Macam macam ragam hias yang ada di indonesia

 4 ragam hias di indonesia - Ragam hias adalah bentuk dasar hiasan yang biasanya akan menjadi pola yang diulang-ulang dalam suatu karya kerajinan atau seni. Karya ini dapat berupa tenunan, tulisan pada kain (misalnya batik), songket, ukiran, atau pahatan pada kayu/batu.Ragam hias dapat distilisasi (stilir) sehingga bentuknya bervariasi.
Contohnya adalah sebagai berikut:

kain songket dari daerah palembang
ukiran dari daerah jepara
kain batik motif awan dari daerah pekalongan
kain tenun dari daerah timor    
kain tenun ikat dari daerah ntt
 

1.Ragam Hias dari daerah Sumatera Utara


Ragam Hias yang terkenal dari daerah Sumatera Utara atau yang dikenal kota Medan adalah kain tenun,kain tenun di daerah Sumatera Utara biasa dikenal dengan ‘Ulos’
Yang cara membuatnya dengan menenun seperti kain tenun biasa,kain ulos juga menjadi lambing ikatan kasih,perlengkapan upacara adat seperti upacara adat pernikahan,upacara-adat kematian,symbol system masyarakat batak,symbol status sosial dan lambang solidaritas.

Adapun warna benang yang sering dipakai adalah merah, putih, dan hitam,warna warna tersebut memiliki makna yaitu Warna merah melambangkan keberanian, warna putih melambangkan kesucian, dan warna hitam melambangkan kekuatan.

 Ornamen yang biasanya dipasang dirumah adat batak karo
                        
Ulos Ragidup

 Yang memiliki makna kehidupan, biasanya pajang di dinding rumah-rumah masyarakat Batak.
                     
Ulos Mangiring
biasanya dipakai oleh tetua atau orang yang dituakan di masyarakat.

Ulos Ragi Hotang
yang memiliki makna doa, biasanya dipakai dalam acara pe
rnikahan.

2. Ragam Hias dari daerah Jambi

     Berdasarkan bahan dari penggunaan bahan ragam hias didaerah jambi dibagi menjadi 5 macam,yaitu ragam hias anyaman,ukiran,tenunan,sulaman dan batik,Jika dilihat dari sisi sungsi kegunaanya ada 3 pemaknaan yaitu religi,simbolik dan keindahan.

Kain tenun jambi atau yang biasanya disebut kain songket jambi
Anyaman bambu dari daerah jambi


Batik jambi
 Batik khas daerah jambi,Warna khas yang sering dijumpai di batik jambi adalah- merah,biru,hitam,dan kuning


3. Ragam Hias dari daerah Lampung

 Didaerah lampung memiliki beberapa ragam hias contohnya seperti batik lampung dan kain tenun lampung atau yang biasa disebut ‘Kain Tapis’.

-Kain tapis adalah pakaian wanita suku Lampung yang berbentuk kain sarung terbuat dari tenun benang kapas dengan motif atau hiasan bahan sugi, benang perak atau benang emas dengan sistem sulam.


Contoh kain tapis yang digunakan untuk perempuan
Contoh kain tapis yang digunakan untuk laki laki

 4.Ragam Hias dari daerah banten

Salah satu ragam hias dari daerah banten adalah kain batik, yang menjadi ciri khas utama batik Banten adalah motif datulaya. Motif ini memiliki dasar belah ketupat berbentuk bunga dan lingkaran dalam figura sulur-sulur daun. Warna yang digunakan, motif dasar berwarna biru, variasi motif pada figura sulur-sulur daun berwarna abu-abu, pada dasar kain berwarna kuning.

                     
Batik Banten motif surosowan   
Batik Banten motif pancaniti
Batik Banten motif Sabakingking 
Batik banten motif pasulaman   
                                                              

5.Ragam Hias dari daerah Yogyakarta

Yogyakarta sebagai salah satu kota yang terkenal dengan warisan budaya yang kaya dan terkenal juga dengan batiknya. Ciri khas dari batik Yogyakarta adalah dari latar atau warna dasar kain. Warna dasar kain batik Jogja ada dua macam, yaitu warna putih dan hitam, sedangkan warna batik bisa berwarna putih, biru tua kehitaman, dan cokelat soga.

Ragam hias batik Yogyakarta ada yang geometris seperti lereng atau garis miring lerek, garis silang atau ceplok, kawung, anyaman, dan limaran. Ragam hias yang nongeometris seperti semen, lung-lungan, dan boketan. Ada juga ragam hias yang bersifat simbolis misalnya meru melambangkan gunung atau tanah (bumi), naga melambangkan air, burung melambangkan angin atau dunia atas, dan lain-lain. Ragam motif batik Yogyakarta sangat banyak dan semuanya sangat indah, mulai dari motif bunga, tumbuhan air, tumbuhan menjalar, satwa, dan lain-lain.

Batik jogja motif Ambarsari    
Batik jogja motif babon angrem
Batik jogja motif parang rusak 
Batik Jogja Motif Ceplok Kawung

6.Ragam Hias dari daerah Bali

  Ragam hias dari daerah bali meliputi beberapa macam yaitu ragam hias batik bali,ragam hias arsitektur bali dan ragam hias ukiran bali.
Salah satu bentuk ragam hias dari bali yaitu ukiran.
 Ragam hias batik bali
Arsitektur rumah bali
                       
7.Ragam Hias dari daerah Kalimantan tengah

     Selama ini yang terkenal hanyalah motif batik dari pulau jawa,adahal Kalimantan juga memiliki motif yang tak kalah menarik dank has.Bila kain batik Kalimantan selatan terkenal dengan nama kain sasirangan,kain batik Kalimantan tengah terkenal dengan nama batik benang bintik-nya.Motifnya pun variatif,dengan warna-warna yang memanjakan selera.Motif yang umum adalah batang garing,(simbol batang kehidupan bagi masyarakat Dayak),Mandau (senjata khas suku dayak) ,Burung Enggang/Tinggang (Elang Kalimantan),dan Balangga.

Batik Kalimantan tengah motif Tatu Payung  
Batik Kalimantan tengah motif Kambang Munduk
Batik Kalimantan tengah motif Pating Muang 
Batik Kalimantan tengah motif Repang Garantung
                 
 8.Ragam Hias dari daerah Sulawesi Selatan

 Sulawesi Selatan atau yang biasa dipanggil ‘Makassar’  memiliki salah satu suku yang sangat terkenal dengan adat dan istiadatnya yang unik,nama suku itu adalah ‘Suku Toraja’,salah satu kesenian suku toraja adalah ukiran,ukiran ini biasanya diukir di sebuah papan kayu,tiang rumah adat,jendela atau pintu lumbung.
                                                       
Motif ukiran yang disebut paqdadu
Motif ukiran yang disebut paqtakku pare
Motif ukiran yang disebut paqdon lambiri 
Motif ukiran yang disebut paqlamban lalan

9.Ragam Hias dari daerah Nusa Tenggara Timur (NTT)

      Salah satu Ragam hias yang terkenal di daerah NTT adalah kain tenun,di NTT dibagi menjadi dua daerah penghasil tenun yaitu sumba timur dan timor tengah selatan,pada suku sumba timur lebih banyak corak/motif makhluk hidup seperti binatang atau orang orang banyak ditonjolkan seperti kuda,rusa,udang,naga,singa,orang orangan dan pohon tengkorak dan lain lain,sedangkan di Timor tengah selatan banyak menonjolkan corak motif burung,cecak,buaya dan motif kaif,tenun di nusa tenggara juga dibedakan menjadi 3 macam yaitu tenun ikat,tenun buna,tenun lotis atau yang biasa disebut sotis atau songket.


Motif dan ragam kain tenun ikat sumba timur
Motif dan ragam kain tenun ikat Timor tengah selatan

10.Ragam Hias dari daerah papua

 Papua memiliki batik dengan motif-motifnya yang khas dan banyak diminati lokal maupun mancanegara. Dibandingkan dengan corak batik dari daerah lainnya di Jawa, batik Papua memiliki perbedaan corak yang cukup mencolok. Batik dari daerah ini cenderung lebih gelap namun banyak memiliki motif yang terdiri dari gambaran patung. Batik di Papua selama ini yang paling terkenal adalah batik motif Asmat. Warnanya lebih cokelat dengan kolaborasi warna tanah dan terakota. Soal pemilihan motif batik Papua banyak menggunakan simbol-simbol keramat dan ukiran khas Papua. Cecak atau buaya adalah salah satunya,selain tentu lingkaran-lingkaran besar.Bahannya macam-macam disesuaikan dengan permintaan pasar.

Batik papua

 maaf ya belum ada gambarny

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Macam macam ragam hias yang ada di indonesia

Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang 4 ragam hias di indonesia

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang Merancang Kerajinan dengan Bahan Tekstil

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.
buka mesin jahit : http://dwiayusuci.blogspot.co.id/2013/11/macam-macam-ragam-hias-yang-ada-di.html

0 komentar:

Merancang Kerajinan dengan Bahan Tekstil

  4 cara persiapan pembuatan produk kerajinan tekstil  - Kerajinan tekstil merupakan karya seni atau kerajinan yang dibuat atau memakai tekstil sebagai bahan utama. Contoh kerajinan tekstil adalah hiasan dinding, sarung bantal kursi, bed cover, tirai,taplak meja makan, tutup tudung saji. Kerajinan tekstil yang akan diwujudkan menjadi karya seni akan terwujud secara maksimal apabila melalui tahap pembuatan produk kerajinan tekstil. Desain merupakan langkah awal dalam mewujudkan suatu karya seni, dan desain merupakan rancangan yang akan memudahkan dalam pencapaian tujuan atau penciptaan karya seni. Dengan demikian desain dapat diartikan sebagai suatu rancangan gambar yang nantinya dilaksanakan dengan tujuan tertentu yang berupa susunan dari garis, bentuk, warna, dan tekstur. Desain dapat diterapkan pada berbagai benda yang ada di lingkungan kita.
Tidak semua produk yang berbahan tekstil itu dapat disebut sebagai karya seni.Perwujudan karya seni harus memenuhi prinsip kesatuan (unity), kerumitan (complexity), dan kesungguhan (intensity). Untuk mendapatkan suatu produk kerajinan tekstil yang baik memerlukan sebuah perencanaan yang didalamnya terdapat kesatuan antara bahan yang digunakan dengan fungsi serta jenis benda yang dibuat, kerumitan dalam pengerjaannya yaitu perpaduan yang seimbang, berlawanan, atau saling bertentangan yang menghasilkan nilai estetis pada benda tersebut. Suatu desain yang baik akan memperlihatkan susunan yang teratur dari bahan-bahan yang dipergunakan sehingga menghasilkan suatu benda yang indah dan dapat dipergunakan. Dalam hal ini terdapat dua macam desain, yaitu structural design (desain struktur) dan decorative design (desain hiasan).

