jahit, kami menyusunnya berdasarkan urutan abjadnya dengan harapan berguna bagi anda yang masih awam atau bingung dengan istilah tersebut.
Istilah - istilah asing dalam mesin jahit ini kami kumpulkan dalam sebuah posting berjudul "kamus istilah mesin jahit".

    Accessory tray (auxiliary bed/accessory storage) : laci/tempat menyimpan perlengkapan mesin jahit.
    Basting (baste) : sejenis jahit lurus yang memiliki panjang jahitan lebih panjang, fungsinya sebagai pengganti jarum pentul atau jahitan sementara, untuk menempelkan 2 kain atau menempelkan kain dengan kain keras, nantinya jahitan ini akan dilepas atau dipendedel.
    Bobbin (spul/palet) : tempat menyimpan benang bawah.
    Bobbin case (sekoci ) : tempat menyimpan bobbin/spul/palet.
    Blind hem foot : sepatu untuk ngesom.
    Buttonhole foot : sepatu pembuat lubang kancing.
    Button sewing foot : sepatu pasang kancing.
    Combo : sebutan untuk mesin yang memiliki 2 fungsi utama, yaitu menjahit dan bordir komputer, contoh mesinnya: singer futura ce-250, bisa untuk menjahit dengan sistem digital dan bisa untuk membordir dengan sistem komputer.
    Darning foot (embroidery foot) : sepatu untuk membordir.
    Denim : kain dril.
    Density : ketebalan/kerapatan jahitan dalam membordir.
    Dress pattern : pola pakaian.
    Dress pin : jarum pentul.
    Embroidery machine : mesin bordir.
    Embroidery unit : perangkat mesin bordir komputer portable yang menggerakkan pembidangan saat membordir, bisa dilepaskan atau dipasangkan pada mesin combo. Jika dipasangkan, mesin combo berfungsi sebagai mesin bordir. Jika dilepaskan, mesin combo berfungsi sebagai mesin jahit.
    Fabric : kain.
    Feed dog : suatu bagian pada mesin jahit yang letaknya di bawah dan tertekan sepatu, bentuknya seperti gigi gergaji.
    Fleece : kain wol.
    Foot controller : pedal atau injakan pada mesin jahit elektrik.
    Handwheel : suatu bagian pada mesin jahit, bentuknya bulat silinder pipih, letaknya di pinggiran kanan atas mesin jahit, pada mesin jahit fungsinya diputar dengan tangan kanan untuk membantu memperlancar jalannya mesin jahit pada awal kita mulai menjahit. 
    Hand sewing needle : jarum jahit tangan, jarum yang digunakan untuk menjahit dengan tangan, lubang benangnya terdapat pada pangkal jarum sedangkan jarum mesin jahit, lubang benangnya terdapat pada mata jarum.
    Hemmer foot (rolled hemmer foot) : sepatu untuk mengelim.
    Hoop : pembidangan pada mesin bordir.
    Lace : renda.
    Needle : jarum.
    Needle threader : alat bantu pasang benang ke lubang jarum.
    Oil machine : minyak mesin.
    Overlock machine (serger) : mesin obras.
    Overcasting foot : sepatu semi obras.
    Pintuck : lipatan pada kain dengan cara menjahit lurus pada lipatan tersebut, biasanya lipatan – lipatan ini disusun secara paralel dan berfungsi sebagai hiasan.
    Presser foot : sepatu mesin jahit.
    Puckering of fabric : mengkerutnya bahan/kain.
    Reverse button/lever : suatu bagian pada mesin jahit, yang apabila ditekan, pergerakkan arah kain pada saat menjahit menjadi mundur (jahit mundur).
    Scissor : gunting.
    Seam ripper : pendedel, alat pemutus benang.
    Sewing machine : mesin jahit.
    Sewing tape measure : meteran, alat untuk mengukur badan dalam membuat pola pakaian.
    Spm (stitch per minute) : jumlah jahitan dalam 1 menit (satuan kecepatan motor dalam mesin jahit).
    Spool cap : ganjalan atau penahan benang atas.
    Spool pin : pin/tiang/tempat meletakkan benang atas.
    Stabilizer (backer) : kain keras.
    Stitch length : langkah jahitan, biasanya angkanya dari 0 sampai dengan 4.
    Stitch patterns : jenis - jenis jahitan.
    Stitch width : lebar jahitan.
    Straight stitch : jahit lurus.
    Tension : pengatur kekencangan benang atas.
    Thread : benang.
    Thread breakage : benang putus.
    Thread cutter : pemotong benang yang terdapat pada mesin jahit.
    Timing : pertemuan jarum dengan hook di bawah kain yang membentuk jahitan.
    Twin needle : jarum ganda.
    Winding the bobbin : menggulung benang pada spul.
    Wings needle : jarum bersayap.
    Zipper foot : sepatu pasang resleting.






Tips Menggunakan Mesin Jahit



Sebagian besar orang, pengguna mesin jahit, masih awam dengan peringatan – peringatan atau hal – hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan mesin jahit.
Bisa jadi karena enggan membaca buku petunjuknya secara mendetail atau buku petunjuknya dalam bahasa asing atau trainer–nya engan atau lupa menjelaskannya atau alasan lainnya.
Karena alasan di atas, dalam posting ini kami menjelaskan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan mesin jahit, mesin obras dan mesin bordir komputer portable.
Beberapa hal tersebut, kami rangkum dalam "tips dalam menggunakan mesin jahit", sebagai berikut:

1. Gunakan Stabiliser atau UPS yang tepat untuk mesin jahit digital atau mesin bordir komputer portable anda.

2. Selesai menggunakan mesin jahit atau mesin bordir, pastikan tombol power dalam keadaan OFF lalu lepaskan stekernya dari jala - jala listrik.

3. Jangan menggunakan mesin jahit atau mesin bordir jika didapatkan steker atau kabelnya dalam keadaan terkelupas atau rusak.

4. Selesai menggunakan mesin jahit, tutup mesin tersebut dengan hard cover atau putar handwheel-nya sehingga jarum masuk ke dalam needle plate. Karena jarum dapat melukai tubuh.

5. Rapihkan atau simpan kembali perlengkapan mesin jahit anda selesai menggunakannya, seperti: gunting, jarum mesin jahit, jarum pentul, dll.

6. Jangan menarik atau mendorong kain pada saat menjahit karena dapat mengakibatkan jarumnya patah. Saat menjahit bukanlah menarik atau mendorong kain tapi mengarahkan kain.

7. Pastikan tombol power-nya dalam keadaan OFF ketika kita memasukkan benang ke dalam
lubang jarum, mengganti jarum, mengganti benang pada bobbin case, mengganti sepatu dan pekerjaan lainnya di sekitar jarum.

8. Jangan menggunakan mesin jahit dalam ruangan tertutup tanpa ventilasi udara.

9. Jauhkan tangan dari bagian mesin jahit yang bergerak.

10. Jangan menggunakan jarum yang tumpul.

11. Jangan memasukkan benda ke bagian mesin jahit yang terbuka karena bisa jadi akan menyebabkan mesin jahit menjadi macet.

12. Jangan memutar atau menekan suatu bagian pada mesin jahit jika dirasa keras atau sulit untuk diputar atau ditekan karena dapat mengakibatkan bagian tersebut menjadi retak/patah/rusak.

13. Letakkan mesin pada meja yang kuat dan kokoh sehingga mesin dalam keadaan stabil atau tidak banyak bergerak/bergetar saat digunakan.

14. Pastikan tegangan jala - jala listrik anda sesuai dengan tegangan listrik yang harus disuplai ke mesin jahit.

15. Jangan ijinkan mesin jahit sebagai mainan anak.

16. Jangan membersihkan body mesin jahit dengan thinner atau cairan sejenisnya.

17. Jangan meletakkan mesin jahit pada tempat yang terkena cahaya matahari secara langsung.

18. Pastikan tombol power mesin jahit dalam keadaan OFF ketika kita mengganti lampu mesin jahit.

19. Beberapa mesin jahit digital atau komputer dapat berjalan secara normal pada suhu ruangan 40 F sampai dengan 100 F.

20. Berhati - hatilah dalam menggunakan jarum ganda, ikuti petunjuk pemakaiannya.

Semoga bermanfaat dan menambah kepercayaan anda kepada bengkel mesin jahit kami.






Cara Kerja Mesin Jahit




Pergerakan mesin jahit atau cara kerja mesin jahit dapat dipelajari dengan mempelajari ilmu Kinematika.
Ilmu Kinematika merupakan landasan ilmu dari prinsip atau cara kerja mesin jahit.
Ilmu Kinematika adalah ilmu yang mempelajari tentang gerak benda tanpa memperhitungkan penyebab gerak atau perubahan gerak.


Mesin jahit elektrik portable digerakkan oleh motor listrik yang dikendalikan dengan foot controller.
Motor listrik yang biasa digunakan pada mesin jahit ini adalah motor listrik asinkron.
Motor listrik ada 2 macam :

1. motor listrik sinkron
2. motor listrik asinkron

Kenapa motor listrik asinkron?
Karena kecepatan motor ini dapat diatur dengan mengubah nilai resistansi pada foot controller, yang mengakibatkan nilai tegangan atau arus pada motor berubah.
Motor listrik ini dihubungkan ke handwheel mesin jahit melalui drive belt.
Ketika kita menginjak foot controller, motor bergerak berputar memutar hand wheel.
Perputaran hand wheel ini mengakibatkan :

1. needle bar, yang membawa jarum, turun naik.
2. hook bergerak berputar.
3. feed dog bergerak mundur di atas (terlihat di luar needle plate) dan bergerak maju di bawah (tidak terlihat di dalam needle plate).

Jarum membawa benang atas, hook mengambil benang atas yang dibawa oleh jarum untuk dipertemukan atau dikaitkan dengan benang bawah, sedangkan feed dog menggerakkan kain.
Pertemuan jarum dengan hook ini di bawah kain membentuk jahitan.
Pertemuan jarum dengan hook secara tepat disebut Timing (baca: taiming - istilah dalam mesin jahit).
Begitulah proses sederhana terbentuknya jahitan atau cara kerja mesin jahit.
Semoga menambah pengetahuan anda tentang mesin jahit dan menambah kepercayaan anda kepada bengkel mesin jahit kami.