    Structural Design (desain struktur) adalah susunan dari garis, bentuk, warna, dan tekstur dari suatu benda baik berupa benda yang mempunyai ruang maupun gambaran dari suatu benda. Contoh deesain struktur: gambaran suatu benda yang akan dibuat dilengkapi dengan keterangan ukuran, warna, dan bentuknya.
    Decorative Design (garnitur) adalah sentuhan/perlakuan yang diberikan pada permukaan busana yang memberikan efek visual memperindah penampilan. Garnitur bisa sebagai unsur dekoratif/hiasan atau sebagai unsur fungsional. Terdapat tiga cara dalam menyusun decorative desain, yaitu: By the color and pattern, By construction dedtails, By decorative trims. (Davis dalam Mila Karmila, 2006: 27) (1) By the color and pattern, yaitu warna dan motif yang tersusun dalam suatu bahan tekstil pada busana, secara tidak langsung juga berfungsi sebagai decorative design. (2) By construction details, yaitu membentuk detail hiasan tertentu pada busana disini biasanya dilakukan dengan membuat jahitan/setikan pada kain/tekstil. (3) By decorative trims, yaitu teknik yang biasanya berupa tempelan kain diatas permukaan kain dengan menambahkan unsur pelengkap lain pada permukaan kain.


1. Mencari Ide

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ide/gagasan adalah rancangan yang tersusun di pikiran. Kita telah mengenali berbagai kekayaan tekstil Indonesia dan tekstil khas daerah, produk-produk kerajinan tekstil, material, proses, dan alat yang dibutuhkan untuk pembuatan kerajinan tekstil. Pengetahuan dan apresiasi kita terhadap hal-hal tersebut dapat mendorong munculnya ide untuk pembuatan karya produk dari bahan tekstil.

Ide bisa muncul secara tidak berurutan namun dapat juga muncul secara lengkap. Salah satu dari kita bisa saja memiliki ide tentang suatu motif unik yang akan dibuat. Ide motif tersebut akan menuntut kita untuk memikirkan teknik apa yang tepat untuk digunakan dan produk apa yang tepat untuk menggunakan motif tersebut. Salah satu dari kita juga bisa saja mendapatkan ide atau bayangan tentang sebuah produk yang ingin dibuatnya, material, proses dan alat yang akan digunakan secara utuh. Untuk memudahkan pencarian ide atau gagasan untuk rancangan kerajinan tekstil, mulailah dengan memikirkan hal-hal di bawah ini.

    Produk kerajinan apa yang akan dibuat? (Sarung bantal sofa dari kain perca)
    Mengapa produk kerajinan tersebut dibuat? (Sarung bantal sofa dibuat untuk mempercantik bantal-bantal mungil di atas sofa)
    Siapa yang akan menggunakan produk kerajinan tersebut? (Sarung bantal sofa digunakan oleh orang-orang yang menggunakan sofa di rumah)
    Bahan/material apa yang apa saja yang akan dipakai? (Kain perca, kain keras, busa angin, dan renda)
    Warna dan/atau motif apa yang akan digunakan? (Aneka warna/motif bunga)
    Adakah teknik warna tertentu yang akan digunakan? (Patchwork adalah kerajinan yang menggabungkan potongan- potongan kain perca satu dengan yang lainnya dan memiliki motif atau warna yang berbeda-beda lalu menjadi suatu bentuk baru)
    Bagaimana proses pembuatan produk tersebut? (Gunting 4 macam kain katun motif ukuran 20x20 cm sebanyak 8 lembar (masing-masing motif 2 lembar), gunting busa angin ukuran 40x40, 2 lembar, gunting biku2 spanjang 40 cm sebanyak 4 helai.Sambung kain katun dengan dijahit mesin. Buat 2x (2 lembar). Pasang biku-biku (renda) di jahitan sambungan, buat 2kali.Pasang busa angin sebagai lapisan, buat sebanyak 2 kali. Satukan 2 lembar katun yang sudah dipasang busa tadi dengan dijahit mesin. Bagian atas jangan dijahit, untuk pasang resluiting.Pasang resluiting di atasnya.)
    Alat apa yang dibutuhkan? (penggaris, gunting, meteran, benang, jarum pentul, jarum jahit, dan Mesin Jahit)

sarung bantal 
Ide juga dapat diperoleh dengan bereksperimen, misalnya eksperimen menggunakan teknik pewarnaan rintang warna. Cobalah untuk menggunakan beberapa warna yang disusun dalam komposisi satu motif. Coba juga dengan beberapa variasi motif. Kalian juga dapat mencoba membuat motif sendiri. Semangat dan keberanian kita untuk mencoba membuat inovasi baru akan menjadi bekal kita berkarya di masa depan, seperti pada perancang busana terkemuka Indonesia dan luar negeri. Beberapa di antara mereka terinspirasi dengan teknik rintang warna.

2. Membuat Gambar/Sketsa
Sebuah karya kerajinan akan terwujud secara maksimal jika dilakukan sesuai dengan tahapan yang benar. Salah satu tahapan dasar pembuatan karya tekstil adalah pembuatan sketsa. Sketsa merupakan gambar awal yang kasar dan ringan yang umumnya digunakan sebagai kerangka dalam menghasilkan karya kerajinan tekstil yang utuh atau sebagai langkah awal untuk mengemukakan gagasan tentang sesuatu. Untuk membuat karya kerajinan tekstil buatlah beberapa rencana atau rancangan dari produk kerajinan yang akan dibuat. Gambarkan ide-ide rancanganmu pada sebuah buku atau lembaran kertas, dengan menggunakan pinsil, spidol atau bolpoin dan sebaiknya hindari penggunaan penghapus. Beberapa langkah yang dapat dilakukan dalam membuat sketsa antara lain sebagai berikut.
 

sketsa    
Menentukan titik tengah dan garis horizontal (sepertiga kertas bagian atas).
    Membuat titik-titik kunci dengan cara mengukur titik-titik horizontal dari titik tengah dan mengukur titik-titik vertikal dari garis datar.

    Tariklah garis tipis-tipis dahulu. Jika ada garis yang dirasa kurang tepat, abaikan saja, buatlah garis lain pada bidang kertas yang sama. Demikian seterusnya sehingga kamu berani menarik garis dengan tegas dan tebal.
    Menggambar detail sketsa dari yang sifatnya umum menuju ke sifat khusus.
    Gambarkan idemu sebanyak-banyaknya, dapat berupa vasiasi produk, satu produk yang memiliki fungsi sama, namun dengan bentuk yang berbeda, produk dengan bentuk yang sama dengan warna dan motif yang berbeda.


3. Pilih Ide Terbaik
Setelah menghasilkan banyak ide-ide dan menggambarkannya dengan sketsa, mulai pertimbangkan ide mana yang paling baik, menyenangkan dan memungkinkan untuk dibuat. Pilih salah satu ide yang menurut anda terbaik dan dapat direalisaikan.

4. Perencanaan Produksi
Perencanaan produksi adalah aktivitas untuk menetapkan produk yang diproduksi, jumlah yang dibutuhkan, kapan produk tersebut harus selesai dan sumber-sumber yang dibutuhkan. Tahap perencanaan dibuat untuk proses produksi atau proses pembuatan kerajinan tersebut. Tuliskan prosedur dan langkah-langkah kerja secara jelas dan detail. Pembuatan produk kerajinan tekstil dilakukan dengan cara menentukan jenis benda apa yang akan dibuat (benda hias atau benda pakai), membuat desain produk, membuat desain hiasan pada produk, menyiapkan bahan dan alat serta langkah kerja pembuatan produk kerajinan tekstil.

    Bahan utama yang dapat dipergunakan dalam pembuatan produk kerajinan tekstil adalah bahan tekstil yang tebuat dari serat alam atau serat polyester baik itu berupa kain tenun, rajut, kempa, ataupun berupa benang/tali, contoh bahan-bahan tekstil yang dapat dipergunakan dalam pembuatan produk kriya tekstil adalah kain katun, kain satin, benang katun, benang nylon, tali koor, kain flanel, dan pita.
    Bahan pelengkap memiliki fungsi memperindah atau menyempurnakan tampilan benda yang dibuat. Penggunaan bahan pelengkap pun sama dengan bahan utama yaitu harus disesuaikan dengan jenis benda yang dibuat,fungsi benda, serta teknik pembuatan yang digunakan. Bahan pelengkap yang umumnya digunakan adalah bahan tekstil yang terbuat dari serat alam ataupun polyester seperti kain pelapis/pengeras, busa pelapis, dakron, kain furing, renda, pita dan retsluiting.
    Alat yang digunakan : Mesin jahit Gunting Pita ukur Mata itik Lem tembak Lem bakar.
    Proses : Gunting 4 macam kain katun motif ukuran 20x20 cm sebanyak 8 lembar (masing-masing motif 2 lembar), gunting busa angin ukuran 40x40, 2 lembar, gunting biku2 spanjang 40 cm sebanyak 4 helai.Sambung kain katun dengan dijahit mesin. Buat 2x (2 lembar). Pasang biku-biku (renda) di jahitan sambungan, buat 2kali.Pasang busa angin sebagai lapisan, buat sebanyak 2 kali. Satukan 2 lembar katun yang sudah dipasang busa tadi dengan dijahit mesin. Bagian atas jangan dijahit, untuk pasang resluiting.Pasang resluiting di atasnya.