Jarum Mesin Jahit




Jarum adalah salah satu komponen atau part terpenting dalam penggunaan mesin jahit, sifatnya consumable.
Jarum merupakan part mesin jahit yang sering diganti, biasanya jarum diganti karena bengkok atau tumpul.
Dalam hal kerusakan mesin jahit, seperti tidak terbentuknya jahitan dengan baik, biasanya kondisi jarum terlebih dahulu yang di-cek.
Dan sebelum menggunakan mesin jahit, biasanya kondisi jarum di-cek terlebih dahulu.
Alasan yang paling utama seorang penjahit dalam memilih sebuah jarum yang akan digunakan adalah tergantung dari jenis bahan pakaiannya dan fungsinya.
Jarum itu bermacam – macam jenisnya, biasanya ditandai dengan nomor seri yang tercantum pada pembungkusnya atau jarum itu sendiri.
Untuk mesin jahit portable, saya biasa menggunakan jarum mesin jahit dengan nomor 11, 13, 14 dan 16 (dengan kode 2020).
Tapi saya lebih sering menggunakan jarum nomor 14 karena jarum tersebut standar.
Nomor 11 bukanlah jarum terkecil tapi sudah cukup terkecil untuk sebuah mesin jahit portable, jarum ini memiliki ujung yang lebih kecil dibandingkan dengan nomor lainnya, sehingga cocok untuk menjahit bahan yang tipis dan teksturnya rapat.
Nomor 16 bukanlah jarum terbesar tapi sudah cukup terbesar untuk sebuah mesin jahit portable, jarum ini memiliki ujung yang lebih besar dibandingkan dengan nomor lainnya, sehingga cocok untuk menjahit bahan yang tebal dan teksturnya kurang rapat.
Ada pula jarum emas, fungsinya untuk menjahit bahan rajut (dengan kode 2045).
Jarum lainnya adalah jarum bordir (dengan kode 2001), digunakan pada mesin bordir komputer portable, contohnya: pada mesin bordir Singer tipe Futura CE-250, Singer tipe XL-5000 dan Singer tipe XL-6000.
Jarum bordir ini dapat juga digunakan untuk menjahit.
Ada pula jarum yang khusus hanya untuk membordir saja dan biasanya hasil bordirnya lebih bagus dan rapih tapi jarum ini tidak dapat digunakan untuk menjahit.
Lainnya adalah wings needle (jarum bersayap) dan jarum ganda.


*Perbedaan dari bentuk lubang benang pada ketiga jarum tersebut dapat dilihat pada gambar di atas: (A) jarum emas, (B) jarum standar dan (C) jarum bordir.


*Gambar (1) adalah gambar jarum ganda.


*Gambar (2) adalah gambar jarum bersayap (wings needle).


*Gambar (3) adalah gambar jarum singer standar, kita menjual jarum mesin jahit tersebut.


Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang  gigi pda mesin jahit

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang Cara memasang benang pada mesin jahit singer

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.

buka mesin jahit : http://ilmumesinjahit.blogspot.co.id/

0 komentar:

Cara memasang benang pada mesin jahit singer

Cara memasang benang pada mesin jahit singer

baju jahit, batik, belajar, guru, indonesia, jahit, jogja, kaos, kebaya, konveksi, kursus, kursus menjahit, les, mesin jahit, obras, private, sekolah, terbaik, usaha, yogyakarta
Cara memasang benang pada mesin jahit singer


cara masang benang di jahit - Cara memasang benang pada mesin jahit singer pada dasarnya sama saja dengan mesin jahit lainnya. Yang mana benang dimasukkan ke lubang jarum yang berada di ujung jarum,berbeda dengan kita memasukkan benang pada jarum tangan yang berada di bagian kepalanya. Yang menjadi permasalahan utama bagi yang belajar menjahit adalah penggunaan jarum mesin jahit itu sendiri dan cara pemasangannya. Yang mana apabila kita salah menggunakan jarum yang terjadi adalah jarum bisa patah. Seperti kita ketahui bersama bahwa penggunaan jarum untuk bahan seperti jeans tentunya tidak akan sama dengan jarum untuk menjahit sutra. Walaupun secara kasat mata seperti kelihatan sama, namun jarum pun ada ukuran-ukurannya. Dan bukan berarti agar jarum tidak mudah patah, anda menggunakan jarum ukuran besar dan tebal walau yang anda jahit adalah kain sutra. Jelas itu merupakan kesalahan besar. Dan apabila yang anda lakukan demikian yang terjadi adalah kain-kain sutra yang anda jahit dengan menggunakan jarum ukuran besar akan tampak bolong-bolong. Jadi ukuran jarum pun sangat menentukan nantinya dalam hasil jahitan. Seperti yang pernah saya tulis pada artikel sebelumnya bahwa ada 3 ukuran  dan ketebalan jarum yang perlu kita ketahui antara lain :
    Jarum jahit dengan nomor 90/100, Jarum ini biasanya digunakan untuk menjahit bahan seperti drill, famatex atau denim tebal. Konveksi seragam sekolah dan pakaian kantor atau pun jas almamater menggunakan jarum ukuran 90/100 untuk menjahit
    Jarum jahit dengan nomor 80/90/100. Jarum ini digunakan untuk menjahit bahan rajut yang mana ujung jarumnya dapat meluncur diantara benang tanpa menembus kain.
    Jarum jahit dengan nomor 70/80/90/100. Jarum ini memiliki berbagai jenis ukuran dan tentunya dengan fungsi yang berbeda. untuk ukuran 12 dan 13 biasanya digunakan untuk bahan sedang seperti bahan tetoron,pxford dan popelin. Sedangkan untuk ukuran 9 -11 digunakan untuk menjahit bahan yang tipis seperti sutra, viole dan goergette.

Belajar menjahit bagi pemula
Bagi anda yang baru belajar menjahit tentunya tidak akan langsung menjahit pakaian yang susah, tapi perlunya mengetahui cara menjahit yang benar dan lurus sehingga hasil jahitan akan terlihat rapih. Pada pemulaan belajar menjahit hendak menghindari bahan seperti sutra atau satin karena untuk menjahit bahan ini diperlukan keahlian khusus dan tentunya anda pun akan menjahit sutra seiring berjalannnya pengalaman anda dalam menjahit. Gunakan bahan polos seperti drill untuk awal menjahit anda. lancarkanlah dahulu menjahit lurus jig-jag atau lingkaran yang nantinya ini akan sangat membantu anda pada tahap selanjutnya.


Mengetahui dudukan jarum dan sepatu mesin jahit
Ini sangat penting untuk anda ketahui karena sukses dan rapih tidaknya hasil jahitan ditentukan juga oleh dua hal tersebut. Dudukan jarum merupakan tempat untuk memasang jarum, teliti dengan seksama bahwa tempat pemasangan jarum pada dudukan jarum berupa datar, tidak cembung. Hal ini perlu anda ketahui agar saat anda memasukkan jarum tidak terbalik. Jika anda salah saat pemasangan jarum, yang terjadi adalah jarum bisa patah, benang mudah putus dan hasil setikan tidak rata. Dan ini akan berhubungan dengan Cara memasang benang pada mesin jahit singer yang anda punya. Jadi sekali lagi, jangan sampai pemasangan jarum terbalik. Sepatu mesin jahit sangat berperan dalam mengatur dan menahan kain saat terjadi proses menjahit. Lihat dan pegang sepatu mesin jahit, apakah mengalami longgar atau tidak baik pada tangkai pengait sepatu ataupun pada bagian sepatunya. Goyang-goyangkan kekiri dan kanan, apakah kokoh atau tidak. Kalau bisa digoyangkan ke kiri atau ke kanan anda perlu mengganti sepatu mesin jahitnya. Karena ini akan sangat menggangu jarum saat masuk lubang, dan bila itu terjadi maka jarum bisa patah.

Cara memasang benang pada mesin jahit singer
Setelah mengetahui apa yang saya paparkan di atas. Tahap selanjutnya adalah cara memasang benang pada mesin jahit singer. Bagi anda yang menggunakan mesin jahit singer biasa ataupun yang elektrik, dalam memasang benang pada mesin jahit singer ada dua bagian, antara lain memasangkan benang pada lubang jarum yang kedua adalah memasang benang pada spool dan dimasukkan kedalam sekoci

Memasang benang pada lubang jarum
Untuk memudahkan anda dalam memasukkan benang pada lubang jarum adalah dengan menggunakan alat yang berupa Penarik benang. Penarik benang atau mata nenek ini merupakan sebuah alat dengan ujung berkawat berfungsi membantu menarik benang saat melewati mata jarum. Penarik benang ini biasanya terbuat dari logam dengan dipasangin kawat tipis diujungnya.

Memasang benang pada bagian bawah mesin jahit singer
untuk memasang benang pada bagian bawah mesin jahit singer diperlukan spool dan sekoci. Gulung benang kedalam spool setelah itu masukkan ke dalam sekoci. Kemudian sekoci ini anda masukkan kedalam rumah sekoci yang berada dibagian bawah mesin jahit, lebih tepatnya dibawah lubang jarum. Sebelum anda memasukkan sekoci, perlu kiranya untuk mengatur dahulu posisi jarum berada di atas. Kemudian sekoci dimasukkan kedalam rumah sekoci hingga berbunyi "klik". Barulah kemudian jarum digerakkan hingga jarum masuk ke dalam dan benang yang berada dalam sekoci tertarik ke atas.

Itulah beberapa tips yang bisa saya sajikan untuk anda yang mana intinya saat memasang benang pada mesin jahit perlulah kita mengetahui dahulu fungsi-fungsi seperti yang saya sebutkan di atas agar saat anda menjahit tidak mengalami kendala yang berarti.


Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang  cara masang benang di jahit

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang Teknik Spider Web Rose Stitch/Tusuk Laba-laba 

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.

buka mesin jahit : https://inikarpet.blogspot.com/2016/07/cara-memasang-benang-pada-mesin-jahit-singer.html

0 komentar:

Teknik Spider Web Rose Stitch/Tusuk Laba-laba

 Teknik Spider Web Rose Stitch/Tusuk Laba-laba

baju jahit, batik, belajar, guru, indonesia, jahit, jogja, kaos, kebaya, konveksi, kursus, kursus menjahit, les, mesin jahit, obras, private, sekolah, terbaik, usaha, yogyakarta
 Teknik Spider Web Rose Stitch/Tusuk Laba-laba

cara buat sulam sarang labah labah - Teknik Spider Web Rose Stitch/Tusuk Laba-laba
    Untuk membuat jaring laba-laba gunakan benang wool atau benang sulam yang dirangkap supaya kuat.