5. Pembuatan Kerajinan

Ketika melakukan proses pengerjaan suatu benda hasil kriya tekstil, kita harus selalu memperhatikan keselamatan kerja. Tujuan keselamatan kerja adalah untuk menghindari hal-hal yang membahayakan diri sendiri, baik yang disebabkan karena kecerobohan maupun oleh kebiasaan. Pembuatan kerajinan dimulai dengan tahap persiapan tempat kerja, bahan dan alat. Tahap selanjutnya adalah pengerjaan. Kerjakan setiap tahap sesuai dengan perencanaan produksi yang sudah dibuat sebelumnya. Pembuatan kerajinan diakhiri dengan evaluasi terhadap produk kerajinan yang telah dibuat, apakah produk tersebut dapat berfungsi dengan baik? Apakah sudah sesuai dengan ide, bayangan dan harapan kita? Apabila belum, perbaikan apa yang harus kita lakukan agar produk kerajinan yang dihasilkan lebih berkualitas?
les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Merancang Kerajinan dengan Bahan Tekstil

Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang 4 cara persiapan pembuatan produk kerajinan tekstil

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang “KARYA SENI RUPA TERAPAN NUSANTARA”

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.
buka mesin jahit : http://www.mikirbae.com/2015/11/merancang-kerajinan-dengan-bahan-tekstil.html

0 komentar:

“KARYA SENI RUPA TERAPAN NUSANTARA”

2 nilai budaya kerajinan fungsi guna dan fungsi hias  -Pengertian Seni Kriya
Seni kriya atau seni rupa terapan nusantara yang juga sering disebut dengan istilah Handycraft yang berarti kerajinan tangan. Seni kriya termasuk seni rupa terapan (applied art ) yang selain mempunyai aspek-aspek keindahan juga menekankanaspek kegunaan atau fungsi praktis. Artinya seni kriya adalah seni kerajinan tangan manusia yangdiciptakan untuk memenuhi kebutuhan peralatan kehidupan sehari-hari dengan tidak melupakanpertimbangan artistik dan keindahan.

Unsur Karya Seni Kriya

Seni kriya mengutamakan terapan atau fungsi maka sebaiknya terpenuhi syarat-syarat sebagaiberikut:
Utility atau aspek kegunaan
• Security yaitu jaminan tentang keamanan orang menggunakan barang-barang itu.
• Comfortable, yaitu enaknya digunakan. Barang yang enak digunakan disebut barang terap.Barang-barang terapan adalah barang yang memiliki nilai praktis yang tinggi.

Flexibility

yaitu keluwesan penggunaan. Barang-barang seni kriya adalah barang terap yaitubarang yang wujudnya sesuai dengan kegunaan atau terapannya. Barang terapdipersyaratkan memberi kemudahan dan keluwesan penggunaan agar pemakai tidakmengalami kesulitan dalam penggunaannya.2.

Estetika
atau syarat keindahanSebuah barang terapan betapapun enaknya dipakai jika tidak enak dipandang maka pemakaibarang itu tidak merasa puas. Keindahan dapat menambah rasa senang, nyaman dan puas bagipemakainya. Dorongan orang memakai, memiliki, dan menyenangi menjadi lebih tinggi jikabarang itu diperindah dan berwujud estetik.




Fungsi dan Tujuan Pembuatan Seni Kriya


1. Sebagai benda pakai, adalah seni kriya yang diciptakan mengutamakan fungsinya, adapun unsur keindahannya hanyalah sebagai pendukung.
2. Sebagai benda hias, yaitu seni kriya yang dibuat sebagai benda pajangan atau hiasan. Jenis inilebih menonjolkan aspek keindahan daripada aspek kegunaan atau segi fungsinya.
3. Sebagai benda mainan, adalah seni kriya yang dibuat untuk digunakan sebagai alat permainan.

Jenis-jenis Seni Kriya di Nusantara

1. Seni kerajinan kulit
adalah kerajinan yang menggunakan bahan baku dari kulit yang sudahdimasak, kulit mentah atau kulit sintetis. Contohnya: tas, sepatu, wayang dan lain-lain.

2. Seni kerajinan logam
ialah kerajinan yang menggunakan bahan logam seperti besi, perunggu,emas, perak. Sedangkan teknik yang digunakan biasanya menggunakan sistem cor, ukir, tempaatau sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Contohnya pisau, barang aksesoris, dan lain-lain.

3. Seni ukir kayu
yaitu kerajinan yang menggunakan bahan dari kayu yang dikerjakan atau dibentukmenggunakan tatah ukir. Kayu yang biasanya digunakan adalah: kayu jati, mahoni, waru, sawo,nangka dan lain-lain. Contohnya mebel, relief dan lain-lain.
Teknik Ukir Alam Nusantara dengan hutan tropisnya yang kaya menjadi penghasil kayu yang bisa dipakaisebagai bahan dasar seni ukir kayu. Mengukir adalah kegiatan menggores, memahat, danmenoreh pola pada permukaan benda yang diukir.Di Indo
nesia, karya ukir sudah dikenal sejak zaman batu muda. Pada masa itu banyak peralatanyang dibuat dari batu seperti perkakas rumah tangga dan benda-benda dari gerabah atau kayu.Benda- benda itu diberi ukiran bermotif geometris, seperti tumpal, lingkaran, garis, swastika, zigzag, dan segitiga. Umumnya ukiran tersebut selain sebagai hiasan juga mengandung maknasimbolis dan religius.Dilihat dari jenisnya, ada beberapa jenis ukiran antara lain ukiran tembus (krawangan), ukiranrendah, Ukiran tinggi (timbul), dan ukiran utuh.

4. Seni Kerajinan Anyaman

kerajinan ini biasanya menggunakan bahan rotan, bambu, daun lontar,daun pandan, serat pohon, pohon pisang, enceng gondok, dll. Contohnya: topi, tas, keranjangdan lain-lain.
Teknik Anyam Benda-benda kebutuhan hidup sehari-hari, seperti keranjang, tikar, topi dan lain-lain dibuatdengan teknik anyam. Bahan baku yang digunakan untuk membuat benda-benda anyaman iniberasal dari berbagai tumbuhan yang diambil seratnya, seperti bamboo, palem, rotan, mendong,pandan dan lain-lain.

5. Seni Kerajinan Batik
yaitu seni membuat pola hias di atas kain dengan proses teknik tulis (casting)atau teknik cetak (printing). Contohnya: baju, gaun dan lain-lain.
Teknik membatikKerajinan batik telah dikenal lama di Nusantara. Akan tetapi kemunculannya belum diketahuisecara pasti. Batik merupakan karya seni rupa yang umumnya berupa gambar pada kain. Prosespembuatannya adalah dengan cara menambahkan lapisan malam dan kemudian diprosesdengan cara tertentu atau melalui beberapa tahapan pewarnaan dan tahap nglorod yaitupenghilangan malam.Alat dan bahan yang dipakai untuk membatik pada umumnya sebagai berikut:
a. Kain polos, sebagai bahan yang akan diberi motif (gambar). Bahan kain tersebut umumnyaberupa kain mori, primissima, prima, blaco, dan baju kaos.
b. Malam, sebagai bahan untuk membuat motif sekaligus sebagai perintang masuknya warna keserat kain (benang).
c. Bahan pewarna, untuk mewarnai kain yaitu naptol dan garam diasol.
d. Canting dan kuas untuk menorehkan lilin pada kain.
e. Kuas untuk nemboki yaitu menutup malam pada permukaan kain yang lebar.Sesuai dengan perkembangan zaman,

6. Seni kerajinan keramik
adalah kerajinan yang menggunakan bahan baku dari tanah liat yangmelalui proses sedemikian rupa (dipijit, butsir, pilin, pembakaran dan glasir) sehinggamenghasilkan barang atau benda pakai dan benda hias yang indah. Contohnya: gerabah, piringdan lain-lain.

7. Perabot dan Benda Rumah Tangga
Perabot rumah tangga di Indonesia khususnya di Jawa banyak dipengaruhi gaya Eropa dan muncul pertama kali di kalangan istana. Perabot rumah tangga mulai digunakan di kalangan istana karena pada masa itu Sultan tidak dapat menerima perbedaan yang kontras antara dirinya dengan orang-orang Eropa. Orang Eropa duduk di tempat yang tinggi, seperti kursi atau sofa sedangkan dirinya duduk di lantai atau tikar. Akhirnya Sultanpun mulai menggunakan kursi, terutama di tempat kegiatan, serta saat Sultan dan pegawai belanda muncul bersamaan. Perabot rumah tangga asli didatangkan kalangan istana dan orang-orang Eropa serta dipakai sebagai lambang kebesaran. Pola-pola hiasnya kemudian ditiru oleh para perajin lokal. Hin
gga sekarang rumah-rumah dan perabotan orang Indonesia banyak mengandung unsur arsitektur yang mencerminkan kebesaran pemerintah Belanda.
Selain kursi, perabot rumah tangga yang lain banyak juga yang disertai hiasan dengan motif gaya Eropa.