    Caranya sebagai berikut :


Cara membuat laba-laba laba-laba web ?
 
Anda akan perlu:

    Tanah Liat
    Gunting
    Paints
    selembar kertas

# 1

Banyak orang takut laba-laba, kadang-kadang benci, dan dengan segala cara mencoba untuk menghancurkan mereka, terutama,jika laba-laba muncul di rumah.Namun, meskipun ini, sekarang ada pecinta laba-laba kultus nyata, sehingga laba-laba mainan yang sangat populer dan jaring mereka.Namun, mainan seperti menikmati tidak hanya anak-anak, tetapi juga orang dewasa yang datang untuk menyenangkan hadir tersebut.
# 2

Jika diinginkan, Anda dapat membuat laba-laba Anda sendiri terbuat dari kertas atau kain, tapi ini tidak cukup dan harus tahu bagaimana membuat web laba-laba di rumah.Bahkan, sangat mudah dan proses manufaktur web seluruh tidak mengambil terlalu banyak waktu.Dengan bantuan web buatan sendiri Anda dapat menghias apartemen Anda sendiri di Halloween dan mengubah rumah Anda ke rumah Addams Family.Membuat web bahkan anak kecil dapat, apalagi, digunakan bahan yang sangat sederhana, yang hampir di setiap rumah.
# 3

Mengetahui bagaimana membuat laba-laba kertas, Anda dapat mulai membuat web, sehingga, untuk memulai Anda perlu membeli benang menyukai tempat teduh - web sangat ekspresif dan cerah akan terlihat pearlescent hitam atau putih.Selama pemilihan warna benang harus diperhitungkan dalam warna lain menghiasi ruangan.Dengan mempertimbangkan dimensi web dipilih dan ketebalan benang - bahwa jika Anda berencana untuk membuat sarang laba-laba kecil, perlu untuk menghentikan pilihan Anda pada benang tipis.Oleh karena itu, jika Anda berencana untuk menempatkan di web dari semua langit-langit, atau web akan mengambil sebagian besar ruangan, disarankan untuk mengambil benang ketat.
# 4

Jadi, diambil dalam mangkuk, yang merupakan campuran perekat khusus.Untuk tujuan ini, air bercampur (air harus dingin) lem dan alat tulis (semua komponen yang diambil dalam jumlah yang sama).Untuk halus berkilau diperoleh dan bahkan terlihat jelas dalam gelap, untuk campuran ditambahkan untuk sejumlah kecil glitter, dan untuk tujuan ini dapat digunakan cat fluorescent khusus (semua bahan-bahan ini dapat dengan mudah dibeli di toko-toko untuk kreativitas anak-anak).Namun, sebelum melakukan jaring laba-laba buatan, perlu untuk menyingkirkan laba-laba yang nyata, dan ini adalah untuk mengetahui bagaimana untuk menyingkirkan laba-laba.
# 5

kemudian mengambil kertas roti sederhana dan lembut terbentang pada permukaan yang datar.Sekarang, dari gulungan benang yang dipilih dipotong tepat empat senar kecil dengan panjang yang sama (panjang tali ini ditentukan dengan memperhatikan ukuran jaring masa depan).Kemudian masing-masing tali dicelupkan ke dalam campuran lem dan selesai dari itu diletakkan pada kertas spiral rapi.Untuk memulai itu perlu untuk lay out spiral dari pusat kepingan salju dan memindahkannya ke sinar.Setelah spiral membungkus ujung semua, web buatan sendiri disiapkan.Sekarang yang tersisa untuk waktu, sampai perekat benar-benar kering dan dapat dihapus dari produk kertas.Jika seorang anak ingin hidup laba-laba, perlu untuk mengetahui bagaimana mengajar laba-laba.

Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang  cara buat sulam sarang labah labah

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang Merancang Bahan 

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.

buka mesin jahit : http://howfinds.com/id/pages/1292260

0 komentar:

Merancang Bahan

 Merancang Bahan

baju jahit, batik, belajar, guru, indonesia, jahit, jogja, kaos, kebaya, konveksi, kursus, kursus menjahit, les, mesin jahit, obras, private, sekolah, terbaik, usaha, yogyakarta
 Merancang Bahan

apakah yang dimaksud dengan merancang bahan secara global ? - Merancang bahan adalah merencanakan atau memperhitungkan secara garis besar banyaknya bahan yang diperlukan untuk membuat suatu pakaian.
    Tujuan merancang bahan adalah:
1. Agar dapat mengetahui banyaknya bahan yang dibutuhkan untuk menghindari kelebihan atau kekurangan bahan.
2. Agar dapat mengetahui banyaknya biaya yang dikeluarkan secara keseluruhan.
3. Untuk memudahkan pada saat praktik dalam meletakkan pola diatas bahan.