8. Seni Kerajinan Tenun

Tenun merupakan hasil karya berupa kain yang dibuat dengan benang dan dimasukkan ke dalam pakan pada alat yang disebut lungsin. Dan tenun masih terbagi lagi menjadi songket, yang merupakan tenun dengan benang emas atau perak, kemudian ada ikat, dobel ikat, dan pakan.
Nilai ke-Indonesia-an memang merupakan salah satu poin yang perlu diperhatikan oleh kain tenun saat ini. Hal ini terkait beberapa pakem desain yang memang selayaknya tidak berubah saat dikonstruksi.
Teknik Tenun, Teknik menenun pada dasarnya hamper sama dengan teknik menganyam, perbedaannya hanyapada alat yang digunakan. Untuk anyaman kita cukup melakukannya dengan tangan (manual)dan hampir tanpa menggunakan alat bantu, sedangkan pada kerajinan menenun kitamenggunakan alat yang disebut lungsi dan pakan. Daerah penghasil tenun ikat antara lain
9. Seni Arsitektur Bangunan
Seni arsitektur bangunan merupakan salah satu hasil budaya masyarakat. Masyarakat Nusantara membuat bangunan dalam berbagai fungsi, yaitu tempat tinggal, lumbung padi, dan tempat beribadah. Di Jawa Tengah terdapat rumah Joglo yang berfungsi sebagai tempat tinggal dan sekaligus menjadi ciri khas budaya masyarakatnya. Demikian pula dengan masjid Demak yang struktur bangunannya sangat dekat dengan struktur rumah joglo.

10. Seni Patung
Seni patung adalah cabang seni rupa yang hasil karyanya berwujud tiga dimensi. Biasanya diciptakan dengan cara memahat, modeling (misalnya dengan bahan tanah liat) atau kasting (dengan cetakan). Berbagai macam jenis patung terdapat di banyak wilayah yang berbeda di Asia, biasanya dipengaruhi oleh agama Hindu dan Buddha. Sejumlah besar patung Hindu di Kamboja dijaga kelestariannya di Angkor, akan tetapi penjarahan terorganisir yang terjadi berdampak besar pada banyak situs peninggalan di negara itu. Lihat juga Angkor Wat. Di Thailand, kebanyakan patung dikhususkan pada bentuk Buddha. Di Indonesia, patung-patung yang dipengaruhi agama Hindu banyak ditemui di situs Candi Prambanan dan berbagai tempat di pulau Bali. Sedangkan pengaruh agama Buddha ditemui di situs Candi Borobudur.
Di India, karya patung pertama kali ditemukan di peradaban Lembah Indus (3300-1700) SM. Ini adalah salah satu contoh awal karya patung di dunia. Kemudian, setelah Hinduisme, Buddhisme dan Jainisme berkembang lebih jauh, India menciptakan patung-patung tembaga serta pahatan batu dengan tingkat kerumitan yang besar, seperti yang terdapat pada hiasan-hiasan kuil Hindu, Jain dan Buddha.
11. Seni Wayang

Wayang adalah seni pertunjukkan asli Indonesia yang berkembang pesat di Pulau Jawa dan Bali.
UNESCO, lembaga yang membawahi kebudayaan dari PBB, pada 7 November 2003 menetapkan wayang sebagai pertunjukkan bayangan boneka tersohor dari Indonesia, sebuah warisan mahakarya dunia yang tak ternilai dalam seni bertutur (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity). Sebenarnya, pertunjukan boneka tak hanya ada di Indonesia. Banyak negara memiliki pertunjukkan boneka. Namun, pertunjukkan bayangan boneka (Wayang) di Indonesia memiliki gaya tutur dan keunikkan tersendiri, yang merupakan mahakarya asli dari Indonesia. Dan untuk itulah UNESCO memasukannya ke dalam Daftar Warisan Dunia pada tahun 2003.

12. Kerajinan Topeng
Topeng adalah sebuah benda yang biasa dipakai di wajah. Biasanya, topeng digunakan untuk mengiringi musik kesenian daerah. Umumnya, topeng pada kesenian daerah dipakai untuk menghormati sesembahan atau memperjelas watak dalam mengiringi kesenian. Topeng memiliki bermacam-macam bentuk dengan berbagi karakter. Misalnya, topeng yang menggambarkan watak marah, lembut, dan bijaksana.
Topeng telah menjadi salah satu bentuk ungkapan perasaan manusia paling tua yang pernah diciptakan dalam peradaban manusia. Mayoritas masyarakat dunia menganggap topeng memiliki peranan penting dalam berbagai aspek kehidupan yang menyimpan berbagai nilai-nilai magis dan suci. Hal ini terjadi karena topeng memiliki peran besar sebagai simbol-simbol khusus dalam berbagai macam upacara dan kegiatan adat yang luhur.
Saat ini, kehidupan manusia modern menempatkan topeng sebagai salah satu bentuk karya seni yang memiliki nilai tinggi. Topeng tidak hanya memiliki keindahan estetis, tetapi memiliki sisi misteri atau magis yang tersimpan pada raut wajah topeng yang mampu memancarkan kekuatan magis yang sulit dijelaskan.
Topeng masuk ke Indonesia sekitar abad ke-17. Secara luas, topeng dipakai dalam seni tari yang menjadi bagian dari upacara adat atau proses penceritaan kembali cerita-cerita kuno dari para leluhur. Topeng dipercaya memiliki hubungan erat dengan roh-roh leluhur yang dianggap sebagai gambaran dewa-dewa. Pada beberapa suku di Indonesia, topeng masih menjadi bagian dari berbagai kegiatan seni dan adat sehari-hari.


Teknik dan Bahan Karya Seni Kriya

Ada beberapa teknik pembuatan benda-benda kriya yang disesuaikan dengan bahan. Alat dan carayang digunakan antara lain cor atau tuang, mengukir, membatik, menganyam, menenun, danmembentuk.

1. Teknik cor (cetak tuang)Ketika kebudayaan perunggu mulai masuk ke Indonesia, maka mulai dikenal teknik pengolahanperunggu. Terdapat beberapa benda kriya dari bahan perunggu seperti gendering perunggu,kapak, bejana, dan perhiasan.
Teknik cetak pada waktu itu ada dua macam:
a) Teknik Tuang Berulang (Bivalve)Teknik bivalve disebut juga teknik menuang berulang kali karena menggunakan dua keepingcetakan terbuat dari batu dan dapat dipakai berulang kali sesuai dengan kebutuhan (bi berartidua dan valve berarti kepingan). Teknik ini digunakan untuk mencetak benda-benda yangsederhana baik bentuk maupun hiasannya.
b) Teknik Tuang Sekali Pakai (A Cire Perdue)Teknik a cire perdue dibuat untuk membuat benda perunggu yang bentuk dan hiasannyalebih rumit, seperti arca dan patung perunggu. Teknik ini diawali dengan membuat model daritanah liat, selanjutnya dilapisi lilin, lalu ditutup lagi dengan tanah liat, kemudian dibakar untukmengeluarkan lilin sehingga terjadilah rongga, sehingga perunggu dapat dituang kedalamnya. Setelah dingin cetakan tanah liat dapat dipecah sehingga diperoleh benda perunggu yang diinginkan.Disamping teknik cor ada juga teknik menempa yang bahan-bahannya berasal dari perunggu,tembaga, kuningan, perak, dan emas. Bahan terse
but dapat dibuat menjadi benda-benda senikerajinan, seperti keris, piring, teko, dan tempat lilin. Saat ini banyak terdapat sentra-sentra kerajinan cor logam seperti kerajinan perak. Tempat-tempat terkenal itu antara lain kerajinanperak di Kota Gede Yogyakarta dan kerajinan kuningan yang terdapat di Juwana dan Mojokerto.
les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
“KARYA SENI RUPA TERAPAN NUSANTARA”

Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang 2 nilai budaya kerajinan fungsi guna dan fungsi hias

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang Kemeja Pria | Cara Menggambar pola kerah

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.
buka mesin jahit : https://savindra.wordpress.com/2013/01/01/karya-seni-rupa-terapan-nusantara/

0 komentar:

Kemeja Pria | Cara Menggambar pola kerah

 langkah simpel membuat pola kerah hem  - Salam penjahit Indonesia,
Mohon maaf sebelumnya karena sudah lama tidak posting di blog ini, ada hal penting yang tidak bisa ditinggalkan. Dan Alhamdulillah sudah kelar. Biasalah, masalah pekerjaan. Bagi rekan-rekan penjahit yang menunggu dengan setia saya ucapkan beribu terima kasih.

Melanjutkan bahasan kemeja pria, kita sudah sampai pada tahap menggambar pola kerah kemeja. Memang saya sengaja memberikan cara menggambar dulu, sebagai dasar agar kita bisa lebih memahami bentuk dan model busana yang akan kita buat. Seperti yang pernah saya sampaikan, bahwa kemeja pria ini menurut saya adalah model busana yang paling mudah dalam pengerjaannya, menurut saya sih. Hehehe...... kalo ada yang berpendapat lain juga tidak apa-apa, kan pendapat setiap orang juga berbeda-beda. Nah, sudah siap rekan sekalian? Kita mulai...!

Kerah kemeja sebenarnya banyak macam dan namanya, namun disini saya hanya akan membahas satu saja. Kerah kemeja biasanya dijahit dengan cara menyambung bagian atas dan bawah. Berikut contoh kerah kemeja pria:


Kerah kemeja pria yang biasa saya buat menggunakan sistem sambungan, jadi ada dua bagian yang harus dijahit. Sebelum kita menggambar pola kerah kemeja kita siapkan dulu alat dan bahannya:

    Kertas gambar, atau bisa juga kertas draft. Jika ingin lebih murah bisa menggunakan kertas koran. Ukuran kertas yang diperlukan adalah A4 atau lebih besar.
    Pensil 2B, atau pensil warna.

    Penggaris.
    Gunting / Cutter.

Cara menggambar pola kerah kemeja pria.
Contoh ukuran yang saya gunakan di sini adalah ukuran Lingkar Leher = 42 cm.
Keterangan gambar :

    A-B = 1/2 lingkar leher = 42/2=21 cm.
    A-C = + 8 cm.
    A-E = 5 cm.
    E-C = 3 cm.
    B-G = 2,5 cm.
    C-I = H-I.