    Ada 2 cara yang digunakan untuk merancang bahan, yaitu:

1. Merancang Bahan secara global
    Merancang bahan secara global, yaitu merencanakan bahan yang didasarkan pada ukuran dari pola yang akan dibuat.

2. Merancang Bahan secara terperinci
    Merancang bahan secara terperinci, yaitu merencanakan bahan dengan menggunakan pola-pola kecil yang ditempelkan pada kertas payung dengan ukuran skala meter.
    Cara mengerjakannya yaitu:
a. Bagian yang diperlukan digambar kembali dengan menggunakan skala meter.
b. Siapkan kertas payung sesuai dengan lebar bahan dengan skala meter.
c. Mengatur pola diatas kertas sehemat mungkin.
    Hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat merancang bahan adalah:
a. Bagian-bagian pola harus diletakkan pada lipatan kain.
b. Arah benang atau arah serat kain.
c. Bagian-bagian yang harus dirangkap dua.
d. Tambahan untuk kampuh dan kelim pada masing-masing bagian pola.
e. Gunakan tabel untuk memudahkan menghitung

Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang  apakah yang dimaksud dengan merancang bahan secara global ?

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang BATIK STEREOGRAM DENGAN DEPTH MAP SMOOTHING 

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.

buka mesin jahit : http://klopperying.blogspot.co.id/2013/02/merancang-bahan.html

0 komentar:

BATIK STEREOGRAM DENGAN DEPTH MAP SMOOTHING

BATIK STEREOGRAM DENGAN DEPTH MAP SMOOTHING

baju jahit, batik, belajar, guru, indonesia, jahit, jogja, kaos, kebaya, konveksi, kursus, kursus menjahit, les, mesin jahit, obras, private, sekolah, terbaik, usaha, yogyakarta
BATIK STEREOGRAM DENGAN DEPTH MAP SMOOTHING


gambar batik - Arwan Ahmad Khoiruddin

Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia
Jl. Kaliurang km 14 Yogyakarta
arwan.khoiruddin@gmail.com




Abstrak
Batik adalah salah satu warisan budaya nasional Indonesia yang akhir-akhir ini sangat populer.Batik yang sebelumnya hanya dipakai oleh bangsawan di acara-acara resmi, kini digunakan oleh semua orang baik tua maupun muda, di acara resmi maupun santai. Corak-corak batik pun menghias tidak hanya pakaian, tapi juga tas, sandal, dan lain-lain. Hal ini pada akhirnya juga mendorong pengembangan pola-pola batik dari pola tradisional menjadi pola modern, bahkan meng-generate batik dengan komputasi seperti pada batik fraktal. Dalam penelitian sebelumnya, kami mengajukan metode pengembangan motif batik baru yaitu batik stereogram.Batik stereogram dibuat karena antara batik dan stereogram mempunyai karakteristik yang sama yaitu pola yang berulang. Stereogram menambahkan informasi 3-dimensi pada pola berulang dengan menggeser piksel sesuai tingkat kedalaman yang direpresentasikan oleh tingkat keabuan dalam peta kedalaman (depth map).Penggeseran piksel ini mengakibatkan rusaknya pola-pola batik yang digunakan.Dalam penelitian ini, kami mengajukan metode untuk menghindari rusaknya pola-pola batik yang diakibatkan oleh penggeseran piksel stereogram. Metode yang digunakan yaitu dengan depth map smoothing, yaitu mengkonvolusikan peta kedalaman dengan matrix tertentu yang akan memfilter peta kedalaman dengan average filter secara vertikal. Dengan menggunakan vertical average filter ini, kerusakan pola batik akibat penggeseran piksel stereogram dapat dihindari.

Kata kunci : Batik, stereogram, 3D, average filter






    Pendahuluan

Pada beberapa tahun terakhir, industri batik mengalami perubahan yang sangat besar karena semangat bangsa Indonesia untuk melestarikan batik.Semangat ini diperkuat dengan diakuinya batik oleh UNESCO sebagai salah satu Intangible Cultural Heritage of Humanity [1]. Batik yang dulu hanya dipakai oleh bangsawan pada acara dan kegiatan tertentu, kini mulai dipakai oleh orang biasa mulai dari orang tua, kaum muda bahkan anak-anak. Batik pun mulai diaplikasikan tidak hanya pada baju atau jarik, tapi juga pada sprei, taplak meja, gordyn, dan juga aksesori seperti tas, sandal, gantungan kunci, dan lain-lain. Baju batik yang dulunya hanya dipakai untuk acara-acara formal, sekarang pun juga dipakai untuk hal yang kasual.Batik pun mulai diangkat ke atas catwalk dan mulai jadi bagian dari tren fashion nasional bahkan juga diangkat dalam fashion internasional.
Batik sendiri merupakan sebuah seni pewarnaan kain dengan menggunakan canting atau cap [2]. Metode ini sebenarnya tidak hanya dikenal di Indonesia, tapi juga di beberapa negara seperti India (bandhana), Cina (miao), Jepang (rokechi, katanori), dan Malaysia (plangi, palekat) [3]. Akhir-akhir ini, selain dengan canting dan cap, batik juga dicetak dengan menggunakan cetak komputer.
Penggunaan komputer untuk batik tidak hanya untuk pencetakannya saja, tapi juga untuk mengembangkan pola-polanya. Salah satu metode pengembangan pola dengan menggunakan komputasi adalah batik fraktal [3]–[6]. Dalam [3], dinyatakan bahwa pola-pola batik yang sudah ada mempunyai dimensi fraktal antara 1 dan 2. Berdasarkan hal ini, berbagai motif batik kemudian dibuat. Dalam penelitan sebelumnya[7], kami mengajukan metode lain untuk pengembangan pola batik yaitu dengan menggunakan batik stereogram. Batik stereogram adalah pembuatan pola batik yang berulang dengan menambahkan gambar 3-dimensi menggunakan prinsip stereogram. Stereogram adalah gambar yang ditata berulang-ulang dengan menggeser pixel tertentu dengan panjang penggeseran berdasarkan kedalaman objek 3-dimensi yang akan ditampilkan. Seperti diketahui, dalam pembuatannya, batik di Indonesia juga dibuat dengan mengulang pola-pola tertentu seperti parang, kawung, banji, dan lain-lain. Karena prinsip yang sama antara batik Indonesia dan stereogram, yaitu perulangan pola dasar tertentu, maka bisa dibuat stereogram dengan menggunakan pola-pola batik yang ada sehingga akan memunculkan jenis batik baru yaitu batik stereogram.


(a)   
(b)

Gambar 1 (a) Peta kedalaman (depth map) (b) Pola dasar berupa pola kawung, dan (c) Batik stereogram dengan pola dasar kawung
Penggeseran piksel berdasarkan peta kedalaman ini membuat pola batik menjadi rusak atau pecah.Hal ini dapat dilihat pada Gambar 2. Oleh karena itu, diperlukan cara untuk memperhalus hasil akhir batik stereogram.


Gambar 2 Pola yang rusak karena penggeseran piksel
Makalah ini disusun dalam beberapa sub-bab.Sub-bab pertama merupakan pendahuluan yang membahas latar belakang penyusunan makalah ini.Bagian selanjutnya membahas prinsip dasar stereogram, diikuti dengan pola-pola batik tradisional.Depth map smoothing untuk menghindari pecah/rusaknya pola batik dibahas dalam bab selanjutnya. Bagian terakhir merupakan kesimpulan dari makalah ini.

    Prinsip Stereogram
Stereogram merupakan gambar yang dibuat dari pola-pola yang diulang-ulang dengan menggeser piksel tertentu dengan panjang pergeseran tertentu sehingga menghasilkan efek gambar 3-dimensi. Efek 3-dimensi didapatkan dengan mengubah fokus mata tidak pada gambar yang dibuat, tapi fokus di belakang gambar atau di depan gambar. Prinsip dasar stereogram dapat dilihat pada Gambar 1.Pada gambar ini dapat dilihat bahwa efek kedalaman sebesar DA bisa didapatkan dengan menggeser piksel sebanyak SA, dan efek kedalaman yang lebih kecil yaitu DB bisa didapatkan dengan menggeser piksel dengan panjang yang juga lebih kecil (SB).

Gambar 3 Prinsip Stereogram

    Pola Batik Tradisional
Pada awalnya, batik mempunyai pola dan warna yang terbatas.Beberapa pola hanya boleh dipakai oleh golongan tertentu (ningrat).Pada perkembangan selanjutnya, pola batik seperti batik pesisir banyak menyerap pengaruh dari luar seperti dari pedagang asing maupun penjajah.Meskipun demikian, pola-pola batik tradisional masih banyak dipertahankan sampai saat ini.
Berbagai pola batik dapat dikategorikan dalam beberapa jenis pola [2], yaitu:
    Pola parang
Terdapat tidak kurang dari 20 pola yang dapat dikategorikan dalam pola parang.Ciri utama dari pola ini adalah struktur pola yang menyerupai parang yang diulang-ulang.Beberapa contoh pola yang termasuk dalam kategori pola parang ini seperti Gondosuli, parang kusumo (pada zaman dulu pola ini hanya boleh dipakai oleh kalangan ningrat), dan parang rusak.Gambar 4 merupakan gambar pola parang rusak.


Gambar 4 Pola parang rusak
    Pola geometri
Pola batik yang termasuk dalam kategori ini adalah yang paling banyak dibandingkan dengan kategori yang lain. Terdapat tidak kurang dari 42 pola yang termasuk dalam kategori pola geometri.Salah satu jenis pola batik yang termasuk dalam kategori ini adalah cakar melik (Gambar 5).

Gambar 5 Pola Cakar Melik
    Pola banji
Banji adalah salah satu motif kuno.Motif banji ini belum mengalami banyak variasi.Yang termasuk jenis banji ini adalah banji bengkok dan banji guling.

Gambar 6 Pola Banji Guling
    Pola tumbuh-tumbuhan menjalar
Motif ini terinspirasi dari tumbuh-tumbuhan menjalar seperti anggur, cangklet, kembang gempol, dan lain-lain.Terdapat tidak kurang dari 37 pola yang masuk dalam kategori ini.Contoh pola yang termasuk dalam kategori tumbuhan menjalar bisa dilihat di Gambar 7.