    D-1 = + 1,5 cm.
    C-2 = E-3 = 1/3 cm.
    E-4 = A-5 = 3/4 cm.
    7 dari tepi = 3/4 cm.
    G-6 = +  1,5 cm.

Di bawah ini gambar pola kerah kemeja pria.

 
Untuk cara menggambar pola kerah kemeja tinggal melihat gambar  di atas dan keterangannya.

Untuk cara membuat dan menjahit kerah kemeja nanti akan saya berikan jika semua gambar pola sudah terselesaikan. Selamat belajar

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
 Kemeja Pria | Cara Menggambar pola kerah

Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang langkah simpel membuat pola kerah hem

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang Kain Patola

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.
buka mesin jahit : http://www.belajarbusana.com/2012/09/kemeja-pria-cara-menggambar-pola-kerah.html

0 komentar:

Kain Patola

 kain patola dari gujarat india - Kain Patola adalah jenis tenunan ikat ganda terbaik dari Gujarat di India Utara.Kain Patola adalah tenunan ikat terbaik lungsin dan pakan( lodon dan geran) sudah diikat /dobel ikat.
Kain Patola adalah kain kebesaran,kain upacara,kain pentas tari adat(tarian mohon hujan di Tanah Ai(sebuah desa di wilayah Kabupaten Sikka,pulau Flores,NTT) = neni uran dara na’a tibang tana wulan tion liwan belan,tena nuruk guru : tanam padi nang roja panen padi).
Di Maluku kain Patola dipakai dalam upacara sebelum berperang,karena diyakini kain tersebut memiliki kekuatan sakti yang dapat memberikan kemenangan dalam peperangan.
Menurut sejarah,tenunan ikat Patola dimulai tahun 700 M.berita mengenai Patola diketahui sejak 1200 M tetapi belum jelaskain Patola itu jenis tenunan sutra/non sutra.
Suatu berita tahun 1500 M oleh Duarte Barbarosa menjelaskan bahwa kain Patola yang dijual di Asia Tenggara dan di Indonesia dinilai tinggi oleh orang Indonesia.

[PICT5297.JPG] 
Ada berita lain,kain Patola adalah salah satu bahan ekspor dan dagang utama di Asia tenggara abad 16 dan 17.
Diberitakan pula bahwa paderi-paderi Portugis menyebarkan kain Patola di kepulauan Solor (Flores Timur),Banda,Kepulauan Maluku,dan Makasar mendahului pedagang Belanda.
Karena nilai spiritual yang suci itu maka kain Patola dijadikan pakaian kaum Brahmana dan Jaina,yaituh kaum paderi yang meimpin upacara ritual.Nilai spiritual tersimpul juga dari penenun juga yang berasal dari kasta Hindu.

Patola juga dianggap mengandung pertanda.Karena motip-motip yang tertenun dalam kain Patola dianggap membawa kebahagiaan/keberuntungan dan dapat mencegah malapetaka.
Kain Patola disimpan sebagai pusaka yang sakti/keramat,dipakai dalam upacara ritual pernikahan atau upacara kematian sebagai pembungkus jenasah.

Di India Patola dipakai wanita hamil 7 bulan dalam suatu upacara ritual,dengan maksud bayi yang dikandung kelak mendapatkan kebahagiaan waktu dilahirkan ibunya.
Kaum ningrat mengenakan Patola sebagai pakain bukan karena nilai real melainkan karena nilai spiritual yakni nilai(religius-magic) yang dianggap memberikan perlindungan dan kesejahteraan.

 Nilai spiritual kain Patola tersimpul dari upacara adat di Bali de
ngan pengaruh agama Hindu dimana berpadu unsur adat dan budaya.
Carikan dan benang kain Patola juga dianggap angker sehingga dibakar menjadi abu dan dicampur dalam obat-obatn karena dianggap menginduksi kekuatan sakti yang menyembuhkan penyakit gila atau lumpuh.
Orang NTT(Nusa Tenggara Timur) yang mendiami pulau Alor,Adonara,Solor,Lembata,Flores Timur dan Tana Ai menggunakan kain Patola sebagai imbalan mas kain dan penutup jenazah.

Kain Patola di Tana Ai,Kabupaten Sikka disebut juga Kotipa,Tipa,Tola,Tipa Tola.
Hingga sat ini kain Patola masih dipakai di Tana Ai dalam upacara ritual semisal Gareng Lameng (inisiasi),Goen Mahe;upacara ritual memohoni kehadiran Tuhan dan leluhur di tugu leluhur atau mahe,Goen Lema yakni upacara syukuran panen diladang dan nona wini,Nean upacara menanamkan padi diladang.

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Kain Patola

Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang kain patola dari gujarat india

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang LATIHAN SOAL UTS PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.
buka mesin jahit : http://alfonsadeflores.blogspot.co.id/2008/08/kain-patola.html

0 komentar:

LATIHAN SOAL UTS PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN

 contoh soal tentang limbah kain - UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS) GENAP TAHUN AJARAN 2014/2015
Mata Pelajaran           : Prakarya dan Kewirausahaan
Kelas / Semester        : X MIA / GANJIL
Tahun Ajaran             : 2014/2015
Waktu                        : 60 Menit
Jumlah Soal               : 20 Soal
A.  Petunjuk Mengerjakan Soal :
1.    Soal terdiri dari 20 soal.
2.    Hitamkan salah satu jawaban yang dianggap paling benar di kertas Lembar Jawaban Komputer (LJK) yang telah disediakan.
3.    Baca dengan seksama dan kerjakan sejujurnya dengan usaha sendiri sebagai wujud kesiapan anda menjadi siswa/siswi yang profesional dan berkarakter cerdas.

B.  Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar dan tepat !!!

1.      Sejarah desain mulai berkembang sejak ditemukannya mesin uap sehingga mempengaruhi perubahan teknik produksi yang berkembang pada tahun ....
a.    1748
b.    1758
c.    1768
d.   1778
e.    1788

2.      Salah satu industri yang menghasilkan limbah besar adalah ....
a.    Industri tekstil, garmen, dan konveksi
b.    Industri garmen, minyak, dan gas
c.    Industri konveksi, gas, dan pertambangan
d.   Industri tekstil, rumah tangga, dan industri kecil
e.    Industri garmen, pertambangan, dan konveksi

3.      Limbah industri tekstil, garmen, dan konveksi yaitu berupa sisa-sisa bahan (seperti, benang, potongan kain, dan sebagainya) yang dapat dimanfaatkan untuk ....

a.    Aneka kerajinan kreatif
b.    Aneka kerajinan limbah tekstil
c.    Aneka kerajinan inovatif
d.   Aneka kerajinan prakarya
e.    Aneka kerajinan kesenian

4.      Kain perca yang dibuat kembali menjadi sebuah lembaran kain dengan teknik patchwork merupakan klasifikasi produk limbah tekstil ....
a.    Reboisasi
b.    Reklamasi
c.    Rekayasa
d.   Reuse
e.    Recycle

5.      Pakaian yang dirancang ulang seolah-olah menjadi baru, misalnya kaos yang sudah usang lalu dicelup dan ditambahkan teknik sablon diatasnya merupakan klasifikasi produk limbah tekstil ....
a.    Reuse
b.    Reboisasi
c.    Reklamasi
d.   Rekayasa
e.    Recycle

6.      Salah satu tahap yang perlu dilalui sebelum membuat karya dengan menggunakan limbah tekstil adalah .....
a.    Melakukan sosialisasi pada bahan limbah tekstil yang akan digunakan
b.    Melakukan reformasi pada bahan limbah tekstil yang akan digunakan
c.    Melakukan eksploitasi pada bahan limbah tekstil yang akan digunakan
d.   Melakukan eksplorasi pada bahan limbah tekstil yang akan digunakan
e.    Melakukan koreksi pada bahan limbah tekstil yang akan digunakan

7.      Teknik aplikasi imbuh dengan menyatukan potongan – potongan kain dengan pola tertentu disebut teknik  .....
a.    Quilting
b.    Aplikasi perca
c.    Makrame
d.   Anyam
e.    Bentuk tiga dimensi

8.      Menempelkan kain perca pada bahan atau produk lain untuk menghias suatu produk disebut teknik ...
a.    Quilting
b.    Aplikasi perca
c.    Makrame
d.   Anyam
e.    Bentuk tiga dimensi

9.      Suatu kerajinan dengan membentuk simpul – menyimpul benang atau tali disebut teknik....
a.    Quilting
b.   Aplikasi perca
c.    Anyam
d.   Makrame
e.    Bentuk tiga dimensi

10.  Suatu kerajinan dengan membentuk penggabungan atau menjalin bagian – bagian suatu kerajinan menjadi struktur yang lebih kuat disebut ....
a.    Anyam
b.    Quilting
c.    Aplikasi perca
d.   Makrame

e.    Bentuk tiga dimensi

11.  Suatu kerajinan dengan membentuk atau membuat pola, memotong bahan, dan membentuknya dengan bantuan teknik jahit atau lem disebut .....
a.    Anyam
b.    Quilting
c.    Aplikasi perca
d.   Bentuk tiga dimensi
e.    Makrame

12.  Salah satu kelebihan produk yang mengelola limbah sehingga menghasilkan kerajinan yang baik terletak pada .....
a.    Pemborosan material yang digunakan
b.    Keunikan material yang digunakan
c.    Kelebihan material yang digunakan
d.   Kecanggihan material yang digunakan
e.    Kekuatan material yang digunakan

13.  Dibawah ini yang bukan merupakan proses kerja dalam mengolah limbah tekstil yaitu ....
a.    Membersihkan limbah tekstil secara bersih
b.    Membuat pola sesuai dengan yang diinginkan
c.    Merapikan produk
d.   Memberi label
e.    Menghancurkan produk

14.  Perhatikan pernyataan berikut !!!
1)   Mengamati kebutuhan masyarakat
2)   Proses produksi
3)   Mencari sumber inspirasi
4)   Merancang proses produksi
5)   Mengolah ide
Tahapan atau proses yang harus dilalui dalam merancang sebuah karya kerajinan secara berurutan ditunjukkan pada nomor .....
a.    1), 3), 4), 2), dan 5)
b.    1), 3), 5), 4), dan 2)
c.    2), 3), 4), 5), dan 1)
d.   1), 2), 3), 4), dan 5)
e.    5), 4), 3), 2), dan 1)

15.  Dalam merancang sebuah karya kerajinan, terdapat proses yakni harus jeli melihat kebutuhan yang diperlukan oleh masyarakat. Hal tersebut termasuk kedalam tahapan ....
a.    Proses produksi
b.    Merancang proses produksi
c.    Mengolah ide
d.   Mencari sumber inspirasi
e.    Mengamati kebutuhan masyarakat

16.  Dalam merancang sebuah karya kerajinan, terdapat proses yakni bagaimanakah bentuk, warna, corak, serta bahan yang tepat untuk suatu produk yang akan dihasilkan. Hal tersebut termasuk kedalam tahapan ....
a.    Proses Produksi
b.    Mencari sumber inspirasi
c.    Merancang proses produksi
d.   Mengolah ide
e.    Mengamati kebutuhan masyarakat

17.  Dalam merancang sebuah karya kerajinan, terdapat proses yakni menentukan inspirasi yang kemudian dicatat dalam bentuk sketsa sebagai dokumentasi dan dikembangkan alternatif desainnya. Hal tersebut termasuk kedalam tahapan ....
a.    Proses produksi
b.    Mencari sumber inspirasi
c.    Mengolah ide
d.   Merancang proses produksi
e.    Mengamati kebutuhan masyarakat

18.  Dalam merancang sebuah karya kerajinan, terdapat proses yakni menetapkan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk memproduksi karya tersebut. Hal tersebut termasuk kedalam tahapan ....
a.    Merancang proses produksi
b.    Mencari sumber inspirasi
c.    Mengolah ide
d.   Proses produksi
e.    Mengamati kebutuhan masyarakat

19.  Dalam merancang sebuah karya kerajinan, terdapat proses yakni mewujudkan ide menjadi sebuah benda dengan bahan baku yang tersedia dan diolah sesuai dengan fungsi dan ukuran yang dibutuhkan. Hal tersebut termasuk kedalam tahapan ....
a.    Mencari sumber inspirasi

b.    Proses produksi
c.    Mengolah ide
d.   Mengamati kebutuhan masyarakat
e.    Merancang proses produksi

20.  Dibawah ini merupakan syarat untuk menjadi wirausaha yang berhasil, kecuali .....
a.    Memiliki sikap mental yang positif
b.   Melakukan keahlian tidak dibidang yang dikuasainya
c.    Memiliki daya pikir yang kreatif
d.   Rajin mencoba hal-hal yang baru
e.    Memiliki keahlian dibidangnya.

21.  Untuk membuat sebuah gantungan pot diperlukan …. buah tali sama panjang.
a.       Dua
b.      Tiga
c.       Empat
d.      Lima
e.       Enam

22.  Dalam proses pembuatan gantungan pot, langkah pertama yang harus dilakukan adalah ….
a.       Menyatukan seluruh tali dan menggambil titik tengahnya kemudian lipat tali-tali tersebut sesuai titik tengahnya
b.      Mengikat seluruh tali dengan menggunakan seutas tali lain
c.       Menjalin seluruh tali menjadi tiga buah jalinan tali
d.      Memberi hiasan pada pot bunga
e.       Meletakkan pot pada tali-tali tersebut

23.  Langkah kedua yang dilakukan dalam proses pembuatan gantungan pot ini adalah ….
a.       Membakar sisa tali yang tidak terpakai
b.      Mengikat titik tengah tali dengan seutas tali lain sehingga tali terlipat dua
c.       Membuat simpul kemudian mulai mengepang tali-tali tersebut
d.      Memasukkan tanah hitan ke dalam pot
e.       Membeli tanaman yang mahal

24.  Berikut ini adalah alat dan bahan utama yang digunakan untuk membuat sebuah pot gantung, kecuali ….
a.       Tali jemuran
b.      Pot bunga
c.       Mancis
d.      Sarung tangan karet
e.       Gunting

25.  Untuk membuat pot gantung, sebaiknya tanaman yang digunakan adalah tanaman yang ….
a.       Mahal
b.      Besar
c.       Bernilai seni tinggi
d.      Merambat
e.       Berbuah

26.  Dalam proses pembuatan pot gantung, mancis atau korek api berguna untuk ….
a.       Memanaskan gunting sehingga mempermudah pemotongan tali
b.      Membakar tali yang tidak sama panjang
c.       Membakar tanah hitam
d.      Hanya sebagai hiasan
e.       Membakar ujung-ujung tali agar lebih terlihat rapi

27.  Tali yang digunakan untuk membuat pot gantung sebaiknya memiliki diameter berukuran ….
a.       6mm
b.      5mm
c.       4mm
d.      3mm
e.       2mm

28.  Panjang tali yang dibutuhkan untuk membuat sebuah pot gantung dengan pot berukuran kecil sampai sedang kurang lebih adalah ….
a.       0,5-1 meter
b.      1-2 meter
c.       2-3 meter
d.      3-4 meter
e.       4-5 meter

29.  Satu buah pot gantung memerlukan tiga buah kepangan untuk menyanggah sebuah pot, satu buah kepangan itu terdiri dari ….
a.       3 buah tali
b.      4 buah tali
c.       5 buah tali
d.      6 buah tali
e.       7 buah tali

30.  Tanah yang sebaiknya digunakan untuk menanam tanaman pada pot gantung adalah jenis tanah ….
a.       Liat
b.      Merah
c.       Berpasir
d.      Hitam
e.       Lumpur

31.  Salah satu kegunaan membuat pot gantung jika dilihat dari segi estetis atau keindahan adalah ….
a.       Sebagai pajangan yang ditempelkan di dinding
b.      Sebagai hiasan untuk mempercantik tampilan rumah ataupun sekolah
c.       Hanya sebagai syarat agar mendapatkan nilai yang baik
d.      Sebagai wujud kecintaan kepada sekolah
e.       Sebagai upaya untuk meningkatkan kadar oksigen di sekolah


32.  Dalam membuat pot gantung, ada dua macam kepangan yang bisa dihasilkan, yaitu ….
a.       Bulat dan persegi lurus ke bawah
b.      Trapesium dan segitiga
c.       Memanjang kesamping dan memanjang ke bawah
d.      Bulat dan spiral
e.       Spiral dan persegi lurus ke bawah

33.  Apabila ingin membuat jenis kepangan yang lurus ke bawah, maka tali yang di kiri dan kanan harus ….
a.       Selang seling pada awal hendak membuat kepangan, sehabis kanan lalu kiri
b.      Di bakar terlebih dahulu
c.       Di ikat kedua sisinya menggunakan seutas tali lain
d.      Di gunting tidak sama panjang
e.       Di belah menjadi dua kemudian baru dikepang

34.  Berikut ini adalah jenis tanaman yang merambat, kecuali ….
a.       Rotan
b.      Sirih
c.       Kamboja
d.      Anggur
e.       Semangka

35.  Dalam proses tugas pembuatan pot gantung, masing-masing kelas di bentuk menjadi …. Kelompok.
a.       Empat
b.      Lima
c.       Enam
d.      Tujuh
e.       Delapan

36.  Pot gantung merupakan sebuah hasil karya siswa yang dapat bertahan dengan lama apabila ….
a.       Sekolah terus mengeluarkan dana untuk pembelian tanaman yang baru
b.      Bunga yang di tanam adalah jenis bunga yang langka
c.       Dirawat dengan baik secara bersama-sama
d.      Tali yang digunakan adalah tali mahal
e.       Tanah yang dipakai adalah tanah berpasir

37.  Manfaat pembuatan pot gantung ini selain untuk hiasan, juga berguna untuk ….
a.       Mendidik siswa agar disiplin
b.      Melatih siswa menjadi kritis
c.       Membuat suatu karya agar bisa diakui kehebatannya
d.      Ajang untuk berlomba-lomba menanam tanaman yang mahal
e.       Melatih kreatifitas siswa

38.  Yang terpenting dalam tugas pembuatan pot gantung ini adalah ….
a.       Tanaman yang di beli adalah tanaman yang mahal
b.      Tali yang digunakan adalah tali dengan kualitas super
c.       Hasilnya hanya untuk di pajang semata
d.      Merawat tanaman yang telah ditanam
e.       Hanya untuk mendapatkan nilai yang tinggi

39.  Untuk menghasilkan sebuah pot gantung yang bagus dan di kumpulkan tepat waktu, masing-masing kelompok harus ….
a.       Mengeluarkan uang dengan jumlah yang besar
b.      Memiliki kerjasama kelompok yang baik
c.       Hanya terdiri dari lelaki saja
d.      Hanya terdiri dari wanita saja
e.       Membeli alat dan bahan-bahan dengan kulitas yang paling bagus

40.  Nilai yang terdapat dari tugas membuat pot gantung ini adalah sebagai berikut, kecuali ….
a.       Kerjasama kelompok
b.      Ketelitian
c.       Simpati dan empati
d.      Tanggung jawab
e.       Kebersamaan

************* GOOD LUCK ***************


“Jika kamu tidak mengejar apa yang kamu inginkan, maka kamu tidak akan mendapatkannya. Jika kamu tidak bertanya maka jawabannya adalah tidak. Jika kamu tid
ak melangkah maju, kamu akan berada ditempat yang sama.”
les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
 LATIHAN SOAL UTS PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN

Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang contoh soal tentang limbah kain

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang mengenal macam-macam aksen jahitan : Frill (1)

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.
buka mesin jahit : http://imeldafemytaaa.blogspot.co.id/2015/03/latihan-soal-uts-prakarya-dan.html

0 komentar:

mengenal macam-macam aksen jahitan : Frill (1)

  cara membuat kerutan pada pakaian - Apa itu frill?
Kita mungkin sering mendengar atau membaca istilah yang namanya frill. Seperti halnya di RJH, beberapa baju order jahitan maupun produk readystok di toko online RJH, beberapa di antaranya menggunakan frill.