Gambar 7 Pola Kembang Gempol
    Pola tumbuh-tumbuhan air
Seperti namanya, pola ini terinspirasi oleh tumbuh-tumbuhan air.Terdapat paling tidak 14 pola yang termasuk dalam kategori ini. Salah satunya adalah pola Ganggong Wibowo (Gambar 8)

Gambar 8 Pola Ganggong Wibowo

    Pola bunga
Terdapat tak kurang dari 23 motif batik yang termasuk dalam kategori ini.Salah satunya adalah motif ceplok kelan (Gambar 9).

Gambar 9 Pola Ceplok Kelan

    Pola satwa dalam alam kehidupannya.
Motif jenis terakhir adalah satwa dalam kehidupannya.Salah satu contohnya adalah motif ayam puger (Gambar 10).

Gambar 10 Motif Ayam Puger
    Depth Map Smooting dalam Batik Stereogram
Untuk membuat stereogram, diperlukan dua gambar, yaitu gambar pola dasar dan gambar depth map (peta kedalaman).Gambar peta kedalaman ini menunjukkan kedalaman dari setiap piksel di dalam gambar.Semakin dalam sebuah titik di gambar, maka di dalam peta kedalaman, warnanya semakin hitam.Dengan demikian, bagian yang paling dalam ditunjukkan oleh warna hitam, sedangkan bagian yang paling dangkal ditunjukkan oleh warna putih.Kedalaman yang berada di antara keduanya ditunjukkan dengan tingkat warna keabuan.

Gambar 11 Plot irisan dari peta kedalaman.
Batik Stereogram didapatkan dengan mengulangkan pola-pola batik kemudian menggeser piksel tertentu berdasarkan peta kedalamannya.Semakin putih warna piksel yang ada pada peta kedalaman, maka pergeseran yang dilakukan semakin besar.
Seperti ditunjukkan padaGambar 2, pola batik yang dijadikan sebagai pola dasar dalam stereogram menjadi rusak karena pergeseran piksel.Pecah dan rusaknya pola batik ini terjadi karena lompatan dalam sumbu vertikal dalam peta kedalaman (Gambar 11).
Untuk menghindari lompatan dalam sumbu vertikal pada peta kedalaman ini, maka diperlukan sebuah filter agar piksel dalam lompatan tadi bisa naik secara perlahan-lahan. Filter yang bisa digunakan adalah average filter. Karena yang diperlukan untk mengatasi rusak/pecahnya pola batik ini adalah smoothing dalam sumbu vertikal, maka average filter yang digunakan hanya memfilter secara vertikal dengan matrix sebagai berikut:
f=[█(0 0 0…1/x…0 0 0@…@0 0 0…1/x…0 0 0@…@0 0 0…1/x…0 0 0)]
Dimana f merupakan matrix filter berukuran x*x dimana x merupakan ukuran jendela yang digunakan untuk melakukan average filter. Dengan menggunakan filter tersebut, maka peta kedalaman akan berubah menjadi

Gambar 12 Peta Kedalaman setlah dilakukan Average Filter (ukuran jendela = 11)
Dengan menggunakan peta kedalaman yang sudah difilter, maka akan didapatkan hasil batik stereogram sebagai berikut (Gambar 13)

Gambar 13 Batik Stereogram dengan smoothing peta kedalaman
Pada Gambar 13, dapat dilihat bahwa teknik smoothing peta kedalaman dengan menggunakan average filter di sumbu vertikal membuat pola batik yang dihasilkan menjadi tidak pecah atau rusak. Untuk semakin memperhalus pola batik yang dihasilkan, ukuran filter bisa dibuat menjadi lebih besar.

    Kesimpulan dan Saran

Dalam makalah ini, telah dipaparkan metode untuk menghindari pecah dan rusaknya pola batik karena pergeseran piksel dalam pembuatan batik stereogram.Untuk menghasilkan pola batik yang tidak pecah, digunakan smoothing dengan menggunakan average filter dalam sumbu vertikal. Dengan menggunakan filter ini, pecahnya pola batik yang diakibatkan oleh penggeseran piksel batik stereogram bisa dihindari.

Daftar Pustaka
[1]    UNESCO, “Indonesian Batik,” 2009. [Online]. Available: http://www.unesco.org/culture/ich/index.php?RL=00170. [Accessed: 27-Dec-2013].
[2]    Hamzuri, Batik Klasik. Jakarta: Penerbit Djambatan, 1989, p. vi.
[3]    M. Lukman, “Batik Fractal : Traditional Art to Modern Complexity.”
[4]    Y. Hariadi, M. Lukman, and A. H. Destiarmand, “Batik Fractal : Marriage of Art and Science,” vol. 4, no. 1, pp. 84–94, 2010.
[5]    H. Situngkir, “The computational generative patterns in Indonesian batik,” 2008.
[6]    W. Traditional and H. Meets, “Deconstructing Javanese Batik Motif,” pp. 1–12.
[7]    A. A. Khoiruddin, “Batik Stereogram: Batik + 3D,” in Prosiding Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi ke-3, 2013.



Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang  gambar batik
, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang Perbedaan kerajinan tekstil modern dan tradisional 

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.

buka mesin jahit : https://www.researchgate.net/profile/...Batik.../560d425708ae2aa0be4a245c

0 komentar:

Copyright © 2016 Kursus Menjahit.