Frill dalam hal ini adalah salah satu aksen yg terdapat pada baju (-salah satunya-, karena frill tidak hanya terdapat pada baju), yang dibuat dari bahan yang dijahit kerut, dan dijahit di salah satu sisi, sedangkan di sisi lain dibiarkan lepas dengan ujung dineci atau dijahit kecil.

Aplikasi frill sering terdapat pada leher, ujung lengan, bagian bawah baju, juga pada bagian baju lainnya, misal dada, siku lengan, dll.

Pada awalnya, frill dibuat dengan membuat k
erutan dengan cara membuat jahitan lurus (stik besar), lalu ditarik di salah satu ujungnya, maka akan menjadi kerutan. Tapi saat ini, untuk membuat kerutan (untuk frill) sudah ada sepatu mesin khusus untuk membuat kerutan, jadi lebih praktis.

Untuk melihat bentuk aksen frill lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar berikut, (hanya sebagian posisi saja, tidak semua posisi digambarkan di sini).

 

Untuk cara pembuatannya coba googling dulu ajah ya
les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
mengenal macam-macam aksen jahitan : Frill (1)

Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang cara membuat kerutan pada pakaian

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang Ragam Hias Kerajinan Tekstil Tradisional dan Modern

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.
buka mesin jahit : http://rumahjahithaifa.com/tag/jahit-kerut/

0 komentar:

Ragam Hias Kerajinan Tekstil Tradisional dan Modern

 5 contoh pengguna aksesoris pada kerajinan tekstil modern - Kerajinan tekstil adalah karya seni atau kerajinan yang dibuat dengan menggunakan tekstil sebagai bahan utama. Tekstil adalah bahan yang berasal dari serat yang diolah menjadi benang atau kain sebagai bahan untuk pembuatan busana dan berbagai produk kerajinan lainnya. Dari pengertian tekstil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa bahan/produk tekstil meliputi produk serat, benang, kain, pakaian dan berbagai jenis benda yang terbuat dari serat. Pada umumnya bahan tekstil dikelompokkan menurut jenisnya. Berdasarkan jenis produk/bentuknya dapat dikelimpokkan menjadi serat staple, serat filamen, benang, kain, produk jadi. Berdasarkan jenis bahannya: serat alam, serat sintetis, serat campuran. Berdasarkan jenis warna/motifnya: putih, berwarna, bermotif/bergambar dan berdasarkan jenis kontruksinya: tenun, rajut, renda, kempa. benang tunggal, benang gintir.
Kerajinan tekstil di Indonesia dibagi menjadi dua yaitu kerajinan tekstil modern dan kerajinan tekstil tradisional. Kerajinan tekstil modern merupakan karya tekstil yang dibuat dengan menggunakan alat bantu modern. Salah satu contoh kerajinan tekstil modern adalah pakaian yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti topi, baju, aneka aksesoris. Selain itu ada juga digunakan sebagai pelangkap interior seperti kain sprei, sarung bantal, keset, lap dan lain-lain.

Kerajinan tekstil tradisional merupakan kerajinan tekstil yang dibuat dengan menggunakan peralatan sederhana dan menggunakan bahan yang berasal dari alam. Contoh kerajinan tekstil sederhana adalah kain tenun, kain sarung, batik tulis dan aneka produk khas dari daerah di Indonesia.

Ragam Hias Tekstil

Ragam hias adalah bentuk dasar hiasan yang biasanya akan menjadi pola yang diulang-ulang dalam suatu karya kerajinan atau seni.Ragam hias Nusantara dapat ditemukan pada motif batik, tenunan, anyaman, tembikar, ukiran kayu, dan pahatan batu. Ragam hias ini muncul dalam bentuk-bentuk dasar yang sama namun dengan variasi yang khas untuk setiap daerah. Dalam karya kerajinan atau seni Nusantara tradisional, sering kali terdapat makna spiritual yang dituangkan dalam stilisasi ragam hias.

Terdapat ragam hias asli Nusantara, yang biasanya merupakan stilisasi dari bentuk alam atau makhluk hidup (termasuk manusia), dan ada pula ragam hias adaptasi pengaruh budaya luar, seperti dari Tiongkok, India, Persia,

Pada kerajinan tekstil, estetika atau keindahannya dimunculkan oleh bentuk kerajinan, tekstur material, warna serta yang paling menonjol adalah ragam hiasnya. Ragam hias dan warna pada tekstil tradisional umumnya memiliki simbol dan makna tertentu, sedangkan pada tekstil modern ragam hias
cenderung berfungsi sebagai nilai tambah estetika atau keindahan.

    Ragam Hias Murni, ialah ragam hias yang hanya berfungsi untuk  memberi nilai tambah estetika pada benda tersebut dan tidak berhubungan dengan nilai fungsi benda tersebut. Salah satu contoh ragam hias murni adalah  ragam hias pada pakaian (bordir dan batik),
    Ragam Hias Simbolis, ialah ragam hias yang selain berfungsi memperindah juga memiliki makna tertentu yang bersumber dari adat istiadat, agama maupun sistem sosial, yang harus ditaati norma-normanya untuk menghindari salah pengertian bagi pengguna ragam hias tersebut. Contoh ragam hias ini di antaranya kaligra , ragam hias pohon hayat, ragam hias burung phoenix, ragam hias swastika, dan sebagainya. Misalnya  Simbol dari pedang Dzul Fiqar, yang diabadikan dalam bentuk motif batik periode awal masuknya budaya Islam Arab di bumi Nusantara


Secara garis besar, ragam hias pada masyarakat yang hidup di pesisir pantai banyak menggunakan bentuk-bentuk binatang laut, maupun bentuk alam seperti awan, bintang, bulan dan matahari. Masyarakat yang tinggal di tepi hutan dan pegunungan banyak menggunakan ragam hias dari bentuk tumbuh-tumbuhan, buah, burung, dan serangga yang sering mereka jumpai di lingkungannya. Namun, tidak tertutup kemungkinan sumber inspirasi ragam hias bercampur di suatu wilayah.

Adapun bentuk-bentuk ragam hias yang dibuat dengan mengambil inspirasi dari lingkungan alam sekitar biasanya yang memberikan manfaat dan berguna bagi kehid
upan suatu suku bangsa. Akibatnya, bentuk motif suatu daerah memiliki kandungan makna loso kehidupan suku bangsa tersebut.

Ragam hias di Indonesia, berdasarkan pada pola dan bentuk visualnya, dibagi dalam klasifikasi ragam hias gometris, ragam hias tumbuh-tumbuhan, ragam hias makhluk hidup, dan ragam hias dekoratif seperti dijelaskan di bawah ini.
No.Ragam HiasContoh
1.Ragam Hias Geometris adalah ragam hias yang mengulang suatu bentuk baku tertentu dengan ukuran tertentu dalam komposisi yang seimbang pada seluruh sisinya. Motif geometris antara lain; Motif Kawung, motif Tumpal, Motif Lereng, Motif Pilin, Motif Swastika, dan Motif   Ceplokan. 
geometris
2.Ragam Hias Tumbuh-tumbuhan adalah ragam hias yang mengambil inspirasi dari tumbuh-tumbuhan pada wilayah tertentu untuk dimodi kasi menjadi ragam hias yang mencerminkan ciri khas wilayah tersebut.
tumbuhan
3.Ragam Hias Mahluk Hidup adalah ragam hias yang mengambil inspirasi dari mahluk hidup di darat, laut, dan udara pada wilayah tertentu dan dimodi kasi menjadi ragam hias khas wilayah tersebut. Ragam hias ini biasanya dimasukkan dalam kelompok ragam hias untuk menggambarkan dunia tengah. Contoh Motif Batik Semen Romo, terdiri dari Elemen Dunia Bawah, Tengah, dan Atas.
makhluk
4.Ragam Hias Dekoratif adalah ragam hias yang bersifat arti sial dan biasanya merupakan penggabungan dari beberapa inspirasi ragam hias pada kelompok yang ada sebelumnya yang dimodi kasi sehingga menjadi sebuah bentuk ragam hias yang baru dan memiliki nilai estetika tersendiri.
dekoratif


Pola Ragam Hias :
Bentuk ragam hias umumnya memiliki pola atau susunan yang diulang-ulang. Pada bentuk ragam hias yang lain, pola yang ditampilkan dapat berupa pola ragam hias yang teratur, terukur, dan memiliki keseimbangan. Desain ragam hias yang terdapat di wilayah Indonesia ini beberapa di antaranya sudah merupakan pola baku ragam hias wilayah tertentu. Desain ragam hias dapat dikelompokkan dalam jenis pola sebagai berikut.

No.Pola Ragam HiasContoh
1.Jenis pola tunggal (pattern), yaitu bentuk pola yang disusun dengan ukuran yang berdiri sendiri tanpa diberi bentuk yang lain.
tunggal
2.Jenis pola ulang himpunan (assemblage), yaitu bentuk pola yang tiap bagian merupakan suatu kelompok dan kumpulan dari beberapa bentuk atau unsur yang masih bersifat satu kesatuan.
berpotongan
3.Jenis pola ulang menyeluruh, yaitu ragam hias dengan kombinasi-kombinasi ulangan disertai dengan membubuhkan bentuk lain yang tidak tercakup dalam kelompok tanpa merusak bentuk pokok dari ragam hias tersebut.
ulangan


Pola pada ragam hias biasanya terdiri atas ragam hias pokok, ragam hias pendukung, dan ragam hias isian atau pelengkap. Proses penataan ragam hias secara garis besar dapat dikelompokkan dalam proses sebagai berikut.

    Proses pengulangan sejajar, baik secara vertikal maupun horizontal, disusun dalam posisi yang sama, jarak dan ukuran yang sama. Proses tersebut sangat mudah dijumpai dalam ragam hias geometris sebagai desain tepi maupun dalam susunan diagonal dan sudut.
    Proses pengulangan berpotongan, yaitu pada proses pembuatan motif saling bertumpangan dan berpotongan terhadap bidang gambar.


Ragam hias pada tekstil tradisional pada umumnya menggunakan proses pengulangan yang disusun simetris. Pada tekstil modern, proses pengulangan ragam hias, baik yang sejajar maupun yang berpotongan, selain disusun secara simetris sering pula digunakan secara asimetris, bahkan bersifat acak. Ragam hias tekstil memiliki manfaat untuk memperindah tampilan tekstil, membuat tekstil bernilai jual tinggi, lebih diminati banyak orang.

Ragam hias merupakan visual yang dekat dengan keseharian masyarakat yang memiliki latar belakang  budaya yang kuat, sehingga dapat dengan mudah diterima sebagai identitas diri, memiliki rasa menjadi  bagian dalam sebuah kekerabatan. Ragam hias jug
a bersifat ilustratif, dapat berperan sebagai pintu gerbang bagi masyarakat untuk mengenal kembali latar belakang budaya yang melingkupinya yang merupakan sumber dari eksplorasi ragam hias tersebut.
les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Ragam Hias Kerajinan Tekstil Tradisional dan Modern

Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang 5 contoh pengguna aksesoris pada kerajinan tekstil modern

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang Jelaskan perbedaan proporsi dan komposisi

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.
buka mesin jahit : http://www.mikirbae.com/2015/11/ragam-hias-kerajinan-tekstil.html

0 komentar:

Jelaskan perbedaan proporsi dan komposisi

 perbedaan proporsi dengan komposisi - Proporsi: ukuran/ sesuai perbandingan/bagiannya.
komposisi : susunan yg membentuk
Proporsi adalah suatu benda yang tersusun dari satu kesatuan berdasarkan ukuran antara bagian satu dengan yang lainnya

komposisi adlah tata susunan yang menyangkut keseimbangan, kesatuan, irama, dan keseleraan dalam suatu karya seni.


Apa yang dimaksud dengan komposisi,proporsi,keseimbangan,kesatuan.

Komposisi : cara kita menyusun gambar objek2 secara menarik&indah
proporsi : perbandingan ideal diantara bagian2 benda secara baik dan benar
keseimbangan : walaupun gambarnya tidak sama tapi harus memperhatikan keseimbangan objek
kesatuan : tidak boleh tersebar ketika menyusun
gambar tetapi harus ada kesatuan & keterkaitan yang harmonis
les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Jelaskan perbedaan proporsi dan komposisi

Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang perbedaan proporsi dengan komposisi

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang Benang dan kegunaannya

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.
buka mesin jahit : http://brainly.co.id/tugas/382253

0 komentar:

Benang dan kegunaannya

 perbedaan benang wol dan benang kasur - 1. Benang Jahit
adalah benang yang biasa digunakan untuk menjahit pakaian atau lenan rumah tangga.
2. Benang Sulam
adalah benang yang digunakan untuk menyulam, menghiasi kain supaya tampak lebih indah, misalnya taplak meja, sarung bantal, dan tutup poci.

3. Benang Renda
adalah benang yang digunakan untuk membuat renda, hiasan tepi sprei, tutup TV, hiasan dinding, dsb. Benang ini lebih besar bila dibandingkan dengan
benang sulam.

4. Benang Sutera
adalah benang yang digunakan untuk menjahit kain bahan sutera.

5. Benang wol
adalah benang yang digunakan untuk membuat bermacam-macam hiasan, misalnya bunga, lukisan pada kain strimin, boneka, merenda, dsb. biasanya
benang ini berbentuk gulungan.

6. Benang kasur

adalah benang yang digunakan untuk menjahit kasur dan jok mobil. Bentuknya lebih besar dan lebih kuat daripada benang jahit.

7. Benang nilon
adalah benang yang digunakan untuk menjahit sepatu, sandal dan kain terpal untuk tenda.

8. Benang bordir
adalah benang yang digunakan untuk membuat hiasan pada pakaian, kerudung, dan merapikan tepi sambungan kain.

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
 Benang dan kegunaannya
Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang perbedaan benang wol dan benang kasur

, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang Cara Membuat Sarung Bantal Dari Kain Perca

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.
buka mesin jahit : http://vina.wardany.net/benang-dan-kegunaannya/

0 komentar:

Cara Membuat Sarung Bantal Dari Kain Perca

 jahitan renda sarung bantal - Anda seorang enterprenuer pemula? Atau bingung membuka bisnis dengan modal yang sedikit? Mungkin tak terpikir oleh anda bahwa kain perca yang berasal dari sisa-sisa potongan kain dapat dijadikan peluang usaha. Bagia anda yang ingin memulai usaha kreatif, namun dengan modal seadanya tak ada salahnya berbisnis barang kreasi dari kain perca tersebut.
kain percakain perca
Kreasi dari bahan kain perca saat ini mulai digemari dan banyak peminatnya karena barang-barang hasil kerajinan tangan (hand made) biasanya memiliki model yang tidak sama dan harganya terjangkau. Salah satu barang yang dapat anda buat dari kain perca adalah sarung bantal. Cara membuatnya pun tidak sulit.


    Siapkan terlebih dahulu alat dan bahan di bawah ini.
        1. Kain perca (potongan kain)
        2. Meteran
        3. Jarum pentul
        4. Busa angin
        5. Kain renda
        6. Mesin jahit
        Setelah semua alat-alat tersebut telah tersedia, perhatikan langkah-langkah berikut untuk membuat sarung bantal dari kain perca.

Siapkan terlebih dahulu alat dan bahan di bawah ini.
1. Kain perca (potongan kain)

Siapkan minimal empat kain perca dengan motif yang berbeda. Sebaiknya gunakan kain jenis katun agar nyaman digunakan
2. Meteran

Digunakan untuk mengukur kain, busa angin, dan renda agar ukurannya pas, sehingga bentuk sarung bantal proporsional untuk digunakan
3. Jarum pentul

Untuk mengaitkan busa angin dan kain perca agar tidak be
rgeser saat dijahit.
4. Busa angin

Sebagai bahan pelapis sarung bantal anda. Untuk ketebalan busa angin terserah selera anda
5. Kain renda

Sebagai penghias dan penutup sambungan kain agar terlihat rapi (bisa juga diganti hiasan lain sesuai selera anda)
6. Mesin jahit

Gunakan mesin jahit agar jahitan pada sarung bantal anda terlihat lebih rapi dan lebih kuat.
Setelah semua alat-alat tersebut telah tersedia, perhatikan langkah-langkah berikut untuk membuat sarung bantal dari kain perca.

1. Langkah pertama adalah gunting empat macam kain dari motif yang berbeda motif dengan ukuran 20 cm X 20 cm menjadi 8 lembar buah kain (jadi 2 lembar kain dengan motif yang sama)

2. Selanjutnya, anda gunting busa angin dengan ukuran 40 cm X 40 cm sebanyak 2 lembar

3. Kemudian, gunting renda sepanjang 40 cm sebanyak 4 helai.

4. Setelah itu, jahit 4 buah kain katun dengan motif yang berbeda menjadi satu lembar kain utuh untuk sarung bantal bagian depan.

5. Setelah itu, ambil 4 buah kain katun yang lain (sisanya) dan jahit menjadi satu lembar kain utuh untuk sarung bantal bagian belakang.

6. Kemudoian, agar jahitan kain pada tiap sambungan terlihat rapi, pasangkan renda pada sambungan tersebut, buat di bagian depan dan belakang sarung bantal.

7. Setelah itu, pasang busa angin pada kain yang telah disatukan menggunakan jarum pentul agar kain dan busa tidak bergeser saat dijahit.

8. Jahit busa angin pada belakang bagian depan dan belakang sarung bantal sebagai pelapis.

9. Setelah busa angin telah terpasang, jahit bagian depan dan belakang sarung bantal menjadi satu, namun sisakan satu sisi (bagian atas) yang tidak di jahit.

10. Sebagai langkah terakhir, anda pasang resleting pad bagian yang tidak dijahit tersebut.

11. Sarung bantal dari kain perca kreasi anda pun sudah selesai dan siap digunakan

Langkah-langkah diatas sangat mudah bukan untuk anda praktekkan di rumah? Anda juga dapat menambahkan aksesoris lain pada bantal bergantung selera dan kreatifitas anda. Semakin bagus sarung bantal dari kain perca buatan anda, maka semakin
menarik minat pembeli untuk memilikinya.

les, indonesia, private, obras, guru, sekolah, belajar, yogyakarta, usaha, jogja, kursus, terbaik, batik, kaos, kebaya, jahit, baju jahit, mesin jahit, konveksi, kursus menjahit
Cara Membuat Sarung Bantal Dari Kain Perca
Dengan adanya informasi yang kami sajikan tentang jahitan renda sarung bantal
, harapan kami semoga anda dapat terbantu dan menjadi sebuah rujukan anda. Atau juga anda bisa melihat referensi lain kami juga yang lain dimana tidak kalah bagusnya tentang Buat Cewek – Cewek Terpikat Dengan Hanya Menggulung Lengan Kemeja Panjangmu

. Sekian dan kami ucapkan terima kasih atas kunjungannya.
buka mesin jahit : http://carageek.com/rumah-tangga/cara-membuat-sarung-bantal-dari-kain-perca/323/

0 komentar:

Copyright © 2016 Kursus Menjahit.